'"EH[,,1il1?

1"^
i ENTERI KEUANGAN

W

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA N O M O R 3 7/ P M K . 0 2| 2 A L 2
a

TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGGARAN 2013 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang

bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 5 ayat (S) Peraturan Pemerintah Nomor 90 Tahun 2010 tentang Pen5rusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Tahun Anggaran 2Ol3 1. Peraturan Pemerintah Nomor 9A Tahun 2O1O tentang Penlrusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2O1O Nomor I52, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 57781; 2. Keputusan Presiden Nomor 56/P Tahun 2O1,O; MEMUTUSKAN:

Mengingat

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGGARAN 2013. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini, yang dimaksud dengan: 1. Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negaraf Lerrrbaga yang selanjutnya disingkat RKA-K/L, adalah dokumen rencana keuangan tahunan Kementerian NegaralLembaga yang disusun menurut Bagian Anggaran Kementerian Negara/Lembaga 2. Standar Biaya adalah satuan biaya yang ditetapkan baik berupa Standar Biaya Masukan maupun Standar Biaya Keluaran sebagai acuan perhitungan kebutuhan anggaran dalam RKA-K/L.
//

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-2-

3 . Standar Biaya Masukan adalah satuan biaya berupa harga
satuan, tarif, dan indeks yang digunakan untuk menJrusun biaya komponen masukan kegiatan. 4 . Standar Biaya Keluaran adalah besaran biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah keluaran kegiatan yang merupakan akumulasi biaya komponen masukan kegiatan.

5 . Harga Satuan Biaya Masukan adalah nilai suatu barang
yang ditentukan pada waktu tertentu untuk biaya komponen masukan kegiatan. penghitungan

6 . Tarif

Biaya Masukan adalah nilai suatu jasa yang ditentukan pada waktu tertentu untuk penghitungan biaya komponen masukan kegiatan. biaya yang satuan adalah 7 . Indeks Biaya Masukan masukan gabungan beberapa barang/jasa merupakan untuk penghitungan biaya komponen masukan kegiatan.

8 . Indeks Biaya Keluaran adalah Standar Biaya Keluaran yang
menghasilkan satu volume keluaran kegiatan. 9 . Total Biaya Keluaran adalah Standar Biaya Keluaran yang menghasilkan total volume sebuah keluaran kegiatan. yang Mutlak Jawab Tanggung Pernyataan 1 0 . Surat pernyataan adalah SPTJM selanjutnya disingkat pertanggungjawaban Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran atas penggunaan jenis satuan biaya di luar Standar Biaya yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.

Pasal 2 Standar Biaya Tahun Anggaran 2OI3 terdiri atas: a. Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2013; dan b. Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3. BAB II STANDARBIAYA MASUKANTAHUNANGGARAN2013 Pasal 3 Anggaran' 2013 (1) Standar Biaya Masukan Tahun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a berfungsi sebagai acuan bagi'Kementerian Negara/Lembaga untuk menJrusun biaya koinponen masukan kegiatan dalam RKA-K/L berbasis kinerja Tahun Anggaran 2OL3.

r/

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-3(21 Fungsi Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2OI3
.a

sebagai acuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan batas tertinggi yang besaran biayanya tidak dapat dilampaui dalam penJrusunan RKA-K/L Tahun Anggaran 2013.

(3) Dalam

rangka pelaksanaan anggaran, Standar Masukan Tahun Anggaran 2OI3 berfungsi sebagai : a. batas tertinggi; atau b. estimasi.

Biaya

(4) Fungsi Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2OI3 sebagai batas tertinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a merupakan besaran biaya yang tidak dapat dilampaui.

(5) Fungsi Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2Ol3
sebagai estimasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b merupakan besaran biaya yang dapat dilampaui disesuaikan dengan harga pasar dan ketersediaan alokasi prinsip ekonomis anggaran dengan memperhatikan pada ketentuan efisiensi, efektifitas, serta mengacu peraturan perundang-undangan. Pasal 4 ( 1 ) Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2Ol3 yang berfungsi sebagai batas tertinggi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) huruf a tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

(21Standar

Biaya Masukan Tahun Anggaran 2Ol3 berfungsi sebagai estimasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) huruf b tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Pasal 5

Selain Standar Biaya Masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Menteri Keuangan dapat menyetujui Standar Biaya Masukan lainnya berdasarkan usulan dari Menteri/Pimpinan hal-hal antara lain Lembaga dengan mempertimbangkan sebagai berikut: a. kekhususan satuan biaya yarrg dimiliki Negara/Lembaga; oleh Kementerian tertentu;

b. tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik dan/atau c. daerah terpencil/daerah perbatasan/pulau terluar.

,/

. dan/atau Kementerian 2) bahan penghitungaq pagu indikatif Negara/ Lembaga Tahun Anggaran 2OL4.engan mengacu pada ketentuan peraturan perundangundangan. dan e. mempunyai jenis dan satuan yang jelas dan terukur. batas tertinggi dalam Anggaran 2Ol3. referensi untuk: penyusunan RKA-K/L Biaya Tahun 1) penyusunan prakiraan . bukan merupakan keluaran dari Komponen Kegiatan 001 dan Komponen Kegiatan 002. (21Kriteria keluaran kegiatan yang diusulkan menjadi Standar Anggaran 2OL3 sebagaimana Biaya Keluaran rahun dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut: a. (3) standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2Ot3 dapat berupa Indeks Biaya Keluaran atau Total Biaya Keluaran. komponen/tahapan c. yarrg jelas dalam d.maju. (21Dalam rangka pelaksanaan anggaran.' Standar Keluaran Tahun Anggaran 2}rc berfungsi sebagai : a. bukan merupakan keluaran kegiatan pengadaan sarana dan prasarana.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -4BAB III STANDAR BIAYA KELUARAN TAHUN ANGGARAN 2013 Pasal 6 ( 1 ) standar 2Ol3 Anggaran Tahun Keluaran Biaya berfungsi b sebagaimana iimaksud dalam Pasal 2 huruf sebagai acuan bagi Kementerian Negara/Lembaga untuk kegiatan dalam RKA-K/L biaya keluaran *"ttfrr"ttt berbasis kinerja Tahun Anggaran 2013. merupakan keluaran kegiatan yang bersifat berulang. b. Pasal 7 ( 1 ) Dalam rangka perencanaan ar'lggarar:. Standar Biaya Keluaran berfungsi sebagai estimasi yang merupakan perkiraan besaran biaya yang dapat dilampaui disesuaikan dengan harga pasar dan ketersediaan alokasi anggaran d. b. mempunyai pencapaian keluaran.

Satuan biaya lain yang tidak termasuk Standar Biaya Masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 dan Pasal 5 dengan mempertimbangkan kepatutan dan kewajaran harga satuan biaya dimaksud.q. usulan Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3 sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (21Dalam (3) Satuan biaya lain sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b dikecualikan terhadap satuan biaya fasilitas penghasilan dan menambah pegawai negeri.q. Standar Biaya Masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 dan Pasal 5.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -5Pasal 8 ( 1 ) Kementerian dan men5rusun Negara/ Lembaga mengusulkan Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3 kepada Menteri Keuangan c. Kementerian Keuangan c. Tahun pen5rusunan Standar Biaya Keluaran Anggaran 2013 sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 9 Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OI3 diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan tersendiri. (s)Berdasarkan (6) Tata cara penyusunan dan penelaahan Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3 tercantum dalam Lampiran dari terpisahkan bagian tidak III yang merupakan Peraturan Menteri ini. Kementerian Negar a f Lembaga menggunakan : a. Direktorat Jenderal Anggaran Standar Biaya penelaahan atas usulan melakukan Keluaran Tahun Anggaran 2013. Direktur Jenderal Anggaran. dan/atau b. pegawai negerif non negaraf untuk pejabat (41Penggunaan satuan biaya lain sebagaimana dimaksud pada ayat (3) disertai SPTJM yang ditandatangani oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran dengan dilampiri data pendukung yang dapat dipertanggungjawabkan. .

/. -.t wffirffi *RW -6BAB IV ftlElffEnl lfl=UANt]AN lNDoNuslA HEPt't. ttd. AGUS D. orang setiap Agar pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia' Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 9 Maret 2OL2 MENTERI KEUANGAN. AMIR SYAMSUDIN BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2OI2 NOMOR 287 Salinan sesuai dengan aslinya ENTERIAN ii .Jl-ll( KETENTUAN PENUTUP Pasal 10 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan' memerintahkan mengetahuinya. ttd.^m.W. MARTOWARDOJO Diundangkan di Jakarta pada tanggal9 Maret 2OL2 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. *\N.

oOO Rp660.d. Nilai pagu dana di atas RpSOOmiliar s.00O Rp1.OOO Rp72O.830. Rp5OOjuta d.d.61O.d.0OO Rp1. Nilai pagu dana di atas RpSOO juta s.00O Rp970. Rp750 miliar o. Rp25 miliar i.000 Rp1.d.'AWAB PENGELOLA NEUAIVGAN r. Rp250 miliar m. Nilai pagu dana di atas Rp25ojuta s. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.580.250.O00 Rp4.d.d. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s.0OO Rp99O.d.O0O Rp930.O0O Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s. Nilai pagu dana di atas RplO0juta s.58o. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s.t97t0\Bl'PUB LAMPIRAN I MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA STANDARBIAYA MASUKANTAHUN ANGGARAN 2Oi3 YANG BERFUNGSISEBAGAIBATASTERTINGGI PENIINGGUNC . RpTS miliar k. Nilai pagu dana di atas Rp2sojuta s. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGGARAN 20T3 ' LI KIND.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp2. Rpl miliar e. j.000 Rp4.78O.O8O.O0O I.850.000 Rp1. Rp5O0juta d.d. Nilai pagu dana di atas RpSOO juta s.O0O Rp2.0OO Rp83O. Rp1O0 miliar l.3.Rp7S0 miliar o. Rp50 miliar j.620.01o.5 miliar s.23o.O00 Rp48O.000 Rp88O. Nilai pagu dana di atas Rp25ojuta s.d. Nilai pagu dana di atas RpZS miliar s.d.9rO.d.d.170.d.5 miliar f. Rp75 miliar k. RpS miliar g.0O0 Rpl.520.0O0 RpSr0. Nilai pagu dana di atas Rp50O juta s. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s. Rp10 miliar h. Rp25Ojuta c.05O. Rp50 miliar j.250.0O0 Rp57O. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.d.040. Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp50O miliar s.0O0 Rp1.0O0 Rp7OO. Rpl triliun p. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s.NESIA ilBffi H*dfllwft .d. Rp5O0 miliar n. Rp25 miliar i.d.000 Rp3. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.5 miliar f.00O Rp1.O0O Rp3. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.44O.d.d.0O0 Rp1.OO0 Rp61O. Rpl00 miliar l.00O . Rpt0O juta b. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s. Nilai pagu dana di atas RplO0 miliar s.890.0O0 Rp2.08O. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s.0O0 Rp82o. Nilai pagu dana di atas Rploojuta s. Nilai pagu dana s.58O.0O0 Rp3. Rp400.5 miliar s.d.d.580. Nilai pagu dana di atas RpS0 miliar s. RplOOjuta b.S miliar s. RpS miliar g. Rp2.000 Rp3. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp2S0 miliar s. Rp250juta c.250.O0O Rp1.d.d.d. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.o0o Rp2. Rpl triliun Nilai pagu dana di atas Rpl OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp5O0.d. Rp10 miliar h. RpZS miliar k.590. Rp25 miliar i.d. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.d.d.330.OO0 Rps.d.S miliar f. Rpl triliun p.000 Rp2.d. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun PEJABAT PENGUJITAGIHAN &PENANDATANGAN SPM a.d. Rps0ojuta d.0O0 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp420.OO0 Rp2.d. Rp250 miliar m. Nilai pagu dana di atas RplOOjuta s.d. RpSOOmiliar n.d.OOO Rp770.d.69O./ .O0O Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s. Rp5 miliar g.d. Nilai pagu dana di atas RpZS0 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun I.O0O Rp6l0. Nilai pagu dana di atas RpsO miliar s. 1. RplO miliar h. Rpl miliar e.430.d.d. Nilai pagu dana di'atas Rp250 miliar s. PEJABAT KUASA PENCGUNA ANGGARAN a.d. Rp250 miliar m.000 Rp3. Nilai pagu dana di atas Rp2.00O Rp2.0O0 Rp3.d.O0O Rps. Nilai pagu dana di atas Rpl0 miliar s. Nilai pagu dana s. Rp750 miliar o. Rp2.d. Rpl00 miliar L Nilai pagu dana di atas Rpl0O miliar s.2.58O. Rpl miliar e. Nilai pagu dana s.d. Rp500 miliar n. Nilai pagu dana di atas Rp2S miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp2. RplOOjuta b. Rp25Ojuta c.d.d. npSO mitia. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s. PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN a.110.0O0 Rp4.d.d. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.

d.000 Rp1.000 Rp2. Rpl triliun p.d.000 Rp2.0OO RpSl0. Nilai pagu pengadaan di atas Rps miliar s. Nilai pagu pengadaan di atas RpSOO futa s.000 Rp1.d. Rpl miliar e. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl miliar s. Rp25 miliar i. Nilai pagu pengadaan di atas Rp500 juta s. Nilai pagu dana di atas RplO0 miliar s.2.560.d. Rp2S0 miliar m.000 Rp1.0OO Rpl. Nilai pagu dana di atas Rp5O0 miliar s. RpTS miliar k.350.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp10 miliar s.000 Rp420./ . Nilai pagu dana di atas Rpl triliun 1 . Nilaipagudana s.000 Rp310. Rp500 juta d.130. RpS miliar g.d. Nilai pagu dana di atas RpIOO miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp5 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp250juta s. Rp500 juta d.d.000 Rp3. Nilai pagu pengadaan di atas Rp25 miliar s.000 Rp670.5 miliar s.3.0OO Rp850.d.000 Rp4. Rpl triliun p. PEJABAT PENGADAANBARANG/JASA 2.000 RDg2O-OOO . Rp25Ojuta c.000 Rp1. Nilai pagu pengadaan di atas Rp10 miliar s.d.000 Rp4. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK t{o lll URAIAN SATUAII (3) BIAYA TA 2OI3 (21 1 .d. RpSOmiliar j.860. STAF PENCELOLA/BENDAHARA PENGELUARANPEMBANTU/PETUGASPENGELOLA ADMINISTRASI BELANJA PEGAWAI (PPABP) a. Nilai pagu pengadaan di atas Rp750 miliar s. Nilai pagu pengadaan di atas Rp250 miliar s.000 2 HOIiIORARIIIM PE.5 miliar f.490.790.000 Rp2.'ABAT/PANITIA PENAADAAIiI BARA$G/.150.470.d. RptO0 miliar I. Rpl0 miliar h. RpS0 miliar j. Nilai pagu dana di atas Rpl00juta s. Rpl triliun p. Rp7S0 miliar o.d. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s.5 miliar f.000 Rp3.d. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.120. Nilai pagu pengadaan di atas Rp50 miliar s.d.000 Rp640. Nilai pagu dana di atas Rp5 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.000 Rp500.d. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s. Rp2. 4 .d.d. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s. Rpl0ojuta b.d.00O Rp760. Rp2S0juta c.d. PANITIA PENGADAANBARANG DAN JASA (KONSTRUKSI) a. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.580.00O Rp860. Rpl miliar e. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s. RpS miliar g.550.000 Rp1.940.000 Rp3.d. Rp25Ojuta c.000 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp260. Nilai pagu dana di atas Rp2. Rp750 miliar o. Nilai pagu pengadaan di atas Rp75 miliar s.78o.d. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl triliun 2. Rp10 miliar h.580.O00 Rp1.000 Rp980.d. Rp2.d.d.d.000 Rp1. Rp100 miliar l.d.330.OO0 Rp3.d.000 Rp2. 5 .81o.d. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl00 miliar s. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl00juta s.d. PANITIAPENGADAANBARANG (NON KONSTRUKSD a.d.5 miliar s. Nilaipagudana s. RpS00 miliar n.5 miliar s.030.O0O Rp2. Rp750 miliar o. RpSO0juta d.020.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.000 Rp2.d.000 Rp810.'ASA /I'MT LAYAITAN PEIVGADAAIT luLPl 2. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s. I.d.d.000 Rp2. Rp5O0miliar n. Nilai pagu dana di atas Rpl0Ojuta s.450. Nilai pagu pengadaan di atas Rp2.000 Rp680.d. Rp250 juta c.d.000 Rp1. BENDAHARA PENGELUARAN a.000 Rp570. Nilai pagu dana di atas RpsO miliar s.32O.d.d.090.840.d. Rpl miliar e. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.000 Rp77O.270.520.000 Rp2.OO0 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s. Rp2. Rp25 miliar i. Nilai pagu dana di atas Rp2. Rp25O miliar m.000 Rp430. Rp75 miliar k.000 Per Paket OP OP OP Rp460. Rpl0ojuta b.000 Rp6rO.780. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun (41 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp340. Rp2S miliar i.120.d. Nilai pagu pengadaan di atas Rp250juta s. Rpsoojuta d.d.d.160. RplO miliar h.d.d.d. Nilai pagu dana di atas Rp250 juta s. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s. Nilai pagu pengadaan sampaidengan RplOOjuta b.d. Rp500 miliar n. Nilai pagu pengadaan di atas Rp50O miliar s.5 miliar f.O90.000 Rp4. Rp25Omiliar m. Rpl miliar OB Per Paket OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP Rpsl0. Rp75 miliar k. Rpl00 miliar l. Nilai pagu pengadaan di atas RplO0 juta s.d.840. Rp50 miliar j. RpS miliar g.000 Rp2. Nilai pagu pengadaan sampai dengan RplOOjuta b.000 RpS. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s.d.d.000 Rp370. Nilai pagu pengadaan di atas Rp2sOjuta s.0OO Rp500.000 Rp570.

520.d. 3 HOITORARII'M PE.000 Rp62O.650. PANITIA PENERIMA HASIL PEKERJAAN/ PENGADAANBARANG/JASA a. Rpl00 juta Nilaipagu pengadaan jasalainnya s.000 Rp4. Rploojuta Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp100 juta s.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLTK ilo URAIA.d.d.960.d. k.000 PEJABAT PENERIMA HASIL PEKERJAAN/PENGADAANBAMNG/JASA 3.d.5 miliar s.d. Rp50 miliar Rp50 miliar s.d. i. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp2.0O0 Per Paket OP Per paket OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP Rp450. Nilai pagu peke{aanlpengadaan di atas Rp250 juta s.d.510. Rp75 miliar m. d. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rps miliar s. RpS miliar i. atas atas atas atas atas atas atas atas atas atas atas atas (41 Rp1. Nilai pagu pekeq'aan/pengadaan di atas Rp50 miliar s. Rp100 miliar l.000 Rp2./ . I.000 Rps.d RpSO Nflai pagu pengadaan jasa konsultansi di atas Rp50 juta s. Rpl . Rpl miliar g. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp500 miliar s.000 Rp3. Nilai pagu pekedaan/pengadaan di atas Rp750 miliar s. PEIVTRIMA IIASIL PEIITRJAAN OB OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP oP' OP Rp33O.000 Rp2. m.000 Rp1. Rp25 miliar k.d.d.5 miliar f.d.OO0 Rp4.230. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp500 miliar s. c.5 miliar s. Nilai pagu peke{aan/pengadaan di atas RpS miliar s.820.000 Rp1.d.210.990. Rp500 miliar n.4.270.'A3AT/PAITITIA 3. Rp50 miliar j.d.000 Rp2. Rp750 miliar Rp750 miliar s. Rp2. RplOO miliar Rp10O miliar s.OO0 Rp1. g.000 Rpl. l.000 Rpl.d.d. RpS miliar Rp5 miliar s.d.d.090. Rp100 juta b.91O. Rp250 miliar m.d Rpl triliun r.oO0 000 Rp72O.230.000 Rp3. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp100 miliar s.000 Rp2. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp250 juta s. Rp250 iuta e. n. RplOO miliar n.d.000 2. Rp25 miliar Rp25 miliar s. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan s.d.520.0O0 Rp3.000 Rp1.450.100.d.IT Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di NiLai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di NiLaipagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di QI Rpl miliar s. b.d.000 Rp2.5miliars.880.d.000 Rp45O.010.000 Rp2. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rpl miliar s. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp250 miliar s.000 Rp520.630. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp100 miliar s.140.890. PANITIA PENGADAANJASA (NON KONSTRUKSI) juta Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi s.250. Rp500 juta d. Rp75 miliar k. h. p.750.OO0 Rp1. 000 Rp91O.OO0 Rp2.d.d Rp50O miliar p.000 Rp450. Rp10 miliar j.d. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rpsoojuta s.d. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp10 miliar s.5 miliar h.d. o. j. Rp25 miliar i. Rp250 miliar Rp25O miliar s. Rp500 juta f.5 miliar Rp2.560. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp25 rniliar s.d.OO0 Rp9lO.2. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp75 miliar s.060. Nilai pagu pengadaanjasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rpl miliar s. Rp2.d.OO0 Rp1.d.370.d.d.0O0 Rp48O.O00 .d.d.000 Rp1. Nilai pagu pengadaanjasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rpl triliun a.000 Rpl.450. Rp250 juta c. Rp10 miliar h.d. Nilaipagupengadaanjasakonsultansi/jasalainnyadiatas Rp2.d Rp250 miliar o. Rp2. f. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp25 miliar s.000 Rp2.000 Rp420. RpSOmiliar l.d.640.000 R p l .000 Rp3. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp750 miliar s.000 Rp2. Rpl triliun Rpl triliun SATUI\IT (3) OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP BIAYA TA 2013 t1t e. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp250 miliar s.600. Rp10 miliar Rp10 miliar s.d.370. Rp75 miliar Rp75 miliar s. Nilai pagu pekedaan/pengadaan di atas Rp100 juta s. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp75 miliar s. Rpl miliar e. Rp5 miliar g. Rp750 miliar o.OOO Rp1.d.000 Rp3.d.840.O4O.000 Rp2. Rp50Omiliar Rp50O miliar s.0O0 Rp77O.000 Rp5. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp5O0juta s.260.0O0 Rp60O. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas RpSOmiliar s.d Rp750 miliar q. Rpl triliun p Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rpl triliun Rp330.200. Nilai pagu pekedaan/pengadaan di atas Rpl0 miliar s.

d. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.0o0 Rp1.540. Rp25 miliar i.000 Rp3.490.000 Rn35O. Rp5O0 miliar n. Nilai pagu dana di atas Rpl00juta s.000 4. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun {3} OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp420.000 Rp2.d. RpS00 juta d.380.d.d.d.000 Rp500. Rpl triliun p. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.000 Rpr. Nilai pagu dana di atas Rp25Ojuta s-d.d. Rp50 miliar j.d.370.5 miliar f.O00 Rp3.130. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun 4. PNBP (21 ATASAN LANGSUNG BENDAHARA a.000 Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp7S0 miliar Ld. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.2.000 Rp89o.d.d.OOO 'l/ .260. Nilai pagu dana di atas Rp2.d.d. RpsoOjuta d.3. Nilai pagu dana di atas Rp100juta s. Rpl00juta b. Rp2S0 miliar m. Nilai pagu dana di atas Rp50ojuta s.d.d. Pengarah b. Rpl00 miliar L Nilai pagu dana di atas Rp10O miliar s.000 Rp66O. RpZSOmiliar o.KEUANGAN MENTERI TNDONESIA REPUBLIK lto URAIAIT SATUAN BIAYA TA 2013 (4) IU 4 HONORARIUM PEI{CELOLA 4. RpZS miliar k.0O0 Rp770.000 Rpr. Rp50 miliar j.62O.d.260. Rpl rniliar e.10O.I.oo0 Rp1.000 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp260. Rp5O0 miliar n.170.d. Nilai pagu dana di atas Rp10 miliar s.d. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.d.d. Nilaipagudana s.00O Rp2.280. Koordinator d. BENDAHARA a.5 miliar s. Nilaipagudana s.d. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s.000 Rp1. Rp500 miliar n. Rp750 miliar o.000 Rp1.O00 Rp4. Rp2sojuta c.00O Rp400. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.500. Rp250 juta c.000 Rp2.070.d.000 Rp880. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.5 miliar s. Rp50 miliar j.d. Nilaipagudana s.0O0 Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp250 juta s. RplO miliar h.d. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s. Rp2.820.140. Ketua/Wakil Ketua e.000 Rp500. PenanggungJawab c.000 Rp1.72O. Rpl triliun p.9ro.000 Rp430.5 miliar s.880.000 Rp2. Rp2S0 miliar m. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.000 Rp2. Rpl0 miliar h. Rp75 miliar k.d. Nilai pagu dana di atas Rp2S0 miliar s.d.000 Rp1. Rp2.000 Rp3lO.1 10. RpS miliar g. Rp750 miliar o.000 Rp540. Rp2.000 Rp3.S miliar f. Nilai pagu dana di atas Rpl0 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp100 juta s.000 Rpl. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s.d. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.000 Rp3.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.680. RplOOjuta b.000 Rp1.56O.d.000 Rp3.OOO Rp1. Rpl miliar e. Nilai pagu dana di atas Rp2sojuta s.d. Nilai pagu dana di atas Rp2.1 unitAkuntansiringkatKementerianNegara/tembaga(uApA/Barang) Dasar Keputusan Menteri a.d.o00 Rp730.d. Rp10 miliar h. Rp500 juta d.d. Rpl miliar e.950.0O0 Rp370. Anssota/Petusas OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp340.d.000 Rp420.d. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.d. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s.000 Rpl. Rp250juta c. Rp25 miliar i. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun 5 IIOUORARIUM PENGPLOLA SISTEM AKUNTANSI INSTANSI 5.79O. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.030. RpS miliar g. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s.d. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.450.d.d.0O0 Rp6l0. Rpl00 miliar L Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.d.000 yangditetapkanatas OB OB OB OB OB Rp7O0.260. Rp5 miliar g.d. Rp25 miliar i. RpZS miliar k.000 Rp1.d. Nilai pagu dana di atas Rp2.870.820.000 Rp2.5 miliar f. ANGGOTA a.000 Rp940. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s. Rpl0ojuta b.d.000 Rp2.000 RpS10. Rpl triliun p. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.d.000 Rp600.0o0 Rp7OO. Rp250 miliar m.760. Nilai pagu dana di atas Rp25O miliar s. Rpl00 miliar l. Nilai pagu dana di atas Rp5O0juta s.d.d.000 Rp570.

PenanggungJawab b. ptrucAs ll.3 Sekretaris 9.I 10.GD/ KEGIATAN 8. Peneliti/perekayasa Madya c. Koordinator c.0o0 Rp2. Petugas Survey f. Koordinator/Ketua d.2 OJ OJ OJ OJ OJ IIOIIORARIT'M PANITIA SEMINAR/RAKOR/SOSIALISASI/DISEMINASI/FGD/KEGIATAN 9.3 10. Koordinator c. PenanggungJawab c. DAN 'RAI''BAKTT IO.2 OJ OJ OJ OJ OJ OB OB Penelitian/ Perekayasaan Orang/Responden OH 8.2 Tingkat Pengguna Barang Tingkat Kuasa pengguna Barang PTNELITIAN/PEREKAYASAAN 7.000 . Pejabat Eselon ll/yang disetarakan d. Pembantu peneliti/perekayasa b. PElfcEMuDI.O0O Ho![oRARruM SATPAM. Koordinator c.l Yang Ditetapkan Oleh presiden a. Ketua/Wakil Ketua d. Pengolah Data e. Peneliti/perekayasa Muda d. Pengarah b.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK Unit Akuntansi Tingkat Eselon I (UAp a.1 Satpam dan pengemudi I l'2 Petugas Kebersihan dan pramubakti ROIIANIWAN TIM PILAKSAITA KEGIATAN l3.1 6. Pembantu Lapangan NARASUMBER SETIIIN/IR/ RAKOR/ SOSIALISASI/ DISEMINASI/ I. Sekretariat peneliti/perekayasaan d.2 OB OB OB OB OB OB OB OB 7. PenanggungJawab b. Wakil Ketua e. Pejabat Eselon I/yang disetarakan c. Pelabat Eselon ItI ke bawah/yang disetarakan Moderator SEJENIS BMN 5.90o. Anggota/Petugas 5'4 Unit Akuntansi ringkat Satuan Keq'a (uAKPA/Barang) yang ditetapkan atas Dasar sI( Eselon II atau unit Akuntansi pembantu pengguna Anggaran/Barar! wuy"t atau Koordinator Unit Akuntansi pembantu pengguna Anggaran WiL].al a. Ketua/Wakil Ketua d.1 Honorarium Kelebihan Jam penelitian/perekayasaan a.4 Anggota PEIfYULUH I{ON PEGAWAI ITEGERI SLTA Sarjana Muda Sarjana Master (S2) KEBER. Sekretaris f. PenanggungJawab b. Anggota/Petugas PEI{GURUS/PENYIMPAN 6.THAN. Peneliti/Perekayasa pertama Honorarium penunjang penelitian/perekayasaan a.2 10.000.1 Narasumber/pembahas : a' Menteri/pejabat setingkat Menteri/pejabat Negara Lainnva/yang disetarakan b. Ketua/Wakil Ketua d.1 PenanggungJawab 9.5OO. Anggota/petugas 5'3 unit Akuntansi Tingkat wilayah (uAPPA/Barang-wlyang ditetapkan atas Dasar sK Eselon I a.4 Rpr. OB OB OB OB OB OB Rp2. Peneliti/Perekayasa Utama b.2 KetualWakil ketua 9. Koordinator peneliti/ perekayasa c.

3 Penyunting/Editor 15.6 PenanggungJawab Redaktur Penyunting/Editor Desain Gra{is & Fotografer Sekretariat Pembuat artikel Oter Oter Oter Oter Oter Halaman Rp400.000 Rp250. Anggoia 13. Rp350. Sekretaris f.500.000 Rp330.IUTJURNAL 15.1 PenanggungJawab 15. PenanggungJawab c. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.000 Rp1.0o0. RplOO miliar d.d.2 Yang Ditetapkan oleh Menteri/Pejabat Setingkat Menteri a.000 Rp300.5 16.OO0 Rpl5O.000 t 7 IIOITORAnIUM TIM PEITGELOLA WEBSITD 17. Nilai pagu dana s.00O Rp300.000 Rp180. Nilai pagu dana di atas RplO0 miliar s.d.000 Rp450. Ketua d.000 Rp1. Rp200 miliar e.d.000 Rp460. Sekretaris f. Sekretaris f.1 Ketua/Wakil ketua 14. Ketua d. PenanggungJawab c.000 Rp350.2 Redaktur 15.2 16.1 PenanggungJawab 17.000 Rp300.000 l5 IIOITORARII'M TIM PEITYUSI'N. Rp50 miliar c.000 Rp3Oo.4 Desain Gralis & Fotografer 15.2 Anggota OB OB Oter Oter Oter Oter Oter Halaman Rp250.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NO URAIAIT SATUAN BIAYA TA 2013 tll (21 13. PenanggungJawab c.d.000 Rp350.O00 Rp4O0.000 Rp250.5 Web Developer 17. Nilai pagu dana di atas Rp 200 miliar 18.000 Rp100. Pengarah b.5 Sekretariat 15. Nilai pasu dana di atas Ro2O0 miliar OB OB OB OB OB OB OB OB OB oB.000 Rp500.00O 1Ii / .2s0.d Rp25 miliar b.000 Rp400. Pengarah b. Anggota 13.00o Rp850.000 Rp4rO. Anggota (3) OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB (41 Rp1.000 Rp580.000 Rp15O.O0O Rp490.4 Yang Ditetapkan Oleh KPA a.0OO Rp750.000 Rp810.7 Penerjemah l8 OB OB OB OB OB Halaman 1500 karakter Rp500.000 Rp250. Nilai pagu dana di atas RpSOmiliar s. Pengarah b. Ketua d.00O t4 ITONORARIT'M SEKRSTARIAT TIM PELAKSANA KTGIATAIT 14.0OO Rp750.d Rp25 miliar b. Wakil Ketua e.0OO Rp22O.1 ATASAN LANGSUNG PEMECANG KAS/KPA a. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.000 Rpr80.6 Pembuat Artikel 17.0oo Rp300. Rp10Omiliar d.4 WebAdmin I7.3 Editor 77.4 16. Wakil Ketua e. Wakil Ketua e. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.00O Rp650.OO0 Rp100.0O0 Rp100.000 Rp600.d.OO0 Rp400. Rp50 miliar c.o00 Rp450.000 Rp50o.2 Redaktur 17. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.3 16.6 Pembuat artikel t6 IIONORARIT'M TIM PEIWI'SI'NAN BT'LETII/MAJALAII 16. Nilai pagu dana s.000 Rp7OO.3 Yang Ditetapkm Oleh Pejabat Eselon I a.000 Rp690.d.000 Rp500.000 Ro570.2 PEMEGANG KAS/BENDAHARA a.1 16.0OO HONORARIIIM PEI{ANGGI'NG} JAWAB PENGELOLA KEUAI{GAIT PADA SATKDR YANG MEIYGELOL^6 AELAITJA PEGAWAI 18. Rp200 miliar e.000 Rp7s0.000 Rp100.

l pengawas Ujian | b.9 Sekretaris panitia | tS. pendidikan Menengah I pemeriksaan hasil Ujian I c. Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari BERSKALA INTERflASIONAL Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari RpS50.O00 Rpsso. Nilai pagu dana di atas Rp 200 miliar s. pendidikan Tinggi I tt Diploma Uillfit/N dan Strata I (St) I pemeriksaan hasil Ujian | "t I Ut pengujiTugas AkhirlSkripsi I Zl Strata 2 (S2) I 4 Pemeriksaan hasil Ujian | Ot penguji Tesis I I I zo.5 Tim Asistensi | 20.0o0 Rp27O.6 Anggota Detegasi Rt | 19.0o0 Rp340.000 Nrrskah/Pelqiaran OH ] Rplso.O0ol Rps00.l Pengarah t9.l7 Liasion Officer (LOl Stafpendukung 120. pendidikan Menengah I ul pemeriksaan hasit Ujian Rp2O.l Narasumber Kelas A | 21.qIoNAL/MITLTILATERALI I l9.o00l RpssO.8 Ketua BidanS | 20.3 Ketua/Wakil Ketua | 20. Nilai pagu dana di htas Rpl00 miliar s.O00 Rp27O. Rp200 miliar e .4 Ketua Detegasi | 19.000 Rp24O.OO0 Rp400 tl I 20 IHONORARIUM WORKST.l 1 Liasion offcer lt ol | 19. SOM Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.7 Koordinator | 20.OO0 I at strata3 (s3) I Of penguji Disertasi I 22.d.MENTEBI KEUANGAN REPUBLTK INDONESTA NO flt URAIAN SATUAN BIAYA TA 2013 (3) a .0OO Rp7.000j Rpsso.:::l-ll':mbuatan bahan ujian I Nrtskah/Pela. Nilai pagu dana di atas Rp25 (41 Rp2OO.3 Narasumber Kelas C | I 22 D/rN HONORARTUM pEtryELEl\rccARA UJrAr{ lVAr{Asr | 22.KTM.7 Koordinator | 19.000 Rp60O.000 Rp41O. Rp400.6 AnCCotaDelegasi RI | 20.OOO Rp350.12 Stafpendukung | INTDRIYASIOIVAL . pendidikan Dasar I pemeriksaan hasil Uiian I b.2 PenanegungJawab I 20.1 Vakasi a.4 Ketua Delegasi | 20.d.OOO c.0OO I il i::::.0001 Rp4OO.r Pengarah Rp250.OOO Rp65O.d Rp25 miliar b.000 Rp15.O0O Rp25O.12 21 BIAYA NARASUMBER KEiEIATAN DI LUAR NEGERI ISATUAN 2l.2 Narasumber Kelas B | 21. pendidikan Dasar I Penyusunan/pembuatan bahan Ujian | 1l .0O0 Rpl9O.d.5O0 Mahasiswa/ Mata Ujian trang/Mahasiswa Mahasiswa/ Mata Ujian urangl Mahasiswa Mahasiswa/ Mata Ujian o rang/Mahasiswa Rpl0.10 l2o.oO0 RpSO0 Rp4 Rp450.O00 Rp470.000 Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari )iswa/Mata Ujian iiswa/Mata Ujian RpS.3 Ketua/Wakil Ketua 19.2 Honoraium penyelenggara Ujian | a.8 Ketua Bidang | | 19.5 fim Asistensi | 19.9 Selcetaris | Anggotapaniria 120. RptOO miliar d . RpSOmiliar miliar OB OB OB OB OB TIUM SIDANC/KOT{FERTNSI I I | I I I I | | | | | | llD&ArDe/IC.tO Anggota l9.OPISEMINAR/SOSIALISASI/SARASEHAN I 20.2 penanggungJawab | | 19. Nilai pagu dana s.OO0 Rp150.iaran OH ry .

Golongan III c.0OO Rp260.1 Golongan I dan II 23.O0O 41. Golongm I b. Golongan IV 24.000 OH OH OH Rp25. Golongan II c. Golongan I dan II b.000 Rp30O.3 Golongan IV 24 SATUAIT BIAYA UANG LEMBI'n' 24.000 Rp29.O00 Rp20.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -8- NO URAIAIT I2l c.000 Rp300.000 Rp25.2 Golongan III 23.000 Rp27. / .000 Rp29.O00 Rpr3. Golongan IV 2 5 SATUAT| BIAYA UANG SAKI' RAPAT DI DAIAM KAI{TOR DAII UAI'TC MAKAI| LEMBUR OJ OJ OJ OJ OH OH OH OK RplO.O0O Rpl7. PendidikanTinggi 1) Diploma I/IIIIII/Man Strata I (Sr) a) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian b) Pengawas Ujian 2) Strata 2 (S2) a) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian b) Pengawas Ujian 3) Strata 3 (S3) a) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian b) Pengawas Ujian SATUAIT (3) BIAYA TA 2013 t1l (41 Naskah/Mata Kuliah Rp2sO.I UANG LEMBUR a.000 Rp250.OO0 Rp280.OO0 OH Naskah/Mata Kuliah OH Naskah/Mata Kuliah OH 23 SaTUAN BIAYA UAJIG MAKAII PEGAWAI IIEGERI SIPE (PNSI 23.000 Rp27.2 UANG MAKAN LEMBUR a.OO0 Rp290. Golongan III d.

000 370. ). 370:999 430.I. 4. 5.OOO 1 0 . P A P U A 33. ]ULAWESI SELATAN 24. JAWA BARAT 1 3 .O00 2. JAWA TIMUR t7. SULAWESI TENGGARA 30.O00 370.000 360. 3.O00 370. YOGYAKARTA 1 6 .OOO 480.OOO 23./ . KALIMANTAN TIMUR 24.000 430.000 420. 3ANTEN 12.000 580.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -9 - 26 SATUAN BIAYA UANG HARIAN PER.000 370.O00 20. KALIMANTAN BARAT 2l (ALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN 22. \4ALUKU 3 1 . NUSA TENGGARATIMUR 440. ]UMATERA UTARA tIAU KEPULAUAN RIAU ]AMBI ]UMATERA BARAT ]UMATERA SELATAN . ). SULAWESI TENGAH 29.000 420.O00 370.OOO 9t_ OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH 369:999 380. 9. 8. IAWA TENGAH 1 5 .CEH (3) OH OH OH OH OH OH (4) 360. 7. JULAWESI UTARA 25. 6.000 370. 3 A L I 1 8 . 3ANGKA BELITUNG 11.000 480. PAPUA BARAT 360.000 430.000 530. ]ULAWESI BARAT 27. JAKARTA t4.000 370. {USA TENGGARA BARAT 19.AMPUNG 3ENGKULU 360.000 380.000 360.000 360.000 360.K.000 370.000 370.000 370.I.OOO .000 370. iORONTALO 26.ooo 410.IALANAN DINAS DALAM NEGERI NO PROVINSI SATUAIY BIAYA TA 2013 (1) I (2) q. MALUKU UTARA 32.

I. JAKARTA t4. SUMATERA SELATAN 8.000 110.000 4. KALIMANTAN TIMUR -'iq.LDAYftIALFDAY DI DALAM KOTA rupiah) No. D.OOO 110.o00 zs.6.000 -*- tos.000 130. B A L I 1 6 . \4ALUKU UTARA 32.000 130.000 r 15.000 95. JUI.ooo r 10.000 io.000 140.000 ..000 25.ooo s.000 85.000 1 1 0 .000 15.000 140.obo 95. JAWA TIMUR 17.000 1 1 0 .000 reo.000 2.UANRIAU JAMBI UAT{G HARIAN SATUAN FUUAOARD DI LUAR KOTA +l {3) OH OH OH OH OH -oH OH OH -o iiOH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH -orOH OH OH 120. ? 30.000 110. SULAWESI UTARA 25.ooo95. PROVINSI 1 T (2) ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPUI.boo 120. JAWA TENGAH 1 5 .000 8s. SULAWESI TENGAH 120.000 95.oiiri 95. PAPUA - _?e_ lv!4yPqr 20.obo .000 9s.O00 sb.000 50.000 105. 0 0 0 --115.000 10.ooo roti.000 ob.000 35.000 150.ooo 85. KALIMANTAN SELATAN 23.o00 30.000 95. NUSA TENGGAM BAMT 1 9 .000 30.000 140.000 95. rnirrvrnr.ooo 30.000 .KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK SATUAN BIAYA SAKU PAKET UANG IIARIAN PAI{ET FULLBOARD SERTA TULLBOARD DI LUAR KOTA. KALIMANTAN BARAT .O00 95.000 160.000 - r40.SUMATEM BARAT 7 .000 110. BENGKULU 1 0 .0d0 15.000 r05. 0 0 0 -"--110.000 9s.--z L .nArv-rpNcCA2 2 .o00 UANG SAKU FULLBOARD EULLDAY/ DI DALAIII HALTDAY DI KOTA DALAII KOTA (51 100.oob 100.000 30.000 50.000 120.-ooo 30. NUSA TENGGARA TIMUR 20.000 170..000 95.OO0 3c.-PAPUA BARAT ^/ .K.000 ios.000 tooobo r00. YOGYAKARTA 1 6 .000 200.A. MALUKU 3 1 .000 10.ooo 100. iORONTALO _26.000 95.ooo 130. IAWA BARAT 1 3 .000 85.AWESISELATAN 28.000 r00.000 115.OOO 130.000 30.OOO ioo.- 85. 3ANTEN ! 2 . J.O00 106.000 110. 6.000 130.000 125.o00 20. D. I-AMPUNG 9 .000 25.O00 (61 85.000 30.000 110.ooo 10.160.000 150.000 95.OOO Cs.I.000 oo. ]ANGI(A BELITUNG 1t.s0.000 rg5.000 180..000 bo.000 150._ ]ULAWESI BARAT 27.000 10.ooo 30. DAN UANG WI..

000| 4. I 29 SULAWESI TENGGARA 30 MALUKU _x1_ \. ---t5-o.Jl_O:qgg l.IKALTMANTAN _SELATAN .OOO . _.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLTK BIAYA PENGINAPAN PERTIAL/INAN DINAS DALAM ITEGIERI ru TARIF HOTEL lIO.9_0_0_ 45O.o00 I J2o. 1:l. 580.._qgQ.-_l.qqq -__-. __ -_-23 IKALIMANTAN TIMUR lsulAwEsr UrARA _?!_ 25 GORONTALo 2._0_q0 _*.o00 600. .000 ._0_0( _ q9.99-0.000 I OH __4.3e9:0gq -Zsa. .768.o_o:qgo +oo.--+io.000 I 6_qq.u-!lg | ___.gg1.qqq_ l---s3b"ood .079.OOO .boo.sgo.-i.350.0. YOGYAKARTA 16_ _ 1 7.gg_o l-.g-0-9.000 I -ess0eql-_zqq.q9q | 1.?1o__og_g_ r.qoo _ 720.9?p.oq0 _ ___ -qqq.ooo -_9-t1_ _1.SI TENGAH _9.820.:1_1260.q99 1.000 -_ _ ___45q.__l.__?j1l0_.150. ---1. l 8 NUSA TENGGARA RAR 1 9 NUSA TENGGARA TIMUR 20 KALIMANTAN BARAT 2.4q0_1q0! .qqg.OOO I (6) (71 2 3 5 RIAU JAMBI l--?! *-oH BARAT --oH- 6 _Lq9q.q-qq.!g 360.0.ggq 720.-__1.90 l$o0:g0q| _ .-4gq.rsz.q99 ". 830.qgq I -_-oH OH 4..o r i .0!g __L11s-qqg I _ r.-ogq 3Co.g_09 _ lr4s-?.q | oH-.qq:o_o_o_ .lqo-qQg p.-00_0_ -o-H66r.?4q0-0p _ _ _ .LoJq. OH OH -oH t 4nn nnn OH -oC* I r. .0-q9 .lsooob OH --itH -1.og. L-q12.___ g.000 __.ooc l.0_0_q .?-6qgg_q.1q9.0q.o-qg e!0.030..8lp_..0_0q __1."ooo .400.9g2:90_0 _ -___Fsq.qqq| 3zq.oso.000 1.oog . __!.q2g.-_i!q.0OO 7?o.-1. -_qfl..o_qg 1.000 lt-- l- _q -:-_ l3 14 LAMPUNG 9_ BENGKULU l 0 BANGKA BELITUNG t'AN'I'EN JAWA BARAT UAWA T I'NIiATI _ls_D.oqq_ -.9q! .Qgq_. .qqg ___?99'q0_q 91o.o-qo_ _ 25q.. PROVINSI SATUAN PA'ABAT NEGARA PF^'ABAT ESELON I/II (5) | 3()R PEJABAT ESELOIV IIt/coLoNGAlf -rv I PF^'ABAT ESELOIY IVlcol.240.qqo zao._-q..O00 czg. 6 _ Z 9 1 0 0_ g.000 _95.0J0 _1.Lq.ooo .-0-Qq I tisol..030._ .iz+.o. .72o. qqg.000 900.000.QQ( 380...gg! _ l.pge l'_--.000 3go.q_0_q0_9.q-o_q I OH __q-09!. -..-ooo 800.90q. _l:229_:g0g_ l-.Q9q iio._ .ono __1.716.ooc .--sgb.9?9.000l OH -oii _. .oqq.g._-?.-_1.q00_ ___.--9-q9.ooi 510.920.1g:0_0_g 400.goq 1.g_qq r.__ _*_J1_u:.Qao.Q-00 | 1.ooo .000 _.-.ooo OH 750.0-.470..ggQ. l:g_.oNcaN UI GOLONGAIT rlrr (8) (21 {CEH SUMATERA UTARA (3) OH OH (4) 4.q_ _?LKALIMANTAN TENGAH 3?.Qg(__3110..3se.oog..qq_o..o_g! __!z_s. _-Lqqp.1?q.I.io ____ 41o.000 _1.q_q-q 4t2.-_1go_=o_gq _-_9!9:o-o*q OH 4.000 _______q4q.?.ooi_.371.gqq -_.oqo__ _ _ 7sQ.-3.00q 600..000l- I _qel.OO0 4 -qnn non 1.obo OH -oH--_1:5l-q:-009_ .srgri.030.oqo _ -_i1q.o00 I ._o_oq .__-2--8_g:O. __ _z9gp_o_0" 4.q00.8r9.gqq iao-ooo I rc0.ooo .___ .q-qo..ooo __3.q2.ooo .?.6*SULAWESI BARAT 27 SULAWESI SELATAN SULAW!.000.___49_q.poo * .000 [-lbTooit .ooo 460.s?10_0q .ibts.9q0. ._-.?-5_0-.oooI ___3.__ | _-"oq.Q99.-BARAf-= l-.000 -.-e?o.ooo 400.o OH H .000| 336.000 1.qgc oH' -..qQg_ 1:11910_00 I _ _ o H .qqql____9_4!. .qgg l--4o8bbo -l}s.o00 __3.-o.0qgjq0_0.000 -.ooo l-_ --47!.ooo .qoq ._. _.260.!'89:q00 I * ._0:gg0 _ ._!-?qq.r4_!q5v_ul4-RA _32 PAPUA 33 PAF-u..99.ooo __q.. -_ .420.77o..000 .4go:gqo i .QF_o.500._.Q99 _._ ?.

Federasi Jerman-1 8 Belanda 1 9 Swiss EROPA UTARA Denmark Pi"i. D AMDRIKA UTARA I .L. !21 318 282 382 282 272 322 28'1 ___. _ !91_ 287 27t 321 _20 2L 22 23 24 _172 453 517 409 465 354 288 432 ?7s _ _____. () GOL.nal" Norwegia DWCLlla 504 466 5t2 453 419 4+3 463 464 4LL 416 509 _ ._21r_. 313 286 Ker4jaan Ingsris EROPA SELATAN ___.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -12- 29 SATUAN BIAYA UANG HARIAN PERJALANAII DINAS LUAR NEGERI da-lam US$ NO NEGARA GOL./ .O7 2s2 242 241 429 4n6.11 431 ------33 352 286 25 Bqsnia Herzegovina 26 27 runanl --_--_-_-'i6 483 457 444 29 rur LLtHal +22 s20 473 379 472 334 353 287 242 372 24r 371 3 1 Serbia _t?s 401 __ ?8? 361 ?12 313 ______.___!59587 _ 439 534 420 ?1?__ _ __ ___q.l' GOLONGAN (i(. 318 ?n< 282 28r 27r ?17 414 307 _ _?61 272 _lq_Perancis I 7 Rep. A (iIJL._____iff.Amerika Serikat 2 Kanada AMERIKA SELATAN Argentina Venezuela Brazil Chile r) 527 447 473 404 417 368 _" _ 91q 307 o 4 395 464 5 Columbia Peru _8_ _ 9 Suriname 1 0 Ekuador AMERIKA TENGAH 1 1 Mexico L2 Kuba 1 3 Panama EROPA BARAT Austria 1 5 Belgia 436 415 386 383 398 277 323 347 316 242 287 24r 286 241 222 t21 29r 270 240 237 281 277 295 273 221 9.24_L 277 .

0*6297 290 328 AFRIKA BARAT 40 Niseria 4 l 9srlgRal AFRII(A TIMUR Ethiopia 43 Kenva t._____9_1.-?-186 _ ..qq_ 206 t82 19? r67 196 141 285 319 _ ?7.esultanan Omq4 357 386 358 365 459 _ 353 391 359 _ _2Qq ._____196_ 2to 188 302 ._ 342 368 _ -_ _**L9? 342 308 308 273 251 247 282 254 2R6 190 191 186 _ !81_ 2ro 189 184 16.// .-. A (i()L. _q_0* 300 247 25I 135 .__1_q_ -.MENTERI KEUANGAN INDONESIA REPUBLIK dalam US$ NO NEGARA GOL.? 334 296 257 276 244 __ __i._ -q99_ _=___30q 197 277 39 Ilzra _-. C E 33 34 35 36 *33_ Rusia 38 Slovakia EROPA TIMUR Bulsaria wzecn Hongaria Polandia Rumania (s 367 390 320 331 3i3 31 c?c GOL.5 ASIA BARAT 56 \zerbaiia 58 59 lral< nrrlanio 498 397 365 406 459 283 254 ---__-.^ 44 I\f a r{ 45 L d t z a u l L i 46 Zimbabwe 47 rvrvzquut\._ _sq6 +29 425 277 __l.t-97 215 301 l06 2tL 276 254 r97 207 185 / / .. -257207 275 364 20t 196 186 2 2 ? ___=--zqg_ __ ____2_qq 196 6 n K. -202 287 212 192 161 201 5 1 Mesir 52 53 Tunisia 54 Sudan OD Libya -.2 244 263 _ _?q3-___ _ -___1_82 216 212 2t5 211 AFRII(A SELATAN- 48 Namibia 1? AFRIKA UTARA y)*gl].|u5 361 313 276 292 206 291 201 -_. _ 3q1 361 381 _ 512 387 382 293 _ _. 4 GOLONGAIT B GOL. 293 267 276 257 270 323 365 224 t97 .__.UWart --- 6 1 rJrDanon 62 Qatar _63 64 T\rrki 65 Pst. Arab Emirat rlr _99_ 67 Saudi Adbi". D 426 421 407 416 .

D (6) (3) 378 472 519 421 395 (4) (5) 238 320 303 326 238 207 287 262 297 207 206 286 261 296 206 .tJ 385 Bangladesh 76 India 339 352 343 348 351 226 L96 263 77 Pakistan 78 Srilanka 79 ran ASIA TENGAH 80 Uzbekistan 8 1 Kazakhstan ASIA TENGGARA 203 20L 260 173 t67 242 182 t67 202 172 1. E Gc|l. A GOLONGAN GOL. 211 201 L96 t96 t96 196 t96 796 2rI 197 202 204 197 r97 229 272 222 276 237 22I 92 93 94 95 96 Australia Selandia Baru Kaledonia Baru Papua Nueini Fiii 439 392 425 385 363 403 246 387 s53 329 27t 221 224 L92 t79 / .Rakyat Cina 70 Hongkong 7 l Iepqag 72 Korea Selatan 73 Korea Utara ASIA SELATAN 74 Mganistan GOL..KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -L4(dalam US$) NO NEGARA GOL. (J (21 ASIA TIMUR 69 Rep.66 241 181 166 181 392 456 352 420 287 334 222 224 212 254 333 82 Philipina 83 84 85 86 87 88 89 Singapura Malaysia fhailand Myanmar Laos Vietnam Brunei Darussalam 90 Kamboia 9 L limor Leste ASIA PASIFIK 4L2 424 381 392 368 380 383 374 296 392 278 290 253 275 250 262 265 256 223 354 221 221.

r20 5.910 11.800 1.640 7.500 13.S Begawan - 890 1.220 3.840 7.600 1.560 3.260 t.490 1.200 4.240 9_.91O 7.680 1.520 4.990 10.860 2.750 5.430 (s) 2.880 t.330 12.790 3.770 5.360 5.890 3.770 6.830 850 3.340 9.600 2.200 3.330 7.020 5.220 1. Ekonomi PERUIAKILAN Eksekutif AI PERUIAKILAN .720 4.900 3.990 3.140 6.810 t.530 3.610 6.890 1./ . (1) I 2 3 4 D PERWAKILAN QI JAI(ARTA.204 4.'ALANAN DINAS PINDAH LUAR NEGpRT IONE WAYI dalam NO.450 2.530 7.720 2.330 3.690 7.240 2.350 4.370 2.130 6.L70 s8o .490 1.590 5.980 1.MENTERIKEUANGAN REPUBLIKINDONESIA -15- 30 SATUAN BIAYA TrKET PER.800 t 2 Baghdad 1 3 Baku T4 Bangkok 1 5 Beijing L 6 Beirut 1 7 Beograd 1 8 Berlin 1 9 Bern 20 Bogota 2l Brasilia 22 Bratislava 23 Brussel 24 Bucharest 2 5 Budapest 26 Buenos Aires 27 Oairo 28 Canberra 29 Cape Town 30 3aracas 3 1 Chicago 32 Colombo 2.220 4.570 4.010 2.310 3.650 t.820 ftl 4.060 3.a20 680 r.680 3.800 1.920 r.600 2.440 11.000 5.410 7.670 3.o20 4.220 7.770 2.sLO 9.780 4.400 3.310 4.7tO 2.060 3.so0 1.520 6.440 5.470 r.780 7.500 5.s.460 5.800 t.040 5.370 10.690 5.430 6 7 8 9 10 11 Amsterdam Ankara Antananarivo Astana Athena B.470 9.400 920 2.490 3.000 3.520 1.60 6.820 8.999 2.160 6.890 3.060 1.O10 3.960 4.100 2.550 5.320 t6.660 3.330 550 630 890 3.730 3.220 880 2.860 t.150 3.buia Addis Ababa Alger Amman 2.600 1.920 10.420 5.240 Eksekutif (8) Abu Dhabi A.O80 LO.010 1.330 3.220 3.JAKARTA Ekonomi {6) Bislis Bisnis (3) 1.550 5.400 1.200 4.010 3.OOO 8.I30 3.860 2.180 4.270 10.900 1.500 6.810 3.4{o 1.150 7.040 6.510 3.670 2.450 3.480 3.980 4.500 9.390 12.400 5.300 8.270 4.910 3.760 5.310 3.810 6.520 4.610 1.110 5.890 3.020 5.5i0 t.960 1.900 730 1.770 2.660 4.O50 1.050 4.L30 4.620 9.730 2.010 7.700 4.L60 3.660 7.370 1.0.5rO 2.150 1.240 .160 2.810 4.080 3.830 4.220 8.490 5.

630 2.590 t.610 {s) 2r.780 1. 1 9 0 2.600 6.280 3.730 1.790 1.430 10.9r0 370 1 .660 3.t20 4.930 3.630 640 3.060 2.460 3.050 10.820 1.JAKARTA Ekonomi (6) Blsnis ffl Eksekutif (8) 10.640 2.860 2.160 1.180 r .560 6.190 z.520 3.030 3.510 --z.920 1:.450 1.720 1.rso 3.490 1.600 4.430 4.530 (41 7.800 2.060 3.500 2.600 3.100 5.660 3.210 4iio 3.O70 1.390 2.050 7.450 450 2.460 2:9ro 660 890 .700 7.410 52 53 Islamabad 54 55 56 57 58 59 60 61 62 Jeddah Jenewa Helsinki Ho Chi Minh Hongkong Houston 7.400 4.650 7.soo 3.670 6.* .1.060 1.170 7.220 4.490 4.130 3.740 2.660 1.270 6.380 2.600 3.340 5.680 4.9-so 7.400 3.870 560 360 63 64 65 66 67 68 69 Kota Kinabalu Kuala Lumpur Kuching Kuwait Kyiv Lima Lisabon London Los Angeles s30 2.980 1.030 2.420 ro.300 5.440 9.950 2./ .460 3.340 2.570 2.690 .630 5.920 8.890 4.600 6.610 4.r80 1.730 3.990 2.0i0 750 _3€99_ 4.O40 9.260 37 38 39 40 4l Darwin Davao Citv Den Haag Dhaka 3.100 r.010 7.620 8. 1 PERWAKILAN QI JAI{ARTA.7lo 4.+70 2.560 3.950 _ _ _ 7 .290 1.390 1.530 5.190 2.530 830 750 750 4.840 3. 510 720 610 1.2rO 3.350 1.140 3.500 3.290 4.190 1.150 1.240 5.040 3.580 1. 0 5 0 880 sso eio 580 340 1 .oro 2.150 1.640 2.I40 3. 11 0 6.920 6.530 590 980 3.940 2.360 r.140 2.430 4.390 2.LOO 2.400 3.tLO 1.930 2.470 2.100 8.r7o.080 2.o29__ 1?e_9 2.500 1.180 Ekonomi Bisnis Eksekutif 33 Dakar 34 Damascus 35 36 Dar Es Salaam (3) 5.320 7.O00 3.100 3.240 3.9-99 840 i.690 2.1 ..890 3.860 2.820 990 L.230 Dili Doha 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 Dubai Frankfurt Guangzhou Hamburg Hanoi Harare Havana 3.100 .050 5.570 2.620 Johor Bahru Kaboul Karachi Khartoum Kopenhagen 2. 0 2 0 790 1.750 3.630 8.000 5.500 5.930 750 1.oso a.2rO 920 2.100 2.500 1.420 2.L20 8.r70 5.330 3.260 860 1.270 3.800 5.930 3.ar9 7.170 7.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK lq4ralu vuv NO.560 1 .-1.370 810 2.220 9.700 6.720 13. PERWAKILAN PERUIAKILAN .100 2.900 4.290 1.O20 4.080 5.600 r.420 3.800 2.180 7.980 .200 3. 0 6 9 ?.r20 7.

440 2.540 7.860 3.640 3 .130 4.580 6.180 2. 11 0 t.300 11.300 3. (1) PERWAKILAN Bisnls {4) 4.300 3.370 Port Moresbv Praha Pretoria Pyongyang 3.990 2.250 Perth Phnom Penh to..O20 4.900 1.7IO 5.700 4.920 3.390 2.r20 4.970 5.300 3.320 2.750 8.O40 5.520 6.060 8.540 1.100 1.860 5.890 6.700 860 t40 1.630 7. PERUIAKILAN Ekonoml QI dalam U PERWAKILAN JAKARTA Ekonoml (6) Bisnis Eksekutif {8) 8.400 4.060 6.050 L.070 8.570 7.330 2.600 6.440 1.520 _3.OOO 4.880 8.71O 2.510 J.910 9.660 2.n 2.900 1.690 1.890 1.350 3.350 3.O20 5.280 530 t.360 L.420 4.490 9.120 2.1.690 7.890 2.500 4.560 1.290 640 1.970 2.500 10.260 2.280 1.440 NO.350 - i.O70 1.640 6.20 2.540 4 .330 ?'9-99 1.630 2.310 640 1.500 4.050 920 3.L40 70 7l 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 Madrid Manama Manila Maputo 3.360 1.460 4.130 1.8-oo 8.370 (71 4.020 6.450 1.230 LO.200 4.1 10 2.980 1.870 2.750 i.240 __ _5:059 __-7.940 600 3.470 2.670 rr.050 - 2.890 2.020 2.290 6.gtO 12.270 650 1.760 3.620 7.990 5.050 6.31O 570 2.650 960 3.060 3.7LO 1.900 6.O24 7.690 Roma San Francisco _10_1 1"02 Sana'a 103 Santiago 104 Sarajevo 1 0 s Seoul 106 Singapura ro0 3.370 2.000 r .030 3.420 2.350 3.ee9.280 5.480 4.260 5.950 2.4LO 3.610 7.870 3.420 2.410 11 .340 6. 7. 11 0 t.s0o 8.030 3.030 950 3.850 5.340 4.500 3.310 730 7ro ./ .aoo 4.580 7. 13.r 70 3.500 2.040 4.610 5.720 4.480 3.620 10.360 4.970 3.610 5.830 4.970 Quito Rabat Riyadh 4.580 4.130 8.930.980 2.430 1.740 11.680 2.630 880 3.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -17JAI(ARTA.070 t.590 5.340 4.8391.500 5.240 6.820 4.280 10.230 3.670 600 2.470 6.t20 2.050 460 520 790 3.670 8.480 2 3_102 730 1.O20 3:110 1.320 L2.180 l:^l.380 3.380 6.920 9.600 4.L90 3.300 5.450 z.180 9. 1 9 0 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 g6 97 98 99 Marseille Melbourne Mexico City Moskow Mumbav Muscat Nairobi New Delhi New York Noumea Osaka Oslo Ottawa Panama Citv Paramaribo Paris Penang 700 1.230 Eksekutif (3) (sl 7.320 4.650 to.t20 1.060 3.890 1.750 2.450 3.130 3.

800 4.280 2.970 5.930 r .200 1.o70 1.370 3.800 4.870 2.520 5.190 7.L90 5.970 2.590 3.800 3.870 2.420 3.810 t.460 1.910 7.190 1.250 1.230 3.260 750 3.840 740 600 2.460 1.650 3.320 4.740 700 1.890 2.700 1.160 4.670 Suva Sydney Tashkent lawau Teheran Tokyo Toronto oli 3.r40 7.330 3.510 700 2.900 4.980 .204 8.obo 370 2.790 2.200 800 4.700 3.570 " 1.090 5.440 900 1.OOO 800 5.-6J9: 6.380 t.410 4.580 1.180 2.480 1.380 6.JAKARTA Ekonomi (6) Bisnis Eksekutif (8) 7.960 t.160 12.860 3.610 750 1. I L07 108 109 110 111 LL2 113 LL4 115 116 t17 118 119 120 12T 122 t23 t24 t25 PERWAKILAN JAI{ARTA.680 3.990 6.740 3.000 2.KEUANGAN MENTERI REPUBLIK INDONESIA -18U NO.700 3.500 4.680 1.970 1.250 4.200 -"t.520 2.050 8.370 13.400 3.440 750 1.620 2.490 Eksekutif PERWAKILAN .620 910 3. P9RWAKILAN Ekonomi f3) 1.460 3.000 4.200 5.100 5.390 3.120 3.340 1.930 Bisnis (4) 4.480 2.200 1.690 5.410 950 3.580 1.270 4.410 2.320 3.dCo 1.100 6.320 950 6.100 6.550 2.280 t.500 7.4tO 1.500 5.210 (71 4.9LO 6.750 950 10.t70 1.810 3.810 1.480 t.890 6.560 // .230 7.100 2.100 1.670 VanCouver Vanimo Vatican Vientiane Warsawa Washington Wellington t26 Wina r 2 7 Windhoek t28 Yangoon L29 Za*reb 2._e-.690 4.204 6.610 2.890 2.460 (21 Sofia Songkhla Stockholm (s) 8.200 1.2tO t.370 1.200 4.

KEUANGAN MEN.00o. b. Jumlah keseluruhan alokasi dana untuk honorarium pengelola keuangan dalam 1 (satu) tahun paling banyak 1O% (sepuluh persen) dari pagu yang dikelola. Honorarium Bendahara Pengeluaran pembantu diberikan mengacu pada honorarium staf pengelola keuangan sesuai dengan dana yang dikelolanya. jumlah staf pengelola keuangan paling banyak 6 (enam) orang. menteri/pimpinan lembaga atau pejabat yang diberi kuasa dapat mengangkat satu atau lebih Bendahara Pengeluaran pembantu guna kelancaran pelaksanaan kegiatan. Untuk KPA yang merangkap sebagai PPK. Dalam hal terdapat kegiatan lokasinya bedauhan dengan tempat kedudukan Bendahara Pengeluaran danfatau beban keda Bendahara Pengeluaran sangat berat. Honorarium Pejabat Pengadaan BaranglJasa Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diangkat oleh Pengguna/Kuasa Pengguna Barang/Jasa melaksanakan untuk pemilihan penyedia barang/jasa penunjukan melalui langsung/pengadaan langsung paket pengadaan untuk barangl pekerjaan konstruksi/jasa lainnya yang bernilai paling tinggi 8p10o. e. Honorarium Pejabat/Panitia Pengadaan (ULP| Pengadaan Barangl JasalUnit Layanan a. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dapat menunjuk Petugas Pengelola Administrasi Belanja Pegawai (PPABP). 2. Besaran honorarium PPABP diberikan mengacu pada honorarium staf pengelola keuangan sesuai dengan pagu belanja pegawai yang dikelolanya.000. termasuk PPABP. jumlah staf pengelola keuangan paling banyak 3 (tiga) orang termasuk PPABP. Untuk membantu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pelaksanaan administrasi belanja pegawai di lingkungan satuan kerja. diberi honorarium berdasarkan besaran pagu yang dikelola untuk setiap DIPA.TERI INDONESIA REPUBLIK _19_ PENJELASAN STANDAR BIAYA MASUKAN TAHUN ANGGARAN 2013 YANG BERFUNGSI SEBAGAI BATAS TERTINGGI 1. Honorarium Penanggung Jawab Pengelola Keuangan Pengelola Keuangan pada setiap satuan kerja. d. dengan ketentuan sebagai berikut: a. Jumlah staf pengelola keuangan untuk setiap PPK paling banyak 2 (dua) orang.00 (seratus iuta rupiah) untuk paket pensadaan iasa . Untuk KPA yang dibantu oleh salah satu atau beberapa PPK. c.

Honorarium Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan diberikan per bulan.Sllsf. Jumlah alokasi dana untuk honorarium Pengelola PNBP dalam I (satu) tahun paling tinggi sebesar 10% (sepuluh persen) dari penerimaan PNBP setiap satuan kerja.ts4i'?3ll -24 konsultasi yang bernilai paling tinggi Rp50. SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistem Akuntansi Barang Milik Negara (SABMN). Honorarium Pengelola PNBP Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk mengelola PNBP. Jumlah staf/anggota Pengelola PNBP paling banyak 5 (lima) orang. baik yang dikelola secara prosedur manual maupun terkomputerisasi.00(lima puluh juta rupiah). b. 5. Ketentuan mengenai jumlah pengelola SAI adalah sebagai berikut: a.A'. Honorarium Pengurus/Penyimpan BMN Honorarium Pengurus/Penyimpan kepada BMN diberikan pejabat/pegawai di lingkungan pengguna barang dan kuasa pengguna barang yang melaksanakan tusas rutin selaku rus . Ditetapkan bukan atas dasar keputusan menteri paling banyak 6 (enam) orang. Anggota Panitia Pengadaan Barang/Jasa sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang. pengikhtisaran sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pada Kementerian Negara/Lembaga sesuai dengan unit akuntansi masingmasing. Ditetapkan atas dasar keputusan menteri paling banyak 7 (tujuh) orang. 4. Honorarium Pengelola Sistem Akuntansi Instansi Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas melakukan pengumpulan data. Honorarium Panitia Pengadaan Barang lJasaltJnit Layanan Pengadaan Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diangkat oleh Pengguna/ Kuasa Pengguna Barang/Jasa menjadi Panitia Pengadaan Barang/Jasa untuk melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa. sedangkan honorarium Panitia Penerima Hasil Pekerjaan diberikan per paket pekerjaan. b.O0O. 3. 6.t\f. Honorarium Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan oleh Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang ditunjuk melakukan Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran untuk penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan dan menerima penyerahan pekerjaan setelah seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan kontrak. pencatatan.O0O.

Peneliti/Perekayasa Muda. narasumber dapat . Sekretariat Peneliti/Perekayasaan.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -21 barang berdasarkan surat keputusan pengguna barang. Catatan: Honorarium penelitianlperekayasaan diberikan secara selektif dengan mempertimbangkan prinsip efisiensi dan efektifitas. Pengolah Data. paling banyak 4 (empat) jam sehari. Honorarium ketentuan: narasumber pegawai negeri dapat diberikan dengan a) berasal dari luar lingkup unit eselon I penyelen ggara. 8.2 Honorarium Penunjang Penelitian/ Perekayasaan Honorarium yang diberikan kepada pegawai negeri/non pegawai negeri yang terdiri dari Pembantu Peneliti/Perekayasa. Petugas Survey. 7 . Jumlah pejabat/pegawai yang dapat diberikan honorarium selaku pengums/penyimpan BMN paling banyak 4 (empat) orang pada tingkat pengguna barang dan 2 (dua) orang pada tingkat kuasa pengguna barang. Pembantu Lapangan yang berdasarkan surat perintah pejabat yang berwenang diberi tugas untuk menunjang kegiatan penelitian/perekayasaan yang dilakukan oleh fungsional peneliti/perekayasa. b) berasal dari lingkup unit eselon I penyelenggara sepanjang peserta yang menjadi sasaran utama kegiatan berasal dari luar lingkup unit eselon I penyele nggara I masyarakat. 7. Terhadap pembantu peneliti/perekayasa sebagaimana dimaksud pada huruf a yang berstatus pegawai negeri tidak diberikan uang lembur dan uang makan lembur. 1 Honorarium Kelebihan Jam Penelitian/Perekayasaan Honorarium atas kelebihan jam kerja normal yang diberikan kepada fungsional peneliti/perekayasa yang terdiri dari Peneliti/Perekayasa Utama. Koordinator Peneliti/Perekayasa. Dalam hal narasumber melakukan perjalanan dinas. Peneliti/Perekayasa Madya. dan Peneliti/Perekayasa Pertama yang diberi tugas berdasarkan surat perintah melakukan pejabat yang untuk dari berwenang penelitian/perekayasaan. Honorarium Narasumber Seminar/Rakor/Sosialisasi/Diseminasi/FGD /Kegiatan Sejenis Honorarium narasumber diberikan kepada pegawai negeri/non pegawai negeri yang memberikan informasi/pengetahuan kepada pegawai negeri lainnyal masyarakat. dengan tidak diberikan uang lembur dan uang makan lembur. Honorarium Penelitian/Perekayasaan 7.

Untuk satpam.KEUANGAN MENTERI REPUBLIK. pelaksanaannya perlu diprioritaskan atau di luar jam kerja. 9. Honorarium Penyuluh Non Pegawai Negeri Honorarium diberikan kepada non pegawai negeri yang ditunjuk untuk melakukan penyuluhan berdasarkan surat keputusan pejabat yarrg berwenang. besaran tersebut tidak termasuk seragam dan perlengkapan. Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dapat diberikan kepada pegawai negeri atau non pegawai yang diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan Setingkat berdasarkan surat keputusan Presiden/Menteri/Pejabat Menteri/ Pejabat Eselon I/ KPA. wal meru s tertentu kePada atau "/ . b) bersifat koordinatif yang mengharuskan untuk mengikutsertakan eselon I lainnya. 13. petugas kebersihan dan pramubakti dengan melalui jasa pihak ketiga/diborongkan.g diberi tugas kegiatan panitia melaksanakan sebagai untuk seminar/rakor/sosialisasi/diseminasi/FGD/Kegiatan Sejenis sepanjang peserta yang menjadi sasaran utama kegiatan berasal dari luar lingkup unit eselon I penyelenggara I masyarakat. Petugas Kebersihan dan Pramubakti Satuan biaya honorarium diperuntukkan bagi non pegawai negeri yang ditunjuk untuk melakukan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya.INDONESIA -22- diberikan uang narasumber. harian perjalanan dinas dan honorarium selaku FGD/ Honorarium Panitia Seminar/ Rakor/ Sosialisasi/ Diseminasi/ Kegiatan Sejenis Honorarium dapat diberikan kepada pegawai negeri yar. berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang/kontrak kerja. L2. Jumlah panitia maksimal lOo/o 1O. 11. alokasi honorarium dapat ditambah paling banyak sebesar 15% (lima belas persen) dari satuan biaya. Honorarium Rohaniwan Honorarium yang diberikan kepada pegawai negeri/non pegawai negeri yang ditugaskan sebagai rohaniwan pada saat pengambilan sumpah jabatan. Ketentuan pembentukan tim adalah sebagai berikut: a) mempunyai keluaran (outpuf)jelas dan terukur. Honorarium Satpam. c) bersifat temporer. (sepuluh persen) dari jumlah peserta. pengemudi. Honorarium sudah termasuk uang transport bagi rohaniwan. Pengemudi.

Jumlah sekretariat tim pelaksana kegiatan paling banyak 7 (tujuh) orang. pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca. dan e) dilakukan secara selektif. dan tidak berupa struktur organisasi tersendiri. Kementerian Negara/Lembaga melakukan evaluasi terhadap urgensi dan efektifitas keberadaan tim untuk dipertimbangkan menjadi tugas dan fungsi suatu unit organisasi. pelaksana dan yang sejenis. Website yang dimaksud di sini adalah yang dikelola oleh unit eselon I/setara. dan efisien. Honorarium Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan Honorarium diberikan kepada pegawai negeri f non pegawai negeri yang diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan administratif yang berfungsi untuk menunjang kegiatan tim pelaksana kegiatan. v/ . 14.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA negeri disamping tugas pokoknya sehari-hari. efektif. Dalam hal tim telah terbentuk selama 3 (tiga) tahun berturut-turut. Honorarium Penanggung Jawab Pengelola Keuangan pada Satker yang Mengelola Belanja Pegawai Honorarium penanggung jawab pengelola keuangan pada satuan kerja yang khusus mengelola belanja pegawai dapat diberikan kepada pegawai negeri yang ditunjuk untuk melakukan pengelolaan belanja pegawai pada Kementerian Negara/Lembaga/Satuan Kerja sesuai surat keputusan pejabat yang berwenang. Honorarium Tim Penyusunan Jurnal Honorarium Tim PenSrusunan Jurnal dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk men5rusun dan menerbitkan jurnal berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang. Sekretariat hanya dapat dibentuk untuk menunjang tim pelaksana kegiatan yang ditetapkan oleh Presiden/ Menteri. Honorarium Tim Penyusunan Buletin/MaJalah Honorarium tim pen5rusunan buletin/majalah dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk menJrusun dan menerbitkan buletin/majalah. 16. Honorarium Tim Pengelola Webslte Honorarium tim pengelola website dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk mengelola uebsite. berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang. Majalah adalah terbitan berkala yang isinya berbagai liputan jurnalistik. berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang. 17. 15. Unsur sekretariat adalah pembantu rlmum. Buletin adalah media cetak berupa selebaran atau majalah berisi warta singkat atau pernyataan tertulis yang diterbitkan secara periodik yang ditujukan untuk lembaga atau kelompok profesi tertentu. 18.

Jumlah hari (maksimum) pemberian honor: Konferensi Tingkat Menteri (KTM) Senior OJficiaIMeeting (SOM) Pegawai negeri penyelenggara perjalanan dinas. anggota lembaga negara. 20. Regional/ Multilate ralf SOM {Bilateral/ SOM internasional-KTM. ketua dan wakil ketua iembaga negara.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -24- lg Honorarium Sidang/ Konferensi Internasional-KTM. tidak diberi uang harian Berskala kegiatan Workshop/Seminar/Sosialisasi/Sarasehan berskala Honorarium uorkshop/seminar/sosialisasi/sarasehan internasional dapat diberikan kepada pegawai negeri penyelenggara berskala kegiatan workshop/seminar/sosialisasi/sarasehan internasional. yang pegawai negeri Narasumber Kelas A non : Narasumber disetarakan dengan menteri. 21. perwira tinggi TNI/Polri. sidang/konferensi Honorarium (bilateral/regional/ muliiiateral) dapat diberikan kepada pegawai negeri penyelenggara kegiatan sidang/konferensi yang dihadiri/pesertanya pejabat setingkat menteri atau senior offtcial berdasarkan surat keputusan pejabat berwenang. Satuan Biaya Narasumber Kegiatan di Luar Negeri Satuan biaya yang diberikan kepada narasumber non pegawai negeri WNI yang untuk kegiatan workshoplseminar/sosialisasi/sarasehan diselenggarakan di luar negeri. pegawai negeri Gol IV/C ke atas. Hari pelaksanaan disesuaikan dengan lama pelaksanaan kegiatan. duta besar yang menjabat kepala perwakilan. Pegawai negeri penyelenggara kegiatan tidak diberi uang harian perjalanan dinas. v/ . Jumlah hari (maksimum) pemberian honor: t hari sebelum kegiatan + hari kegiatan + t hari setelah kegiatan. : 2 hari sebelum kegiatan + hari kegiatan + 2 hari setelah kegiatan. Honorarium Internasional : 3 hari sebelum kegiatan + hari kegiatan + 2 hati setelah kegiatan. Narasumber Kelas B yang pegawai negeri non : Narasumber disetarakan dengan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh. berdasarkan surat keputusan dari pejabat berwenang.

menengah. dihitung Besaran satuan biaya uang makan untuk Golongan III dan IV sudah memperhitungkan pajak penghasilan. vakasi tidak diberikan untuk penyelenggaraan ujian yang bersifat latihan dan ujian lokal. tidak diberikan uang lembur dan uang makan lembur d. Satuan Biaya Uang Lembur dan Uang Makan Lembur a.it??Xl"1engan rvlb dan perwira menengah Biaya tiket dan penginapan untuk narasumber tersebut ditanggung oleh penyelenggara. Satuan biaya pengawas ujian sudah termasuk uang transpor. ujian akhir semester dan ujian akhir. dan tinggi. Satuan Biaya Uang Saku Rapat di Dalam Kantor Uang Saku Rapat di Dalam Kantor merupakan kompensasi bagi pegawai negeri/non pegawai negeri yang melakukan kegiatan rapat yang dilaksanakan di dalam kantor. Pada pendidikan tingkat dasar dan menengah. Sedangkan untuk pendidikan tingkat tinggi. dilenekapi de surat i oleh peiabat ne ditan r/ . c. ujian tengah semester. Uang makan lembur diperuntukkan bagi semua golongan dan diberikan setelah bekerja lembur sekurang-kurangnya 2 (dua) jam secara berturut-turut dan diberikan maksimal 1(satu) kali per hari. 25. 23. Uang Saku Rapat di Dalam Kantor dapat dibayarkan sepanjang: a. dilaksanakan minimal 4 jam di luar jam kerja c. Besaran satuan biaya uang makan lembur untuk Golongan III dan IV sudah memperhitungkan pajak penghasilan. menengah. penyelenggara ujian merupakan uang imbalan bagi Honorarium pen5rusun naskah dan pengawas ujian pada pendidikan tingkat dasar. b. 22. Yakasi dan Honorarium Penyelenggara Ujian Vakasi merupakan uang imbalan bagi penguji atau pemeriksa kertas ujian pada pendidikan tingkat dasar. Uang Lembur merupakan kompensasi bagi pegawai negeri yang melakukan kerja lembur berdasarkan surat perintah dari pejabat yang berwenang. rapat melibatkan eselon I lainnya b. vakasi dapat diberikan untuk ujian masuk. dan tinggi. 24. Satuan Biaya Uang Makan Pegawai Negeri Sipil (PNSI Uang makan diberikan kepada pegawai negeri sipil yang berdasarkan jumlah hari masuk kerja.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESTA -25- Narasumber Kelas C pegawai : Narasumber yang non negeri disetarakan dengan pegawai negeri Gol Ill/c .

000. Uang Saku Rapat di Dalam Kantor dapat dibayarkan sepanjang 6 (enam) kriteria telah terpenuhi b. pejabat negara (ketua/wakil ketua dan anggota lembaga tinggi negara. 26. Catatan: Dalam rangka perencanaan penganggaran. Uang saku paket fullboard dan fultdag/halfday di dalam kota diberikan kepada peserta kegiatan rapatf pertemuan yang diselenggarakan di luar kantor sebagaimana dimaksud dalam satuan biaya paket kegiatan rapat/ pertemuan paket fullb oard dan fulldag / halfdag di dalam kota. Rp. 27. bagi peserta yang karena untuk faktor tambahan waktu transnortasi memerlukan . menteri serta setingkat menteri). Satuan Biaya Uang Harian PerJalanan Dinas Dalam Negeri Uang Harian Perjalanan Dinas Dalam Negeri merupakan penggantian biaya keperluan sehari-hari pegawai negeri/non pegawai negeri dalam menjalankan perintah perjalanan dinas di dalam negeri yang dapat digunakan untuk uang makan. pejabat Eselon I dan pejabat Eselon II dapat diberi uang representasi per hari masing-masing sebesar Rp250. Kepada pejabat/pegawai yang ditugaskan untuk mengikuti pendidikan dinas di luar kedudukan dapat diberikan setinggi-tingginya 30% (tiga puluh persen) dari uang harian.00 (dua ratus lima puluh ribu dan rupiah). Rp130. surat tugas bagi peserta dari unit penyelenggara yang ditandatangani oleh pejabat setingkat eselon II/kepala satuan kerja. maka satuan biaya uang saku rapat di dalam kantor dapat diberikan untuk rapat yang melibatkan eselon II lainnya c. dan uang saku.000.".INDONESIA -26- setingkat eselon ll/kepala satuan kerja.190. e.00 (seratus sembilan puluh ribu rupiah). Satuan Biaya Uang Harian Paket Fullboard Saku Paket Fullboard serta FulldaglHalfdag di Luar Kota dan Uang di Dalam Kota Uang harian paket fullboard di luar kota diberikan kepada peserta kegiatan rapatlpertemuan yang diselenggarakan di luar kantor kegiatan paket sebagaimana biaya dimaksud satuan dalam rapat/pertemuan paket fullboard di luar kota. Satuan biaya uang saku rapat di dalam kantor belum termasuk konsumsi rapat. dan f. MENTER!KEUANGAN REPUBLIK. transpor lokal.000. Dalam hal struktur organisasi pada Kementerian NegarafLernbaga paling tinggi eselon I.00 (seratus tiga puluh ribu rupiah). *rrt"i pernyataan pelaksanan kegiatan yang ditandatangani oleh penanggung jawab kegiatan (pejabat minimal setingkat eselon III/ kepala satuan kerja) Catatan : a. Selama melakukan perjalanan dinas.

kepada seluruh peserta dialokasikan biaya penginapan sesuai dengan tarif tertinggi peserta dalam rombongan berkenaan Dalam pelaksanaanrlya. Golongan B duta besar. duta besar luar biasa berkuasa penuh /kepala perwakilan dan pejabat negara lainnya yang setara. pegawai negeri sipil golongan lV /c ke atas. wakil ketua dan anggota lembaga negara. untuk l(satu) hari sebelum dan/atau 1 (satu) hari sesudah pelaksanaan kegiatan. Golongan C d. pejabat eselon II. perwira tinggi TNI/Polri. Golongan D Besaran uang harian bagi negara akreditasi yang tidak tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri Keuangan ini. 24. c. uang saku. b. . Golongan A menteri. Satuan Biaya Penginapan Perjalanan Dinas Dalam Negeri Satuan Biaya Penginapan Perjalanan Dinas Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pengalokasian biaya penginapan dalam RKA-K/L sesuai dengan peruntukannya. mekanisme pertanggungjawaban disesuaikan dengan bukti pengeluaran yang sah. Klasifikasi uang harian perjalanan dinas luar negeri adalah sebagai berikut: a. Satuan Biaya Uang Harian Perjalanan Dinas Luar Negeri Satuan Biaya uang Perjalanan Dinas Luar Negeri merupakan penggantian biaya keperluan sehari-hari pegawai negerifnon pegawai Negeri dalam menjalankan perintah perjalanan dinas di luar negeri yang dapat digunakan untuk uang makan. utusan khusus presiden (special enuog) dan pejabat lainnya yang setara. ketua. pegawai negeri sipil dan anggota TNI/Polri selain yang dimaksud pada huruf b dan huruf c. Satuan biaya perjalanan dinas untuk perjalanan dinas yang dilaksanakan secara rombongan. transpor lokal. dan uang pengmapan. pegawai negeri sipil golongan IIIIc sampai dengan golongan IV/b dan perwira menengah TNI/Polri yang setara.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -27 - berangkat/pulang diluar waktu pelaksanaan kegiatan dapat dialokasikan biaya penginapan dan uang harian perjalanan dinas sesuai ketentuan yang berlaku. 29. merujuk pada besaran uang harian negara dimana Perwakilan RI bersangkutan berkedudukan. termasuk pimpinan lembaga pemerintah non kementerian dan pimpinan lembaga lain yang dibentuk peraturan perundangberdasarkan undangan dan pejabat eselon I.

Satuan biaya tiket termasuk biaya asuransi. atau 3) Klasifikasi Published diberikan untuk Golongan C dan D. dan tidak mempunyai penghasilan sendiri. ENTERIAN KEPA AGUSD. anak tiri perempuan. c. anak tiri. anak kandung perempuan. Satuan biaya ini diberikan kepada pejabat negataf pegawai negeri dan keluarga yang sah berdasarkan surat keputusan pindah dari Kementerian Luar Neglri y. 2) Klasifikasi Business diberikan untuk Golongan B. . anak kandung. MARTOWARDOIO GIA NIP. dan anak angkat yang sah menurut hukum yang berumur paling tinggi 25 (dua puluh lima) tahun pada waktu berangkat. yang menurut surat keterangan dokter mempunyai cacat yang menjadi sebab ia tidak dapat mempunyai penghasilan sendiri. isteri/suami Perkawinan.W. lit "i untuk satu kali jalan (one taagl. anak tiri. tidak termasuk airport tax serta biaya retribusi lainnya. besarannya merujuk pada uang harian negara Kenya. 30 Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Pindah Luar Negeri (one wag) Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Pindah Luar Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya p"*"*"1 udara perjalanan dinas pindah dan diberikan pembeliar.ng digunakan untuk meiaksanakan perintah pindah dari perwakilan RI di luar negeri atau sebaliknya. Catatan: Yang dimaksud dengan keluarga yang sah adalah: Undang-Undang ketentuan yang menurut sah a. Klasifikasi Tiket Perjalanan Dinas Pindah Luar Negeri: 1) Klasifikasi Firsf diberikan untuk Golongan A. Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO UMUM IGUANGAN. dan anak angkat yang sah menurut hukum yang berumur lebih dari 25 (dua puluh iima) tahun. anak kandung. belum pernah menikah. atau d. dan anak angkat perempuan yang sah menurut hukum yang berumur lebih dari 25 (dua puluh lima) tahun yang tidak bersuami dan tidak mempunyai silan sendiri. b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -28- egawai Yang melaksanakan perjalanan dinls ke negara Uganda. MENTERI ttd.

000 11.3 Rayon III b. Operasi dan Latihan/Diklat Lainnya/Pra Tugas Operasi c.000 16.000 51..O00 14.000 18.O00 13.OO I O l 14.000| 14.000 | 13.000 11.OOO 30.000 17..000 22.000 36..000 17.OOO 34. Operasi Pasukan termasuk creut kapeJ laut/terbang a.3 d.OOO 45.t Anggota TNI/POLRI Non Organik a. Anggotayang sakit d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA (dalam NO (i Kepulauan Riau Jambi Sumatera Barat Sumatera Selatan Lampung Bengkulu Bangka Belitung Banten Jawa Barat DKI Jakarta Jawa Tengah DI Yograkarta JawaTimur Bali Nusa Tenggara Barat Nusa TenggaraTimur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Gorontalo Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sulawesi Tengah Sulawesi Tenggara Maluku Maluku Utara Papua Papua Barat 7 URAIAN SATUAN (21 (3) Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kdi Orang/Kali Orang/Kali Orang/KaIi Orang/Ituli Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orc.2 Rayon II Rayon III ".000 14.00o I 14. Ravon III I I | *1 l"vo"J..000 36.l RayonI . RayonII Drerah Khusus Rayon II c.000 15.000 11..O00 36.1 Rayon I .OOO 25. Rayon III Dterah Khusus Rayon III PasienRumah Sakit a.000 11.000 41.000 | 14.OOO I I r3.nglKaJi Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kati Orang/Kali Orang/Kali Orarg/Kali Orang/KaJi Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/KaIi Orang/Kali Orang/Kali BIAYA TA 2013 (4) rs.000 36.OO0 10.OOO 30.o00 32. Rayon I b.3 I I I .000 15. Dikma TNI/Polri b.3 Rayon III Narapidana/Tahanan a.000 I I I | I I I I I I | | I | 7.OO0 13.2 Rayon II b.3 Rayon III c.OO0 19.000 41.000 15. OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH 42.l Rayon I b. Rayon II c.2 I I I I I I | 7.000 | 11.000 20.oo0 | 14.000 30.000 14.000 SATUAN BIAYA PENGADAAN BAIIAN MAKANAN 7.000 27.000 11. Tahanan AnggotaTNl/Polri .2 Rayon II d.000 l I 11.000 25.1 Rayon I d.O00 12.O00 r 1.000 32.000 10.2 Rayon II .z r<ayonlr . Rayon I Drerah Khusus Rayon I b.3 Rayon III e.000 13.000 34.

000 36.10 7.15 7.000 25.OO0 36.OOO 546.OOO 27. Rayon II c. Rayon lll Keluarga Penjaga Menara Suar (PMS) a.000 Seruice (VTIS) OH OH OH OH OH OH OH OH OH 30.000 37. Rayon III Petugas Pabrik GasAga untuk Lampu Suar a.3 9.000 27. Rayon I b. Rayon I b.554. Rayon I b.000 30.859.5 7. Rayon III ABK Aktif pada Kapal Negara a.16 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) a.000 20.8 Inventaris Kantor Personal Komputer/Notebook Printer AC Split Genset lebih kecil dari 50 KVA Genset 75KYA Genset 10OKVA Genset 125 KVA Pegawai/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun 59.4 9. Rayon III Kelompok Tenaga Kesehatair Kerja Pelayaran a.000 30.000 30. Rayon II c. Rayon I b. Rayon I b.7 9.718. Rayon I b.13 7.000 32.000 32.OOO 30.OOO 5.000 s74.OOO 30. Rayon I b.000 36.000 27.000 30.OOO 6. Rayon II c. Rayon III Penjaga Menara Suar (PMS) a.1 9. Rayon III Petugas Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Trafrc Information a.12 7.000 36.000 BIAYA KONSI'MSI TAHANAN BIAYA PEMELIHARAAN SARANA KANTOR 9.OO0 8.OOO 36.059.000 32.14 7. Rayon I b.11 7. Rayon I b.6 9.000 36.000 36.000 32.000 18. Rayon III Mahasiswa Militer/Semi Militer a. Rayon II c.000 17.000 482.7 7 .6 7.8 7 . Rayon II c. Rayon II c. Rayon II c.aOO 30.ooo 32.000 8. Rayon I b.000 30. Rayon I b. Rayon III Malasiswa/Siswa Sipil a. Rayon II c.2 9.000 OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH 30. Rayon II c.000 41. Rayon II c.o00 32.OOO 30.OO0 34.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -3- 7.000 34. Rayon III Petugas Bengkel dan Galangan Kapal Kenavigasian a.5 9. Rayon I b.4 7. Rayon III OH OH OH OH OH OH OH OH OH 25. Rayon III RescueTeam a.9 7.000 25. Rayon II c. Rayon III ABKCadangar padaKapal Negara a.000 36. Rayon II c.000 32. Rayon II c.000 32.OO0 . Rayon III Petugas Pengamatan Laut a. Rayon I b.

754.OO0.000.000 LA.Strata 2 dan Spesialis 1 Strata 3 dan Spesialis 2 OT OT OT OT OT 15.000.100.000 200.000 25.OOO 20.637.000.340.'EMAIIAN DAN PENGETIKAN 12.343.000 1.Diploma IV dan Strata 1 b.O00 I4.oo0 1.OO0 13.O00 125. Dari BahasaJepang c.O00.o00 300.2 10.100.L5 9. Jerman e. Jerman e.o00 1.1 DariBahasa Asing ke Indonesia a. wffi@ KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK W -4- (daIam tYo t URAIAN SATUAN (3) Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun BIAYATA 20L3 (4) t2l g.GELAR DALAM NEGERI 14.000 800.Diploma I .LA7.000. Belanda d. Biaya Hidup dan Biaya Operasional . Dari Bahasa Asing Lainnya Dari Bahasa Indonesia ke Asing a.000 145.000 800.750. Ke Bahasa Mandarin.000 200.326.000 1 1 SATUANBTAYATOGAMAHASISWA ] L2 SATUAN BIAYA PENER.000 145.000 16.000 3.Diploma III .ooo 20.200.'v I / .oo0 I I i I I I I OT OT OT OT 1 5 ISATUAIT BIAYA SEWA MESIN FOTOKOPI | 15.530. III.500.589.000 12.. Uang Buku dan Referensi per tahun .Strata 2 dan Spesialis 1 .000 5. Dari Bahasa Prancis.000 200.000 19.IA Genset30O KVA Genset350 KVA Genset450 KVA Genset 5O0 KVA I I I I I I I I I I 10.250.g 9.226.OOO 1 0 SATUANBIAYATOGAHA(IMDANJAKSA l0.17 Genset 15OKVA Genset 175 KVA Genset200 KVA Genset 250 KVA Genset275k{.000 1.000 5.13 9.L4 9. Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia b.Diploma I dan Diploma III . dan Diploma lV/Strata 1 a.1 ProgramDiploma I.000 11.Z tr.rN eR h^ '€r* -.Diploma IV dan Strata 1 14. Dari Bahasa Mandarin.4 TogaHakimAgung Toga Hakim Konstitusi Toga Hakim pada Pengadilan Negeri/Tinggi dan Pengadilan P4jak TogalaksapadaPengadilanNegeri/Tinggi I I I I I I Orang/Stel Orang/Stel Orang/Stel Orang/Stel Orang/Stel 5.1 Mesin FotokopiAnalog I f 5.OOO 16.225.2 Halaman Halamaa Halaman Halaman Halaman Jadi Jadi Jadi Jadi Jadi 1 3 SATUAN BIAYA PENGGANTIAN UNTUKPEGAWN BARU Pegawai/Tahun 1 4 SATUAN BIAYA BANTUAN BEASISWA PROGRAM GELAR/NON. Belanda d.500. Ke Bahasa Asing Lainnya INVENTARIS LAMA DAN/ATAU PEMBELIAN II|VENTARIS I I I Halaman Halaman Halaman Halaman Halaman Jadi Jadi Jadi Jadi Jadi 125. Ke BahasaJepang c.000 2.LO 9.800.16 9.11 9.000 145.3 70.2 Program Strata 2/SP-1 dan Strata 3/SP-2 a.tesinFotokopi Drgftal 1 6 IHOIVORARIUM NARASUMBER KIIUSUSI IPAKAR/PRAKTISI/PEMBICARA Bulan/Unit Bulan/Unit OJ I I sEMTNAR/RAKoR/sosrALIsAsr/DrsEMINAsr/FGD/TGGIATAN Iunrur KEGIATAN ISE. Ke Bahasa Prancis. Uang Buku dan Referensi per tahun . Biaya Hidup dan Biaya Operasional .000 1.000 145.000 200.000 12.72 9.t/l/.l lO.Strata 3 dan Spesialis2 b.t\\\\\ .OO0 2. Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris b.'ENIS .

090.000 29.OOC 3 .800. 1 8 NUSA TENGGARA BARAT 3 .-q9_9 29.000 29.560. PRIABAT ESELON I 3 .I.OOO _ UnitlTalun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun 3 .000 . 1 0BANGKA BELITUNG 3 . 2 8 SULAWESI TENGAH 3 .010.5 JAMBI 3 .860.000 29.OOO 29.880. r 7B A L ] 3 .000 30.26 SULAWESI BARAT un!t/Tahg1 Unit/Tahun Un t/Tahun 2e:21q. 3 1 MALUKU UTARA 3.430. 2 5 GORONTALO 3. PF^IABAT NEGARA 2 .880. 2 0 KALIMANTAN BARAT 3 .450. PRIABAT ESELON II 38.190.OOO 29.O00 29.060.oqg 29. 3 3 PAPUA BARAT Un t/Tahun Un t/Tahun Un t/Tahun Unit/Tahu1_ Unit/Tahun Un t/Tahun Un t/Tahun 2e.340. 1 9 NUSA TENGGARA TIMUR 3 . 7 SUMATERA SELATAN 3 .3 3. 8 LAMPUNG 3 .OOO 3 . YOGYAKARTA 3 .O00 30.430.1 Pejabat ru NO.380.510.OO0 29.000 29.OOO 29. 2 2 KALIMANTAN SELATAN 3 .000 3 .730.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BIAYA PEMELIHARAAIiI DAIiI OPERASIONAL KENDARAAN DINAS 17.340.840. 3 0 MALUKU 3 .OOO 3.230.000 29.750. 1 6 JAWA TIMUR 29.41o.OOO 293_4_q:g_0_o 29.I. 6 SUMATERA BARAT Ulit/Tahun Unit/Tahun UnitlTahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun 3 .32 PAPUA 3 .4OO 29.230. PROVINSI SATUAI{ BIAYA TA 2013 (1) (2) (3) Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun (4) 1 . 1 5 D.100. 1 3D. 9 BENGKULU 3 .000 29.4 ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU 3.430.K.430. 2 3 KALIMANTAN TIMUR 29. 1 4 JAWA TENGAH 3 .0_00 29._56_0-:.000 29. 2 4 SULAWESI UTARA 3 .2 3.930. 1 2JAWA BARAT 3 .4lO.450.000 29.000 29. JAKARTA 3 . 2 1 KALIMANTAN TENGAH UnitlTahul Unit/Tahun Unit/Tahun 29.OOO 3 .800.ooo 30.O00 29.000 29. 11 B A N T E N 29:410.1 3.:090 29.430.430. 2 9 SULAWESI TENGGARA 3 .O00 29. 2 7 SULAWESI SELATAN 3 .000 36.

410.480. Speed Boat V'i! Unit 2 1 .380. 3.pqq 2q:199:ooo34:3?_9:qOO 26. 18.000 216.OO0 34.. 3 1 0 .000 26.O0O 34.290.000 3.580. 10 11 I2 13.560.450.000 3 4 .880.000 25. 0 0 0 3. 0 0 0 3 4 .480.000 3 4 . 16.530.000 25.000 25.570. 0 0 0 25.0OO 3..000 3. 6.250.630.430.OOO 3.000 34 1 1 0 .ggo 33.000 3.300.:oOO 3.2 Operasional lalam NO.99q 26.000 g.000 .500.490.000 26.L90.000 3.24O.000 3.530.000 26.000 33.370. 20. 8 9.450.000 25..020.699. O O O 3. 15. 0 0 0 25.580.OOO 25.000 3. 1 1 0 .000 26.000 2 6 .000 25.480. JAKARTA JAWA TENGAH D.OOO 34.240.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -6- t7.530.540.380.OOO34.OOO 25.000 34 1 1 0 .780.O00 34.430.530. 0 0 0 25.630.I.250.000 3 4 .O00 3 4 .4O0 34 1 1 0 .330. np{e 9_{!t}9gq lShanan Kejaksaan 3 .000 3:539j0_9_g 3.480.520.690.430.11 0 . 1 1 0 . (21 ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D.540.OOO 34. (1) Uraian Satuan (3) Unit Biaya TA 2013 (4) (2) 1 Roda 6 2 . 29 30 31 31 33 34.000 3.000 3.3 Roda 6 & Boqt 26.570.090.000 SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH pur:jtwE_srrENGG{RA MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT L7.000 26.000 .009 _ es.730. 5 1 0 . 26 27 28.450. 1 5 0 .380.0O0 3.000 3.0O0 17. 17. 22..570.650.K.000 34.000 3. 27.3:sqO:O-oO 3. 4. 19.000 2s.110._31o.000 3..000 3.000 25.250.000 3:8q0._000 34.570.730. 24 25.4501099341020-.540.920.000 No.000 25.000 34.I.000 3.OO0 34.540.380.0O0 _ _ ?s.000 94 1_10:000 3:190.000 (s) 3.020. 5. 1 1 0 .OO0 26.000 7.430. 0 0 0 25.340.000 3.480.630.000 _ s ! 1lo:o9o 25.450.000 93:920.480.000 g:13_g:o_0_0 3.000 34.540. YOGYAKARTA JAWA TIMUR BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO (3) 25.630.0_0-0 25.960. 0 0 0 25.730. 0 0 0 39. 14.520. PROVINSI RODA EMPAT DOUBLE GARDAN (4) RODA DUA 1) t.520.000 34.000 34.470.000 34.000 3.150.680.540.OOO 34.680.530.000 3:189. 23. 2.qqo.000 34 150.200.000 3.OOO 34. 0 0 0 25.

080.000 43.060. 31.6T0 41.260.280.590.720.260.000 36.000 37.000 42. JAWA TIMUR 17. 7 2 0 .650. 9 9 0 .000 17.000 43570. JAKARTA L 4 .OOO 39.250.77A.250. KALIMANTAN TIMUR 24.890.860.090.900.130.000 41.OOO35.000 41.000 18. 7 7 0000 35.000 42.000 17. JAWA TENGAH 1 5 .:oqo 41.930. KALIMANTAN TENGAH 2 2 . P_.130.770.000 17.OOO L7.OOO 9q'?qo. 8 6 0 000 43. 0 0 0 3 8 .040.K.OO0 18.860.000 1 7 .970.930.OOO 18.080.000 36.420.000 oo0 34.000 _ 1?10q0.000 44. ACEH 2 .580.000 17.000 42.480.890.580.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA L7.000 42.370.000 181090:909 37..000 42.420 o00 39.000 17.390.000 18.00"0 .O00 36.000 41.000 44.720.0003 7 .000 42.740.000 37.420.000 39.000 41.000 12930:oo9 36.000 !?. 33. BALI 1 8 . 0 0 0 34.000 18. BANTEN (3) (41 (s) 1 2 . GORONTALO 2 6 .000 _38:720:OO0 18.130.000 1 8 250.320.260.930.OOO 18. SULAWESI TENGGARA 42.0q.860.080.000 40. SUMATERA UTARA 3.420-OOO 39j59O:009 43.000 17. MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT t-/ .890.770.9o-q 77.940:OOO 17.450.090. 6 1 0 .260:ooO 43. JAWA BARAT 1 3 .I.130. BENGKULU 1 0 .050.O0O 9-5.430.040. KEPULAUAN RIAU 5. SULAWESI BARAT 43. RIAU 4 .930. LAMPUNG 9 . PROVINSI F 75Occl (2) I 1 . KALIMANTAN BARAT 2 t .ooo 42.770.870.000 38.400.000 38.o90 19:0?01ooo37. 6 7 JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN 8 . 0 0 0 42.OOO 18.130.00O 19.000 1 7 . NUSA TENGGARA TIMUR 20. 1 3 0 .000 41.590.000 :17:61O:go0 3_1:1.O80.000 ?7 SULAWESI SELATAN 28 SULAWESI TENGAH 2 9 .000 1 8 .130. NUSA TENGGARA BARAT 1 9 .770. BANGKA BELITUNG 11.720.000 30. 0 0 0 23.000 1 7 .25-0.860. 2 5 0 .000 T7.4lyEs-l _urARA 2 5 .930. 0 0 0 17.OOO 43.4 Operasional Patroli Jalan Raya (PJRI dalam ru PJR RODA EMPAT PJR RODA DUA (< 25O CCI PJR RODA DUA NO. D. q_ql.OOO 35.OOO 18.160.0O0 18.930.OOO 18.7_40. 7 7 0oo0 35.000t0:1-s_o-:goo 43.260. KALIMANTAN SELATAN 42.3-q:13-q:gqq 4 1 .000 3 6 .000 36.650.220.000 43.000 44.r_Y_OGIIKARTA 1 6 .000 18.000 43.000 42.590.090. 31.550.080.000 42.130.400.

000 80.000 10.000 13.000 357.000 143.ooo 188.000 13.00-9 82. YOGYAKARTA 1 6 .OOO .000 143.000 96.OOC 86:9_0q 82.000 c.000 10.000 146.o00 10.000 1-o-'90.9J:0oo 97.000 nf ltanan *'Ttahun *'/tahun *'/tah.OOA L42.000 (6) 10.000 153.000 146.000 10.000 148.000 98.K.000 10.00o 106.000 87.000 10. . 31 !r:1!sh\r'. BANGKA BELITUNG t 2 JAWA BARAT 1 3 .000 148. SUMATERA SELATAN BENGKULU BANTEN m'/tahun m'Ttahun tn'/tahun -'ltahun r0.000 13.000 GORONTALO SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH SULAWESI TENGGARA MALUKU BSF4r ?6.000 10.000 243.OOO 99.000 87. 29 30.000 10.000 T7 BALI 18 NUSA TENGGARA BARAT BARAT 1 9 .KALIMANTAN 21.000 87..I.000 eq:oqo _ 1q. 27. NUSA TENGGARA TIMUR -2o.000 173. 28.000 164.000 106.000 10. JAKARTA L 4 JAWA TENGAH s:l!?l'el m'ltahun m'ltahun 81.000 165.000 10.00c .000 10.Qq-g i0.000 154.000 10._o!9 10. JAWA TIMUR 153.000 165.000 MALUKU UTARA 9l P A P U A 33 PAPUABARAT m'Ttahun -27t"h"" 203:0og 138.000 13. I PROVINSI Satuan t (21 SUMATERA UTARA RIAU 1 .o0o 145.000 154.oo0 _ 87.I.00C r42. m:1!4s' mtltahun ls2.000 156.000 10.000 86. ACEH (3) m'ltahun 2 3 A qf lFh]1t m'ltahun m'ltaltun KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT T.000 i 0 .9 10.81:00_g 91.OOO 162. suLA-wESr m'Ttahun m'Ttahun m'7t"hurt _ p'1-t+uq m'ltahun m'ltahun - rai.0-:900 81.8.000 10.i9-.000 (5) 92.000 10.OOO 1O.000 KAL_IMANTAN TIV_UF SULAWESI UTARA m'?llqhql m'ltahun *'/tahut 900 170 168.000 171.000 92.AMPUNG 157.C r44. 9 I1 7 .000 83:90q 93.000 10.00C 10.000 10.000 14.000 82-:oo_9 84.rrt m'ltahurt m'ltahut 1 5 . D. 22 23 24 25.000 84.000 .0-90 83.OO.000 6 8.000 149.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BIAYA PEMELIHARAAN GEDUNG/BANGUNAN DALAM NEGERI ru GEDUNG BERTINGKAT (4) GEDUNG TIDAI{ BERTINGI{AT HALAMAN GEDUNG/ BANGUNAN I{ANTOR NO.000 95.OOO A2. m'ltahun m'/tahun KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN 145.0o9___ _.O00 157. D.000 Lu .000 10.

o00 7. JAWA TENGAH 1 5 . KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KA_LI\{4NT4N rr}lrlR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH 7.209.100.200.OOO.OO0 11.000 1O:50_0:O9O 10.000 7.200. BENGKULU 6. NUSA TENGGARA TIMUR 17.000 6. PROVINSI BIAYA TA 20L3 (21 _ {3) 6.000 7.OOO 15.OOO:OOq6. SUMATERA UTARA 3.500. D.400.I. BANGKA BELITUNG 11. 23.100. (1) ACEH 2 .o0o 1_1:000:0o_0 7.OOO. JAWA TIMUR L7.ooo 7.O00 . YOGYAI(ARTA 1 6 .300.300. 22.200.INDONESIA SATUAN BIAYA SEIIIA GEDUNG PERTEMUAN (per empat jamf dalam rupiah NO. BALI 1 8 . NUSA TENGGARA BARAT 1 9 .OO0.700.OOO 8.800.000 7. LAMPUNG 9.500.500.OOO.0oo 7.K.o00 7. BANTEN 8. RIAU 4 . 29. 25.OOO 20.600. 1 0 .500. 2L. D.500.500.OOO.000 p_u_LAwESr_ TENGGARA 7.400.000 5 .000 _ 15_:OOo:OOO 7.000 7. KEPULAUAN RIAU 1.000 7. JAWA BARAT 1 3 .I.700. J_414E r_ SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN _q. 28.500.000.q:_600:_oog 6. MALUKU UTARA 31.000 10. PAPUA 3 3 .000 10. 7. 26. 27. 24.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK.OOO.ooo_ 11. .000 9.ooo* 8. PAPUA BARAT . JAKARTA L 4 .ooo 17. MALUKU 3 1 .000 1 2 .OOO 3 0 .

000 17.900. D.000 710.900.000 740.900. GORONTALO 2 6 .600.000 2.000 649.000 820. PAPUA 3 3 .800.000 1.9_00 640.00.ooo 2.709. D.009 2.000 2.000 640.000 650. _1-:7q910_q9 2.700. MALUKU UTARA 32.000 3.000 640.000 3.000 1.700.000 _.300.ooo 2.000 1.000 2.000 1.000 1. KALIMANTAN BARAT 2 L ._. !20. JAWA TIMUR 1.800.000 640.000 2.ooo 20.800.000 6s0.000 t.TERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BIAYA SEUIA KENDARAAN (per delapan jam) ru NO 1 1 .000 950.000 2.000 830.000.q90 2.000 1.000 2.lq00.B A L 1 8 .500.000 710. SULAWESI TENGGARA 30.000.000 3.800.900. PAPUA BARAT _ s.000 2.000 2.800.000 640.000 2.000 1. SULAWESI TENGAH 29.ioo.000 2.000 7i0.400.000 1:900.ooo 2.700.900.OO0 730.000 2.700.000 650.OO0 680.o00 2.000.000 KEPULAUAN RIAU 5 '6 { ly g_r_ _ SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN - f.800.000 9.800.400.OO0 1.ZOO:090 1.900.I.900.900.700.Q_qg 1. KALIMANTAN SELATAN 23.00_0 2.900.OOO 1.000 650. SULAWESI BARAT 2 7 .000 PA_NJP{_ L 2 .000 2.000 750. NUSA TENGGARA TIMUR - isoo.s-00.000 2.800.000 1.e00.000 1-800.200. SULAWESI UTARA 25. YOGYAKARTA 16.ooo 2. SUMATERA UTARA RIAU 2. LAMPUNG BENGKULU 1 0 .800.800.500.0_ 2. JAKARTA t4.700.500.000 -1.000 3.000 3.000 1.800. KALIMANTAN TIMUR 24.900. 650.000 1. ACEH PROVINSI RODA 4 RODA 6 / BUS SEDANG RODA 6 / BUS BESAR 710.000 3.000 2.700.ioo.ooo 3.I.000 650.000 650.100.000 730.800.100.000 3.000 650.700.000 640.000 2.300.000 7 9.400. MALUKU 3 1 .000. JAWA TENGAH 1 5 .100.000 1.000 4.000 2 2 .ooo 3.000.000 2:boo:ooo 2. B .400. KALIMANTAN TENGAH . BANGKA BELITUNG 11.099 3..000 760.800.LOO.800. JAWA BARAT 1 3 .000 3.s-oo.000 2 3 4. NUSA TENGGARA BARAT L9.600.000 .ooo 760.000 730. SULAWESI SELATAN 28.000 740.000 900.K.000 1.MEN.

q9_9 378.000 349.000.K. 2 .000 Peiabat Eselon I Peiabat Eselon II 2 1 .LO BANGKA BELITUNG 2 I . 9 BENGKULU 2L.000.20KALIMANTAN BARAT 2 1 .000.OO0 368.000 348.000 376. 2 . 1 5 f .2.000 345. L TB A N T E N 2 1 . 2 5 GORONTALO 21.2.000. 8 LAMPUNG 2 I .000 _ Il$r Unit Unit uti! Unit Unit -.o00 349.2. YOGYAKARTA 2 1 . 2 .000.000 . 4 KEPULAUAN RIAU 2r.000.000. 2 .090 355. t 9 \USA TENGGARA TIMUR -U1it..000 2L. 345.26 SULAWESI BARAT 2 t .000.000 347.000.000 363.2.000 366.2. 2 .I.2. 2 8 SULAWESI TENGAH 2 L .CEH 2r.32 P A P U A 21. 2 9SULAWESI TENGGARA 2 L .000.5 JAMBI 2 t .000 350. 2 L KALIMANTAN TENGAH 21. 1 6 JAWA TIMUR Ugrit Unit Unit Unit Unit Unit _Unit Unit Unit Unit Unit Unit _ 340:900'09q 340.000 348.000.000. 2 .2.000. 2 . L 2 'AWA BARAT 2 1 .000 349.000 349. 1 3 ).000. 2 3 KALIMANTAN TIMUR 21.000 349.000 362. 2 .000 349. Unit Unit _. 2 7 SULAWESI SELATAN 2 t .000. 1 4 'AIil/A TENGAH 2 L 2 .000 370. 2 .000 372.000 355.I.r7 BALI 2 t .3 R I A U _u"iI Unit Unit 2 r . Unit Unit Unit Unit 2r.09. 2 .000 353:00. 3 1 MALUKU UTARA 21.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BTAYA PENGADAAN KENDARAAN OPERASIONAL PN'ABAT dalam NO PROVTNSI SATUAN BIAYA TA 2013 466. 3 0MALUKU 2 t .000.000 350.000 .000. 2 ._099 345. 2 . 2 .-.OOO 338.000. 2 . 2 . r 8NUSA TENGGARA BARAT 2 t .000.OOO.2.000. 6 SUMATERA BARAT 21.000.000.l Unit Unit 21.2.000.2. 2 . 2 .000.7 SUMATERA SELATAN 2 I .000 369.24 SULAWESI UTARA 2 L .0_. 2 SUMATERA UTARA 2L. JAKARTA 2 t .22 KALIMANTAN SELATAN 2 1 . 2 .33 PAPUABARAT Unit Unit Unit Unit 364.000 366. 389:0.000. 1 q. 2 .000.O00-000 348.2.000. 2 .2 2 t .000.. 2 .OOO.

000 262.000.000.000 267.000 302.000.355.000 417.000.000.000 418.000 206.056.000 177.o00 207.000.OOO 3ENGKULU 1 0 .o00.000 270.OOO 2 .000.000 433. JAWA TENGAH 1 5 .K.000 271. SUMATERA UTARA 3.0o0 170.000 201.000.00o 407.000.O00.000.000 277. MALUKU 3 1 .000. KALIMANTAN TENGAH 2 2 .000.000.000.000 435.000.000 260.000.000 432.000 418.000. B A L I 1 8 .000.000.000 431.000 216.000. SULAWESI BARAT 27.000.I. JAWA TIMUR Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit r77.000.000.000.000.000 181.000.000.000.000. .000 271. J A M B I 6.000 441.000 299.OOO.000 449.000 1.000.AMPUNG 272.000.000 ACEH Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit 181. SULAWESI TENGGARA 30. SULAWESI TENGAH 29.000 181.000.000 172.000 312.000.000 422.000 267.000.000 180.000. 9.000 270.000. JAKARTA 1 4 .000.000 272. NUSA TENGGARA BARAT i 9 .000 204.000.000.000 418.000.000 214.000. D.OOO.0O0.OOO.000.000 182.000.000 314. KALIMANTAN SELATAN 23.000 202.000 i87.000.000 181.000.000.000.000 181.000.000. GORONTALO 2 6 .000.000.000 262.000 275. MALUKU UTARA 32. P A P U A 3 3 .000.000 204.000.000 180.000 414.000.000 304.OOO 277.000.000 187.OOO 425.O00.000.000 271.000.000 210.000 425.000 447.000 172.000.000 185.000. I I Unit Unit Unit Unit Unit 302.000.000 409.000.000.OO0 418. PAPUA BARAT 23 No.000 437.000 439.000.000 414.000 208. YOGYAKARTA 1 6 .000.OOO. KALIMANTAN TIMUR 2 4 .000 435.000.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -12- 22 SATUAN BIAYA PENGADAAN KENDARAAN OPERASIONAL I(ANTOR DAN/ATAU LAPANGAN RODA 4 (dalam ru NO PROVINSI SATUAN PICKW MINIBVS DOWLD GARDAN 418.OO0.OOO 420.000 2 Roda 6 dan/atau Bus Besar Vrl .000 271.000 180.000 17.000 316.000 200.000 30B.000.000. SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN 8.000 409.000.000.000.000 267.00o 177.000 420.000.000 306.000.000.000 Unit SATUAN BIAYA PENGADAAN KENDARAAN OPERASTONAL BUS Uraian Satuan BIAYA TA 2013 (21 Roda 6 dan/atau Bus Sedang (3) Unit Unit (+l 522.000.000.000.000 +.000 269. 3ANGKA BELITUNG 11 3ANTEN 1 2 JAWA BARAT 1 3 .OOO.000.000. SULAWESI SELATAN 28.I.000 218.000.000.000.000. RIAU 270.000 418.000 s05. KALIMANTAN BARAT 2 r .000 418. KEPULAUAN RIAU 5.000.000 271.000.000.000 181.000 418.000 414.000.000 Unit Unit Unit Unit Unit Unit 438. SULAWESI UTARA 25.OOO 418.000.000. NUSA TENGGARA TIMUR 20.OOA.000 300.000 271.000 445.000 179. D.000.000 182.000 298.

000.OOO.-_ .0q0 29.-ooqpqo_ 37.000 lAlu{_ -9e-.000. t3t V-ri!.oqg:qog 31.000 9"it Unit _ Unjt Unit Unit 3 1 .09_q unit_. ?8.OOO 30.000.00_0 3O.000 _ 35. JAWA TIMUR 17. SULAWESI SELATAN 28.qo.000 33.009 32.000 29.000 _ .0o0 _ 3l:OOO:qqo . O O O . JAKARTA 1 4 .000. Unit Unit Unit RIAU KEPULAUAN RIAU 30. _ Unit Unit 3l:090.OO9 _3_1.qgo _ -_35. KALIMANTAN SELATAN u41 9ni! uri! Unit Unit Unit Unit Unit _ _ tlnit Unit _. SULAWESI TENGGARA 30.ooo _3-0.O00. GORONTALO 2 6 . BALI . KALIMANTAN TENGAH 2 2 .000. JAWA BARAT 1 3 .000 35.000.000 _ _29:900.000.000 . O O O 33. U-n!t .92.000.oo0 19:NUSA _ 29.000.ooq:qoo -.000 2 .ARATIMUR 20. KALIMANTAN TIMUR 24.000.000 30.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -1324 SATUAN BIAYA PENGADAAN KENDARAAN RODA 2 OPERASIONAL I(ANTOR DAN/ATAU LAPANGAN (dalam NO PROVINSI SATUAN OPERASIONAL KANTOR t4l LAPANGAN (51 12l I .00-oj_00--o- 5.I. SULAWESI TENGAH 29.OOO -.000_.0o 29.000 3&000.000.000j00_0 29:OOO1OOO 19: uqi!. 36. KALIMANTAN BARAT 2 L .000 31.000 33.000.000.000.000 30.000. ___ 30.000.o00 _99.000.000 31.000 11. O O O .000 ?.000. -__ 31-.000. PAPUABARAT .000 TENGGARA BARAT L9.000 34.000. SULAWESI UTARA 25.000 -33j0q0:000 34.000.000.:OOO..9:q90. .-ooo 30.q-o_o_ 34.099:-0_q0 31.ooo.000 28.00q. YOGYAKARTA 1 6 .000.000.OOO.000 q0.OOO._ _rt4!.000 34.000. LAMPUNG 30. D. Unit 30. JAWA TENGAH 1 5 D. BANTEN t 2 .K.___q9_:09q000 35.000. SUMATERA UTARA 3 4 3 1 .00q. O O O . MALUKU 32:000. _ ?e.000 36.q3:gog:qoq q-s_.00{ __ 35.. MALUKU UTARA 32.OOO 31.000.000.33.0-oo ?9_1q0_o_:0.000.000.000 ?8:000. J A M B I 6 u$t Unit I-lfr_it Unit Unit 9yl4trERABARAI SUMATERA SELATAN BENGKULU BANGKA BELITUNG 3l:qoq:qq-o 3 1 .000. _3-2:000.000 7: 9 8 .000 .000.000 30..I..000 23. NUSA TENGG.. .000_ 33.OOq..Ufttl U-ltt .00O 33.OOO _-9-0:9.090:099 33. SULAWESI BARAT 27.

qg-o 400.o00 590.000 1.000 _149:9_0_0_ 390.000 440.000 800.000 450.000 450.000 1.000 900.O00 900.000 490.o00 lo.000 600.000 900.O00 650.000 610. GORONTALO 26.O00 360.qq_o 500.000 s40.OO0 930.000 650.o00 400.000 380.000 600. R I A U 4 .000 ___q9o:090_ 460.000 390.000 JAWA TENGAH D. ]ULAWESI TENGAH 29. LAMPUNG _ _15o.9-qg 500.000 460.000 6 1 0 .000 500.000 500.000 400.000 900.000 660.000 440.O00 650.000 390.000 500.000 440.000 900. ]ULAWESI SELATAN 24.000 400.000 s9q.000 850.000 660.000 530.000 sgo.I.K.000 900.000 440.000 1. BENGKULU l 0 BANGKA BELITUNG 1l BANTEN t 2 .000 24.000 1.O00 1qg.1O_O-:0-0_q 400.{WESI UTARA 25. )IUSA TENGGARA BARAT 610.000 390.000 440.O00 650.000 850.000 t7l 980.000 520.000 900.000 1.000 23 KAL]MANTAN TIMUR 4so.000 500. SUMATERA BARAT RIAU 4so. MALUKU 3 1 MALUKU UTARA 32 P A P U A 33.O00 610.000 400.000 8so-ooo 910. KALIMANTAN BARAT 2 L KALIMANTAN 22 KALIMANTAN TENGAH SELATAN __-.000 SUMATERA SELATAN 8 .000 440.000 1.000 550.000 440. 6so.O00 610.000 850.000 t"l .000 650_OOO 1 9 NUSA TDNGGARA TIMUR 20.000 400. L7 B A L I 1 8 . JAKARTA l4 IJ. ]ULAWESI TENGGARA 30.000 610.000 500.OOO 9 .000 390.OO0 350. SULAWESI BARAT 27.OOO PAKAIAN DINAS PEGAWAI/ PERAWAT (4) PAKAIAN SERAGAM MAHASISWA/I PAI{AIAII KER.00o 530-OOO 500.000 450.000 450.000 620.o00 650.O00 440.000 340.000 780.000 490.000 490.200.000 650.000 1.000 4s0.000 6sq:q0o _ .000 410.000.000 550.000 500.0 460. YOGYAKARTA JAWA TIMUR 3s0.O00 390.000 750.000 610. J A M B I 6 .000 520.OO0 450.000 460.000 500. ]UI.000 _460:0_0.000 800. JAWA BARAT 13 D.000 460.O00 380.000 650.000 360.O00 360.000 660.000 1.000 450.O00 3.000 680.000 6s0.O00 440.000 450.000 850.000 390.I.000 __ *914.000 970.'A soPIR/ PTSURUH (6) PAKAIAN KEzuA SATPAM (U \CEFI (2) SUMATERA UTARA (s) 400. PAPUABARAT s90.000 550.000 460.000 6qg:000 _ 6s0.000 _ _ .OOO _ 110jp_o_o 44o.000 950.000 500.000. O O O _* 44_0:qq_q360.Q00 380.000 600.300.400.ssq'.s00.000 460.000 590.q09 450.000 500.000 450.000 500.000 450.KEUANGAN MENTERI TNDONESIA REPUBLIK -L425 SATUAN BIAYA PENGADAAN PAKAIAN DINAS ISTEL} ITO PROVINSI PAKAIAN KERJA DOKTER (3) 610.200.000 700.000.09q 430.000 790.000 920.000 6so.100.0oo 440.000 650. I(EPULAUAN 5.000 900.000 500.499900.000 450.

000 2.000 260.000 910.OOO 800.020.000 450.OOO 425.000 350.OOO 18 t9.000 240.160.OOO 300.020.300.OOO 400.000 1.O00 450.OOO 370.q00 432.o00 1.000 1.000 800.000 910.000 400.OO0 MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT 310.OOO 200.000 330.260.000 400.000 800. 31 32 33 310. JAWA TIMUR 17 ?sq.000 .000 220.000 910.000 450.040.000 910.000 545.000 1.OOO 240.000 960. I I PROVINSI QI ACEH HALFDAY FULLDAY FULT.000 260.000 910.120.o00 3i0.ooo 825.000 380.OOO 15.000 930.000 220.OOO 240.OOO 240.000 521.00o 275.000 310. 1 6 .000 1.000 930.I.1 Menteri & Setingkat Menteri DI LUAR KANTOR ru NO.000 300.000 540.O00 1.O00 250.000 458.OO0 350. 5 6 7 8 9 SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D K.000 930.000 240:OOO 290.116.ooo 930.000 260. 30.o00 910. 26 27 28.000 310. 2L 22.OOO 240.000 500.O00 372.000 760.O00 .oo0 305:O00_ 482.032.OOO 350.OOO (s) 1.025.OOO el 435.OOO 400.000 240.000 . 23 24 25.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -1526 SATUAN BIAYA PAKET KEGIATAN RAPAT/PERTEMUAN 26.000 930. 29.000 1.000 350..000 260.O00 10.ooo 400.000 930.SOARD 2 3 4.000 310.000 930. YOGYAKARTA BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWES BARAT SULAWES SELATAN SULAWES TENGAH SULAWESI TENGGARA (3) 260.000 930.000 1.870.350. 20.OO0 1. l1 12.OOO 350.000 400. 13.000 370.000 420.000 270. L4 260.000 450.OOO 41s. JAKARTA JAWA TENGAH D I.000 1.ooo 450.100.000 350.240.000 1.450.000 350.

GORONTALO 26.000 188. NUSA TENGGARA TIMUR 20.OOO 280.000 645.AWESISELATAN 28 SULAWESI TENGAH 29.OOO 340.000 420. SULAWESI UTARA 25.000 730.OOO 200.000 840.I.000 405. BENGKULU 10.I.000 490.000 320. SUMATERA SELATAN 8 .OAO 190.000 LV .000 245.OOO 290.OOO 350.000 280.000 230.16- 26.000 270.000 344.000 690.OOO 740.000 210. J A M B I 6 .000 1.000 678.OOO 770. SUMATERA BARAT 7 .000 210.OOO 280.000 190.000 760.2 Pejabat Eselon I & II dalam ru HALFDAY (3) 207.000 190.000 340. YOGYAKARTA 1 6 JAWA TIMUR t7 BALl 1 8 NUSA TENGGARA BARAT t9.000 fULLDAY TULLBOEND NO.000 280.O00 250.OOO 270. LAMPUNG 9 .OOO 185.000 820.000 820.000 740.000 280.OOO 740.000 335.000 390.000 830.000 230.000 280.000 200.000 190.000 408.000 640.000 170.O00 A. SUMATERA UTARA 3 RIAU 4 .000 320.000 600.000 400.000 335.000 675. {1} I PROVINSI (21 &l (s) 1. KALIMANTAN TIMUR 24. D.000 815.000 350.K.000 810. JAKARTA t4. SULAWESI BARAT 27 SUT.000 725.CEH 2 .OOO 744. MALUKU 3 1 MALUKU UTARA 32 P A P U A 33.000 235.000 785.000 190.000 340.000 355.000 379.000 24t. KALIMANTAN BARAT 2 L KALIMANTAN TENGAH 22.000 210.000 700. PAPUA BARAT 230.000 280.000 690.000 181.000 262.000 30.WESI TENGGARA 400.000 190.000 250.000 190.000 336.000.640. BANGKA BELITUNG 11 BANTE N L 2 . KEPULAUAN RIAU 5.000 165.000 790.000 740.000 456.000 274.000 324.000 740. D.000 800.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK . KALIMANTAN SELATAN 23.000 180.000 750. JAWA TENGAH 1 5 .000 401.OO8.000 340.OOO 978.000 1. SUT-A.000 287. JAWA BARAT 1 3 .ooo 300.OOO 720.000 337.

000 535.I. D.000 205.000 640.OOO 256.000 347.000 665. 33.000 480.000 228. KEPULAUAN RIAU 5.K.000 498.000 175. YOGYAKARTA 1 6 .O00 140.000 135.000 160.000 T'L .000 130.OOO 230.000 505.000 595.000 550.000 132.o00 275.000 530.000 280.000 180. GORONTALO 26 SULAWESI BARAT 27.000 130.000 705.000 220.000 630.000 205.000 _ 140.OOO 30.000 170.000 630.000 494.000 200.000 157. 8 JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG 185.000 305.000 295.000 277. RIAU 4 .000 336.000 132.000 210.OOO 228.000 534.000 251.000 665.000 200.3 PeJabat Eselon III Kebawah NO.OOO 9.OOO 305.000 540.000 157. 13.000 605.000 433.000 260. 10 11 12.O00 180. KALIMANTAN TENGAH 22 KALIMANTAN SELATAN 23 KALIMANTAN TIMUR 24.000 576.000 335.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -L7- 26.000 563.000 185.000 445.000 240.000 645.000 144.OOO FULLBOARD (21 ACEH (s) 650.000 240.000 479.000 564. 6.000 540.OOO D.000 570.000 825. JAKARTA L+ JAWA TENGAH 1 5 .000 175.OOO 2 . BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT 192. JAWA TIMUR L7 BALI 1 8 .000 230.000 176.000 329.000 165.000 160.000 330.I.000.000 150.000 540. SULAWESI UTARA 25.000 395. SULAWESI SELATAN 28 SULAWESI TENGAH 29 SULAWESI TENGGARA 230.000 480.ooo 310. 31 32. NUSA TENGGARA BARAT L 9 NUSA TENGGARA TIMUR 20 KALIMANTAN BARAT 2 t .000 183. MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT 168.000 755.000 1. SUMATERA UTARA 3.000 145.000 465.000 297.000 288. I I PROVINSI HALFDAY (3) i80.O00 235.000 240.OOO -208.000 162.000 FULLDAY HI 300.O00 iab-.000 210.O00 t62.

OOO 2.O22.O00 5.OOO 5.OOO 5.O00 4.583.674.252.065.139.000 7.182.316.000 7. 0 0 0 2.23r .867.000 EKONOMI (5) 7.407.000 2.ooo 7.O16.000 3.295.856.434.252.000 8.460.000 5.4L2.000 3.824.305.OOO 5.OOO 14.102.519.O00 10 11 T2 13 I4 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA GORONTALO JAMBI 7.OOO 2.OOO 8.107.487.9B4.000 10.519.492.348.OOO 4.177.000 7.ooo 4.O4O 6.226.695.000 3.413.000 15 I6 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAYAPURA JOGJAKARTA KENDAR] KUPANG MAKASSAR MALANG ' 5.000 2.888.Qqo 4.000 2.342.027.001.530.OOO 2.OOO 2.OOO I 7 B 9 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA BATAM BENGKULU BIAK DENPASAR 4A67.952.000 3.000 14.466.OOO 2.268.829.000 3 .OOO 6.000 4.830.262.000 - s.ozt. 4 7 L 000 4.000 4.00O 2.OOO 2.OOO 4.86t.OOO 5 .OOO 4.000 2.353.268.658.OOO t7 1B L9 JAKARTA JAKARTA MAMUJU MANADO MANOKWARI 1. 11 3 .O54.824.000 1.984.O.OOO 4.455.824.000 3.081.065.000 3.824.081.000 7.230.000 z.OOO 7.44+.O4O 5.000 4.285.000 2.000 3.000 3.808.OOO 20 2I 22 23 24 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA MATARAM MEDAN PADANG PALANGKARAYA PALEMBANG 25 26 27 28 29 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA t6.664.000 7. 4 t 2 000 5.000 7.364.L82.44O 4 .568.000 13.583.161.000 3.861.18- DINAS DALAM NEGERI (PPI 27 SATUANBIAYA TIKET PESAWAT PERJALANAN (dalam ru NO KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3) AMBON BALIKPAPAN BANDA ACEH BANDAR LAMPUNG BANJARMASIN BISNIS @l (1) 1 2 3 4 5 el JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA 13.000 r.599.OOO 5.000 3.861.000 9.000 2.797.000 10.995.7 Br .ooo PALU PANGKAL PINANG _3q 31 32 33 34 35 36 37 3B 39 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA AMBON PEKANBARU PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TERNATE TIMIKA AMBON AMBON AMBON AMBON DENPASAR JAYAPURA KENDARI MAKASSAR MANOKWARI 9.000 2.193.OOO 4.OOO ." MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

150.000 ro.o99_ 5l 52 to.530.000 10.835.444.OOO .086.155.487.000 2.295.000 L/ .OO0 5.KASSAR MALANG MANADO BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG MATARAM MEDAN 14.OOO _6.000 7.OOO 10.000 5.O00 3.305.4B2.626.O0_0 5.129.408..760.000 8.O00 12.369.000 BALIKPAPAN 53 54 .449.493.140.L29.000 9.000 7.OOO 10.OO0 4.504.00O 19.B4O.530.OO0 5.305.134.445.071.ooo 5.O00 4.000 t2.o[z.ooo g0_0 5:B4q 4.00O 6.637.445.193.000 9.OOO 4.ooo L2.O00 3.845.000 8.000 3.000 4.749.OOO 4.279.q:.000 9.000 5.OOO t2.744..765.167.000 5.664.000 1O.OOO 15. 7 8 L000 7.O00 9..OO0 10.000 9.760.798.000 3.000 5.985.749.803.ooo 19.990.OOO BANDA ACEH BANJARMASIN BATAM a.000 8.000 10.14_0.354.000 3.OOO BIAK DENPASAR 1 4 .OOO !.594.257.648.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -19(dalam NO {1) KOTA ASAL QI SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN 3) PALU SORONG SURABAYA TERNATE BANDA ACEH BATAM DENPASAR JAYAPURA JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO MEDAN PADANG BISNIS @l EKONOMI 40 47 42 43 44 45 46 47 4B 49 50 AMBON AMBON AMBON AMBON 6.000 2.000 6.000 5.000 4.000 18.412.947.5.380.926.B_ A_LIKP_APAN 55 BALIKPAPAN 56 BALIKPAPAN 57 BALIKPAPAN BALIKPAPAN 58 59 BANDA ACEH BANDA ACEH 60 61 BANDA ACEH 62 BANDA ACEH 63 BANDA ACEH 64 BANDAACEH 65 BANDA ACEH 66 BANDAACEH 67 BANDA ACEH 68 69 PALEMBANG TEKANBARU SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA DENPASAR JAYAPURA JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA BALIKPAPAN 70 7I 72 73 74 BANDA ACEH BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 10.445.236.OOO 7.439.199.000 2.OOO BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN 6.O00 9.o00 5.813.BB91OO0 18.000 5.OOO 4.354.O00 to.7r7.OOO t5.O00 6 .zz.760.OO0 9.097.OOO 3. L L 9 oo0 6.OO0 f5) 3.000 811_6_1.246.150.OOO 7p_ 76 77 78 79 BO B1 82 B3 B4 BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG JAYAPURA JOGJAKARTA KENDARI BANDARLAMPUNG BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG I\44.702.000 9.739.5:3_g._6q_9.g4z.113.O4O 8.380.445.674.OOO 5_:123.000 3.979.000 6.000 11.000 3.zcg.1+9.OOO 4.OOO 4.508.076.647.ooo 9.000 5.401.996.000 6.161.316.568.OOO BANDAR LAMPUNG PADANG PALANGKARAYA 6.

000 4.000 SURABAYA TANJUNG PANDAN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN roq BANJARMASIN 1 1 0 BANJARMASIN 1_11 BANJARMASIN BANDA ACEH BATAM BIAK DENPA.ooo 7.000 4.O22.OOO )ry 115 116 t!_7_ 118 i19 BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN PEKANBARU SEMARANG SOLO 7.097.375.OOO 6.OOO 4.ooo 8.000 8.824.942.498.000 4.AOO 2.ooo " 6.O22.000 97 9B 99 100 101 o.OOO 2.386.546.482.717.OOO 3.OOO ir.000 4.ooq 5.792.696.OOO 3.936.686.129.000 -o.000 8.OOO 9.oes.OOO r29 BATAM PONTIANAK 4.-395..000 3.027._qq0_ 8.O06.000 - JOGJAKARTA _ MAKAS_SAR MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG PEKANBARU - 8.193.000 8.220. 53:Ooq 7.000 7.000 5.370.289.738.000 3.OOO 4.000 7.642.760.957.ioo 5.594.316.000 2.gos.396.000 2.O00 6.OOO 4.000 4.94L.000 16.OOO 3.663.647.000 5.4&.SAR JAYAPURA JOGJAKARTA ro.OOO SURABAYA TIMIKA ts.439.OO0 /.578.O22.413.723.792.000 8.508.476.000 _ 3_29?:qqo_ 1.385.407.13s.337.ooo 7.856.707.936.0OO ro.i23.439.000 .+sa.000 6.525.OOO 5.958.000 120 L2l r22 r23 r24 BAiAM 125 )2Q r27 t28 BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BANDA ACEH DENPASAR JAYAPURA to.000 4.OOO 492O:OOO 9.412.OOO 8.583.Izg. 6 2 6oo0 92 93 94 95 96 BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BATAM DENPASAR JAKARTA JAMBI JOGJAKARTA PADANG 3.000 4.000 7.931.OOO 9.000 1. 4:99910_00_ 6.49B.iiz.OOO 3.AOO 3.006.049.000 10.2}b5.749.000 3.OOO 4.000 2.359..sst.OOO 5 .OOO s_URABAYA TIMIKA 4.OOO 4. .ooo - D.000 10.599.B24.268.ooo 4.450.UUU 2.OOO 0oo ).MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -20- ru NO 1 KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3 PALEMBANG BISNIS EKONOMI (21 BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 85 86 87 BB B9 90 9L BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG PEKANBARU PONTIANAK SEMARANG SOLO AI 4.936.OOO 3.OOO T L 2 BANJARMASIN 1 1 3 BANJARMASIN MEDAN PADANG PALEMBANG 10:516:-00o_ 9.931.369.145.ooo 2.ooo i0.000 3.OOO 3.000 13..zaz.433.824.63i.OOO 5.OOO r02 103 104 105 106 t07 108 BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG PALEMBANG PANGKALPINANG PEKANBARU SEMARANG SOLO 2.701.OOO 4.000 Ui -tl .263.000 2.380.

ooo 3.952.8.097.4+q. 7 i 8 ooo 16.000 11.3110-oo 18.OOO 3.557.622 oo0 1 8 .845.658.680.OOO 8.OOO 8.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK -2r- NO KOTA ASAL am ru SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN {3) SEMARANG BISNIS EKONOMI (1) e 1 3 0 BATAM 1 3 1 BATAM L32 BATAM 1 3 3 BATAM r34 BENGKULU 1 3 5 BIAK 1 3 6 BIAK L37 BIAK l 9 8 BIAK 139 I40 BIAK wl 7.1 19.O75.615.O00 13.O00 3.925.145.OOO io.O49.10B.r82.108.OOO 4.O00 9.615.O9O 3.952.000 7.145.OOO 3.909.568.390.O00 8.000 4.000 8.000 4.444.OOO 2.OO0 PADANG PALANGKARAYA PALEMBANG DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR PEKANBARU PONTIANAK JAMBI JAMBI TIMIKA BALIKPAPAN BANJ_ARM_A_qr_N DENPASAR JOGJAKARTA KUPANG MAKASSAR MALANG JAMBI JAMBI JAMBI JAMBI r64 165 r66 167 JAMBI i 6 8 JAMBI L69 JAMBI 170 JAMBI t71 JAMBI L 7 2 JAMBI 173 JAMBI 1 7 4 JAYAPURA MANADO PALANGKARAYA PONTIANAK .659.OOO DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR MANADO MATARAM MEDAN 4.ooo 15.000 11.498.OOO 4.000 8.OOO 5.851.631.O92.OOO 7.57 158 159 160 161 L62 163 BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK DENPASAR DENPASAR DENPASAR MANADO MEDAN _.472.893.SEMARANG SOLO 8.OOO " 6.899.000 4.-99O:O09 10.OOO 1.27B.O00 7.333.OO0 6.OOO 2.733.O00 1.690.O00 PADANG PALEMBANG PEKANBARU PONTIANAK SURABAYA TIMIKA JAYAPURA KUPANG MAKASSAR ' 16.108.541.883.000 4.AOO 4.000 8.4OO 4.OOO 4.2.353.42B.O11.O00 3.000 2.OOO 1.664.000 4.434.091.129.11.995.781.932.091.OOO 4.738.648.000 9.2.690.O00 6.600.00O 8.O00 7.861.000 16.gb6.707.193.O00 7.000 16.081.000 7.000 8.000 5.589.2.300.000 4.OOO SOLO SURABAYA TIMIKA PALEMBANG BALIKPAPAN BANDA ACEH BATAM DENPASAR JAYAPURA JOGJAKARTA 1.000 1.4OO 6.OOO 614?F:OOO 6.72e.733.808.32L.000 2.477 000 10.OOO 6.782.OOO.424.OO0 3.000 L5.140.000 8.000 9.915.OOO 7.439.OOO T4T r42 r43 114 145 r46 t!7 t48 r49 150 151 L52 153 154 155 156 1.000 Llt I .O00 15.942.B7B.OO0 1€4o:Q09_ 10.551.OOO 6.888.873.621.000 7.OOO 2.000 4.476.274.653.728.OOO 7-.O00 9.OOO 5.000 6.000 7.407.193.OOO SURABAYA JOGJAKARTA 3.OOO 7.OO0 4.278.000 9.

OOO 4.000 5.487.000 3.000 9.000 7.:q_59j9OO 9.722.000 P_9NTIAIIAK e.536.OOO 8.519.OOO 9.000 6.204.386.909.O00 5.108.633.129.OOO 10.OOO 4.OOO 10 129.O00 9.322.000 7.722.953.000 5.000 4.000 3.027.765.000 8. 6 4 8 .000 MAKASSAR 5.OOO 1BB 189 190 191 193 t94 195 r9_? KENDARI KENDARI JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA KENDARI KENDARI KENDARI KENDARI PEKANBARU PONTTANAK TIMIKA BANDA ACEH DENPASAR JOGJAKARTA PADANG PALEMBANG 6.166.O00 10.OOO 2.000 17.161._q37:OOO 11 .932.327.O00 B.263.OOO F_Ar4ryr 196 197 KENDARI 1 9 8 KENDARI 799 KENDARI 200 KENDARI 20L KENDARI 202 KUPANG 203 KUPANG 204 KUPANG 205 KUPANG 206 KUPANG g.000 16.OOO 12.O22.o3g.000 10.0_0q 5.MENTEBIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK -22- dalam ru NO I KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3) MANADO MEDAN BISNIS EKONOMI el 22.102..1.893.615.103.000 5.567.O00 18.525.717.054.770.OOO 4:931.380.000 2.O87.LO2.108.000.000 10.193.749.000 3.381.000 1.466.786.861.969.OOO 8.568.OOO 3.493:0_0q r0.380.659.327:OO_qLr.ooo_ 2.O00 16.000 3.000 9.000 185 186 L87 JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG si/22.000 8.097.455.000 B.000 4.723.OOO 18.OOO 9.9 MALANG ro.134.000 11.482.000 16.O92.000 7._000 i5.000 17.OOO 5.460.48r .OOO L75 L76 JAYAPURA JAYAPURA t 7 7 JAYAPURA 178 JAYAPURA 179 JAYAPURA 1 8 0 JAYAPURA 1 8 1 JAYAPURA r82 JOGJAKARTA 1 8 3 JOGJAKARTA 184 (5) 11.000 8.000 ---i.O00 5.7.663.obii 4.322.166.O00 2.140.289.407.167.OOO - 3.000 7 819.220.000 5.787.435.000 14.000 4 .000 5.000 3.273.000 5.LO9.311.000 5.348.182.O00 11.OO4 5.000 4.OOO 4.536. 0 0 0 6.os9.OOO 2TB 21.o0o PEKANBARU SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA JAYAPURA JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO SURABAYA ?97 208 209 2LO MAKASSAR MAKASSAR MAKASSAR MAKASSAR Br4K JAYAPURA KENDARI MANADO TIMIKA BALIKPAPAN 2tr 2L2 2L4 MAKASSAR MALANG ?-r_3 MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG 2t5 BA-NDAACPH BANJARMASIN BATAM TQ BI4II JAYAPURA KENDARI 2L7 11.000 .798. 0 0 0 6.o00 PADANG PALEMBANG PEKANBARU TIMIKA DENPASAR MAKASSAR 9.000 10. 3 1i .873.840.000 6.658.7_.OOO 5.706.ooo 7.776.

OOO 3.461.OOO 4.32t.000 4.193.102.QOO5.000 5.199.246.092.000 3.012.OOO .O00 to.I\\\\- .803.78L.733.OOO 10.000 7.466.926.909.-ooo 7.000 18.000 12.O22.BANDA ACEH BANJARMASIN -' - 12.230.000 4.7L7.685.000 4.000 LO.385.O55.867 ooo 4.744.ooo 10.000 4.000 9.000 g:p46.i* -.000 4.364.504.461.O00 4.990.311.OOO 12.000 9.193.R h e.000 9.000 5.145.899.000 8.OOO 8.OO0 24r 242 243 244 MATARAM MATARAM .000 10.PADANG PALEMBANG PEKANBARU 13.000 8.925.258.546.552.OOO 238 239 240 MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM BATAM BIAK 5.851.000 11.574.ogg s.OOO 4.0q0.OO0 6.0O0 MATARAM MATARAM PEKANBARU PONTIANAK SURABAYA BANDA ACEH 2.600.2B4.402.718.000 8.000 8.835.246.OOO PADANG PADANG PADANG PALANGKARAYA SURABAYA TIMIKA BANDA ACEH 7.OOO 2.O00 5.738.71.765.7.000 9.000 14.000 14.000 10.AYapuna-* JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG 7.OOO 5.915.////I N-ffi-U \W"r[iTg KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK W -23- dalam ru NO KOTA ASAL QI SATUAN BI AYA TIKET TUJUAN (3) BISNIS I4l EKONOMI 220 221 222 223 224 MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MANADO MEDAN PADANG PALANGKARAYA PALEMBANG 225 226 227 228 229 230 23L 232 PEKANBARU TIMIKA MALANG MANADO MANADO MANADO MANADO MANADO MEDAN .OOO 9.637 oo0 4.739.000 7.OO0 12.546.065.316.696.r72.2B4.000 6.OOO 9.000 8.OOO MATARAM MEDAN 25r 252 253 254 255 256 257 258 259 260 267 262 263 264 2.504.55r.599.829.000 3.958.995.8:000 7.873.134.460.439.706.803.953.OOO 8.OOO 4.000 5.11.OOO 4.504.OOO 2.407.OOO 6:396.000 4.888.0OO MEDAN MEDAN MEDAN MEDAN MAKASSAR PONTIANAK SEMARANG MEDAN MEDAN PADANG PADANG PADANG SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR PONTIANAK SEMARANG SOLO 12.974.000 15.OOO 8.750.937.000 6.552.744.167.262.rs3.OO4 3.OOO 6.OOO 4.000 9 455.846.OOO 4.909.OOO MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM 245 246 247 248 249 250 10.000 5.000 8_.615.O00 13.OO1.OOO 4.000 4.000 15.OOO 9.4L7.OOO 8.N*.000 9.000 16.000 5.461.000 6.000 6.000 _ {5} 6.327.000 233 234 235 236 237 MANADO MANADO MANADO MANADO MATARAM -_PO_l!TTANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMiKA BALIKPAPAN .

936.O65.000 3.OOO 265 266 267 268 269 270 EKONOMI (5) 4..000 3.]{.000 4.091.706.337.O00 3.OOO 4.797.765.OOO 300 301 302 303 304 305 PEKANBARU PEKANBARU PEKANBARU PEKANBARU PEKANBARU PONTIANAK PONTIANAK PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR SEMARANG 7.QOU 7. 7 7 1 oo0 9 915.236.000 2.696.000 1.444.O00 6.OOO B.262.326.305.252.000 4.391.000 6. O9.OOO ?\? 3i4 315 316 SOLO SURABAYA SURABAYA SURABAYA 3 1 3 SURABAYA MAKASSAR DENPASAR JAYAPURA .O00 3 818.2.000 5.140.OOO .OOO 4.412.781.979.000 3 915.000 7.8E3.O22.Ju 4.000 4.{.097.888.000 7.578..000 6.829.000 6.000 285 PALU 286 PALU 287 PANGKAL PINANG 2BB PANGKAL PINANG 289 SURABAYA TOLI-TOLI BALIKPAPAN BANJARMASIN 290 29L 292 293 294 295 296 PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG BATAM JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG 1.doo 3.O00 - 3.OOO 9.060.OOO 27r 272 273 274 275 276 277 PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALEMBANG PALEMBANG PALEMBANG PEKANBARU SEMARANG SOLO SURABAYA BALIKPAPAN MAKASSAR PONTIANAK SEMARANG e.O00 3.O00 +.076.000 5.OOO 5.557.466.936.OOO 15.OOO - 4.204.OOO 8.589.000 6.000 8.000 6.OOO 1 6 .U(JU s.MENTERI KEUANGAN INDONESIA REPUBLIK dalam rupial NO 1) KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3) BATAM BISNIS el PALANGKARAYA rcl B.878.OOO 8.675.300.000 SS.sioo 3.631.ooo 1.739.241".OOO 5.423.642.000 3.OOO 5.000 9.94L.O00 278 279 280 287 283 284 PALEMBANG PALEMBANG PALEMBANG PALEMBANG PALU PALU PALU 232 SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR POSO SORONG z.038.OOO 999 307 308 309 310 311 PONTIANAK PONTIANAK PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR 6.904.000 ' .OOO PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA JOGJAKARTA MATARAM MEDAN PADANG PALEMBANG 7.685.OOO 8.O4O 8.9.?92.000 3.268.000 4.000 4.466.000 12.187.000 7.000 8.0O0 3.OOO 7.OOO 3.000 9.979.845.797.oob 7.663.000 1s.210.198.477.OOO 4.23|.744.000 4.118.O00 3.OOO +.2gi.433.6 .086.878.894.7.279.829.94 t.578.000 4.8os.535.000 6.OOO 9.OOO PANGKALPINANG 29r 298 299 PEKANBARU PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA 7.47.888.161.000 3.469:009 3.s85.000 4.220.957.514.000 12.O4O 4.808.ogo.733.OOO r.252.883.4A7.262.000 _!4AKASSAF TIMIKA i r.OOO 4.284.626.685.O22.883.OOO 4.Qo9_ 8.739.os6.OOO 5.000 .000 3.000 5.000 3.236.OOO 8.O00 2.653.000 7.OO0 6..000 9.000 10.915.24L.obo 5.829.760.000 3.000 3.000 6.000 3..659.840.

OO0 125.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -25- 2A SATUAN BIAYA TAKSI PEzuALANAN DIIVAS DALAM NEGERI NO.I.000 60.000 91.O00 72.O00 315.000 .O00 t7 18 19 20 27 22 23 24 25 26 JAWA TENGAH D.000 125.000 90./ . JAKARTA OK OK OK OK OK 80.I.000 48. YOGYAKARTA JAWA TIMUR BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK 100.000 48.000 125.000 115. (1) 1 I PROVINSI QI ACEH SATUAN {3) OK OK OK OK OK OK OK OK BIAYA TA 2013 (41 90.000 90.000 110.oo0 82.K.000 70.000 171.O00 115.OOO 90.ooo 110.000 KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT 27 SULAWESI SELATAN 28 SULAWESI TENGAH 29 SULAWESI TENGGARA 30 MALUKU 3 1 MALUKU UTARA 32 P A P U A 33 PAPUA BARAT 125.000 120.OOO 2 3 4 5 6 SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA SUMATERA BARAT SELATAN 70.000 290.000 170.000 60.O00 B 9 10 11 L2 13 L4 15 i6 LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D.000 70.O00 110.O00 50.ooo 285.000 60.

24t - 9'2773.77r 3.970 5.494 16.832 15.018 2! 874 L 7 325 g.269 _ ___ _8j900 '1.s91 3.458 8.2:266 t2.870 .902 t4.966 7.399 9.353 12.1?4 10.399 16.753 New York 14.76r 1.240 -9.5'5-9? I7 18 19 r7.47L 6.994 ___3.520 10.702 i.924 6.487 5.:357 3.426 11.713 4:!7-7 _ 5.749 3.468 11.743 9 10 11 L2 13 t4 15 16 A_MERII{A SELATAN Bogota Brazilia Boenos Aires Caracas Paramaribo Santiago de Chile Quito AMERII{A TENGAH Mexico Citv Havana Panama Citv 18.518 - i.393 t3.ii 5.L78 3.750 10.L87 6.623 8.335 23.564 7.822 L4.809 6.1.130 7.428 5 6 7 8 _QtJqwa San Fransisco foronto Vancouver Washington .040 6.eir LL./ .223 3.587 _ _1?..KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -2629 SATUAN BIAYA TIKET PERJALANAN DINAS LUAR NEGERI (PPI dalam U S$ BIAYA TAHUN 2OL3 NO I KOTA (21 AMERII{A UTARA Eksekutif (3) Bisnis 4 Ekonomi q 1 2 3 4 Chicago Houston Los Angeles L2.089 2.63sLl.237 L7.727 e_.970 5.29r EROPA BARAT 20 2l Vienna Brussels _ 10.

778 I4.773 3.041 3. 4.931 5.023 9.333 3.506 5.446 14.681 3.L13 s.O29 7.O74 3.825 4.982 6.92r 6.9L7 10.355 3.q8q 6.153 4.980 9.851 5.433 4.031 5.34t 4.850 5./ .309 10.856 1'e29 5.959 4.746 4.794 8.839 10.9gg 8.350 - Bratislava 43 Bucharest 44 Kiev 4s-.TOJ?4 LO.464 8.73A 3.331 3.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA dalam U NO t KOTA Eksekutif BIAYA TAHUN 2OL3 Bisnis 4 Ekonomi q 2l Marseilles Paris Berlin Bern Bonn Hamburg Geneva 22 23 24 3) 10.537 4.277 6.383 3.O49 Oslo EROPA SELATAN 35 36 37 38 39 40 4l Sarajevo Zagreb Athens Lisbon Madrid Rome Beograd t7.767 41774 6.:o-?q 6.056 3.143 .le3 5.334 ?.166 5.714 6.393 8.370 27 28 29 Amsterdam EROPA UTARA Copglhagen Helsinski Stockholm London 31 32 34 9q 93 9:696 10.860 9.033 2.771.126 6.541 .206 3.Moscow 42 PEqPAlI!4gR_ 6.945 7.9TI 9.331 25 26 rI.158 9.?5*6 4.478 10.631 3.446 4.753 3.

000 6.747 10:6_q0_ 17.I75 Ly .733 5.900 10.081 9.419 6.6L2 3.818 AFRII{A TIMUR 5 1 Addis Ababa Nairobi .732 8.451 3.282 5.536 7.915 5.473 6.947 11 11B 5.447 +9 50 AFRII{A BARAT Dakkar Abuja 9.507 7.24r 14.552 8.700 7.551 9.748 6'1!9 5.848 7.tr1 4.438 8.966 LI.774 8.958 5.72r 4.524 56 57 58 18.770 4.593 9.848 8.555 6.910 6._?2_* 53 Antananarive 54 Dar Es Salaam 55 H_etq{g AFRII{A SELATAN Windhoek Cape Town Johannesburg 7.052 ro.570 7.275 59 60 67 AFRII{A UTARA Algiers Cairo Khartoum Rabbat 62 63 64 Tripoli T\rnisia 9.330 6.904 8.706 4.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK -28dalam U S$ BIAYA TAHUN 2OL3 NO I KOTA Eksekutif 2 Praque Sofia Warsaw (3) Bisnis 4 Ekonomi 5 46 47 48 8.94L 11.975 4.779 8.281 3.820 5.808 6.777 t2.665 5.599 5.O37 3.484 7.255 7.

416 _9.- z.545 65 66 vteryrqe Baghdad Amman 64oo5.675 I.343 8. __ 87 Teheran _ 6:3oJ 4.469 5.433 7.000 77_ Muscat giyadh ASIA TENGAH _ 7 8 _ Tashkent 79 Astana ASIA TIMUR !3.999 2.727 3.734 _ 2.O89 7.9q9 Uqrryang Seoul ASIA SELATAN 2.785 5.962 80 81 Beijing Hongkong 2.727 3.216 8.490 3.737 7.205 6.257 1.835 L.298 2.595 3.421 3.684 9.446 6.510 3:110 3.920 .730 2.156 3.639 5:390_ 6.359 4.745 _ 3.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -29 dalam BIAYA TAHUN 2OI3 NO I KOTA Eksekutif 2 ASIA BARAT 3 Bisnis 4 Ekonomi (s) 5.878 3.737 _qq_ Eebp_sl.233 L.O28 .321 3.545 3.283 8.679 3.976 5.633 2.9=9 _2 4.905 3.581 2.643 4.475 3.623 1.56L 67 68 69 70 7I 72 73 74 75 76 Kuwait Beirut Doha Damascus Ankara Abu Dhabi Sanaa Jeddah 6:77! 7.f+o 2.617 13.966 82 83 84 85 _OS_ete__ To\yo 3:?o4 3.43I 4.700 3.449 5.148 6.3?s 3.?73 4.864 1.703 5.66L 8:453 L2.

053 L07 108 Canberra Darwin s.380 3.981 673 r.333 L.202 997 r.MENTFRIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -30dalam U BIAYA TAHUN 2OT3 NO KOTA Eksekutif Bisnis (4 Ekonomi (5 I 2 Colombo Dhaka Islamabad Karachi New Delhi 3 3 .833 L.558 1.482 88 89 90 91 2.501 4.195 Ho Chi Minh Johor Bahru Kota Kinabalu 1 0 0 Kuala Lumpur 1 0 1 Manila IA2 Penang 1 0 3 Pnom Penh 97 98 99 1 r!7 1 155 2.628 r.629 3.237 2.557 t14 Vanimo __ll_s_wgtti[gJo_q_ _ 2.9r7 1.344 2.318 6.740 4.628 2.O25 1. 11 9 3.886 6.150 545 r.687 .77r _ _ 8.900 3:8_14 2.677 1.453 918 2.034 2.506 6.6L4 766 1.633 2.894 1.562 2:4L7 3.OO9 2.689 M_-elbqqryg 10_e___ " 1 1 0 Noumea 111 Perth _ 4.833 1.427 659 I.2T2 r.063 5.780 1.801 7.252 4.468 2.226 3.158 2.757 1.420 1.327 92 ASIA TENGGARA Baqdar Seri Bagawan Bangkok Davao Citv Hanoi _e_9- 93 94 95 L.500 3.?'8F8 3.64L 1.413 .561 J\2 113 _ f_o1!\{qrepby Sydney 5.940 4.525 5.656 r.926 4.398 4.503 9tL 919 823 I.o92 2.235 525 694 585 1.627 403 to4 105 106 Singapore Vientiane Yangon ASIA PASIFIK _ ?Q74 I.96+ 5.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-31 30
SATUAI{ BIAYA PTNYTLENGGARAAN PERWAKILAN RI DI LUAR NEGERI 3O.f ATKr Langganan Koran/Mqialah, Lampu, Pengamanan Sendiri, Kantong Jamuan

Diplomatik,

NO

KOTA

ATK

(or)
(3)

I

(21
AMERIKA UTARA
Ohicago

Langganan Koran/ Majalah (ekslempar/ bulanf (41

Lampu (buah)

Pengamanan Sendiri

(oBl
(6)

Kantong Diplomatik (kgl

.Iamuan (oHl (8)

(s)
18 18 18 T9

(71
94 94 94 99 106 94 106 106 94

I

1.270

37
37 37 39

2
a.

Houston
Los Angeles

r.220
7.270 t.270

2.521 2.52L
3.420 2.256 1.963

4

5
6 8 9

New York (termasuk KJRI New Yorkl Ottawa
San Fransisco loronto

89 89 89 94

1.307 r.270
I.307

42 37
42 42 37

20
18

100
89 100

Vancouver W3lhi11$on AMERII{A SELATAN

r.307
r.270

20 20
18

2.O3L 3.391
1.553 2.836

100
89

__19 _ Fogg!q
11

1.185

L2
13 T4 15 16
L7

Brazilia Boenos Aires

r.478
T,L7O 1.319 1.I70 L.L72 1.001 1.099

38 47
33 42 33 37 32 35

18 22 16

1.1s0
2.L95 )..768

96

153
84 l07 85 95 8l 89

Caracas

20
L6 18 15 17

Paramaribo Santiaso de Chile Quito
Lima

,1.899
1.150

91 113 79 101 80

r.777
1.150

90
77 85

r.262

18 i9

AMERIKA TENGATI Mexico Citv
Havana

1.220

r.220
1.038 _ .
1.985

35 35

L7

2.657

T6
I6

20

Panama Citv EROPA BARAT Vienna Brussels Marseilles Paris Berlin Bern Bonn Hamburg
Geneva Amsterdam

_ .3q
264 259 269 269 254 334 254 254

._

r.691 2.839

90 88 84

85 83 79

21 22

23 24 25
26

r.947 2.O22

.?.o??
1.910 2.509

22 22 23 23 22
28

-..?,779
3.I20

rs2
r29

2.373
3.O76 2.799 5.368

ry+t27
L66 127 166 L27

r34

103 101 105

105
99

27 28
29

130
99

" _L9_19
1.910

-

2?22
28 22

- 2.690 2.690
2.776

L?7 * _ 9 e

2.509
i0 1.9

30

334
254

130
99

2.690

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK

-32alam

NO

KOTA

ATK

(or)
(3)

(1)

(21
BROPA UTARA
Jopenhagen

Langganan Koran/ Majalah (ekslempar/ bulan! (4)

Lampu (buah)

Pengamanan Sendiri

Kantong Dlplomatik

(oBl
(6)

(ke)
(71 232
2L3

Jamuan (oH) (8) 110 101 99

(s)
24

3t
32

Helsinski
Stockholm London

2.ILs r.947
1.910 1.966

28r
259 254 26L

3.341
. -2-:_585 3.978 3.749 3.978

33
34

35

Oslo EROPA SELATAN

2.340

3li
145 156 158 161 165 L77 151 177

22 22 22 26

209
2L5

ro2
L27

2F6
108

36
37 38

39 40
4L 42 43

Zaereb Athens Lisbon Madrid Rome

9.+rasvc

1.179 L.275

1.220 t.220 L.270

18 20 20

2.232
2.232 2.776 2.732

rt7
118 12I I23

84 90 91

_?o
2L

93
95

2.732
1.936

r.220
r.220

Eqo.ere4
Vatican EROPA TIMUR

r.220
1.220

22 t9 22

L32
113 86

to2
87

r.669
2.478

ro2
99 86

+ , + ' Bratislava
45 Bucharest

r.220
L.220

t7l 150

22
79 _ 79. 23 I9 .19 19 20

1.668 1.867

t9
47 48 49 50 51

Kig_y -_
Moscow

r:229 _ _ _ . _ ! 4 8 r.220 183

Praque
Sofia

Warsaw Budapest AFRIKA BARAT Dakkar

t.??o
L.220 r.220

_

L48 148 148 161

__ L.73.? 2.375 2.760 _ 2.082 2.O82
2.27L

110 96 95 L17 95

85
i06 85 85 85 93

95 95 103

52 53

n"huie AFRIKA TIMUR Addis Ababa
Nairobi {ntananarive

I.220 _L:22Q

r48
145

6 6

2.34r

2.?eF 2.o7o
7.773

161 158

55
55

53
54 55

2,9?e_
1.895 2.O29

r32
L23 732

sq
D/

Dql Es Qalaee Harare

r.962 2.096

_. 128
i36

5 5 5 5 5

r.967
_ 1.690 7.773

L43 t34 143

13e
148

40 35 35 40 35

ral rr' li

r

KEUANGAN MENTERI HEPUBLIK INDONESIA

33
alam

NO

KOTA

ATK

(orl
(3)

(1) 58 59

(21
AFRII{A SELATAN Windhoek

Langganan Koran/ Mqialah (ekslempar/ bulanf HI

Lampu (buah|

Pengamanan Sendiri

Kantong Diplomatik

(oBl
(6)

(kel
(71 t43

Jamuan (oHl

(s)
o c

t8)
40

2.O29
L.962 1.962 2.096

r32
L28 136

60
61

9sse-lqllr
Johannesburs Maputo AFRII{A UTARA Alsiers Cairo Khartoum Rabbat Iripoli
Iunisia

+?8

5 5

2.398 2.363 1.690
1.805

192
139 148

.1o
40 43

62

L.220
1.170

63
64 65 66 67

t.220

140 L47 151

6 6 7

r.220 r.220
1.220

138

r32
130

6 6 6

1.815 L.493 t.449 i.557 2.L51

139 140 150

40

35 40

r37
131

+o
40
40

r.2L2
1.244

r29
189

A,SIABARAT 68 69
Manama

1.170

4t2

J

51

70
7l 72

Saghdad Amman Kuwait Beirut
Doha

r.220
I.I7O L.T7O

42r
385
363 399 385 381 399 408 372 376 394 376 399 408

5

5
J

r.372 e?8
1..469 1.574

L9+
177 L67 183 177 t75 183

51
47 44 48 47 46

r.220
L.I2O 1..220

5

73
74 7S 76 77 78 79 80 B1

Damascus
Ankara

_9
5 5 5
c

1:515 1.575
2.547 1.250 L.464 1.534 t.469 t.I73 2.547

r.220
t.L70

4a
_ _- . . 4 9 45 46

Abu Dhabi
Sanaa Jeddah

t.L70 L.220

.]97
1.7L 173

Muscat
Riyadh

..-\.r70
1.220

82

Istanbul Dubai A.SIATENGAH

1.220
1.170

5 5 5 5 5

181 L73
183 t87

-

.19
46 48 49

i.250

83 84 85

lashkent

1.220

Astana Baku ASIA TIMUR

1.220 1.220

381 412 439

q
5 6

_ ._ ?.?41
1.150 1.035

2.244 1.150

46 46

1.035

+6
44 45 48 48

86 87 88 89

Beijing

1.220

I-longkong
Osaka

r.270
t.270
1.270

Tolcyo

_ 9 ! _ _ -Uglry-g4e 9 1 Seoul 92 Shanshai

r.229
1.270

r.220

346 346 379 379 365 361 346

6 6 6 6 6 6 6

2.233

?.167
2.055 3.450

47 47 51 51

r.324 2.524
2.233

le

__-. !7

49 47

46 44

r20 r.170 5 J _ 2.t70 r.90 60 1.22I 60 60 60 't5 1.220 1.546 2.362 981 1.170 1.7lor.2:0-89 I.329 2.9 8 2.??.Iamuan (oHl {8) (1) (21 ASIA SELATAN Kaboul Ieheran Colombo Dhaka (41 50 46 44 45 45 45 46 46 (sl 6 5 5 5 (71 t.170 1.170 1.170 T.220 1.t70 I.480 942 ___1.O _ q 0 t.221 - _ ..1?o* 37 _ _ .L70 1.220 r.220 52 52 52 5() 6 6 o o 2.227 1.170 65 60 57 58 89 82 78 79 79 79 81 81 97 98 99 100 Islamabad Karachi New Delhi Mumbai -. 39 49 47 46 47 37 37 5 5 5 5 5 4 4 4 5 4 4 J 1. l.568 642 3.L7O 1.r.917 83 66 69 87 60 62 78 75 74 75 Singapore Vientiane tt4 Yangon 1 1 5 Songkhla L.134 1 .229 L.170 1.220 t26 _ L?7 t28 Wellineton Suva Dilli L.265 97L 75 75 75 73 65 83 83 83 B1 81 66 66 66 _-.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -34Langganan Koran/ Majalah (ekslempar/ bulanf NO KOTA ATK (orl (3) Lampu (buahl Pengamanan Sendiri (oB) (6) Kantong Diplomatik (kg) .t59 2.170 5 5 5 4)4r 1.220 i.480 5 4 4 83 82 83 66 66 _L!_6 Ett4i"e IL7 Tawau ASIA PASIFIK 1 1 8 Canberra 1 1 9 Darwin L20 Melbourne L 2 t Noumea r22 Perth L23 Port Moresbv L_l70 1.220 t.i70 I.170 Ho Chi Minh Johor Bahru Kota Kinabalu Kuala Lumpur Manila 47 47 47 46 46 37 37 37 47 BgrenePnom Penh 1.221 2.945 1r3.495 1.178 r.170 1.220 1.0s2 1.568 2.747 Y/ .1 5 8 6 6 6 6 llq _82 t2s 92 118 89 L23 TL4 LL7 92 86 88 5 5 _ __.220 1. L.220 52 52 50 52 48 49 o L23 t24 t25 Sydney Valimo L.SIATEITGGARA 101 ro2 103 104 105 106 LO7 108 109 110 111 L12 113 Bandar Seri Bagawan Bangkok Davao Citv Hanoi 1.840 t23 123 123 133 oo 92 _ .170 r.329 58 58 59 59 A.170 1._?29 r.350 1._22 100 92 1.L79 r.463 2.553 93 94 95 96 t.2to t.160 642 1.8_0-.

563 72 I 9 9 9 9 9 9 9 616 667 674 688 702 753 645 753 302 4q3 326 330 337 344 262 26s 275 276 275 295 533 _ 539 550 562 516 602 667 721 729 744 760 41 45 45 46 50 43 q69 Jlo 2e9 _ 6 9 ? at4 698 814 368 50 I ^/ .309 -t3.5?e.562 8.038 790 790 1.500 9. Pengadaan tnventaris Kantor.9sq 384 3_q-3 387 43 8 l9 IMERII(A TENGATI Mexico Citv Havana 8..434 33 34 3_q 13.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -35- 3o.97 681 767 767 337 961 320 361 361 300 390 300 300 291 300 400 __400_ 400 409 409 431 400 48 5_l 46 51 5l 46 3s9400 _4_61 409 461 461 4rl9 29r 291 350 350 400 ._J9s ___ 250 261 350 3s0 418 521 366 46 58 4l 52 41 46 39 370 4L3 324 350 Q-ttitgLima 7.918 293 300 300 .96q 427 806 837 437 790 _ 1. 303 223 245 .626 13.9s.001 7.176 73.918 596 585 602 717 352 '242 806 79t 814 969 979 54 50 49 50 60 36 37 11 . 1 0 9 12. .:)_ 585 764 c6J 26 27 2a 29 17._ Sttawa 6 Jan Fransisco 7 loronto I Vancouver I iVaqhington $MERIKA SELATAN t3l {61 r0t 409 I rl 46 46 46 8..496 7.973 63 63 -. dan Konsumsl Rapat Pemeliharaan NO KOTA Kendaraan dinas (Unit/ Tahunl Gedung (m2ltahunf t+l Halaman Pengadaan Inventarls Kantor l^"1 tahunl (51 (orl (6) Pakaian Soptr/ Satpam lstell Sewa Kendaraan (harif Sedan Bus t9l Mobtl Boa Konsumsl Rapat loKl (21 AMERIKAUTARA Shicago 2 Houston 2 Ios Aneeles 4 New York _. Pakaian Soplr/Satpam.441 80 72 80 72 72 80 9 9 9 9 9 9 777 7.t47 80 72 80 80 80 9 q 810 745 /rbb 9 9 9 731 753 896 Oslo EROPA SELATAN Saraievo Zagreb thens Lisbon 695 682 702 835 _.2 Pemeliharaan.176 qq 80 80 72 80 72 9 9 9 o 9 760 745 774 708 695 ?74 _ 731 960 t5L _ _390 293 722 304 722 _ _394 287 642 895 68.408 9.408 9.5.353 80 80 80 9 9 9 681 320 ..9q1 681 9?9 320 a.2tO 7.563 16.176 I7.597 t3.825 72 72 20 P-egeEe-c-ry EROPA BARAT Vienna -.279.639 7.434 1? 80 9 9 9 652 638 609 307 300 247 275 275 232 392 383 350 392 383 44 43 .353 9.353 8.\?.353 8.95r 13:9.776 13.309 13 I to Amsterdam OROPA UTARA 2l 1D 9 9 9 9 9 1.q! t3.O38 - 7il 960 731 s-tis 764 585 790 l9PgI'hecq4 ielsinski Itockholm L.2 642 895 642 377 287 247 377 247 608 596 619 50 52 52 49 64 49 49 64 49 6_r.O13 3q_ 39 40 _._ 6 9 1 695 867 609 3:20 309 10 l1 EqC_ota Brazilia Joenos Aires 63 63 A? o 9 9 9 9 9 9 t2 1? 3:7 408 246 264 32s 250 3_50 350 t4 15 l6 lt 93IggqsParamaribo Santiaeo de Chile 72 63 774 616 688 588 645 361 290 ?e_1 qs9. Sewa Kendaraan.401 !_r 42 43 Madrid Rome Beograd Vatican 12.. 10.692 13.793 9.408 8.563 72 72 72 72 72 72 tt.q -_9.6s9 13.ondon t4.7'90-0 13.r cl 2l 22 23 Brussels Marseilles Paris Berlin Bern Bonn Hamburs Seneva 72 80 ?1 25 13.t42 12.

_F?2 _..154 o.623 70. l33 72 63 OJ 56 57 Dar Es Salaam Harare IFRIKA SELATAN Windhoek Cape Town Johannesburg Maputo AFRIKA UTARA 1O.407 _27F 300 505 550 6a2 744 AFRIKA BARAT s2 53 f)ekkar \il.154 66 OI 72 63 72 72 72 -?.766 I 1.766 o.766 I 1._ 27t-275 389 354 359 376 359 2SO . 72 72 63 77 7A 79 80 8l Muscat Rivadh Istanbul Dubai o. -9sq 300 350 50 4l 51 47 _?_ 9 9 .s22 9.l OJI _ 309 309 309 397 275 275 9?F 505 JUC lofia ^/arsaw }rdanesf r. 9 9 304 308 329 27s_ 250 zrc .j 12..367 4.350 350 350 350 25 50 50 50 150 150 3qo 389 -.399 l l.133 72.9-.?99 10...tl .889 1.--^ 363 300 6s t25 t25 3l 9 9 490 393 419 _.500 72 72 72 9 9 9 9 304 304 325 259 251 251 ?68 25_t253 27t " 244 236 234 275 275 275 294 350 7to 646 686 8 8 8 8 3s0 233 249 733 62 63 64 OJ {!g!ers Cairo Khartoum Rabbat l nDoll 19.t76 1.399 0.l33 t2 o.080 1.367 1. 32s 315 2s9 ?4-2 2s9 251 ztJ -. ?so.?71 275 250 250 250 32 33 30 30 32 30 32 33 350 ISIA TENGAH fashkent \stana 10.?7r 371 407 407 300 300 33 35 U5 _-86 6t .889 l l33 7? 72 72 72 72 a2 a2 83 84 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 490 393 221 ZIJ 350 _s0-o 458 431 474 458 453 474 484 442 191 367 346 380 JO/ 250 2tJ 9.032 43 68 69 70 7l 72 73 74 75 76 ]celqeq {mman 11.2s6 I 1.s00 10. 250 7lo 663 770 663 8 7 8 8 8 7lo 686 304 275 250 264 733 7to 686 733 58 59 60 61 1.863 10.234 \buia AFRII(A TIMUR \ddis Ababa {airobi {nfananerivc 72 72 9 9 ssc 346 315 294 JIJ 204 200 275 275 663 650 tcJ 150 43 42 53 54 J5 I 1.367 9 9 63r 688 309 337 5t 2..990 rku ISIA TIMUR l€ijing :{onskonp fsaka fokyo 63 63 63 9 acJ .399 tt.s00 72 63 9 9 9 9 9 ^_.277 o.905 r0.+z.277 0.275 39_q350 147 469 447 474 444 2rl 275 300 .9_q 300 350 285 275 225 275 3q0 350 1s0 50 25 50 50 33 34 3l 29 oo 50 50 50 _12= 31 3l 363 3_gg.863 72 80 80 80 88 9 9 9 I ssz 436 +5t) 44_7 441 484 444 397 400 436 436 309 309 339 339 20 20 22 22 .367 so5 +2 52 42 42 42 46 l8.889 Lt.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REFUBLIK -36Secta Kendaraan Pengadaan Halaman Pemeliharaan NO KOTA Kendaraan dinas (Unlt/ Tahrrr I Gedung lm2ltahunf Kantor l^tl tahunf 72 72 72 72 72 72 72 72 9 9 9 9 o lorl 731 638 631 Pakalan Soplr/ Satpam lstell lharil Konsumsi Rapat Sedan Bus Mobll Box loKl 44 45 46 47 48 49 50 }ROPATIMUR 3ratislava fucharest fiev vloscow >raoue 3.522 o.889 72 72 OJ Kuwait Beirut Doha Damascus \nkara \bu Dhabi 3anaa Jeddah 72 o.256 11.:3ol 287 244 275 275 ?7s 350 350 350 50 50 150 47 50 46 44 lunisia ASIA BARAT Manama 10.766 o.496 358 287 372 309 250 275 585 510 791 690 642 845 642 642 49 43 r.133 10.644 10.910 0.eol 9.

_ 98s 923 923 923 Aq7 26 27 28 72 72 72 4s 4a _gqo 557 569 476 2.064 2.O04 63 63 63 t12 113 4 l5 l6 17 Pnom Penh Jingapore y'iengane {anson 9.197 8.617 7..229 4.500 7.500 8.520 4.2.F63 2.534 2.s85 10._ fawau TSIA PASIT'IK lanberra Darwin Melboume Noumea Perth Port Moresbv Svdnev Vanimo Wellington Suva Dilli 63 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 I 9 9 9 9 9 s39 2.9q3 2.068 2.592 2.905 72 80 72 72 92 Guanezhou ASIA SELATAN I 9 9 387 37t 371 465 460 441 441 322 309 309 93 94 95 Kaboul leheran 96 97 98 99 100 lolombo Dhaka Islamabad Karachi New Delhi Mumbay ISIATENGGARA 9.592 429 429 8.767 2.229 4.423 4.592 _ .t97 9.500 63 7.t64 9.064 2.443 2.423 55 1?.58s 9.500 )ongkhla 72 63 72 72 63 63 [gq'_q!s__.22L :-.0'64 2.704 .-2.e-.585 9.6!7 8.6t7 4. 2.475 2.437 Gedung lm2ltahunf Ilalaman l^'l tahunl o Pengadaan Pakalan Inventaris Soplr/ Satpam Kantor lstell lorl 391 4t9 414 397 397 lharil Sedan Konsumsi Rapat Mobil Box 326 Bus 4t9 4t4 397 397 loKl 2l 2l 20 20 89 Pyongyans 90 91 Seoul Shanehai r0.446 792 792 792 8ll 811 2.!37 137 112 lt2 -9?7 527 8ll 811 2.679 29 31 29 2A 29 28 29 27 27 ._ 138 140 tt2.767 .475 28 26_ 24 25 ZJ _ 194 134 s.229 8.500 7. 112 690 467 --.732 8.?.064 26 21 22 27 26 26 26 2l 4sg 430 99?.429 420 829 s63 539 533 539 2.423 7.. JOI 334 321 9 9 9 I 9 334 321 334 311 318 600 156 600 56 56 ."ls 515 137 137 527 527 2.155 26 26 26 25 25 2l 2l 2l 240 240 430 430 662 662 240 301 240 250 314 301 297 301 240 tt2 140 430 539 430 444 662 429 662 __lt? 240 _ 116 146 1 4 0 .585 9.-s33. 65 0/ 0 56 575 49 5t) sda 923 997 923 2. .359 9.500 7.585 20 2l 22 23 9.592 2.443 3 .767 29 29 e?q .883 2.905 9.592 2..475 2. 63 63 72 72 63 63 9 9 9 321 149 575 _.2.600 644 68 600 56 5 49 .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -37 Pemeliharaan Sesa Kendataan NO KOTA Kendaraan dlnas lUntt/ 1o..617 4.617 8.585 8.883 2.534 25 25 25 r 0 1 regdql_$ell B_Aeey14! r02 3anokok l03 104 l05 l06 t07 108 l09 110 111 Davao CiW Hanoi Ho Chi Minh Johor Bahru Kota Kinabalu Kuala Lumnur Vlanila Penang 4.737 .563 2.197 9...907 9. 662 21 ll8 l9 9.064 2.443 2. 11 6 2.423 63 63 63 63 63 OJ o 3q1 301 301 294 294 110 140 140 t99 539 g?-.520 4.534 2. 29_7_ 284 9 9 9 9 9 287 287 247 294 294 198 132 t34 s99 509 JIJ 885 420 743 2.592 2.33r 9.101 24 ZJ 72 72 72 72 72 72 72 72 -9 9 Cs+ 334 9 9 9 9 .617 7.

Batas wilayah kabupaten/kota di Provinsi DKI Jakarta meliputi kesatuan wilayah Jakarta Pusat. Terhadap perjalanan untuk kegiatan dalam kabupatenlkota jam (tidak pergi pulang memerlukan waktu tempuh melebihi 8 (delapan) termasuk waktu transit) dapat menggunakan mekanisme perjalanan dinas dalam negeri. Biaya transportasi dalam kota untuk kegiatan rapat dan kegiatan lainnya yang sejenis dapat dibebankan pada anggaran unit penyelenggara kegiatan. Uang transpor kegiatan dalam kabupatenlkota tidak dapat diberikan apabila perjalanannya menggunakan kendaraan dinas dan/ atau untuk perjalanan yang bersifat rutin. Dalam hal perjalanan dalam kota melebihi 8 (delapan) jam pergi pulang termasuk pelaksanaan kegiatannya maka dapat diberikan transpor dalam kota dan uang harian sebesar 75% (tujuh puluh lima persen) dari Satuan Biaya Uang Perjalanan Dinas Dalam Negeri kota berkenaan dan tidak diberikan penginapan. dan Jakarta Selatan. langganan surat kabar/berita wal. d. terdiri dari alat tulis kantor (ATK). c. b. barang cetak. dan air minum . Untuk yang mengharuskan kegiatan dalam kabupatenlkota menggunakan air maupun atau moda transportasi udara dan memerlukan biaya yang melebihi satuan biaya yang ditetapkan. ialah. alat-alat rumah tangga. Jakarta Utara. Satuan Biaya Keperluan Sehari-hari Perkantoran di Dalam Negeri Satuan Biaya Keperluan Sehari-Hari Perkantoran Untuk Satker di Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang dikaitkan dengan jumlah pegawai digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya keperluan sehari-hari perkantoran berupa barang habis pakai yang secara langsung menunjang penyelenggaraan operasional dan untuk memenuhi kebutuhan minimal agar suatu kantor dapat memberikan pelayanan secara optimal.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PENJELASAN STANDAR BIAYA MASUKAN TAHUN ANGGARAN 2OT3 YANG BERFUNGSI SEBAGAI BATAS ESTIMASI Satuan Biaya Uang Transpor Kegiatan dalam KabupatenlKota Uang transpor dapat diberikan kepada pegawai negeri atau non pegawai negeri yang melakukan kegiatan/pekerjaan di luar kantor yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas kantor/instansi yang bersifat insidentil dengan ketentuan masih dalam batas wilayah suatu kabupaten/kota. Jakarta Timur. Catatan : yang a. Jakarta Barat. dapat diberikan secara at cost. Uang transpor kegiatan dalam kabupatenlkota tidak dapat diberikan kepada pegawai negeri atau non pegawai negeri yang melakukan rapat dalam komplek perkantoran yang sama.

petugas pengamatan laut. Satuan ini sudah termasuk biaya observasi lapangan. petugas SROP dan VTIS. petugas bengkel dan galangan kapal kenavigasian. namrln belum termasuk biaya perjalanan dinas peserta. Satuan Biaya Latihan Prajabatan Satuan Biaya Latihan Prajabatan merupakan satuan biaya yar:g digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya latihan prajabatan bagi calon pegawai negeri sebagai syarat untuk diangkat sebagai pegawai negeri. Satuan Biaya Diklat Pimpinan/Struktural Satuan Biaya Diklat Pimpinan/Struktural merupakan satuan biaya digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya diklat penjenjangan pejabatlpegawai yang akan/telah menduduki jabatan tertentu. Rapat koordinasi tingkat Menteri/Eselon I/setara adalah rapat koordinasi yang pesertanya adalah Menteri/Eselon I/Pejabat yang setara. pasien rumah sakit. Satuan Biaya Pengadaan Bahan Makanan Satuan Biaya Pengadaan Bahan Makanan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan bahan makanan. diberikan kepada anggota TNI/POLRI Non Organik. petugas pabrik gas aga untuk suar. 6 Satuan Biaya Konsumsi Rapat Satuan Biaya Konsumsi Rapat merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan konsumsi makanan termasuk minuman dan kudapan untuk rapatlpertemuan baik untuk rapat koordinasi tingkat Menteri/Eselon l/setara maupun untuk rapat biasa yang diselenggarakan di kantor. satker yang memiliki pegawai lebih dari 40 (empat puluh) orang dapat mengalokasikan paling banyak sesuai dengan besaran satuan biaya dikalikan dengan jumlah pegawai. penyandang masalah kesejahteraan sosial.000. ABK aktif pada kapal negara. dapat mengalokasikan paling banyak Rp52.MENTERI KEUANGAN INDONESIA REPUBLIK Satuan kerja yang memiliki pegawai sampai dengan 4O (empat puluh) orang. keluarga penjaga menara suar. narapidanaf tahanan. suar.0O (lima puluh dua juta rupiah) per tahun. namun belum termasuk perjalanan dinas peserta. Satuan Biaya Makanan Penambah Daya Tahan Tubuh Satuan Biaya Makanan Penambah Daya Tahan Ttrbuh merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan makanan/minuman bagi pegawai negeri sebagai penambah daya tahan tubuh. Satuan biaya ini sudah termasuk biaya observasi lapangan.0O0. diberikan kepada pegawai negeri yang jenis pekerjaannya dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan pegawai tersebut. penlaga menara menara yang bagi biaya biaya suar. kelomDoK kelomook tenaga ten kesehatan Kesenatan keri Kefla lv . ABK cadangan pada kapal negara. Sementara itu.

Nusa Tenggara Timur. Kalimanatan Barat. Kalimantan Tengah. Petugas Pengamatan Laut adalah petugas yang melaksanakan survey hidrografi pada alur pelayaran serta melakukan evaluasi alur dan perlintasan serta memonitoring pelaksanaan Sarana Bantuan Navigasi Pelayaran (SBNP). Sumatera Selatan. Pengaturan daerah khusus untuk pengadaan bahan makanan narapidanaf tal:'anan pada masing-masing rayon mengacu pada peraturan Kementerian Hukum dan HAM. DI Yograkarta. Nusa Tenggara Barat. gas disunakan sebasai bahan bakar baei lampu-lampu rnerl. Kepulauan Riau. e. Sulawesi Selatan. Jawa Timur. Petugas Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Traffic Information Seruice (VTIS) adalah petugas yang mengoperasikan peralatan di Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Traffic Information Seruice (VTIS) f. Keluarga Penjaga Menara Suar (PMS) adalah keluarga petugas penjaga menara yang ikut serta dalam bertugas menjaga menara suar. ABK Aktif Kapal Negara adalah awak kapal negara kenavigasian yang ditempatkan dan bekerja di kapal negara kenavigasian pada posisi tertentu pada saat berlayar. Maluku Utara. dan III untuk pengadaan bahan makanan narapidana/tahanan merupakan daerah-daerah yar'g terpencil danfata'u sulit dijangkau yang berada pada masing-masing rayon. Papua. ABK Cadangan Kapal Negara adalah awak kapal negara kenavigasiaan yang siaga untuk ditempatkan pada kapal negara kenavigasian pada saat sandar dan bertolak serta bongkar muat. Satuan biaya pengadaan bahan makanan dibedakan menurut rayon sebagai berikut: Rayon I : DKI Jakarta. Papua Barat. Jambi.Pihak III. Jawa Barat. b. Bengkulu. Daerah Khusus Rayon I. Bali. d.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -40- pelayaran. dan mahasiswa militer/semi militer. Kalimantan Selatan. Gorontalo. Maluku. Kalimantan Timur. Rayon III : Sulawesi Tengah. Non Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Petugas Bengkel dan Galangan Kapal Kenavigasian adalah petugas yang memperbaiki dan merawat sarana prasarana kenavigasian di bengkel navigasi dan memperbaiki serta merawat kapal negara kenavigasian di galangan navigasi. Satuan biaya pengadaan bahan makanan untuk keluarga penjaga menara suar diberikan kepada istri/suami dan anak (maksimal 2 anak) pegawai penjaga menara suar sepanjang keluarga dimaksud mengikuti penjaga menara suar melaksanakan tugas di lokasi pos menara suar. Rayon II : Aceh. Sumatera Barat. . Satuan biaya pengadaan bahan makanan kenavigasian diberikan kepada: a. Bangka Belitung. Petugas Pabrik Gas Aga untuk Lampu Suar adalah petugas yang bekerja di pabrik gas aga di Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP). resclte team. Sulawesi Utara. Lampung. Sumatera Utara. g.ara suar. Sulawesi Tenggara. Jawa Tengah. mahasiswa/siswa sipil. II. Sulawesi Barat. Riau. c.

1 0 Satuan Biaya Toga Hakim dan Jaksa Satuan Biaya Toga Hakim dan Jaksa merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan toga bagi Hakim Agung pada Mahkamah Agung. Satuan biaya pengadaan bahan makanan untuk mahasiswa/siswa kedinasan diberikan kepada mahasiswa/ siswa yang diasramakan. 9 Satuan Biaya Pemeliharaan Sarana Kantor Satuan Biaya untuk Pemeliharaan digunakan Sarana Kantor mempertahankan barang inventaris kantor (yang digunakan langsung oleh pegawai. Satuan atribut/ perlengkapan. Printer. mahasiswa Institut Pemerintahan Dalam Negeri). Penjaga Menara Suar (PMS) adalah petugas yang menjaga dan merawat menara suar agar dapat berfungsi dengan baik. khususnya meja dan kursi). diberikan untuk tahanan yang berada pada rumah tahanan kejaksaan. Akademi Migas). . mahasiswa/siswa sipil (seperti mahasiswa pada Sekolah Tinggi Perikanan. mahasiswa Penerbangan. meliputi: a. dibayarkan kepada pihak/orang yang menerjemahkan naskah asli ke dalam bahasa yang diinginkan. Personal Computer/Notebook. L 2 Satuan Biaya Penerjemahan dan Pengetikan Satuan Biaya Penerjemahan dan Pengetikan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya penerjemahan dan pengetikan. Hakim pada pengadilan negeriltinggi. 1 1 Satuan Biaya Toga Mahasiswa Satuan Biaya Toga Mahasiswa merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan toga bagi mahasiswa pada perguruan tinggi/akademi termasuk biaya sudah negeri. Kelompok Tenaga Kesehatan Kerja Pelayaran adalah petugas kesehatan yang bertugas memeriksa kondisi kesehatan para awak kapal pada saat pengurusan sertifikasi kepelautan. Untuk biaya pemeliharaan genset belum termasuk kebutuhan BBM. serta Jaksa pada Kejaksaan Negeri/Tinggi. i. dan Hakim Pengadilan Pqjak. Hakim Mahkamah Konstitusi pada Mahkamah Konsitusi. dan Genset agar berada dalam kondisi normal (beroperasi dengan baik). b. Satuan Biaya Konsumsi Tahanan Satuan Biaya Konsumsi Tahanan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan paket makanan tahanan. kepolisian. mahasiswa/siswa militer/semi militer (seperti mahasiswa Akademi TNI/AKPOL.MENTERI KEUANGAN BEPUBLIK INDONESIA -4r- h. dan BNN. Satuan biaya tersebut tidak termasuk atribut/ perlengkapan. Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial. AC Split.

besaran tunjangan tugas belajar merqiuk Keputusan Presiden Nomor 57 tahun 1986 tentang T\. sedangkan pembelian inventaris bagi pegawai baru disesuaikan dengan kebutuhan. l7 Satuan Biaya Pemeliharaan dan Operasional Kendaraan Dinas Satuan Biaya Pemeliharaan dan Operasional Kendaraan Dinas digunakan untuk mempertahankan kendaraan dinas a tetap dalam kondisi normal vl/ . Diploma III. dan SPTJM. 15 Satuan Biaya Sewa Mesin Fotokopi Satuan Biaya Sewa Mesin Fotokopi merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya sewa mesin fotokopi yang terdiri dari mesin fotokopi analog dan mesin fotokopi digital untuk menunjang pelaksanaan operasional kantor.MENTERI KEUANGAN REFUBLIK INDONESIA -42- Pembelian 13 Satuan Biaya Penggantian Inventaris Lama dan/atau Inventaris untuk Pegawai Baru Satuan Biaya Penggantian Inventaris Lama danf atau Pembelian Inventaris Untuk Pegawai Baru merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya penggantian inventaris lama dan/atau pembelian inventaris bagi pegawai baru. uang buku dan referensi per tahun. sudah termasuk toner dan biaya perawatan. pengalokasiannya maksimal IOo/o(sepuluh persen) dari jumlah pegawai dan minimal untuk 1(satu) pegawai. dan pendidikan pasca sarjana (Strata 2 (dua) atau Strata 3 (tiga)) yang terdiri dari biaya hidup dan biaya operasional. Penggantian inventaris lama digunakan untuk penggantian meja dan kursi pegawai. L 6 Honorarium Narasumber (Pakar/Praktisi/Pembicara Khususf untuk Kegiatan Seminar/ Rakor/ Sosialisasi/ Diseminasi/ FGD / Ke giatan Sejenis Honorarium Narasumber (Pakar/Praktisi/Pembicara Khusus) untuk Kegiatan Seminar/Rakor/Sosialisasi/Diseminasi/FGD/Kegiatan Sejenis merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya honorarium narasumber non pegawai negeri yang mempunyai keahlian tertentu/pengalaman dalam ilmu/bidang tertentu. yang dalam pengusulannya dilampiri dengan TOR.rnjangan Belajar Bagi Tenaga Pengajar Biasa Pada Perguruan Tinggi Yang Ditugaskan Mengikuti Pendidikan Pada Fakultas Pasca Sarjana. L4 Satuan Biaya Bantuan Beasiswa Program Gelar/Non gelar Dalam Negeri Satuan Biaya Bantuan Beasiswa Program Gelar/Non Gelar Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya bantuan mahasiswa program gelar/non gelar dalam negeri bagi pegawai negeri yang ditugaskan untuk melanjutkan pendidikan Diploma I. RAB. Khusus tenaga pengajar biasa pada perguruan tinggi yang ditugaskan mengikuti pendidikan fakultas pasca sarjana. Diploma IV atau Strata 1 (satu). Biaya untuk pendidikan ditanggung oleh Pemerintah secara at cost sedangkan untuk biaya riset program dapat dialokasikan bantuan biaya riset sesuai kemampuan keuangan kementerian/lembaga masing-masing.

sosialisasi. Gedung/bangunan milik pihak lain (selain pemerintah pusat) yang disewa dan/atau dipinjam oleh pengguna barang dan dalam perjanjian diatur tentang adanya kewajiban bagi pengguna barang untuk melakukan pemeliharaan. tidak termasuk untuk pemeliharaan gedung/bangunan dalam negeri yang memiliki spesifikasi khusus yang diatur berdasarkan ketentuan yang berlaku. Gedung/bangunan milik negara. sound system. roda 6 (enam)/bus dan roda 6 (enam)/bus besar. 20 Satuan Biaya Sewa Kendaraan (per delapan jaml Satuan biaya sewa kendaraan (per delapan jam) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya sewa kendaraan roda 4 (empat). Gedung pertemuan adalah gedung yang biasa digunakan untuk pertemuan dengan kapasitas lebih dari 3O0 (tiga ratus) orang. Catatan: Untuk sewa kendaraan selain kendaraan roda 4 (empat).MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -43- dan siap pakai sesuai dengan peruntukannya termasuk biaya bahan bakar. seleksi/ujian masuk pegawai dan kegiatan lain sejenis. b. pertemuan. menteri serta setingkat menteri) yang melakukan perjalanan dinas dan memerlukan sewa kendaraan dan diberikan secara at cost. kursi. termasuk untuk moda transportasi L/ . L 9 Satuan Biaya Sewa Gedung Pertemuan (per empat jaml Satuan Biaya Sewa Gedung Pertemuan (per empat jam) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya sewa gedung pertemuan untuk pelaksanaan kegiatan di luar kantor seperti rapat. Satuan biaya tersebut belum termasuk biaya pengurusan surat tanda nomor kendaraan (STNK). sudah termasuk sewa meja. dan roda 6 (enam)/bus besar untuk kegiatan yang sifatnya insidentil dan dilakukan secara selektif serta efisien. Untuk sewa kendaraan operasional kantor yang tidak bersifat insidentil atau untuk jangka waktu yang lama. Satuan biaya sewa kendaraan sudah termasuk bahan bakar dan pengemudi. 1 8 Satuan Biaya Pemeliharaan Gedung/Bangunan Dalam Negeri Satuan biaya digunakan untuk pemeliharaan rutin gedung/bangunan dalam negeri dengan maksud rnenjagalmempertahankan gedung dan bangunan kantor di dalam negeri agar tetap dalam kondisi semula atau perbaikan dengan tingkat kerusakan kurang dari atau sama dengan 2Yo (d:ua persen). Satuan biaya pemeliharaan gedung/bangunan dalam negeri dialokasikan untuk: a. roda 6 (enam)/bus sedang. baik dalam satuan bulanan atau untuk tahunan. dan fasilitas gedung pertemuan lainnya. Satuan biaya sewa kendaraan dapat diperuntukkan bagi Pejabat Negara (ketua/wakil ketua dan anggota lembaga negara. satuan biayanya menggunakan harga pasar.

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK

antar pulau di wilayah Indonesia (misalnya: perahu, dan speed boat) dapat menggunakan biaya sewa sesuai harga pasar dan dilakukan secara selektif serta efisien.

2 L Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Pejabat
Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Pejabat merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan operasional pejabat eselon I dan eselon II.

22 Satuan

Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Kantor dan/atau Lapangan Roda 4 Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional danf atau Lapangan Roda 4 merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan roda 4 (empat) operasional kantor dan/atau lapangan guna menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Negara/Lembaga. Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Bus merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan operasional dan f atau angkutan antar jemput pegawai. Sepanjang diperlukan, dapat diberikan ongkos kirim untuk pengadaan kendaraan opersional bus , yang besarannya disesuaikan dengan harga pasar.

23 Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Bus

24 Satuan

Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Roda 2 {Duaf Operasional Kantor Dan/Atau Lapangan Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Roda 2 (Dua) Operasional Kantor dan/atau Lapangan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan roda 2 (dua) termasuk trail yang digunakan untuk operasional kantor dan/atau lapangan guna menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi.

25 Satuan Biaya Pengadaan Pakaian Dinas (Stelf
Satuan Biaya Pengadaan Pakaian Dinas (Stel) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pi:rencanaan kebutuhan biaya pengadaan Pakaian Dinas termasuk ongkos jahit dan atributnya yang meliputi : a. Satuan Biaya Pakaian Dinas Dokter Satuan Biaya Pakaian Dinas Dokter diperuntukkan bagi dokter yang penyediaannya secara selektif, dan diberikan 1 (satu) potong jas per tahun. b. Satuan Biaya Pakaian Dinas Perawat Satuan Biaya Pakaian Dinas Perawat diperuntukkan bagi perawat yang penyediaannya secara selektif, dan diberikan paling banyak 2 (dua) stel pakaian per,tahun. c. Satuan Biaya Pakaian Dinas Pegawai Satuan Biaya Pakaian Dinas Pegawai diperuntukkan bagi pegawai yang penvediaannva secara selektif. dan diberikan paling banyak 2 (dua) stg!

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-45-

per tahun dengan ketentuan sebagai berikut: 1) Harus ada ketentuan yang ditetapkan oleh Presiden pada awal pembentukan satker mengenai kewajiban penggunaan pakaian dinas pegawai; 2) Dalam hal satker yang pada awal pembentukannya tidak terdapat ketentuan yang mewajibkan penggunaan pakaian dinas pegawai, biaya pakaian dinas pegawai dapat dialokasikan setelah memiliki ijin prinsip dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. d. Satuan Biaya Pakaian Seragam Mahasiswaf Taruna Satuan Biaya Pakaian Seragam MahasiswafTaruna diperuntukkan bagi mahasiswaf taruna pada pendidikan kedinasan di bawah Kementerian Negara/Lembaga yang tertentu penggunaan seragamnya telah mendapatkan ijin prinsip dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang penyediaannya dilakukan secara selektif, paling banyak 2 (dua) stel per tahun. e. Satuan Biaya Pakaian Kerja Sopir/Pesuruh Satuan Biaya Pakaian Kerja Sopir/Pesuruh diperuntukkan bagi sopir/pesuruh yang diangkat berdasarkan surat keputusan KPA, dan dapat diberikan paling banyak 2 (dua) stel per tahun. f. Satuan Biaya Pakaian Kerja Satpam Satuan Biaya Pakaian Kerja Satpam diperuntukkan bagi satpam, sudah termasuk perlengkapannya (sepatu, baju PDL, kopel, ikat pinggang, tali kurt dan peluit, kaos kaki, topi, kaos security dan atribut lainnya) dan dapat diberikan paling banyak 2 (dua) stel per tahun. 26 Satuan Biaya Paket Kegiatan Rapat/Pertemuan di Luar Kantor Satuan Biaya Paket Kegiatan Rapat/Pertemuan di Luar Kantor merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya kegiatan rapatf pertemuan yang diselenggarakan di luar kantor dalam rangka penyelesaian pekerjaan yang perlu dilakukan secara intensif. Kegiatan rapatlpertemuan di luar kantor dapat dilaksanakan sepanjang melibatkan eselon I lainnya. Satuan biaya paket kegiatan rapatfpertemuan di luar kantor menurut peserta kegiatan terbagi dalam 3 (tiga)jenis: a. Kegiatan rapatlpertemuan di Luar Kantor pejabat Menteri/Setingkat Menteri adalah kegiatan rapatlpertemuan yang dihadiri paling sedikit 1 (satu) orang pejabat Menteri/ Setingkat Menteri; b. Kegiatan rapatf pertemuan di Luar Kantor pejabat Eselon I/Eselon II yang dihadiri paling sedikit 1 (satu) pejabat Eselon l/Eselon II; c. Kegiatan rapatlpertemuan di Luar Kantor pejabat Eselon III yang dihadiri paling sedikit 1 (satu) pejabat Eselon III. Satuan biaya paket kegiatan rapatf pertemuan di Luar Kantor menurut lama penyelenggaraan terbagi dalam 3 (tiga)jenis: a. Paket Fullboard Satuan biaya paket fullboard disediakan untuk paket kegiatan rapat yang diselenggarakan di luar kantor sehari penuh dan bermalarnf rnenginap. Komponen naket m akomodasi 1 minuman selamat da

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK

-46-

dan kudaPan 2 (dua) kali' ruang pertemuan dan fasilitasnya (termasuk screen projector, podium, fltp chart, uthite board, stand.ard. soind.' sgstem, mikropon, alat tulis, air mineral, dan permen). b . Paket Fulldag Satuan biaya paket fullday disediakan untuk kegiatan rapatlpertemuan yang dilakuka.t di l,.tu,t kantor minimal 8 (delapan) jam tanpa menginap' ko*pott"n paket mencakup minuman selamat datang, makan 1 (satu) kali, rehat kopi dan kudapan 2 (dua) kali, ruang pertemuan (termasuk screen projector, podium, flip chart, uthite board, standard sound sgstem, mikropon, alat tulis, air minezx ral, dan permen). Paket Halfdag paket kegiatan Satuan biaya paket hatfday disediakan untuk rapatlpertemuan-yang dilaliukan di luar kantor selama setengah sehari minimal 5 (lima) jam. Komponen biaya mencakup minuman selamat datang, makan 1 (satu) kali (siang), rehat kopi dan kudapan 1 (satu) kali, Ruang Pertemuan (termasuk screen projector, podium, flip charL uhite board., standard. sound. sgstem, mikropon, alat tulis, air mineral, dan permen). Catatan : a. Dalam hal rapat/pertemuan di luar kantor dilakukan secara bersamasama, hotel untuk seluruh pejabat negaraf pegawai dapat menggunakan hotel yang sama disesuaikan dengan kelas kamar hotel yang telah ditetapkan untuk setiap pejabat negaraf pegawai negeri. b. Akomodasi paketfullboard diatur sebagai berikut: : 1 (satu) kamar untuk 1 (satu) orang Pejabat Eselon II ke atas Pejabat Eselon III ke bawah = 1 (satu) kamar untuk 2 (dua) orang c. Kegiatan yang diselenggarakan secara futlboard dapat dilaksanakan, baik di dalam kota maupun di iuar kota 1) Kegiatan yang diselenggarakan di luar kota, alokasi pada RKA-K/L terdiri atas: biaya transportasi yang diberikan secara at cost, indeks paket pertemuan lfullboard), dan uang harian paket futlboard di luar kota (Lampiran I Nomor 27). 2) Pada kegiatan yang diselenggarakan di dalam kota, alokasi pada RKAK/L terdiri atas: indeks paket pertemuan (fuIlboard/fulldag/halfdad, uang saku dan biaya transportasi dalam kota. d. Besaran uang saku untuk kegiatan rapatlpertemuan di luar kantor, ditetapkan sebagaimana dalam Lampiran I Nomor 27 e. Kegiatan rapatlpertemuan luar kantor dalam rangka penyelesaian pekerjaan yang dilakukan secara intensif harus menggunakan indeks satuan biaya tersebut di atas. 27 Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Dalam Negeri (PP| Satuan biaya untuk pembelian tiket pesawat udara pulang pergi (PP) dari bandara keberanskatan suatu kota ke bandara kota tuiuan. Satuan bi

t- )/
/

c. b. Tarif Ekonomi untuk perjalanan dinas Golongan C dan Golongan D. Untuk perjalanan dinas Golongan C dan Golongan D yang lama ialanannya melebihi B (delanan) iam penerbansan {tidak termasuk waktu 29 . dan Pejabat Eselon I. Contoh penghitungan alokasi biaya taksi: Seorang pejabat/pegawai negeri melakukan perjalanan dinas jabatan dari Jakarta ke Yogjakarta. Klasifikasi Tiket Perjalanan Dinas Luar Negeri : a. Satuan biaya tiket termasuk biaya asuransi. Indeks tarif taksi di Provinsi Kalimantan Timur dihitung dari Bandara Sepinggan (Balikpapan) sampai dengan kota Samarinda. Tarif Ekonomi untuk Pejabat Negara Lainnya dan Pejabat Eselon IIlkebawah. Gubernur/Pejabat Negara Lainnya Yang Setara. Wakil Menteri Gubernur. serta setingkat Menteri. b. maka alokasi biaya taksi sebagai berikut : a) Berangkat biaya taksi dari tempat kedudukan di Jakarta ke Bandara SoekarnoHatta biaya taksi dari Bandara Adi Sucipto (Yograkarta) ke tempat tujuan (hotel/penginapan/ kantor) di Yograkarta b) Kembali biaya taksi dari hotellpenginapan (Yoryakarta) ke Bandara Adi Sucipto biaya taksi dari Bandara Soekarno-Hatta ke tempat kedudukan (Jakarta) Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Luar Negeri (PPf Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Luar Negeri (PP) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pembelian tiket pesawat udara dari bandara di Jakarta ke berbagai bandara kota tujuan di luar negeri pulang pergi (PP). 2a Satuan Biaya Taksi Perjalanan Dinas Dalam Negeri Satuan Biaya Taksi Perjalanan Dinas Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya tarif satu kali perjalanan menuju taksi dari kantor kedudukan tempat bandarafpelabuhan/terminal/stasiun keberangkatan atau dari bandara/ pelabuhan/terminal/stasiun kedatangan menuju tempat tujuan di kota bandara / pelabuhan/ terminal/ stasiun kedatangan dan sebaliknya. . Dalam pelaksanaan anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -47 - tiket termasuk biaya asuransi. Catatan: a. tidak termasuk airport tax serta biaya retribusi lainnya. Klasifikasi Tiket Perjalanan Dinas Dalam Negeri : a. satuan biaya tiket perjalanan dinas dalam negeri menggunakan metode at cost (sesuai pengeluaran). Tarif Bisnis untuk perjalanan dinas Golongan B. Tarif Bisnis untuk Ketua/Wakil Ketua dan Anggota Lembaga Tinggi Negara. tidak termasuk airport tax serta biaya retribusi lainnya. b. Tarif Eksekutif untuk perjalanan dinas Golongan A.

b. 2) Gedung/bangunan milik pihak lain (selain Pemerintah Republik Indonesia) yang disewa dan /atau dipinjam oleh pengguna barang dan dalam perjanjian diatur tentang adanya kewajiban bagi pengguna barang untuk melakukan pemeliharaan. e. satuan biaya tersebut sudah termasuk biaya penggantian ban salju. Kantong Diplomatik. termasuk biaya bahan bakar. c. f. Dalam hal terdapat peraturan dari negara setempat yang mewajibkan asuransi kendaraan. dapat menggunakan tarif bisnis. merupakan satuan bia5ra yang digunakan untuk membiayai tenaga kerja yang ditunjuk untuk melakukan kegiatan pengamanan di kantor perwakilan dan wisma. Pemeliharaan Halaman. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan media cetak. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan kebutuhan alat tulis (misal: kertas. Langganan Koran/Majalah. Jamuan. 30 Satuan Biaya Penyelenggaraan Penpakilan RI di Luar Negeri Satuan Biaya Penyelenggaraan Perwakilan RI di Luar Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya penyelenggaraan operasional perwakilan RI di luar negeri. Pemeliharaan Kendaraan. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pemeliharaan rutin halaman gedung/bangunan perwakilan RI di luar u/ . Lampu. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan penerangan di dalam gedung dan halaman kantor perwakilan d. dan amplop) yang alokasinya dikaitkan dengan jumlah pegawai. biaya asuransi kendaraan dapat dialokasikan sesuai kebutuhan riil dan dilengkapi dengan data dukung yarrg dapat dipertanggungj awabkan. h. Pengamanan Sendiri. ATK. Pemeliharaan Gedung/Bangunan Duta/Konsul. i. Untuk negara yang mempunyai 4 (empat) musim. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengiriman dokumen diplomatik. ballpoinf. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai kegiatan jamuan tamu diplomatik yang dilaksanakan di luar kantor g. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk mempertahankan kendaraan dinas Perwakilan RI di luar negeri agar tetap dalam kondisi siap pakai sesuai dengan peruntukannya. berupa: a. Kantor/Wisma merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pemeliharaan rutin gedung/bangunan perwakilan RI di luar negeri dengan maksud untuk menjaga/mempertahankan gedung dan bangunan kantor perwakilan RI di luar negeri agar tetap dalam kondisi semula atau perbaikan dengan tingkat kerusakan kurang dari atau sama dengan 2%o (dua persen). Satuan biaya pemeliharaan gedung/Bangunan Kantor/Wisma Duta/Konsul di luar negeri dialokasikan untuk: 1) Gedung/bangunan milik negara.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -48- transit).

m. Pengadaan Operasional Kantor Dan/Atau Lapangan (Roda 4). k. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan pakaian dinas harian sopir/satpam pada perwakilan RI di luar negeri. Pengadaan Inventaris. Sewa Kendaraan Sedan. 2) Satuan Biaya Diklat Pimpinan Struktural dan Diklat Prajabatan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2009 Tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Lembaga Administrasi Negara. Konsumsi Rapat. j. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan meja dan kursi pegawai pada perwakilan RI di luar negeri. pengalokasiannya maksimal lOo/o (sepuluh persen) dari jumlah pegawai (home staffl dan minimal untuk 1 (satu) pegawai. Penggantian Inventaris Lama dan/atau Pembelian Inventaris Untuk Pegawai Baru. Pengadaan Kendaraan Roda 2 (dua) dan Operasional Kantor dan/atau Lapangan. 3) Untuk Satuan Biaya Pemeliharaarl dan Operasional Kendaraan Dinas. dimana di dalamnya sudah termasuk makan dan kudapan. Pengadaan Kendaraan Operasional Bus. Sewa Kendaraan. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai kebutuhan biaya sewa kendaraan sedan. 1. Bus. Sewa Mesin Fotokopi. dan Box. dan Pengadaan Pakaian Dinas Dan/Atau Kerja. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai kebutuhan biaya pengadaan konsumsi rapat biasa yang diselenggarakan di kantor. pada beberapa kabupaten diberikan toleransi pengusulan satuan biaya melebihi PMK Standar Biaya sebagai berikut : Provinsi Provinsi dari Satuan Aceh dari Satuan Sumut biava biava L/ . Pakaian Sopir/Satpam. Satuan biaya sewa tersebut sudah termasuk biaya bahan bakar dan pengemudi.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -49- Untuk perwakilan RI di negara yang mempunyai 4 (empat) musim dapat dialokasikan biaya pemeliharaan tambahan diluar gedung untuk fasilitas umum apabila ada ketentuan pemeliharaan dari negara yang bersangkutan sesuai dengan kebutuhan riil dan dilengkapi oleh data dukung yang dapat dipertanggungjawabkan. dan mobil box untuk kegiatan yang sifatnya insidentil dan dilakukan secara selektif serta efisien. sedangkan pembelian inventaris bagi pegawai baru disesuaikan dengan kebutuhan. Pemeliharaan Gedung/Bangunan Dalam Negeri. Pemeliharaan Sarana Kantor. Catatan Umum: 1) Satuan biaya yang terdapat dalam PMK ini sudah termasuk pajak. bus dengan kapasitas 32 (tiga puluh dua) Penumpang selama 8 (delapan) jam.

OB Orang/Bulan d. 1 Lli / .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -50- Nias Selatan dari Satuan biava Provinsi Sumbar dari Satuan biava Provinsi Sulut dari Satuan Papua Puncak Java biaya Provinsi dari Satuan biaya Provinsi Papua Barat Pengertian Istilah: a. OR Orang/Responden h. OJ Orang/Jam b. AGUSD. OH Orang/Hari c. MARTOWARDOJO G NIP. OK Orang/Kegiatan g. ttd. OP Orang/Paket f.W. Oter Orans/Terbitan Salinan sesuai dengan aslinya MENTERI I(EUANGA\T. OT Orang/Tahun e.

LAMPIRAN III PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGCARAN 2013 NoMoR 37 lPYIK. biaya pendukung adalah komponen biaya yang tidak berpengaruh secara langsung terhadap volume output. pelaporan maupun evaluasi. 3. 5. b. pelaksanaan. jasa. pelaporan dan evaluasi. RAB disusun sesuai dengan Format 2 untuk SBK sebagai Total Biaya Keluaran atau Format 3 untuk SBK sebagai Indeks Biaya Keluaran dengan eara memasukkan yang rincian dibutuhkan tiap alokasi anggaran komponen/tahapan yang berisi biaya masukan dengan mengacu pada Standar Biaya Masukan TA 2OL3 dan data pendukung lainnya yang dapat dipertanggungjawabkan. secara tlmum. Pen5rusunan RAB dilakukan dengan menggunakan Aplikasi SBK dengan tetap memperhatikan penggunaan Akun sesuai Bagan Akun Standar. pelaksanaan. Kernenterian Negara/Lembaga tidak perlu melampirkan KAK/TOR untuk usulan SBK yang pernah ditetapkan pada tahun anggaran 2012. menentukan SBK yang diusulkan sebagai total biaya keluaran atau indeks biaya keluaran. menentukan komponen/tahapan sebagaimana dimaksud dalam angka 4 sebagai biaya utama atau biaya pendukung: a. 4. membuat Kerangka Acuan Kegiatan (KAK)/ Term of Reference (TOR) sesuai dengan Format 1. menentukan keluaran yang akan diusulkan menjadi SBK. mengindentifikasi dan mencermati keluaran kegiatan mengacu pada kriteriakriteria SBK. misalnya: harga barang. tahapan dalam pencapaian suatu output adalah sebagaimana fungsi manajemen yaitu. menentukan komponen/tahapan yang benar-benar mempunyai keterkaitan dan kesesuaian dalam pencapaian keluaran kegiatan: a. 6. sedangkan usulan SBK yang berasal dari keluaran kegiatan yang telah ada pada RKA-K/L tahun anggaran 2OL2 namun belum ditetapkan menjadi SBK dapat melampirkan KAK/TOR sebelumnya untuk keluaran kegiatan yang sama. membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB). 2. 7. dan bangunan yang dikeluarkan Pemerintah Daerah. penentuan komponen/tahapan dalam penyusunan SBK sebagaimana pada poin a harus dijelaskan/dijabarkan dalam setiap tahapannya baik pada perencanaan. Penyusunan dan Peng4juan Usulan Standar Biaya Keluaran (SBK) Langkah-langkah yang dilakukan oleh Kementerian Negara/Lembaga dalam pen5rusunan SBK adalah sebagai berikut: 1. 4/'t- . biaya utama adalah komponen biaya yang berpengaruh terhadap volume suatu output. b.OZ / 2OI2 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TATA CARA PENYUSUNAN DAN PENELAAHAN STANDARBIAYA KELUARANTAHUN ANGGARAN 2013 A. perencanaan.

menilai komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran. B . meneliti dan menilai usulan keluaran kesesuaian kriteria SBK yang ditetapkan. Direktur Jenderal Anggaran paling lambat minggu kedua bulan April 2AI2. Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) dalam hal ini Direktorat Anggaran lln/Il bersama Kementerian Negara/Lembaga melaksanakan penelaahan usulan SBK dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. TOR. mengunggah (upload)ftIe backup data usulan SBK ke seruer. Waktu Pengajuan SBK Usulan SBK tahun anggaran 2013 diajukan Kementerian Negara/Lembaga kepada Menteri Keuangan c. c) Contoh Pen5rusunanSBK. Direktur Jenderal Anggaran melalui Sekretaris Jenderal/Sekretaris Kementerian Negara/Sekretaris Utama atau pejabat lain yang berwenang dilengkapi: a) KAK/ToR. b) RAB. dan penerapan Bagan Akun Standar dengan cara memeriksa: . d. meneliti dan menilai penerapan biaya. 9. dan kewajaran komponen/tahapan dengan keluaran kegiatan. kewajaran alokasi anggaran. B. Langkah-Langkah Penelaahan Usulan SBK Penelaahan SBK merupakan kegiatan meneliti dan menilai keluaran kegiatan yang diusulkan menjadi SBK. menandatangani rekapitulasi usulan SBK dan mengajukan usulan SBK kepada Menteri Keuangan c. c) data pendukung (backup data)Aplikasi SBK. 10. membuat rekapitulasi usulan SBK sesuaiFormat 4. meneliti dan menilai komponenltahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan dengan cara memeriksa keterkaitan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -2catatan: a) Dalam hal Kementerian Negara/Lembaga telah melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan yang akan diusulkan SBK. b. danf atau d) data pendukung lainnya yang diperlukan. maka hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan dimaksud digunakan dalam penentuan tahapan maupun pen5rusunan RAB SBK. menyimpan (backup)data usulan SBK. maka harus dilengkapi dengan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) seperti dalam Format 8 dan data pendukung yang dapat dipertanggungj awabkan. Langkah-langkah penelaahan SBK adalah sebagai berikut: 1.q.q. dan rincian pembiayaannya dengan memperhatikan kewajaran komponen/tahapan dan biaya yang digunakan dengan memegang prinsip efisiensi dan efektifitas. dan RAB seperti pada Contoh 1 dan Contoh 2. kesesuaian. C . kegiatan dengan cara menilai c. b) Dalam hal pen5rusunan RAB SBK terdapat jenis biaya-biaya yar:g digunakan di luar Standar Biaya yang telah ditetapkan/disetujui oleh Menteri Keuangan.

Dokumen Hasil Penelaahan SBK Dokumen hasil penelaahan SBK terdiri dari: 1. D .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -3- 1) kesesuaian penerapan biaya utama dan biaya pendukung. 2. 3) kewajaran alokasi anggaran yang diusulkan dengan memperhatikan komponen/tahapan yang digunakan serta volume yang akan dicapai. yang mencakup: a. 4l penggunaan akun sesuai Bagan Akun Standar.paling lambat minggu pertama bulan Mei 2OI2. Direktorat Anggaran I/Illm mengunggah (upload) data hasil penelaahan usulan SBK ke seruer. e. Rekapitulasi Persetujuan SBK Rekapitulasi Kementerian SBK merupakan tiap-tiap daftar SBK Negara/Lembaga yang telah ditelaah dan disetujui Direktur AnggaranIlillUI. 2. 2l kesesuaian jenis dan besaran biaya yang tidak terdapat dalam Standar Biaya Masukan dengan data pendukungnya. besaran SBK yang ditetapkan. catatan. tandatangan Pejabat setingkat Eselon III Kementerian NegarafLembaga dan Kepala Subdirektorat Anggaran l/il|m. maka hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan dimaksud digunakan dalam penelaahan usulan SBK dimaksud. Catatan penelaahan SBK. Direktorat Anggaran Il[lm bersama Kementerian NegarafLembaga terkait menyepakati hasil penelaahan dan dituangkan dalam catatan penelaahan sesuai Format 5 (SBK sebagai Total Biaya Keluaran) dan Format 6 (SBK sebagai Indeks Biaya Keluaran). uraian SBK. mengoreksi hasil penelaahan usulan SBK sebagaimana pada angka 2 dan rriembuat rekapitulasi persetujuan usulan SBK sesuai Format 7. . penempatan akun. 4. c. d. 5. 6. 3. Direktorat Sistem Penganggaran melaksanakan kompilasi usulan SBK dan membuat konsep Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Keluaran (SBK) dan menyampaikannya kepada Direktur Jenderal Anggaran. meneliti. b. tandatangan petugas penelaah dari Kementerian Negara/Lembaga dan Ditjen Anggarant f. Direktur Jenderal Anggaran meneliti konsep Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Keiuaran (SBK) beserta lampirannya dan memaraf rancangan Peraturan Menteri Keuangan tentang SBK serta menyampaikannya kepada Menteri Keuangan untuk mendapat penetapan. Direktorat Anggaran lll!fi menyampaikan rekapitulasi usulan SBK yang sudah disetujui sebagimana pada angka 3 kepada Direktur Sistem Penganggaran. Catatan: Apabila DJA dalam hal ini Direktorat Anggaran I/Illlil telah melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan yang akan diusulkan SBK.

r.. Latar Belakang 1..rgasFungsi/Kebijakan (to) 2.Tahapan dan Waktu Pelaksanaan (1a) D ..... Waktu Pencapaian Keluar2n (1s) E. Dasar Hukum T\.. ...8 ) NIP... Biaya Yang Diperlukan (to) Penanggung jawab (L7l (.. Gambaran UmuP (i1) B. Penerima ![anfaaf (12) Strategi Pencapaian Keluaran 1. Metode Pelaksanaan(13) 2..KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -4- Format 1 KAK/TOR PER KELUARAN KEGIATAN Kementerian Negara/ Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon Il/Satker Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Ukur dan Jenis Keluaran Volume (l) (21 (3) (4) (s) (6) (71 (B) (e) A.. C...

No (1) (2) (3) (4) Diisi nama unit eselonI. Disi nama program sesuai hasil restrukturisasi program. ( 11 ) Diisi gambaran umum mengenai keluaran kegiatan dan volumenya yang akan dilaksanakan dan dicapai. Diisi jumlah volume keluaran kegiatan. kegiatan sesuai hasil restrukturisasi (71 Diisi uraian indikator kinerja kegiatan. Diisi dengan hasil yang akan dicapai dalam program. Contoh : pegawai. ( 1 3 ) Diisi dengan cara pelaksanaannya atau swakelola. waktu pencapaian. strategi pencapaian. siswa. (8) Diisi nama satuan ukur dan jenis keluaran kegiatan. RAB yang merupakan rincian dalam pencapaian diperlukan ( 1 6 ) Diisi dengan lampiran . penerima manfaat. 33 laporan LHP.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -5- PETUNJUKPENGISIAN KAI{/TOR KAK/TOR merupakan. (e) ( 1 0 ) Diisi dengan dasar hukum tugas fungsi dan/atau ketentuan yang terkait langsung dengan kegiatan yang akan dilaksanakan. dan biaya yang diperlukan. 200 orang peserta. gambaran umum dan penjelasan mengenai keluaran kegiatan yang akan dicapai sesuai dengan tugas dan fungsi Kementerian Negara/Lembaga yang memuat latar belakang. (1s) Diisi dengan kurun waktu pencapaian pelaksanaan. petani. Contoh: 5 peraturan PMI(. ( 1 2 ) Diisi dengan penerima manfaat baik internal dan f atau eksternal Kementerian Negara f Lembaga. termasuk jadwal waktu (time table) pelaksanaan dan keterangan sifat komponenf tahapan tersebut termasuk biaya utama atau biaya penunjang. (s) (6) Diisi nama unit eselonII Diisi nama kegiatan. Uraian Diisi nama Kementerian Negara/Lembaga. alokasi dana yang keluaran kegiatan. Volume yang dihasilkan bersifat kuantitatif yang terukur. berupa kontraktual (14) Diisi dengan komp onenf tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan.

MENTEBI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA (r7) Diisi dengan nama penanggung jawab kegiatan (Eselon II I KepaIa satker vertikal). . ( 1 8 ) Diisi dengan NIP penanggung jawab kegiatan.

di It 7iK 8 S zz m o a> Ez P@6{Oq+ON o--@ e H o . H <cDFXC!C'dCX It IF' lrt It\) U EF. z z 5ro N6' -) oq F) AJ H< o H z -r. 6' Dr* EH L x oo fq i P Z oi J r'J0) 5F P) aJ x P g" Fl i.fi1n HeHsI H[il 5x . o o !D $ iv)a . F? 0) i".- i0< !lm : z u! a o + d!D u.x zm U.a Cs) @ '5 { Fi rr 6' tr Hk cffuo o X X X G T N (/t cr p x { X o d N o H tr N F 0q F) .e..l p) p 5-e5!9 .G r 0q 0a N 9x H ooo p P P P V J ^ x x . FX! * . t s g' t. FF U .ln lo lFl t\] z p) H H Al o z o a) o -l H z H ?frF*iL. w-)f6-\ vd H dPHF Hi Hoc qp) F z 0q g) O0) HK PP oop) It 5p w5 H z A) H D @ z H H kti "J o o A) F) E: m p. H P FJ r.^t3 { *J F) F) *l F) N @ r i\ L'J oj P9(DP dX A l H p u.

jumlah volume dan jumlah biaya keluaran kegiatan.. Penomoran/kode komponen/tahapan diisi dengan menggunakan angka yang dimulai dengan 011. No Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan. volume. bahan.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -8PETUNJUK PENGISIANRINCIANANGGARANBIAYA SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA KELUARAN rincian RAB SBK sekurang-kurangnya memuat komponen/tahapan. Contoh: survey. perjalanan.. Diisi dengan akun yang digunakan sesuai dengan Bagan Akun Standar (BAS). jasa profesi. jika ada (oPtional). kajian. Diisi volume keluaran kegiatan Diisi dengan nama sub keluaran ada (optional). misalnya: 0i 1 Komponen A OI2 KomponenB dst . komponen biaya. biaya satuan ukur dari suatu keluaran kegiatan seperti honorarium yang terkait dengan keluaran. (1) (21 (3) (4) Diisi nama unit eselonI Disi nam a pr o gr am hasil re strukturisasi pro gram. (s) (6) (7) (8) Diisi nama unit eselon II Diisi nama kegiatan hasil restrukturisasi kegiatan' Diisi uraian indikator kinerja kegiatan. Diisi nama Kementerian Negaraf Lernbaga. Diisi dengan hasil yang akan dicapai dalam program.. sosialisasi.. . | ^. Diisi nama satuan ukur dan jenis keluaran kegiatan. Diisi dengan uraian detil-detil yang digunakan. satuan ukur. u-torkshop.. pembentuk keluaran kegiatan jika (e) (10) (11) (r2) Diisi dengan nama komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan. Diisi dengan memberikan tanda check lfsf (V) untuk komponen yang termasuk biaya utama Diisi dengan memberikan tanda check lisf (V) untuk termasuk biaya pendukung komponen yang (13) (14) (1s) (16) (17) (18) Diisi dengan nama sub komponen yang digunakan dalam tahaPantahapan yang pencapaian keluaran kegiatan. Diisi jumlah keluaran (lcuantitatifl suatu kegiatan.

Dalam hal biaya satuan ukur tidak terdapat dalam SBM dapat yang dapat lainnya menggunakan data dukung dipertan ggungj awabkan. Diisi jumlah biaya yaitu perkalian dari nomor (L7) dan nomor (19). Diisi dengan alokasi keluaran kesiatan. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. (2rl (22]' Diisi informasi tambahan berkaitan kondisi bagaimana suatu usulan SBK. Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. (2s) {26\ (27) (28]' (2e) (30) (31) Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Kementerian Negara/Lembaga. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. anggaran yang diperlukan dalam pencapaian (231 (24) Diisi dengan nama penanggung jawab kegiatan. . Diisi dengan NIP penanggungjawab kegiatan. (20) Diisi biaya satuan ukur (biaya masukan) yang berpedoman pada SBM. Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA ( 1 e ) Diisi nama satuan ukur masing-masing uraian detil yang digunakan. Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Kementerian Negara/Lembaga.

F o + w Y !) > r1 z z t{l H 't A) A) d z =w i$ 6' ilq 6A) r 2.IEJ lo l4 F) p z A) SI?F'FSFryST 3 o o 'Jl \) zl <l l U Io l o Fll >lo a z FFFH-*Tf.z E9s3OO3cE + dD. ?68 ' o> zz mO @> e ri r-I u. 6 1 F e s E1E s* qr t3 lAt lr+ lo) z 'g Fl o I' n tri 0) o da oq A) FI t'l al *l F1 F I i > xo tf o P f.E' o-9 flt 7* 5r: E = Ft HF. gr9 il#' 6'9 7p) KOC H!) p) { "J p E tr\ 3 P A) p s) H X . Z I P I tul rql E >l <l >1 >l >l F:l * HE6 . o A) K p) u.< ttt m LJ !D' (ne 0) o * a. A) E a N 2 o P. tq Fix oq d H o o\ qF) nlJ '5 .P or' iD 3 d FI cl >l NI >l zl A'. t9 o o o ?4 e A) { p x X o fr o o gq ..is 6' c r EH pk cSw @ e.a { .i i+ . n a F] I :] uc A) 5 A) 5 t\) z x A) z 'U *i a) oq oc o H j g o o p) pr.

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK . kajian. satuan ukur.. Diisi dengan memberikan tanda ctrcck list (V) untuk komponen yang termasuk biava utama. Diisi dengan nama komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan.orangfhart. Diisi dengan memberikan tanda check lfsf (V) untuk komponen yang termasuk biaya pendukung. km. m2. jumlah volume dan indeks biaya keluaran. volume.. Diisi biaya satuan ukur (biaya masukan) yang berpedoman pada SBM. misalnya: 011 KomponenA OL2 Komponen B dst. (21 (3) (4) Diisi nama unit eselon I Diisi nama program hasil restrukturisasi program. No (1) Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan. (12) (13) (14) (1s) (16) (r7) . jasa profesi. Diisi nama Kementerian Negara/Lembaga. Penomoran/kode komponen/tahapan diisi dengan menggunakan angka yang dimulai dengan 0 L L. terdiri dari akun dan detil akun yang diperlukan. perjalanan. (s) (6) (71 (8) (e) (10) (11) Diisi jumlah volume satuan ukur yang dihitung. Diisi nama unit eselon II. Diisi nama keluaran kegiatan.il- PETUNJUK PENGISIAN RINCIANANGGARANBIAYA SBK SEBAGAI INDEKS BIAYA KELUARAN RAB SBK sekurang-kurangnya memuat komponenf tahapan. Diisi satuan ukur detil akun. biaya satuan ukur dari suatu keluaran kegiatan seperti honorarium yang terkait dengan keluaran. Diisi nama kegiatan hasil restrukturisasi kegiatan.000 siswa. kegiatan. Diisi penjabaran dari komponenf tahapan pelaksanaan kegiatan. orang/bulan. rincian komponen biaya... peserta. bahan. orang.. Contoh: survei. sosialisasi. uorkshop. Dalam hal biaya satuan ukur tidak terdapat dalam SBM dapat yang dapat menggunakan lainnya data dukung dip ertan ggun gjawabkan. Contoh: 2. Contohnya: orangljarn. Diisi volume satuan detil akun. Diisi hasil dari program.

@gian dari total biaya dibagi volume. Diisi tanda tangan pejabat Kementerian Negar a I Lembaga.0OO siswa.KEUANGAN MENTEBI INDONESIA REPUBLIK (18) Diisi jumlah biaya yaitu perkalian dari nomor (14) dan nomor (16). suatu (1e) (20) (2Ll (22) (23) (24) Diisi jumlah total biaya seluruh komponenf tahapan. Diisi jumlah volume satuan ukur yang dihitung. Diisi nama pejabat penanggungjawab kegiatan. eselon IV dan pelaksana dari (2s) (261 Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Diisi nama dan NIP pejabat Kementerian Negara/ Lembaga. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. eselon (271 (28) IV dan pelaksana dari Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. Contoh: 2. mencakup situasi dan kondisi bagaimana kegiatan dapat dilaksanakan. (2e) (30) Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. . Diisi keterangan. Diisi NIP pejabat penanggungjawab kegiatan.

..KEUANGAN MENTERI INDONESI. SBK SBK Total Biaya Keluaran SBK Indeks Biaya Keluaran sBI( A (1r) SBK Total Biava l(eluaran SBK Indeks Biaya Keluaran . (4) Surat ...q REPUBT. ' (l) (2) (31 Tahun A Unit Eselon I... .IK ......._tJ - Format 4 Lampiran Nomor Tanggal REKAPITULASI USULAN SBI( Kementerian Ne gara / Lernb aga :...

rekapitulasi usulan SBK. (15) (16) (r7) . Diisi NIP pejabatpenandatangar. Contoh: pelatihan 30 orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. Disi tanggal surat usulan SBK. Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. Diisi nama unit eselon I dan kode unit eselon I Diisi SBK Total Biaya Keluaran yang diusulkan. Diisi jumlah volume keluaran kegiatan yang diusulkan. Contoh: pelatihan 30 orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. dan masing-masing lembar dibubuhi paraf pejabat yang bertanggungjawab./t . (e) (10) (11) Diisi SBK Indeks Biaya Keluaran yang diusulkan. Diisi nama pejabat penanda tangan rekapitulasi usulan SBK. Diisi dengan angka 1 (satu). Catatan Dalam hal rekapitulasi usulan SBK berjumlah lebih dari 1 halaman. Diisi nomor surat usulan SBK. indeks biaya keluaran yang yang (r2) (13) (14) Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. Nomor (15). dan (17) berada di halaman terakhir rekapitulasi SBK. Diisi total alokasi anggaran yang diperlukan dalam pencapaian keluaran kegiatan. Diisi besaran besaran dana diusulkan.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -L4- PETUNJUK PENGISIANREKAPITULASIUSULAN SBK No Uraian Diisi nama surat usulan SBK. (16). Diisi nama anggaran. Kementerian Negara/Lembaga dan kode bagian (1) (2J (3) (4) (s) (6) (7) (8) Diisi tahun anggaran berkenaan. Diisi nama jabatan penanda tangan rekapitulasi usulan SBK.

..1221 Nama/NIP 1. 2. 4.... . Disetujui Oleh: Penelaah K I L Nama/NIP . Jumiah Catatari: (2sl (18) (le) Ditelaah Oleh: Penelaah K / L Nama/NIP 1 . . . 2. .. . . (28) Nama/NIP (301 Tanggal (311 Tanda Tangan (321 . .1241 Tanggal .. . 2.. (291. (2s) Tanda Tangan . 3... . Kementerian Negara / Lernbaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II Kegiatan Indikator Kinerj a Kegiatan Satuan Ukur dan Jenis Keluaran Volume Hasil Penelaahan : (21 (4) (5) (6) (81 (e) (101 SBK (lu Volume (t2l Total Biaya Keluaran (13) Keterangan (i4l daLam ruDnl No AKUN (15) (16) Usulan (17) Hasil Penelaahan 1..126l. .. Tanggal .. .(271 Penelaah DJA TandaTangan .. ... . ...(.. . ..u T A H U NA N G G A R A N : .KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -15- Format 5 CATATAN PENELAAHAN USULAN SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA I(ELUARAN .. .. . 1 2 1 1 Penelaah DJA Tanda Tangan 123l Tanggal . ..

Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. Contoh: 5 peraturan PMK. (25) IV dan pelaksana dari Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana Anggaran @elesaian penelaahan. 2OOotangpeserta. Diisi hal-hal khusus/rekomendasi terkait proses penelaahan SBK. Contoh: 5 peraturan PMK. eselon (1s) (16) (17) (18) (1e) (20) (21) (22) (231 (24r. Dt*ffi (21 (3) (4) Disi nama program hasil restrukturisasi program. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang diusulkan. Diisi kode dan uraian AKUN yang digunakan. Diisi volume keluaran kegiatan. 33 laporan LHP' (t2) (13) (14) Diisi total biava keluaran.KEUANGAN MENTEBI INDONESTA REPUBLIK -16- PETUNJUK PENGISIAN CATATAN PENELAAHAN USULAN SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA KELUARAN No (1) Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan Diisi nama Kementerian Negaraf Lembaga. Diisi jumlah biaya yang disetujui untuk tiap AKUN. (e) (10) ( 11 ) Diisi volume keluaran kegiatan. 33 laporan LHP' Diisi nama SBK. dari Ditjen . ukur dan jenis keluaran kegiatan. Diisi dengan hasil yang akan dicapai dalam program. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang disetujui. Diisi tanda tangan pejabat Kementerian Ne gar a I Lembaga. 200 orang peserta. Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Kementerian Negara I Lembaga. Diisi jumlah biaya yang diusulkan untuk tiap AKUN. Diisi nama unit eselon II (s) (6) (7) (8) Diisi nama kegiatan hasil restrukturisasi kegiatan. Mator Dtt* ""ttt" *t""n kinerja kegiatan.

menyetujui menyetujui hasil hasil dari Ditjen hasil (26) (27) (28l' menyetujui (2el (30) (31) (321' Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan. Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan. yang menyetujui hasil . Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari Ditjen Anggaran. Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari Kementerian Negar a I Lembaga.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA No Uraian Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana Anggaran. Diisi tanda tangan pejabat eselon III yang peneiaahan dari Kementerian Negaraf Lembaga. Diisi tanda tangan pejabat eselon III penelaahan dari Ditjen Anggaran.

261 2. ..KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -18- Format 6 CATATAN PENELAAHAN USULAN SBK SEBAGAI INDEKS BIAYA KELUARAN (l) : TAHUN ANGGARAN Kementerian Negara/ Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II Kegiatan Indikator Kinerj a I{egiatan Satuan Ukur dan Jenis Keluaran Volume Hasil Penelaahan : (21 (3) (41 (51 (6) (71 (81 (e) (10) SBK (l l) Volume {r2l Total Biaya Keluaran (131 Keterangan (14) dalam No ]. (30) Tanggal (3U Tanda Tangan (32) . . 2. (23) I Tanggal l22l Nama/NIP 124l Tanggal (2s) Tanda Tangan . (28l- Nama/NIP .|.l2el Tanggal . (1s) AKUN (16) Usulan (171 Hasil Penelaahan 2. Jumlah Catatan: l20l (18) (1e) Ditelaah Oleh: Penelaah K I L Nama/NIP T (21) Penelaah DJA Tanda Tangan . Disetujui Oleh: Penelaah K / L Nama/NIP l27l Penelaah DJA Tanda Tangan .

KEUANGAN MENTEBI INDONESIA REPUBLTK

PETUNJUK PENGISIANCATATANPENELAAHAN USULAN SBI{ SEBAGAI INDEI(S BIAYA I{ELUARAN No (1) Uraian
Diisi tahun anggaran berkenaan Diisi nama anggaran Kementerian Negara/Lembaga dan kode bagian

(21
(3)

Diisi nama unit eselon I

(41

Disi nama program hasil restrukturisasi program.
Diisi nama hasil dari program. Diisi nama unit eselon II. Diisi nama kegiatan restrukturisasi kegiatan.

(s)
(6)

(7',| (8)

Diisi nama indikator kinerja kegiatan. Diisi satuan ukur dan jenis keluaran kegiatan. Diisi satuan ukur dan jenis keluaran yang diusulkan menjadi SBK. Diisi satuan SBK yang disetujui. Diisi indeks SBK yang disetujui. Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. Contoh: audit investigasi dilaksanakan dalam waktu lima hari. Diisi kode dan uraian akun. Diisi jumlah biaya yang diusulkan untuk tiap akun. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang diusulkan. Diisi jumlah biaya yang disetujui untuk tiap akun. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang disetujui. Diisi tentang penelaahan. hal-hal khusus yang terkait dengan proses

(e)
(10) ( 11 )

(r2)
(13)

(14)

(1s)
(16)

(r7l
(18)

(1e)
(20) (2Ll (22)
(23)

Diisi nama pejabat eselon III dari Kementerian NegaralLembaga.
Diisi nama dan NIP pejabat Kementerian Negar a / Lembaga. Diisi tanda tangan pejabat Kementerian Negar a f Lemb aga. eselon IV dan pelaksana dari

Diisi tanggal penyelesaian penelaahan.
eselon IV dan pelaksana dart

(24)

Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana Anggaran. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan.

dari Ditjen

(2s)

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK

No

Uraian
Diisi tanda Anggaran. tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen hasil

(261
(27l, (28)

Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari l(ementerian Negar a f Lem,baga. Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan.

menyetujui

(2el
(30) (31)

pejabat eselon III yang mg.t penelaahan dari Kementerian Negara/Lembaga.
Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari Ditjen Anggaran. Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan. Diisi tanda tangan pejabat eselon penelaahan dari Ditjen Anggaran. III yang

menYetujui menyetujui

hasil hasil

(321

menyetujui

hasil

KEUANGAN MENTERI INDONESIA NEPUELIX - zL -

Format 7
Lampiran Nota Dinas Nomor Tanggal REI(APITULASI USULAN SBK YANG DISETUJUI
Kementerian negara/lembaga :
(5)

(r) (21 (31

Tahun Anggaran

No

1
I

Unit Eselon I .SBK 2
Eselon J (61 SBK Total Biava Keluaran sBK A t7l

Volume 3

Besaran

Keterangan

4

5

A
I

(8)

(e)

(10)

2
3

SBK B SBK C . dst

B I 2 3

SBK Indeks Biaya Keluaran (11) sBK A SBK B SBK C . dst

(12)

(13)

(14)

II A 1 2 3

Eselon I
SBK Total Biava I(eluaran

SBI{ A SBK B SBK C . dst

B 1 2

SBK Indeks Biaya Keluaran SBK A SBK B SBK C .. dst

3

(1s)
(16)

(18)

lrTl

(le) (20)

contoh: pelatihan 30 orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. Diisi tahun anggaran berkenaan. dan Uraian persetujuan SBK. nomor (15). (16). (I71. (11) (r2l (13) (14) Diisi besaran besaran dana disetujui (1s) (16) informasi yang diperlukan berkaitan dengan SBK Dti"i tr*b"h"" indeks biaya keluaran yang disetujui. dinas. {2) (3) (4) kode bagian (s) (6) Dtt"t (71 (8) Dtt"t SBK T"t"l @me ""*" ""tt "selon I dan kode eselon I. (18). ffi Biaya Keluaran Yang disetujui. contoh: pelatihan 3o orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. Eselon II Kementerian Negara/Lembaga Dffi Pengusul. ""t" Diisi nama Kementerian Negara/Lembaga anggaran. indeks biaya keluaran yang yang Diisi dengan angka 1 (satu).iletakkan pada halaman terakhir dan masing-masing lembar dibubuhi paraf pej abat yang bertanggung jawab.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REFUBLIK 22- PETUNJUK PENGISIAN REKAPITULASIUSULAN SBK YANG DISETUJUI No (1) Minas Dtt=t t""gg"l Diisi nomor nota dinas. keluaran kegiatan yang disetujui' anggaran yang diperlukan dalam pencapaian (e) (10) Diisi total alokasi keluaran kegiatan. informasi yang diperlukan berkaitan dengan SBK Dtt"t t*"b"h"" Total Biaya Keluaran. Eselon II Kementerian Negara/Lembaga @at Dit-t NIP P"l"b. (19) dan (20) d. .t Eselon II Kementerian Negara/Lembaga' Diisi nama Jabatan Eselon II DJA (Direktur Anggaran Ilillml' (r7l (18) (1e) Diisi Nama Direktur AnggaranIlIJlnl (20) Mr Anggaranrlrllrrl Catatan Dalam hal rekapitulasi usulan SBK yang disetujui berjumlah telift dari satu halaman.

Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya. efektif. satuan menyatakan bahwa saya bertanggung jawab penuh atas oleh penggunaan Menteri atas. .1 ) NOMOR:.. . Kode dan Nama Satuan Kerja Kode dan Nama Kegiatan Nama usulan SBK Tahun Anggaran Yang bertanda tangan di bawah ini. saya selaku Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran. . (21 (3) (4) tc. biaya di luar standar biaya yang ditetapkan/disetujui Standar Biaya Keluaran Keuangan dalam penyusunan (SBK) tersebut di Penghitungan satuan biaya tersebut telah dilakukan secara professional.( .. . (6) Pengguna/ Kuasa Pengguna Anggaran (71 . . .... dan disertai data dukung yang dapat dipertanggungjawabkan. efisien.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -23' Format 8 SURAT PERNYATAANTANGGUNG JAWAB MUTLAI{ .

Diisi tempat.MENTEHI KEUANGAN BEPUBLIK INDONESIA -24- TANGGUNG JAWAB MUTLAK PETUNJUK PENGISIAN SURAT PERNYATAAN No Uraian M (1) (21 (3) ffimakegiatan. Diisi tahun anggaran berkenaan. . nama Diisi Anggaran. tanggal. bulan dan tahun. (41 Diisi nama usulan SBK. pejabat Pengguna Anggaran/I(uasa Pengguna (s) (6) (71 (8) Diisi NIP/ NRP.

0q 0) f! 5 F-'t F r{/ F €|ord ooo t rtss g. o9d Fiold "d n L 5S @p.z r! tH z L-J u w z X . r a @ a ag gq co oli d= oJ.fr N.FI X o 6 H 6'q qs o{ aa o d p F iD x u s UC !) gQl >.'t E p r:4 .F zg I a trj a 'd t- e (1 \i t{ H= at rv== 9 Z e . o h n0 o o H0q NP ko DP.'-Fd o^x vL -- 3ZZ z H .H bhi po n -0 .

Mengindentifikasi dan menentukan keluaran yang akan diusulkan menjadi SBK. kegiatan Agung mempunyai Badan Urusan Administrasi Mahkamah Pelaksanaan Pen5rusunan Perencanaan dan Anggaran serta Penataan Organisasi Mahkamah Agung dengan keluaran berupa 5 (lima) Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung. Dalam Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan T\rgas Teknis Lainnya.CONTOH 1 SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA PENYUSUNANSBK KEBIJAKAN BIDANG KELEMBAGAAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIKINDONESIA Kementerian NegaraI Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II/ Satker Kegiatan Indikator Kinerj a Kegiatan Satuan Ukur/ Jenis Keluaran Volume Mahkamah Agung . Mencermati keluaran kegiatan "Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung" dan diambil kesimpulan bahwa keluaran tersebut bersifat berulang dari tahun ke tahun. b. . Menentukan komponen/tahapan dalam pencapaian keluaran Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung serta menentukan sifat biaya dalam komponen/ tahapan sebagai berikut: Keluaran dan Tahapan Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Asune a.RI Badan Urusan Administrasi Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan T\rgas Teknis LainnYa Mahkamah Tersedianya dukungan manajemen dan tugas dalam penyelenggaranya fungsi peradilan Biro Perencanaan dan Organisasi dan Perencanaan Pen5rusunan Pelaksanaan Mahkamah Anggaran serta Penataan Organisasi Agung Kelembagaan Bidang Kebijakan Tersusunnya Mahkamah Agung RI Rekomendasi / Kebijakan Bidang Kelembagaan 5 (lima) Langkah-Langkah Pen5rusunan SBK sebagai berikut: 1. Sifat Biava Pengelolaan data usulan peningkatan kelas pengadilan Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan ditinekatkan Pelaporan hasil peninjauan untuk dijadikan rekomendasi Biaya Utama Biaya Utama Biaya Utama c. 3. 2.

olungKatKan ^ . h. Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk meniadi rekomendasi Persiapan bahan-bahan ketatalaksanaan Penelahaan dan pengkaj ian ketatalaksanaan peradilan s. Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan dibentuk t. Penelahaan dan pengkajian ketatalaksanaan peradilan Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk r' " di..akan QK' dibentuk l. Pelaporan peniniauan untuk diiadikan rekomendasi 4 .. Membuat Rincian Anggaran Biaya (RAB) Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan MA dengan cara memasukkan rincian alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk tiap-tiap tahapan yang berisi biaya masukan dengan mengacu pada SBM dan yang data pendukung lainnya dapat dipertanggungjawabkan ke Biaya dalam Aplikasi Standar dengan memperhatikan penggunaan akun sesuai Bagan Akun Standar. Selanjutnya menjumlahkan alokasi anggaran dari masing-masing tahapan keluaran tersebut sebagai berikut: a.Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan I r .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -27 - d.1--. Rp D* Kp '_ RP Rp Rp n_ K --rD Rp Rp '_ t(P Rp p.asi j. ". T:::f:.. menjadi rekomendasi g. Penelahaan dan pengkaiian organisasi pengadilan f. Pelaporan hasil peninjauan untuk dijadikan c reKomenqasr bahan-bahan yang berhubungan dengan d. Persiapan bahan-bahan yang berhubungan organisasi dan tata keria dengan Biaya Pendukung Biava Pendukuns Biaya Pendukung Biava Pendukune Biaya Pendukung Biaya Pendukung Biaya Utama Biaya Utama Biaya Utama e . Penelahaan dan pengkajian organisasi pengadilan Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk L Q ' i I . Pelaporan peninjauan untuk dijadikan rekomendasi Total Biaya Keluaran Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan MA xxx xxx xxx )o(x xxx xxx xxx xxx )c(x :orx r^/ . Persiapan bahan-bahan ketatalaksanaan h.P Rp n___r(Pxxx'xxx xxx xxx r:r:-__r__.ladikan rekomlnd. Pengelola data usulan peningkatan kelas pengadilan Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan 1_ ' D. organisasi dan tata kerja e. I Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk diiadikan rekomendasi Pengelolaan data usulan pembentukan pensadilan k. Pengelolaan data usulan pembentukan pengadilan yang 1.

dilengkapi dengan KAK/TOR.q. Menyimp an (backup) d. 6 . 7 . data pindukung lainnya serta data pendukung (baclatp data) Aplikasi SBK. Itl .ata SBK Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan MA. Membuat rekapitulasi usulan SBK. Menandatangani gsulan dan rekapitulasi usulan SBK.xxx 5 .an Urusan Aclministrasi Mahkamah Agung kepada Menteri Keuangan c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -28Dengan demikian SBK yang d"iusulkan untLrk mendapat penetapan adalah: Uraian Bidang Kebijakan Rekomendasi RI Agung Mahkamah Kelembagaan Volume 5 Satuan Biava Rekomendasi Rpxxx. untuk selanjutnya diajukan olJh fepala Bad. Ree. Direktur Jenderal Anggaran.

B . Gambaran Umum Bagian Organisasi dan Tata Laksana melaksanakan penataan organisasi dan tata laksana berdasarkan ketentuan-ketentuan yang berlaku atas kebijakan yang telah ditetapkan oleh atasan dan pimpinan di Mahkamah Agung meliputi peningkatan kelas. Pasal 368 menyatakan bahwa Biro Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan pembinaan penJrusunan rencana dan program. review organisasi dan pembakuan ketata laksanaan serta pembentukan pengadilan.RI Badan Urusan Administrasi Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Tersedianya dukungan manajemen dan tugas dalam penyelenggaranya fungsi peradilan Biro Perencanaan dan Organisasi dan Perencanaan Pen5rusunan Pelaksanaan Mahkamah Anggaran serta Penataan Organisasi Agung Kelembagaan Bidang Kebijakan Tersusunnya Mahkamah Agung RI Rekomendasi / Kebijakan Bidang Kelembagaan 5 (lima) Indikator Kineda Kegiatan Satuan Ukur/ Jenis Keluaran Volume A. prosedur dan sistem administrasi serta ketatalaksanaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA _29 _ CONTOH KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE Kementerian Negara I Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II/ Satker Kegiatan Mahkamah Agung . Dalam rangka pencapaian hai tersebut diatas perlu dilaksanakan kegiatankegiatan di tahun yang akan datang ini : a). Latar Belakang Dasar hukum untuk melaksanakan kegiatan ini adalah Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor MA/SEK/07 lIIll2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretaris Mahkamah Agung RI. Untuk penataan organisasi dan tata laksana ditegaskan pada Pasal 383 yaitu Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan dan evaluasi organisasi serta pen)rusunan pembakuan sarana kerja. anggaran. penataan organisasi dan tata laksana serta evaluasi dan pelaporan di lingkungan Mahkamah Agung dan Pengadilan di semua lingkungan Peradilan. r Pengadilan Negeri Pandeglang. q/ .Pelaksanakan peningkatan kelas pengadilan sebanyak 6 lokasi berdasarkan atas usulan yang masuk dan telah memenuhi persyaratan kriteria dan kaslifikasi sesuai dengan Peraturan Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor 01 Tahun 2008 tentang Kriteria Klasifikasi Pengadilan Tingkat Pertama adalah 1) Peradilan Umum : ' Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Kisaran.

3.REPUBLTK')"r. Terciptanya pembakuan barridalam standar proses prosedur dalam kinerja di lingku. SO tafrun tentang eera"dilan Agama.ttg No.i<hirnya tercapainya sasaran program yaitu terwujudnya lembaga penegak hukum yang transparan.J:"'^ MENTERI KEUANGAN . yaitu. Metode Pelaksanaan Metode pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan secara swakelola.Pelaksanaan pembentukan pengadilan baru di 4 lokasi. t<epada para apararur p"ru. Strategi Pencapaian Keluaran 1. . Terciptanya Organisasi dan Tata Keda baru di lingkungan Peradilan yang berada dibawah Mahkamah Agung 4. Pengadilan yang akan dibentuk adalah ' Pengadilan Tinggr Agama Kepulauan Riau . dengan L"ru. Penerima Manfaat Penerima manfaat dari kegiatan yang akan dilaksanakan adalah 1. Pengadilan Negeri Rangkas Bitung.iil"n dlbagian tertentu dalam kegiatan review organisasi dan pembakuan ketatalaksanaan. Terlaksananya pembentukan pengadilan baru di daerah yang mengalami pemekaran wilayah kabupaten/ kota. Pengadilan Tinggi Agama Denpasar ' Pengadilan Tinggi Agama Sulawesi Barat ' Pengadilan Tinggi Agama Irian Barat C. Terlaksananya peningkatan kelas pada pengadilan sesuai dengan klasifikasi pengadilan di daerah 2.*. . D.u. akuntabel dan berkualitas serta memihak pada kebenaran dan keadilan masyarakat d). 49 T-ahun 2OO9.asyarakat *"*p"iot"ft sehingga pada b.ur dalam kinerja di Mahkamah Agung sesuai dengan tuntutan Reformasi Birokrasi dalam terwujudnya lembe'ga penegak hukum yang transparan.grn Vl"fttamah Agung dan Badan Peradilan dibawahnya. Undang-Undang No' Tahun 2OO9tentang Peradilan Tata Usaha Negara' c). akuntabel dan berkualitas serta memih.-ab pada kebenaran dan keadilan masyarakat. beberapa Pengadilan Negeri di wilayah hukum semarang 2) Peradilan Agama : ' Pengadilan agama Muara Bulian ' Pengadilan Agama Kalianda dan Gunung Sugih ' Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Depok b).t datangi lokasi yJng telah ditentukan untuk pelaksanaan kegiatan peningkatan kelas pengadGn dan pembentukan pengadilan dan dengan melibatkan ri"ngadakan plt gt 4i"tt dan evaluasi dengan "". diharapkan pelayanan hukum dapat diperluas kesempatan ni.Undang51 Undang No.Pembakuan Ketatalaksanaan diiaksanakan dengan melakukan pembakuan baru dalam standar proses prosed.Review Organisasi dilaksanakan untuk menyesuaikan struktur organisasi yar-Lgaaa ai Mahkamah Agung RI dengan Pengadilan di + lingkungan peradilan yang dipertegas oleTrUidang-Uttd.

1 =---====. b) Reuieu Organisasi Pada kegiatan review organisasi kegiatan yang dilakukan berdasarkan organisasi dan tata kerja Kepaniteraan dan Kesekretariatan yang berlaku di masing-masing lingkungan peradiian untuk disesuaikan dengan organisasi dan tata kerja yang berlaku di Mahkamah Agung Pusat. Urutan kegiatan yang dilakukan antara lai4 1.MENTERI KEUANGAN REFUBLIK INDONESIA -31 - 2. c) Pembakuan Tata Laksana { -- Pada kegiatan Pembakuan Tata Laksana yang dilakukan pengkajian dan penelaahan atas pedoman yang berlaku dengan pedoman yang telah ditetapkan dengan peraturan yang belaku dari instansi lain. d) Pembentukan Pengadilan Pada kegiatan pembentukan pengddilan--dilakukan berdasarkan berkas usulan pembentukan pengadilan yang dikirimkan. kemudian dilakukan penghimpunan sehingga menjadi 2 rekomedasi sesuai dengan jenis peradilannya untuk disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti ke instansi terkait. Pada tahap ini mengundang pejabat-pejabat terkait pada 4 lingkungan peradilan. Dari banyaknya usulan peningkatan kelas tersebut di Bagian Organisasi dan Tatalaksana dilakukan: 1) Pengelolaan data dari invetarisir surat usulan yang masuk hingga membentuk tim peninjau ke lokasi yang sudah ditetapkan. Urutan kegiatan yang dilakukan antara lain : 1) Persiapan bahan-bahan yang menyangkut organisasi dan tata kerja yang berlaku di masing-masing lingkungan peradilan.)Persiapan bahan-bahan yang berhubungan dengan ketatalaksanaan 2) Melakukan peneiaanan-dtrn -pengkajian dari bahan yang disediakan serta bahan-bahan pendukung lainnya.3) Pelaporan dilakukan berdasarkan penghimpunan sehingga menjadi rekomedasi untuk disampaikan kepadapimpinan untuk ditindaklanjuti \k"-irrstansi terkait.kg Mahkamah Agung yang ditujukan kepada Biro Perencanaan dan OrganiS-asi Bqdan Urusan Administrasi kemudian di himpun di Bagian Organisasi---clan--Tata Laksana. 3) Pelaporan dari lokasi yang sudah dilakukan peninjauan. 2) Pelaksanaan dari peninjauan lokasi yang sudah ditetapkan. Dari banyaknya usulan pembentukan pengadilan tersebut di Bagian Organisasi dan Tataiaksana dilakukan: . 2) Melakukan penelaahan dan pengkajian dari bahan yang disediakan serta bahan-bahan pendukung lainnya. 3) Pelaporan dilakukan berdasarkan penghimpunan sehingga menjadi L rekomedasi untuk disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti ke instansi terkait. Ta}:rap dan Waktu Pelaksanaan a) Peningkatan Kelas Pengadilan Pada kegiatan peningkatan kelas peradilan dilakukan berdasarkan berkas ke usulan peningkatan kelas yang bersangkutan yang dikirimkan dan Perencanaan Mahkamah Agung yang ditujukan kepada Biro Organisasi Badan Urusan Administrasi kemudian di himpun di Bagian Organisasi dan Tata Laksana.

"u'" pimpinan untuk dengan jenis perad. Kurun Waktu Pencapaian Keluaran terus menerus Keluaran kegiatan y"ttg terdiri dari 5 rekomendasi harus dicapai setiap tahun anggaran.ilannya untuk Jisampaikan kepada ditindaklanjuti ke instansi terkait' E.MENTERI KEUANGAN BEPUBLIK ]NDONESIA masuk hingga 1) Pengeiolaan d. ttl/ .RI berjumlah Rp***. Penanggung Jawab NIP.dilikukan peninjauan' kemudian 3) pelaporan dari loka-t sehingga menjadi 1 rekomedasi sesuai dilakukan penghimp. .ata dari invetarisir surat usulan yang membentrrk tim peninjau ke lokasi yang sudah ditetapkan' lokasi Y?'g sudah ditetapkan. -'*". F.""*.. 2) Pelaksanaan dari peninjauan su{ah. sebagaimana RAB terlampir' Demikian Kerangka Acuan Kerja dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Biaya Yang Dibutuhkan Agung Pelaksanaan kegiatan untuk Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah .

> mc) CD> G!) r< ijP tJ rq FH 5H. F E P. fiK HE. fi o.E P il UH N 6ts.O z oFDX <cDFi xc oB :c b) 'dcx :BO (tl !o t\) ( ts H H n 0q N) i)o H g- 'd'd FgF w.ta Hphjp 8 H w.d>pH >oEFF P x [t > cD o c P < ljlm LJ ld irr 6' Qru H HX o a H H $H. $ a iE H tu >c IiH..:R oPf F?(r) E@= cx eP g ["x FH.z r ! cm I i X- ' 2. p.t 0) F oq D) H o r-+ u (-- .rP p.ar E -6' fH + B fi H H $ '5 :F P}JH sd gIPq) f F: € ti X X X X il cffuo 5 F.| gH 1 X X X X ct X .J n H p H P H p P Fd o FJ P n s) g) o Fl 0q A) p tJ i\ PA) Eli oC') !'F) oE 5F) rnP np xia b rW FI A) H < i'PH HP 0)n P p f' P n o p (l) EflgHF[re*giH :dFTEFE E'FFF< P g.*' A. ci F H H 0c E 1 5€ irY6-F) EH ffi$ 6StsK' .q ''H A. I . l.J0)P tqSq Fi B r. [ti #B 6 B t il X X X X H H> offi o X X X X t X X { X nP ^.S 0)u.PPh' PP..1 !) p Er P P ij') a hi a* o F. p iJ 0) $h FF ho pp w p Ft (l) d.9) i5 g P Ed irr o l-{ Ol UH otr hr 0) p d1 d n1 c X o-Q . o?FE tsr'r tsPS tr. Ep nt H F o PP 5' F ct }U p H nr '(J ts z * .FI F EFfi H HS 6 ii: a L Ep 5 Bn :z o + Hcu p a'l q.HH <p zfr (J) oc t.!.rJ /tJ 0) B p q9. 5P "E oqF r ' 5P Z o qq p '\ H B .

e ats. !) H P H I o F.tI HH H (^) CJI N H N) (Jl N) H t\) t\) Yo" .J.J o Fl p) a H . n H H o Ltr. o p) FO rt o P H - r. w n1 Ft H }J H fpi!c oa ) F FR ots HH 'U o 13 Ft H H 6. ^tD >'u Fl b) HA aA) H.i H H G td H tr o H H . p Fl w o ltr. CD DPl EH D)-< rt s? lvp x0q gEU t cr d H 9) H o o a oq X p H a 0c o rd p -.P r+ a (l U Fl E !) P H FJ CJ.l FI d: H p t'r) H Fl u 0q tr v) p a o H gq !) gq H '\ p a) H p H p g n H p H oc p !D H A) g F) P 0q X o d1 . F. l.H HP Pnl Fg vrd HO 5H HP PH t\) H H t rgE o0)o HHH PPY P. 0) fi Fl 5 xH (aH ti @t n1 o H tJ 11_ )v a r+ $ H 0qtr '^lH H H o P p $ H 15.P UP p a F. uc 0q o H H tr !l rl z H I A) A) a) Al H p) . d 0) p) 0l F{ € pl k P p tr' Eg o. (to t\) H td'd ia o. f o.o + (. o c+ n H sl F U F) F) H p H tJ U) P{ H H t' F) (t tu o x n a .Y H o A) v. g U' o r+ rf tfP D AIFd '\ i) il. p) H p p) ts gq a Pm< g Pni r-]g xzm oc o> zz rn 6) u>> I OJ + >z X X X X X X X X X X il X X X X X X X X X X X N X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X il X X X X X X X X X X X X X X H X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X H X X X X X X X X X .. H i7r ll H.c4 DF] 4H V) r+ to -o 0i ilo *B$ Fp F)E -. (h E o Ed n )c o H H H \-.+ fi F' a) o Uc.

|J|u.! F) H gq Fl r+ o r+ P - rt p) o c+ € c'.1 P F ! p t\) tv H h-l p.J . p H p (tt .= lll m ts4 = I ttl n x= z m (fc 9t mo >L 9. |.ts. p H H . p p E It o F) H 6 uJ H w p) P - F)H -P t+ o Fl t+ nl X H onr P p td p d Fl nt H a-O u. o H p) H P pl - gq o I A) v) o H p) F) H H F) p n (/) + 0q H A) H H H p H (h p H P A) p a p H P (l) 0q p) o o H e. oF) ia(D 01 a p Fl H a+ h-t a n r.J o p) n a p H gq p H r-l !l F r< -t t\ F) H p ol p 2.1 X X X X X X X HX X X X X X X X X X X X X X X X il X X X il X X X X X X X X X X X X t X X X X X X X X X X X X X H X X X X X il X x X H X X X X X X X X X X H X t il X X X X X X X X X X il X X X n X X X X . H p H rJ H (.^J oo -. 5 n) -0 H D H . 4 vt p H g g ct) r : + i'6 r tu o H i! P..t.F D i-J 11 F ) !) H ru o (/) Fl ul N) N) H KP (y H q..H uv PA FF1 F' n1 HH p H o H P o p p p H o o HH n.. 'rJ E-i LA.H @ '-l (Jl a\ (Jl Ctl N) N) H FU'g oo .l w o o) H 6.i A )p) 4H P ira lv H P. H tIJ m 0) H !) H 6 I DP h. lD H H e.o w H o 'd tt p f|l p H P r+ o Ft 0q o H FX 'H 6 9-'hr n1 H ! F) H s) F) H P * { JC o 0c H E id H oc H H z H P o H X a o 11 Ft e.

P p) i + o nlH @ iJ- ra -- 0q g . o! p H w PH p. H H Frl *b I+ gq gs LJ o H ff A) H g .5.1 l4Y F) p H I { 0g Fl F) Ft /\ a '\ H 0a p H o H t) orq p . li H !=.: Ol irr \J 0) ol N N) td N) o 0q p 0) H ^tf (rl t\) ts N) lJ HH v^- (/l N) g€ l/\H p t\) (n r+ f-'1 'U H ptsu (no F.(D n E Fr H s) w a) H F) H P . p) iJ o 0q p H p oq H P . U p ts! F) o H o o (+ I a X 'o H.t w p H 7i o' H H ar H 15. $ l{ Hr UH OaHti Yts) l:.!- s) a H F] p) a p H hd F) H |i g) H H o H 0q.1 n i. e 'o H H z H FO n o H H tr .o1 E5 . o rl (. P H H F*i tr t' nt F) 5F m '(J td Ft H p f1 @ 5 ap{ H H d.t HH {x xa.1. FE w o $ D o) HK iF) rl H P ts: X o Fl a+ H nL oiAA r+ P n1 'lJ a f. p 'i a) p) F) r.i .+ 'l A) pl l< um :z L --l qrd xzm oc o> zz mo CD> ... L '* UM pn U pl F d.+ (a |.ts. p H H a. Ed o r. H Pi o n1 q g) p H . nc= o a) A) a+ H p) UFt 'U o o 0) F.z r-tr X X X t t X X X X X X X X X X X X X X X X X H X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X H X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X x X X X X X X X Rt X X X X X X X X X X X X X X X X X t X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X .iHP PH N) H >'! H! aA vn 4. Frl 9) H H F) td H H d 4 p a 7..!.rd o p Ft H 6 pr 'rJ o H lJ r.N) N) HH t\) N) 6.

l F) H 0c F) H i) @> .2 !/ X il il X r z p "d o F X X X X X X X X ot H 0q H 0c X X X nl k € o oq FI - X X . X ii L'J H Fil H . d ^ p w 9l iJ r -l H t- m p c z n H (h F) H td p) FI ..i.1 U r-l F) H x -x zm oc c)> 7z ilt g p .(J o i H o H 0q p) p H 0) H 0q F) lJ p) c/q I H r) t\) H z m H pl orq iJ tr p z td td rl p H o H o !) T < um L I 0q 0c A) !D wm n vz --.t\) H t-l z H P r+ (u ol F) Fi -'l z 'd H Ul N) o -l Fl n N) *l grl gq F) H P o H nl t tEd Eid 'Oo o iiFA H td o p H HS6 ts:! !l-LJ 15.

Dalam program Peningkatan Hubungan dan Politik Luar Bidang Uelalui Kerja Sama ASEAN terdapat kegiatan Kerja Sama ASEAN Ekonomi. -*"**-tt""a) b) Pelaksanaan c) Evaluasi d) Pelaporan 2 . Menentukan komponen/tahapan dalam pencapaian keluaran kegiatan menentukan sifat fi"yr dalarn-komponen/tahapan sebagai berikut: No Sub Keluaran dan TahaPan-TahaPan ASEAN Perencanaan Sifat Biaya Biava Pendukung Biava Utama Biava Pendukung Biava Pendukung Biava Pendukung Biava Utama Biava Pendukung Biava Pendukung 1 . dan 2.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -38- PENYUSUNANSBKINSTITUSIPEMERINTAHDAN NON PEMERINTAH YANG MEMILIKI PEMAHAMANTEKNIS SEKTORAL DALAM KERJA SAMA EKONOMI ASEAN Kementerian Negara f Lernbaga Unit Eselon I Program Unit Eselon II/ Satker Kegiatan Indikator Kinerj a Kegiatan Luar Negeri Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Peningkatan Hubungan dan Politik Luar NegeriMelalui Kerja Sama AS{AN Diiktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN Kerja Sama ASEAN Bidang Ekonomi Pemerintah dan Non. serta 3. Mengidentifikasi dan menentukan keluaran kegiatan yang akan Negeri men3aai SBK. Menentukan satuan ukur keluaran kegiatan adalah Institusi Pemerintah Non-Pemerintah.lumtafr Institusi Pemahaman Pemerintah yang Memiliki Teknis Sektoral dalam Kela Sama Ekonomi ASEAN Institusi Pemerintah dan Non-Pemerintah Nondan Pemerintah Institusi 24 Pemerintah Keluaran Volume dan Satuan Ukur Langkah-Langkah Pen5rusunan SBK sebagai berikut: diusulkan 1. WorksLtop Illeqal Loqqinq in ASEAN a) Perencanaan b) Pelaksanaan c) Evaluasi d) Pelaporan .

OO8. 8 .792. Menandatangani usulan dan rekapitulasi usulan SBK untuk selanjutnya diajukan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri kepada Menteri Keuangan c.7 92. Menentukan indeks satuan Institusi Pemerintah dan Non-Pemerintah yang Memiliki Pemahaman Teknis Sektoral dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN misalnya Rp66.q.000 6 .000 per institusi.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -39- 4.6O3. Membuat Kerangka Acuan Keluaran (KAK). 5. Direktur Jenderal Anggaran. Menyimp an (backup) data SBK.792.OOO Jumlah Institusi Indeks Biava per institusi = Total Biava dibaei 24 Institusi Rp66. Membuat rekapitulasi usulan SBK. . Selanjutnya menjumlahkan seluruh alokasi anggaran pada masingmasing komponen/tahapan dan menentukan volume yang menjadi penentu indeks satuan sebagai berikut: Total Biava Rp1. 9 .OOO Dengan demikian SBK yang diusulkan untuk mendapat penetapan adalah: Jenis Satuan Institusi Biaya Institusi Pemerintah dan Non-Pemerintah yang Memiliki Pemahaman Teknis Sektoral dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN Rp66. 7 . data pendukung lainnya serta data pendukung (baclatp data)Aplikasi Standar Biaya. dilengkapi dengan RAB. Membuat Rincian Anggaran Biaya (RAB) keluaran kegiatan dengan cara memasukkan (input/ rincian alokaii anggaran yang dibutuhkan untuk tiap-tiap tahapan yang berisi biaya masukan dengan mengacu pada SBM dan data pendukung lainnya yang dapat dipertanggungiawabkan ke dalam Aplikasi Standar Biaya dengan memperhatikan penggunaan akun sesuai Bagan Akun Standar.

S ni I r.Hs) p) cD PB g' A' p H l"_ n."' t H f iglFrFFq t E.E'P.cl. ts '.6.r -* h B H.fl o.g 9.z lTt 0) E F F." s Ea$ F{i m el? H r.J 0) E Pi . i$ HI F$ '_Fe s-.q ?74-. e z .-* hl (-P Frtr X X X X X X X X X X X X cKcu 'itr6' tr kq tl ci tr FI 9) H X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X fi x \ a a -t N o r q- \ .N) H ts U) H P.1. s) H a H F) H o 5 .J 0) F) tJ tD H H $ fl$v-8r.u. h' U) s) iJ a N al' t\) H N) t\) D) A H H Hp v) a H . *zui'F 3 ryH HHgHBEBEF: " 9uu PO) natFE'EgFg EE$E H Eio H I= !lm :1 r !gm L_tr XI FX q H 5 6E ' cn> . p o 9) H P :g a Fs $ E rsrs aeB + * [ ff l $ [r g g q€ B.r Fl '6 F d H Fi X X X X X X X X X o T EH F Hg t= J o-E X X X X X X .8.8i H g . KB -. 5 HFg "Eq S iJ S F FFSFryFF f tt &ei*'il. 0) H nl H H p z N p) FJ ) p H tH H .F F p.FFs p.> mO < g (l0) tsF HEd k c0) r< '.H> ti9iD tri$H I H P '-[ FF $ il 0q A) O o r+ H o H w tr o o pl F) H o p a H -s Iq a\ p) w D E. p orq pc F" F' .f Ul N . f F8. H P * 5 d € r^ tE -z cW. rnP B P p> rc iJ 5. o !) (Jl N) .n: 0) p) i PF'"$EH $'B ff ?o iH oh't.H O " Z E9 ' H g FrniFScupE{F 5 9 rd (D H H z FH Fc.

p) F) Fri Ed H H N ts \o w o 0) ft n1 t0 a) a) H D H 5. p w p Ft nl H Ft H F) Ft' $ H P )c z t) z P a-\ p H P a ffj n H FD H H z /1 U Ft n H z o Fl p a H H.t) o d FJ p (tl 6. w F) A) Ft w F] )q H p F) H t0 a 9) g) n) F) H o H w o o A) F) H . p F{ o w p) o z . Es) p t w A) Fl g) p H H H H E. tH H P t' p H z s) tp) H H P !D 0) t' !) H. F N) N) N ts P H ! w o 0) w d o o F) A) 5 H p) FJ w w n1 Ft H \o Fil 8.= P S x= zm a> Fz 9"= rnO X X X X X X il X X X X R H X X X X X X X X n X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X x X X X X X X il X x X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X il H X X X X X X X X X X H X X X t X X X X X fr X X X X X X X X X X X il X X X X X X x X X X X X X X X X X X X X a X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X il .u @ r+ a 4 H Ul (tl P ul w N) v) N) r-l p FJ (/) t\) t\) t\) a+ H H F Ol N) N) H \o N) H t\) v) A) H D) 0) H v ul N ln Ul t\) H -. p) H o oi H w o H a a N \o fTl w H v) r+ N) N) H - \o w w o o p) s) P t. n z U P tH P tJ z o p (h H p U) Fl p @ H p o A) v) P !) p.. P H H H P H P P P F) p A) p) AF t.o H H H Frl F A td OJ N) A (. o }{ H rrl p H (Jl Ul I w \) B N) ul ul H N) N) o n1 t\) a r a.1 >i. (J) a+ \J o H cr € o' .

.^ o 0q F) - .. "J p) 0q F) H tz t> IZ N z d .i a TE ts rE Ctt t\) N) F K n H f1 H \. z L.J n L.^ o 00 . w o n\ H *l pl p p H d.-.P F-i z *< :z u{ ttT !!m a FJ p x= zm (fC rv r p' rtAI m6) @> o> zz . H P IJ RK hz vt4 A-H P.H r+ o A) L..i €E ?FA E oz €o FZ U Fi \' H o H p 0q H 0c e oq p o o I € lD oP{ o t! b' o (r) { @ N) . -l (1 l-1 H t'..-r! !l Fl .z *l oq p.a ..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful