Anda di halaman 1dari 3

SUPLEMEN MAKANAN Berbeda dengan algae atau rumput laut yang merupakan makanan lengkap, suplemen bukan makanan.

Suplemen adalah substansi penting atau zat gizi berupa vitamin, mineral, atau asam amino yang disarikan dari bahan makanan yang berasal dari hewan maupun tumbuhan. Dikemas dalam bentuk tablet, cairan atau dimasukkan ke dalam kapsul. Perlu diingat bahwa suplemen bukanlah pengganti makanan, melainkan hanya tambahan atau pelengkap. Bila dikonsumsi dalam dosis tertentu atau dikombinasikan dengan suplemen lain, dapat membantu menjaga kesehatan senantiasa dalam kondisi puncak. Ada pendapat yang menganggap suplemen tidak penting. Mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, tidak berlebihan dalam mengkonsumsi lemak, gula, dan garam, sudah cukup menurut mereka. Saran ini memang masuk akal. Tetapi, tidak semua orang memiliki sistem tubuh dan kebutuhan energi yang sama, begitu pula lingkungan hidup dapat mempengaruhi kebutuhan gizi seseorang. Wanita memiliki problem kesehatan yang khas, yang dapat diredakan oleh suplemen. Sindroma pra haid dan gejala menopause adalah sebagain problem yang harus dihadapi wanita. Belum lagi sistem hormon wanita yang mengalami pasang surut, sejalan dengan masa menstruasi, hamil, menyusui, dan akhirnya menopause. Lingkungan hidup yang telah berubah semakin tidak ramah, seperti ozon yang berlubang, polusi air dan udara, serta penggunaan pestisida, berdampak pada makanan yang kita konsumsi. Belum lagi gaya hidup serba cepat yang rentan stress dan konsumsi makanan cepat saji, dapat meningkatkan resiko penyakit-penyakit degeneratif. Kapan Suplemen Dibutuhkan Suplemen dibutuhkan bila kita tak memiliki pola makan yang tak teratur, misalnya makan sekenanya saja. Juga bila Anda termasuk pekerja keras dan tidak memiliki waktu untuk berolahraga secara teratur. Wanita yang hamil dan menyusui juga sangat membutuhkan suplemen. Atau, bila Anda sedang mengalami haid, karena pendarahan menyebabkan zat-zat penting dalam tubuh menjadi luruh. Cara Memilih Suplemen yang Tepat Baca label dengan cermat. Ini perlu untuk mendapatkan suplemen yang tepat. Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan dalam membaca label : 1. Suplemen natural biasanya memberitahukan bahwa suplemen tersebut berasal dari sumber-sumber alami, sebagai salah satu daya pikatnya. Tetapi, yang berasal dari bahanbahan sintesis tidak mencantumkannya. 2. Unsur tambahan. Jangan terkecoh dengan botol suplemen yang berat karena bisa saja mengandung zat-zat tambahan yang sebenarnya tidak diperlukan oleh tubuh. Zat-zat

3. 4. 5. 6.

tersebut biasanya berupa gula, tepung, ragi, garam, pewarna buatan, pemutih, penambah rasa, atau pengawet. Dosis anjuran yang aman untuk dikonsumsi. Tanggal kedaluwarsa. Nama produsen, distributor beserta alamatnya. Bila label tidak mencantumkan ketiga hal yang secara hukum wajib tertulis pada label, jangan tergoda oleh harga yang murah. Saran penyimpanan, biasanya tercantum : Simpan di tempat sejuk, kering, jangan terkena sinar matahari langsung untuk menjamin benefit yang maksimal dari suplemen tersebut.

Jenis-Jenis Suplemen Dari sekian banyak suplemen yang ditawarkan di pasaran, yang terbaik menurut penelitian terakhir adalah suplemen yang masing-masing mengandung vitamin A, grup vitamin B (thiamin, riboflavin, niacin, B-6, B-12, asam folat, biotin, dan pantothenic acid), vitamin C, vitamin D, vitamin E, vitamin K, kalsium, krominum, zat besi (terutama untuk wanita), magnesium, mangan, dan selenium. Suplemen Vitamin A dan D Vitamin A dan D yang terbaik berasal dari minyak ikan. Namun, lebih baik mengkonsumsi minyak ikan dalam bentuk cairan ketimbang yang dikemas dalam bentuk kapsul. Dianjurkan tidak membeli vitamin-vitamin yang telah melalui proses hidrogenisasi (proses kimia yang dimaksudkan untuk membuat minyak menjadi tahan lama), karena dapat mengurangi nilai gizi yang dikandung suplemen tersebut. Perlu diingat, sebaiknya jangan mengkonsumsi vitamin A dan D (serta vitamin E) dalam bnetuk tablet. Ketika diproses menjadi tablet-bentuk bubuk yang dipadatkan-vitamin-vitamin ini kehilangan hampir semua nilai gizinya. Ketiga vitamin ini sebaiknya dikonsumsi dalam bahan dasar minyak. Suplemen Vitamin K Vitamin K tidak dianjurkan untuk dikonsumsi sebagai suplemen yang terpisah, melainkan dalam bentuk multivitamin. Fungsi utama vitamin K adalah memeprbaiki kondisi darah. Dokter hanya akan menganjurkan mengkonsumsi suplemen vitamin K pada pasien hemofilia atau yang mengalami perdarahan. Suplemen Vitamin D Tidak ada dosis anjuran khusus untuk suplemen vitamin D. Para ahli berpendapat, sebaiknya dikonsumsi dalam bentuk kombinasi multivitamin. Sebab, kelebihan vitamin D dapat membawa kerugian, seperti merusak hati dan organ tubuh lainnya. Suplemen Vitamin B Kompleks.

Vitamin B Kompleks sebaiknya jangan terpapar sinar matahari langsung karena dapat merusaknya. Dianjurkan agar vitamin B Kompleks disimpan di tempat yang kering dan teduh. Bila disimpan dalam