Anda di halaman 1dari 2

iii

ABSTRAK

Zakat adalah hak tertentu yang diwajibkan Allah SWT pada harta orang
Islam untuk di berikan kepada pihak-pihak yang telah ditentukan oleh Allah
dalam AlQuran. Sementara pajak menurut Soemitro adalah peralihan kekayaan
dari pihak rakyat kepada kas negara untuk membiayai pengeluaran rutin. Fungsi
pajak sebagai alat negara untuk melakukan redistribusi pendapatan atau kekayaan
berhadap-hadapan dengan fungsi zakat yang secara substansi memiliki beberapa
kemiripan.
Dalam kaitan ini, penetapan UU No 38 tahun 1999 tentang pengelolaan
zakat dan UU No 17 tahun 2000 (sebagai perubahan atas UU No 7 tahun 1983)
tentang pajak penghasilan dapat di pandang sebagai langkah maju menuju sinergi
zakat dengan pajak. Secara teoritis tidak terdapat permasalahan dalam
implementasinya. Tetapi secara teknis, permasalahan umumnya ada pada saat
Wajib Pajak Orang Pribadi mengisi formulir SPT Tahunan Pajak Penghasilan
yang menjadi Lebih Bayar. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang diperoleh secara
langsung yaitu dari wawancara dan observasi. Sedangkan data sekunder berasal
dari hasil seminar, majalah, dan lain-lainnya. Teknik pengumpulan datanya
menggunakan riset kepustakaan dan penelitian lapangan. Data yang telah
terkumpul penulis analisa dengan menggunakan metode analisa terhadap studi
kasus yang terjadi pada beberapa wajib pajak
Zakat penghasilan yang ada pada formulir 1770 dapat menyebabkan
perbedaan hasil perhitungan penghasilan kena pajak jika dibandingkan dengan
lampiran yang mengikutinya yaitu formulir 1721 A1 atau 1721 A2. Hal ini juga
berlaku pada formulir 1770 S. Lain halnya dengan Wajib pajak badan, tidak
terdapat permasalahan karena zakat di kategorikan sebagai biaya-biaya lainnya.
Hasil dari penelitian yang sudah dilakukan adalah bahwa formulir Surat
Pemberitahuan (SPT) Tahunan 1721 A1 dan A2 belum mendukung pencantuman
Zakat penghasilan pada SPT Tahunan 1770 dan 1770 S yang nyata-nyata telah
iv

dibayarkan Wajib Pajak kepada Badan Amil Zakat (BAZ) atau Lembaga Amil
Zakat (LAZ) yang resmi dan dapat dijadikan pengurang Penghasilan Kena Pajak.