Anda di halaman 1dari 23

Pembimbing: dr. Alif Mardijana, Sp.KJ dr. Justina Evy Tyaswati, Sp.

KJ

Definisi . . . .
Personality prosopon/persona (yunani)
Topeng yg biasa dipakai artis dalam teater

Kaplan dan saddock


totalitas sifat emosional dan perilaku yang menandai kehidupan seseorang dari hari ke hari

Gangguan Kepribadian (DSM IV)


pola yang bersifat menetap dalam mempersepsi, memikirkan, dan berhubungan dengan lingkungan dan dirinya sendiri

Kriteria Gangguan Kepribadian


1. 2. 3. 4. 5. 6. Disharmoni sikap dan perilaku yang cukup berat Pola perilaku abnormal berlangsung lama Bersifat pervasif dan maladaptif Selalu muncul saat anak-anak atau remaja, dan berlanjut saat dewasa Menyebabkan personal distress Tidak selalu berkaitan dengan masalah2 dalam pekerjaan dan kinerja sosial

Faktor Genetika

Etiologi

Pada kembar monozigot kesesuaian kepribadian >> kembar dizigot Introversi sosial, ada predominasi genetik Masih terus diteliti

Penelitian gangguan psikiatrik pada 15000 pasangan kembar di Amerika Serikat Gangguan Kepribadian kelompok A, B, C

Faktor Tempramental Faktor Biologis


Hormonal Neurotransmitter Elektrofisiologi

Faktor Tempramental
Faktor temperamental yang diidentifikasi pada masa anak-anak mungkin berhubungan dengan gangguan kepribadian pada masa dewasa
Anak yang secara temperamental ketakutan mungkin mengalami gangguan kepribadian menghindar

Gangguan kepribadian tertentu mungkin berasal dari kesesuaian parental yang buruk; yaitu ketidak sesuaian antara temperamen dan cara membesarkan anak
seorang anak yang pencemas dibesarkan oleh ibu yang sama pencemasnya adalah lebih rentan mengalami gangguan kepribadian dibandingkan anak yang sama yang dibesarkan oleh ibu yang tenang

Hormon

Hormonal

Neurotransmitter Elektrofisiologi

Kadar Monoamin oksidase (MAO) trombosit yang rendah telah dihubungkan dengan aktivitas dan sosiabilitas Pelajar perguruan tinggi denga MAO trombosit rendah aktivitas sosial >> Kadar MAO trombosit yang rendah ditemukan pada beberapa pasien skizotipal. Kadar endorphin yang tinggi mungkin berhubungan dengan orang yang flegmatik-pasif. Perubahan EEG ditemukan pada beberapa pasien dengan gangguan kepribadian, paling sering pada tipe antisosial dan ambang dimana ditemuka aktivitas gelombang yang lambat.

Klasifikasi

Jenis Gangguan Kepribadian Gangguan kepribadian Paranoid


Berlebihan pada kegagalan dan penolakan Kecenderungan menyimpan dendam Kecurigaan yang berlebihan Perasaan bermusuhan dan ngotot tentang hak pribadi Kecurigaan berulang, tanpa dasar tentang kesetiaan seksual dari pasangan Merasa diri penting secara berlebihan Pre okupasi dengan penjelasan2 yang bersekongkol

Sedikit aktivitas yang memberikan kesenangan Emosi dingin, afek datar , atau tidak peduli Kurang mampu mengekspresikan kehangatan, kelembutan, atau kemarahan terhadap orang lain. Tidak peduli terhadap pujian atau kecaman Kurang tertarik terhadap pujian atau kecaman Kurang tertarik terhadap pengalaman seksual Hampir selalu memilih aktivitas yg dilakukan sendiri Preokupsi dengan fantasi dan introspeksi yg berlebihan Tidak punya teman dekat dan tidak ada keinginan untuk menjalin hubungan dekat Sangat tidak sensitif dengan norma

Gangguan Kepribadian Skizoid

Gangguan Kepribadian Disosial


Bersikap tidak peduli dengan perasaan orang lain Sikap yang amat sangat tidak bertanggung jawab terus menerus serta tidak peduli norma, aturan, dan kewajiban sosial Tidak mampu mempertahankan suatu hubungan agar berlangsung lama Toleransi terhadap frustasi sangat rendah, termasuk tindakan kekerasan Tidak mampu mengalami rasa bersalah dan menarik manfaat dari pengalaman Sangat cenderung menyalahkan orang lain, atau menawarkan rasionalisasi yang masuk akal, untuk perilaku yang membuat pasien konflik dengan masyarakat.

Gangguan Kepribadian Emosional Tidak Stabil


Ledakan-ledakan amarah

Agresivitas terhadap stres yang kecil tanpa mempertimbangkan akibatnya

Menyesal segera setelah kejadian namun hanya sesaat


Tidak dapat menguasai saat kejadian berlangsung ledakan afektif terjadi disorganisasi pada persepsi, penilaian, dan pikirannya

Terdapat dua varian yang khas yang berkaitan dengan impulsivitas dan kurangnya
kontrol diri ( tipe impulsif dan tipe borderline) tipe borderline telah mengembangkan suatu gaya hidup yang seakan-akan telah

membeku, kaku dan sering secara relatif bebas cemas tetapi meliputi cara hidup
yang maladaptif tetap sukar diringankan secara simtomatis

PEDOMAN DIAGNOSIS MENURUT PPDGJ III (F60.3) Terdapat kecenderungan yang mencolok untuk bertindak secara impulsif tanpa pertimbangan konsekuensinya Dua varian khas yang berkaitan dengan impulsivitas dan kekurangan pengendalian diri F60.30=tipe impulsif F60.30=tipe ambang (borderline)

Penanganan Pada waktu episode akut bila perlu masuk rumah sakit. Dengan bimbingan, anjuran, nasihat serta SSRI dan obat antianxietas kemungkinan penderita akan pelan-pelan stabil

GANGGUAN KEPRIBADIAN HISTRIONIK


Egosentrik dengan emosi yang tidak stabil Menarik perhatian dengan emosi yang dibuat-buat Sugestif, lekas tersinggungg tapi dangkal Prilaku yang dramatis dan berdusta sering berdusta, pseudologi fantastika Terlalu peduli dengan penampilan fisik, provokatif, menggoda, namun kadang dingin Dalam keadaan sres kurang mampus membedakan antara kenyataan, fantasi dan keyakinan akan motif orang lain mendekati waham Tidak dapat menyatakan perasaan secara tepat menggunakan gerakan bean untk komunikasi Lebih sering pada wanita

PEDOMAN DIAGNOSIS MENURUT PPDGJ III F60.4 Gangguan kepribadian dengan ciri-ciri a. Ekspresi dan emosi yang dibuat-buat (self dramatization), seperti sandiwara (theatricality), yang dibesar-besarkan (exaggerated); b. Bersifat sugestif, mudah dipengaruhi oleh orang lain aatau oleh keadaan c. Keadaan afektif yang dangkal dan labil d. Terus menerus mencari kegairahan ( excitement), penghargaan ( appreciation) dari orang lain, dan aktivitas dimana pasien menjadi pusat perhatian e. Penampilan atau prilaku merangsang (seductive) yag tidak memadai f. Terlalu peduli dengan daya tarik fisik Untuk diagnosis dibutuhkanpaling sedikit 3 dari gejala diatas.

GANGGUAN KEPRIBADIAN ANAKASTIK


Ciri utama kepribadian anankastik adalah perfeksionisme dan keteraturan (ketertiban dan kerapian). Kaku, pemalu, spontanitas kurang, mempunyai pengawasan diri yang tinggi Menganut norma-norma dan stik seara berlebihan Memaksa orang lain untuk mengikuti caranya dan enggan menyetujui orang lain melakukan sesuatu Jika dipaksa bekerja dalam keadaan yang tidak dapat diawasinya maka ia akan cemas, marah, benci dan curiga Bila dilangkahi dalam promosi atau pujian akan muncul iri hati, benci dan frustasi Sulit menyerahakan tugas kepada orang lain yang menurutnya tidak mampu Sering menangguhkan pernikahan karena harapan dan tuntutan yang berlebihan

PEDOMAN DIAGNOSIS MENURUT PPDGJ III F60.5 Gangguan kepribadian dengan ciri-ciri a. Perasaan ragu-ragu dan hati-hati yang berlebihan b. Preokupasi dengan hal-hal yang rinci (detail, peraturan, daftar, urutan, organisasi, atau jadwal) c. Perfeksionisme yang mempengaruhi penyelesaian tugas d. Ketelitian yang berlebihan dan terlalu hati-hat, dan keterikatan yang tidak semestinya pada produktivitas sampai mengabaikan kepuasan dan hubungan interpersonal e. Keterpakuan dan keterikatan pada kebiasaan sosial f. Kaku dan keras kepala g. Pemaksaan yang tak beralasan agar orang mengikuti persis caranya mengerjakan sesuatu, atau keengganan yang tidak beralasan untuk mengizinkan orang lain mengerjakan sesuatu h. Mencampuradukkan pikiran atau dorongan yang memaksa dan yang enggan

Untuk diagnosis dibutuhkan paling sedikit 3 dari gejala diatas

GANGGUAN KEPRIBADIAN CEMAS (MENGHINDAR)

Terus menerus rinya lebih rendah merasa tegang dan takut yang mendalam Merasa tidak mampu, merasa tidak menarik atau dirinya lebih rendah dari orang lain Berpreokupasi berlebihan bila ada kriktik atau penolakan dari lingkungan terhadap dirinya Enggan melibatkan diri, menghindari aktivitas sosial, takut dikritik, tidak didukung, atau ditolak

PEDOMAN DIAGNOSIS MENURUT PPDGJ III F60.6 Gangguan kepribadian dengan ciri-ciri a. Perasaan takut dan tegang yang pervasif b. Merasa dirinya tak mampu, tidak menarik atau lebih rendah dari orang lain c. Preokupasi yang berlebihan terhadap kritik dan penolakan dalam situasi sosial d. Keengganan untuk terlibat dengan orang terkecuali merasa yakin qakan disukai e. Pembatasan dalam gaya hidup karena alasan keamanan fisik f. Menghindari aktivitas sosial atau pekerjaan yang banyak melibatkan kontak interpersonal karena takut dikritik, tidak didukung atau ditolak

Untuk diagnosis dibutuhkan paling sedikit 3 gejala diatas

GANGGUAN KEPRIBADIAN DEPENDEN


Tidak terdapat gairah pat abulia dan antuk menikmati kehidupan Terdapat abulia dan anhedonia Tidak sanggup menahan stress hidup normal Vitalitas,emosionalitas, dan motilitas sangat kurang Libidonya lemah Penanganan manipulasi lingkuangan agar lingkungan sesuai dengan daya stresnya, sugesti dan persuasi untuk meningkatkan kemampuan namun tetap mengingatkan keterbatasannya, dapat dipakai stimulan. Bila terdapat geja depresi atau gejala skizofenia maka diberi antidepresan dan neuroleptik

PEDOMAN DIAGNOSIS MENURUT PPDGJ III F60.7 Gangguan kepribadian dengn ciri-ciri a. Mendorong atau membiarkan orang lain untuk mengambil sebagian besar keputusan penting untuk dirinya tempat ia bergantung b. Meletakkkan kebutuhan sendiri lebih rendah dari orang lain kepada siapa dia bergantung, dan kepatuhan yang tidak semestinya terhadap keinginan mereka c. Keengganan untuk mengajukan permintaan yang layak kepada orang dimana tempat dia bergantung d. Perasaan tidak enak atau tidak berdaya apabila sendirian, karena ketakutan yang dibesar-besarkan tentang ketidakmampuan mengurus diri sendiri e. Preokupasi dengan ketakutanakan ditinggalkan oleh orang yang dekat dengannya dan dibiarkan untuk mengurus dirinya sendiri f. Terbatasnya kemampuan untuk membuat keputusan sehari-hari tanpa mendapat nasehat yang berlebihan dan dukungan dari orang lain Untuk diagnosis sedikitnya dibutuhkan paling sedikt 3 diatas

Perubahan Kepribadian Yang Berlangsung Lama Setelah Katastrofa

KRITERIA DIAGNOSTIK:
Bermusuhan, tidak percaya Penarikan diri Rasa kosong, putus asa Rasa pojok, terancam kronis Keterasingan

2 tahun

Perubahan Kepribadian Yang Berlangsung Lama Setelah Menderita Gangguan Jiwa


KRITERIA DIAGNOSTIK : - Dependensi >> - Merasa berubah / cacat karena penyakitnya - Pasif, minat, rekreasi - Hipokondrik - Disforia, emosi labil - Hendaya fungsi sosial dan pekerjaan - aksi berulang; motivasi yang rasional dan jelas negatif, merugikan ( pasien, orang lain ), tidak dapt dikendalikan

Terimakasih