Anda di halaman 1dari 8

ALAT BANTUAN PERNAFASAN VENTILATOR Ventilator Mekanik suatu alat yang mampu membantu (sebagian) atau mengambil alih

(seluruh) fungsi pertukaran gas paru untuk mempertahankan hidup. Sejarah Ventilator Sebelum 1900: Penggunaaan respirator u/ tujuan penelitian. 1900 CPAP ditemukan u/ operasi bedah thoraks untuk mencegah pneumothorax 1930 Poliomyelitis menyebabkan EMERSON mengembangkan apa yg disebut paru-paru besi - Iron Lung 1940 Penemuan Intermitten Positive Pressure Breath (IPPB) untuk lung inflation therapy dan short term ventilation 1950 Epidemi Polio di Denmark mencetuskan dimulainya produksi lebih dari 20 ventilator oleh perusahaan u/ memenuhi kebutuhan pasar.

Ventilator ~ ventilasi Ventilasi = keluar masuknya udara dari atmosfer ke alveolus Ventilator = menghantarkan (delivery) udara/gas TEKANAN POSITIF ke dalam paru Ventilasi semenit = TV x RR (frekuensi nafas) TV = 5-7 cc/kgBB RR = 10 12 kali/menit Compliance = Pengukuran dari elastisitas paru dan dinding dada

Nilai compliance mengekspresikan adanya perubahan volume akibat perubahan dari tekanan (pressure) TUJUAN KLINIS / INDIKASI GAGAL NAFAS HIPOKSEMIK: Reverse hypoxemia dgn pemberian PEEP dan konsentrasi O2 tinggi (ARDS,edema paru atau pneumonia akut) GAGAL NAFAS VENTILASI: Reverse acute respiratory acidosis Koma : trauma kepala, encefalitis, overdosis, CPR Trauma med spinalis, polio, motor neuron disease Polineuropati, miastenia gravis Anesthesia (relaksan u/operasi, tetanus, epilepsi)

STABILISASI DINDING DADA: Flail chest MENCEGAH ATAU MENGOBATI ATELEKTASIS Kriteria untuk bantuan ventilasi mekanik

PARAMETER INDIKASI VENTILASI NORMAL RANGE Mekanik (RR) > 35x/m 10-20x/m TV (cc/kg) < 5 5-7 Oksigenasi (PaO2- mmHg) < 60 dg FiO2 0,6 75-100 (air) P(A-aDO2) mmHg > 350 25-65(FiO2 1.0) Ventilasi (PaCO2-mmHg) > 60 35-45 TUJUAN FISIOLOGIS MEMPERBAIKI VENTILASI ALVEOLAR MEMPERBAIKI OKSIGENASI ALVEOLAR (FiO2, FRC,V'A) MEMBERIKAN PUMP SUPPORT ( ME WOB) Consensus conference on mechanical ventilation, Int Care Med 1994, 20:64-79 Jenis Jenis Ventilator pembagian berdasarkan cara penghentian inspirasi : Time Cycle Pressure Cycle : sering u/ pediatrik dan neonatus Volume Cycle : paling banyak di ICU Ekspirasi bersifat pasif Mode Ventilator

Control Ventilation Assisted Control Ventilation (S)IMV : (Sinchronized) Intermitent Mandatory Ventilator CPAP : Continous Positive Airway Pressure Komponen Setting Ventilator FiO2 : fraksi oksigen Volume Tidal : 5 7 cc/kgBB Frekuensi Napas : 10 12 x/mnt I : E Ratio (Rasio Inspirasi : Ekspirasi) PEEP : Positive End Exspiracy Pressure, (3 5 cmH2O) Pemantauan dan Perawatan Faktor Mekanik Pemasangan Ventilator Pemantauan dan Perawatan Pasien Pemantauan Faktor Mekanik Kabel sumber tenaga (PLN) Tekanan gas sentral Humidifier baik dan terisi air Perawatan ET Sirkuit : kebocoran, tertekuk

Pemantauan Faktor Mekanik Kabel sumber tenaga (PLN) Tekanan gas sentral Humidifier baik dan terisi air Perawatan ET Sirkuit : kebocoran, tertekuk Setting Ventilator Parameter : Frekuensi napas Volume tidal Minute volume Peak airway pressure Fraksi oksigen I : E rasio PEEP Suhu humidifier Sistem Alarm Komplikasi Ventilasi Mekanik Kardiovaskuler : penurunan cardiac output, disritmia. Pulmonal

Gangguan keseimbangan cairan Infeksi Komplikasi akibat efek pemasangan. Komplikasi Pulmonal Barotrauma Atelektasis Kerusakan trakea Oksigen toxicity Gangguan weaning (penyapihan) Hypercapnia Hypocapnia Pemantauan Pasien Pemeriksaan fisik Alih baring X foto thoraks Saturasi oksigen BGA : Blood Gas Analyze Suction berkala Komplikasi Perawatan pasien dengan ventilator

Prinsip Mencukupi kebutuhan oksigen M?emperbaiki pengeluaran CO2 Mencegah penyulit Masalah Keperawatan Tidak efektifnya pola nafas Tidak efektifnya bersihan jalan nafas Gangguan pertukaran gas Pola nafas inefektif Tx Cek tekanan cuff ET Monitor : ET, Sat O2, Ventilasi, Klinis px. Mempertahankan PEEP Menghindari penumpukan air di sirkuit Monitor weaning pasien Inefektif bersihan jalan nafas Tx Suction berkala Atur posisi Fis\ioterapi dada

masalah keperawatan (lanjutan) Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi Resiko kelebihan cairan Resiko injury (perdarahan GI) Resiko infeksi pulmonari masalah keperawatan (lanjutan) Cemas dan takut Gangguan komunikasi