Anda di halaman 1dari 11

KONSEP PERILAKU Perilaku dipandang dari segi biologis adalah suatu kegiatan atau aktivitas organisme yang bersangkutan

Perilaku adalah bentuk respon atau reaksi terhadap stimulus atau rangsangan dari luar organisme (orang) ,namun dalam memberikan repons sangat tergantung pada karakteristik atau faktor-faktor lain (Notoadmojo,2003)

1. 2.

3.

4.

Menerangkan bahwa dalam upaya perubahan seseorang untuk mengaopsi suatu perilaku yang baru, terjadi berbagai tahapan,yaitu: Tahap Pengetahuan yaitu tahu dan sadar sehingga muncul suatu kesadaran Tahap Bujukan yaitu mempertimbangkan aau membentuk sikap terhadap yang diketahuinya sehinga ia mulai tertarik Tahap Putusan yaitu membuat keputusan apakah menolak atau menerima inovasiyang ditawarkan sehingga saat itu mulai mengevaluasi Tahap Implementasi, melaksanakan keputusan yang telah dibuat sehingga ia mulai mencoba suatu perilaku yang baru

5. Tahap Pemastian, tahap seseorang memastikan atau mengkonfirmasikan putusan yang diambilnya sehingga ia mulai mengadopsi perilaku baru Kondisi ini akan berubah sebagai akibat dari pengaruh lingkungan penerima adopsi Revisi kembali teori keputusan entang inovasi menjadi 4 tahap 1. Tahap Pengetahuan, tahap seseorang memahami atau mengetahui suatu inovasi

2. Tahap Persuasi, yaitu tahap peningkatan motivasi dalam menanggapi suatu inovasi sehingga mau dipersuasi /dibujuk untuk berubah 3. Tahap Keputusan,yaitu tahap seseorang untuk membuat keputusan dalam menerima maupun menolak suatu inovasi 4. Tahap Penguatan,yaitu tahap seseorang meminta dukungan dari lingkungannya atas keputusan yang telah diambilnya

Perilaku manusia sangat kompleks dan mempunyai ruang lingkup yang sangat luas.

Benyamin Bloom (1908) membagi perilaku kedalam 3 Domain : Cognitif,Afektif dan Psychomotor Proses Perkembangan selanjutnya oleh para ahli pendidikan , ketiga domain ini diukur dari Pengetahuan, Sikap dan Psikomotor

Pe ngetahuan merupakan hasil dari tahu danini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadp suatu objek tertentu. Perilaku yangdisadari oleh pengetahuan akan lebih bertahan lama dari pada yang tidak disadari oleh pengetahuan (Notoadmodjo,2003) Potte dan Notoadmodjo , Pengetahuan yang tercakup dalam domain cognitif mempunyai 6 tingkatan:

1.

2.

3.

Tahu (Know), mengingat kembali terhadap sesuatu yang spesifik dari keseluruhan yang dipelajari/ rangsangan yang telah diterima Memahami (comprehension). Kemampuan menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar Aplikasi(Aplication), menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi/kondisi yang sebenarnya

4.

Analisa (Analysis),membantu seseorang membedakan antara sesuatu yang penting/ tidak. 5. Sintesis ( synthesis),kemampuan untuk meletakkan atau menggabungkan bagianbagian informasi sebagai suatu yang baru 6. Evaluasi (Evaluation), kemampuan melakukan penilaian terhadap suatu objek/materiberdasarkan kriteria tertentu

Merupakan kesiapan merespon ataupun menysuaian diri dalam bentuk positif atau negatif terhadap objek ,situasi dan stimuli sosial Sikap Negativ : memunculkan kecendrungan untuk menjauhi,membenci, menghindari ataupun tidak menyukai keberadaan suatu objek Sikap Positif : memunculkan kecendrungan untuk menyenangi, mendekati dan menerima objek tersebut

Sikap ada 3 komponen: Kepercayaan/ Keyakinan, Ide dan Konsep Ketiga ini secara bersama membentuk sikap yang utuh Sikap yang terbentu ada 4 tingkatan: 1. Menerima (Receiving):subjek mau dan memperhatikan stimulus yang diberikan (objek) 2. Merespon (Responding):memberikan jawaban apabila ditanyakan/ mengerjakan dan menyelesaikan tugas 3. Menghargai ( Valuing),mengajak orang lain untuk mengerjakan atau mendiskusikn masalah, mengajak ke posyandu 4. Bertanggung jawab (responsible),atas sgala sesuatu yang telah dipilihnya dengan segala risiko

Suatu sikap belum otomatis terwujud dalam suatu tindakan (overt behavior). Untuk mewujudkan sikap menjadi suatu perbuatan nyata diperlukan faktor pendukung atau suau kondisi yang memungkinkan, antara lain fasilitas, juga diperlukan faktor dukungan (support)