Diagnosis  &  Penanggulangan   Perdarahan  Pasca  Salin  

Ali Sungkar Divisi Fetomaternal Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI / RSUPN - CM

SLIDE PERNYATAAN
• 
Saya: Ali Sungkar, tidak memiliki kaitan keuangan atau hubungan lainnya dengan industri terkait topik yang didiskusikan. Tidak ada penelitian produk yang akan didiskusikan.

• 

Perdarahan Obstetri
   

Gangguan Respirasi Gangguan Sirkulasi ( Kegagalan sistem sirkulasi dalam mempertahankan aliran yang adekuat pada organ-organ vital sehingga timbul Anoxia) Disebabkan Trauma Mengancam jiwa ibu dan janin

   

g. e. spinal cord injury Repeated contact with or injection of antigenic substances Septic shock Neurogenic shock Anaphylactic shock .Shock The most common types of shock: Type of shock Aetiology Hypovolaemic shock Cardiogenic shock Acute loss of at least 20% of the circulating volume Acute disease of the heart. severe myocardial infarction Septic condition caused by infectious agents and their toxic products Head trauma.

Shock
 Hemorrhagic (Classic) Shock – Pathophysiology Stage 1: Compensated Stage Mechanism: Volume depletion due to bleeding Body detects decrease in cardiac output Sympathetic Nervous System is stimulated releasing Epinephrine and Norepinehrine to stimulate Alpha and Beta Receptors Alpha = Vasoconstriction Beta = Bronchodilation and Cardiac Stimulation .

Shock
 Hemorrhagic (Classic) shock – Pathophysiology Stage 2: Progressive Stage Mechanism: Kidneys release anti-diuretic hormone which increases vasoconstriction by closing the capillary sphincters. greatly reducing peripheral circulation Increased hypo-perfusion causes increase in metabolic acid build up .

Shock
 Hemorrhagic (Classic) shock – Pathophysiology Stage 3: Irreversible Stage Mechanism: Compensatory mechanisms fail Pre-capillary sphincters open releasing metabolic acids. organ failure and death occur . microemboli and other wastes into circulation Cell damage.

Shock The Course of Hypovolaemic Shock in Absence of Therapy Blood Pressure Heart Rate Blood Pressure (mm Hg) Heart rate (min) 150 Bleeding 100 50 0 Compensation Decompensation Shock Phases Irreversibility (Time) .

Shock The Influence of Volume Replacement on Tissue Perfusion and Organ Function Tissue Perfusion Cerebral Function (Body Control) Pulmonary Function (O2 Supply) Text Volume Replacement Liver Function (metabolism) Renal Function (Diuresis) Heart Function (cardiac output) .

.

atonia uteri)     . ruptura uteri) Sesudah kelahiran bayi (ruptura uteri. kehamilan ektopik. solusio placenta.Kegagalan Sirkulasi Perdarahan:   Pada awal kehamilan (aborsi. kehamilan mola) Pada akhir kehamilan atau persalinan (plasenta previa.

Tata Laksana Mengatasi Perdarahan Hebat   Airway Breathing Circulation and hemorrhage control       Shock position Replace blood loss Stop / minimize the bleeding process     .

Posisi Syok ANGKAT KEDUA TUNGKAI 300 .500 cc darah dari kaki pindah ke sirkulasi sentral .

Tindakan simultan Pada Syok Tatalaksana :   Nilai fundus   Simultan dengan ABC   Atonia merupakan penyebab utama Perdarahan Post partum   Jika lembek → masase bimanual   singkirkan inversio uteri   mungkin terdapat trauma traktus bagian bawah   evakuasi bekuan darah dari vagina dan servik   membutuhkan eksplorasi manual pada saat ini .

Kejadian & Penyebab Perdarahan Pasca Persalinan •  Kehilangan darah > 500 cc •  10% dari persalinan •  Dalam 24 jam pertama: PP H •  Jika 24 jam – 6 mg: Secondary PP H •  Penyebab –  Atonia uteri –  Retensio placentae –  Iversio uterin – Trauma Genital – Placenta accreta .Definisi.

Atonia Uteri •  Penyebab Utama Perdarahan Pasca Salin •  Kontraksi Uterus: mekanisme utama untuk atasi kehilangan darah pasca persalinan –  Oxytocin and Prostaglandins •  Faktor Risiko –  Kehamilan Ganda –  Makrosomia –  Polyhydramnios –  Multi Paritas –  Prolonged labor – Partus Precipitous – Penggunaan Tocolytics – Obat Halogenated .

Oxytocinase •  Preparat turunan Ergot •  Prostaglandins •  Jika Obat Gagal. Ligasi Atau hysterectomi . Ginjal. Embolisasi Arteri terkait.Atonia Uteri: Tatalaksana •  PemijatanUterus •  Oxytocin: –  Diproduksi oleh posterior pituitary –  Menyebabkan dilatasi peripher  reflex tachycardia –  Pemberian: dilarutkan dalam IV fluid. Tidak Bolus –  Metabolisme/excresi oleh Hati.

2 mg IM (Tidak IV). hipertensi/ koroner –  Kontraindikasi relatif: Hipertensi.Atonia Uteri: Preparat Ergot Ergonovine & Methylergonovine (methergine) –  Cara Kerja: Mekanisme α-adrenergic –  Adverse effects: Mual/Muntah. . 2-3 jam. PIH –  Dosis: 0. Vasikontriksi.

Intramyometrially / 15 .↑ shunt. hypoxemia . HTN –  250 µg IM . Hemabate) –  Bronchospasm.Mual/muntah.Atonia Uteri: Prostaglandin •  ↑ Myometrial intracellular free Ca++. hypoxemia. –  Montraindications: asthma. max 2 mg. meningkatkan aktivitas kerja oxytocics •  Efek Samping: Demam.Diarrhea •  Misoprostol/ Prostaglandin F1α •  15-methyl PG F2α (Carboprost.

Tatalaksana .Kompresi Bimanual .

Forceps. Ligasi hypogastric. sangat berbahaya.Trauma Genital •  Vaginal: Terkait penggunaan alat. hysteterktomi. . –  Lacerasi cabang hypogastric pada SC/ Ruptur –  Tatalaksana: Laparotomi Explorasi. Vacuum –  Tatalaksana: Atasi Trauma •  Vulva: Perdarahan cabang arteri pudendal •  Retroperitoneal: Paling jarang.

Oxytocin •  Penanganan Anesthesi: –  Epidural / Spinal anesthesia. Jika tidak Hipovolemi –  General Anasthesi (Ketamine.Retensio Placenta •  Tatalaksana Obstetri: –  Manual plasenta. 50% nitrous. intubate. fentanyl) –  Relaksasi uterus dibutuhkan (NTG) .

placenta previa .Placenta Accreta •  Definisi : –  Accreta: Perlekatan placenta ke myometrium –  Increta: invasi placenta kedalam myometrium –  Percreta: invasi placenta sampai serosa •  Faktor Risiko –  Riwayat trauma uterus.

Placenta Accreta II •  Risiko Accreta : Placenta previa + Riw SC: Riwayat SC 0 1 2 3 4 Kejadian accreta 5% 24% 47% 40% 67% •  Tatalaksana: Kuretase uterus.hysterectomy .

oxytocin.Inversi Uterus •  Mortalitas Rendah •  Faktor Risiko: –  Atoni Uterus –  Penekanan uterus –  Tarikan tali pusat –  Anomali Uterus •  Tatalaksana: Kembalikan Uterus. Methergine –  Kadang dibutuhkan relaksasi uterus .

Menghentikan Perdarahan • Kateter Foley • Kondom Kateter • Tampon uterus – Maier RC .169(2 pt 1):317-21 – Medikamentosa: Metergin. Misoprostol. Prostaglandin .Am J Obstet Gynecol 1993 Aug.

Menghentikan Perdarahan Kondom intra uterin .

.

Lewin D.56(3):267-70  Ligasi a hipogastrika  Histerektomi subtotal . Obstet Gynecol 1995 May. d'Oreye D.85(5 Pt 2):836-7  Vaginal ligature of uterine arteries   Philippe HJ. Jones TB.Menghentikan Perdarahan  Thrombogenic uterine pack   Bobrowski RA. Int J Gynaecol Obstet 1997 Mar.

95(6 Pt 2):1020-2 . Busowski JD. Busowski MT. Bourgeois FJ. Smithson S.9(3):194-6 –  Ferguson JE. Underwood PB. J Matern Fetal Med 2000 May-Jun. Sibai BM. Masters K.Menghentikan Perdarahan •  B-Lynch suture –  Dacus JV. Obstet Gynecol 2000 Jun.

Algoritma Tatalaksana Perdarahan pasca Persalinan .

Terima Kasih .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful