Anda di halaman 1dari 10

RADIOISOTOP DAN KEGUNAANNYA

A. Pendahuluan Atom terdiri atas inti atom dan elektron-elektron yang beredar mengelilinginya. Reaksi kimia biasa hanya menyangkut perubahan pada kulit atom, terutama elektron pada kulit terluar, sedangkan inti atom tidak berubah. Reaksi yang meliputi perubahan pada inti disebut reaksi inti atau reaksi nuklir (nukleus=inti). Reaksi nuklir ada yang terjadi secara spontan ataupun buatan. Reaksi nuklir spontan terjadi pada inti-inti atom yang tidak stabil. Zat yang mengandung inti tidak stabil ini disebut zat radioaktif. Adapun reaksi nuklir tidak spontan dapat terjadi pada inti yang stabil maupun inti yang tidak stabil. Reaksi nuklir disertai perubahan energi berupa radiasi dan kalor. Berbagai jenis reaksi nuklir disertai pembebasan kalor yang sangat dasyat, lebih besar dari reaksi kimia biasa.

B. Definisi Radioisotop Radioisotop adalah isotop dari zat radioaktif. Radioisotop mampu memancarkan radiasi. Radioisotop dapat terjadi secara alamiah atau sengaja dibuat oleh manusia dalam reaktor penelitian. Produksi radioisotop dengan proses aktivasi dilakukan dengan cara menembaki isotop stabil dengan neutron di dalam teras reaktor. Proses ini lazim disebut irradiasi neutron, sedangkan bahan yang disinari disebut target atau sasaran. Neutron yang ditembakkan akan masuk ke dalam inti atom target sehingga jumlah neutron dalam inti target tersebut bertambah. Peristiwa ini dapat mengakibatkan ketidakstabilan inti atom sehingga berubah sifat menjadi radioaktif.

C. Jenis-Jenis Radioisotop Radioisotop merupakan isotop dari zat radioaktif yang mengandung inti tidak stabil. Kestabilan inti radioisotop dapat dilihat dari pita kestabilan di samping. Berdasarkan pita kestabilan tersebut, radioisotop dapat dibagi menjadi sebagai berikut. 1. Radioisotop di atas pita (n>p) Radioisotop ini memiliki nomor neutron lebih dari nomor protonnya sehingga akan mencapai kestabilan dengan memancarkan sinar betha ( ) atau electron ( ).

Cara lain untuk mencapai kestabilan adalah menangkap positron ( .

Beberapa jenis radioisotop ini adalah , , dan .

2. Radioisotop di bawah pita (n<p) Radioisotop ini memiliki nomor neutron kurang dari nomor protonnya sehingga akan mencapai kestabilan dengan )

memancarkan sinar betha positif ( atau positron (

. Cara lain untuk

mencapai kestabilan adalah menangkap electron ( ). Beberapa dan jenis .

radioisotop ini adalah

3. Radioisotop di seberang pita (p>83) Radioisotop ini memiliki nomor proton sangat besar, yaitu lebih dari 83 sehingga satu-satunya cara mencapai kestabilan adalah dengan memancarkan sinar alpha ( ). Beberapa jenis radioisotop ini adalah , dan .

Partikel-partikel berupa sinar yang terlibat di atas dapat dijelaskan sebagai berikut. 1. Sinar alpha ( )

Sinar alfa merupakan radiasi partikel bermuatan positif. Partikel ini sama dengan inti Helium ( ), bermuatan +2e dan bermassa 4 sma. Partikel ini merupakan

gabungan dari 2 proton dan 2 neutron. Pemancaran sinar alfa menyebabkan nomor atom berkurang dua, sedangkan nomor massa berkurang empat. Oleh karena memiliki massa yang besar, daya tembus sinar ini paling lemah di antara sinar radioaktif, namun mempunyai daya pengion yang paling kuat. Sinar ini dibelokkan oleh medan magnet ke arah kutub negatif. 2. Sinar betha ( )

Sinar beta adalah berkas elektron yang berasal dari inti atom dan bermuatan negatif dengan massa 1/1.836 sma. Oleh karena sangat kecil, partikel ini dapat dianggap tidak bermassa sehingga dinyatakan dengan notasi . Energi sinar beta

sangat bervariasi, mempunyai daya tembus lebih besar daripada sinar alfa tetapi

daya pengionnya lebih lemah. Dalam medan magnet, sinar ini membelok ke arah kutub positif. Sinar beta disebut juga elektron berkecepatan tinggi karena bergerak dengan kecepatan tinggi. 3. Sinar gamma ( ) Sinar gama merupakan radiasi elektromagnetik berenergi tinggi, tidak bermuatan dan tidak bermassa, yang dinyatakan dengan notasi . Sinar ini dihasilkan oleh inti

yang tereksitasi, biasanya mengikuti pemancaran sinar beta atau alfa. Sinar gama memiliki daya tembus yang sangat besar, paling besar di antara sinar radioaktif tetapi daya pengionnya paling lemah. Sinar ini tidak bermuatan listrik sehingga tidak dapat dibelokkan oleh medan listrik. Nuklida radioaktif juga dapat dibedakan melalui bentuk deret yang disebut deret radioaktif. Pada deret ini setiap anggotanya terbentuk dari hasil peluruhan nuklida sebelumnya. Deret akan berakhir dengan nuklida stabil. Ada empat deret radioaktif alamiah, yaitu deret torium, neptunium, uranium, dan aktinium. 1. Deret Torium Deret torium dimulai dari inti induk dan berakhir pada inti . Deret ini

juga disebut dengan deret 4n, sebab nomor massanya selalu kelipatan 4. 2. Deret Neptunium Deret neptunium dimulai dari induk dan berakhir pada inti . Deret ini

juga disebut deret (4n +1), karena nomor massanya selalu dapat dinyatakan dalam bentuk 4n +1. 3. Deret Uranium Deret uranium dimulai dari inti induk dan berakhir pada . Deret ini

disebut juga deret (4n +2), karena nomor massanya selalu dapat dinyatakan dalam bentuk 4n + 2. 4. Deret Aktinium Deret aktinium dimulai dari inti induk dan berakhir pada . Deret ini

juga disebut deret (4n +3), sebab nomor massanya selalu dapat dinyatakan dalambentuk 4n + 3.

D. Kegunaan Radioisotop

Penggunaan radioisotop dapat dibagi ke dalam penggunaan sebagai perunut dan penggunaan sebagai sumber radiasi. Radioisotop sebagai perunut digunakan untuk mengikuti unsur dalam suatu proses yang menyangkut senyawa atau sekelompok senyawa. Radioisotop dapat digunakan sebagai sumber sinar sebagai pengganti sumber lain misal sumber sinar X. Radioisotop dapat digunakan sebagai perunut sebab energy sinar yang dipancarkan serta waktu paruhnya merupakan sifat khas radioisotop tersebut. Beberapa contoh penggunaan radioisotop baik sebagai perunut maupun sebagai sumber radiasi adalah sebagai berikut. 1. Bidang Kimia a. Teknik Perunut Teknik perunut dapat dipakai untuk mempelajari mekanisme berbagai reaksi kimia. Misal pada reaksi esterifikasi. Dengan oksigen-18 dapat diikuti reaksi antara asam karboksilat dan alkohol. Dari analisis spektroskopi massa, reaksi esterifikasi yang terjadi dapat ditulis seperti berikut. (isotop oksigen-18 diberi warna).

Hasil analisis ini menunjukkan bahwa molekul air tidak mengandung oksigen-18. Adapun jika O 18 berada dalam alkohol maka reaksi yang terjadi seperti berikut.

Penggunaan radioisotop yang lain sebagai perunut mekanisme reaksi fotosintesis.

Untuk mengetahui mekanisme reaksi tersebut digunakan perunut karbon-14 yang terdapat pada CO2 dan oksigen-18 yang terdapat dalam air.

b. Penggunaan Isotop dalam Bidang Kimia Analisis

Penggunaan isotop dalam analisis digunakan untuk menentukan unsur-unsur kelumit dalam cuplikan. Analisis dengan radioisotop atau disebut radiometrik dapat dilakukan dengan dua cara yaitu, sebagai berikut. Analisis Pengeceran Isotop Larutan yang akan dianalisis dan larutan standar ditambahkan sejumlah larutan yang mengandung suatu spesi radioaktif. Kemudian zat tersebut dipisahkan dan ditentukan aktivitasnya. Konsentrasi larutan yang dianalisis ditentukan dengan membandingkannya dengan larutan standar. Analisis Aktivasi Neutron (AAN) Analisis aktivasi neutron dapat digunakan untuk menentukan unsur kelumit dalam cuplikan yang berupa padatan. Misal untuk menentukan logam berat (Cd) dalam sampel ikan laut. Sampel diiradiasi dengan neutron dalam reactor sehingga menjadi radioaktif. Salah satu radiasi yang dipancarkan adalah sinar gamma . Selanjutnya sampel dicacah dengan spektrometer gamma untuk menentukan aktivitas dari unsur yang akan ditentukan.

2. Bidang Kedokteran Berikut unsur radioisotop yang sering digunakan dalam dunia kedokteran. a. Radioisotop natrium-24 dapat digunakan untuk mengikuti peredaran darah dalam tubuh manusia. Larutan NaCl yang tersusun atas Na-24 dan Cl yang stabil disuntikkan ke dalam darah dan aliran darah dapat diikuti dengan mendeteksi sinar yang dipancarkan, sehingga dapat diketahui jika terjadi penyumbatan aliran darah. b. Untuk mengetahui metabolism secara umum digunakan 11C. c. Untuk mempelajari kelainan pada kelenjar tiroid digunakan radioisotop 131I. d. Radioisotop fosfor dapat dipakai untuk menentukan tempat tumor di otak.

e. Radioisotop

59

Fe dapat digunakan untuk mengukur laju pembentukan sel darah

merah dalam tubuh dan untuk menentukan apakah zat besi dalam makanan dapat digunakan dengan baik oleh tubuh. f. Sejak lama diketahui bahwa radiasi dari radium dapat dipakai untuk pengobatan kanker. Oleh karena radium-60 dapat mematikan sel kanker dan sel yang sehat maka diperlukan teknik tertentu sehingga tempat di sekeliling kanker mendapat radiasi seminimal mungkin. g. Radiasi gamma dapat membunuh organisme hidup termasuk bakteri. Oleh karena itu, radiasi gamma

digunakan untuk sterilisasi alatalat kedokteran. juga di Sterilisasi industri

digunakan

makanan. Sterilisasi dengan cara radiasi, menjadikan makanan

dapat tahan empat atau lima kali lebih lama dari cara sterilisasi biasa.

3. Bidang Biologi Kegunaan radioisotop di bidang biologi antara lain adalah sebagai berikut. a. Mengubah sifat gen dengan cara memberikan sinar radiasi pada gen-gen tertentu. b. Menentukan kecepatan pembentukan senyawa pada proses fotosintesis menggunakan radioisotop C14. c. Meneliti gerakan air di dalam batang tanaman. d. Mengetahui ATP sebagai penyimpan energi dalam tubuh dengan menggunakan radioisotop 38F.

4. Bidang Hidrologi Natrium-24 (24P) merupakan radioisotop yang sering digunakan untuk mengukur kecepatan laju dan debit air sungai, air dalam tanah dan rembesan. Kebocoran dam serta pipa penyalur yang terbenam dalam tanah dapat dideteksi menggunakan

radioisotop

iodium-131

dalam

bentuk

senyawa CH3131l, sedangkan lokasi dumping, asal/pola aliran sedimen dan laju

pengendapan dapat diukur menggunakan krom-51 dan brom-82 masing-masing dalam bentuk senyawa
14

K251Cr27P
13

dan

K82Br.

Sementara

C dan

C digunakan untuk

menentukan umur dan asal air tanah.

5. Bidang Pertanian a. Pembentukan Bibit Unggul Dalam bidang pertanian, radiasi gamma dapat digunakan untuk memperoleh bibit unggul. Sinar gamma menyebabkan perubahan dalam struktur dan sifat kromosom sehingga memungkinkan menghasilkan generasi yang lebih baik, misalnya gandum dengan yang umur lebih pendek.

b. Pemupukan dan Pemberantasan Hama dengan Serangga Mandul Radioisotop fosfor dapat dipakai untuk mempelajari pemakaian pupuk oleh tanaman. Ada jenis tanaman yang mengambil fosfor sebagian dari tanah dan sebagian dari pupuk. Berdasarkan hal inilah digunakan fosfor radioaktif untuk mengetahui efesiensi pengambilan

fosfor dari pupuk oleh tanaman. Teknik iradiasi juga dapat digunakan untuk memberantas hama dengan menjadikan serangga mandul. Dengan radiasi dapat mengakibatkan efek biologis, sehingga timbul kemandulan pada serangga

jantan. Kemandulan ini dibuat di laboratorium dengan cara hama serangga diradiasi sehingga serangga jantan menjadi mandul. Setelah disinari hama tersebut dilepas di daerah yang terserang hama, sehingga diharapkan akan terjadi perkawinan antara

hama setempat dengan jantan mandul yang dilepas, sehingga telur itu tidak akan menetas.

c. Pengawetan Makanan Pada musim panen, hasil produksi pertanian melimpah. Beberapa dari hasil pertanian itu mudah busuk atau bahkan dapat tumbuh tunas, contohnya kentang. Oleh karena itu diperlukan teknologi untuk mengawetkan bahan pangan tersebut. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan irradiasi sinar radioaktif. Irradiasi ini juga dapat mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur.

6. Bidang Peternakan Di bidang peternakan, radioisotop dapat digunakan dalam hal-hal sebagai berikut. a. Mengkaji efisiensi pemanfaatan pakan untuk produksi ternak. b. Mengungkapkan informasi dasar kimia dan biologi maupun antikualitas pada pakan ternak. c.
32 35

P dan

S, untuk pengukuran jumlah dan laju sintesis protein di dalam usus

besar. d.
14

C dan 3H, untuk pengukuran produksi serta proporsi asam lemak mudah

menguap di dalam usus besar. e. Mutasi gen dengan radiasi untuk pemuliaan tanaman. f. Pemberantasan hama dengan meradiasi serangga jantan sehingga mandul. g. Pengawetan bahan pangan dengan radiasi sinar-X atau gama untuk membunuh telur atau larva. h. Menunda pertunasan pada bawang, kentang, dan umbi-umbian untuk memperpanjang masa penyimpanan.

7. Bidang Industri

Penggunaan radioisotop dalam bidang industri antara lain untuk mendeteksi kebocoran pipa yang ditanam di dalam tanah atau dalam beton. Dengan menggunakan radioisotop yang dimasukkan ke

dalam aliran pipa kebocoran pipa dapat dideteksi tanpa penggalian tanah atau pembongkaran beton. Penyinaran digunakan keausan terjadi radiasi untuk atau pada dapat

menentukan yang

kekeroposan bagian

pengelasan

antarlogam. Jika bahan ini disinari dengan sinar gamma dan dibalik bahan itu diletakkan film foto maka pada bagian yang aus atau keropos akan memberikan gambar yang tidak merata. Radiasi sinar gamma juga digunakan dalam vulkanisasi lateks alam. Penggunaan zat radioaktif dalam bidang industri yang lainnya adalah sebagai berikut. a. Industri makanan, sinar gama untuk mengawetkan makanan, membunuh mikroorganisme yang menyebabkan pembusukan pada sayur dan buahbuahan. b. Mengontrol ketebalan produk yang dihasilkan, seperti lembaran kertas, film, dan lempeng logam. c. Industri metalurgi, digunakan untuk mendeteksi rongga udara pada besi cor, mendeteksi sambungan pipa saluran air, keretakan pada pesawat terbang, dan lain-lain. d.
60

Co untuk penyamakan kulit, sehingga daya rentang kulit yang disamak dengan

cara ini lebih baik daripada kulit yang disamak dengan cara biasa. e. Perbaikan mutu serat tekstil dengan meradiasi serat tekstil, sehingga titik leleh lebih tinggi dan mudah mengisap zat warna serta air. f. Perbaikan mutu kayu dengan penambahan monomer yang sudah diradiasi, kayu menjadi lebih keras dan lebih awet. g. Industri kertas, mengukur ketebalan kertas. h. Industri otomotif, mempelajari pengaruh oli dan aditif pada mesin selama mesin bekerja.

8. Pengukuran Usia Bahan Organik Radioisotop karbon-14, terbentuk di bagian atas atmosfer dari penembakan atom nitrogen dengan neutron yang terbentuk oleh radiasi kosmik.

Karbon radioaktif tersebut di permukaan bumi sebagai karbon dioksida dalam udara dan sebagai ion hidrogen karbonat di laut. Oleh karena itu karbon radioaktif itu menyertai pertumbuhan melalui fotosintesis. Lama kelamaan terdapat kesetimbangan antara karbon-14 yang diterima dan yang meluruh dalam tumbuh-tumbuhan maupun hewan, sehingga mencapai 15,3 dis/menit gram karbon. Keaktifan ini tetap dalam beberapa ribu tahun. Apabila organisme hidup mati, pengambilan
14

C terhenti dan

keaktifan ini berkurang. Oleh karena itu umur bahan yang mengandung karbon dapat diperkirakan dari pengukuran keaktifan jenisnya dan waktu paruh tahun).
14

C. (T = 5.730

10