Anda di halaman 1dari 1

Satriya Wahyu Dwi Saputra , 5511309005 (2012) Pemurnian Minyak Kenanga menggunakan Metode Solvent Extraction dengan Kloroform

dan Eter. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

Abstract
Indonesia sebagai salah satu negara pengekspor minyak atsiri di dunia harus mengupayakan pengembangan kualitas dan nilai minyak atsiri dan produk turunannya. Kendala yang sering mengakibatkan rendahnya nilai ekonomis minyak atsiri adalah kualitas yang belum bagus karena masih banyaknya pengotor setelah proses penyulingan dan belum diolah menjadi produk kimia adi. Oleh karena itu pengolahan minyak atsiri kenanga perlu ditingkatkan mengingat prospek kedepan yang sangat menguntungkan. Penelitian ini menggunakan solvent extraction mengingat metode tersebut adalah cara yang relatif lebih efisien untuk memurnikan minyak kenanga. Pada percobaan ini menggunakan minyak kenanga yang berasal dari salah satu UKM penyulingan minyak kenanga di Kabupaten Boyolali. Selanjutnya, 50 mL minyak kenanga mentah dicampur dengan natrium klorida dan natrium sulfat anhidrat. Pelarut yang digunakan adalah kloroform dan eter. Esktraksi dengan pelarut tersebut dilakukan selama 2 jam. Setelah ekstraksi minyak kenanga dipisahkan dengan pelarutnya menggunakan rotary evaporator. Minyak kenanga yang diperoleh di uji berat jenis dan senyawa atsirinya. Analisis senyawa atsiri dilakukan dengan GC/MS (Gas Chromatography Mass Spectrofotometry). Berat jenis minyak kenanga hasil ekstraksi dengan pelarut kloroform dan eter masing-masing sebesar 0,9062 dan 0,9065 g/mL. Ekstrak minyak kenanga dengan pelarut kloroform sebelum dan sesudah ekstraksi adalah benzil benzoat (2,98 menjadi 4,14%), naftalen (0,13 menjadi 3,42%), dan alfa cadinol (1,86 menjadi 2,98%). Sementara ekstrak minyak kenanga hasil ekstraksi dengan eter adalah benzil benzoat (2,98 menjadi 4,05%),naftalen (0,13 menjadi 3,40%), dan torreyol (1,82 menjadi 2,95%).

http://lib.unnes.ac.id/16178/