Anda di halaman 1dari 22

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KEHILANGAN

Ns. Sri Maryatun, SKep, MKep

Pengertian Kehilangan

Kedaan aktual atau potensial di mana sesuatu yang bernilai berubah, tidak ada lagi, atau pergi. Seseorang dapat mengalami kehilangan citra tubuh, orang yang berarti, kesehatan, pekerjaan, kasih sayang, keyakinan, rasa diri. Sakit dan dirawat dapat mengakibatkan kehilangan.
2

Jenis-jenis Kehilangan
1.

Kehilangan nyata (actual loss): dapat

2.

3.

diidentifikasi oleh orang lain. Mis: kematian org yg dicintai. Kehilangan yang dipersepsikan: tdk dapt diverifikasi oleh org lain. Kehilangan psikologis. Mis: wanita mengundurkan diri dr pekerjaan krn akan merawat anak. Kehilangan antisipasi: rasa kehilangan sblm terjadi kehilangan.
3

Sumber-sumber Kehilangan
1.

Kehilangan aspek diri: bagian tubuh, fungsi

2.

fisiologis, keadaan psikologis. Kehilangan obyek eksternal: kehilangan obyek tak bergerak, mis: uang, atau obyek bergerak, mis: piaraan.
Kehilangan lingk yg biasa. Mis: pindah rumah. Kehilangan kasih sayang dan org yang bernilai. Mis: karena kematian.
4

3.

4.

Kehilangan sbg Krisis


Kehilangan merupakan keadaan krisis Krisis situasional: phk, kematian, kehilangan fungsi akibat sakit akut. Krisis perkembangan: anak pergi sekolah ke

kota lain, pensiun, kematian pasangan. Pola mengatasi tgt: tahap perkembangan, sumber pribadi, sistem dukungan sosial.

Respon Kehilangan

Berduka (grieving): respon total pengalaman

emosi sehubungan dengan kehilangan. Kehilangan (bereavement): respon subyektif yg dialami oleh org yg ditinggal meninggal org yg dikasihi. Berkabung (mourning): proses perilaku saat kehilangan. Tgt budaya, agama, dan kebiasaan.
6

Tahapan Berduka (KublerRoss)


1. 2. 3.

4.
5.

Denial: mengingkari Anger: marah Bargainning: tawar-menawar Depression: berduka Acceptance: menerima

Tahap Berduka (Martocchio)


1. 2. 3.

4.
5.

Shock dan tidak percaya Rindu dan protes Sedih sekali, disorganisasi, putus asa Identifikasi berduka Reorganisasi dan restitusi

Tahap Berduka (Engel)


Shock dan tidak percaya Berkembangnya kesadaran Restitusi

Resolving loss
Idealisasi

Outcome
9

Fase Berduka (Sander)


1. 2. 3.

4.
5.

Shock Kesadaran terhadap kehilangan Konservasi / menarik diri Healing: titik balik Memperbahaui diri

10

Berduka

Berduka singkat: singkat tetapi

perasaan yang asli.

Berduka antisipasi: berduka sbl

kehilangan betul terjadi.

Berduka patologis (disfungsional): tdk

selesai atau terhambat. Berduka tdk selesai: memanjang dan berat.


11

Pengkajian

Kesadaran terhadap kehilangan. Gejala-gejala berduka. Faktor-faktor yang mempengaruhi reaksi kehilangan.

12

Kesadaran Berduka

Close awareness: klien dan keluarga tdk menyadari kehilangan. Mutual pretense: klien, klg, petugas

kesh mengetahui prognosis adl terminal tetapi tdk mengungkapkan dan berusaha utk tdk mengangkat topik tsb. Open awareness: menyadari kehilangan merasa nyaman membicarakan hal tsb.
13

Gejala-gejala Berduka

Berulangnya distress fisik. Rasa berat di dada. Rasa tercekik dan nafas pendek. Mulut dan tenggorokan kering. Menghela nafas panjang Perasaan kosong di abdomen Kehilangan kontrol otot Gemetar tanpa kontrol Hilangnya nafsu makan Gangguan tidur Menyatakan duka yang mendalam
14

Faktor-faktor yg mempengaruhi Proses Berduka

Makna dari kehilangan, dipengaruhi:

usia, niali barang, tkt perubahan akibat kehilangan, keyakinan dan nilai pribadi.

Kebudayaan Keyakinan spiritual Peran jenis kelamin Status sosial ekonomi


15

Diagnosa keperawatan

Berduka b.d. kehilanganaktual atau dipersepsikan. Berduka antisipasi Berduka disfungsional Koping individu tidak efektif b.d. berduka yg tdk selesai atas kehilangan fungsi tubuh (paraplegia) Isolasi sosial b.d. kematian pasangan. Perubahan proses keluarga b.d. kematian anak.
16

Tujuan

Klien dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan kemampuan dan mengerahkan energi fisik dan emosional untuk pemulihan (kehilangan fungsi fisik). Klien akan menyadari perasaan menyakitkan yang dirasakan dan mengerahkan energi emosional untuk kehidupannya dan mengembalikan kapasitas cintanya (kehilangan orang yang dicintai)
17

Klien akan: Mendiskusikan perasaan dan pikiran s.d. kehilangan. Menguraikan makna pribadi kehilangan atau kematian. Mengekspreikan berduka. Identifikasi fase-fase proses berduka. Membagi pikiran dan perasaan dg org yang berarti. Mempertahankan hubungan yg konstruktif Membina hubungan yg baru. Memilih dan menggunakan sumber yg sesuai. Mengungkapkan penurunan rasa duka s.d. gejala fisik dan psikologis Mengungkapkan kegiatan rutin normal. 18

Kriteria Evaluasi

Intervensi Keperawatan

Sediakan waktu untuk bersama klien. Gunakan strategi komunikasi terapeutik (mendengar aktif, silence, pertanyaan

terbuka, dsb).

Hargai ekspresi berduka sesuai latar belakang suku, budaya, agama. Yakinkan klien bhw perasaan dan reaksi yg dlm normal
19

Intervensi Keperawatan (Lanj.)

Beri informasi ttg proses berduka dan apa yg diharapkan: emosi yg labil menjadi stabil, dan

perasaan sedih, bersalah, marah, takut, kesepian.

Anjurkan klien mengekspresikan rasa duka dg keluarga, teman, dan org yg mendukungnya. Kenali klg klien dan sistem pendukung saat mereka berduka dan keinginan mereka untuk menolong org yg dikasihi oleh mereka.
20

Intervensi Keperawatan (lanj.)


Anjurkan mengembangkan hubungan yg baru. Berikan informasi ttg sumber yg tersedia. Anjurkan klien untuk mengeksplorasi sumbersumber yg tersedia. Anjurkan klien mengeksplorasi sumber dr kelompok pendukung Kaji kesehatan fisik klien. Beri semangat kepada klien bhw aktivitas normal pd jadwal meningkatkan kesehatan fisik dan psikologis
21

Evaluasi

Sulit krntransisi kehidupan membutuhkan waktu yang panjang. Kriteria evaluasi berdasarkanpd tujuan. Perlu follow up visit utk mengevaluasi.

22