Anda di halaman 1dari 2

TUGAS GEOLOGI SEJARAH

Sejarah Geologi Cekungan Jawa Barat Bagian Utara pada Ciputat Subbasin

Disusun Oleh : Kelompok 2 Adi Handarbeni Angga Ramansah Fauzan Sadli Adzkar Ramdhani R. Maria Ulfa Rendy Jamil Dency Kharina D. R. Sheilla Faradella Michael Ryan W. D1H050006 D1H050009 D1H050025 D1H050029 D1H050035 D1H050043 D1H050075 D1H050096 D1H050097

UNIVERSITAS PADJADJARAN FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN GEOLOGI PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI JATINANGOR 2007

SEJARAH GEOLOGI CEKUNGAN JAWA BARAT BAGIAN UTARA PADA CIPUTAT SUBBASIN

Sejarah geologi pada Ciputat Subbasin dimulai pada Kala Miosen tengah bagian atas dengan terendapkan material vulkanik yang berasal dari aktivitas gunungapi dengan kecepatan akumulasi sedimen yang terjadi lebih besar dari kecepatan penurunan cekungan sehingga terjadi pengangkatan yang menyebabkan muka air laut turun (resgresi) dengan material yang terendapkan sangat tebal. Lalu material ini terkompaksi dan menjadi Formasi Bantargadung (vulkanik). Kemudian antara Kala Miosen tengah bagian atas dan Miosen atas bagian bawah, terendapkan material lanau, sisipan pasir, lempung dan gamping dengan kecepatan akumulasi sedimen yang terjadi lebih kecil dari kecepatan penurunan cekungan sehingga terjadi penurunan yang menyebabkan muka air laut naik (transgresi) namun material yang terendapkan sangat tebal. Lalu material ini terkompaksi dan menjadi Formasi Cibulakan. Selanjutnya pengendapan batulempung ini mengalami perubahan kuantitas ke arah atas dimana ketebalan lapisannya mengalami pengurangan, sedangkan ketebalan lapisan gamping yang berada di atasnya mengalami peningkatan. Pada Kala Miosen atas bagian bawah, terendapkan pengendapan material gamping semakin mengalami peningkatan yang akhirnya menjadi Formasi Parigi, dengan kecepatan akumulasi sedimen sebanding dengan kecepatan penurunan cekungan sehingga muka air laut tidak mengalami perubahan dengan material yang terendapkan tidak begitu tebal. Setelah pengendapan batugamping selesai antara Kala Miosen atas bagian atas hingga awal Pliosen, terendapkan material napal, lempung menyerpih, sisipan pasir dengan kecepatan akumulasi sedimen lebih besar dari kecepatan penurunan cekungan sehingga terjadi pengangkatan dan muka air laut naik (transgresi) dengan material yang terendapkantidak begitu tebal. Lalu material ini terkompaksi dan menjadi Formasi Cisubuh (Subang).

Sumber : Martodjojo, Soejono. 2003. Evolusi Cekungan Bogor Jawa Barat. Bandung: ITB.