Anda di halaman 1dari 19

Malaria

adalah Penyakit parasit yang disebabkan oleh plasmodium yang menyerang eritrosit yang ditandai dengan ditemukannya bentuk aseksual didalam darah Infeksi malaria memberikan gejala berupa demam, mengigil, anemia dan splenomegali

Pemberantasan malaria bertujuan untuk mencegah kematian akibat malaria, terutama jika terjadi KLB, menurunkan angka kematian, menurunkan angka kesakitan (insidensi dan prevalensi), meminimalkan kerugian sosial dan ekonomi akibat malaria.

Kasus

atau penderita yang diagnostik terbukti positif gejala klinis dan parasitnya dalam darah diberi pengobatan dan perawatan menurut SOP atau protokol bakunya di puskesmas atau rumah sakit daerah endemik diberikan penyuluhan kesehatan dan dibagikan kelambu berinsektisida.

Penduduk

Nyamuk

vektornya dengan pengendalian vektor cara kimia, hayati atau manajemen lingkungan, atau secara terpadu.

Lingkungan

dengan memodifiksi atau memanipulasi lingkungan supaya tidak cocok lagi jadi habitat vektor vektor pindah tempat atau berkurang kepadatannya secara nyata.

Sistem

kewaspadaan dini dan upaya penanggulangan epidemi agar tidak semakin menyebar Intensifikasi pengawasan Diagnosis awal dan pengobatan yang tepat Kontrol vektor secara selektif

Penekanan

pada desentralisasi Keterlibatan masyarakat dalam pemberantasan malaria Membangun kerja sama antarsektor, NGO, dan lembaga donor

Gerakan Berantas Kembali Malaria atau GEBRAK Malaria yang dimulai pada 2000 adalah bentuk operasional dari Roll Back Malaria (RBM), memprioritaskan kemitraan antara pemerintah, swasta/sektor bisnis, dan masyarakat untuk mencegah penyebaran penyakit malaria.

terdiri atas 8 kegiatan, yaitu: Diagnosis awal dan pengobatan yang tepat Program kelambu dengan insektisida Penyemprotan Pengawasan deteksi aktif dan pasif Survei demam dan pengawasan migran Deteksi dan kontrol epidemik Langkah-langkah lain seperti larvaciding Peningkatan kemampuan (capacity building)

AIDS singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome merupakan kumpulan dari gejala dan infeksi atau biasa disebut sindrom yang diakibatkan oleh kerusakan sistem kekebalan tubuh manusia karena virus HIV, sementara HIV singkatan dari Human Immunodeficiency Virus merupakan virus yang dapat melemahkan kekebalan tubuh pada manusia.

Penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia terdiri atas : Upaya pencegahan Pengobatan Dukungan Perawatan bagi orang yang hidup dengan HIV/AIDS Pengawasan.

Merupakan

upaya prioritas dalam penanggulangan HIV/AIDS. ini berkaitan erat dengan situasi penularan HIV/AIDS yang ada di masyarakat.

Hal

Pencegahan penyakit dilakukan melalui upaya kampanye yang meliputi : Pemberian informasi Edukasi Komunikasi (KIE) sesuai dengan budaya dan agama setempat

Upaya pencegahan juga ditujukan kepada populasi berisiko tinggi, seperti pekerja seks komersial dan pelanggannya, orang yang telah terinfeksi dan pasangannya, para pengguna napza suntik, serta pekerja kesehatan yang mudah terpapar oleh infeksi HIV/AIDS.

dilakukan melalui klinik VCT (Voluntary Counseling and Testing) di sarana kesehatan yang ada. Upaya ini telah dilaksanakan bukan hanya oleh pemerintah tetapi juga oleh beberapa fasilitas kesehatan milik swasta serta lembaga nonpemerintah lainnya

Dalam menjalankan berbagai upaya ini, perlu senantiasa diperhatikan bahwa melayani orang yang hidup dengan HIV/AIDS harus juga melindungi hak asasi manusia melalui berbagai upaya untuk mengurangi dan menghilangkan stigma dan diskriminasi.

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan perlu dilakukan berbagai pelatihan dan pendidikan bagi para pekerja lapangan, penyediaan obat yang diperlukan, serta petunjuk pengobatan, dukungan, perawatan, dan konseling.

Kegiatan pengawasan antara lain : Pengumpulan Pengolahan Analisis data secara sistematik dan terus- menerus.

Kegiatan ini akan memberikan informasi tentang jumlah dan prevalensi HIV serta penderita infeksi menular seksual, di berbagai kalangan yang ada dalam masyarakat dengan tingkat risiko yang berbeda, distribusi serta kecenderungannya.

TERIMA KASIH