Anda di halaman 1dari 13

B.

Pemasaran di Era Informasi


Ilmu dan seni pemasaran bukanlah sesuatu yang statis. Ini berarti, dinamis. Maksudnya, apa yang ada atau terjadi saat ini pada pasar sasaran mewarnai serta menuntut adaftasi pemasaran demi eksistensi bisnis. Dulu bisnis didasari revolusi indistri yang berfokus pada skala produksi dengan sasaran efisiensi melalui standarisasi dan penciptaan struktural berkhierarkhi. Sedangkan dalam keberadaannya saat ini informasi mewabah luas, cepat, dan mudah diperoleh yang mampu memberikan pilihan terbaik pada konsumen. Informasi dari sudut pandang konsumen, menimbulkan serangkaian kepemilikan seperti kecakapan membeli, variasi alternatif produk, kemudahan berinteraksi, dan mampu membuat perbandingan. Pada sisi bisnis juga timbul kemampuan operasionalisasi saluran informasi, database pelanggan, mudah dan cepat berlangsungnya komunikasi internal, kustomisasi penawaran. Kepemilikan dan kemampuan tersebut, ada pada era informasi yang mendorong adaftasi pemasaran. Melihat dari sudut pandang perekonomian terlebih dahulu. Perekonomian era informasi, dilandasi digitalisasi dan konektifitas, disintermediasi dan reintermediasi, kustomisasi dan kustomerisasi, serta konvergensi industri. Kemudian turun pada hadirnya seperangkat kepercayaan dan praktik bisnis yang berkarakteristik: berbasis segmen pelanggan, fokus nilai hidup pelanggan, memperhatikan stakeholders, setiap orang adalah marketer, membangun merek melalui kinerja yang berkualitas. Lantas adaftasi pemasaran terjadi. Pemasaran bergerak memasuki e-marketing dan e-purchasing. E-marketing merupakan pengelolaan pemasaran berbasis media elektronik khususnya internet sedangkan e-purchasing mengarah pada trindakan pembelian yang dilakukan oleh konsumen maupun pelanggan yang juga secara online. Emarketing dan e-purchasing tidak lain hadir sebagai dampak dari kondisi era informasi. Secara lebih jauh lagi dampaknya pemasaran difokuskan kepada individual konsumen yang menuntut pembentukan basis data pelanggan dan melakukan penggalian data untuk melacak trend, segmen serta kebutuhan dan keinginan individual. Sure, individual marketing is not easy.

Internet telah berubah menjadi kebutuhan primer, orang terhubung di jejaring sosial dan senang melaungkan banyak waktu menggunakan gadgetnya. Sebelum era informasi kita kerap mengenal strategi marketing word of mouth atau menyampaikan pesan ke kostumer berdasarkan penyebaran kata. Seiring berkembangnya teknologi, viral marketing adalah transformasi dari word of mouth. Sebuah strategi pemasaran yang menggunakan social media untuk meningkatkan brand awareness sebuah produk/ perusahaan demi mencapai target yang telah ditentukan.
Di social media satu pesan yang Anda sampaikan bisa menjangkau ribuan bahkan ratusan orang hanya dengan satu klik saja. Viral marketingbekerja seperi virus, mudah menyebar dari satu orang ke orang lain dalam waktu yang cepat. Jika seseorang telah memiliki pengalaman baik mengenai brand atau produk, maka mereka akan menuturkan langsung kepada teman-temannya dan menulis status di social media. Meski orangorang juga akan tetap mendengarkan cerita tentang pengalaman buruk seseorang.

FITUR PENTING VIRAL MARKETING


Untuk memulai viral marketing, Anda perlu menyiapkan elemen penting seperti Free produk atau free service, orang lebih senang mendengar kata FREE kemudian di transfer menggunakan jaringan komunikasi seperti social media. Produk atau service ini harus berupa sesuatu yang akan mengekploitir perilaku dan emosi orang secara alami. Beberapa contoh diantaranya adalah howto guides, surveys, best-of guides, educational guides, tools, widgets, dan quizzes Orang pasti akan mudah ingat dan tertarik jika mendengar kata FREE .Kata ini bisa diandalkan dan menjadi kelebihan dalam melayani konsumen serta pasti menjadi revenue dalam bisnis Anda. Ada beberapa reward yang bisa Anda tawarkan. Misalkan memberi penghargaan terhadap konsumen yang loyal atau bahkan pemberian kupon gratis bagi orang yang mereferensikan brand Anda. Hal-hal tersebut pasti akan membuat virus lebih cepat menyebar. Viral Marketing merupakan strategi yang sangat berguna dan efektif jika disandingkan dengan strategi marketing online lainnya. Kendati demikian, Anda juga masih perlu membuat sesuatu yang tidak biasa dan out of the box namun juga berguna bagi orang lain. Aturan-aturan mendasar tentang marketing juga harus tetap diimplementasikan jika menginginkan kampanye viral yang dilakukan sukses. Ketahuilah produk atau service secara benar, ketahui juga jenis demografi yang ditargetkan. Mempertimbangkan kebutuhan konsumen dan komitmen untuk memenuhi kebutuhan tersebut akan menentukan kesuksesan Anda.
C. ELEMEN PEMASARAN

1. Pemilihan Pasar 2. Perencanaan Produk 3. Penetapan Harga 4. Sistem Distribusi 5. Komunikasi Pemasaran (promosi): STRATEGI PEMASARAN Terdiri 5 Elemen 1. Pemilihan pasar, yang akan dilayani. Keputusan ini didasarkan pada faktor2: Persepsi terhadap fungsi produk dan pengelompokan teknologi yang dapat diproteksi dan didominasi. Keterbatasan sumber daya internal yang mendorong perlunya pemusatan (fokus) yang lebih sempit. Pengalaman kumulatif yang didasarkan pada trial-and-error di dalam menanggapi peluang dan tantangan. Kemampuan khusus yang berasal dari akses terhadap sumber daya langka atau pasar yang terproteksi Pemilihan pasar dimulai dengan melakukan segmentasi pasar dan kemudian memilih pasar sasaran yang paling memungkinkan untuk dilayani 2.Perencanaan Produk Meliputi : produk spesifik yang dijual, pembentukan lini produk, dan desain penawaran individual pada masing-masing lini.

Produk itu sendiri menawarkan manfaat total yang dapat diperoleh pelanggan dengan melakukan pembelian. Manfaat tersebut meliputi produk itu sendiri, nama merek produk, ketersediaan produk, jaminan atau garansi, jasa reparasi, dan bantuan teknis yang disediakan penjual, serta hubungan personal yang mungkin terbentuk di antara pembeli dan penjual. 3. Penetapan Harga, yaitu menentukan harga yang dapat mencerminkan nilai kuantitatif dari produk kepada pelanggan. 4. Sistem Distribusi, yaitu saluran perdagangan grosir dan eceran yang dilalui produk hingga mencapai konsumen akhir yang membeli dan menggunakannya. 5. Komunikasi Pemasaran (promosi): meliputi periklanan, personal selling, promosi penjualan, direct marketing, dan public relations.
Elemen marketing ada sembilan yang dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok:

Strategy (Segmentasi, Targeting, Positioning atau STP) untuk memenangkan Mind-share, diteruskan dengan Tactick (Differentiation, Marketing Mix, Selling atau DMS) untuk memenangkan Market-share, dan diakhiri dengan Value (Brand, Service, Process atau BSP) untuk memenangkan Heart-Share

Suatu produk, merek, ataupun perusahaan akan memiliki keunggulan bersaing yang bagus kalau ia mampu membangun kesembilan elemen pemasaran tersebut secara baik.

Strategy

Dalam membangun strategi yang kukuh, pertama-tama perusahaan harus mampu melihat pasar secara kreatif dan membagi-bagi pasar tersebut ke dalam segmen-segmen berdasarkan kondisi psikografis, demografis, geografis, dan behavior tertentu. Dari sini, kemudian perusahaan akan dapat memilih satu atau beberapa segmen tersebut yang akan dijadikan target pasar. Dan setelah itu, perusahaan akan dapat memosisikan produk, merek, dan perusahaan tersebut di dalam benak pelanggan target pasar tersebut.

Positioning adalah janji yang diberikan produk, merek, dan perusahaan kepada pelanggannya.

Segmentasi Pasar Segmentasi Pasar adalah proses menempatkan Konsumen dalam subkelompok di Pasar Produk, sehingga pembeli memiliki tanggapan yang hampir sama dengan strategi perusahaan. suatu proses mendefinisikan kelompok pelanggan yang homogen dan membuat tawaran yang kuat secara khusus untuk mereka Dengan kata lain Segmentasi Pasar adalah Proses mengkotak kotakan Pasar yang heterogen kedalam potensial Customer yang memiliki kesamaan kebutuhan dan atau kesamaan karakter yang memiliki respon yang sama dalam membelanjakan uangnya. Variabel yang digunakan untuk menentukan segmen pasar adalah dari Geografi, Demografi, Psikografi,dan Behavior (Tingkah Laku) Contoh: Produk Ayam Goreng Kremesan akan mengambil Segmen Variabel Psikografi dimana segmen kelas sosial menengah bawah adalah menjadi segment pasar Ayam Goreng Kremesan ini. Market Segmentation Mass marketing menawarkan basic functional benefits pada kemungkinan biaya yang paling rendah yang biasanya dalam arti: standarisasi suatu produk, memproduksi dengan biaya rendah dalam jangka panjang, memproduksi produk homogen menjual melalui basic distribusi channels dengan sedikit layanan Mass marketing menjadi kurang efektif dalam perekonomian yang mana semua konsumen sudah memiliki fungsi dan manfaat inti Segmentation menawarkan variasi dalam functional benefits dan perhatian yang lebih pada kebutuhan hedonik mengevaluasi dan memilih segmen pasar ke arah yang (mana) suatu sumber daya organisasi diharapkan untuk diarahkan adalah suatu proses dalam mempertemukan peluang pasar dengan program pemasaran Empat kriteria untuk pemilihan segment: measurability, accessibility, substantiality, and congruity. Measurability merujuk pada pada tingkat untuk mana informasi tersedia atau dapat diperoleh menyangkut ukuran, alam, dan perilaku dari suatu segmen pasar. (besar dan daya beli setiap segmen harus dapat diukur dengan tingkat tertentu)

Acessibility or reachability merujuk pada seberapa jauh segmen dapat dijangkau dan dilayani secara efektif Substantiality merujuk pada ukuran dari segmen pasar. Suatu kelompok akan pantas disebut segmen apabila cukup besar atau menguntungkan. Congruity merujuk pada tingkat untuk mana anggota dari suatu segmen pasar secara bersama-sama cocok. Jadi suatu segmen harus kelompok yang homogin Tujuannya adalah untuk menemukan kelompok pelanggan dalam segmen yang sama juga kesamaan sama dengan kemampuan perusahaan dalam menjual produk Ketika pasar telah tersegmen dengan baik dalam kaitan dengan empat citeria tersebut, selanjutnya perusahaan mempunyai tiga pilihan: Concentrated (single segment) marketing, Differentiated (multi segment) marketing, Undifferentiated marketing Concentrated marketing, fokus utamanya ada pada satu pangsa pasar. Bahaya yang jelas dari concentrated marketing adalah bahwa suatu ceruk (niche) kadang dapat menguap dengan cepat, dan perusahaan benar-benar terhapus sebagai pesaing diversifikasi selalu merupakan pilihan yang bagus, khususnya jika ada pergolakan kompetitif yang terus-menerus. Bahaya yang jelas dari concentrated marketing adalah bahwa suatu ceruk (niche) kadang dapat menguap dengan cepat, dan perusahaan benar-benar terhapus sebagai pesaing diversifikasi selalu merupakan pilihan yang bagus, khususnya jika ada pergolakan kompetitif yang terus-menerus. * Differentiated marketing, berkonsentrasi pada dua pangsa atau lebih, yang menawarkan bauran pemasaran yang berbeda untuk masing masing segmen Bahaya terbesar adalah kehilangan pasar inti karena mengaburkan citra yang sudah mapan Tidak ada produk yang dapat menyenangkan semua orang Undifferentiated marketing, bertujuan untuk mendapatkan penetrasi pasar yang lebih tinggi masalah yang dihadapi adalah kerap sangat sulit untuk mempertahankan posisi pasar seandainya kebutuhan pembeli bervariasi Strategi ini sangat rentan terhadap sebuah pesaing. Strategi ini jarang berhasil jika ada pesaing yang hebat. * Segmentasi dapat dilakukan atas dasar variabel: Geographic, perusahaan menyesuaikan bauran pemasarannya agar cocok dengan daerah-daerah yang berbeda dan bahkan lingkungan individual di dalam suatu kota

Demographic, fokus yang digunakan paling luas adalah usia, jenis kelamin, agama, besar kecilnya keluarga, siklus kehidupan keluarga, penghasilan, pekerjaan, pendidikan, ras, kebangsaan dan kelas sosial. Psychographic, yaitu pola orang menjalani hidup dan menggunakan waktu dan uang (gaya hidup). Kepribadian juga termasuk dalam gaya hidup Behavioral, yang mencakup: jangkauan pemakaian dan loyalitas, manfaat, dan situasi pemakaian Analisa segmentasi memainkan suatu peran penting dalam semua tahap strategi pemasaran.

Market Segmentation Secara umum kegunaan dari segmentasi meliputi: product positioning, promotional startegy, distribution strategy, and price policy Melalui database management dan perangkat lunak komputer canggih, pemasar mungkin menjadi semakin dekat dengan tujuan dari satu segmen. Analisa konsumen mempunyai tanggung-jawab untuk monitoring lingkungan macromarketing dan micromarketing Analisis perubahan segmen adalah penting dalam proses tersebut Macromarketing memfokuskan pada penentuan kinerja secara menyeluruh dari marketing dalam masyarakat Micromarketing memfokuskan pada program pemasaran dari organisasi spesifik Tujuan pokok dari perusahaan bisnis adalah peningkatan shareholder value Masyarakat keuangan menujukan nilai seperti itu untuk saham perusahaan kepada derajat tingkat kemampuan perusahaan dalam meningkat/kan laba di masa datang. Peran utama analisis pelanggan adalah untuk menentukan trend peningkatan laba perusahaan dimasa datang Ini bisa dicapai melalui 3 M: more market, more market share, and more margin Targeting Proses pemilihan segmen pasar yang akan dilayani perusahaan Dari sini perusahaan dapat memilih satu atau beberapa segmen tersebut yang akan dijadikan target pasar Contoh: Untuk kasus Produk Ayam Goreng Kremesan.

Setelah perusahaan mampu mengindentifikasi Segmen pasar dimana dalam hal ini kita mengambil Segmen tingkat sosial, maka selanjutnya Segmen tingkat sosial menengah bawah akan menjadi sasaran atau target pemasaran.

Positioning Positioning ini mengacu pada teori dimana Positioning Produk harus Jelas, Berbeda dan memiliki nilai lebih. Positioning adalah salah satu kunci kekuatan dan kesuksesan Selama ini, positioning dikenal sebagai strategi untuk menguasai pikiran konsumen dengan penawaran perusahaan kita. Hermawan Kertajaya mendefinisikan positioning sebagai strategi untuk mengarahkan para pelanggan. Positioning adalah upaya membangun kesan di benak konsumen bahwa perusahaan kita layak dipercaya dan kompeten. Dalam hal positioning: mis Produk Ayam Goreng Kremesan akan kita posisikan sebagai Produk Ayam Goreng dengan rasa yang sama dengan Ayam Goreng Kremesan yang sudah terkenal namun harganya terjangkau oleh Masyarakat kalangan bawah (Murah). Atau dengan kata lain yang lebih simple adalah Ayam Goreng Kremesan dengan rasa yang enak dan harga murah. Uji Studi Positioning Produk Yang perlu diperhatikan adalah apakah setelah kita meluncurkan produk tersebut dapat diterima oleh konsumen dengan alasan bahwa produk yang kita bikin itu sesuai dengan kebutuhannya,berbeda dari produk pesaing, memiliki nilai tambah buat konsumen. Untuk itu dalam melakukan kajian atas positioning Produk maka tingkat kepuasan antara yang kosnumen beli (mengeluarkan uang) sebanding dengan Produk yang kita janjikan (yang didapat). Sudah barang tentu kita memerlukan Questionnaire lebih menekankan Apakah Produk Kita berbeda dari Produk Pesaing dari segi rasa, harga, kemasan, cara penyajian dsb Dengan demikian dibenak konsumen Produk yang mereka beli haruslah ada kesan lain atau berbeda dengan pesaing. Tactik Untuk memenuhi janji tersebut, perusahaan harus membangun diferensiasi yang solid. Selanjutnya, agar diferensiasi yang dibangun perusahaan kukuh, perusahaan harus mem-back up diferensiasi tersebut dengan marketing mix (strategi produk, harga, distribusi, dan promosi) yang kukuh pula.

Setelah marketing mix, selanjutnya perusahaan juga harus menyusun strategi selling-nya dengan menciptakan hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Value Semua langkah yang dilakukan terhadap produk, sesungguhnya adalah bagian dari upaya untuk membangun merek. Merek tidak sekadar sebuah nama. Bukan juga sekadar sebuah logo atau simbol. Merek adalah "payung" yang merepresentasikan produk atau layanan Anda. Merek merupakan cerminan value yang perusahaan berikan kepada pelanggan. Itulah sebabnya mengapa ia menyebutnya sebagai "value indicator". Selanjutnya, perusahaan juga harus membangun konsep service. Apakah bisnis perusahaan itu adalah hotel, jualan bakso, menawarkan asuransi, atau membikin mobil, semuanya haruslah merupakan bisnis service--"Every business has to be a service business." Dan akhirnya, komponen terakhir dari sembilan elemen pemasaran adalah proses. Ujung-ujungnya, pembenahan proses ini diarahkan untuk menciptakan kualitas sebaik mungkin, biaya serendah mungkin, dan waktu penyampaian secepat mungkin. Landscape Marketing Landscape yang harus dihadapi perusahaan (Company) dalam marketing ada tiga yang dikenal dengan 3 C: Customer Competitor Change Mengapa urutannya custumer yang pertama? Karena customer paling penting untuk dimengerti, mengapa paling penting untuk dimengerti? Karena merupakan pihak yang harus dilayani dan dipuaskan. Setelah itu baru competitior supaya kita bisa membuat strategi pelayanan yang jitu. Akhirnya change, supaya kita bisa mengantisipasi perubahan yang akan terjadi pada customer dan competitior. Bebarapa Strategi yang dapat digunakan UMKM dalam menyingkapi persaingan bisnis yang semakin tajam yaitu strategi bisnis yang mampu memberikan nilai lebih bagi pelanggan adalah:

Strategi Pertama: UMKM harus keluar dari perangkap komoditas. Artinya, produk-produk UMKM tidak lagi bersaing dari sisi harga. Tetapi dari sisi kualitas yang ditunjukan oleh merek yang kuat. Untuk itu, UMKM perlu menjadikan strategi peningkatan merek sebagai cara keluar dari perangkap komoditas. Karena merek memungkinkan produk terbebas dari aturan dasar kurva permintaan dan penawaran. Kita pasti telah mengetahui bahwa harga terbentuk dari keseimbangan antara penawaran dan permintaan. Namun dengan kekuatan merek, kita bisa terbebas dari hukum tersebut. Dan kita bisa mematok harga mengikuti kemampuan nilai yang kita tawarkan (perceived value) ke pelanggan. Bebarapa Strategi yang dapat digunakan UMKM dalam menyingkapi persaingan bisnis yang semakin tajam yaitu strategi bisnis yang mampu memberikan nilai lebih bagi pelanggan adalah: Strategi Kedua: setelah UMKM mampu meningkatkan merek, strategi yang kemudian harus dilakukan adalah melakukan positioning merek. Artinya, UMKM mampu menciptakan sebuah persepsi di benak pelanggan bahwa produk-produk yang mereka buat adalah produk yang berkualitas tinggi. Bebarapa Strategi yang dapat digunakan UMKM dalam menyingkapi persaingan bisnis yang semakin tajam yaitu strategi bisnis yang mampu memberikan nilai lebih bagi pelanggan adalah: Strategi Ketiga: UMKM harus memiliki target pasar yang lebih fokus. Artinya, UMKM tidak lagi menjual produk pada semua segmen pelanggan. Tetapi lebih fokus pada pelanggan yang dapat memberi penghasilan yang besar. Seperti yang dikatakan Griffin dalam bukunya Customer Loyalty bahwa 80% penjualan Anda merupakan hasil penjualan kepada 20% pelanggan Anda. Untuk itu, fokuslah pada 20% pelanggan Anda itu. Dan untuk kasus ini, ketika kualitas dan merek menjadi utama dibanding harga, maka fokuslah pada segmen pasar kelas menengah ke atas. Atau segmen yang lebih mementingkan kualitas dan merek dibandingkan harga. Strategi Keempat: Strategi diferensiasi yang jelas.

Maksudnya, UMKM tidak lagi membuat produk yang sulit dibedakan dengan produk lainnya. Misalnya dari sisi bahan, desain, dan berbagai macamnya. Karena itu, UMKM perlu menciptakan produk yang unik dan memiliki ciri khas kuat. Michael Porter menyatakan bila Anda tidak bisa menjadi cost leader, jadilah differentiator. Jadi, untuk produk UMKM kita, contoh diferensiasinya adalah gaya ukiran Jepara pada produk mebel, atau corak batik pada produk tekstil. Diferensiasi ini bisa menjadi daya saing yang sulit untuk ditiru oleh produk dari negara lain. Bebarapa Strategi yang dapat digunakan UMKM dalam menyingkapi persaingan bisnis yang semakin tajam yaitu strategi bisnis yang mampu memberikan nilai lebih bagi pelanggan adalah: Staregi kelima: UMKM perlu fokus pada strategi peningkatan layanan dan relationship yang kuat dengan konsumen. Dengan begitu, akan ada kepercayaan dan kepuasan yang akhirnya berujung pada loyalitas pelanggan. Contoh Sukses

Wibowo, sorang pengusaha mebel yang merintis eskpor ke pasar Amerika sejak 2001. Ia bercerita telah meraih segmen pasar ekspor dengan target kelas menengah ke atas. Meski harga jual mahal, namun pasar Amerika tetap memilih produk Indonesia karena faktor kualitas dan inovasi produk. Wibowo mencontohkan, dalam kualitas presisi, pelapisan kayu, kekuatan sambungan dan ukiran Indonesia memiliki keunggulan dibanding mebel dari Cina. Mebel Cina mungkin merajai pasar, tetapi dalam soal mutu masih kalah jauh dengan produk Indonesia, ujar Wibowo. Nah melihat kasus Wibowo, jelas bahwa berbagai kualitas merupakan kunci strategi wibowo untuk keluar dari perangkap komoditas. Lalu merek mebel Indonesia yang dibangun dengan kekuatan kualitas tersebut dan diferensiasi ukiran asli Indonesia telah memeberikan persepsi yang kuat di benak pelanggan Amerika.

Contoh Sukses Dan, Segmen pasar Amerika dengan target kelas menengah ke atas terbukti menjadi pelanggan setia yang memberikan pemasukan terbesar.

Dan terakhir, layanan dan relationship terus dibangun Wibowo agar kepercayaan pelanggan meningkat sehingga berakhir pada kepuasan dan loyalitas. Jadi, menghadapi berbagai situasi yang tidak menguntungkan ini, UKM harus berjuang. Yaitu bangkit dan semakin semangat mencari berbagai strategi yang mampu membawanya menjadi lebih berdaya saing tinggi dan tidak terjebak perangkap komoditas.

D. Tujuan komunikasi pemasaran Adapun tujuan dari komunikasi pemasaran ini secara garis besar adalah untuk memperoroleh keuntugan (profit). Namun tujuan lain dari komunikasi pemasaran ini ialah sebagai berikut : a. Informasi, Memberikan informasi melalui media yang tersedia kepada khalayak, sehingga khlayak mengetahui. Contoh iklan-iklan di media massa, baik media televisi, media cetak seperti koran maupun media baru seperti facebook, twitter, hingga media outdoor seperi baliho, dan poster, kesemua iklan tersebut pada intinya memberikan informasi kepada khalayak atau pun konsumen. b. Persuasi (mempengaruhi), Setelah tujuan komunikasi pemasaran itu sebagai informasi namun ternyata pesan yang di samapaikan melalui iklan tersebut sifatnya mempengaruhi atau pun Mengajak khalayak untuk memebeli, produk yang diiklankan tersebut. Seperti contoh dalam iklan c. Menjaga Kesetiaan Tujuan dari komunikasi pemasaran disini yaitu, menjaga kesetiaan, dalam artian produk yang kita tawarkan betul-betul berkualitas, dan menjaga kualitas produk yang kita pasarkan, artinya setelah produk kita diminati banyak orang lantas kita mengurangi, item-item yang penting dalam produk, sehingga mengurangi kualitas sehingga konsumen tidak lagi tertarik terhadap produk kita. Pada umumnya tujuan komunikasi pemasaran ialah dapat membentuk sikap kognitif, yaitu membentu kesadaran informasi tertentu lalu afektif, yakni memberikan pengaruh untuk melakukan sesuatu. Yang diharapkan adalah reaksi pembelian, dan konatif atau perilaku yaitu membentuk pola khalayak menjadi perilaku selanjutnya. Perilaku yang diharapkan adalah pembelian ulang.

Tujuan Komunikasi Pemasaran Komunikasi pemasaran bertujuan untuk mencapai tiga tahap perubahan yang ditunjukan kepada konsumen. Tahap pertama yang ingin dicapai dari strategi komunikasi pemasaran adalah tahapan perubahan khowledge (pengetahuan), dalam perubahan ini konsumen mengetahui adanya keberadaan sebuah produk, tahapan kedua adalah perubahan sikap dalam consumer behavior perubahan sikap ini ditentukan oleh tiga unsure yang disebut oleh Sciffman dan Kanuk menunjukkan

bahwa tahapan perubahan sikap ditentukan dan conation (perilaku), jika tiga komponen ini menunjukkan adanya kecenderungan terhadap sebuah perubahan (kognitif, afektif, dan konatif) Konsemen Indonesia setip saat berubah sedikit dengan sedit menuju sebuh tahapan yang disebut knowledge social, tahapan ketiga lebih berbahaya lagi setip perancang iklan yang bermaksud membodoh-bodohi konsumen. Perlu disadari bahwa batas-batasan etika ini sebenarnya tidak bermaksud membatasi keratifitas ide, bahkan memotivasi terjadinya inovasi dan kreatifitas iklan yang lebih tinggi dan membantu para kreatif untuk memberikan sebuah iklan.

Jadi inti dari tujuan Komunikasi Pemasaran adalah : 1. Membangkitkan keinginan akan suatu kategori produk 2. Brand Awarness 3. Intention 4. Memfasilitasi Pembelian

Fungsi Komunikasi Pemasaran : Konsumen dapat diberitahu atau ditunjuk bagaimana dan mengapa sebuah produk digunakan oleh orang seperti apa dan bagaimana serta kapan. Konsumen dapat belajar tentang siapa yang membuat produk dan apa yang dipertahankan perusahaan dan merek. Dan konsumen dapat diberikan suatu insentif atau imbalan untuk percobaan atau penggunaan.

Rancangan Komunikasi Pemasaran

Kegiatan Komunikasi Pemasaran meliputi : Promosi, yakni aktivitas menjual suatu produk yang bersifat jangka pendek. Iklan, Merupakan persentasi terhadap suatu barang ataupun jasa yang bukan dilakukan oleh orang secara langsung tetapi berupa promosi gagasan. Pemasaran Langsung, Merupakan pemasaran yang dilakukan melalui media. Media yang digunakan antara lain lewat sms, telepon, fax, email dan lain sebagainya. Biasanya dalam pemasaran langsung ini terjadi dialog langsung untuk meminta tanggapan. Penjualan Pribadi, Dalam penjualan pribadi ini, terjadi interaksi tatap muka dengan satu atau beberapa calon pembeli. Hubungan Masyarakat dan Pemerintahan, Dalam hubungan masyarakat dan pemberitaan ini biasanya dibuat program-program tertentu yang bertujuan untuk mempromosikan barang, atau bisa juga bertujuan untuk memperlihatkan image positif bagi perusahaan kepada masyarakat. Acara khusus dan Pengalaman, Dalam hal ini perusahaan memberikan sponsor untuk acara-acara yang memiliki kegiatan interaktif di dalamnya.

Inti Dari Komunikasi Pemasaran Komunikasi pemasaran membahas beberapa masalah yang memiliki kaitan erat dengan komunikasi dalam pemasaran, pokok kajian pembahasan komunikasi pemasaran antara lain Strategi Komunikasi Segmentasi Potensial Perencanaan Media Kreatif pesan dan Visual Biaya Komunikasi dan Belanja Iklan Riset Komunikasi Pemasaran Konsep Bisnis Masa Depan