Anda di halaman 1dari 24

PELVIS

By Dr. Fransisca

KERANGKA PELVIS
Cavum pelvis/ pelvis minor/ cavum pelvis yg sebenarnya Pelvis mayor/cavum pelvis palsu ( ruangan yg terletak antara crista iliaca dan bagian atas linea terminalis ) Cavum pelvis dipisahkan oleh cavum abdomen oleh apertura pelvis superior ( pintu panggul ) isi : Bagian bawah tract gastrointestinal Vesica urinaria Bagian bawah ureter Sebagian tract genitalis Rongga pelvis Proses persalinan

KERANGKA PELVIS
Terbentuk oleh :
- 2 dinding lateral

- 1 dinding posterior - 1 dasar yg tertutup oleh peritoneum Tulang yang membentuk pelvis : - 2 tulang coxae pd bagian depan dan samping - Os Sacrum dan os coccygis pd bagian belakang Posisi anatomi : - Bidang frontal : SIAS dan Tuberculum Pubicum - Bidang Horizontal : Bagian atas symphisis pubis dan ujung Os Coccygis

KERANGKA PELVIS
Cavum Pelvis dan apertura pelvis superior mempunyai diameter : - Diameter anteroposterior (Conjugata ) Conjugata Vera : Pinggir atas Symphisis Pubis smp promontorium Conjugata Obstetrica : dr bagian belakang symphisis pubis smp promontorium ( jarak terpendek ) Conjugata Diagonalis : dr pinggir bawah sympphisis pubis smp promontorium ( dpt diukur melalui vagina ) - Diameter transversa Berjalan melintang melalui bagian yg paling luas dari PAP - Diameter Obliqua Miring mulai dari art. Sacroiliaca smp eminentia iliopubica

KERANGKA PELVIS
Apertura pelvis Superior Melalui : - Linea terminalis yg dibentuk oleh promontorium - Bagian depan ala ossis sacri - Linea iliopectinea - Crista pubica - Bagian atas Symphisis pubis Apertura pelvis Inferior ( bentuk 2 segitiga ) - Basis bersama : Tuberischiadicum kiri dan kanan - Kaki segitiga belakang : Lig. Sacrotuberosum, puncak os coccygis - Kaki segitiga depan : ramus inferior ossis pubis dan ramus ossis ischii, puncak arcus pubis ( Lig. Arcuatum)

KERANGKA PELVIS
Diameter apertura pelvis inferior : - Diameter anteroposterior : dr pinggir bawah symphisis pubis smp ujung os coccygis - Diameter transversa : antara tuber ischiadicum kiri dan kanan - Diameter obliqua : pertemuan ramus inferior ossis pubis dan ramus ossis ischii menuju titik pertemuan lig. Sacrotuberosum dan lig sacrospinosum.

KLASIFIKASI PELVIS
Berdasarkan bentuk apertura pelvis superior ( Caldwell dan Molov ) : 1. Gynecoid (bentuk PAP bundar ) 2. Android ( bentuk PAP spt Jantung ) 3. Anthropoid ( Bentuk PAP oval memanjang, diameter anteroposterior > diameter transversa) 4. Platypelloid ( bentuk PAP ovoid, diameter transversa lebih panjang ) 50% tipe Gynoid baik utk melahirkan

KLASIFIKASI PELVIS
Berdasarkan diameter pelvis : 1. Dolichopellic ( D. anteroposterior > D. transversa ) 2. Mesatipellic ( D. anteroposterior = D. Transversa ) 3. Brachypellic ( D. transversa > D. anteroposterior ) !!!!!! Foetus X lahir Jika : - Conjugata obstetrica < 10 cm - Jarak kedua tuber ischiadicum < 8 cm

PERSENDIAN PADA PELVIS


Symphisis pubis Articulatio sacroiliaca Ligamentum yg menahan perputaran sacrum ke depan : - Lig. Sacroiliaca interossea - Lig. Sacroiliaca dorsale - Lig. Iliolumbale Ligamentum yg menahan perputaran sacrum ke belakang : - Lig. Sacrotuberosum - Lig. Sacrospinosum Articulatio Lumbosacralis Articulatio Sacrococcygea

DINDING PELVIS
Dibagi menjadi 2 dinding lateral, 1 dinding post dan sebuah dasar, serta 1 dinding depan Dinding Depan : dibentuk oleh permukaan belakang corpus pubis dan symphisis pubis Dinding belakang :dibentuk oleh os sacrum dan coccyx, lateral ditutupi m. piriformis dan m. coccygeus dan facianya. Dinding lateral :susunan tulang coxae di bawah linea terminalis Dinding bawah ( dasar ) : menutupi apertura pelvis inferior dan memisahkan cavum pelvis di sebelah ats yg berisi viscera dgn perineum di sebelah bawah

DINDING PELVIS
Pembagian lain : 1. Pars muscularis : M. levator ani 3 bagian yaitu m.pubococcygeus, m.puborectalis, m.iliococcygeus 2. Pars membranosa : Diafragma urogenital yg menutupi segitiga depan dari apertura pelvis inferior

DINDING PELVIS
M. Coccygeus ( otot di belakang m. levator ani ) Persyarafan : rami ventralis nn. Sacrales 3-4. Bagian anterior oleh ramus perinealis dari n. pudendus Fungsi : Menyokong vicera dari pelvis ( vesica urinaria, prostat, vesicula seminalis pd laki-laki, vesica urinaria serta vagina pd wanita

FUNGSI.........
Menyokong vicera dalam pelvis : Vesica urinaria, prostat dan vesicula seminalis pd lakilaki, vesica urinaria serta vagina pd wanita Menahan peninggian tekanan intra abdominal contoh waktu mengedan Membantu kerja diafragma dlm meningkatkan tekanan intra abdominal M. Levator prostatae pd laki-laki dan M. pubovaginalis pd wanita membantu mengotrol proses miksi M. Puborectalis selain membantu proses defekasi, jg membantu mengarahkan kepala bayi yg mau lahir ke arah bawah

FACIA PADA PELVIS


Terdiri 3 bagian : 1. Pars Parietalis 2. Pars diafragmatica 3. Pars visceralis

DIAFRAGMA UROGENITALE
Merupakan lapisan musculofibrosa yg menutupi segitiga depan apertura pelvis inferior dr sebelah bawah 2 lapis facia : facia diafragma urogenitale superior dan inferior ( perineal membran ) Ruangan diantara kedua fascia disebut spatium perinealis profunda (= deep perineal pouch ) yg isinya : M. transversa profunda dan M. sphinter urethrae, pd laki-laki berisi pars membranosa, glandula bulbourethralis, n.dorsalis penis dan vasa pudenda interna, Pd wanita isi urethra, vagina, n.dorsalis clitoridis, vasa pudenda interna. Diafragma ini ditembus oleh urethra dan vagina

PEMBULUH DARAH PELVIS


Sebagian besar oleh Arteri iliaca interna (Vertebra lumbalis 5 Sacrum ) Cabang parietal : a. iliolumbalis, a. sacralis lateralis, a.obturatoria, a.pudenda interna, a. glutealis superior dan inferior Cabang visceral : a. Umbilicalis, a.vesicalis superior, a. ductus deferentis, a. vesicalis inferior, a. uterina, a. a. vaginalis, a. rectalis media

PEMBULUH DARAH..............
A. Pudenda interna meninggalkan pelvis di antara M. piriformis dan M.coccygeus, kemudian menyilang spina ischiadica, masuk perineum melalui foramen ischiadicum minus, kemudian berjalan dlm canalis pudendalis ( Alcock) berdama vena dan nervus, menembus belakang difragma urogenitale, masuk deep perineal pouch.

SYARAF PELVIS
Plexus sacralis : n. glutealis superior dan inferior, n. curaneus posterior, n. ischiadicus, dll N. Pudendus ( segmen sacralis 2,3,4): memberi cabang n. rectalis inferior, akhirnya menjadi perinealis dan n. dorsalis penis

SYARAF................
N. rectalis inferior menguru M. sphinter anis externus dan kulit sekitar ani N. Perinealis bercabang menjadi ramus superficialis dan ramus profundus di dalam canalis pudendalis. Ramus profundus masuk ke dalam superficialis perineal pouch dan mengurus M. Bulbospongiosus, M.ischiocavernosus, M.transversus perinei superficialis dan M. bulbus penis Ramus superficialis menjadi 2 N. Scrotalis Post ( Labialis) menuju Scrotum atau labia. N.dorsa,is penis mengurus M. transversus perinei profundus dan M. sphincter urethrae