Anda di halaman 1dari 3

Hidung Tersumbat Kongesti nasal adalah blokade aliran nasal yang biasanya disebabkan oleh pembengkakan yang terjadi

pada mukosa hidung akibat inflamasi pada daerah konka sehingga permeabilitas pembuluh-pembuluh darah hidung meninglat. Ini juga disebut sebagai blokade hidung, obstruksi nasal, hidung tersumbat, hidung mampet, dan lain sebagainya. Kongesti nasal mempunyai banyak penyebab dan gejala dapat berawal dari gangguan ringan sampai kepada kondisi yang mengancam nyawa. Bayi baru lahir lebih suka bernafas melalui hidung (normalnya memang wajib pernapasan lewat hidung). Kongesti nasal pada bayi pada lima bulan pertama kehidupannya mungkin menghalangi pemberian ASI dan bisa menyebabkan distress pernapasan yang mengancam jiwa. Kongesti nasal pada anak yang lebih tua dan orang dewasa adalah sering dan mengganggu tetapi bias menyebabkan kesulitan yang lain. Kongesti nasal dapat mengganggu telinga, pendengaran, perkembangan berbicara. Kongesti yang signifikan bias mengganggu tidur, menyebabkan mengorok, dan bisa juga dihubungkan dengan sleep apnea. Pada anak-anak, kongesti nasalberasal dari pembesaran kelenjar adenoid yang telah menyebabkan sleep apnea kronis dengan oksigen insufisiensi dan hipoksia, sebaik gagal jantung kanan. Permasalahan biasanya cair setelah operasi pengangkatan kelenjar tonsil dan adenoid. Kongesti nasal bisa juga menyebabkan nyeri yang ringan pada wajah dan kepala, dan sebuah tingkat ketidaknyamanan.

Penyebab :
Hidung tersumbat biasanya disebabkan oleh virus atau bakteri, meliputi:

Common cold Flu Infeksi sinus

Khususnya karena kongesti akan hilang dengan sendirinya dalam satu minggu. Kongesti juga bisa disebabkan oleh:

Hay fever atau beberapa alergi lainnya

Penggunaan semprot atau tetes hidung (bisa memperparah sumbatan hidung) Polip nasi Kehamilan Rinitis vasomotor

Penyebab hidung tersumbat


Reaksi alergi. Common cold atau influenza. Deviasi septum. Hay fever, reaksi alergi terhadap serbuk sari atau rumput. Reaksi alergi terhadap obat (sebagai contoh: Flomax) Rinitis medikamentosa suatu kondisi muncul kembali kongesti nasal yang dihasilkan oleh penggunaan secara luas dekongestan topical (sebagai contoh: semprotan hidung oksimetazolin, fenileprin, xylometazolin dan nafazolin).

Sinusitis atau infeksi sinus. Jika tubuh dalam posisi dimana banyak darah yang memasuki kepala (sebagai contoh: jungkir), aliran pembuluh darah hidung bias menyebabkan peradangan.

Banyak wanita yang menderita karena kongesti nasal selama hamil karena

meningkatnya jumlah darah yang ikut melalui tubuh. Refluks lambung.

Refluks Lambung
Penelitian memperlihatkan hubungan yang signifikan antara penderitaan individu karena sinusitis kronis dengan penderitaan dari refluks asam. Buktinya telah ditemukan bahwa refluks

asam bisa menjadi cukup berat pada beberapa kasus yang mencakup daerah nasal atau nasofaring, yang menyebabkan iritasi. Sebagai tambahannya, ini telah memperlihatkan bahwa terapi GERD efektif pada pengobatan sinusitis kronis. Medikasi dengan proton pump inhibitor diperkenalkan untuk meningkatkan setidaknya beberapa gejala sinusitis untuk banyak orang, dan secara dramatis juga pada beberapa.

Treatment
Pengobatan kongesti nasal seringkali tergantung kepada penyebab yang mendasari. Keduanya influenza dan common cold merupakan kondisi yang sembuh sendiri seiring dengan waktu. Namun demikian, obat-obatan seperti asetaminofen(parasetamol) dan ibuprofen dapat membantu ketidaknyamanan. Salah satu penyebab kongesti nasal juga karena reaksi alergi yang disebabkan oleh hay fever, oleh karena itu menghindari alergi adalah pencegahan utama jika ini menjadi diagnosis pasti. Antihistamin dan dekongestan bisa menghilangkan gejala secara signifikan walaupun tidak menyembuhkan hay fever. Antihistamin dapat diberikan secara terus-menerus selama musim serbuk sari untuk mengontrol gejala secara optimal. Dekongestan topical seharusnya hanya digunakan oleh pasien selama maksimal 3 hari berturut-turut, Karena berulangnya kembali kongesti bisa muncul dalam bentuk rinitis medikamentosa. Jika seorang bayi tidak dapat bernafas karena ada sumbatan pada hidung oleh lender, sebuah aspirator nasal bisa berguna untuk menghilangkan mukus. Mukus mungkin tebal dan lengket, sehingga sulit untuk mengeluarkannya dari lubang hidung.

Pengobatan lain
Penggunaan irigasi nasal bias membantu mengurangi kongesti nasal. Ini termasuk membilas rongga hidung dengan air garam hangat untuk menghilangkan partikel mikoskopik alergi penyebab seperti debu dan serbuk sari yang menempel pada membrane hidung bagian dalam.