Anda di halaman 1dari 21

Pembimbing: dr. Nyayu Fauziah Zen, M.

Kes

Infeksi

saluran kemih adalah infeksi yang terjadi di sepanjang jalan saluran kemih, termasuk ginjal itu sendiri akibat proliferasi suatu mikroorganisme.

Untuk menyatakan adanya infeksi saluran kemih harus ditemukan bakteri di dalam urin:
Suatu

infeksi dapat dikatakan jika terdapat 100.000 atau lebih bakteri/ml urin hanya terdapat 10.000 atau kurang bakteri/ml urin, hal itu menunjukkan bahwa adanya kontaminasi bakteri.

Jika

Lebih Sering terjadi pada wanita Uretra wanita lebih pendek

Kecenderung menahan urin pada saat hamil dan iritasi kulit lubang uretra sewaktu berhubungan kelamin.

Jarang terjadi pada lelaki Penyebab yang paling sering adalah prostatitis atau hyperplasia prostat pada usia lanjut. Dapat menyebabkan obstruksi aliran yang merupakan predisposisi untuk timbulnya infeksi.

Klarifikasi saluran kemih dapat dibagi menjadi:


1.

Kandung kemih (sistitis)

2.

Uretra (uretritis)
Prostat (prostatitis) Ginjal (pielonefritis)

3.

4.

Faktor resiko yang berpengaruh terhadap infeksi saluran kemih:


a) b) c) d) e)

Panjang urethra. Faktor usia. Faktor hormonal. Gangguan pada anatomi dan fisiologis urin. Penderita diabetes

Bakteri yang sering menyebabkan infeksi saluran kemih adalah jenis bakteri aerob. Infeksi oleh bakteri gram positif lebih jarang terjadi jika dibandingkan dengan infeksi gram negatif.

Bakteri infeksi saluran kemih:


Kelompok enterobacteriaceae seperti : Escherichia coli Klebsiella pneumoniae Enterobacter aerogenes Proteus Providencia Citrobacter

Pseudomonas aeruginosa
Acinetobacter Enterokokus faecalis Stafilokokus sarophyticus

Dua jalur utama masuknya bakteri ke saluran kemih adalah jalur hematogen dan asending, tetapi asending lebih sering terjadi.

Infeksi hematogen 1. Daya tahan tubuh rendah (menderita suatu penyakit kronik). 2. Sedang mendapatkan obat imunosupresif. Staphylococcus aureus, Salmonella sp, Pseudomonas, Candida sp. dan Proteus sp.

Infeksi asending 1. Kolonisasi uretra dan daerah introitus vagina


2.

Masuknya mikroorganisme dalam kandung kemih a) Faktor anatomi b) Faktor tekanan urin pada waktu miksi c) Faktor lain Naiknya bakteri dari kandung kemih ke ginjal

3.

Tanda dan gejala ISK pada bagian bawah adalah : 1. Nyeri yang sering dan rasa panas ketika berkemih 2. Spasame pada area kandung kemih dan suprapubis 3. Hematuria 4. Nyeri punggung dapat terjadi Tanda dan gejala ISK bagian atas adalah : 1. Demam 2. Menggigil 3. Nyeri panggul dan pinggang 4. Nyeri ketika berkemih 5. Malaise 6. Pusing 7. Mual dan muntah

Pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan penunjang:


1.

Analisa Urin (urinalisis)

2.

Pemeriksaan bakteri (bakteriologis)


Mikroskopis Biakan bakteri

3.

Kultur Urin Kultur Resistensi

4.

Mencegah dan menghilangkan gejala. Mencegah dan mengobati bakterimia dan bakteruria. Mencegah dan mengurangi resiko kerusakan jaringan ginjal yang mungkin timbul dengan pemberian obat-obatan yang sensitif, murah, aman, dan dengan efek samping yang minimal

Menjaga dengan baik kebersihan sekitar organ intim dan saluran kemih.

Bagi perempuan, membersihkan organ intim dengan sabun khusus yang memiliki pH balanced (seimbang) sebab membersihkan dengan air saja tidak cukup bersih.
Pilih toilet umum dengan toilet jongkok. Sebab toilet jongkok tidak menyentuh langsung permukaan toilet dan lebih higienis. Jika terpaksa menggunakan toilet duduk, sebelum menggunakannya sebaiknya bersihkan dahulu pinggiran atau dudukan toilet. Toilet-toilet umum yang baik biasanya sudah menyediakan tisu dan cairan pembersih dudukan toilet. Jangan membersihkan organ intim di toilet umum dari air yang ditampung di bak mandi atau ember. Pakailah shower atau keran.

Gunakan pakaian dalam dari bahan katun yang menyerap keringat agar tidak lembab

Menurut Suyono et al, pengobatan ISK pada berbagai bentuk ISK antara lain : Sindrom uretra akut atau sistitis Amoksisilin 3 gram Trimetoprim-sulfametoksazol 320-1600 mg Sulfisiksazol 2 gram Kanamisin 500 mg i.m Gentamisin 120 mg i.m

Pielonefritis akut Trimetoprim-sulfametoksazol 160-800 mg dua kali sehari Sefaleksin 500 mg empat kali sehari Amoksisilin 500 mg empat kali sehari Asam nalidiksat 1 gram empat kali sehari Asam pipedimik 400 mg dua kali sehar

Infeksi saluran kemih rekuren Trimetoprim-sulfametoksazol 40-200 mg Trimetoprim obat tunggal 59-100 mg Nitrofurantoin 100 mg Metenamin mandelat (dengan vitamin C 500 mg) 1 gram Asam pipemidik 200 mg (Suyono et al, 2001).