Anda di halaman 1dari 36

MANAJEMEN 2 KARBUNKEL

Nama NIM

: andreas pangalila : 06778301

ANAMNESIS
IDENTITAS Nama Umur Agama Alamat
: An. S : 4 th : Islam : Ngawi

Keluhan Utama
Gatal - gatal hampir seluruh tubuh dan muncul benjolan dikepala

Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien datang ke poli kulit dengan keluhan gatal-gatal hampir seluruh tubuh dan muncul benjolan di kepala. Gatal-gatal dirasakan sejak 3 bulan yang lalu. Awalnya gatal dirasakan di daerah selangkangan disertai munculnya plenting-plenting . Sebulan setelah muncul di selangkangan, plenting-plenting menyebar ke perut dan

kedua tangan. Gatal memberat pada malam hari sebelum tidur. Untuk mengurangi gatalnya pasien menggaruk-garuk badanya. Kemudian 7 hari sebelum datang ke poli muncul benjolan di kepala bagian depan dan terasa nyeri. Benjolan muncul tiba-tiba dan cepat membesar. Pasien sudah mengobati gatal-gatalnya dengan membeli salep diwarung, namun keluhan belum membaik.

Riwayat Penyakit Dahulu

Riwayat keluhan serupa sebelumnya disangkal Riwayat alergi disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga

Riwayat keluhan serupa pada ayah pasien Riwayat alergi pada keluarga disangkal

Anamnesis Sistem

Serebrovaskular: Demam (-), Nyeri Kepala (-) Kardiovaskular: Palpitasi (-), Nyeri Dada (-) Respirasi: Batuk (-), Pilek (-), Sesak Napas (-) Gastrointestinal: Nyeri Perut (-) BAB (+) Normal Urogenital: BAK (+) Normal Muskuloskeletal: Nyeri sendi (-), Edema (-) Integumentum: plenting- plenting pada selangkangan, perut dan kedua tangan. Benjolan di kepala bagian depan

Kebiasaan dan Lingkungan

Pasien setiap hari tidur bersama ayahnya yang mengalami keluhan serupa

Keadaan Umum Kesadaran Vital Sign

: Baik : Compos Mentis :

Suhu : 35,8 C Respirasi : 22 kali/ menit Nadi: 90 kali/menit

Berat Badan

: 20 kg

Pada regio frontalis terdapat nodul eritema ( ukuran diameter 4 cm) berbatas tegas, soliter.

Regio Sela jari 2-3 dan 3-4 tangan kanan terdapat terowongan (kunikulus) berwarna putih keabuan pada sela jari 3-4 tangan kanan

Pada regio perut bagian bawah terdapat papul multipel tersebar disertai ekskoriasi

Diagnosis Banding

Gatal hampir seluruh tubuh


Skabies Prurigo Dermatitis kontak Karbunkel Sporotrikosis

Benjolan di kepala

Pemeriksaan Penunjuang

KOH untuk pemeriksaan skabies

Ditemukan skibala

Diagnosis

SKABIES + KARBUNKEL

Penatalaksanaan

Penatalaksanaan Umum (Edukasi): Memperbaiki kebersihan diri dan lingkungan. Mencuci baju, sprei dan handuk dengan air hangat. Tidak menggunakan pakaian, handuk dan alat-alat tidur bersama-sama. Disarankan untuk keluarga yang tinggal serumah dan orang yang sering kontak langsung dengan pasien juga datang ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan.

Terapi Medikamentosa:
1)

2)

Terapi Kausatif: Permethrin 5% dioleskan pada seluruh bagian tubuh kecuali muka dan kulit kepala, dibiarkan selama 8-14 jam kemudian dibilas. Hanya 1 kali pemakaian. Ulangi pemakaian setelah 1 minggu. Terapi Simptomatik: Oral Antihistamin (e.g. Interhistin 3x1)

Karbunkel
Medikamentosa Topikal : salap asam fusidat 2%, dioleskan 2-3 kali sehari selama 7-10 hari Sistemik Firstline: Kloksasilim anak-anak 50 mg/kgBB/hari selama 5-7 hari Resisten eritromisin: Amoksisilin+asam klavulanat 25 mg/kgBB/hari terbagi 3 dosis selama 5-7 hari

Follow Up

Follow up direncanakan 2 minggu setelah terapi pertama guna mengetahui respon terapi yang diberikan.

PEMBAHASAN

KARBUNKEL

Definisi Karbunkel adalah infeksi yang dalam oleh S.aureus dan terdiri atas jaringan abses beberapa folikel rambut yang berdekatan yang saling berhubungan.

Faktor Resiko
Beberapa faktor ini dapat meningkatkan resiko

Karier S.aureus kronik (pada hidung, aksila, perineum, vagina) Diabetes Higiene yang buruk Kondisi kulit tertentu. Karena kerusakan barier protektif kulit (jerawat, dermatitis, skabies)

Penggunaan kortikosteroid. Hal ini terkait dengan efek kortikosteroid berupa supresi sistem imun tubuh Defek fungsi netrofil seperti pada pasien yang mendapatkan obat kemoterapi ataumendapat obat omeprazole Penyakit imunodefisiensi.

Patogenesis

Bakteri stafilokokus yang menyebabkan karbunkel umumnya masuk melalui luka, goresan, atau robekan pada kulit.
Respon primer host terhadap infeksi S.aureus Pengerahan sel PMN ke tempat masuk kuman tersebut untuk melawan infeksi yang terjadi

Sel PMN ini ditarik ke tempat infeksi oleh komponen bakteri seperti formylated peptid es atau peptidoglikan dan sitokin TNF (tumor nec rosis factor) dan interleukin (IL) 1 dan 6 yang dikeluarkan oleh sel endotel dan makrofag yang teraktivasi

Inflamasi

membentuk pus (gabungan dari sel darah putih, bakteri dan sel kulit yang mati)

Tanda dan Gejala

Keluhan nyeri pada lesi Gejala sistemik yang terjadi ialah demam, malaise Timbul mendadak, muncul sebagai nodul merah, keras, dan cepat membesar menjadi bentuk lesi besar dan terasa sakit dengan diameter 4-12 cm.

Diagnosis

Diagnosa dapat ditegakkan dengan anamnesis, pemeriksaan klinis(fisik dan eflouresensi) dan pemeriksaan bakteriologi dari sekret (Pewarnaan gram).

Penatalaksanaan
Umum Membatasi penularan: edukasi terhadap orang tua pasien agar menjaga higiene perorangan yang baik Mengatasi faktor predisposisi dan keadaan komorbid (skabies)

Medikamentosa Topikal : salap asam fusidat 2%, dioleskan 2-3 kali sehari selama 7-10 hari Sistemik Firstline: Kloksasilim anak-anak 50 mg/kgBB/hari selama 5-7 hari Resisten eritromisin: Amoksisilin+asam klavulanat 25 mg/kgBB/hari terbagi 3 dosis selama 5-7 hari

SKABIES

Skabies merupakan penyakit kulit akibat infestasi dan sensitasi tungau Sarcoptes Scabiei var. hominis (jenis manusia) dan produknya pada tubuh

Patogenesis

Diagnosis

Diagnosis Presumtif

Lesi kulit pada daerah predileksi Lesi kulit : Terowongan (Kunikukulus) berbentuk garis lurus/berkelok, warna putih abu-abu dengan ujung papul atau vesikel Daerah predileksi: daerah stratum korneum yang tipis ( sela jari tangan, pergelangan tangan, siku bagian luar, umbilikus, bokong, perut bagian bawah, genetalia eksterna)

Gatal terutama pada malam hari (pruritus nocturnal) Terdapat riwayat sakit serupa dalam satu rumah/kontak
Apabila ditemukan : tungau, larva, telur atau skibala

Diagnosis pasti