Anda di halaman 1dari 3

Profilaksis Oral nystatin untku bayi Preterm dibawah usia kehamilan 33 minggu dalam menurunkan kolonisasi jamur dan

fungemia (penyebaran jamur dalam darah) secara invasive K. ganesan, S hariopal, T neal, C W Yoxall Abstrak: Latar belakang: Infeksi jamur secara invasif merupakan penyebab penting dari morbiditas dan mortilitas pada bayi preterm. Kolonisasi dari Candida merupakan factor resiko dari infeksi secara sistemik. Kebijakan dari oral nystatin sebagai profilaksis telah diperkenalkan sejak November 2000 dengan tujuan untuk menurunkan insiden dari fungaemia secara invasif. Tujuan: Menentukan apakah kebijakan ini dapat menurunkan tingkat kolonisasi jamur dan infeksi jamur secara invasif. Metode: Semua neonates di bawah usia kehamilan 33 minggu yang lahir antara tahun 1998 dan 2003 yang diteliti. Neonates yang lahir antara bulan januari 1998 hingga oktober 2000 yang tidak mendapatkan nystatin sebagai profilaksis (group A) dibandingkan dengan yang dilahirkan antara bulan November 2000 hingga Desember 2003 yang mendapatkan nystatin sebagai profilaksis (group B). Detail bayi, hasil kultur darah dan hasil apusan permukaan setiap minggunya yang dicatat. Hasill: 1459 neonatus (group A= 724, group B= 735) dibawah usia kehamilan 33 minggu yang terdaftar dalam periode penelitian. (Dalam penelitian ini tidak dibedakan berat badan lahir, usia kehamilan, jenis kelamin atau proporsi dari perubahan bayi dalam berbagai unit antara tiap group). Terdapat penurunan kolonisasi dari 257 (35,5%) pada group A menjadi 132 (18%) pada group B. kejadian dari fungemia secara invasif menurun dari 30 (4,1 %) menjadi 13 (1,8%) antara 2 group. Terdapat penurunan mortalitas juga antara 2 group dari 17,8% menjadi 11,8%. Kesimpulan: pengenalan kebijakan dari nystatic sebagai profilaksis pada neonates dibawah 33 minggu sesuai dengan penurunan signifikan pada kolonisasi jamur dan infeksi jamur secara invasif.

Infeksi jamur secara invasif merupakan bentuk umum dari onset akhir infeksi pada bayi preterm di sebagian NICUs. kejadian dari fungemia secara sistemik dialporkan antara 1,6% hingga 16%. Infeksi fungal secara sistemik pada bayi dengan berat badan lahir sangat rendah sesuai dengan morbiditas dan mortilitasnya secara signifikan. Pada review artikel, Chapman(liverpoll Womens Hospital NHS), dilaporkan bahwa infeksi sistemik Candida pada neonatus mempunyai mortilitas sebesar 30%. Pencegahan dari fungemia diharapkan dapat menurunkan angka morbiditas dan mortilitas ini. Kolonisasi spesies candida umum terjadi pada bayi di NICU. Infeksi sistemik diketahui mempunyai hubungan yang kuat dengan proses kolonisasi. Terdapat bukti dari penurunan kolonisasi fungal dan infeksi pada bayi dengan berat badan lahir sangat rendah dari percobaan kecil secara random setelah dikenalkan dengan profilaksis oral nystatin. Baru-

baru ini dilaporkan hasil percobaan secara acak di semua NICU, Ozturk et al, menggambarkan sebuah penurunan fungemia dari 12% menjadi 1.8%.

Apakah yang harus diketahui pada topic ini: -bayi dengan berat badan lahir sangat rendah mempunyai resiko yang tinggi dalam terinfeksi fungal secara invasif. - bayi dengan berat badan lahir sangat rendah yang terinfeksi fungal secara invasif mempunyai resiko yang tinggi akan kematian dan morbiditas yang besar. -infeksi fungal secara invasif sering terbentuk dari sebuah periode kolonisasi fungal pada usus. Apa penambahan pada penelitian ini: Kebijakan profilaksis dari oral nystatin muncul untuk menurunkan frekuensi dari kolonisasi pada usus dan frekuensi infeksi fungal secara invasif. Kita mempunyai catatan peningkatan frekuensi fungaemia dari perawatan bayi preterm pada unit kita pada tahun 1990 akhir. Diantara seluruh bayi yang terdaftar dengan usia kehamilan di bawah 33 minggu, angkanya mengalami peningkatan dari 0.7% pada 1994 menjadi 5.6% pada 1999 (tidak dipublikasi). Ini menandakan meningkatnya kerentanan diantara pasien yang berlanjut pada perpanjangan harapan hidup bayi immature. Untuk merespon hal ini, kami memperkenalkan kebijakan akan penggunaan oral nystatin sebagai profilaksis pada November 2000 untuk bayi yang lahir sebelum masa kehamilan 33 minggu. Kami terus memantau angka fungaemia di unit kami sebagai bagian dari audit aktifitas klinik kami. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan apakah terjadi atau tidaknya perubahan pada angka kolonisasi fungal atau fungaemia secara invasif pada perawatan bayi preterm di unit kami sesuai atau tidak dengan kebijakan yang diperkenalkan. Penelitian ini disetujui oleh Komite audit rumah sakit.

Bahan dan Metode Kebijakan profilaksis nystatin telah diperkenalkan pada November 2000. Semua bayi yang terdaftar dengan usia kehamilan di bawah 33 minggu diberikan profilaksis secara konsisten 1 ml nystatin suspensi (100.000 unit/ml) setiap 6 jam. Rongga mulut dilapisi oleh 0,5 ml nystatin, dan sisanya diberikan melalui orogastric tube. Ini dilanjutkan sampai bayi tidak lama menerima perawatan yang intensive. nystatin telah dimulai pada bayi yang belum menerima makanan secara enteral, tetapi subjek tidak dimasukkan jika terdapat bukti peritonitis atau kemungkinan
necrotising enterocolitis.

Penelitian ini retrospektif dan non-randomised dengan sejarah control subjek. Bayi yang lahir antara bulan Januari 1998 dan oktober 2000 (group A) tidak diberikan profilaksis nystatin., tapi but were treated with nystatin if candida was isolated on routine surveillance swabs. Penelitian ini membandingkan bayi yang lahir antara bulan November 2000 hingga Desember 2003 (2003) yang menerima nystatin profilaksis seperti dijabarkan diatas.