Anda di halaman 1dari 11

SENI RUPA MODERN Pengertian Seni rupa modern adalah seni rupa yang tidak terbatas pada kebudayaan

suatu adat atau daerah, namun tetap berdasarkan sebuah filosofi dan aliran-aliran seni rupa. Ciri-ciri * Konsep penciptaannya tetap berbasis pada sebuah filosofi , tetapi jangkauan penjabaran visualisasinya tidak terbatas. * Tidak terikat pada pakem-pakem tertentu. Contoh Lukisan-lukisan karya Raden Saleh Syarif Bustaman, Basuki Abdullah, Affandi, S.Soedjojono dan pelukis era modern lainnya. Seniman Raden Saleh Syarif Bustaman, Abdulah Sr, Pirngadi, Basuki Abdullah, Wakidi, Wahid Somantri, Agus Jaya Suminta, S. Soedjojono, Ramli, Abdul Salam, Otto Jaya S, Tutur, dan Emira Sunarsa. 1. SENI RUPA KONTEMPORER Pengertian Seni Kontemporer adalah salah satu cabang seni yang terpengaruh dampak modernisasi. Kontemporer itu artinya kekinian, modern atau lebih tepatnya adalah sesuatu yang sama dengan kondisi waktu yang sama atau saat ini. Jadi seni kontemporer adalah seni yang tidak terikat oleh aturan-aturan zaman dulu dan berkembang sesuai zaman sekarang. Lukisan kontemporer adalah karya yang secara tematik merefleksikan situasi waktu yang sedang dilalui. Misalnya lukisan yang tidak lagi terikat pada Rennaissance. Begitu pula dengan tarian, lebih kreatif dan modern. Ciri-ciri * Tidak terikat oleh aturan-aturan zaman dulu dan berkembang sesuai zaman. * Tidak adanya sekat antara berbagai disiplin seni, alias meleburnya batas-batas antara seni lukis, patung, grafis, kriya, teater, tari, musik, hingga aksi politik. Contoh Karya-karya happening art, karya-karya Christo dan berbagai karya enviromental art. Seniman Gregorius Sidharta, Christo, dan Saptoadi Nugroho. Referensi: http://id.wikipedia.org/wiki/Seni_rupa http://id.wikipedia.org/wiki/Seni_kontemporer http://anakciremai.blogspot.com/pendidikan-seni-tentang-perkembangan-seni-rupa-indonesia http://id.answers.yahoo.com

Aliran seni lukis [sunting] Surrealisme Lukisan dengan aliran ini kebanyakan menyerupai bentuk-bentuk yang sering ditemui di dalam mimpi. Pelukis berusaha untuk mengabaikan bentuk secara keseluruhan kemudian mengolah setiap bagian tertentu dari objek untuk menghasilkan sensasi tertentu yang bisa dirasakan manusia tanpa harus mengerti bentuk aslinya. [sunting] Kubisme Adalah aliran yang cenderung melakukan usaha abstraksi terhadap objek ke dalam bentukbentuk geometri untuk mendapatkan sensasi tertentu. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Pablo Picasso. [sunting] Romantisme Merupakan aliran tertua di dalam sejarah seni lukis modern Indonesia. Lukisan dengan aliran ini berusaha membangkitkan kenangan romantis dan keindahan di setiap objeknya. Pemandangan alam adalah objek yang sering diambil sebagai latar belakang lukisan. Romantisme dirintis oleh pelukis-pelukis pada zaman penjajahan Belanda dan ditularkan kepada pelukis pribumi untuk tujuan koleksi dan galeri di zaman kolonial. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Raden Saleh. [sunting] Plural painting Adalah sebuah proses beraktivitas seni melalui semacam meditasi atau pengembaraan intuisi untuk menangkap dan menterjemahkan gerak hidup dari naluri kehidupan ke dalam bahasa visual. Bahasa visual yang digunakan berpijak pada konsep PLURAL PAINTING. Artinya, untuk menampilkan idiom-idiom agar relatif bisa mencapai ketepatan dengan apa yang telah tertangkap oleh intuisi mempergunakan idiom-idiom yang bersifat: multi-etnis, multi-teknik, atau multistyle. [sunting] Seni lukis daun Adalah aliran seni lukis kontemporer, dimana lukisan tersebut menggunakan daun tumbuhtumbuhan, yang diberi warna atau tanpa pewarna. Seni lukis ini memanfaatkan sampah daun tumbuh-tumbuhan, dimana daun memiliki warna khas dan tidak busuk jika ditangani dengan benar. senidaun.wordpress.com [sunting] Aliran lain

Ekspresionisme Dadaisme Fauvisme

Neo-Impresionisme Realisme Naturalisme De Stijl

Seni lukis salah satu jenis seni murni berwujud dua dimensi pada umumnya dibuat di atas kain kanvas berpigura dengan bahan cat minyak, cat akrilik, atau bahan lainnya.

Dalam http://id.wikipedia.org, Seni lukis adalah salah satu induk dari seni rupa. Dengan dasar pengertian yang sama, seni lukis adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari drawing. Periodisasi seni lukis dibagi dalam : 3.1. Zaman prasejarah Secara historis, seni lukis sangat terkait dengan gambar. Peninggalan-peninggalan prasejarah memperlihatkan bahwa sejak ribuan tahun yang lalu, nenek moyang manusia telah mulai membuat gambar pada dinding-dinding gua untuk mencitrakan bagian-bagian penting dari kehidupan mereka. a. Naturalisme Aliran ini merupakan suatu aliran seni rupa yang mengutamakan kesesuaian dengan keadaan mahluk hidup, alam, dan benda mati sebenarnya. Contoh yang paling terlihat adalah pada lukisan potret diri, pemandangan alam, atau landscape. b. Realisme Aliran ini menunjukkan suatu keadaan sosial yang sesungguhnya dan biasanya memprihatinkan dan sedang bergejolak di dunia atau suatu tempat tertentu. Contoh aliran seni rupa ini antara lain melukiskan kemiskinan, kesedihan, atau peristiwa yang memilukan. c. Romantisme Aliran ini umumnya ditandai oleh tema-tema yang fantastis, penuh khayal, atau petualangan para pahlawan purba. Juga banyak menampilkan berbagai perilaku dan karakter manusia yang dilebih-lebihkan. Para pelukis ini antara lain Eugene delacroik (1798-1963), Jean Baptiste Camille Corot(17961875) dan Rousseau (1812-1876). Gaya ini juga berkembang di Jerman, Belanda, dan Perancis. Aliran Romantisme merupakan aliran tertua di dalam sejarah seni lukis modern Indonesia. Lukisan dengan aliran ini berusaha membangkitkan kenangan romantis dan keindahan di setiap objeknya. Pemandangan alam adalah objek yang sering diambil sebagai latar belakang lukisan. Romantisme dirintis oleh pelukis-pelukis pada zaman penjajahan Belanda dan ditularkan kepada pelukis pribumi untuk tujuan koleksi dan galeri di zaman kolonial. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Raden Saleh. d. Impresionisme Aliran ini dalam dunia seni rupa berawal dari ungkapan yang mengejek pada karya Claude Monet (1840-1926) pada saat pameran di Paris tahun 1874. Karya ini menggambarkan bunga teratai dipagi hari yang ditampilkan dalam bentuk yang samar dan warna kabur dan oleh sebagian kritikus seni disebut sebagai impresionistik , suatu lukisan yang menampilakan bentuk yang sederhana dan terlampau biasa. e. Ekspresionisme Adalah suatu aliran dalam seni rupa yang melukiskan suasana kesedihan, kekerasan, kebahagiaan, atau keceriaan dalam ungkapan rupa yang emosional dan ekspresif. Salah seorang pelukis

yang beraliran Ekspresionisme adalah Vincent van Gogh (1853-1890). Lukisan lukisannya penuh dengan ekpresi gejolak jiwa yang diakibatkan oleh penderitaan 8 | S e n i B u d a y a mengidentifikasi keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan http://guruvalah.20m.com 9 | S e n i B u d a y a mengidentifikasi keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan

dan kegagalan dalam hidup.salah satu lukisannya yang terkenal adalah Malam Penuh Bintang (1889), yang mengekpresikan gairah yuang tinggi sekaligus perasaan kesepian. f. Kubisme Kubisme adalah suatu aliran dalam seni rupa yang bertitik tolak dari penyederhanaan bentukbentuk alam secara geometris (berkotak-kotak). Pada tahun 1909 berkembang aliran kubisme Analistis yang mengembangkan konsep dimensi empat dalam seni lukis. Dan dimengerti sebagai konsep dimensi ruang dan waktu dalam lukisan. Pada setiap sudut lukisan terlihat objek yang dipecah-pecah dengan posisi waktu yang berbeda. Sedangkan Kubisme Sintetis, pelukisannya disusun dengan bidang yang berlainan yang saling tumpang dan tembus. Adalah aliran yang cenderung melakukan usaha abstraksi terhadap objek ke dalam bentukbentuk geometri untuk mendapatkan sensasi tertentu. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Pablo Picasso. g. Konstruksifisme Aliran seni ini awalnya berkembang di Rusia penggagasnya antara lain Vladimir Tattin, Antoine Pevsner, dan Naum Gabo. Gaya ini mengetengahkan berbagai karya seni berbentuk tiga dimensional namun wujudnya abstrak. Bahan-bahan yang dipergunakan adalah bahan modern seperti besi beton, kawat, bahkan plastik. h. Abstrakisme Seni ini menampilkan unsur-unsur seni rupa yang disusun tidak terbatas pada bentuk-bentuk yang ada di alam. Garis, bentuk, dan warna ditampilkan tanpa mengindahkan bentuk asli di alam. Kadinsky dan Piet Mondrian marupakan sebagian perupa beraliran abstrak ini. Seni Abstrak ini pada dasarnya berusaha memurnikan karya seni, tanpa terikat dengan wujud di alam. i. Dadaisme Adalah gerakan seni rupa modern yang memiliki kecendrungan menihilkan hukumhukum keindahan yang ada.Ciri utama gaya ini adalah paduan dari berbagai karya lukisan, patung atau barang tertentu dengan menambahkan unsur rupa yang tak lazim sebagai protes pada keadaan sekitarnya, seperti lukisan reproduksi lukisan Monalisa karya Leonardo da Vinci tetapi diberi kumis, atau petusan laki-laki diberi dudukan dan tandatangan, kemudian dipamerkan di suatu galeri. j. Surealisme Adalah penggambaran dunia fantasi psikologis yang diekspresikan secara verbal, tertulis maupun visual. Bentuk-bentuk alam dideformasi, sehingga penuh fantasi dan di luar kewajaran. Lukisan dengan aliran ini kebanyakan menyerupai bentuk-bentuk yang sering ditemui di dalam mimpi. Pelukis berusaha untuk mengabaikan bentuk secara keseluruhan kemudian http://guruvalah.20m.com

mengolah setiap bagian tertentu dari objek untuk menghasilkan sensasi tertentu yang bisa dirasakan manusia tanpa harus mengerti bentuk aslinya. k. Elektisisme Yaitu gerakan seni awal abad ke- 20 yang mengkombinasikan berbagai sumbergaya yang ada di dunia menjadi wujud seni modern. Banyak yang menjadi sumber inspirasi dari gaya seni ini. Antara lain, gaya seni primitive sejumlah suku bangsa di Afrika, karya seni pra-sejarah, seni amerika Latin, gaya esetik Mesir Purba, dan Yunani Kuno. Tokoh-tokoh seni yang menerapkan gaya ini antasra lain Picasso (disamping sebagai tokoh Kubisme), Paul Gaugguin, Georges Braque, Jean Arp, Henry Moore, dan Gabo. l. Posmodernisme Istilah seni ini umumnya disebut seni kontemporer yaitu mengelompokan gaya-gaya seni rupa yang sezaman dengan pengamat atau yang menjadi kecenderungan popular dan dipilih oleh para seniman dalam rentang lima puluh tahun terakhir hingga sekarang. Gaya ini sering diartikan sebagai aliran yang berkembang setelah seni modern. Jika dalam seni modern lebih memusatkan kepada ekspresi pribadi dan penggalian gaya baru, dalam seni Posmodern ungkapan seni lebih ditekankan kepada semantika (makna rupa) dan semiotika (permainan tanda rupa).

Fungsi estetis adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia tentang rasa keindahan. Misalnya lukisan, patung,dan benda hias. Fungsi praktis adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia akan benda pakai. Misalnya vas bunga, kursi ukir, dan bingkai foto. Kalau kita menyimak perkembangan seni lukis kontemporer dewasa ini kita akan kebingungan membedakan antara karya seni dengan barang rongsokan. Apa lagi bagi yang sudah terbiasa menyaksikan lukisan Basuki Abdullah atau Raden Saleh yang tertib dalam komposisi, warna dan realistik. Pasti banyak yang heran, penasaran bahkan kecewa dengan perkembangan seni lukis kontemporer itu. Bagaimana seni lukis kontemporer yang sulit dimengerti dan sama sekali tidak indah bisa diakui sebagai karya seni? Seni lukis mulai memperlihatkan sikap anehnya setelah fotografi ditemukan pada abad 19. Beberapa ahli sejarah seni berpendapat bahwa penemuan fotografi telah mengakhiri otoritas seni lukis dalam hal meniru alam. Konsep art imitating nature dengan sendirinya mendekati kuburan. Tidak ada seniman gila yang mau bersaing dengan fotografi dalam hal: kecepatan, ketepatan, keakuratan, dan kemiripan. Masa itu disebut sebagai masa krisis representasi realitas atau awal penyebab kelahiran seni lukis modern. Sejak itu seni lukis mengambil langkah baru untuk memapankan kembali otoritasnya, yaitu menggambar realitas dengan cara yang tidak bisa dilakukan fotografi. Paul Cezanne (ini biangnya seni lukis modern) termasuk yang pertama menerapkan langkah itu dengan melukis efek pencerapan dari realitas. Dia menggambarkan pandangan subyektif dari realitas dengan memasuk unsur ketidakpastian di dalamnya. Artinya, persepsi kita terhadap suatu objek, baik keragaman sudut pandang maupun keraguan apa yang kita lihat diakumulasikan ke dalam kanvas sebagai konsep menggambar. Hal ini kemudian mempengaruhi Claude Monet untuk melukis perubahan penglihatan terhadap objek dalam lukisan impresionisnya. Bagi Monet, penampakan sebuah objek akan berubah seiring berubahnya posisi matahari atau disebabkan perubahan alam lainnya seperti angin yang menggerakkan daun. Oleh karena itu perlu melukis secara cepat supaya tidak ketinggalan momen. Karena tidak mau ketinggalan momen inilah sehingga yang tergambar hanya kesannya saja. Yang benar-benar berbeda adalah gaya melukis Pablo Picasso. Salah satu karyanya yang dibuat tahun 1907, Les Demoiselles dAvignon, dianggap sebagai lukisan modernis sejati pertama. Lukisan ini pula yang memicu lahirnya Kubisme sekitar tahun 1907 yang kemudian dikembangkan oleh Cezanne, Georges Braque, dan lainnya. Keunikan dari lukisan Kubis ala Piccasso adalah menyederhanakan bentuk objek menjadi bentuk geometri dan memunculkan berbagai sudut pandang secara bersamaan yang tumpah tindih dalam satu kanvas. Cara ini dianggap sebagai satu model anti-representansional dari deformasi yang mampu memapankan kembali otoritas seni dengan menggambar realitas dalam cara yang berbeda. Abstraksionis lahir untuk memperpanjang definisi seni lukis modern. Abstraksionis menawarkan gagasan untuk menyajikankan sesuatu yang tak terlihat, tetapi bisa dibayangkan kebesarannya atau biasa disebut realitas sublim. Pelukis Rusia, Kasimir Malevich pada tahun 1915 menyajikan Keagungan yang tak tergambarkan dengan melukis bujur sangkar putih pada latar putih. Sementara pelukis abstrak Piet Mondrian mencoba menghapus semua bentuk realitas dan meng-

gantikannya dengan garis, warna dan dikomposisikan secara berbeda dari apa yang terlihat pada alam nyata. Lukisan Mondrian memperlihatkan secara jelas evolusi dari naturalis ke abstrak murni yang secara perlahan coba menghapus semua jejak realitas dalam karya-karyanya. Penggunaan mesin pembunuh pada Perang Dunia Pertama telah mendorong lahirnya Dadaisme (1916-1924). Dadaisme sering digambarkan sebagai nihilistik (berbeda dengan seni modern yang optimistik); ketiadaan menjadi sangat berarti ketika tiada sesuatu yang memiliki arti. Sebenarnya Dadaisme adalah sebuah gerakan seni yang melibatkan seniman-seniman sastra, seni rupa, seni pertunjukan, dan musik untuk memprotes pembunuhan manusia dengan penggunaan mesin perang secara luas dalam Perang Dunia Pertama. Namun, satu poin penting dari kemunculan Dadaisme adalah lahirnya kehendak otomatisme dari senimannya. Artinya, mengosongkan pikiran untuk membangkitkan alam bawah sadar atau dalam istilah lain akses kreatif ke alam bawah sadar. Kehendak otomatisme ini belakangan melahirkan surealisme. Setali tiga uang dengan Dadaisme, gerakan COBRA muncul tidak lama setelah Perang Dunia Kedua. COBRA adalah akronim dari Copenhague, Bruxelles dan Amsterdam yang merupakan nama ibu kota dari negara-negara senimannya berasal. Gerakan ini didirikan karena kecewa atas kejadian selama Perang Dunia Kedua yang merusak segala sesuatu. Perusakan-perusakan ini justru disebabkan oleh peradaban dunia Barat sendiri. Karena itu mereka ingin kembali ke peradaban yang belum tersentuh oleh aturan-aturan peradaban Barat. Maka dicarilah sumbersumber inspirasi dari dunia primitif, naif, anak-anak, dan bahkan orang gila. Seni lukis modern mengalami krisis pada awal tahun 1970. Penyebab terjadi krisis ini, antara lain, adalah penciptaan karya seni lukis menjadi terlalu mudah. Setiap gaya dari sebuah karya yang baru diciptakan seolah-olah telah ada sebelumnya. Karena penciptaan karya yang terlalu mudah dan jenis karya seni lukis pun tidak terbatas jumlahnya, maka timbul kekaburan batasbatas estetika. Sampai akhirnya ada seruan bahwa segala sesuatu telah sampai pada akhir. Kalaupun praktek seni lukis masih berlanjut maka semata-mata hanya menampilkan kekosongan makna. Di tengah kekacauan ini seni lukis kontemporer muncul. Kemunculan seni lukis kontemporer ditandai dengan tidak ada lagi aturan atau kategori yang dipakai untuk menghakimi sebuah karya yang tidak lazim. Aturan-aturan atau kategori-kategori adalah apa yang dicari oleh karya seni itu sendiri. Seniman berkarya tanpa aturan untuk menemukan aturan dari apa yang telah dilakukannya. Seni lukis kontemporer tidak peduli dengan estetika atau bahkan membuang sama sekali proses estetika. Sering kali karya-karya seni lukis ini hanya membuat shock penonton daripada kesenangan estetik. Seni lukis ini terkadang tidak bisa lepas dari ideologi politik dan diperalat untuk memperjuangkan kepentingan ideologi yang bersifat advokatif. Akibatnya, banyak karya-karya lukis kontemporer yang hadir dengan penampilan radikal untuk menarik perhatian. Para seniman seni lukis kontemporer yakin bahwa seni bisa digunakan sebagai salah satu alat untuk perubahan sosial. Begitulah seni lukis berubah wajah dari waktu ke waktu hingga berwajah seperti sekarang ini. Meskipun demikian ada saja yang mengapresiasi hingga karya tersebut dapat bertahan hidup. Di sisi lain ada kekuatan yang bermodal besar yang melegitimasinya menjadi sebuah selera. Tentu saja selera pasar. Mereka adalah para pedagang seni dan kolektor-kolektornya. Dengan kreativitas olah mereka merubah karya seni menjadi komoditi yang layak dijual. Yang mengejutkan

seniman yang anti pasar sekalipun tidak mampu menolak karyanya dilegitimasi sebagai komoditi.

http://m.serambinews.com/news/view/51919/menelusuri-jejak-seni-lukis-kontemporer

Seni Rupa adalah bagian dari aktivitas manusia yang turut menandakan kehadiran sebuah era kebudayaan. Dalam periodisasinya , kita mengenal istilah , tradisional dan modern. Kontemporer adalah bagian dari konsep seni rupa modern. Secara umum , fase2 yang anda tanyakan bisa disimpulkan seperti ini . >Seni Rupa tradisional . Konsep penciptaan seni ini selalu berdasarkan pada filosofi sebuah aktivitas pada sebuah Budaya , itu bisa berupa aktivitas religius , aktivitas seremonial atau juga simbol2 yang menjadi bagian utuh dari kativitas tersebut . Contoh : Untuk Seni Rupa yang bisa kita cermati adalah : Wayang kulit , golek , wayang beber , Ornamen pada rumah2 tradisional di tiap daerah , Batik dan banyak lainnya . >Seni Rupa Modern Aktivitas Seni Rupa Modern terlepas dari pakem2 yang aku sebutkan diatas , sekalipun konsep penciptaan seorang seniman tetap berbasis pada sebuah filosofi , tetapi jangkauan penjabaran visualisasinya sangat tidak terbatas. Dia bisa hadir dengan berbagai media dan juga terobosan terhadap pengkotak kotakan genre seni seperti yang banyak kita kenal sekarang . Contohnya : Untuk Lukisan : Simak karya pelopor seni rupa Indonesia mulai dari Raden Saleh dan Persagi . Seniman2 Muda Indonesia seperti , Tisna Sanjaya . Ivan Sagita , Dede Eri Supria . Thamrin Sinuraya dan banyak lainnya . >Untuk Seni Rupa kontemporer , Kontemporer adalah sebuah konsep seni rupa yang sesungguhnya adalah bagian dari konsep modernisme sebuah aktivitas seni rupa yang kita kenal sekarang. Seni Rupa kontemporer tidak lagi terikat pada pengertian cabang2 dalam seni rupa seperti , grafis , lukis , patung dsb. Tampilan mereka seringkali menggabungkan semua unsur Seni Rupa dalam sebuah Frame kesenian . esuai dng namanya,seni rupa kontemporer adalah seni rupa "masa kini". Acuan yg dasar yaitu dlm seni rupa kontemporer menganut azas modern, dimana dalam penuangan obyek lebih dominan terfokus pada pesan/tematik yg terkandung pada visual gambar. Contoh : Karya2 Hapening Art , karya2 Christo dan berbagai karya enviromental Art .