Anda di halaman 1dari 8

KONTROL SUHU RUANG RAWAT INAP BERBASIS SOFTWARE BCVTB DAN AKUISISI DATA USB1208LS

Eki Farlen1
Jurusan Teknik Fisika FT UGM Jln. Grafika 2 Yogyakarta 55281 INDONESIA
1

ekifarlens@yahoo.com

Intisari Studi menunjukkan bahwa pasien dalam lingkungan terkendali umumnya memiliki penyembuhan fisik lebih cepat daripada orang-orang di lingkungan yang tidak terkendali. Pengkondisian udara di rumah sakit mempunyai peran yang lebih penting daripada kenyamanan ruangan. Agar selalu dalam zona nyaman (ASHRAE 55) maka diperlukan adanya kontrol suhu ruangan yang realtime dengan bantuan software BCVTB. Karena masih sedikit peneliti di Indonesia yang mengembangkan metode ini, maka paper ini memberikan petunjuk guide cara merancang dan membuat kontrol suhu ruangan yang real-time pada bangunan Masjid dengan menggunakan software BCVTB.
Kata kunci : Kontrol suhu, BCVTB, Zona nyaman

I.

PENDAHULUAN

Pengkondisian udara di rumah sakit mempunyai peran yang lebih penting daripada kenyamanan ruangan. Pengkondisian udara yang tepat merupakan faktor terapi pasien dan merupakan pengobatan utama [1]. Faktor-faktor ketidaknyamanan termal ruangan dijelaskan dalam ASHRAE, HVAC Design Manual for Hospitals and Clinics, 2003 di antaranya temperatur, kelembaban, aktivitas, pakaian, kecepatan udara, dan kualitas udara. Seting kenyamanan lingkungan dibantu dengan menggunakan sistem HVAC dan temperatur ruangan adalah faktor yang paling berpengaruh dalam pengkondisian udara [2]. Keindahaan arsitektur ruangan pasien belum sepenuhnya menjamin memiliki zona kenyamanan termal bagi para pasien. Agar selalu dalam zona nyaman (ASHRAE 55) maka diperlukan adanya Kontrol suhu ruangan yang realtime, dengan software BCVTB menjadi kelebihan dibandingkan dengan metode control yang lain, karena tidak memerlukan hardware microcontroller/PLC untuk mengendalikanya, hanya dengan software ini mampu mengendalikan secara otomatis secara terprogram. Karena masih sedikit peneliti di Indonesia yang mengembangkan metode ini, maka paper ini hanya sebatas memberikan petunjuk guide cara merancang dan membuat kontrol suhu ruangan yang real-time pada ruangan pasien dengan menggunakan software BCVTB

merasa nyaman adalah tidak mungkin, tetap saja ada sejumlah orang yang merasa tidak nyaman dengan kondisi lingkungan tertentu. Kenyamanan adalah suatu seting lingkungan dimana bagi kebanyakan orang prosentase dari ketidaknyamanan tidak akan melebihi dalam batasan tertentu [1]. Seting kenyamanan lingkungan biasanya dibantu dengan menggunakan HVAC. Normal temperature manusia adalah 37oC, manusia mempunyai sensor panas dan dingin dalam tubuhnya terpisah, sensor panas yang terletak di hipotalamus mengirimkan sinyal jika suhu tubuh naik di atas 37oC kemudian tubuh melakukan aktivitas pendinginan dengan cara meningkatkan aliran darah dan berkeringat. Sementara itu sensor dingin berlokasi di kulit mengirimkan sinya ketika temperature turun di bawah 34oC, kemudian tubuh meresponya dengan mengurangi aliran darah dan menggigil.

II.

SIMULASI KENYAMANAN TERMAL

Definisi Thermal comfort adalah kondisi dari perasaan manusia dimana dia merasa nyaman dengan lingkungannya(ISO 7730). Persepsi tentang kenyamanan termal sesungguhnya adalah sangat individual, oleh karena itu men-set sebuah parameter termal dimana setiap orang akan

Gambar 1. Batasan kenyamanan termal (ASHRAE 55)

Faktor-faktor ketidaknyamanan termal ruangan dijelaskan dalam ASHRAE standard 55 di antaranya [1]: a) Temperatur Komponen ini adalah yang paling dominan dalam menentukan kenyamanan, menurut ISO 7730 standar, perbedaan suhu antara kepala dan pergelangan kaki maksimal sebesar 30oC. Dalam sebuah ruangan, penyebab ketidaknyamanan terbesar adalah dinding atas yang hangat b) Kelembaban Tidak mempunyai efek yang signifikan pada zona thermal comfort zone terutama pada suhu normal dan aktivitas normal, RH 30%-70% masih diterima untuk orang sehat dan pada suhu 20-25oC dengan pakaian biasa. Semakin tinggi aktivitas maka kelembaban dibutuhkan semakin rendah c) Angin Biasanya merupakan salah satu yang sering dikeluhkan di dalam ruangan (barat). Di Negara 4 musim, hal ini kurang disenangi, sebaliknya di Negara lembab dan panas sangat disukai. Dalam kondisi umum, mengurangi panas ubuh (dengan evaporasi). Kecepatan angin sampai dengan 0.25 m/s tidak terlalu mempengaruhi kenyamanan termal. Sensasi dari angin tergantung dari suhu udara, pada suhu udara yang lebih rendah, semakin banyak orang yang tidak merasa tidak nyaman dengan angin. Kecepatan angin sampai dengan 0.15 m/s masih bisa diterima ada suhu dingin dan pakaian ringan. Kecepatan angin sampai dengan 0.5 m/s bisa diterima pada aktivitas yang lebih tinggi d) Pakaian Nilai isolasi pakaian R = 0.155 lcl [(m2 K/W)] dan 1 clo = 0.155 [(m2 K/W)] e) Aktivitas Metabolisme adalah energi yang dikeluarkan oleh tubuh dalam beraktivitas dan merupakan bentuk konservasi dari suhu tubuh, metabolism tidak sama dengan transfer panas antara manusia dengan lingkungannya. Metabolic rate tergantung pada aktivitas, diukur dalam ukran Met, 1 Met = 58.2 W/m2. Diukur dari rata-rata orang dewasa yang duduk dengan tenang, rata-rata luas area orang dewasa adalah AD = 1.8 m2. Untuk mengetahui termasuk dalam zona nyaman termal dapat dibantu dengan software ASHRAE Thermal comfort Zone, dengan hanya memasukan parameter suhu ruangan, relative humidity, dan kecepatan angin yang didapat dari dari badan metereologi dan geofisika, cuaca rata-rata dari tanggal 1 januari 2013 menunjukan cucaca yang ekstrim, suhu di rentang 24oC-27oC , relative humidity 60-80%, dan kecepatan angin yang besar 2-3m/s [4]

Gambar 3 Output musim dingin Dari pengecekan dengan program ASHRAE thermal comfort diperoleh nilai PMV = -1,25 dan PPD = 38% (lihat gambar ). Artinya , kondisi ruangan dalam keadaan nyaman dengan kecendrungan terlalu lembab (too humid), di dalam masjid tersebut ketika solat jumat terisi penuh ada 160 jamaah dan jika dimintai pendapat, kira kira ada 60 orang (38%) yang merasa tidak nyaman, mungkin karena terlalu lembab dan kecepatan angin yang besar membuat para jamaah kedinginan dan merasa tidak nyaman. Jika dibandingkan pada musim kemarau , dapat diperkirakan suhu udara maximal 30oC, RH 50% dan kecepatan angin 2 m/s , didapatkan nilai PMV nya 1,58 dan PPD nya 55%, dengan kategori sangat tidak nyaman pada kondisi tersebut (lihat gambar )

Gambar 3 Output musim kemarau

Gambar 4. Arsitektur desain control suhu

III.

PERANCANGAN SISTEM KONTROL

qgen adalah panas yang dibangkitkan dari para jamaah dan R adalah resistivitas termal konduksi yang menembus tembok.

Penyumbang beban pendinginan yang paling besar adalah panas yang dibangkitkan sisa hasil pembakaran (metabolisme) dibandingkan dengan sumber panas dari peralatan elektronik, karena di ruang rawat inap hanya terpasang 1 AC, TV, Kulkas dan Popmpa. Panas yang dikeluarkan dari pasien dan pengunjung, berdasar ASHRAE 55 untuk aktivitas berdiri santai sebesar 120 W per-orang. Sensor yang dipakai adalah LM 35 , hardware ini akan mengukur besaran suhu ruangan (Troom) yang akan dikendalikan, sensor mentransmisikan sinyal listrik ke AD Interface (lihat gambar 4), dirubah menjadi sinyal digital untuk disimulasikan di BCVTB, jika melebihi set-point maka AD interface mengirimkan sinyal ke actuator untuk memperkecil nilai error (selisih Tset dengan Troom), misalnya Tset (suhu yang diinginkan) pada 28oC, dan Troom 30oC (selisihnya 2oC) maka actuator akan diatur oleh controller untuk memperkecil selisih tersebut sekecil mungkin, lebih jelasnya akan dijelaskan di sub-bab pemodelan Ptomely II. Diagram blok di bawah ini menjelaskan langkah-langkah dalam perancangan system control suhu ruang rawat inap. 1. Pemodelan Matematis Proses Yang akan dikendalikan adalah suhu dalam ruangan agar tetap berada pada zona nyaman sesuai definisi ASHRAE 55. Variable control = Troom (suhu dalam ruangan) Gangguan = Tout (suhu luar ruangan)

Gambar 6. Analisis termal


mc dT qin qout qgen W dt

mc

+ qgen

mCp = C (Kapasitas Kalor) RC

+ Troom = Tout + qgenR


= udara * Vol ruang = 1,29 Kg/m3 x (13m x 15m x 4m) = 1006.2 = 1,005 kJ/(kgC) = 0.83 oC/W = 25oC (298K) = 19.2 KW (160 Orang)

Menghitung laju massa udara m m m Cp R Tout qgen 2.

Gambar 5 Diagram Blom kontrol

Rangkaian Sensor Suhu IC LM 35 sebagai sensor suhu yang teliti dan terkemas dalam bentuk integrasi circuit (IC), di mana output tegangan keluaran sangat linear terhadap perubahan suhu. Sensor ini berfungsi sebagai pengubah dari besaram fisis suhu ke besaran tegangan yang memiliki koefisien sebesar 10 mV/oC yang berarti bahwa kenaikan suhu 1oC maka akan terjadi kenaikan tegangan sebesar 10 mV.

punya bahasa pemrograman sendiri. Actor pada BCVTB ada dua : ADInterfaceMCCReader yang dapat membaca data hasil pengukuran suhu ruangan yang dikonversi oleh A/D converter ADInterfaceMCCWriter yang dapat menulis perintah/command yang dikirimkan melalui A/D converter

Gambar 7. Rangkaian Sensor suhu dan amplifier IC LM 35 ini tidak memerlukan pengkalibrasian atau penyetelan dari luar karena ketelitianya sampai lebih kurang seperempat derajat celcius pada temperature ruang, jangka sensor mulai dari 55oC sampai dengan 150oC, IC LM 35 penggunaanya sangat mudah , difungsikan sebagai kontrol dari indikator tampilan catu daya terbelah. IC LM 35 dapat dialiri arus 60 A dari supplay sehingga panas yang yang ditimbulkan sendiri sangat rendah kurang dari 0oC di dalam suhu ruangan. LM 35 ini difungsikan sebagai basic temperature sensor. Adapun keistimewaanya dari IC LM 35 adalah : Kalibrasi dalam satuan derajat celcius Linearitas +10 mV/oC Akurasi 0,5oC pada suhu ruang. Range +2oC 150oC Dioperasikan pada catudaya 4V-30V Arus yang mengalir kurang dari 60 A

USB 1208LS adalah device yang dihubungkan dengan USB Port pada PC/Laptop. Modul ini ada 8 port dengan 4 analog input. Ketika dikonfigurasikan untuk 1 input mode, setiap input analog punya resolusi 11-bit. Pada mode ini memiliki range input 10V, ketika sinyal input terukur berbanding lurus dengan signal referensi dan range input antara -10V sampai +20V dengan sample rate sampai 1.2 kilosamples/sec. [5] Analog input yang berasal dari sensor suhu dan output harus dikalibrasi, ini dapat dilakukan dengan menginstal InstaCal (quick start guide 2012) , InstaCal adalah instalasi, konfigurasi, kalibrasi , dan test program untuk menggunakan analog/digital converter, dengan InstaCal dapat merubah pengaturan konfigurasi device. Reading dari analog/digital converter ADInterfaceMCCReader adalah actor yang membaca konfigurasi file xml yang menentukan data apa yang dibutuhkan untuk dibaca dari A/D Converter, syntax ini bisa ditulis di xml file editor <?xml version="1.0" encoding="utf-8"?> <ADInterfaceMCC> <!-- Child elements are not shown. --> </ADInterfaceMCC> <Object BoardNumber = "0" ChannelNumber = "0" ChannelGain = "2" ChannelOptions = "0" ApplicationTag = "read"/> Writing ke A/D Converter ADInterfaceMCCWriter adalah actor yang menulis konfigurasi file xml yang menentukan data apa yang dibutuhkan untuk menulis command ke A/D Converter, syntax ini bisa ditulis di xml file editor <?xml version="1.0" encoding="utf-8"?> <ADInterfaceMCC> <!-- Child elements are not shown. --> </ADInterfaceMCC>

Pada gambar 7 tegangan yang keluar dari sensor suhu dikuatkan dengan amplifier sebelum dikonversi menjadi sinyal digital oleh A/D Interface. 3. Memprogram A/D interface

Gambar 8. A/D Interface Interface device antara BCVTB dan USB A/D converter telah diperkenalkan, USB-1208LS atau AD Interface adalah perangkat/hardware Converter , salah satu hardware yang terprogram pada BCVTB, terprogram karena

Untuk memahami lebih lanjut dapat dipelajari di BCVTB manual [6]

Suhu luar ruangan (Tout) meningkat, karena kalor berpindah dari titik yang lebih panas menuju titik yang lebih dingin

Setelah memprogram sintax yang sudah dituliskan di xml file editor lalu didownload ke ADInterfaceMCCReader dan ADInterfaceMCCWriter dengan mendouble klik icon nya dan mulai untuk mensetting konfigurasinya sesuai dengan Port input/output pada USB-1208LS. Berikut ini konfigurasi dari xml file ADInterfaceMCCReader dan ADInterfaceMCCWriter Attribute BoardNumber ChannelNumber ChannelGain Value Integer from 0 to 99 Integer from 0 to 7 1 : channel with 10 volts unipolar 2 : channel with 10 volts bipolar 3 : channel with 5 volts unipolar 4 : channel with 5 volts bipolar 0 read

Gambar 9. Input-output AD Interface 4. Membuat model Ptomely II di BCVTB Contoh pemodelan Ptomely II dapat dibuka di folder bcvtb/examples/adInterfaceMCC-roomControl (lihat gambar 10), untuk pemula yang masih bingung tidak perlu menggambarkanya dari awal, hanya merubah sebagian parameter set-up yang ada pada actor tersebut. Actor ADInterfaceMCCReader dan ADInterfaceMCCWriter dapat digunakan dalam pemodean Ptomely yang sama, di sini akan dijelaskan bagaimana pemodelan ptomely II dapat membaca dan menulis USB-1208LS. Pemodelan Ptomely II di BCVTB sama seperti pada pemodelan di simulink matlab. Perhatikan Gambar 10, persamaan hasil pemodelan matematis di tahap pertama menjadi parameter pada room modeling menjadi actor dan mendapat gangguan (disturbance/load) dari Tout (suhu luar ruangan) yang nilainya juga dapat merubah parameter Troom. Algoritma control yang dipakai hanya proportional controller (PController), algoritma proportional untuk mempercepat time respontnya. Limiter 23-28 maksudnya adalah sebagai pembatas kenyamanan suhu ruangan, jika di bawah 23oC akan terasa dingin dan jika lebih 28oC akan terasa panas (ASHRAE 55).

ChannelOptions AplicationTag

Tabel 1. Konfigurasi reader

Attribute BoardNumber ChannelNumber ChannelGain

Value Integer from 0 to 99 0 or 1 1 : channel with 10 volts unipolar 2 : channel with 10 volts bipolar 3 : channel with 5 volts unipolar 4 : channel with 5 volts bipolar 0 write

ChannelOptions AplicationTag

Tabel 2. Konfigurasi writer

Keunggulanya memakai BCVTB adalah bisa disingkronkan secara real time [6], hasil pengukuran suhu selalu terukur setiap detiknya selama sensor suhu terhubung Terminologi dasar kontrol : dengan BCVTBnya, untuk mengsingkronkan real time dengan Jika A/D Interface mengukur suhu ruangan (Troom) di atas cara double-clicking lambing/icon director pada ptomely II setting point (Tset=28oC) misalnya 29oC, kondisi di mana and aktifkan check-box synchronizeToRealtime [6]. Karena masih sedikit peneliti di Indonesia yang sudah tidak berada pada zona nyaman, maka ADInterfaceMCCWriter pada BCVT akan mengirimkan sinyal mengembangkan metode ini, maka paper ini hanya sebatas listrik digital ke USB 1208LS (Write) yang terlebih dulu memberikan petunjuk guide cara merancang dan membuat dikonversi ke listrik analog untuk segera memerintahkan kontrol suhu ruangan yang real-time pada bangunan Masjid hardware A/D interface menghidupkan actuator, AC misalnya. dengan menggunakan software BCVTB, penelitian Dan akan kembali pada keadaan semula jika suhu ruangan sebelumnya simulasi BCVTB pada gambar 11 adalah contoh grafik output panas yang dibangkitkan (kW) pada suatu turun di keadaan normal. ruangan dalam hitungan hari di jam yang sama, dengan dua perbandingan data yaitu predicted dan actual. Faktor yang mempengarui Troom melebihi set point Panas yang dikeluarkan dari badan para jamaah (metabolisme) meningkat (Watt)

IV.

SARAN

1.

2.

3.

Untuk mempelajari software BCVTB harus bisa memahami pemrograman web dengan xml file editor untuk menterjemahkan kode-kode biner(digital) yang masuk dari BCVTB. Sebelum membuat pemodelan Ptomely II, harus terlebih dahulu mengerti diagram alur proses control mulai dari menentukan set point (ASHRAE zona thermal) , Process Variable dan Manipulated variable. Untuk hasil yang akurat, Sensor Suhu harus dikalibrasi agar hanya mampu mengukur panas yang dibangkitkan oleh jamaah(metabolisme) dan tidak ada sumber panas yang lain yang masuk(panas dari luar)

REFERENSI [1] [2] [3] [4] Ridwan, Kholid.Handout Fisika Bangunan.Teknik Fisika UGM.Yogyakarta.2010 Satwiko, Prasasto.Fisika Bangunan.Andi : Yogyakarta.2009 http://www.ashrae.org/resources-publications/bookstore/thermal-comfort-tool http://www.bmkg.go.id/bmkg_pusat/meteorologi/cuacapropinsi.bmkg?prop=15 Stephane, Nouidui Thierry. Bacnet and Analog/Digital interface of The BCVTB. Georgia Institute of Technology, Atlanta, GA, U.S.A.2011 Michael , Wetter. Building Controls Virtual Test Bed User Manual Version 1.1.0. Lawrence Berkeley National Laboratory. 2012

[5]
[6]

Gambar 10. Pemodelan Ptomely II pada BCVTB

Gambar 11. Output Simulasi BCVTB-real time pada suatu ruangan


Sumber : Georgia Institute of Technology, Atlanta, GA, U.S.A