Anda di halaman 1dari 6

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang dan Perumusan Masalah Pengembangan sumber energi listrik untuk memperoleh manfaat yang berguna bagi masyarakat merupakan kunci kemajuan industri kelistrikan, serta keberhasilan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus sebagai tantangan dalam peningkatan taraf hidup mendatang. Tantangan dalam menghadapi masalahmasalah kelistrikan semakin banyak, kemunculan bermacam-macam gangguan yang mengakibatkan sistem tidak stabil (unstabil). Sistem tenaga listrik merupakan bagian dari komponen-komponen untuk mengubah dan memindahkan sumber energi dari pembangkit (source) ke beban (load), yang berperan untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan keberlangsungan sistem kelistrikan. Tantangan yang tidak dapat dihindari dari perusahaan kelistrikan adalah peningkatan konsumen yang menggunakan peralatan-peralatan elektronik modern seperti: Komputer, Kulkas, Motor-motor listrik, Lampu elektonik dan lain-lain, yang secara otomatis mempengaruhi sinyal (wavefrom) dari sumber listrik Alternating Current (AC). Para Insinyur telah men-diskusikan tentang gangguan sinyal, serta banyak cara yang telah dilakukan untuk menganalisis keandalan dan perawatan sistem untuk menyelesaikan masalah kualitas daya, frekuensi dan tegangan yang stabil seiring dengan sistem yang semakin kompleks. Kualitas daya rendah dapat menyebabkan banyak masalah pada beban, sistem pembangkit, saluaran trasmisi, dan peralatan-peralatan lain serta pengaruh utama dari pembebanan adalah gangguan, seperti; fluktuasi tegangan, kestabilan, peruhahan frekuensi dan penggunaan yang tidak bisa kontinyu (uncontinuity). Akibat dari kualitas daya rendah sering kali disebabkan oleh gangguan jaring dan peralatan beban seperti; impulses transient, notches, momentary swell, interruption, voltage sag (dip), harmonics, short circuit dan flicker, yang telah deteksi dan di klasifikasi menggunakan tool modern [2, 3, 5, 8, 11, 12, 16, 17, 25]. Masalah gangguan di atas dapat diselesaikan melalui penelitian yang sehingga didapatkan hal yang dapat diharapkan. Penelitian awal untuk mendeteksi

setiap keadaan yang menggunakan uji dan percobaan seperti memeriksa gelombang telah dilakukan menggunakan komputer dalam bentuk simulasi (miniatur). Dalam praktek penyaluran daya listrik secara real, sistem pendistribusian ke konsumen-konsumen dapat dipantau secara terus menerus menggunakan metode transformasi wavelet [3, 8, 12, 16, 17, 25]. Hal demikian merupakan tantangan untuk mengidentifikasi perbedaan gangguan dari ukuran yang tepat, salah satu masalah adalah pemutusan jaring secara mendadak. Kenyataan yang telah dilakukan metode permeriksaan gangguan dilakukan secara simulasi di dalam laboratorium. Hal ini merupakan gambaran untuk

pengembangan ke depan dan sekarang sudah dimulai menggunakan teknik penggenalan otomatis yang cerdas menggunakan (artificial intelligence). Untuk memonitor kesuksesan sistem Power Quality (PQ), menggunakan cara menyelidiki masalah yang timbul untuk mengetahui kejadian gangguan tersebut. Pertama, membutuhkan algoritma klasifikasi untuk menguji dalam keadaan transient untuk perbedaan sistem, seperi starting motor, arus lebih dari trasformator, capacitor switching, dan gangguan impedansi tinggi. Masalah identifikasi transien, membutuhkan sinyal frekuensi tinggi untuk direkam dan kemudian diklasifikasi renggunakan metode yang kokoh (robust). Kedua, mendeteksi dan mengklasifikasi jenis-jenis gangguan untuk menyelesaikan masalah dalam sistem proteksi sesuai dengan jenis gangguan yang timbul sehingga relay yang digunakan dapat bekerja secara cepat dan cermat. Masalah sistem proteksi yang tidak tepat dalam mengatur relay dapat mengakibatkan sinyal yang mengalir ke konsumen terhambat dan mengakibatkan kerusakan peralatan. Permasalahan ini timbul karena pergaruh sistem atau pengaruh dari peralatan yang ada di beban. Pada penelitian ini mengusulkan metode yang modern untuk menyelesikan masalah-masalah yang timbul di atas menggunakan pendekatan lain yaitu, Multiple Sequence Alignment (MSA), untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan gangguan pada sistem peralatan (capasitor switching) dan di beban. Dalam hal ini, sistem dianggap stabil sehingga keadaan mesin, jaring dan peralatan lain tidak dibahas. Dalam studi ini dibahas penerapan MSA untuk mendeteksi dan mengelompokkan jenis-jenis gangguan yang ada pada sistem kelistrikan

khususnya pada gangguan PQ. Metode MSA adalah metode untuk mendeteksi suatu sinyal berdasarkan similaritasnya terhadap database yang ada. Agar lebih terfokus maka dalam penelitian tesis ini hanya membahas tipe-tipe gangguan seperti: Tegangan Swells, Tegangan Sag, Interruption, Undervoltage, dan Overvoltage. Pada penelitian ini, mempertimbangkan cara pendeteksian dan klasifikasi yang ada dalam sistem tenaga listik. Dalam simulasi ini, pembentukan sinyal gelombang yang dibangkitkan 1 (satu) phasa. Simulasi dan analisis dari metode yang digunakan terbagi menjadi 3 katagori yaitu: 1. Pendeteksian pada gangguan yang disebabkan oleh pelepasan beban, penambahan beban dan pemutusan aliran daya. 2. Pembangkitan database dilakukan secara bersamaan dengan terdeteksinya sinyal gangguan. 3. Dalam simulasi ini, sistem dalam keadaan stabil atau dianggap sumber dari sistem tidak ada gangguan (masalah). Dari publikasi paper [1, 4, 10, 13, 15, 19, 22, 24, 27] telah menunjukkan bahwa metode MSA yang diaplikasikan pada bidang bioinfirmatic dan biomolecular dapat digunakan untuk mendeteksi suatu protein, RNA, dan DNA.

1.2. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah ikut memberikan solusi untuk masalah gangguan pada sistem jaring sistem tenaga listrik melalui pendeteksian gelombang sinus cacat yang diakibatkan oleh peralatan beban, kerusakan peralatan yang terjadi akibat hubung singkat pada sistem dan saat kondisi operasi, hal ini yang disimulasikan menggunakan paket program MATLAB 6.5. Dalam hal ini, sinyal gangguan dikelompokkan sesuai jenis dan nilai yang terkandung dalam gelombang, sehingga masing-masing gangguan dapat diidentifikasi.

1.3. Batasan Masalah Dalam penelitian ini penyelesaian masalah menggunakan beberapa pembatasan dan asumsi yaitu: 1. Tipe rele yang digunakan adalah rele digital. 2. Plan yang digunakan adalah jaring IEEE 30 Bus.

3. Mendeteksi hanya sinyal tertentu, misalnya: Interruption, Swell, Sag, Overvoltade, Under dan Sustained-Interruption. 4. Sumber gangguan berasal dari pelepasan atau penambahan beban, dan pemutusan aliran daya yang diatur waktunya berdasarkan jenis gangguan.

1.4. Kontribusi Tesis Pokok dari tesis yaitu dapat memberi kontribusi dari segi manfaat dan aplikasi pada sistem tenaga listrik meliputi: 1. Deteksi jenis jenis gangguan menggunakan teori transformasi MSA dengan waktu yang singkat karena tanpa adanya learning data sebelumnya atau iterasi. 2. Mendeteksi jenis jenis gangguan yang terspesifikasi. 3. Pengklasifikasisan gangguan menggunakan MSA menggunakan data yang diperoleh. 4. Deteksi gangguan cukup singkat, dan dapat diaplikasikan untuk relay pengaman.

1.5. Sistematika Penulisan Untuk mempermudah pembahasan maka dalam penulisan tesis ini dibagi menjadi lima bab, dan beberapa subbab dengan sisternatika sebagi berikut: Bab 1: Pendahuluan Bab ini membahas mengenai latar belakang, tujuan, rumusan masalah, batasan masalah, sistematika pembahasan, metodologi, dan relevansi. Bab 2: Tinjauan Pustaka Bab ini membahas mengenai teori penunjang tentang Power Quality (PQ) Bab 3: Metode Penelitian Menguraikan metode yang digunakan dalam proses identifikasi dan klasifikasi gangguan PQ, yaitu metode MSA.

Bab 4: Simulasi dan Analisis Berisi tentang proses simulai dan hasil yang diperoleh. Bab 5: Kesimpulan dan saran merupakan bab penutup yang berisi kesimpulan yang diperoleh dari hasil simulasi dan analisis pada tesis ini, serta saran saran untuk pengembangan yang lebih lanjut.

1.6. Relevansi Dari hasil simulasi dan analisis, dapat diketahui jenis-jenis gangguan sesuai dengan besar-kecil, tinggi-rendah gelombang sinyal gangguan yang terdapat pada sistem. Serta dapat dikelompokkan sesuai dengan penggenalan yang disimpulkan dan waktu yang didapat relatif lebih cepat dan tepat tanpa dibutuhkan training data dan proses iterasi saat terjadi gangguan yang berkelanjutan.

(Halaman ini sengaja dikosongkan)