Anda di halaman 1dari 1

ANALISA STRATEGI SITUASI DAN KONDISI PENGAMATAN PERSIAPAN MENGHADAPI PENANGGULANGAN BENCANA ALAM SUMATRA BARAT SEBAGAI DASAR

PEMAHAMAN CINTA TANAH AIR DALAM PENDIDIKAN PANCASILA DENGAN STUDI KASUS PENINGKATAN KESEHATAN JIWA BANGSA INDONESIA
TUGAS SEBAGAI DOKTER 1 a. KETUHANAN YANG MAHA ESA b. I c. d. a. KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB b. II c. d. a. PERSATUAN INDONESIA b. c. d. KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN a. b. IV c. d. a. KEADILAN BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA b. V c. d. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Sering saling membedakan agama di kalangan korban. Adil dalam bersikap kepada semua pasien. Sifat egois mengurangi rasa keadilan, terutama saat ditimpa musibah. Menangani semua pasien tanpa membedabedakan. Kurang menghormati korban yang tertimpa musibah. Adanya persatuan akan membawa masalah menjadi lebih ringan. Sering timbulnya perbedaan pendapat. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa. Timbul perpecahan akibat adanya perbedaan pendapat. Menghormati hak-hak korban bencana alam. Selalu ada perbedaan pendapat dalam bermusyawarah. Musyawarah untuk mencapai mufakat. Tidak tercapainya mufakat. Mengembangkan perbuatan yang luhur. Sering terjadi ketidakadilan ketika menangani korban bencana. Bekerja keras dalam membantu korban bencana. Membantu dengan mengharapkan imbalan. c. d. a. b. c. d. a. b. c. d. a. b. c. d. a. b. c. d. Menolong korban sesuai ajaran agama. Lupa menjalankan ibadah. a. b. TUGAS SEBAGAI POLITIK 2 Tuhan selalu mengawasi tindak tanduk kita. Kurangnya kesadaran pemerintah dalam menangani bencana. Memberi bantuan dengan sukarela. Tidak jelasnya dana bantuan yang mengalir. Memberikan bantuan secara merata. Banyak korban bencana yang tidak mendapatkan haknya. Menanamkan sifat simpati dan empati. Hanya mementingkan kepentingan pribadi. Rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa. Sulitnya mengatur korban bencana alam. Memelihara ketertiban bangsa. Rentan terjadinya perpecahan bangsa. Memberikan pertolongan secara merata. Kurangnya sarana dan prasarana. Bermusyawarah dalam menyelesaikan masalah. Sering tidak menemukan jawaban dalam musyawarah. Pemberian bantuan diberikan secara adil dan merata. Kurang lengkapnya sarana dalam menyalurkan bantuan. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama. Tidak bersikap adil terhadap korban bencana. a. b. c. d. a. b. c. d. a. b. c. d. a. b. c. d. a. b. c. d. TUGAS SEBAGAI EKONOMI 3 Bumi dan seisinya menjadi nikmat Allah yang dipergunakan. Masih banyak orang yang rakus akan harta. Kesadaran manusia untuk saling berbagi. Enggan mengeluarkan bantuan untuk para korban bencana. Keadilan dalam memanfaatkan sumber daya alam. Kurangnya perhatian dari pemerintah. Saling berlomba-lomba dalam memberikan bantuan. Banyak korban yang tidak terselamatkan. Mempererat rasa persatuan dan kekeluargaan bangsa Indonesia. Sering terjadi perselisihan dan persaingan dalam membantu korban. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa. Rentan terhadap pengaruhnya budaya negara luar. Menyalurkan segala bantuan secara bijaksana. Bantuan tidak tersalurkan secara merata. Musyawarah dalam menyelesaikan masalah. Keputusan musyawarah tidak selalu disepakati oleh semua pihak. Kekayaan alam Indonesia adalah untuk masyarakat Indonesia. Pemakaian sumber daya alam tidak adil. Tidak melakukan pemerasan dalam mengumpulkan dana bantuan. Bantuan kurang tersalurkan. a. b. c. d. a. b. c. d. a. b. c. d. a. b. c. d. a. b. c. d. TUGAS SOSIAL 4 Saling membantu korban yang tertimpa bencana. Sering membeda-bedakan agama dalam memberikan pertolongan. Memupuk rasa persaudaraan. Dapat menimbulkan perpecahan. Meningkatkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira. Kurangnya penyampaian hak-hak korban bencana. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. Sering tidak adil dalam menangani korban bencana. Mengembangkan persatuan Indonesia. Sulitnya menanamkan rasa persatuan di daerah terpencil. Mengadakan bakti sosial di daerah bencana. Kurangnya rasa cinta kepada tanah air. Keputusan bersama lebih efektif dalam menangani masalah. Susahnya mencapai suatu keputusan dalam bermusyawarah. Kepentingan bersama di atas segalanya. Mementingkan kepentingan pribadi di atas kepentingan bersama. Suka memberi pertolongan kepada orang lain. Tidak adil dalam memberikan pertolongan. Berusaha memberikan yang terbaik. Terjadi kesenjangan sosial.

STRATEGI

III