Anda di halaman 1dari 7

TUGAS PANCASILA

ANALISA STRATEGI SITUASI DAN KONDISI PENGAMATAN DALAM SOLIDARITAS MENANGGULANGI BENCANA ALAM DI PADANG SEBAGAI DASAR MEMAHAMI CINTA TANAH AIR TERHADAP PENDIDIKAN PANCASILA DENGAN STUDI KASUS PENINGKATAN KESEHATAN JIWA BANGSA INDONESIA

NAMA : JESI ANGGRAINI NIM : 110 2007 156

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang a. Sikap saling menghormati, bekerjasama, serta saling menolong antar pemeluk agama dan para kepercayaan yang berbeda-beda, sehingga dapat selalu membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. b. Pengembangan sikap saling mencintai, tenggang rasa, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, gemar melakukan berbagai macam kegiatan kemanusiaan, dan berani membela kebenaran dan keadilan. c. Kepemilikan rasa untuk menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. d. Merupakan keputusan yang diusahakan secara musyawarah untuk mufakat, tidak ada suatu kehendak yang dipaksakan kepada pihak lain yang diliputi oleh semangat kekeluargaan yang merupakan cirri khas bangsa Indonesia. e. Pengembangan sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.

2. Rumusan Masalah Bagaimana cara pandang kita sebagai salah satu dari bagian bidang kesehatan dalam menangani masalah bencana alam gempa di Sumatra Barat.

3. Tujuan Analisa dan Strategi a. Penguasaan pengetahuan dan keterampilan kedokteran atau kesehatan dengan baik dan mengamalkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan Islam. b. Pendiagnosisan dan pengelolaan penyakit-penyakit yang banyak terdapat dalam masyarakat, mengenai dan melakukan tindakan pertama pada penyakit-penyakit berat dan jarang termasuk aspek fisik jiwa, sosial, dan spiritual. c. Penanganan tindakan pertama pada keadaan darurat yang sering terjadi baik oleh perorangan maupun oleh masyarakat. d. Pengenalan masalah kesehatan secara keseluruhan dan memperagakan ketrampilan, mengolah dan menyajikan data yang menunjukkan problema kesehatan, untuk selanjutnya memecahkan dan mengelolanya mulai dari lingkup individu hingga lingkup keluarga, masyarakat dan kependudukan secara menyeluruh.

e. Peragaan kemampuan untuk mengelola pusat-pusat kesehatan dalam berbagai tingkat dan lingkungan serta bekerja secara efektif dan efisien dalam kelompok kerja kesehatan, baik dalam pendidikan, penelitian maupun pelayanan sesuai dengan fasilitas yang tersedia.

4. Kerangka Konsep a. Pancasila sebagai ideologi bangsa negara Indonesia. b. Gotong royong merupakan asas negara Indonesia. c. Pemaparan peran serta insan kesehatan dalam upaya penanggulangan gempa. d. Memberikan jawaban dan kesimpulan. e. Memberikan kritik dan saran untuk menjadi lebih baik di kedepannya nanti.

5. Metode Analisa a. Padang (ANTARA News) Jumat, 21 Agustus 2009 02:13 WIB - Data Biro Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, sebanyak 181 orang warga Sumatra Barat (Sumbar) tewas dalam bencana alam selama kurun waktu 2004 hingga 2009.
b. Untuk membantu penanganan pasca bencana alam gempa bumi di wilayah

Provinsi Sumatera Barat dan sekitarnya yang terjadi pada akhir bulan September 2009, Menteri Kehutanan telah membentuk Tim Penanganan Pasca Bencana Alam di Wilayah Provinsi Sumatera Barat dan sekitarnya lingkup Departemen Kehutanan. www.dephut.go.id Jakarta,6 Oktober 2009, Kepala Pusat Informasi Kehutanan, Masyhud.
c. Bantuan bencana alam melalui Posko Sumut Peduli Satu Atap yang dikoordinir

Pemprovsu terus mengalir dari berbagai pihak dan telah terhimpun dana tunai Rp957juta. Medan, (Analisa) www.analisadaily.com/index.php. d. Makna Bencana Alam By Fuad Rumi, Kamis, 03 September 2009 pukul 14:23:00. Di balik bencana alam itu tentu ada hikmahnya bagi manusia. Dengan demikian, manusia dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Lalu dengan iptek itu, mereka dapat melakukan berbagai upaya untuk memperkecil kemungkinan risiko yang dialaminya akibat bencana alam itu, misalnya dengan melakukan evakuasi setelah memprediksi akan terjadi gempa vulkanik. e. Anggota DPRD Kab. Bandung, Aep Saefulloh mengatakan, untuk menangani bencana alam di Kab. Bandung, dibutuhkan adanya peraturan daerah (Perda) yang khusus menangani bencana alam. Karena selama ini belum ada perda yang menangani bencana alam. www.pikiran-rakyat.com Minggu, 27 September 2009 , 13:16:00

BAB II LANDASAN PUSTAKA

a. M. Solly Lubis, S.H, 1997. Pembahasan UUD 1945. Bandung: Penerbit PT Alumni b. H. Suradji dkk. 2002. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Jakarta: PT Tata Nusa c. Moerdiono, dkk. 1991. Pancasila sebagai Ideologi. Jakarta: Pusat Percetakan
d. www.dephut.go.id Jakarta,6 Oktober 2009, Kepala Pusat Informasi Kehutanan,

Masyhud. e. www.pikiran-rakyat.com Minggu, 27 September 2009 , 13:16:00 oleh:Aep Syaefulloh

BAB III POLA PIKIR

PANCASILA

SILA 1

SILA 2

SILA 3

SILA 4

SILA5

BENCANA ALAM

PENYELESAIAN MASALAH

BAB IV HASIL ANALISA

Terlampir.

BAB V PENUTUP

1. Kesimpulan a. Seorang dokter mempunyai pengetahuan dan keterampilan dalam bidang medik, haruslah mengamalkannya sesuai dengan ajaran agama. b. Sifat solidaritas harus dimiliki, terutama bagi seorang dokter. c. Instansi pemerintah beserta tenaga kerja kesehatan harus saling bersatu dalam menangani kejadian bencana alam guna mempererat persatuan dan kesatuan. d. Bencana alam terjadi karena kurangnya kesadaran hukum dan moral yang sangat rendah dari masyarakat. e. Pentingnya pembentukkan badan penanggulangan korban bencana alam.

2. Saran a. Seorang dokter haruslah berpegang teguh kepada keyakinnan serta ajarannya. b. Mampu menyeimbangkan antara hak dan kewajiban agar keduanya dapat berjalan seimbang. c. Pentingnya memupuk rasa persaudaraan antara pihak pemerintahan, lembaga kesehatan, dan masyarakat lainnya yang berperan dalam penanggulangan korban bencana alam. d. Pentingnya suatu musyawarah dalam mengambil suatu keputusan untuk mencapai mufakat. e. Sering mengadakan kegiatan bakti sosial untuk memupuk rasa kasih sayang terhadap sesama umat manusia sebagai makhluk sosial.

JESI ANGGRAINI 1102007156