Anda di halaman 1dari 15

ii

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PEMANFAATAN LIMBAH SAMPAH ORGANIK SEBAGAI PUPUK KOMPOS GUNA MENDUKUNG PROGRAM UNIVERSITAS KONSERVASI

BIDANG KEGIATAN: PKM-GT

Diusulkan oleh : Awaludin Ahmad Friska Dhian T. ? (5201409057/2009) (3301409010/2009)

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG SEMARANG 2012

iii

HALAMAN PENGESAHAN 1. Judul Kegiatan : Pemanfaatan Limbah Sampah Organik Sebagai Pupuk Kompos Guna Mendukung Program Universitas Konservasi : ( ) PKM-AI () PKM-GT

2. Bidang Kegiatan

3. Ketua Pelaksana Kegiatan a. b. c. d. e. Nama Lengkap NIM Jurusan Universitas Alamat Rumah dan No Tel./HP : Awaludin Ahmad : 5201409057 : Pend. Teknik Mesin : Universitas Negeri Semarang : Soka Rt 09 Rw07 Kel. Sidorejo Lor Salatiga / 081901523627 : awal.ahmad@yahoo.co.id : 2 orang : Drs. Suwahyo, M.Pd : 195905111984031002 : Tejokusumo IV / 13 Perumnas
081352298100

f. Alamat email 4. Anggota Pelaksana Kegiatan / Penulis 5. Dosen Pendamping a. Nama Lengkap b. NIP c. Alamat Rumah dan No Tel./HP Tlogosari /

Semarang, 28 Februari 2012

Menyetujui Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan Ketua Pelaksana Kegiatan

(Drs. Supraptono, MPd) NIP. 195508091982031002 Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan

(Awaludin Ahmad ) NIM. 5201409057 Dosen Pendamping

(Dr. Masrukhi,M.Pd)

(Drs. Suwahyo, M.Pd)

iv

NIP. 196205081988031002

NIP. 195905111984031002

KATA PENGANTAR Hanya rasa syukur kepada Allah SWT yang pantas terucap saat ini atas semua petunjuk dan kekuatan yang diberikan kepada penulis untuk menyelesaikan Program Kreativitas Mahasiswa Gagasan Tertulis dengan judul Kapsul Gelatin Lunak Ekstrak Daun Lagerstroemia Speciosa sebagai Alternatif Pengobatan Diabetes Mellitus Tipe II. Terima kasih juga penulis sampaikan kepada seluruh pihak yang membantu terselesaikannya karya tulis ini, terutama: 1. Bapak Prof. Dr. Marchaban, DESS., Apt. selaku Dekan Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada 2. Bapak Dr. Edy Meiyanto, M.Si., Apt. selaku Wakil Dekan Kemahasiswaan, Riset, dan Kerjasama Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada sekaligus dosen pembimbing kami 3. Bapak Drs. Haryanto, M.Si. selaku Direktur Kemahasiswaan Universitas Gadjah Mada Dengan adanya karya tulis ini, penulis berharap adanya suatu konstribusi yang dapat disumbangkan kepada masyarakat luas maupun lingkup kecil satuan pendidikan. Sebagai penulis, kami menyadari adanya berbagai kekurangan pada karya tulis ini. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan teguran membangun berupa saran, kritik, dan sebagainya sebagai suatu upaya untuk terus meningkatkan kualitas tulisan-tulisan kami.

Yogyakarta, Maret 2010

Penulis

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL LEMBAR PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI RINGKASAN PENDAHULUAN Latar Belakang Tujuan Manfaat Penulisan GAGASAN Definisi dan Klasifikasi Diabetes Mellitus Bungur (Lagerstroemia speciosa) Sediaan Kapsul Lunak dari Ekstrak Daun Bungur Implementasi Gagasan KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN Daftar Riwayat Hidup Penulis Daftar Riwayat Hidup Dosen Pembimbing i ii iii iv v 1 1 1 1 2 2 3 5 5 6 7 8 8 9

RINGKASAN Diabetes Mellitus (DM) ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat defisiensi insulin relatif maupun absolut. Sebanyak 10% sampai 20% penderita DM mengalami ketergantungan terhadap insulin eksogen (IDDM). Sedangkan 80% hingga 90% sisanya masih memiliki cadangan insulin endogen relatif yang masih dapat digunakan hingga fase di mana cadangan insulin tersebut habis (NIDDM). Kemudian penderita DM tak tergantung insulin tersebut akan berganti status menjadi penderita DM tergantung insulin. Hal ini harus dicegah sedini mungkin agar penderita tidak mengalami suatu peralihan tipe DM yang pasti memiliki efek negatif pada kehidupannya. Ekstrak daun bungur (Lagerstroemia speciosa) mengandung Glukosol yang memiliki aktivitas stimulasi seperti insulin serta efek inhibisi transpor glukosa tanpa diikuti diferensiasi jaringan adiposa. Ekstrak ini kemudian diformulasikan sebagai sediaan farmasi berupa kapsul gelatin lunak tanpa mengubah sifat asli zat aktif berupa ekstrak. Gagasan ini diprediksikan mampu menekan angka ketergantungan insulin pada fase cadangan insulin endogen relatif pasien NIDDM habis. Implementasi gagasan diharapkan mampu membawa iklim usaha dalam bidang kefarmasian lebih giat. Seluruh prediksi tersebut di atas dapat terwujud hanya dengan kerja sama yang solid antara pemerintah sebagai stake holder, investor sebagai penanam modal, perusahaan-perusahaan farmasi sebagai pelaku utama, sektor pertanian sebagai penyedia sumber daya alam, dan paramedis serta pasien sebagai target akhir gagasan ini.

v i

PENDAHULUAN Latar Belakang Diabetes Mellitus (DM), yang umum dikenal sebagai kencing manis, adalah suatu grup sindrom heterogen yang semua gejalanya ditandai dengan peningkatan kadar gula darah disebabkan oleh defisiensi insulin relatif maupun absolut. Diabetes menimpa 80% dari 246 juta penduduk di negara-negara berkembang. WHO memprediksikan sekitar 80% kasus baru diabetes juga akan bermunculan di negara-negara berkembang pada abad ke-21 ini, sedangkan penderita diabetes di dunia pada tahun 2025 mencapai angka 380 juta jiwa. Sebanyak 80% hingga 90% kasus diabetes merupakan diabetes tak tergantung insulin (Non Insulin Dependent Diabetes Melitus disingkat dengan NIDDM) yang sebagian besar disebabkan karena faktor genetik. Tujuan pengobatan NIDDM adalah untuk memelihara konsentrasi glukosa darah dalam batas normal dan untuk mencegah komplikasi penyakit jangka lama. Infus daun bungur bunga putih (Lagerstroemia speciosa) 10% dan 20% dengan takaran 5 ml/kg BB dapat menurunkan kadar glukosa darah kelinci. Infus 40% dengan takaran sama tidak meningkatkan efek hipoglikemik. Cara uji dengan metode toleransi glukosa oral dan sebagai kontrol digunakan air suling (Pramitasari, 1992). Infus daun bungur (Lagerstroemia folia) dipandang kurang praktis untuk digunakan pasien tanpa ada sediaan farmasi tertentu yang dapat mempermudah pemanfaatannya. Formulasi sediaan yang disarankan berupa kapsul gelatin lunak. Sediaan ini dipilih dengan tujuan mempermudah drug release process sehingga memunculkan efek farmakologis lebih cepat dibandingkan sediaan lainnya. Tujuan Penulisan 1. Memberikan obat oral alternatif yang memiliki efek menjaga keseimbangan kadar glukosa darah bagi penderita diabetes tipe II (NIDDM) 2. Memanfaatkan renewable resources berupa tanaman Lagerstroemia speciosa sebagai obat terapi diabetes tipe II Manfaat Penulisan 1. Bagi pemerintah 2. Bagi industri 3. Bagi masyarakat : Menekan angka kematian akibat Diabetes Mellitus : Memberikan alternatif pembuatan obat dengan biaya produksi rendah karena bahan baku obat yang digunakan merupakan sumber daya alam Indonesia : Merupakan peluang lapangan kerja baru dalam hal pembudidayaan tanaman bungur hingga proses distribusi obat jadi pada masyarakat. Gagasan ini juga dapat memberikan obat alternatif bagi masyarakat penderita DM : Membuka kesempatan dalam hal penelitian lebih lanjut mengenai gagasan ini : Menghasilkan suatu karya tulis yang bermanfaat

4. Bagi akademisi 5. Bagi penulis

GAGASAN Definisi dan Klasifikasi Diabetes Melitus Diabetes melitus (DM), yang umum dikenal sebagai kencing manis, adalah suatu grup sindrom heterogen yang semua gejalanya ditandai dengan peningkatan kadar gula darah disebabkan oleh defisiensi insulin relatif maupun absolut. Defisiensi insulin absolut berarti tidak ada insulin sama sekali, sedangkan defisiensi insulin relatif berarti jumlah insulin cukup namun memiliki daya kerja yang kurang (Maycek, 2001). Gejala klinis yang khas pada diabetes melitus berupa triapolis, di antaranya adalah: 1. Polidipsi (banyak minum) 2. Poliphagia (banyak makan) 3. Poliuri (banyak kencing) 4. Sering kesemutan terutama pada jari-jari tangan 5. Badan terasa lemas, gatal-gatal, dan apabila terdapat luka biasanya sukar sembuh 6. Pada umumnya berat badan menurun drastis Diabetes dapat diklasifikasikan menjadi dua grup berdasarkan kebutuhan atas insulin, yaitu : 1. Diabetes Tipe I (diabetes melitus tergantung insulin-IDDM) Diabetes tipe I pada umumnya menyerang anak-anak, namun tidak menutup kemungkinan terjadi pada pasien dewasa. Diabetes tipe ini ditandai dengan defisiensi insulin absolut yang disebabkan oleh lesi atau nekrosis sel- berat. Umumnya nekrosis sel- terjadi melalui kerja antibodi autoimun yang ditujukan untuk melawan sel-, tetapi invasi virus dan kerja toksin kimia juga dapat menyebabkan hal yang sama. Akibat dari destruksi sel- adalah kegagalan pankreas dalam merespon masukan glukosa, sehingga penderita menunjukkan gejala klasik defisiensi insulin. Diabetes tipe I memerlukan insulin eksogen untuk menghindari hiperglikemia dan ketoasidosis yang mengancam kehidupan. Diabetes tipe I sebenarnya tidak mempunyai fungsi sel- sehingga tidak dapat merespon sirkulasi bahan bakar ataupun sekedar memelihara sekresi basal insulin. Oleh karena itu, diabetes tipe ini harus tergantung pada insulin eksogen (suntikan) untuk memelihara kadar glukosa darah mendekati normal dan mencegah besarnya belokan kadar glukosa darah yang dapat menyokong timbulnya komplikasi jangka panjang. 2. Diabetes Tipe II (diabetes melitus tak tergantung insulin-NIDDM) Mayoritas penderita diabetes termasuk dalam kategori diabetes tipe II. Dalam kasus ini faktor genetik merupakan penyebab yang lebih besar daripada virus atau antibodi autoimun. Pada tipe ini pankreas masih mempunyai beberapa fungsi sel- yang menyebabkan kadar insulin bervariasi namun tetap tidak cukup untuk memelihara homeostasis glukosa. Pada beberapa kasus, resistensi insulin disebabkan oleh penurunan jumlah atau mutasi resptor insulin. Walaupun demikian, cacat yang tak terbatas pada peristiwa yang terjadi setelah insulin terikat pada reseptor, diperkirakan dapat menyebabkan resistensi pada kebanyakan penderita.

Tujuan pada pengobatan diabetes tipe ini adalah untuk memelihara konsentrasi glukosa darah dalam batas normal untuk mencegah perkembangan komplikasi penyakit jangka lama. Pengurangan berat badan, olahraga, dan modifikasi diet menurunkan resistensi insulin dan memperbaiki kondisi hiperglikemia diabetes tipe II pada beberapa penderita. Walaupun demikian, mayoritas kasus tergantung pada campur tangan farmakologik dengan obat hipoglikemik oral. Terapi insulin mungkin diperlukan untuk mencapai kadar glukosa darah serum yang memuaskan. Bungur (Lagerstroemia speciosa) Bungur dapat ditemukan di hutan jati maupun hutan heterogen berbatang tinggi, baik di tanah gersang maupun di tanah subur. Pada umunya bungur ditanam sebagai pohon hias atau pohon pelindung di tepi jalan. Bungur dapat tumbuh sampai ketinggian 800 m di atas permukaan laut di pulau Jawa. Selain itu, bungur banyak ditemukan pada ketinggian di bawah 300 m.

Klasifikasi (Pramitasari, 1992) Kingdom : Plantae Divisio : Magnoliophyta Klas : Magnoliopsida Ordo : Myrtales Famili : Lythraceae Genus : Lagerstroemia Spesies : Lagerstroemia speciosa Nama Lokal (Pramitasari, 1992) Sumatera : bungur Lampung : bungur kuwal Palembang : bungur bener bungur tekuyung Sunda : bungur Jawa tengah : ketangi, laban, wungu Madura : bhungor, wungur Nama simplisia (Pramitasari, 1992) Lagerstroemiae semen (biji bungur) Lagerstroemiae cortex (kulit kayu bungur) Lagerstroemiae folium (daun bungur) Morfologi (Pramitasari, 1992) Pohon : tinggi 10-30 m

Batang : bulat, percabangan mulai dari bagian pangkalnya, berwarna cokelat muda Daun : tunggal, bertangkai pendek, helaian daun berbentuk oval, elips, atau memanjang, tebal seperti kulit, panjang 9-28 cm, lebar 4-12 cm, berwarna hijau tua Bunga : majemuk berwarna ungu, tersusun dalam malai yang panjangnya 10-50 cm, keluar dari ketiak daun atau ujung ranting Buah : kotak, berbentuk bola sampai bulat memanjang, panjang 2-3,5 cm, beruang 3-7, buah yang masih muda berwarna hijau, setelah masak menjadi cokelat Biji : berukuran cukup besar, pipih, ujung bersayap berbentuk pisau, berwarna cokelat kehitaman Kandungan zat aktif (N Bai et al, 2008) 1. Tujuh macam ellagitannin a. Lagerstroemin b. flosin B c. stachyurin d. casuarinin e. casuariin f. epipunicacortein A g. 2,3-(S)-hexahydroxydiphenoyl-alpha/beta-D-glucose 2. Ellagic acid sulfate a. 3-o-methyl-ellagic acid 4'-sulfate b. Ellagic acid 3. Empat turunan methyl ellagic acid a. 3-o-methylellagic acid b. 3,3'-di-o-methylellagic acid c. 3,4,3'-tri-o-methylellagic acid d. 3,4,8,9,10-pentahydroxydibenzo[b,d]pyran-6-one 4. Glukosol 5. Gallic acid 6. 4-hydroxybenzoic acid 7. 3-o-methylprotocatechuic acid 8. Asam kafeinat 9. p-coumaric acid 10. Kaempferol 11. Kuersetin 12. Isokuersitrin Zat aktif tersebut di atas diidentifikasi dengan bioassay langsung dari isolasi daun bungur (Lagerstroemia speciosa). Struktur kimia dari komponenkomponen ini ditentukan dengan Nuclear Magnetic Resosance dan analisis spektroskopi massa (N Bai et al, 2008). Aktivitas terkuat dari ekstrak bungur (Lagerstroemia speciosa) adalah stimulasi seperti insulin serta efek inhibisi transpor glukosa tanpa diikuti diferensiasi jaringan adiposa. Aktivitas antidiabetes dari daun bungur distandarkan dengan 1% Glukosol yang telah diuji klinis secara acak pada penderita diabetes Tipe II (Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus).

Sediaan Kapsul Gelatin Lunak dari Ekstrak Daun Bungur Zat aktif dari simplisia daun bungur didapatkan dengan cara ekstraksi, yaitu suatu proses penarikan zat aktif dari simplisia dengan menggunakan pelarut pilihan di mana zat aktif tersebut dapat larut. Pelarut yang digunakan pada ekstraksi dipilih berdasarkan kemampuannya dalam melarutkan jumlah maksimum zat aktif. Pelarut yang digunakan untuk mengekstraksi simplisia daun bungur adalah air panas (Hot Water Extraction). Hasil ekstraksi yang diperoleh dapat diformulasikan menjadi satu atau lebih bentuk sediaan dengan mempertimbangkan faktor terapeutik yang diinginkan. Pertimbangan tersebut di antaranya meliputi sifat dari penyakit, mekanisme kerja obat, pasien penerima obat, usia pasien, serta kondisi sebelumnya dari pasien. Berdasarkan pertimbangan tersebut ekstrak dari tanaman bungur ini dapat diformulasikan sebagai sediaan oral yaitu kapsul gelatin lunak. Kapsul ini dibuat dari gelatin dimana gliseril atau alkohol polivalen dan sorbitol ditambahkan supaya gelatin bersifat elastis seperti plastik. Biasanya pada pembuatan kapsul ini, mengisi dan menyegelnya dilakukan secara berkesinambungan dengan suatu mesin khusus. Kapsul gelatin lunak dapat dibuat dengan dua cara, yakni : 1. Proses Lempeng Cara ini menggunakan seperangkat cetakan untuk membentuk kapsul. Dimulai dengan selembar gelatin hangat yang tidak berwarna ditempatkan pada permukaan cetakan bagian bawah dan obat cair dituangkan ke dalamnya kemudian selembar gelatin yang lainnya diletakkan di atasnya dan ditekan. Jadi tekanan ini berfungsi sebagai pembuat kapsul. Pengisian bahan obat dan pemasangan segelnya dilakukan dalam waktu yang bersamaan secara serentak, kemudian kapsul yang sudah dicetak dipindahkan dan dicuci dengan pelarut yang tidak bereaksi dengan kapsul. Mesin-mesin yang berkecepatan tinggi telah dikembangkan untuk pembuatan kapsul dengan cara proses lempeng dan telah digunakan dalam industri sekarang (Ansel, 1989). 2. Rotary Dry Process Proses ini lebih banyak digunakan dalam industri besar. Dengan metode ini cairan gelatin yang dituangkan dari tangki yang terletak di atas, dibentuk menjadi dua buah pita yang berurutan oleh mesin rotary die. Dalam waktu yang bersamaan bahan obat yang akan diisikan dan telah diukur, dimasukkan di antara kedua pita secara tepat, dan dies membentuk kantung-kantung dari pita gelatin. Kemudian kantung-kantung gelatin yang telah terisi tersebut disegel dengan tekanan dan panas sehingga kapsul-kapsul ini akan terlempardari pita dengan proses yang sama (Ansel, 1989). Ekstrak daun bungur dipandang tidak praktis untuk langsung digunakan sehingga suatu formulasi sediaan dibutuhkan agar memudahkan penggunaan oleh penderita. Kapsul gelatin lunak dipilih karena sifatnya yang dapat digunakan untuk membungkus zat aktif obat berupa asam organik cair seperti ekstrak daun bungur ini. Dengan formulasi yang demikian, diharapkan drug release process dari ekstrak bungur tinggi sehingga efek farmakologis cepat terjadi. Implementasi Gagasan

Perusahaan obat maupun perusahaan obat herbal menjadi tokoh utama dalam pelaksanaan implementasi gagasan ini. Hal ini disebabkan perusahaanperusahaan inilah yang dapat menjaga iklim usaha bidang kefarmasian tetap kondusif. Di samping itu, para petani berikut ahli dalam bidang pertanian dan perkebunan harus dapat membudidayakan bungur sebagai salah satu tanaman penghasil obat bagi Diabetes Melitus. Tidak ketinggalan pemerintah sebagai stake holder juga harus dapat memberikan iklim yang sehat dalam keberlangsungan implementasi gagasan ini. Hal ini dapat terlihat pada berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam menyikapi gagasan ini. Para investor pun seyogyanya memberikan suatu harapan kepada perusahaan obat maupun obat herbal dalam langkahnya mewujudkan apa yang ada dalam gagasan ini. Pasien dan paramedis juga diharapkan mampu menerima gagasan ini sebagai pilihan alternatif di luar obat diabetes kebanyakan yang telah digunakan mengingat fakta aktual yang telah dipaparkan di atas. Implementasi gagasan ini dimulai dengan penyediaan bungur sebagai bahan baku utama yang kemudian dilanjutkan dengan proses produksi oleh industri. Kendala yang mungkin terjadi adalah reaksi penolakan dari masyarakat yang kurang dapat menerima obat bahan alam. Solusi dari permasalahan tersebut salah satunya adalah dilakukan sosialisasi tentang sisi positif obat bahan alam ini.

KESIMPULAN 1. Diabetes melitus (DM) yang gejala umumnya ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah dapat dibantu dengan ekstrak daun bungur (Lagerstroemia speciosa) sebagai zat penurun glukosa darah. 2. Ekstrak daun bungur dipandang tidak praktis untuk langsung digunakan sehingga suatu formulasi sediaan dibutuhkan agar memudahkan penggunaan oleh penderita. Kapsul gelatin lunak dipilih karena tidak mengubah sifat asli dari zat aktif Glukosol dari daun bungur yaitu sebagai suatu ekstrak. 3. Penggunaan kapsul gelatin lunak Glukosol dalam pengobatan Diabetes Mellitus diprediksikan mampu menekan angka ketergantungan insulin pada fase cadangan insulin endogen relatif pasien NIDDM habis. 4. Implementasi gagasan diharapkan mampu membawa iklim usaha dalam bidang kefarmasian menjadi lebih giat dengan adanya suatu ide baru untuk memanfaatkan renewable resources asal Indonesia sebagai pilihan alternatif pengobatan penyakit pembunuh nomor dua di dunia, Diabetes Mellitus.

DAFTAR PUSTAKA Anief, Moh. 2008. Ilmu Meracik Obat Teori dan Praktik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Ansel, Howard C. 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Jakarta: UI-Press. Bai N, He K, Roller M, Zheng B, Chen X, Shao Z, Peng T, Zheng Q. 2008. Active compounds from Lagerstroemia speciosa, insulin-like glucose uptakestimulatory/inhibitory and adipocyte differentiation-inhibitory activities in 3T3-L1 cells. J Agric Food Chem 56(24):11668-74. Hattori K, Sukenobu N, Sasaki T, Takasuga S, Hayashi T, Kasai R, Yamasaki K, Hazeki O. 2003. Activation of insulin receptors by lagerstroemin. J Pharmacol Sci 93(1):69-73. Judy WV, Hari SP, Stogsdill WW, Judy JS, Naguib YM, Passwater R. 2003. Antidiabetic activity of a standardized extract (Glucosol) from Lagerstroemia speciosa leaves in Type II diabetics. A dose-dependence study. J Ethnopharmacol 87(1):115-7. Kakuda T, Sakane I, Takihara T, Ozaki Y, Takeuchi H, Kuroyanagi M. 1996. Hypoglycemic effect of extracts from Lagerstroemia speciosa L. leaves in genetically diabetic KK-AY mice. Biosci Biotechnol Biochem 60(2):204-8. Klein G, Kim J, Himmeldirk K, Cao Y, Chen X. 2007. Antidiabetes and Antiobesity Activity of Lagerstroemia speciosa. Evid Based Complement Alternat Med 4(4):401-7. Liu F, Kim J, Li Y, Liu X, Li J, Chen X. 2001. An extract of Lagerstroemia speciosa L. has insulin-like glucose uptake-stimulatory and adipocyte differentiation-inhibitory activities in 3T3-L1 cells. J Nutr 131(9):2242-7. Maycek, Mary J. 2001. Farmakologi: Ulasan Bergambar. Jakarta: Widya Medika. Osawa K, Ueda J, Takahashi M. 1974. The components of the plants of Lagerstroemia genus. II. Studies on the components of the leaves of Lagerstroemia speciosa (L.) Pers., L. subcostata Koehne., L. indica Linn., and L. fauriei Koehne. Yakugaku Zasshi 94(2):271-3. Ragasa CY, Ngo HT, Rideout JA. 2005. Terpenoids and sterols from Lagerstroemia speciosa. J Asian Nat Prod Res 7(1):7-12. Sivakumar G, Vail DR, Nair V, Medina-Bolivar F, Lay JO Jr. 2009. Plant-based corosolic acid: future anti-diabetic drug? Biotechnol J 4(12):1704-11. Takahashi M, Osawa K, Sato T, Ueda J, Fujita Y. 1973. The chemical structure of the new component "lageracetal" from the leaves of Lagerstroemia speciosa (L.) Pers. Yakugaku Zasshi 93(7):861-3. Takahashi M, Osawa K, Ueda J, Yamamoto F, Tsai CT. 1976. The components of the plants of Lagerstroemia genus. III. On the structure of the new tannin "lagertannin" from the leaves of Lagerstroemia speciosa (L.) Pers. Yakugaku Zasshi 96(8):984-7. Takahashi M, Ueda J, Sasaki JI. 1977. The components of the plants of Lagerstroemia genus. IV. On the presence of the ellagic acid derivatives from the leaves of Lagerstroemia subcostata Koehne. and L. speciosa (L.) Pers. and the synthesis of 3,4-di-o-methylellagic acid. Yakugaku Zasshi 97(8):880-2.

LAMPIRAN Daftar Riwayat Hidup Penulis Nama Tempat, Tanggal Lahir NIM Alamat rumah dan No. HP : Dian Retno Ayuning Tyas : Malang, 21 Juli 1991 : 09/284409/FA/08332 : Jalan Dahlia RT 07 RW 12 Sidoarum, Godean, Sleman, Yogyakarta/+6285649999171 Pendidikan : SD Negeri Ngaglik 1 Batu SMP Negeri 1 Batu SMA Negeri 1 Batu Karya-karya ilmiah yang pernah dibuat :Penghargaan ilmiah yang pernah diraih :Yogyakarta, 17 Maret 2010

(Dian Retno Ayuning Tyas) NIM. 09/284409/FA/08332 Nama Tempat, Tanggal Lahir NIM Alamat rumah dan No. HP : Nurma Sabila : Kediri, 11 Oktober 1991 : 09/284303/FA/08326 : GK V/411 RT 14 RW 03 Terban-Yogyakarta/ +6285649595533 Pendidikan : SD Negeri 1 Pare MTs Negeri 1 Pare SMA Negeri 2 Pare Karya-karya ilmiah yang pernah dibuat :Penghargaan ilmiah yang pernah diraih :Yogyakarta, 17 Maret 2010

(Nurma Sabila) NIM. 09/284303/FA/08326 Nama : Septiana Tri Wahyuni Tempat, Tanggal Lahir : Pati, 3 September 1991 NIM : 09/284273/FA/08324 Alamat rumah dan No. HP : Sendowo blok G 56 Sleman/+6285641313013 Pendidikan : SD Negeri Asempapan SMP Negeri 1 Juwana SMA Negeri 1 Pati Karya-karya ilmiah yang pernah dibuat :Penghargaan ilmiah yang pernah diraih :Yogyakarta, 17 Maret 2010

(Septiana Tri Wahyuni) NIM. 09/284273/FA/08324

Daftar Riwayat Hidup Dosen Pembimbing Nama Tempat, Tanggal Lahir NIP Pekerjaan Jenis Kelamin Alamat rumah dan No. HP : Dr. Edy Meiyanto, M.Si., Apt. : Solo, 2 Mei 1962 : 196205021989031006 : Dosen Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada : Laki-laki : Jalan Arwana 12 Minomartani Yogyakarta/ +628122735092 Alamat email : meiyan_e@ugm.ac.id Pangkat-Golongan : Pembina Madya-IVb Alamat Kantor : Fakultas Farmasi UGM Sekip Utara Yogyakarta 55281 Pendidikan : S1 Fakultas Farmasi UGM (1986) Profesi Apoteker Fakultas Farmasi UGM (1987) S2 Fakultas Farmasi UGM (1995) S3 NAIST Japan (2001) Riwayat Jabatan dalam Pekerjaan : - Pengelola Magister Farmasi Klinik Fakultas Farmasi UGM (2001-2004) - Sekretaris Bagian Kimia Farmasi Fakultas Farmasi UGM (2003-2005) - Kepala Laboratorium Biokimia PS Bioteknologi PS Bio Teknologi UGM (2005) - Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Riset, dan Kerjasama Fakultas Farmasi UGM (2004-2008 dan 2008-sekarang) Aktivitas Mengajar : - Biologi Molekuler - Biokimia - Karsinogenesis Molekuler - Analisis Klinik atau Biomedik - Metodologi Penelitian Afiliasi Organisasi : - Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (anggota) - Biochemistry and Molecular Biology Society (anggota) - Perhimpunan Peneliti Bahan Obat Alami Indonesia (pengurus pusat) Tema Riset Utama : - Pengembangan obat untuk antikanker dan kemopreventif

Yogyakarta, 17 Maret 2010

(Dr. Edy Meiyanto, M.Si., Apt.) NIP. 196205021989031006