Anda di halaman 1dari 3

Nama NIM MATA KULIAH KELAS DOSEN

: SYARIF HUSEIN : 151080198 : DINAMIKA DIPLOMASI : B / HI : SRI ISSUNDARI, SIP, M.HUM

HUBUNGAN KERJASAMA (SISTER PROVINCE) ANTARA PEMERINTAH PROVINSI PAPUA DENGAN PEMERINTAH YAMAGATA PREFECTURE JEPANG

Sejak tahun 1994 Pemerintah Provinsi Papua (saat itu Irian Jaya) dan Pemerintah Yamagata Prefecture Jepang telah menjalin kerjasama dalam bentuk Sister Region Program (program provinsi kembar) berdasarkan kebutuhan masing-masing serta hubungan dan semangat kerjasama antar bangsa. Hal ini didasarkan atas Memorandum Saling Pengertian Antara Pemerintah Provinsi Daerah Tingkat I Irian Jaya Republik Indonesia dan Pemerintah Prefecture Yamagata Jepang Mengenai Kerjasama Provinsi-Prefecture Bersaudara yang ditandatangani oleh Gubernur Provinsi Dati I Irian Jaya Drs. J.Pattipi dan Gubernur Pemerintah Prefecture Yamagata Takahashi Kazuo. Program yang telah disepakati untuk dikembangkan dalam rangka kerjasama tersebut adalah meliputi bidang-bidang : 1. Pendidikan 2. Industri 3. Ilmu Pengetahuan 4. Teknik 5. Pertanian 6. Pariwisata dan Kebudayaan Program Provinsi Kembar ini telah berlangsung 15 tahun dan program tersebut didukung pula oleh perubahan kebijaksanaan Provinsi Papua yang mengalami perubahan dalam struktur maupun system manajemen pemerintah sesuai dengan kebijaksanaan Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua (Undang Undang Nomor 21 tahun 2001). Undang Undang ini tentu saja memberikan kewenangan yang lebih luas kepada Provinsi Papua untuk mengembangkan Program Provinsi Kembar di berbagai bidang.

Program/Kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain : Program Cooperative Exchange Training yaitu mengundang para pegawai provinsi atau berbagai pemerintah kota atau bentuk pemerintahan lainnya (misalnya : Kabupaten) untuk bekerja pada sejumlah pemerintah daerah di Jepang (khusus di Yamagata Prefecture) guna mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan tekhis dalam pemerintahan daerah. Pengiriman trainers dari Provinsi Papua sejak tahun 1994 sampai dengan tahun 2003 berjumlah 36 orang, yang terdiri dari : a.) Technical Trainers berjumlah 30 orang; b.) Cooperative Exchange Trainers sebanyak 6 orang. Seluruh biaya ditanggung oleh Pemerintah Yamagata Prefecture, dimana masing masing orang menghabiskan dana kurang lebih 4.000.000 yen selama masa training (10-11 bulan). Program Kunjungan, a. Program Kunjungan dilakukan setiap tahun secara bergantian oleh masing masing pihak untuk saling mengunjungi, terutama untuk meningkatkan hubungan antara kedua pemerintah dan lebih memantapkan program program kerjasama. B. Kunjungan para Ahli Pertanian Yamagata ke Papua guna mendapat informasi tentang kondisi serta potensi pertanian untuk menyusun program bantuan pengembangan pertanian di Papua. Program Pendidikan dan Kebudayaan, a. Setiap tahun 1 sampai 2 kali beberapa pengajar bahasa Jepang melakukan kunjungan ke Papua, sekaligus membimbing kelas bahasa Jepang di Jayapura antara lain SMK Negeri 1 dan SMK Negeri 2. Kelas Bahasa Jepang tersebut selain mendapat dukungan dari Pemerintah Prefecture Yamagata, juga dari Asosiasi Persahabatan Papua Yamagata yang dipimpin oleh Tuan Yoichi Yosidha. B. Pada tahun 1988 kunjungan misi kebudayaan berupa partisipasi rombongan kesenian Irian Jaya dalam festival SMU se Jepang di Provinsi Tuttori. Kedatangan Tim Kesenian ini disponsori oleh : Pusat Kebudayaan Jepang bekerjasama dengan Pemerintah Prefecture Yamgata. C. Partisipasi pelajar SD se Jayapura dalam pameran lukisan pelajar SD se Yamagata tahun 1998, dalam hal ini mendatangkan sejumlah lukisan pelajar SD se Jayapura yang selanjutnya di ikut sertakan dalam pameran tersebut. Delegasi dari Provinsi Yamagata (Jepang) terus meningkatkan kerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua, di bidang pertanian. Peningkatan kerjasama tersebut ditunjukan setelah para ahli pertanian dari Yamagata kembali melakukan pertemuan dengan pemerintah Provinsi Papua, Senin (30/7). Asisten Dua Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Papua, Elly Loupatty menjelaskan, kedatangan para ahli pertanian dari Yamagata

adalah untuk meminta kerjasama dan untuk tahun ini mengunjungi Jayapura dan Merauke untuk melihat bibit unggul. "Kunjungan mereka untuk memberi pemikiran serta semangat dan dukungan. Program Kunjungan ini dilakukan setiap tahun secara bergantian oleh masing masing pihak untuk saling mengunjungi, terutama untuk meningkatkan hubungan antara kedua pemerintah dan lebih memantapkan program program kerjasama, Kunjungan para Ahli Pertanian Yamagata ke Papua guna mendapat informasi tentang kondisi serta potensi pertanian untuk menyusun program bantuan pengembangan pertanian di Papua. Selain itu, ujar Loupatty, kunjungan mereka ini sebagai salah satu bentuk kegiatan dalam memberikan pikiran, dan hal-hal program tertentu yang akan mereka bicarakan dengan pemerintah Papua. "Selama ini dua kota kembar ini membahas tentang bidang pertanian dan lebih banyak kearah bahasa dan penanaman padi, untuk itu mereka membuka akses lebih luas.