Anda di halaman 1dari 2

Bagan Prosedur PercobaanPembuatan Metil Ester: 1) Reaksi Esterefikasi 1.

Cairkan bahan baku terlebih dahulu bila bahan baku berwujud padat hingga mencapai ukuran 100 ml 2. Setelah minyak berbentuk liquid, masukkan minyak ke dalam labu leher tiga yang telah dilengkapi dengan termometer, pemanas dan condenser. Kemudian dipanaskan sampai suhu mencapai 70oC. Reaksi ini berlangsung secara Bath. 3. Campurkan metanol dan katalis dalam jumlah tertentu ke dalam minyak yang telah dipanaskan tersebut. 4. Reaksikan campuran tersebut selama 1 jam. 5. Setelah 1 jam minyak tersebut diangkat dan didinginkan.

2) Reaksi Trans-esterifikasi Setelah minyak didinginkan dan dihilangkan alkoholnya, kemudian dilanjutkan dengan reaksi Trans-esterifikasi yaitu: 1. Minyak yang telah terbentuk pada reaksi esterifikasi dipanaskan kembali pada suhu 650C. 2. Setelah mencapai temperatur 650C, minyak tersebut ditambahkan dengan campuran metanol dan katalis NaOH dalam jumlah tertentu 3. Reaksikan campuran minyak, alkohol dan NaOH tersebut selama 1 jam, reaksi ini berlangsung pada kondisi Bath. 4. Setelah 1 jam minyak tersebut diangkat dan didinginkan, serta dihilangkan alkoholnya. 5. Diamkan selama 24 jam agar terlihat dua lapisan yaitu lapisan atas metil ester dan lapisan bawah berupa gliserol, kemudian kedua lapisan dipisahkan dengan corong pemisah. Lakukan hal ini beberapa kali hingga hasil cucian terakhir terlihat bersih. 6. Metil ester yang telah terpisah kemudian dicuci dengan cara mencampurkan air yang telah dipanaskan pada suhu 500C. 7. Diamkan sampai terbentuk dua lapisan, kemudian dua lapisan tersebut dipisahkan dengan corong pemisah. Lakukan hal ini beberapa kali hingga hasil cucian terakhir terlihat bersih. 8. Terakhir lakukan pemanasan pada metil ester (biodiesel) sampai suhu 1000C untuk menghilangkan kadar alkohol yang masih ada pada biodiesel. 9. Metil ester (biodiesel) dapat dianalisa.

Bagan Prosedur Percobaan Korosi 1. Amplas logam yang akan digunakan, lalu cuci dengan aquadest kemudian celupkan ke dalam HCl. 2. Timbang berat awal logam setelah dibersihkan. 3. Rangkai logam yang telah dibersihkan dengan baterai yang telah disiapkan. 4. Siapkan 2 cawan berisi larutan yang telah ditentukan (HCl 1 N, NaOH 1 N, air ledeng) dengan volume yang memadai untuk pengujian. 5. Masukkan logam yang telah dirangkai dengan baterai ke dalam cawan yang berisi larutan. 6. Masukan logam pembanding (Paku Besi dan gabungan paku dan seng) dalam cawan yang berbeda dengan larutan yang sama. Perlu diingat bahwa logam pembanding ini sama dengan logam yang dirangkai dan dicelup pada waktu yang bersamaan. 7. Catat waktu pencelupan jenis logam, jenis larutan dan fenomena yang terjadi pada logam (3 x 24 jam). 8. Angkat benda uji dari cawan setelah waktu yang ditentukan ( 3 hari) 9. Bersihkan logam dari produk korosi (oksida) dengan cara diamplas dan dicuci dengan aquadest, kemudian keringkan. 10. Timbang lagi berat benda uji setelah dibersihkan.