Anda di halaman 1dari 5

Plasmolisis adalah lepasnya membran sel dari dinding sel tumbuhan akibat sel dimasn pada larutan yang

hipertonik. Adanya sirkulasi ini bisa menjelaskan bahwa sel tidak diam, jika memerlukan suatu materi dari luar maka sel tersebut harus mengambil materi itu dengan segala cara, yaitu mengatur tekanan agar terjadi perbedaan tekanan sehingga materi dari luar itu bisa masuk. Berdasarkan hasil praktikum sel pada daun Rhoeo discolor aka mengalami plasmolisi bila di masukan pada larutan NACL. Hal ini terjasi karena larutan tersebut memiliki kosentrasi yang lebih tinggi dibanding dengan kosentrasi ar dlam sel daun tersebut. - See more at: http://ferrydwirestuhendra.blogspot.com/2013/01/laporan-praktikum-fisiologitumbuhan.html#sthash.BUT4VqhC.dpuf
Pada saat daaun Rhoeo discolor belum ditetesi larutan gula 1M, kondisi sel daun Rhoeo discolor dalamkeadaan normal , terlihat bagian-bagian sel berbentuk rongga segi enam dengan sitoplasma berwarna ungu memenuhi dinding sel. Setelah larutan garam diteteskan di atas sayatan daun Rhoeo discolor terlihat sitoplasma yang berwarna ungu mengkerut dan menjauhi dinding sel seolah-olah keluar dan pecah dari sel. Lama-kelamaan sitoplasma memudar menjadi bercak- bercak berwarna ungu. Hal ini terjadi karena larutan gula yang diteteskan berperan sebagailarutan hipertonik, yakni larutan yang konsentrasinya lebih rendah daripada cairan di dalam sel, Sedangkan air pada sel daun Rhoeo discolor berperan sebagai hipotonik

1. Mengapa sel berubah ketika larutan gula di tambahkan? . jawab: Sel berubah ketika larutan gula di tambahkan terjadi karena larutan gula yang diteteskan berperan sebagailarutan hipertonik, yakni larutan yang konsentrasinya lebih rendah dari pada cairan di dalam sel, Sedangkan air pada sel daun Rhoeo discolor berperan sebagai hipotonik 2. Kemana arah pergerakan air melewati membran sel ketika larutan gula ditambahkan? Jawab: Arah pergerakan air melewati membran sel ketika larutan gula ditambahkan air keluar meninggalkan sel yang merupakan hipotonik, menuju ke larutan gula yang merupakan hipotonik 3. Apa yang terjadi jika pada sel yang sudah diberi larutan gula secara perlahan-lahan untuk mengencerkan larutan garam yang sudah ditambahi terlebih dahulu? Jawab: Yang terjadi jika pada sel yang sudah diberu larutan garam secara perlahan-lahan untuk mengencerkan larutan garam yang sudah ditambahi terlebih dahulu 4. Jelaskan terjadinya proses plasmolisis? Jawab: Plasmolisis dapat terjadi apabila sel tumbuhan diletakkan dilingkungan hipertonik (larutan gula) sehingga air akan keluar dari dalamvakuola karena tekanan osmosis, membuat sitoplasmanya mengerut danmembran plasma lepas dari dinding sel. Kondisi ini bisa dikembalikan kesemula dengan memberikan air yang berperan sebagai larutan hipotonik

Jika sel tumbuhan diletakkan di larutan glukosa terkonsentrasi (hipertonik), sel tumbuhan akan kehilangan air dan juga tekanan turgor, menyebabkan sel tumbuhan lemah. Tumbuhan dengan sel dalam kondisi seperti ini layu. Kehilangan air lebih banyak akan menyebabkan terjadinya plasmolisis: tekanan terus berkurang sampai di suatu titik di mana protoplasma sel terkelupas dari dinding sel, menyebabkan adanya jarak antara dinding sel dan membran. Akhirnya cytorrhysis runtuhnya seluruh dinding sel dapat terjadi. Tidak ada mekanisme di dalam sel tumbuhan untuk mencegah kehilangan air secara berlebihan, juga mendapatkan air secara berlebihan, tetapi plasmolisis dapat dibalikkan jika sel diletakkan di larutan hipotonik. Proses sama pada sel hewan disebut krenasi. Cairan di dalam sel hewan keluar karena peristiwa difusi.

Plasmolisis hanya terjadi pada kondisi ekstrem, dan jarang terjadi di alam. Biasanya terjadi secara sengaja di laboratorium dengan meletakkan sel pada larutan bersalinitas tinggi atau larutan gula untuk menyebabkan ekosmosis, seringkali menggunakan tanaman Elodea atau sel epidermal glukosa yang memiliki pigmen warna sehingga proses dapat diamati dengan jelas.

Semakin tinggi tingkat konsentrasi glukosa dan semakin lama waktu untuk mendiamkan maka semakin banyak pula membran plasma yang lisis.

Plasmolisis, Krenasi, dan Lisis. Proses osmosis dapat membahayakan sel. Sel yang mempunyai sitoplasma pekat (berarti kerapatan airnya rendah), bila berada dalam kondisi hipotonik akan kemasukan air hingga tekanan osmosis sel menjadi tinggi. Keadaan yang demikian dapat memecahkan sel tersebut. Dikatakan bahwa sel itu mengalami lisis, yaitu hancurnya sel karena rusaknya atau robeknya membran plasma. Sebaliknya, jika sel dimasukkan ke dalam larutan hipertonik dibandingkan sel tersebut, maka air dalam sel akan mengalami osmosis keluar sel. Sel akan mengalami krenasi yang menyebabkan sel berkeriput karena kekurangan air. Pada sel tumbuhan, keluarnya air dalam sitoplasma ke luar sel menyebabkan volume sitoplasma mengecil. Akibatnya, membran plasma akan terlepas dari dinding sel. Peristiwa lepasnya membran plasma dari dinding sel disebut plasmolisis. Plasmolisis yang parah menyebabkan kematian sel

Pertanyaan-pertanyaan : 1. Setelah mengganti medium air dengan larutan glukosa : 1.1. Pada konsentrasi larutan glukosa manakah kelihatan terjadi perubahan pada sel? Jawab : Perubaha pada sel terjadi saat larutan glukosa konsentrasi 20% ke larutan glukosa konsentrasi 30% 1.2. Jelasakan perubahan yang kamu lihat? Jawab : Perubahan yang dilihat adalah plasma semakin sedikit 2. Peristiwa apakah yang terjadi pada perubahan tersebut? Jawab : Peristiwa yang terjadi adalah plasmolisis 3. Dari tabel pengamatan di atas dalam konsentrasi manakah sel mulai menggalami plasmolisis? Jawab : Dari tabel pengamatan sel mulai mengalami plasmolisis pada saat larutan glukosa konsentrasi 10 % 4. Pada konsentrasi manakah sel mengalami plasmolisis penuh? Jawab : Sel mengalami plasolisi penuh pada saat larutan glukosa konsentrasi 30 % 5. Apakah hubungan konsentrasi larutan glukosa dengan proses plasmolisis? Jelaskan ! Jawab : Ada. Semakin tinggi konsentrasi larutan maka proses plasmolisis semakin tinggi. Masalah : 1. Apa yang akan terjadi bila akar tumbuhan berada di dalam larutan yang lebih pekat daripada air sel dalam bulu akar? Jawab : Yang akan terjadi bila akar tumbuhan berada di dalam larutan yang lebih pekat daripada air sel bulu akar adalah tanaman akan mati kerena terjadi plasmolisis yang tinggi. 2. Beri alasan mengapa bila pemupukan terlalu pekat akan mematikan tanaman ! Jawab : Pemupukan yang terlalu pekat akan mematikaan tanaman karena sitoplasma akan mengerut sehingga tanaman akan mati.