Anda di halaman 1dari 4

Nama : Tafsir NPM : 240110090003 Kelas : TMIP A1

Analisis Persediaan Produk dalam Produksi Dechick Fried Chicken Dalam suatu kegiatan produksi, mempersiapkan persediaan bahan baku jadi ataupun setengah jadi perlu direncanakan dengan baik karena hal ini nantinya berhubungan dengan biaya yang harus dikeluarkan. Biaya-biaya yang nantinya dikeluarkan meliputi biaya pemesanan bahan baku, biaya penyimpanan dan biaya tak terduga ketika persediaan yang ada berkurang. Perencanaan serta pengendalian terhadap persediaan bahan baku harus dilakukan karena berkaitan dengan jumlah permintaan produk, proses produksi dan daya simpan produk hingga kadaluarsa. Dalam proses analisis persediaan produk ini, saya mengambil studi kasus dalam produksi ayam goreng atau lebih dikenal dengan Dechick Fried Chicken (cabang sayang). Alasan pemilihan tempat ini karena tempat ini termasuk salah satu jajanan terlaris untuk daerah Jatinangor dan bagi para mahasiswa khususnya. Karena jumlah permintaan yang juga terus meningkat, maka perlu dilakukan perencanaan terhadap persediaan bahan baku yang dibutuhkan, dalam hal ini bahan baku utamanya adalah ayam. Seperti yang diketahui jika penyimpanan ayam yang melebihi 2 hari akan menimbulkan bau pada ayam sehingga tidak layak untuk dikonsumsi. Bahan Baku dan Biaya Produksi a. Ayam Ayam merupakan bahan baku utama dalam proses produksi. Untuk penyediaan bahan dilakukan dengan memesan langsung ke pedagang dan mengambilnya langsung di pasar (Pasar Gedebage). Dalam sehari pemesanan ayam mencapai 2 kwintal atau 200 kg untuk seluruh cabang dechick yang tersebar hingga 15 cabang (Bandung, Sumedang dan Bogor). Untuk 1 kg ayam seharga Rp 20.000,00. Sehingga pengeluaran sehari untuk pemesanan ayam, yaitu sebesar Rp 4.000.000,00. Untuk ayam terdapat beberapa rasa yang ditawarkan, yaitu hot (Rp 6.500,00), original (Rp 6.000,00) dan Blackpepper (Rp 6.500,00). b. Bumbu dan Tepung Bumbu yang digunakan merupakan hasil racikan pribadi dan termasuk rahasia perusahaan. Dalam pembuatannya, bumbu ini akan dicampur dengan ayam untuk memberi rasa yang lebih kuat pada daging ayam. Dalam sehari biaya yang dikeluarkan untuk bumbu mencapai Rp 2.000.000,00. Untuk takaran saat mencampur ayam dan bumbu adalah 10 kg ayam berbanding dengan 0,5 kg bumbu. Sementara biaya persediaan tepung untuk seminggu mencapai Rp 2.000.000,00. Untuk takaran pencampuran, 1 kg tepung digunakan untuk 4 kg ayam.

c. Kemasan Ayam dan Kemasan Nasi Sama seperti pengemasan produk makanan cepat saji terkenal (McD dan KFC), dechick juga menyediakan kemasan tersendiri untuk nasi dan ayam. Biaya yang dikeluarkan dalam seminggu untuk kemasan ayam dan kemasan nasi mencapai Rp 4.000.000,00 dan Rp 2.000.000,00. Melihat proses pembelian bahan baku yang dilakukan langsung dengan mendatangi supplier maka selama proses produksi tidak mengalami keterlambatan ataupun kendala saat mendatangkan bahan baku. Selain itu, jumlah produk yang gagal produksi juga sangat rendah persentasenya karena bahan baku khususnya ayam telah melewati proses sortasi terlebih dahulu, sehingga ayam yang digunakan telah sesuai dengan kualifikasi yang diharapkan. Untuk antisipasi jika permintaan akan produk naik, perusahaan ini tidak memiliki antisipasi khusus, namun untuk penjualan berikutnya, stok produksi akan dinaikkan. Permintaan akan produk sangat ramai ketika weekdays, namun saat weekend permintaan cenderung menurun. Dari 15 cabang yang dimiliki perusahaan ini, cabang yang berada di Ciseke menjadi cabang paling ramai dengan stok ayam yang mencapai 35 40 kg per hari. Persediaan bahan baku ayam yang mencapai 200 kg dalam sehari tentunya butuh tempat penyimpanan seperti freezer. Perusahaan ini tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan karena freezer yang digunakan adalah milik pribadi. Dari 200 kg persediaan ayam yang dimiliki, sekitar 20 25% akan dijadikan sebagai stok persediaan untuk mengantisipasi naiknya permintaan akan produk. Sebenarnya sistem penyimpanan bahan baku pada perusahaan ini tidak dilakukan untuk jangka waktu yang lama, karena setiap bahan baku yang dibeli akan langsung digunakan pada hari produksi dengan mempertimbangkan persediaan stok jika permintaan naik. Kalau pun terdapat sisa ayam di tempat penyimpanan, sisa ayam tersebut nantinya akan langsung diproduksi pada hari berikutnya. Dalam sehari perusahaan ini mendapatkan omset dari seluruh cabang yang dimiliki mencapai Rp 8.000.000,00. Apabila dikurangi dengan pengeluaran untuk bahan baku seperti ayam (Rp 4.000.000,00) dan bumbu (Rp 2.000.000,00), profit yang diperoleh perusahaan dalam sehari mencapai Rp 2.000.000,00. Jika dihitung untuk sebulan maka omset yang bisa dikumpulkan mencapai Rp 220.000.000,00 dengan keuntungan bersih (profit) mencapai Rp 30.000.000,00 /bulan.

Pasar (Bahan baku)

Cacat

Proses dressup (membuang bagian lemak dari ayam)

Sortasi ukuran potongan ayam

Ayam ditiriskan 15 menit untuk mengurangi kadar air

Pencucian ayam dengan air yang mengalir

Proses marinet (pencampuran ayam dengan bumbu rahasia)

Ayam dikemas dalam kantong plastik (1 plastik = 1 kg ayam)

Ayam disimpan di dalam freezer (24 jam)

Pengiriman produk ke setiap cabang untuk di pasarkan

Diagram Alir Proses Produksi Dechick Fried Chicken

LAMPIRAN

Gambar 1. Suasana Outlet

Gambar 2. Suasana Outlet

Gambar 3. Suasana Outlet

Gambar 4. Wawancara Narasumber

Gambar 5. Kemasan Nasi

Gambar 6. Kemasan Ayam