Anda di halaman 1dari 4

TUGAS MANAJEMEN OPERASIONAL Perencanaan Lokasi Pabrik

Oleh: Nama NPM : Tafsir : 240110090003

JURUSAN TEKNIK DAN MANAJEMEN INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2012

Pemilihan lokasi pabrik dipengaruhi oleh beberapa faktor. Penerapan faktorfaktor ini pada setiap pabrik akan berbeda-beda, sesuai dengan produk yang dihasilkan. Faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi dilihat dari sisi produk yang dihasilkan, yaitu : 1. Faktor primer, yaitu faktor yang harus dipenuhi, bila tidak, maka operasi tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya. Contoh faktor primer antara lain bahan baku dan bahan pembantu, tenaga kerja, transportasi, listrik, air, komunikasi dan letak pasar sasaran. 2. Faktor sekunder, yaitu faktor yang sebaiknya ada, bila tidak operasi masih dapat diatasi dengan biaya yang lebih mahal. Contoh faktor sekunder antara lain keadaan tanah, iklim, kemungkinan pengembangan dan kebijakan pemerintah. Beberapa faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi pabrik adalah sebagai berikut : a. Letak konsumen atau pasar, yaitu penempatan pabrik di dekat dengan daerah konsumen. Alasan yang mendasari pemilihan lokasi dekat dengan konsumen adalah adanya kemudahan untuk mengetahui perubahan selera konsumen, mengurangi resiko kerusakan dalam pengangkutan, apabila barang yang diproduksi tidak tahan lama, biaya angkut mahal, khususnya untuk produksi jasa. b. Sumber bahan baku, yaitu penempatan pabrik di dekat dengan daerah bahan baku. Dasar pertimbangan yang diambil adalah apabila bahan baku yang dipakai mengalami penyusutan berat dan volume, bahan baku mudah rasak dan berubah kualitas, resiko kekurangan bahan baku tinggi. c. Sumber tenaga kerja, alternatif yang dipakai adalah apakah tenaga kerja yang dibutuhkan unskill, dengan pertimbangan tingkat upah rendah, budaya hidup sederhana, mobiiitas tingp sehingga jumlah gaji dianggap sebagai daya tarik, ataukah tenaga kerja skill, apabila pemsahaan membutuhkan fasilifeas yang lebih baik, adanya pemikiran masa depan yang

cerah, dibutuhkan keahlian, dan kemudahan untuk mencari pekerjaan lain. d. Air, disesuaikan dengan produk yang dihasilkan apakah membutuhkan air yang jernih alami, jernih tidak alami, atau sembarang air. e. Suhu udara, faktor ini mempengaruhi kelancaran proses dan kualitas hasil operasi. f. Listrik, disesuaikan dengan produk yang dihasilkan kapasitas tegangan yang dibutuhkan. g. Transportasi, berupa angkutan udara, laut, sungai, kereta api, dan angkutan jalan raya. h. Lingkungan, masyarakat, dan sikap yang muncul apabila didirikan pabrik di dekat tempat tinggal mereka, apakah menerima atau tidak. i. Peraturan Pemerintah, Undang-undang dan sistem pajak. Aspek umum yang diatur undang-undang adalah jam kerja maksimum, upah minimum, usia kerja minimum, dan kondisi lingkungan kerja. j. Pebuangan limbah industri, kaitannya dengan tingkat pencemaran, sistem pembuangan limbah untuk perlindungan terhadap alam sekitar dan menjaga keseimbangan habitat. k. Fasilitas untuk pabrik, berupa spare part, mesin-mesin, untuk menekan biaya. l. Fasilitas untuk karyawan, agar dapat meningkatkan semangat kerja dan kesehatan kerja. Kesimpulan dengan melihat jurnal yang digunakan : Cara penentuan lokasi pabrik yang dilakukan dalam jurnal adalah menggunakan analisis kualitatif dengan pendekatan metode matriks prioritas. Metode ini digunakan untuk mempertimbangkan kepentingan relatif tiap kriteria penilaian. Dalam menentukan prioritas daerah mana yang akan dijadikan sebagai lokasi pabrik, dibuatlah perbandingan berpasangan. Elemen-elemen dibandingkan berpasangan terhadap suatu kriteria yang ditentukan. Saat penentuan prioritas akan digunakan skala banding dengan bobotnya yang telah ditentukan.

Dengan melihat beberapa faktor yang dipertimbangkan pada jurnal tersebut seperti transportasi, sumber energi, kedekatan dengan pasar, perda, kedekatan dengan sumber bahan baku dan fasilitas perumahan, mungkin akan lebih baik jika faktor pertimbangan lebih diperluas atau ditambah lagi agar saat lokasi pabrik telah ditetapkan, pabrik tidak akan mengalami masalah karena faktor pertimbangan yang digunakan saat perencanaan telah dianalisis dan dipertimbangkan secara mendalam dan baik. Sehingga tujuan perusahaan agar mampu memberi total biaya dari proses produksi dan distribusi yang rendah mampu memberikan keuntungan yang maksimal.