Anda di halaman 1dari 19

BAB III

GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

3.1.SEJARAH SATUAN POLISI PAMONG PRAJA

Polisi Pamong Praja pertama kali dibentuk sesuai dengan Surat

Perintah Jawatan Praja Daerah Istimewa Yogyakarta No.1 tahun 1948, pada

tanggal 30 Oktober 1948 dengan nama “Detasemen Polisi Penjaga

Keamanan Kapanewon”.

Kemudian berdasarkan Surat Perintah Jawatan Praja Daerah

Istimewa Yogyakarta No.2 Tahun 1948 tanggal 10 Nopember 1948,

namanya kemudian diubah menjadi “Detasemen Polisi Pamong Praja”,

dengan susunan formasi pada tiap kecamatan terdiri dari : 1 Pemimpin

disebut Manteri Polisi; 5 Agen Polisi; dan 19 Pembantu Agen Polisi.

Melalui Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri No.32/2/20

tertanggal 3 Maret 1950, Detasemen Polisi Pamong Praja berubah menjadi

“Kesatuan Polisi Pamong Praja”, dengan susunan formasi tiap kecamatan

terdiri dari : 1 Manteri Polisi; 5 Calon Agen Polisi Pamong Praja ; dan 5

Pembantu Keamanan. Tanggal 3 Maret kemudian diteteapkan menjadi Hari

Jadi Satuan Polisi Pamong Praja.

Bersamaan dengan dikeluarkannya SK Mendagri tersebut, sebagai

peraturan pelaksana dikeluarkan Ketetapan Menteri Dalam Negeri

No.UP.32/2/2/21 Tahun 1950 tentang Pembentukan Satuan Polisi Pamong


Praja di luar Daerah Istimewa Yogyakarta. Dan dengan Surat Keputusan

Menteri Dalam Negeri No.7 tahun 1960 dibentuk Kesatuan Polisi Pamong

Praja di tiap-tiap Daerah Tingkat I (Provinsi), dengan susunan formasi pada

tiap kecamatan terdiri dari : 1 Manteri Polisi dan 5 Agen Polisi Pamong

Praja.

Pada tahun 1962, dengan Ketetapan Menteri Pemerintahan Umum

dan Otonomi Daerah No.10 tahun 1962 tanggal 11 Juni 1962, nama

Kesatuan Polisi Pamong Praja diubah lagi menjadi “Kesatuan Pagar Baya”,

dengan alasan untuk membedakan dengan Korps Kepolisian Negara

sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Pokok Kepolisian No.13

tahun 1961.

Dengan Ketetapan Menteri Pemerintahan Umum dan Otonomi

Daerah No.1 tahun 1963, Kesatuan Pagar Baya diganti lagi namanya

menjadi “Kesatuan Pagar Praja”.

Kemudian, dengan diterbitkannya Undang-undang No.5 tahun 1974

Tentang Pokok-pokok Pemerintahan di Daerah, maka Kesatuan Pagar Praja

diubah lagi menjadi “Satuan Polisi Pamong Praja”, dan nama tersebut

digunakan sampai dengan saat sekarang.

3.2.KANTOR SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN PATI

Di Kabupaten Pati, awal keberadaan Satuan Polisi Pamong Praja

adalah berdasar Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah No.320 Tahun 1990

Tentang Satuan Polisi Pamong Praja, yang kemudian dirindaklanjuti dengan


Surat Keputusan Bupati Pati No.112 Tahun 1990 Tentang Satuan Polisi

Pamong Praja. Dalam SK Gubernur dan SK Bupati tersebut disebutkan

bahwa Kepala Bagian Pemerintahan menjadi Kepala Satuan Polisi Pamong

Praja dan Kepala Sub Bagian Pemerintahan Umum menjadi Wakil Kepala

Satuan Polisi Pamong Praja.

Pada tahun 1992, dengan diberlakukannya SOTK (Susunan

Organisasi dan Tata Kerja) yang baru, Bagian Pemerintahan dibubarkan dan

dibentuk 2 Bagian yang baru yaitu Bagian Tata Pemerintahan dan Bagian

Ketertiban. Satuan Polisi Pamong Praja termasuk dalam Bagian Ketertiban.

Karena tugasnya, Kepala Bagian Ketertiban menjadi Kepala Satuan Polisi

Pamong Praja dan Kepala Sub Bagian Bina Ketertiban menjadi Wakil

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Pati No.7 tahun 2000

Tentang Pembentukan Organisasi Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Pati,

mengakibatkan pembubaran pada Bagian Ketertiban sehingga terjadi

perubahan pada Sub Bagian yang ada dibawah Bagian Ketertiban, yaitu :

1) Sub Bagian Bina Ketertiban dibentuk menjadi Kantor Satuan Polisi

Pamong Praja.

2) Sub Bagian Perijinan dibentuk menjadi Kantor Pelayanan Perijinan

Terpadu.

3) Sub Bagian Agraria dibubarkan karena sudah ada Dinas Pertanahan.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Pati No.12 tahun 2008

Tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah dan Satuan
Polisi Pamong Praja, sebutan Kantor Satuan Polisi Pamong Praja berubah

menjadi Satuan Polisi Pamong Praja.

Untuk melaksanakan tugas-tugasnya, Satuan Polisi Pamong Praja

Kabupaten Pati mempunyai Visi, Misi, Tugas Pokok dan Fungsi.

3.2.1. Visi

Menjadikan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pati

sebagai aparatur Pemerintah Daerah yang bertugas membantu

Kepala Daerah dalam menyelenggarakan dan menjamin ketertiban

umum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan

didukung sumber daya aparatur Polisi Pamong Praja yang handal

berdasarkan peraturan yang berlaku.

3.2.2. Misi

a. Menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memelihara

ketertiban umum dan ketentraman masyarakat;

b. Menertibkan pelanggaran Peraturan Daerah dan Keputusan

Bupati;

c. Membimbing masyarakat tentang arti pentingnya pemeliharaan

ketertiban umum dan ketentraman masyarakat sebagai suatu

kondisi mutlak yang dilakukan oleh Pemerintah maupun

masyarakat pada umumnya;

d. Mencegah kemungkinan munculnya keadaan yang mengarah

pada kondisi terganggunya ketertiban umum dan ketrentaman

masyarakat;
e. Mengupayakan masyarakat agar menaati peraturan;

f. Meningkatkan profesionalisme pelaksanaan tugas Polisi Pamong

Praja yang selalu didasari oleh ketakwaan kepada Tuhan Yang

Maha Esa;

g. Mengembangkan manajemen ketertiban umum dan katentraman

masyarakat dengan pendekatan kemanusiaan dan professional.

3.2.3. Tugas Pokok

Menyelenggarakan ketentraman dan ketertiban umum serta

menegakkan Peraturan Daerah dan Keputusan Kepala Daerah.

3.2.4. Fungsi

Untuk melaksanakan tugas pokok diatas, Satuan Polisi

Pamong Praja mempunyai fungsi:

a. Penyusunan program dan pelaksanaan ketentraman dan

ketertiban umum, penegakan peraturan daerah dan peraturan

Bupati;

b. Pelaksanaan kebijakan pemeliharaan dan penyelenggaraan

ketentraman dan ketertiban umum di daerah;

c. Pelaksanaan kebijakan penegakan peraturan daerah dan peraturan

Bupati;

d. Pelaksanaan koordinasi, fasilitasi dan kerjasama, pemeliharaan

dan penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umu, serta

penegakan peraturan daerah, peraturan Bupati dengan aparat


kepolisian Negara, penyidik pegawai negeri sipil dan atau

aparatur lainnya;

e. Penyelenggaraan ketatausahaan kantor;

f. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan bidang

ketertiban umum, ketentraman masyarakat dan penegakan

peraturan daerah;

g. Pengelolaan administrasi umum, keuagan dan kepegawaian;

h. Pembinaan dan bimbingan kelompok jabatan fungsional.

3.2.5. PERSONIL

Jumlah personil Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pati

(sampai dengan April 2009) dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.1
Jumlah Personil Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pati
No Bidang Tugas/ Jabatan Lokasi Tugas Jumlah
1 Kepala SATPOL PP Kabupaten 1
2 Kepala Sub Bagian Tata Kabupaten 1
Usaha
3 Kepala Seksi Operasional Kabupaten 1
dan Penertiban
4 Kepala Seksi Penyuluhan Kabupaten 1
dan Kesamaptaan
5 Kepala Seksi Penegakan 1
PERDA
6 Staf Sub Bagian Tata Usaha Kabupaten 11
7 Staf Seksi Operasional dan Kabupaten 77
Penertiban
8 Staf Seksi Kesamaptaan dan Kabupaten 7
Penyuluhan
9 Staf Seksi Penegakan Kabupaten 6
PERDA
10 Staf Kecamatan Pati 8
11 Staf Kecamatan Margorejo 6
12 Staf Kecamatan Gembong 5
13 Staf Kecamatan Tlogowungu 5
14 Staf Kecamatan Kayen 6
15 Staf Kecamatan Sukolilo 6
16 Staf Kecamatan Gabus 5
17 Staf Kecamatan Tambakromo 5
18 Staf Kecamatan Jakenan 4
19 Staf Kecamatan Jaken 5
20 Staf Kecamatan Pucakwangi 5
21 Staf Kecamatan Winong 5
22 Staf Kecamatan Juwana 6
23 Staf Kecamatan Batangan 3
24 Staf Kecamatan Wedarijaksa 5
25 Staf Kecamatan Trangkil 5
26 Staf Kecamatan Tayu 8
27 Staf Kecamatan Dukuhseti 3
28 Staf Kecamatan Cluwak 4
29 Staf Kecamatan Gn.Wungkal 3
30 Staf Kecamatan Margoyoso 5
Jumlah 213
Sumber : data yang diolah

Jumlah personil berdasarkan tingkat pendidikan, dapat dilihat

pada tabel berikut:

Tabel 3.2
Jumlah Personil Berdasarkan Tingkat Pendidikan

No Tingkat Pendidikan Jumlah

1 Strata 2 (Magister) 1
2 Strata 1 (Sarjana) 17
3 Diploma III (AMd.) 2
4 SLTA/sederajat 187
5 SLTP/sederajat 4
6 SD/sederajat 2
Jumlah 213
Sumber : data yang diolah
Sedangkan jumlah personil berdasarkan jenjang kepangkatan,

dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.3
Jumlah Personil Berdasarkan Jenjang Kepangkatan

No Pangkat Golongan/ Ruang Jumlah


1 Pembina IV / a 1
2 Penata Tk.I III / d 0
3 Penata III / c 2
4 Penata Muda Tk.I III / b 40
5 Penata Muda III / a 26
6 Pengatur Tk.I II / d 13
7 Pengatur II / c 20
8 Pengatur Muda Tk.I II / b 14
9 Pengatur Muda II / a 97
Jumlah
Sumber : data yang diolah

3.2.6. STRUKTUR ORGANISASI

KEPALA

KEPALA SUB BAGIAN


TATA USAHA

KEPALA SEKSI KEPALA SEKSI KEPALA SEKSI


OPERASIONAL PENEGAKAN PENYULUHAN
dan PENERTIBAN PERATURAN dan KESAMAPTAAN
DAERAH

Gambar 3.1.
Struktur Organisasi Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pati
Tugas dan Wewenang (Keputusan Bupati Pati Nomor 33 Tahun 2008):

1) Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja

Tugas :

a. Merumuskan kebijakan Bupati di bidang ketertiban umum dan

ketentraman masyarakat, penegakan peraturan daerah dan

peraturan kepala daerah;

b. Menyusun Renstra ketertiban umum dan ketentraman

masyarakat, penegakan peraturan daerah dan peraturan kepala

daerah sesuai dengan Renstrada dan peraturan yang berlaku

untuk mencapai tujuan organisasi;

c. Merencanakan program kerja Satuan Polisi Pamong Praja dan

Penyidik Pegawai Negeri Sipil Daerah sesuai dengan peraturan

yang berlaku sebagai pedoman pelaksanaan tugas;

d. Merumuskan sasaran program kerja satuan Polisi Pamong Praja

dan Penyisik Pegawai Negeris Sipil Daerah guna menentukan

sasaran kebijakan;

e. Merumuskan dan menetapkan kebijakan strategis pemerintah

daerah di bidang Operasional dan Penertiban;

f. Merumuskan dan menetapkan kebijakan strategis pemerintah

daerah di bidang Penegakan Peraturan Daerah;

g. Merumuskan dan menetapkan kebijakan strategis pemerintah

daerah di bidang Penyuluhan dan Kesamaptaan;

h. Merumuskan dan menetapkan kebijakan teknis Ketatausahaan;


i. Melaksanakan pembinaan terhadap kelompok jabatan

fungsional khusus yang menjadi tanggungjawabnya;

j. Mengkoordinasikan pelaksanaan program kerja Satuan Polisi

Pamong Praja dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Daerah

dalam rangka sinkronisasi dan sinergi;

k. Menyelengerakan koordinasi dengan Kepolisian republik

Indonesia dan Lembaga-lembaga lain dalam rangka penyidikan

Tindak Pidana Pelanggaran Peraturan Dearah dan Peraturan

Kepala Daerah;

l. Menyelenggarakan Operasi Rutin dan Operasi Yustisi bersama

dengan dinas terkait;

m. Mengendalikan seluruh pelaksanaan tugas pokok dan fungsi

Satuan Polisi Pamong Praja dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil

Daerah;

n. Menyelenggarakan bimbingan kepada seluruh unsur aparatur

Satuan Polisi Pamong Praja dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil

Daerahguna optimalisasi kinerja organisasi;

o. Menilai prestasi kerja bawahan secara berkala sesuai dengan

peraturan yang berlaku dalam pembinaan karier;

p. Melaksanakan pengkajian, monitoring dan evaluasi Satuan

Polisi Pamong Praja dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Daerah

untuk menentukan program kerja selanjutnya;

q. Memberikan saran, pertimbangan dan pendapat kepada Bupati;


r. Melaporkan setiap pelaksanaan program dan kegiatan kepada

Bupati secara berkala dan setiap akhir tahun; dan

s. Melaksanakan tugas-tugas kedinasan atas perintah pimpinan..

2) Sub Bagian Tata Usaha

Tugas :

a. Merencanakan program kerja di bidang ketatausahaan sesuai

peraturan yang berlaku sebagai pedoman pelaksanaan tugas;

b. Menyiapkan bahan kebijakan di bidang ketatausahaan sebagai

pertimbangan pengambilan keputusan;

c. Merumuskan sasaran program kerja ketatausahaan sesuai

dengan peraturan perundangan yang berlaku sebagai pedoman

pelaksanaan tugas;

d. Melaksanakan konsultasi dan koordinasi urusan ketatausahaan

dengan atasan dan seksi-seksi lainnya dalam rangka kelancaran

tugas dan keserasian kerja;

e. Menjabarkan perintah atasan dalam langkah operasional guna

kelancaran pelaksanaan tugas;

f. Mendistribusikan tugas kepada bawahan serta memberikan

petunjuk dan arahan agar pekerjaan berjalan lancar dan tepat

waktu;

g. Menyelenggarakan kegiatan urusan umum yang meliputi

urusan rumah tangga, perlengkapan, kepegawaian, surat


menyurat, kearsipan dan kehumasan sesuai peraturan yang

berlaku;

h. Melaksanakan kegiatan ketatausahaan Satuan Polisi Pamong

Praja guna mendukung kelancaran pelaksanaan tugas;

i. Menilai prestasi kerja bawahan secara berkala sesuai dengan

peraturan yang berlaku dalam pembinaan karier;

j. Melaksanakan pengkajian, monitoring dan evaluasi di bidang

ketatausahaan;

k. Memberikan saran dan pertimbangan baik secara lisan maupun

tertulis sebagai bahan masukan atasan;

l. Melaporkan pelaksanaan tugas sebagai pertanggungjawaban

kepada atasan; dan

m. Melaksanakan tugas-tugas kedinasan atas perintah pimpinan.

3) Seksi Operasional dan Penertiban

Tugas :

a. Melaksanakan program kerja Seksi Operasional dan Penertiban

sesuai dengan peraturan yang berlaku sebagai pedoman

pelaksanaan tugas;

b. Menyiapkan bahan kebijakan di bidang Operasional dan

Penertiban sebagai pertimbangan pengambilan keputusan;

c. Merumuskan sasaran program kerja Seksi Operasional dan

Penertiban sesuai dengan peraturan yang berlaku sebagai

pedoman pelaksanaan tugas;


d. Melaksanakan konsultasi dan koordinasi urusan Operasional

dan Penertiban dengan tasan dan seksi-seksi lain dalam rangka

kelancaran tugas dan keserasian kerja;

e. Menjabarkan perintah atasan dalam langkah operasional guna

kelancaran pelaksanaan tugas;

f. Mendistribusikan tugas kepada bawahan serta memberikan

petunjuka dan arahan kepada bawahan agar pekerjaan berjalan

lancar dan benar;

g. Melaksanakan bimbingan kepada masyarakat guna

meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat di bidang

ketentraman dan ketertiban umum;

h. Mengkoordinasikan Satuan Polisi Pamong Praja dalam

pelaksanaan tindakan Operasional dan Penertiban di lapangan

baik preventif maupun represif non yustisial;

i. Melaksanakan patroli wilayah dalam rangka mencegah

gangguan ketentraman dan ketertiban;

j. Melaksanakan dan mengkoordinasikan pengamanan rumah

dinas Bupati, Wakil Bupati dan pejabat lain yang dianggap

perlu serta tempat-tempat penting lainnya;

k. Melaksanakan pengkajian, monitoring dan evaluasi di bidang

Operasional dan Penertiban;

l. Mengkoordinasi seluruh tugas pokok dan fungsi Satuan Polisi

Pamong Praja;
m. Melaksanakan pembinaan dan bimbingan teknis Polisi Pamong

Praja;

n. Menilai prestasi kerja bawahan secara berkala sesuai dengan

peraturan yang berlaku dalam pembinaan karier;

o. Melaksanakan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan

tugas;

p. Melaksanakan pengkajian, monitoring dan evaluasi di bidang

ketentraman dan ketertiban umum;

q. Memberikan saran dan pertimbangan baik secara lisan maupun

tertulis sebagai bahan masukan atasan;

r. Melaporkan pelaksanaan tugas sebagai pertanggungjawaban

kepada atasan; dan

s. Melaksanakan tugas-tugas kedinasan atas perintah pimpinan.

4) Seksi Penegakan Peraturan Daerah

Tugas :

a. Melaksanakan program kerja Seksi Penegakan Peraturan

Daerah sesuai dengan peraturan yang berlaku sebagai pedoman

pelaksanaan tugas;

b. Menyiapkan bahan kebijakan di bidang Penegakan Peraturan

Daerah sebagai pertimbangan pengambilan keputusan;

c. Merumuskan sasaran program kerja Seksi Penegakan

Peraturan Daerah sesuai dengan peraturan yang berlaku

sebagai pedoman pelaksanaan tugas;


d. Melaksanakan konsultasi dan koordinasi urusan Penegakan

Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah dengan atasan

dan seksi-seksi lain dalam rangka kelancaran tugas dan

keserasian kerja;

e. Menjabarkan perintah atasan dalam langkah operasional guna

kelancaran pelaksanaan tugas;

f. Mengkoordinasikan seluruh tugas pokok dan fungsi Penyidik

Pegawai Negeri Sipil Daerah;

g. Melaksanakan pembinaan dan bimbingan teknis Penyidik

Pegawai Negeri Sipil Daerah;

h. Menerima laporan tindak pidana pelanggaran Peraturan Daerah

dan Peraturan Kepala Daerah;

i. Melaksanakan koordinasi dengan Kepolisian Republik

Indonesia dan lembaga-lembaga lain dalam rangka penyidikan

pelanggaran Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah;

j. Melaksanakan penindakan terhadap pelanggaran Peraturan

Daerah dan Peraturan Kepala Daerah melalui operasi yustisi

maupun operasi rutin dengan instansi terkait;

k. Melaksanakan pengamanan Tempat Kejadian Perkara (TKP),

pemeriksaan saksi-saksi, tersangka tindak pidana pelanggaran

Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah guna bahan

pembuatan berita acara pemeriksaan dan pembuktian di

persidangan;
l. Mendistribusikan tugas kepada bawahan serta memberikan

petunjuk dan arahan kepada bawahan agar pekerjaan berjalan

lancar dan benar;

m. Menilai prestasi kerja bawahan secara berkala sesuai dengan

peraturan yang berlaku dalam pembinaan karier;

n. Melaksanakan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan

tugas;

a. Melaporkan pelaksanaan tugas sebagai pertanggungjawaban

kepada atasan; dan

o. Melaksanakan tugas-tugas kedinasan atas perintah pimpinan.

5) Seksi Penyuluhan dan Kesamaptaan

Tugas :

b. Melaksanakan program kerja Seksi Kesamaptaan dan

Penyuluhan sesuai dengan peraturan yang berlaku sebagai

pedoman pelaksanaan tugas;

c. Menyiapkan bahan kebijakan di bidang Kesamaptaan dan

Penyuluhan sebagai pertimbangan pengambilan keputusan;

d. Merumuskan sasaran program kerja Seksi Kesamaptaan dan

Penyuluhan sesuai dengan peraturan yang berlaku sebagai

pedoman pelaksanaan tugas;

e. Melaksanakan konsultasi dan koordinasi urusan Kesamaptaan

dan Penyuluhan dengan atasan dan seksi-seksi lain dalam

rangka kelancaran tugas dan keserasian kerja;


f. Menjabarkan perintah atasan dalam langkah operasional guna

kelancaran pelaksanaan tugas;

g. Mendistribusikan tugas kepada bawahan serta memberikan

petunjuk dan arahan kepada bawahan agar pekerjaan berjalan

lancar dan benar;

h. Menyiapkan bahan dan petunjuk pelaksanaan penyuluhan di

bidang ketentraman masyarakat dan ketertiban umum sesuai

peraturan perundang-undangan;

i. Melaksanakan kegiatan penyuluhan sebagai upaya menuju

ketentraman dan ketertiban umum di masyarakat;

j. Menyiapkan bahan dan petunjuk pelaksanaan pengembangan

kapsaitas personil yang meliputi penyusunan rencana

kebutuhan personil, pendidikan kesamaptaan dan peralatan

perlengkapan kerja;

k. Monitoring dan mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahan;

l. Memberikan saran dan pertimbangan kepada atasan mengenai

langkah-langkah dan tindakan yang perlu di bidang tugasnya;

m. Menilai prestasi kerja bawahan secara berkala sesuai dengan

peraturan yang berlaku dalam pembinaan karier;

n. Melaporkan pelaksanaan tugas sebagai pertanggungjawaban

kepada atasan; dan

o. Melaksanakan tugas-tugas kedinasan atas perintah pimpinan.


3.2.7. Analisa Sistem

Sebagaimana telah dijelaskan dalam Bab I, pengolahan data

administrasi di Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pati masih

menggunakan cara manual, sehingga sering menimbulkan kesulitan

dalam pencarian dan pengaksesan data serta keterlambatan

penyampaian laporan.

Staf agendaris sub bagian Tata Usaha dalam mengagenda

surat masuk maupun keluar masih secara manual, yaitu mencatat

dalam buku register. Setelah menerima sebuah surat, dicatat data-data

surat tersebut (nomor, tanggal, pengirim, perihal, isi singkat) dalam

buku register, kemudian di sampaikan kepada Pimpinan. Sedangkan

untuk surat keluar, setelah surat ditandatangani Pimpinan, surat diberi

nomor register dan kemudian dicatat data-data surat tersebut (nomor,

tanggal, tujuan, perihal, isi singkat) kemudian didistribusikan.

Untuk data kepegawaian, juga masih dilakukan dengan cara

manual. Data-data pegawai diarsip dalam arsip pribadi, dan pada saat

diperlukan maka staf kepegawaian sub bagian Tata Usaha akan

mencari data dari pegawai yang dimaksud.

Sedangkan staf-staf dari seksi-seksi yang lain, setelah

mengikuti suatu kegiatan (operasi maupun pemeriksaan) akan

mencatat dan melaporkan hasil kegiatan yang diikuti. Meskipun

laporan telah diketik lewat komputer, tetapi format kadang-kadang

berbeda antara staf yang satu dengan staf yang lain.


Selain itu, data administrasi dari sub bagian dan seksi-seksi di

Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pati masih belum terintegrasi,

sehingga sering mengakibatkan ketidaksesuaian dalam pengolahan

data.

Dengan melihat kekurangan pengolahan data secara manual

tersebut, maka dibutuhkan sebuah sistem baru yang mampu

melakukan pengolahan data secara cepat, akurat dan dapat melakukan

pembaharuan (up to date) dengan cepat sesuai dengan perkembangan

kebutuhan informasi.