Anda di halaman 1dari 7

SAVE YOUR ENVIRONMENT WITH YOUR MIND AND FAITH!

Akan
dikumandangkan anak muda dari 15 negara di Surabaya

Begitu banyak negara yang mengalami penderitaan yang cukup menyengsarakan


diantaranya para korban yang mengungsi dari peperangan akibat chaos
politics,maupun degradation social life. Lima negara yang menduduki posisi teratas di
antaranya: Afghanistan, Iran, Somalia, Ekuador, Columbia (Berdasarkan tayangan
Metro World News, 21 Juli 2008). Mungkin ada beberapa negara atau daerah lain yang
jauh lebih parah dan belum terekspose oleh media, belum terjamah oleh sentuhan hati
dan tangan kita. Pengungsian terjadi karena ketidakseimbangan ekosistem, eco-life,
banyak peristiwa dahsyat telah terjadi tanpa memikirkan keadaan sekitar dan ‘habitat’ di
mana mereka tinggal. Perang saudara atau perang yang disertai kepentingan dan tujuan
tetentu, kelangkaan sumber daya yang semakin punah dan hilang, kondisi ekonomi yang
semakin mencekik kehidupan, eksploitasi sumber alam -baik itu mineral maupun
nonmineral- secara ilegal, dan masih banyak perbuatan ‘brutal’ lainnya yang masih
sulit dijangkau para penegak hukum. So, is this really the end of life? Are we ready to
achieve these? Well, I don’t think so…

What is really happening now?


Sejak diadakannya UNFCCC (United Nation for Framework on Climate Change
Conference) pada bulan Desember 2007 di Nusa Dua, Bali, Indonesia, masyarakat
mulai gencar menyuarakan ‘stop global warming’. Pihak media turut berperan aktif dan
kondusif dalam menyajikan program tayangan berbau lingkungan, mulai Go Green,
Green Ideas, Green Minute, dan masih banyak lagi. Tak mau kalah, pihak industri dan
berbagai perusahaan pun mengambil bagian penting dalam kepedulian lingkungan ,
demi memenuhi CSR (Corporate Social Responsibility) atau tanggung jawab sosial
mereka, contoh Unilever Peduli melalui program Green and Clean yang sukses
diadakan di Surabaya. Bagaimana dengan masyarakat? Bien sur, mereka juga bersaing
dan berlomba-lomba untuk menanggulangi masalah perubahan iklim yang kian marak
terjadi. Lantas, bagaimana dengan pemerintah sebagai penguasa kedaulatan tertinggi
negara? Apakah mereka bertindak sama seperti pelaku negara lainnnya? Maybe Yes
maybe No! Ada beberapa perspektif yang timbul dalam benak ketika kita melihat
kinerja para petinggi kita. Secara normatif, mereka sudah membuat suatu peraturan atau
Undang-Undang, mengadakan kerjasama dengan pihak negara lain untuk mengatasi
problema lingkungan, berdialog interaktif dengan kolega yang berkepentingan. Namun,
secara realita, pemerintah masih berkutat dengan wilayah kekuasaannya saja. Entah
sibuk dengan pilkada pada masing-masing daerah, kasus korupsi yang makin mecuat
dan terkuak oleh pihak KPK, para penegak hukum yang sedang berkongkalikong
dengan teknokrat atau pengusaha yang terjerat kasus pidana. So, what is actually
happening now? Apakah kita sedang bermain ular tangga dalam suatu negara?
Pemerintah berlomba-lomba memenangkan tangga kekuasaan di antara susah payah
masyarakat yang terkena bisa sosial dan alam yang tak kunjung berhenti? Bagaimana
dengan ’bisa global’ yang merenggut nyawa setiap makhluk yang ada di bumi kita?
Mampukah kita menghadapi dan mengobatinnya? Bisa yang mungkin tidak terasa
sakitnya kemudian mengguyur dan meletupkan detak jantung di masa datang? Is this
really happened?
Dimulai dari Surabaya: STOP! Rethink and Reconsider it now!

Masalah internal negara kian rumit terjadi, apalagi masalah ekstern in worlwide.
Menjadi bagian penting dalam komunitas internasional mengejawantahkan saraf sadar
sebagai bangsa yang peduli akan pihak lain, mau terbuka dan turut berpartisipasi secara
komprehensif, kooperatif, dan koordinatif. Secara intern, sudah seharusnya pemerintah
memiliki hubungan sinergis dengan masyarakat maupun pihak industri ataupun
perusahaan, bak sebuah bidang segitiga sama sisi yang seimbang. Ketika pondasi
segitiga tersebut kokoh dan kian teguh dengan sejumlah aspek ekonomis, sosial,
maupun politis, kini saatnya memperkuat badan dari sebuah negara dengna negara
lainnya. How come? Salah satunya, menarik rasa kerjasama lintas agama dengan pihak
negara lain. Mengingat bahwa begitu banyak religi atau iman yang muncul di
permukaan bumi, di mana setiap agama yang diyakini mereka telah tertanam di pikiran
dan hati. Kita lihat saja ngara kita sendiri, Indonesia, dengan beranekaragam budaya,
tradisi, lingkungan alam dan sosial, serta agama atau kepercayaan yang dianut. Sebagai
negara beragama, Indonesia sudah mengakui 6 negara secara resmi, antara lain: Islam,
Kristen, Khatolik, Hindu, Budha, Konghucu. Mungkin masih ada kepercayaan kuno
atau modern yang belum mendapat pengakuan secara sah. Namun yang pasti, iman yang
tertanam di hati juga mampu berperan penting dalam meresolve isu pemanasan global
dan perubahan iklim yang semakin terasa dampaknya. Melalui iman, kita bisa
introspeksi suatu masalah tidak hanya berdasar akal budi atau intelijensi semata, tetapi
juga menjernihkan maslaah tersebut dengan ketulusan dan keyakinan yang tumbuh di
hati kita. Ketika kita mensinergikan dua hal tersebut, betapa peacefulnya dunia ini,
setiap elemen masyarakat membalance mind and soul, akal dan hati yang tak bisa
dipisahkan secara biologis maupun realis.

Seperti yang tertulis : “We endorse further exchanges between people (e.g.
youth, students, teachers, religious leaders, academics) of different faiths, within and
between countries, and at the grassroots communal levels”(The Waitangi
Declaration). Artinya, kita kita saling berpegang lebih erat, bertukar lebih jauh dengan
saudara yang tida seiman, baik dalam maupun luar negeri, dan di tingkat akar rumput.
Orang beriman bertujuan untuk lebih mendekatkan hati pada Tuhan. Sebagai
generasi muda penerus bangsa yang beriman, sudah selayaknya kita tak hanya
mengandalkan paradigma pribadi, namun juga mengundang Tuhan Yang Maha Esa
hadir dan terlibat dalam segala perkara yang dihadapi. Apalagi, saling bertukar
pandagan mengenai kepercayaan, iman setiap individu dalam menyikapi masalah
perubahan ikllim yang ada si seluruh penjuru bumi. Sebagai penghuni bumi pertiwi, kini
saatnya kita berbenah diri dan bersekutu bersama dengan masyarakt internasional dari
berbagai latar belakang, untuk bergandengan tangan, bahu membahu mengatasi
dampak kerusakan lingkungan, oleh karena kebutuan air bersih, udara sehat,
keanekaragaman hayati dll adalah kebutuhan bersama semua penghuni bumi.
Untuk itu, Departemen Luar Negri bekerjasama PEMKOT Surabaya dan Tunas
Hijau Club membentuk acara menarik mengenai pertemuan lintas iman dalam lingkup
internasional. Acara tersebut bertajuk “Asian Pacific Inter Faith Youth Camp 2008”.
Kegiatan yang akan diselenggarakan pada tanggal 27-31 Juli ini diadakan dengan tujuan
memupuk rasa persahabatan yang erat antar pemuda inrternasional dengan background
iman yang berbeda, menggali dan meningkatkan ide baru para kawula muda dalam
menanggapi kasus perubahan iklim, saling berkoneksi dan mengkpresikan argumen
yang dimiliki tentang adaptasi dan mitigasi lingkungan.
Dengan terwujudnya acara ini, diharapkan kerukunan dan perdamaian dunia
segera tercapai mengingat bencana alam dan peperangan atau konflik agama maupun
kepentingan telah merajalela di mancanegara. Tentu, ini bukan sekedar pertemuan
singkat, melainkan sebuah babak awal yang berkesinambungan secara sinergis untuk
menngedepankan prinsip sustainability development, turut mensukseskan Millennium
Development Goals 2015, serta memperkuat ikatan generasi muda internasional dalam
menanggapi setiap permasalahan lingkungan yang seudah mengglobal. Intelektualitas
yang briliant tak terlepas dari cerminan hati dan iman yang tulus, toleran, saling
menghargai antat pemeluk agama dari setiap individu mancanegara. Layaknya sebuah
pohon yang sedah berbuah, setiap ranting yang tertanam subur akan segera
menghasilkan buah-buah berkualitas unggul dan menarik. Ranting subur yang tercermin
dalam hubungan kondusif dan tindakan aktif setiap pemuda internasional dalam
menanggulangi masalah perubahan iklim atau lingkungan terparah lainnya. Sedangkan
buah berkualitas unggul dan berasa manis adalah hasil nyata dari setiap aksi, reaksi, dan
interaksi kita tuk menyumbangskan fisik / jasmani, rohani/mental, dan vitalitas diri
dalam mewujudkan perdamaian dunia dan keseimbangan atau harmonisasi alam. Setiap
pohon yang bertumbuh lebat dan segar, akan bergabung bersama, membentuk hutan
pokok dunia dalam nuansa harmonisasi alam yang hijau, asri, indah nan berseri, sehat,
dan terjaga. Bagaimana dengan imanmu? Bertumbuh dengan baik dan subur tuk
ciptakan lingkungan yang terjamin kelestariannya??? Siapkan diri sedini mungkin tuk
jadi pemuda berjiwa pemerhati lingkungan! Save the planet! ^_^

Penulis,
Gracia Paramitha
Puteri Lingkungan Hidup 2002
Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional
FISIP-UNAIR
Surabaya
CURICULUM VITAE

Name : Gracia Paramitha


Address : Jln. Tirta Akasia 79 Graha Tirta-Waru-Sidoarjo 61256
Telephone / cellphone : (031) 8550000 / 08175046098
Fax : (031) 8550000
E-mail address : paramithagracia@yahoo.com
Place/date of birth : Surabaya / 3 April 1989
Occupation : College student in Airlangga University
Father’s name : Drs. S. Pantja Djati, M.Si, M.A
Mother’s name : drh. Wahju Astjarjo Rini, M.A
Father’s job : lecture of Petra Christian University, Surabaya
Mother’s job : lecture of Petra Christian University, Surabaya
Status : first daughter from three children
Hobbies : Reading books, writing articles, compose some songs,
singing, and dancing
Competency / talent : Singing, dancing traditional dance, writing

EDUCATION
(2007-present) International Relations study,Airlangga
University,Surabaya
(2004.2007) Petra 2 Christian Senior High School, Surabaya
(2001-2004) Petra 5 Christian Junior High School, Surabaya
(1995-2001) Petra 13 Christian Elementary School, Sidoarjo
(1993-1995) Petra 13 Christian Kindergarten, Sidoarjo

ORGANIZATIONAL EXPERIENCE
(2008-2009) Secretary of Christian Student’s Association ,Faculty of Social
and Political Science,Airlangga University
(2007-2008) Secretary of Airlangga University International Relation
Student’s Association
(2007-2008) Reporter of IRISH (International Relation in Publishing),
Airlangga University
(2007-2008 ) Member of choir of Airlangga University
(2007-present) Chief’s Assistant of Airlangga University International Relation
Student’s Association
(2006-2007) Chief of Student’s Parliament in Petra 2 Christian Senior High
School, Surabaya
(2005-present) Deputy of Surabaya-Yogyakarta Student Exchange’s Association
(2005-2007) Member of Science and Environmental Club of Petra 2 Christian
Senior High School
(2005-2006) Coordinator of Finalists in Light of Electrical Dream
Competition, Institute of Technology, Bandung
(2004-2006) Secretary and Reporter of MANDIRI, Petra 2 Senior High
School’s Magazine
(2002-present) Member of Tunas Hijau Club , Surabaya
SPECIAL ACHIEVEMENT
(2007.2008)Co-Brand Ambassador of Pantene in “Siti Nurhaliza cari bintang Pantene”
(2006) Invited and met President Susilo Bambang Yudhoyono in President
Palace (Istana Bogor) for Celebrating International Environmental Day,
6th June 2006
(2003) Invited and met President Megawati Soekarnoputri in President Palace
(Istana Merdeka) for Celebrating National Floral and Animal Day, 5
November 2003
(2003) Invited and met President Megawati Soekarnoputri in National
Monument (MONAS) for Celebrating International Environmental Day,
5th June 2003
(2002-2003) Princess of Environment, Delegation from Indonesia of Millennium Kids
International Environmental Children Conference in Perth, Western
Australia, 25th October-5th November 2002
(2002) Invited by Minister of Environment in his office for preparing
Millennium Kids International Environmental Conference in Perth,
Western Australia, 22 October 2002

ACADEMIC ACHIEVEMENT
(2007) Best Student of Petra 2 Christian Senior High School, Surabaya
(2006) Favourite Contestant in National Honda Best Student, 28th June - 1st July
2006, ASTRA HONDA Jakarta, title of paper : “Eficiency of Fuels in
Motorcycles by Using Second-Hand Magnet from Harddisk”
(2006) 2nd Winner in National Light of Electrical Dream Competition, in
Bandung Institute of Technology, 14th -19th February 2006, title of paper :
“Influence of Frequency from 22 KHz – 40 KHz towards Periplaneta
Americana”
(2005) 3rd Winner in National Scienctific Design, Indonesia University, 24-26
November 2005
(2005) 1st Winner or Best Scientific Team, as a Chief of Edelwise Group, in
National Science Camp, held by LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan
Indonesia), 18th -24th September 2005
(2005) Student of Surabaya-Yogyakarta Student Exchange, placed in SMAN 3
Yogyakarta, 8-20 August 2005
(2005) 3rd Winner East Java Essay for President Competition, held by Airlangga
University, 23 May 2005
(2005) 3rd Winner Java-Bali Persuasive Writing Contest, held by Widya Mandala
University, 6-7 May 2005
(2005) Finalist of East Java Presentation-Skill Contest, held by Ubaya
(2005) Finalist of National News Reading Competition, held by Ubaya
(2004) Best Student of Petra 5 Christian Junior High School, Surabaya
(2004) 2nd Winner East Java English Speech Contest, held by Airlangga
University International Relation Student’s Association, 14th -15th
September 2004
(2004) 1st Winner in DetEksi Party Jurnalistic Competition, held by DetEksi
Jawa Pos, Februari 2004
(2003) 5th Winner in DetEksi Magazine Jurnalistic Competition, held by DetEksi
Jawa Pos, October 2003
NON ACADEMIC ACHIEVEMENT
(2008) 100 best national singer in 5th Indonesian Idol, 26th – 27th February 2008
(2007) Finalist of Wajah Natasha Nasional, held by Natasha Skin Care
(2007) Singing Performance with Siti Nurhaliza in Grand Final “Siti Nurhaliza
cari bintang Pantene”, 21 January 2007 TRANS TV, Jakarta
(2006) Vocalist Stasiun Musik JTV (local TV in Surabaya), May-September
2006
(2006) 1st Winner of PETRA Choir Competition and Best dirigent, 6th February
2006
(2005) Create MARS for LIPI National Science Camp, in Cibodas Botanical
Garden, September 2005
(2005) Semifinalist of GADIS SAMPUL
(2001) Best piano player, Pesta Musik YMI (Yayasan Musik Indonesia)
(2000) Runner-Up Winner Piano Player Melody in May Contest
(1999) Runner-Up Winner, Sole Electone
(1998) Best Piano Player, Pesta Musik YMI (Yayasan Musik Indonesia)

SEMINAR, WORKSHOP, AND EXHIBITION


(2008) Participants of “Creative Teaching in Christian Ministries” Workshop in
Gloria Church, Surabaya, July 5th 2008
(2008) Keynote Speaker of “Global Warming” Mutual Seminar (Airlangga
University and UPN Yogyakarta) in Airlangga University, April 2008
(2008) Participant in “Democratization of Press” Seminar, Airlangga University,
March 2008
(2007) Delegation of Airlangga University in National Meeting of International
Relation Student’s Association
(2007) Participant of UNFCCC (United Nation of Framework on Climate
Change Conference), Nusa Dua, 8th - 9th December 2008
(2007) Speaker of “Stop Global Warming and Save Our World” National
Seminar, Petra Christian University, 1st December 2007
(2007) Speaker of “Warming Up on Global Warming” Workshop, Petra
Christian University, 20th November 2007
(2007) Coordinator of International Children Conference on Climate Change,
Surabaya, 26th -30th November 2007
(2006) Present the prototype of Cricket’s Cathcer, its paper titled “Influence of
Frequency 22 KHz-40 KHz towards Periplaneta Americana”, in National
Enviromental Exhibition, JCC (Jakarta Convention Centre), Jakarta
(2005) Guest speaker of National Dialogue “Solution of Garbage Management”
with some majors in Indonesia, NGO, proffesionals, in National
Environmental Exhibition, JCC, Jakarta, 4th June 2005
(2004) Speaker of National Environmental Seminar “Surabaya Dreaming” with
Sukamto Hadi as Secretary of Surabaya and Sony Keraf as ex Minister
of Eenvironment in Indonesia, 4th June 2004, in Petra Christian
University
(2003) Speaker of Environmental Workshop, held by Lions Club Surabaya
Padma, 7 October 2003
(2002) Speaker of Environmental Workshop for Surabaya Women’s Association,
titled ”Practical Way for Composting”, December 2002
(2002) Speaker of Children Conference, celebrating Children’s Day, titled
“Environmental Management” in Indosat, Surabaya, on 24th November
2002
(2002) Delegation from Indonesia of “Millennium Kids International
Environmental Conference” in Perth, Western Australia, on 25th October-
5th November 2002, present a project which titled : “Rubish Management
in School Area”

ANOTHER FIELD OF EXPERIENCE


Presenter, MC, Journalist
(2006-present) Presenter of JTV (local TV in East Java)
(2007) MC for International Business Consultant, held by Ministry of Foreign
Affairs, 22 November 2007, in Singgasana Hotel, Surabaya
(2006) Reporter/News Writer in DetEksi Jawa Pos, Surabaya
(2004-present) MC for welcoming tourists or native who came to Surabaya
(2004-present) Traditional Dancer, especially REMO dance in special events

Adjudicator
(2006) Adjudicator of Surabaya Green and Clean with local government, Tunas
Hijau Club, Unilever, and Jawa Pos, in May 2006

ACTIVITIES
• Member of Tunas Hijau Club, an exciting place for children and teenager who care
for the environment
• Work together with Tunas Hijau Club to make some Green Spaces
In Surabaya :1) in Stren Kali (Ketabang Kali),which had been announced by the
Minister Of Environment on the 24th April 2003, 2) on Jl Kayoon (depan EF), 3)
in Petekan Bridge Perak, 4) Balongsari, 5) Bintang Diponggo, 6) Stren kali
Genteng Kali, Clean Up the Kenjeran Beach, Surabaya Green and Clean
• Until now, i still active for Green Programme of Surabaya
• Take Mandarin or Chinese Course in Petra Christian University
• Take English Course in KELT and EF
• Take Vocal Course in Wisma Melodia, Surabaya

A project that haven’t been published or related :


• Environment Game for Children, called “Snake and Ladder of Environment”