Anda di halaman 1dari 2

Pemeriksaan BPH

Ada beberapa pemeriksaan lanjutan yang dapat dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis BPH. Dokter dapat melakukan pemeriksaan colok dubur (DRE) untuk meraba apakah prostat membesar atau tidak. Karena letak kelenjar prostat di antara kandung kemih dan rektum, dokter dapat dengan mudah memeriksanya dengan memasukkan jari bersarung tangan dan berpelumas ke dalam anus pasien. Dokter akan meraba permukaan kelenjar prostat untuk menilai ukuran, bentuk, dan teksturnya. Meskipun tidak nyaman, prosedur ini hanya berlangsung satu menit atau kurang dan tidak menyakitkan.

Diagnosis
Pemeriksaan laboratorium darah dan air seni dapat dilakukan untuk melihat apakah ada infeksi. Untuk melihat fungsi ginjal, dapat diperiksa kadar ureum, kreatinin, dan elektrolit darah. Pemeriksaan prostate specific antigen (PSA) bersifat pilihan, akan tetapi banyak dokter melakukannya sebagai salah satu pemeriksaan awal. Walau BPH tidak menyebabkan kanker prostat tetapi pria pada kisaran usia tersebut mempunyai risiko tinggi untuk menderita kanker sehingga diperlukan skrining. Pria dengan pembesaran prostat mungkin mengalami peningkatan kadar PSA. PSA adalah antigen khusus yang diproduksi oleh sel-sel kapsul prostat (membran yang menutupi prostat) dan kelenjar periuretral. Jumlah PSA dalam darah dinyatakan dalam nanogram per mililiter (ng/mL). PSA sejumlah 4 ng/mL atau lebih rendah adalah normal, 4-10 ng/mL adalah sedikit tinggi, 10-20 cukup tinggi, dan 20-35 sangat tinggi. Penderita BPH atau prostatitis menghasilkan sejumlah besar PSA. Tingkat PSA juga ditentukan sebagian oleh ukuran dan berat prostat. Tingkat PSA yang sangat tinggi dapat mengindikasikan adanya kanker.

Namun, tes PSA dapat memberikan hasil yang palsu. Hasil positif palsu terjadi ketika tingkat PSA tinggi dan tidak ada kanker. Hasil negatif palsu terjadi bila tingkat PSA normal dan kanker prostat ada. Karena itu, biopsi biasanya dilakukan untuk mengkonfirmasi atau menyingkirkan kemungkinan kanker ketika tingkat PSA tinggi Pemeriksaan ultrasonografi (USG) baik melalui perut atau anus (yang dikenal dengan transrectal ultrasonography/TRUS) berguna untuk membantu menentukan ukuran prostat. Pemeriksaan roentgen dengan intravenous pielography/IVP (dengan menggunakan zat kontras radioaktif) juga dapat dilakukan untuk melihat seberapa besar sumbatan yang terjadi. Secara umum, kedua pemeriksaan tersebut tidak direkomendasikan sebagai pemeriksaan awal pada pasien dengan gejala LUTS tanpa komplikasi (infeksi saluran kemih, buang air kecil berdarah, batu saluran kemih, atau gagal ginjal).