Anda di halaman 1dari 2

Kompas.Com - Angel Berhasil Membongkar Konspirasi Prof Chan

Page 1 of 2

KOMPAS.com Bola Entertainment Tekno Otomotif Forum Community Kompasiana Images Mobile Cetak KompasTV SelebTV
KOMPAS.com
Bola
Entertainment
Tekno
Otomotif
Forum
Community
Kompasiana
Images
Mobile
Cetak
KompasTV
SelebTV
VideokuTV
PasangIklan
GramediaShop
Home
Nasional
Regional
Internasional
Megapolitan
Bisnis & Keuangan
Kesehatan
Olahraga
Perempuan
Properti
Sains
Travel
Oase
Edukasi
ePaper
Pemilu
News
Tokoh
Feature
Unik
100 Hari Obama
Surat Pembaca
Archive
What's New
/ Home / Internasional / Feature
ADVERTORIAL
Angel Berhasil Membongkar Konspirasi Prof
Chan
Misteri Kematian Mahasiswa RI di Singapura (3-Habis)
SABTU, 14 MARET 2009 | 07:55 WIB
KOMPAS.com — ANGEL yang baru saja menerima pesan
David Hartanto Widjaja (21) segera menuju kampus. Ketika
tiba, banyak garis polisi terpampang di pintu kampus. Ia
bertanya-tanya, ada apa gerangan?
Seorang mahasiwa mengatakan bahwa ada mahasiswa bunuh
diri dengan melompat dari lantai 4 gedung kampus. Angel
bingung. Ketika mendekat, hatinya bergetar lalu berteriak
histeris. Ternyata pria yang tewas itu adalah David,
sahabatnya.
Beberapa saat kemudian Prof Chan keluar dengan bantuan alat
medis seperti orang sekarat. Beberapa orang mencoba
menenangkan Angel. Terlihat Zhou Zhang (24), saksi kasus itu,
berdiri ketakutan menyaksikan kejadian tersebut. Prof Chan
melirik Zhou. Dari matanya tersirat pesan agar Zhou menutup
/
rapat rahasia ini.
Artikel Terkait:
Kematian David begitu memukul Angel. Padahal, gadis itu
Sebuah Cerpen Kisah Terakhir Hidup David
berpikir telah jatuh cinta pada pemuda ceria itu. Tapi dia
Ribuan "Netter" Bikin Petisi Desak Ungkap Kasus
David
merasa ada yang tidak beres. Tak mungkin David yang
memiliki masa depan cemerlang harus bunuh diri. Dia bertekad
mencari kebenaran.
Dua hari kemudian, Prof Chan meninggalkan rumah sakit.
Ternyata lukanya tidak parah. Sementara Zhou yang menjadi
saksi mata semakin gelisah. Prof Chan menelepon, kembali mengingatkan Zhou agar tidak macam-macam. Tapi Zhou
merasa dirinya sangat hina dan memutuskan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Sebuah terjemahan dari Lianhe Wanbao melaporkan bahwa sebelum Zhou gantung diri di apartemen NTU Blok 101C
Nanyang Heights, dia menjalankan ritual dengan membakar dupa di pintu apartemen.
Beberapa tetangga memperoleh kesan dia sedang menyesali sesuatu. “Dia selalu meninggalkan pintu terbuka. Kami
sering melihat dia membakar dupa dan kertas, berdoa di pintu masuk,” ujar seorang tetangga.
Setelah kematian Zhou, Prof Chan berpikir kini hidupnya akan damai karena semua yang terlibat dalam kematian David
telah musnah. Dia tak menyadari ada orang yang selama berbulan-bulan terus mengumpulkan bukti-bukti mengenai
kejanggalan tewasnya David.
Akhirnya Prof Chan mengeluarkan hasil penelitian yang direbut dari David. Angel yang sudah pernah membaca skripsi
David dan pernah melihat demo penelitian yang ditunjukkan David melapor ke polisi. Dia menyerahkan semua bukti yang
dikumpulkannya. Polisi pun melakukan investigasi ulang.
Ketika Prof Chan mulai menikmati hasil dari kelicikannya, tiba-tiba polisi menangkapnya. Dia tak bisa mengelak dari
berbagai tuduhan.
Angel lega karena perkenalannya dengan David adalah sebuah pesan takdir nyata untuk membela masa depan David
yang telah hilang. Kini semuanya bisa tenang. Angel pun bisa tenang melepas kepergian sahabatnya.
Kisah di atas hanya kisah fiktif dari Agnes Davonar yang dimuat di www.agnesdavonar.net. Kisah tersebut terinspirasi

file://C:\Documents and Settings\gatot.METRO-MPI\My Documents\Angel.Berhasil.Mem

6/19/2009

Kompas.Com - Angel Berhasil Membongkar Konspirasi Prof Chan

Page 2 of 2

peristiwa kematian David. “Tidak ada maksud apa pun selain ingin membuat kisah ini sebagai gambaran yang nyata di masa depan,” tulis Agnes Davonar di akhir kisahnya.

***

Penyelidikan terhadap kasus kematian David masih berlanjut. Belum ada pernyataan resmi dari kepolisian Singapura mengenai penyebab kematian mahasiswa cerdas asal Indonesia itu. Informasi terakhir dari Departemen Luar Negeri (Deplu) Indonesia menyatakan bahwa Deplu tidak khawatir atas isu-isu yang beredar mengenai tewasnya David.

Juru Bicara Deplu, Teuku Faizasyah, mengatakan, proses penyelidikan kasus seperti itu biasanya memakan waktu 5-6 bulan. Anggota Komisi I DPR RI Ali Mochtar Ngabalin menilai Deplu mandul dalam penyelesaian kasus tersebut.

Namun Direktur Perlindungan WNI dan BHI Deplu Teguh Wardoyo membantah tudingan itu. Menurutnya, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura tiba di lokasi kejadian kurang dari satu jam setelah kejadian. KBRI juga langsung berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Singapura. Juga memfasilitasi orangtua David ke lokasi kejadian dan mengatur prosesi kremasi jenazah.

Kata Teguh, Pemerintah Singapura menggolongkan kematian David sebagai kasus pidana. KBRI berjanji akan terus memantau kasus ini hingga tuntas, namun tetap menghormati hukum dan peraturan di Singapura sehingga tidak akan mencampuri urusan dalam negeri mereka. Ini sesuai dengan Pasal 16 Konvensi Wina 1961.(eddy mesakh)

Akses http://m.kompas.com dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.

Share on Facebook

Anda. S h a r e o n F a c e b o o k

Nilai 4

- Beri Rating Artikel -

n F a c e b o o k Nilai 4 - Beri Rating Artikel -

Rate

A

A

A

c e b o o k Nilai 4 - Beri Rating Artikel - Rate A A

Ada 42 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Chuekx @ Sabtu, 18 April 2009 | 13:13 WIB Buktiin Indonesia melindungi warganya, jgn sampe diremehin

debi @ Rabu, 8 April 2009 | 16:46 WIB berita ini menunjukkan kepada kita saudara2, bahwa sesungguhnya masih ada orang indonesia yang pinter kayak mas david ^_^

aldy @ Selasa, 7 April 2009 | 11:15 WIB Intinya pemerintah kita tidak punya nyali untuk menyelidiki masalah ini, sehingga bisa dikatakan pemerintah gagal melindungi warganya.

drii @ Senin, 6 April 2009 | 00:43 WIB hidup jakarta

drii @ Senin, 6 April 2009 | 00:43 WIB hidup jakarta

1

2

3

4

5

6

7

8

9

Posting komentar anda

Nama

Email

Komentar

Security Code

Security Code 500 500

500500

Submit

reset

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

file://C:\Documents and Settings\gatot.METRO-MPI\My Documents\Angel.Berhasil.Mem

6/19/2009