Anda di halaman 1dari 1

ULAH PARA HACKER TIDAK SELALU NEGATIF

Yang membedakan antara Hacker dan Cracker adalah bagaimana mereka


memegang kode etik. Hacker sejati akan selalu bertindak berlandaskan kode etik yang
walau tidak tertulis tetap dipegang teguh. Mereka cenderung bertujuan untuk
pencapaian pengetahuan teknis, dan kadang bekerja ala Robin Hood. Yaitu masuk
untuk mencari kelemahan sekuriti dan memperbaikinya, semua itu berlandaskan demi
kepentingan publik.
Etika hacker ini dijabarkan oleh Steven Levy dalam bukunya tentang Hacker.
Klub hacker Jerman papan atas, seperti Computer Chaos Club (CCC) yang didirikan
sejak tahun 1980 - an ini misalnya, cukup ketat memegang etika hacker ini. Tetapi bila
para hacker ini sudah mencoba masuk dan melakukan hal yang merusak, dan
cenderung untuk kepentingan pribadi serta jauh dari kepentingan publik maka lebih
tepat bila dikatakan Cracker. Kejadian bobolnya beberapa situs yang dapat berisiko
terhadap kepentingan orang banyak makin menunjukkan kecenderungan ke arah
vandalisme dan penampilan gaya cracker daripada hacker sejati.
Seseorang yang beroperasi masuk ke dalam sistem jaringan atau komputer,
belum dapat dicap sebagai cracker. Hacker pun bekerja seperti itu, tetapi yang
membedakan adalah tujuannya. Perusahaan asuransi dan auditing seperti Price
Waterhouse lazim memiliki team hacker yang dikenal dengan istilah Tiger Team.
Mereka bekerja untuk menguji sistem sekuriti client mereka. Tentunya setelah mereka
memasuki sistem dengan segala cara, baik elektronik maupun fisik, mereka tidak
melakukan perusakan. Tetapi melakukan pencatatan dan pelaporan untuk perbaikan
sistem. Hacker kelas tinggi malah berusaha sedapat mungkin tidak meninggalkan jejak.
Pada dasarnya hacker dan cracker ini sama-sama menginginkan kebebasan informasi.
Dalam deklarasi hacker sering dikatakan informasi untuk siapa saja maka setiap orang
atau publik berhak memperoleh informasi. Hal inilah yang sering menjadi pembenaran
moral bagi kegiatan seorang hacker (di samping keinginan mengetahui know-how dari
teknologi itu sendiri).
Para cracker dan hacker ini adalah mereka yang memiliki pengetahuan dan
ketelatenan yang lebih dari rata-rata. Sebetulnya mereka bisa memberikan kontribusi
yang sangat berarti bagi publik. Banyak para programmer Open Source yang berlatar
belakang hacker (bukan cracker). Ada juga yang tadinya cracker dan lalu banting setir
mengabdikan pengetahuan yang dimilikinya untuk publik melalui jalur Open Source.
Apabila para cracker Indonesia yang mencita-citakan kebebasan informasi demi publik
ini mau menyisihkan waktunya dengan cara menyumbang pengetahuannya melalui
jalur Open Source tentunya akan memberikan manfaat yang besar bagi publik.
Untuk mendapat informasi tentang hacker bisa diperoleh dari berbagai situs.
Cukup dengan menulis hacker di search engine seperti www.yahoo.com maka akan
diperoleh beberapa alamat situs komunitas hacker itu. Seperti situs buatan Eric S.
Raymond yang beralamat di www.tuxedo.org/esr/hacker-howto.html. Ia menyediakan
informasi mengenai hacker yang diterjemahkan ke dalam 16 bahasa termasuk
Indonesia.

&&&&