Anda di halaman 1dari 1

APLIKASI PROFESI GURU SEBAGAI

TENAGA PENDIDIK
BAB I
PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang


Prefesi guru pada saat ini masih banyak dibicarakan orang, atau masih saja dipertanyakan
orang baik dikalangan para pakar pendidikan maupun diluar pakar pendidikan. Bahkan
selama dasawarsa terakhir ini hampir setiap hari media massa memuat berita tentang
guru, ironisnya berita-berita tersebut cenderung melecehkan posisi guru.
Masyarakat atau orang tuapun mencemoohkan dan menuding guru tidak kompeten, tidak
berkualitas dan sebagainya manakala putra-putrinya tidak bisa menyelesaikan persoalan
yang dihadapinya sendiri. Dari kalangan bisnis/industrialis pun memprotes para guru
karena kualitas para lulusan dianggapnya kurang memuaskan bagi kepentingan
perusahaannya. Di mata murid-murid pun khususunya di sekolah menengah yang berada
di kota-kota pada umumnya cenderung menghormati gurunya hanya karena ingin
mendapat nilai yang baik atau naik kelas dengan peringkat tinggi dengan tanpa kerja
keras.
Sikap dan perilaku masyarakat tersebut memang bukan tanpa alasan, karena memang ada
sebagian kecil oknum guru yang melanggar/menyimpang dari kode etik guru. Anehnya
lagi, kesalahan sekecil apapun yang diperbuat guru mengundang reaksi yang begitu hebat
di masyarakat. Hal ini dapat dimaklumi karena dengan adanya sikap demikian
menunjukkan bahwa memang guru seyogyanya menjadi panutan bagi masyarakat di
sekitarnya. Lebih dari sekedar panutan, hal inipun menunjukkan bahwa guru sampai saat
ini masih dianggap eksis sebab sampai kapan pun posisi guru tidak bisa digantikan
sekalipun dengan mesin canggih.

I.2. Rumusan Masalah


Dalam makalah ini, penulis mengangkat beberapa masalah diantaranya yaitu :
1. Apa syarat-syarat menjadi tenaga pendidik yang baik?
2. Bagaimana peran guru sebagai tenaga professional dalam masyarakat?
3. Bagaimana pengakuan masyarakat terhadap profesi guru?

I.3. Tujuan
1. Dapat mengetahui syarat-syarat seorang guru menjadi tenaga pendidik yang baik
2. Dapat mengetahui peran guru sebagai tenaga profesional dalam masyarakat.
3. Dapat mengetahui pengakuan masyarakat terhadap profesi guru sebagai tenaga
pendidik.