Anda di halaman 1dari 53

KONTRASEPSI

Nararyasri Anindya 406111006

Pembimbing: dr. Basrul, Sp.OG

PENDAHULUAN
Kontrasepsi ialah usaha-usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan.
Syarat-syarat kontrasepsi ideal: 1) Dapat dipercaya

2) Tidak menimbukan efek yang mengganggu kesehatan


3) Daya kerjanya diatur menurut kebutuhan 4) Tidak menimbulkan gangguan sewaktu melakukan koitus 5) Tidak memerlukan motivasi terus-menerus

6) Mudah pelaksanaannya
7) Murah harganya - terjangkau 8) Dapat diterima penggunaanya oleh pasangan yang bersangkutan

METODE KONTRASEPSI
Kontrasepsi tanpa menggunakan alat-alat/obat-obatan
Kontrasepsi secara mekanis untuk pria maupun wanita Kontrasepsi dengan obat-obat spermatisida Kontrasepsi hormonal (oral, suntik, implant)

Kontrasepsi dengan AKDR


Kontrasepsi mantap (tubektomi dan vasektomi)

KONTRASEPSI TANPA MENGGUNAKAN ALAT-ALAT MAUPUN OBAT-OBATAN

SENGGAMA TERPUTUS
Penarikan penis dari vagina kira-kira 1 detik sebelum ejakulasi terjadi.
Keuntungan: tidak membutuhkan biaya, alat-alat maupun persiapan. Kekurangan: dibutuhkan pengendalian diri yang besar, bisa mengurangi kenikmatan dan kepuasan dalam berhubungan seksual. Efektivitas: bergantung pada kesediaan pasangan Kegagalan disebabkan oleh:
Adanya pengeluaran air mani sebelum ejakulasi (praejeculatory fluid), terutama pada koitus yang berulang (repeated coitus); Terlambatnya pengeluaran penis dari vagina; Pengeluaran semen dekat pada vulva dapat menyebabkan kehamilan.

PEMBILASAN PASCASENGGAMA (POSTCOITAL DOUCHE)


Pembilasan vagina dengan air biasa dengan atau tanpa tambahan larutan obat (cuka atau obat lain) segera setelah koitus.
Penambahan cuka untuk memperoleh efek spermasida serta menjaga asiditas vagina. Mengurangi kemampuan terjadinya konsepsi hanya dalam batas-batas tertentu karena sebelum pembilasan dilakukan, spermatozoa dalam jumlah besar telah memasuki servik uteri.

PERPANJANGAN MASA MENYUSUI ANAK (PROLONGED LACTATION)


Menyusui secara eksklusif merupakan suatu metode kontrasepsi sementara yang cukup efektif.
Efektivitasnya dapat mencapai 98 %. Hal ini dapat efektif bila ibu menyusui lebih dari 8x/hari dan bayi mendapat cukup asupan laktasi, selama ibu belum mendapat haid, dan waktunya kurang dari 6 bulan pascapersalinan.

Laktasi dikaitkan dengan adanya prolaktinemia dan prolaktin yang menekan adanya ovulasi.

WAKTU YANG DIANJURKAN UNTUK MEMULAI KONTRASEPSI PADA WANITA MENYUSUI


Persalinan Metode Amenorea Laktasi (MAL) 3 minggu 6 minggu 6 bulan

AKDR Sterilisasi Kondom/spermasida Kontrasepsi Progestin KB Alamiah Kontrasepsi kombinasi

PANTANG BERKALA
Seorang wanita hanya dapat hamil selama beberapa hari saja dalam tiap daur haidnya. Masa subur yang disebut Fase Ovulasi mulai 48 jam sebelum ovulasi dan berakhir 24 jam setelah ovulasi.
Kesulitan waktu yang tepat dari ovulasi sulit untuk ditentukan; ovulasi umumnya terjadi 14 2 hari sebelum hari pertama haid yang akan datang.

KONTRASEPSI SECARA MEKANIS PADA PRIA

KONDOM
Paling umum dipakai ialah kondom dari karet; tebalnya 0,05 mm. Bentuk silindris, pinggir tebal pada ujung yang terbuka, ujung yang buntu berfungsi sebagai penampung sperma. Diameternya 31-36.5 mm dan panjang 19 cm. Dilapisi pelicin yang mempunyai sifat spermatisid. Prinsip kerja sebagai perisai dari penis sewaktu melakukan koitus, mencegah tumpahnya sperma dalam vagina.
Keuntungan: kontrasepsi dan perlindungan terhadap penyakit kelamin. Kekurangan: penghalang kenikmatan, kondom bocor atau koyaknya kondom atau tumpahnya sperma. Efek samping: tidak ada, kecuali jika ada alergi terhadap karet.

Hal-hal yang perlu diperhatikan mengenai pemakaian kondom: Jangan melakukan koitus sebelum kondom terpasang dengan baik. Pasang kondom sepanjang penis yang sedang dalam ereksi. Pada pria yang tidak di sunat, prepusium harus ditarik terlebih dahulu. Tinggalkan sebagian kecil dari ujung kondom untuk menampung sperma. Pergunakan bahan pelicin pada permukaan kondom untuk mencegah terjadinya robekan. Keluarkanlah penis dari vagina sewaktu masih dalam keadaan ereksi dan tahan kondom pada tempatnya ketika penis dikeluarkan dari vagina, supaya sperma tidak tumpah.

KONTRASEPSI SECARA MEKANIS PADA WANITA

PESSARIUM DIAFRAGMA VAGINAL


Diafragma vaginal terdiri atas kantong karet yang berbentuk mangkuk dengan per elastis pada pinggirnya.
Diafragma dimasukkan ke dalam vagina sebelum koitus supaya sperma tidak masuk ke dalam uterus. Obat spermatisida dimasukkan ke dalam mangkuk dan dioleskan pada pinggirnya. Diafragma vaginal sering dianjurkan pemakaiannya dalam hal-hal seperti :
Keadaan dimana tidak tersedia cara yang lebih baik, Jika frekuensi koitus tidak seberapa tinggi, sehingga tidak dibutuhkan perlindungan yang terusmenerus, Jika pemakaian pil, AKDR, atau cara lain harus dihentikan untuk sementara waktu oleh karena sesuatu sebab.

Paling cocok untuk dipakai pada wanita dengan dasar panggul yang tidak longgar dan tonus dinding vagina baik.
Pada keadaan-keadaan tertentu pemakaian diafragma tidak dapat dibenarkan, misalnya pada:
sistokel yang berat prolapsus uteri fistula vagina hiperantefleksio atau hiperretrofleksio uterus

Efek samping: reaksi alergi terhadap obat-obat spermatisida, atau perkembang-biakan bakteri yang berlebihan dalam vagina jika dibiarkan terlalu lama terpasang.

Efektivitas bila digunakan bersama spermasida: angka kegagalan 6-18 kehamilan per 100 perempuan per tahun pertama.

Kekurangan diafragma vaginal:


diperlukan motivasi yang cukup kuat; umumnya hanya cocok untuk wanita yang terpelajar dan tidak untuk dipergunakan secara massal pemakaian yang tidak teratur dapat menimbulkan kegagalan tingkat kegagalan lebih tinggi daripada pil atau AKDR

Keuntungan diafragma vaginal:


hampir tidak ada efek samping dengan motivasi yang baik dan pemakaian yang betul, hasilnya cukup memuaskan dapat dipakai sebagai pengganti pil atau AKDR pada wanita-wanita yang tidak boleh mempergunakan pil atau AKDR oleh karena suatu sebab

PESSARIUM CERVICAL CAP


Cervical cap dibuat dari karet atau plastik.
Berbentuk mangkuk yang dalam dengan pinggirnya terbuat dari karet yang tebal. Ukurannya ialah dari diameter 22 mm - 33 mm, lebih kecil daripada diafragma vaginal. Cap ini dipasang pada porsio servisis uteri seperti memasang topi.

KONTRASESPSI DENGAN OBATOBAT SPERMATISIDA

Cara kontrasepsi obat spermatisida umumnya digunakan bersama-sama dengan alat lain. Efek samping umumnya berupa reaksi alergi.
Obat-obatan spermatisida antara lain dalam bentuk:
Suppositorium. Suppositorium dimasukkan sejauh mungkin ke dalam vagina sebelum koitus. Obat ini baru mulai aktif setelah 5 menit. Lama kerjanya kurang lebih 20 menit sampai 1 jam. Jelly atau cream. Jelly lebih encer daripada cream. Obat ini disemprotkan ke dalam vagina dengan menggunakan suatu alat. Lama kerjanya kurang lebih 20 menit sampai 1 jam. Tablet busa. Sebelum digunakan, tablet terlebih dahulu dicelupkan ke dalam air, kemudian dimasukkan ke dalam vagina sejauh mungkin. Lama kerjanya 30-60 menit. C-film. Merupakan benda yang tipis, dapat dilipat, dan larut dalam air. Dalam vagina obat ini merupakan gel dengan tingkat dispersi yang tinggi dan menyebar pada porsio uteri dan vagina. Obat mulai efektif setelah 30 menit.

Efektivitas: 3 21 kehamilan per 100 perempuan per tahun pertama.

KONTRASEPSI HORMONAL

ESTROGEN + PROGESTIN
Kontrasepsi kombinasi estrogen-progesteron dapat diberikan per oral, suntikan IM, atau dalam bentuk koyo.
Kontrasepsi oral paling sering digunakan dan diminum tiap hari selama 3 minggu dan berhenti selama 1 minggu, agar terjadi perdarahan lucut (with drawal bleeding) dari uterus. Efektivitasnya tinggi (hampir menyerupai efektivitas tubektomi), bila digunakan setiap hari (1 kehamilan per 1000 perempuan dalam tahun pertama penggunaan).

Mekanisme kerja
Efek kontraseptif terpenting adalah mencegah terjadinya ovulasi dengan menekan gonadotropin releasing factors yang dapat menghambat sekresi follicle stimulating hormone dan lutenizing hormone dari hipofisis. Efek gabungan dari estrogen dan progestin adalah supresi ovulasi yang sangat efektif, blockade penetrasi sperma oleh mucus serviks, dan penghambatan implantasi di endometrium. Kontrasepsi oral kombonasi estrogen plus progestin, apabila diminum setiap hari selama 3 dari 4 minggu, menghasilkan proteksi terhadap kehamilan yang hampir absolute.

Interaksi obat
Sebagian obat menurunkan efektifitas kontrasepsi oral kombinasi antara lain: barbiturat, karbamazepin, felbamat, griseofulvin, ketokonazol/itrakonazol, fenitoin, primidon, rifampisin, topiramat, sehingga untuk itu dapat dipakai kontrasepsi tambahan atau dosisnya lebih ditingkatkan. Keamanan Secara umum, kontrasepsi oral yang jika dipantau pemberianya dengan benar terbukti relatif aman bagi sebagian besar wanita.

Efek yang menguntungkan


Kepadatan tulang meningkat; Pengeluaran darah menstruasi dan anemia berkurang; Angka kehamilan ektopik lebih rendah sampai 90%;

Dismenorea yang berkaitan dengan endometriosis berkurang;


Kista ovarium fungsional sampai 80% dan salpingitis berkurang; Angka kanker endometrium dan ovarium berkurang sampai 40%; Berbagai penyakit payudara jinak berkurang sampai 40%;

Perbaikan hirsutisme; perbaikan akne; pencegahan aterogenesis; insiden dan keparahan penyakit radang panggul berkurang; dan perbaikan rematoid artritis.

Kemungkinan efek yang merugikan


Efek metabolik
Lipoprotein dan lemak meningkatkan kadar trigliserida dan kolesterol total. Metabolisme karbohidrat menurunkan toleransi glukosa. Progestin biasanya meningkatkan sekresi insulin dan menciptakan resistensi insulin. Metabolisme protein meningkatkan pembentukan berbagai globulin oleh hati.

Penyakit hati
Kolestasis dan ikterus kolestatik merupakan penyulit yang jarang terjadi pada pemakai kontrasepsi oral; gejala dan tanda akan hilang apabila obat dihentikan. Tampaknya kontrasepsi oral mempercepat terjadinya penyakit kandung empedu pada wanita yang rentan.

Neoplasia
Adanya efek protektif terhadap kanker ovarium dan endometrium. Serviks korelasi antara resiko kanker serviks prainvasif dengan pemakaian kontrasepsi oral, dan resiko kanker invasif meningkat setelah pemakaian 5 tahun. Kanker payudara tidak terbukti adanya peningkatan resiko kanker payudara diantara pemakai kontrasepsi oral.

Gizi
Defisiensi piridoksin

Efek pada reproduksi


Amenorea pasca pil Laktasi pada ibu menyusui akan mengurangi jumlah ASI

Efek kardiovaskular
Tromboembolisme Stroke dan Trombosis arteri Hipertensi Infark miokardium Nyeri kepala migren

Efek lain
Mukorea Kloasma Mioma uteri; kemungkinan besar tidak bertambah besar pada pemakaian kontrasepsi oral Pertambahan berat badan; tidak semua wanita yang menggunakan ini akan mengalami peningkatan berat badan Depresi; karena kontrasepsi oral yang mengandung estrogen 50 g atau lebih

KONTRASEPSI PROGESTASIONAL PROGESTIN ORAL


Disebut juga mini pil - pil yang mengandung progestin 350 g atau kurang, diminum setiap hari. Cara kerja terbentuk mukus serviks yang menghambat penetrasi sperma dan perubahan pematangan endometrium menolak implantasi blastokista.
Keuntungan: lebih kecil menyebabkan peninggian tekanan darah dan nyeri kepala, tidak berefek pada metabolisme karbohidrat dan lebih jarang menyebabkan depresi, dismenorea, dan gejala premenstruasi. Kekurangan: meningkatnya insiden kehamilan ektopik, perdarahan uterus yang tidak jelas, kista ovarium fungsional menjadi sering, dan pil ini harus diminum pada waktu yang sama atau hampir sama. Kontraindikasi: wanita berumur dengan perdarahan uterus yang tidak jelas, riwayat kehamilan ektopik atau kista ovarium fungsional.

KONTRASEPSI PROGESTASIONAL PROGESTIN SUNTIK


Keunggulan efektivitas kontrasepsi yang setara dengan atau lebih baik daripada kontrasepsi oral kombinasi, efek bertahan lama dengan hanya 4 6 kali penyuntikan setahun, dan gangguan laktasi yang minimal.
Kekurangan amenorea berkepanjangan, perdarahan uterus selama dan setelah pemakaian, dan anovulasi yang lama setalah penghentian kontrasepsi. Disamping itu terjadi juga peningkatan berat badan yang nyata. Depo medroksiprogesteron disuntikan dalam-dalam di kuadran luar atas bokong tanpa dipijat untuk memastikan agar obat dilepaskan secara perlahan-lahan. Dosis lazim adalah 150 mg setiap 90 hari.

Noetindron etantat disuntikan dengan cara yang sama dalam dosis 200mg, diulang setiap 60 hari.

KONTRASEPSI PROGESTASIONAL PROGESTIN IMPLAN


Sistem norplant menyalurkan levonorgestrel dalam wadah silastik yang diimplantasikan dijaringan subdermal.
Wadah dengan panjang 34 mm, garis tengah 2.4 mm, dan mengandung 36 mg levonorgestrel. Dosis kombinasi sebesar 216 mg menghasilkan pembebasan ke dalam plasma sekitar 85 g/hari untuk 6 sampai 8 hari pertama dan menghasilkan kontrasepsi yang efektif. Keunggulan dan kekurangan metabolisme karbohidrat. hampir sama dengan progestin oral, kecuali efek pada

Tindakan bedah ringan dapat menyebabkan masalah yang berkaitan dengan infeksi lokal. Dan apabila tidak dimasukkan sesuai petunjuk, maka pengeluarnnya akan menjadi lebih sulit.

KONTRASEPSI PROGESTASIONAL INJEKSI MEDROKSIPROGESTERON ASETAT/ESTRADIOL SIPIONAT


Disuntikan setiap bulan. Mengandung 25mg Medroksiprogesteron asetat + 5 mg estradiol sipionat.
Mekanisme kerja menghambat ovulasi dan menekan proliferasi endometrium. Kadar estrasdiol mencapai puncak pada 3 sampai 4 hari pascainjeksi dengan nilai yang setara dengan lonjakan praovulasi dalam siklus menstruasi ovulatorik normal. Kadar estradiol menetap setinggi ini selama sekitar 10-14 hari, dan penurunannya menyebabkan perdarahan lucut 10 sampai 20 hari pasca penyuntikan. Timbulnya perdarahan yang tidak teratur, namun setelah 3 bulan pemakaian, ketidakteraturan perdarahan menjadi lebih jarang. Pulihnya kesuburan setelah penghentian berlangsung cepat, dengan hampir 83% wanita menjadi hamil dalam 12 bulan setelah penghentian.

KONTRAINDIKASI DAN PERINGATAN TENTANG PEMAKAIAN KONTRASEPSI ORAL KOMBINASI DARI PHYSICIANS DESK REFERENCE
Kontrasepsi oral jangan digunakan pada wanita yang mengalami salah satu keadaan dibawah ini :
Gangguan tromboflebitis atau tromboembolus Riwayat tromboflebitis vena dalam atau gangguan tromboembolus Penyakit sereborvaskular atau arteria koroner Diketahui atau dicurigai mempunyai karsinoma payudara Karsinoma endometrium atau diketahui atau dicurigai mempunyai neoplasma dependen estrogen Perdarahan genital abnormal yang tidak diketahui penyebabnya Ikterus kolestatik pada kehamilan atau riwayat ikterus setelah menggunakan pil Adenoma atau karsinoma hati Diketahi atau dicurigai hamil

Peringatan :
Merokok meningkatkan resiko efek samping kardiovaskular yang serius akibat pemakaian kontrasepsi oral. Resiko meningkat seiring usia dan merokok dalam jumlah besar (15 batang atau lebih per hari) dan sering mencolok pada wanita berusia 35 tahun atau lebih. Wanita yang menggunakan kontrasepsi oral harus benar-benar diingatkan untuk tidak merokok.

METODE KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR)

MEKANISME KERJA
Belum diketahui dengan pasti, pendapat terbanyak menyatakan bahwa AKDR menimbulkan reaksi peradangan endometrium yang disertai dengan sebukan leukosit yang dapat menghancurkan blastokista dan sperma.
Selain menimbulkan peradangan, ion logam atau bahan lain yang melarut dari AKDR mempunyai pengaruh terhadap sperma. Ion logam yang paling efektif ialah ion logam tembaga (Cu). Efektifitasnya tinggi dapat mencapai 0.6 0.8 kehamilan/100 perempuan dalam 1 tahun pertama (1 kegagalan dalam 125 170 kehamilan).

Jenis-jenis AKDR
Paling banyak digunakan dalam program KB di Indonesia ialah AKDR jenis copper T dan spiral (Lippes loop). Bentuk yang beredar dipasaran adalah spiral (Lippes loop), huruf T (Tcu380A, Tcu200C, dan NovaT), tulang ikan (MLCu350 dan 375), dan batang (Gynefix).

Keuntungan-keuntungan AKDR
Memerlukan satu kali pemasangan dan satu kali motivasi Tidak menimbulkan efek sistemik Alat ekonomis dan cocok untuk penggunaan secara massal Efektivitas cukup tinggi Reversibel Tidak ada pengaruh terhadap ASI

Efek samping AKDR


Perdarahan Masa haid dapat menjadi lebih panjang dan banyak, terutama pada bulan-bulan pertama Rasa nyeri dan kejang di perut Gangguan pada suami Ekspulsi (pengeluaran sendiri)

Komplikasi AKDR
Infeksi mungkin disebabkan oleh sudah adanya infeksi yang subakut atau menahun pada traktus genitalis sebelum pemasangan AKDR. Perforasi terjadi sewaktu pemasangan AKDR walaupun bisa terjadi pula kemudian. Kehamilan Jika terjadi kehamilan dengan AKDR in situ, tidak akan timbul cacat pada bayi oleh karena AKDR terletak antara selaput ketuban dan dinding rahim.

Kontraindikasi pemasangan AKDR


Yang termasuk kontraindikasi relatif ialah:
Mioma uteri dengan adanya perubahan bentuk rongga uterus Insufisiensi serviks uteri Uterus dengan parut pada dindingnya, seperti pada bekas SC, enukleasi mioma, dsb. Kelainan jinak serviks uteri, seperti erosio porsiones uteri Kehamilan Adanya infeksi yang aktif pada traktus genitalis (Penyakit Menular Seksual)3 Adanya tumor ganas pada traktus genitalis Adanya metrorhagia yang belum disembuhkan Pasangan yang tidak lestari/harmonis

Yang termasuk kontraindikasi mutlak ialah :

PEMASANGAN AKDR
Sewaktu haid sedang berlangsung; pemasangan dapat dilakukan pada hari pertama atau pada hari terakhir haid.
Keuntungannya: pemasangan lebih mudah karena serviks sedang terbuka dan lembek, rasa nyeri tidak seberapa keras, perdarahan yang timbul akibat pemasangan tidak seberapa dirasakan. Sewaktu postpartum Secara dini (immediate insertion); pada wanita yang melahirkan sebelum dipulangkan dari rumah sakit. Secara langsung (direct insertion); dipasang dalam masa tiga bulan setelah partus atau abortus. Secara tidak langsung (indirect insertion); dipasang sesudah masa tiga bulan setelah partus atau abortus; atau pada saat tidak ada hubungan sama sekali dengan partus atau abortus.

Sewaktu postabortum
Septic abortion merupakan kontraindikasi Beberapa hari setelah haid terakhir

Dalam hal ini wanita yang bersangkutan dilarang untuk bersenggama sebelum AKDR dipasang.
Pemeriksaan setelah pemasangan AKDR dilakukan 1 minggu sesudahnya; pemeriksaan kedua 3 bulan kemudian, dan selanjutnya tiap 6 bulan. Cooper T-380A perlu dilepas setelah 10 tahun pemasangan, tetapi dapat dilepaskan lebih awal apabila diinginkan.

METODE KONTRASEPSI MANTAP (TUBEKTOMI DAN VASEKTOMI)

TUBEKTOMI
Tubektomi adalah suatu tindakan oklusi/ pengambilan sebagian saluran telur wanita untuk mencegah proses fertilisasi
Waktu yang terbaik untuk melakukan tubektomi pascapersalinan ialah tidak lebih dari 48 jam sesudah melahirkan karena posisi tuba mudah dicapai dari subumbilikus dan rendahnya resiko infeksi. Bila masa 48 jam pascapersalinan telah terlampaui maka pilihan untuk tetap memilih tubektomi, dilakukan 6-8 minggu persalinan atau pada masa interval.

Keuntungan:
Motivasi hanya satu kali saja, tidak diperlukan motivasi yang berulang-ulang Efektivitas hampir 100% Tidak mempengaruhi libido seksualis Kegagalan dari pihak pasien tidak ada

Kerugiannya: tidak reversibel


Indikasi dilakukannya tubektomi :
Penghentian fertilitas atas indikasi medik Kontrasepsi permanen

Syarat-syarat tubektomi :
Syarat sukarela Syarat bahagia Syarat medik

CARA PENUTUPAN TUBA


Cara Pomeroy
Paling banyak dilakukan. Dilakukan dengan mengangkat bagian tengah dari tuba sehingga membentuk suatu lipatan terbuka, kemudian dasarnya diikat dengan benang yang dapat diserap, tuba diatas dasar itu dipotong. Setelah benang pengikat diserap, maka ujung- ujung tuba akhirnya terpisah satu dengan yang lain. Cara Madlener Cara Irving Cara Aldridge

Cara Uchida
Cara Kroener

VASEKTOMI
Keuntungan vasektomi:
Tidak mengganggu libido seksualitas Operasinya hanya berlangsung sebentar sekitar 10 - 15 menit Sehabis operasi, peserta vasektomi baru boleh melakukan hubungan intim dengan pasangannya setelah enam hari. Wajib menggunakan kondom selama 12 kali hubungan demi pengamanan.

Komplikasi vasektomi:

Infeksi pada sayatan, rasa nyeri/sakit, terjadinya hematom oleh karena perdarahan kapiler, epididimitis, terbentuknya granuloma.

Kegagalan dapat terjadi karena:

Terjadi rekanalisasi spontan, gagal mengenal dan memotong vas deferens, tidak diketahi adanya anomali vas deferens, koitus dilakukan sebelum kantong seminalnya betul-betul kosong.

TERIMA KASIH