Anda di halaman 1dari 3

Kontruksi Sumur a.

Pemboran Pemboran sumur coalbed methane yaitu memperhatikan data pada reservoir yang terkumpul dari lubang core. Meminimalisasi kerusakan karena underbalance yang berlebihan. Kerusakan pada underbalance adalah ketika tekanan sumur (Ph) lebih besar dari tekanan formasi (Tf) Tes permeabilitas akan menetapkan celah pada sumur sebagai pertimabangan bahwa akan menggunakan directional drilling. Pada kedalaman lebih dari 3 ft permeabilitas batubara rendah penyelesaiannya dengan pemboran horizontal. Bagi beberapa orang memilih teknik pemboran sumur horizontal yang tidak biasa pada reservoir karena lebih terjamin. Pemboran multilatheral pada lapisan yang menggunakan dua lubang bor akan lebih menjamin keberhasilanya. Drill Bits. Pemilihan dari bit/ mata bor yang akan di gunakan untuk membor batubara yaitu menentukan terlebih dahulu teknik pemborannya. beberapa bit dalam pemboran Coalbed Methane yaitu : No Jenis Bit Teknik Pemboran Air Drilling 1. Air-Hammer Bits 2. Tri-Cone Rotary Bits Fluid Drilling 3. Rotary Bit (yang di Batubara yang lebih lembek sirkulasikan air) daripada Limestone dan Sandstone Fluida Pemboran Pemilihan fluida pemboran untuk sumur CBM akan dibuat setelah melihat keadaan geologi dari batubara. Sedikit menggunakan surfactant, lost-circulating solids, dan polymers yang akan megurangi kerusakan permeabilitas. Jika udara dan asap/kabut yang digunakan sebagai lumpur pemboran, tidak ada addictive yang ditambahkan. Foams akan membutuhkan penambahan surfactant untuk memberikan lebih banyak busa ketika sedang di campurkan dengan air. Lumpur pemboran mungkin mempertahankan tekanan. Metode Air Drilling dan menggunakan air murni kedua bahan tersebut cukup ekonomis danndan ramah lingkungan. Air Drilling menaikkan dan menurunkan biaya, karena tidak ada lumpur yang digunakan; beberapa sumur telah di bor sampai Total

Depth (TD) dalam 1 atau 2 hari. Masalahnya Lost Circulation akan lebih besar berkurang dengan Air Drilling dan lebih sedikit Cutting-nya untuk di buang. Sangat banyak basin batubara sekarang yang di bor dengan Metode Air Drilling. Bagian yang horizontal mungkin akan di bor dengan air dan tricone bits, tapi pada bagian vertical dari lubang dikurangi dengan menginjeksikan udara. Hal ini untuk mempertahankan tekanan underbalance pada formasi. Seorang operator harus siap menyelesaikan dan mempertahankan pada kenaikan volume dari gas metana yang bebas pada saat pemboran dari beberapa cabang horizontal dalam bagian batubara. Beberapa pola bisa mendekati 25.000 ft dari lubang openhole horizontal batubara. b. Penyemenan Penyemenan sumur CBM sama halnya dengan penyemenan sumur-sumur biasa kecuali pada sumur CBM ini memerlukan pengawasan invasi fluida yang menjadikan sulit yaitu cleat system/system rekahan. Mungkin pada saat lubang telah di bor underbalance menggunakan udara atau lightweight fluid system, operasi penyemenan harus bisa mengurangi overbalance untuk mencegah migrasi gas bebas ke dalam semen setelah penempatan yang baik. Merujuk pada penerapan kinerja yang baik untuk mengoptimumkan laju alir, mempengaruhi keadaan lubang dan pemusatan dari casing akan membantu pemisahan jarak batubara dan membantu mengarahkan menuju stimulating treatment. a. Foam Cement Foam Cement (semen Busa) yaitu memberikan efek lentur, kokoh dan tahan lama pada zona yang pemisahan untuk sumur cbm. Pada kelas ringan dari foam cement bertempat, tanpa tekanan dalam struktur rekahan yang unik dari batubara. Mengurangi kecenderungan dari semen melebihi gradien fracture (Patahan/rekahan) dari batubara. Jika gradient telah melebihi, formasi batubara mungkin mengalami kerusakan dan menyembabkan semen menjadi lost ke formasi daripada penyemenan casing menuju ke tempat seperti yang telah didesain. b. Lightweight Additives Walaupun banyak tipe semen yang digunakan, tipe yang paling sederhana adalah Kelas A (Tipe 1) semen Portland umumnya.

Semen ini di campur pada densitas mulai dari 15,6 lb/gal dengan mencampurkan rapi: densitas bisa menjadi turun dengan menambahkan additive. Bentonite, pozzolans, gas microsphere, partikel dari batubara atau aspal, dan material berserat semua bisa di pakai untuk meringankan densitas dan membantu mencegah lost circulation. Karena batubara terdapat banyak Natural Fracture, atau rekahan, pada semen lebih baik menggunakan material granular (butiran kecil)