Anda di halaman 1dari 1
REPUBLIKA Yogyakarta I Semarang I Solo I Purwokerto I Magelang I Pekalongan SABTU Berlangganan kabar
REPUBLIKA
Yogyakarta I Semarang I Solo I Purwokerto I Magelang I Pekalongan
SABTU
Berlangganan
kabar
20 Juni 2009
REPUBLIKA
Hubungi (0274) 541582
kota
20
20 Juni 2009 REPUBLIKA Hubungi (0274) 541582 kota 20 Mural: Sejumlah remaja yang tergabung dalam kelompok

Mural: Sejumlah remaja yang tergabung dalam kelompok “Terror Qids” menyelesaikan melukis mural di tembok luar rumah seorang warga di Banyurojo, Magelang, Kamis (18/6). Di kota Magelang terdapat belasan kelompok pelajar yang saling berlomba melukis mural di tembok-tembok luar rumah warga dengan membeli peralatan melukis secara patungan yang bertujuan saling adu kreatif dan memperindah pemandangan kota Magelang.

KelulusanSMP di Jateng - DIY Naik

kelulusan siswa SMPT di Jateng belum mencapai 50 persen.

SEMARANG — Angka kelulusan peserta Ujian Na- sional (UN) khususnya untuk sekolah Madrasah Tsana- wiah (MTs) di Jateng —tahun ini— mengalami kenaikan. Sementara di Yogyakarta tingkat kelulusan ujian na- sional (UN) SMP/MTs tahun ajaran 2008/2009 ini menga- lami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data hasil UN yang diterima Dinas Pendi- dikan dan Kebudayaan (P dan K) Jateng dari Badan Standari Nasional Pendidi- kan (BSNP), angka kelulusan siswa tahun ini mencapai 93,52 persen. Sedang di Yog- yakarta tingkat kelulusan UN mencapai 93,46 persen atau 44.481 siswa dari 47.593 pe- serta UN tingkat SMP/ MTs dan SMP terbuka di DIY. Angka ketidaklulusan hanya mencapai 6,54 persen atau 3.112 siswa. ‘’Dibandingkan tahun 2007/2008 lalu memang me- ngalami kenaikan. Kita be- lum melakukan evalusi ke- naikan padahal angka stan-

dar kelulusan tahun ini naik 5.50. Tetapi ini cukup meng- gembirakan,’‘ papar kepala Dinas pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Pemprop DIY Prof Suwarsih Madya, Jumat (19/6). Dari total peserta UN MTs

di Jateng yang berjumlah

114.308 siswa, sebanyak 106.904 siswa di antaranya dinyatakan lulus. Sisanya sebanyak 7.404 orang (6,48

persen) tidak lulus. Diban- dingkan dengan hasil UN MTs di Jateng sebelumnya, angka kelulusan siswa MTs

belum mampu mencapai 50 persen. Dari total 7.113 siswa peserta UN SMPT di Jateng

tahun ini, yang berhasil lulus hanya mencapai 2.923 siswa atau 41,10 persen dari total peserta. “Sisanya, 4.190 sis-

wa (58,91) persen dinyatakan

tidak lulus,” tegasnya. Kunto menambahkan, dari

total 504.315 peserta UN SMP/MTs/SMPLB dan SMPT

di Jateng, yang dinyatakan

lulus mencapai 470.202 siswa

(87,64 persen). Sementara sis-

wa yang tidak lulus mencapai

97.113 siswa (12,36 persen).

ANIS EFIZUDIN/ANTARA

Kurang MinumSusu Gampang Kena Anemia

ka seperti Vietnam yang sudah menca- pai 12 liter per orang/tahun. Sementara konsumsi susu di China sekitar 14 liter per orang/tahun, di Thailand sekitar 22 liter per orang/tahun, di India 67 liter per orang/tahun, di Jepang 75 liter per orang/tahun, di Australia 226 liter per orang/tahun dan di Amerika Serikat 256 liter per orang/tahun. Sementara itu, Ananto menambah- kan, kalau penelitian di Inggris mem- buktikan bahwa dari investasi susu yang dilakukan oleh pemerintah tingkat pro- duktivitas masyarakat naik 30 persen.

YOGYAKARTA — Di negara-negara yang angka HDI (Human Development Index)nya tinggi, maka konsumsi susu- nya juga tinggi, seperti di Skandinavia konsumsi susunya 200 liter per orang/ tahun. Sedangkan konsumsi susu di In- donesia masih sangat rendah yaitu 9 li- ter per orang/tahun. Hal itu dikemukakan Kepala Bagian Perencanaan Direktorat Jenderal (Dit- jen) PPHP Departemen Pertanian Anan- to Sata pada Republika, Jumat (19/6). Konsumsi susu di Indonesia masih kalah dengan negara yang baru merde-

Sementara itu dari hasil penelitian Departemen Kesehatan ditemukan bahwa laki-laki Indonesia yang terkena anemia, produktivitasnya turun 20 persen. ‘’Setelah ditelusuri laki-laki yang terkena anemia itu ternyata waktu kecilnya tidak pernah minum susu’‘ tutur Dosen Peternakan UGM Dr H Tridjoko Wisnu Murti. Ananto mengungkapkan belanja untuk orang sakit di Indonesia sekitar Rp 23 trilyun per tahun, dan Rp 11,6 tri- lyun-nya untuk biaya orang sakit yang karena kurang gizi. nri

untuk biaya orang sakit yang karena kurang gizi. ■ nri   ” MULIA ”   AUTHORIZED
untuk biaya orang sakit yang karena kurang gizi. ■ nri   ” MULIA ”   AUTHORIZED
 

MULIA

 

AUTHORIZED MONEY CHANGER

Inna Garuda Hotel Jl. Malioboro 60 Yogyakarta (Depan Tiket Counter Garuda Indonesia) Senin - Jumat

Inna Garuda Hotel Jl. Malioboro 60 Yogyakarta (Depan Tiket Counter Garuda Indonesia) Senin - Jumat : 07.00 - 19.00 WIB Sabtu - Minggu : 08.00 - 15.00 WIB Telp. 0274-563314 (Hunting), 566353 Ext. 8901 Fax.(0274) 549777

 

Tanggal : 19 Juni 2009

 

CURRENCY

 

BELI

JUAL

 

BN

TC

USD

 

10,375

10,175

10,575

EURO

14,425

14,125

14,625

AUD

8,325

8,075

8,475

CAD

9,100

8,500

9,250

GBP

16,850

16,600

17,200

CHF

9,475

9,075

9,625

SGD

7,125

7,225

HKD

1.325

1.400

JPY

106,50

100,50

109,50

RM

2,900

3,025

KWD

33,750

36,750

WON

7/7,5

9,25

NT

295/305

335

BND

7,075

7,225

NZD

6,550

6,700

PHP

210

250

THB

290

340

YUAN

1,525

1,600

SAR

2,700

2,825

Catatan : kurs sewaktu-waktu dapat berubah

2,825 Catatan : kurs sewaktu-waktu dapat berubah Suara kampus   ini mengalami kenaikan 4,90
Suara kampus
Suara kampus
 

ini

mengalami kenaikan 4,90

persen. “Dari 110.917 peserta UN MTs tahun lalu, yang lulus hanya 98.299 siswa atau 88,62 persen,” ungkap Ke- pala Dinas P dan K Jateng, Kunto Wibisono dalam jum- pa pers pengumuman kelulu- san siswa SMP sederajat di ruang kerjanya, Kamis (18/6) malam. Sementara itu, meski — secara umum— angka kelu- lusan SMP/MTs/SMPLB dan SMP terbuka (SMPT) di Ja-

teng tahun ajaran 2008/ 2009

Tidak lulus

Sinyal Pendidikan Koruptif?

Pasar bebas

 

Secara umum, imbuhnya, hasil UN tahun ajaran 2008/ 2009 ini akan diumumkan secara serentak di 35 kabu- paten/kota yang ada di Ja- teng pada Sabtu (20/6) ini. Terkait dengan siswa SMP sederajat yang tidak lulus UN disarankan untuk meng- ikuti ujian nasional pen- didikan kesetaraan (UNPK) B pada 1-3 Juli atau mengu- lang tahun depan, Suwarsih menambahkan kelulusan siswa SMP/MTs serta SD/MI di DIY itu akan diumumkan serentak Sabtu (20/6) ini di sekolah masing- masing. ‘’Pengumumannya akan dilakukan ditiap seko-

lah. owo/yli

P aulo Freire pernah memperkenal-

kan sindroma ‘pendidikan-

bisu’alam dunia pendidikan.

hanya untuk memenuhi target yang ditetapkan oleh masing-masing seko- lah. Selain itu, banyak juga para

hanya untuk memenuhi target yang ditetapkan oleh masing-masing seko- lah. Selain itu, banyak juga para guru yang telah melakukan upaya maksimal dalam transfer pemikiran kepada sis- wa. Tentunya kita tidak dapat mengge- neralisasi kesalahan segelintir oknum guru kepada semua orang yang berpro- fesi sebagai guru. Kita juga tak dapat menyalahkan sekolah 100 persen. Banyak di antara mereka melakukan konspirasi kecuran- gan hanyalah karena tekanan ekster- nal dan menyelamatkan prestise seko- lah. Dengan adanya ujian nasional, seakan-akan sekolah yang tak mampu meloloskan siswanya dianggap seba- gai sekolah yang tak becus. Ini pun menjadi masalah baru dalam ujian nasional. Kita pun tak dapat selalu menyalah- kan siswa karena berbuat curang. Tekanan psikologis menjelang ujian tentu membuat siswa berpikir bahwa kerja kerasnya selama 3 tahun bahkan selama 12 tahunó harus musnah keti- ka menghadapi ujian nasional yang hanya berlangsung selama tiga hari!

Apakah yang salah pemerintah? Jawabnya juga tidak selalu. Terlepas dari penyimpangan yang terjadi, pada dasarnya pemerintah telah berpikiran benar dengan melakukan standarisasi melalui ujian nasional untuk menjaga kualitas sumber daya manusia bang- sa. Apalagi, era pasar bebas yang kompetitif berada di depan mata se- hingga wajar jika pemerintah memper- ketat standar kelulusan. Lantas, siapa yang salah? Kembali pada logika di atas, kesalahan tak dapat dilemparkan hanya pada satu pihak. Salah urus pendidikan adalah kesalahan kolektif sekaligus kesala- han struktural. Semua urun saham kesalahan dan harus ikut bertanggung- jawab karena memiliki kontribusi pada terciptanya kesalahan kolektif ini. Kekeliruan logika pemerintah bahwa semua daerah harus mengikuti sebuah standar nasional patut segera dilurus- kan. Baik sekolah maupun siswa me- miliki kemampuan yang terbatas. Apalagi pembangunan infrastruktur pendidikan di daerah dapat dikatakan tidak merata dan penuh dengan keter- batasan. Bahkan untuk ukuran bebera- pa sekolah, soal yang diberikan diang- gap sangat sulit karena pembelajaran rutin tidak mencakup hal tersebut. Ini tentu saja memerlukan kerja yang sis- tematis dan terarah ke depan. Persoalan-persoalan pendidikan akan menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Untuk itu, tetaplah bijaksana karena pendidikan memiliki efek domi- no yang besar dalam kehidupan bang- sa kita. Mari menyelamatkan pendidi- kan Indonesia.

Ahmad Rizky Mardhatillah Umar Mahasiswa Ilmu HI UGM

Dalam sebuah bukunya, Pedagogy of Oppressed (1978), Freire menguraikan jenis sindroma tersebut dalam kebija- kan pendidikan dan praktek pendidi- kan nasional. Sindroma tersebut pada intinya membuat seorang pendidik dan peserta didik tak berdaya dalam meng- hadapi realitas, tak mampu berinovasi dengan kemampuan, serta hanya ter- kooptasi pada lakon pendidikan yang serba pragmatis. Sindroma ini ternyata terjadi di ne- geri kita, sekarang. Berkedok ujian na- sional, sistem yang berlaku ternyata mengadaptasi kebisuan. Begitu banyak siswa yang harus menggantungkan ha- rapan pada handphone dan bocoran soal pada waktu ujian. Begitu banyak pula siswa yang menjadi korban’tidak lulus’ hanya karena gagal ujian. Tahun 2009 menjadi saksi bisu pengadilan sosial bagi mereka yang dilabeli ‘bo- doh’ hanya karena tak lulus ujian. Kita patut prihatin. Mengapa pen- didikan bisa jadi koruptif seperti ini? Siswa diajari kejujuran, tetapi dalam ujian nasional diajak untuk curang. Siswa diajari kepercayaan diri, tetapi dalam ujian nasional diajak berkonspir- asi dengan memberi kunci jawaban. Pendeknya, siswa diajari moralitas tetapi juga diajari untuk melakukan kejahatan. Contradictio Interminis. Lebih mengherankan lagi, guru dija- dikan kambing hitam ketika terjadi ke- curangan. Ketika soal ujian bocor, guru yang pertama kali disalahkan. Begitu pula ketika siswa tidak lulus, guru yang mendapat kemarahan orang tua. Apakah semua kesalahan siswa, kesa- lahan sekolah, atau kesalahan pemer-

ini

naik, tingkat ketidaklulu-

san siswa SMPT masih tetap tinggi. Berdasarkan data hasil UN ini pula, tingkat kelulu- san siswa SMPT di Jateng

Sultan : Ibnu Masih Penanggungjawab Pemerintahan di Sleman

YOGYAKARTA—Gu-

Menurut Gubernur, mes- kipun Ibnu Subiyanto telah

ditahan, sampai saat ini be- lum ada surat pemberhent-

Wakil Bupati Sleman Sri Purnomo agar jalannya pe- merintahan di Sleman tidak berhenti. Sambil menunggu surat pemberhentian semen- tara dari Mendagri untuk menunjuk pejabat pelaksana tugas. Sementara itu sebagai bentuk keprihatinan dan du- kungan moral terhadap Ibnu hari ini bupati/wali kota di DIY dijadwalkan menjenguk Ibnu di LP Cebongan. ‘’Se- pertinya siang ini para bu- pati/walikota menjenguk pak Ibnu. Saya mungkin be- sok pagi menjenguk ke LP,’‘ tegas Sultan. Seperti diberitakan sebe- lumnya, dalam sidang Kamis (18/6) Bupati Sleman Ibnu Subiyanto akhirnya dije- bloskan ke penjara. nri

bernur DIY Sultan Hameng- ku Buwono X mengaku pri- hatin atas penahanan Bupati Sleman Ibnu Subiyanto ter- kait kasus korupsi buku ajar yang merugikan negara se- besar 12 milyar. Meskipun demikian, Sul- tan mengatakan prosedur hukum tetap harus dijalan- kan. Dalam pandangan Sul- tan yang terpenting saat ini adalah koordinasi di peme- rintah kabupaten Sleman te- tap harus berjalan seperti biasa. ‘’Ya kita memang prihatin tapi yang jelas hukum me- mang harus dijalankan. Se- lain itu koordinasi juga tetap harus berjalan seperti biasa,’‘ kata Sultan HB X di Kepati- han Yogyakarta, Jumat (19/6).

ian

sementara dari Mendagri

Mardiyanto. Dengan kondisi tersebut maka penanggung-

jawab pemerintahan dan pe- layanan kepada publik ma-

sih

tanggungjawab sepenuh-

nya Bupati Sleman Ibnu Su- biyanto. ‘’Sampai sekarang saya belum terima surat pember- hentian sementara dari men- dagri. Jadi ya penanggung- jawab pemerintahan dan pe- layanan ke publik masih Ibnu Subiyanto. Dia kan Bupati Sleman secara sah,’‘ jelas Sultan. Saat ini pemerintah Pro- vinsi DIY akan segera me- lakukan koordinasi dengan

intah mesti ditimpakan hanya kepada guru? Tentu saja tidak. Guru tidak selalu salah. Motif para oknum guru yang membocorkan soal ujian sebenarnya

Lebih jauh dari itu, siswa pun mendap- at tekanan untuk mendapat nilai yang baik, tak peduli dengan cara apa ia mendapatkannya.

Kritik dan saran atas tulisan ini dikirim ke email suarakampusbem kmugm@gmail.com