P. 1
Makalah Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan

Makalah Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan

|Views: 455|Likes:
Dipublikasikan oleh Chalifhannisa AlQadarinツ
Tugas Sekolah
Tugas Sekolah

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Chalifhannisa AlQadarinツ on Sep 06, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/08/2015

pdf

text

original

X AK 1

Makalah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Hak Asasi Manusia
Disusun Oleh : - A Riske Syafitri - Afra Diwar Paramita - Anisa Kusnul Khotimah - Chalifhannisa AlQadarin - Claurana Karelawati
Tahun Ajaran 2013/2014 SMKN 3 Kimia Madiun

Hak Asasi Manusia

Page 1

X AK 1

Kata Pengantar
Pertama-tama kami panjatkan puja & Puji syukur atas rahmat & ridho Allah SWT, karena tanpa Rahmat & RidhoNya, kami tidak dapat menyelesaikan makalah yang berjudul: “Hak Asasi Manusia” dengan baik dan selesai tepat waktu. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman kami yang telah membantu dalam hal mengumpulkan data-data dalam pembuatan makalah ini. Dalam makalah ini kami menjelaskan tentang contoh pelanggaran HAM yang nyata. Mungkin dalam pembuatan makalah ini terdapat kesalahan yang belum kami ketahui. Maka dari itu kami mohon saran & kritik dari teman-teman maupun Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Demi tercapainya makalah yang sempurna.

Madiun, 06 September 2013

Penulis

Hak Asasi Manusia

Page 2

X AK 1

Daftar Isi
Halaman Judul………………………………………………………………………………………. Kata Pengantar……………………………………………………………………………………………2 Daftar Isi………………………………………………………………………………………………………3 BAB I Pendahuluan…………………………………………………………………………………………. A. Latar Belakang…………………………………………………………………………4 B. Tujuan Penulisan……………………………………………………………………..4 BAB II Pembahasan Masalah……………………………………………………………………………… A. HAM 1. Pengertian HAM………………………………………………………………5 2. Pembagian Bidang, Macam, dan Jenis HAM…………………………..5 B. Contoh Pelanggaran HAM…………………………………………………………..6 BAB III Penutup……………………………………………………………………………………………….. A. Kesimpulan……………………………………………………………………………..8 B. Saran…………………………………………………………………………………….8

Hak Asasi Manusia

Page 3

X AK 1

BAB I
Pendahuluan
A. Latar Belakang Hak merupakan unsur normatif yang melekat pada diri setiap manusia yangd alam penerapannya berada pada ruang lingkup hak persamaan dan hak kebebasan yang terkait dengan interaksinya antara individu atau dengan instansi. Hak juga merupakan sesuatu yang harus diperoleh. Masalah HAM adalah sesuatu hal yang sering kali dibicarakan dan dibahas terutama dalam era reformasi ini. HAM lebih dijunjung tinggi dan lebih diperhatikan dalam era reformasi dari pada era sebelum reformasi. Perlu diingat bahwa dalam hal pemenuhan hak, kita hidup tidak sendiri dan kita hidup bersosialisasi dengan orang lain. Jangan sampai kita melakukan pelanggaran HAM terhadap orang lain dalam usaha perolehan atau pemenuhan HAM pada diri kita sendiri. B. Tujuan Penulisan 1. Untuk mengetahui Pengertian, Macam, dan Jenis HAM, 2. Mempelajari contoh nyata pelanggaran HAM, 3. Memenuhi tugas presentasi kelompok dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

Hak Asasi Manusia

Page 4

X AK 1

BAB II
Pembahasan
A. Hak Asasi Manusia (HAM) 1. Pengertian HAM HAM / Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada diri setiap manusia sejak awal dilahirkan yang berlaku seumur hidup dan tidak dapat diganggu gugat siapa pun. Sebagai warga negara yang baik kita mesti menjunjung tinggi nilai hak azasi manusia tanpa membeda-bedakan status, golongan, keturunan, jabatan, dan lain sebagainya. Melanggar HAM seseorang bertentangan dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Hak asasi manusia memiliki wadah organisasi yang mengurus permasalahan seputar hak asasi manusia yaitu Komnas HAM. Kasus pelanggaran ham di Indonesia memang masih banyak yang belum terselesaikan / tuntas sehingga diharapkan perkembangan dunia ham di Indonesia dapat terwujud ke arah yang lebih baik. 2. Pembagian bidang, macam, dan jenis HAM a. Hak asasi pribadi / Personal Right  Hak kebebasan untuk bergerak, bepergian dan berpindah-pndah tempat,  Hak kebebasan mengeluarkan atau menyatakan pendapat,  Hak kebebasan memilih dan aktif di organisasi atau perkumpulan,  Hak kebebasan untuk memilih, memeluk, dan menjalankan agama dan kepercayaan yang diyakini masing-masing. b. Hak asasi politik / Political Right  Hak untuk memilih dan dipilih dalam suatu pemilihan,  Hak ikut serta dalam kegiatan pemerintahan,  Hak membuat dan mendirikan parpol / partai politik dan organisasi politik,  Hak untuk membuat dan mengajukan suatu usulan petisi. c. Hak asasi hukum / Legal Equality Right  Hak mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan,  Hak untuk menjadi pegawai negeri sipil / pns,  Hak mendapat layanan dan perlindungan hukum. d. Hak asasi Ekonomi / Property Rigths  Hak kebebasan melakukan kegiatan jual beli,

Hak Asasi Manusia

Page 5

X AK 1 Hak kebebasan mengadakan perjanjian kontrak, Hak kebebasan menyelenggarakan sewa-menyewa, hutangpiutang, dll.  Hak kebebasan untuk memiliki susuatu,  Hak memiliki dan mendapatkan pekerjaan yang layak. e. Hak asasi peradilan / Procedural Rights  Hak mendapat pembelaan hukum di pengadilan,  Hak persamaan atas perlakuan penggeledahan, penangkapan, penahanan dan penyelidikan di mata hukum. f. Hak asasi sosial budaya / Social Culture Right  Hak menentukan, memilih dan mendapatkan pendidikan,  Hak mendapatkan pengajaran,  Hak untuk mengembangkan budaya yang sesuai dengan bakat dan minat. B. Contoh Pelanggaran HAM  

Rilis KontraS Peringatan Tragedi Jambo Keupok: 10 Tahun tanpa Keadilan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mendesak Komnas HAM untuk segera melakukan penyelidikan pro justisia terhadap peristiwa tragedi Jambo Keupok, Aceh Selatan dan mendorong Pemerintah Aceh bersama Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) membentuk Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR). Tragedi Jambo Keupok pada 17 Mei 2003 adalah sebuah peristiwa pelanggaran HAM berat yang terjadi di desa Jambo Keupok, Kec. Bakongan, Aceh Selatan. Sebanyak 16 orang penduduk sipil tak berdosa mengalami penyiksaan, penembakan, pembunuhan di luar proses hukum (extrajudicial killing) dan pembakaran serta 5 orang lainnya turut mengalami kekerasan oleh anggota TNI Para Komando (PARAKO) dan Satuan Gabungan Intelijen (SGI). Peristiwa ini diawali setelah sebelumnya ada informasi dari seorang informan (cuak) kepada anggota TNI bahwa pada tahun 2001-2002, Desa Jambo Keupok termasuk salah satu daerah basis Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh aparat keamanan dengan melakukan razia dan menyisir kampung-kampung yang berada di Kecamatan Bakongan. Dalam operasinya, aparat keamanan sering melakukan tindak kekerasan terhadap penduduk sipil; seperti penangkapan, penghilangan orang secara paksa, penyiksaan dan perampasan harta benda. Puncaknya adalah ketika pada 17 Mei 2003, sekitar pukul 7 pagi, sebanyak 3 (tiga) truk reo berisikan ratusan pasukan berseragam

Hak Asasi Manusia

Page 6

X AK 1

militer dengan memakai topi baja, sepatu lars, membawa senjata laras panjang dan beberapa pucuk senapan mesin mendatangi desa Jambo Keupok dan memaksa seluruh pemilik rumah untuk keluar. Lelaki, perempuan, tua, muda, dan anak-anak semua disuruh keluar dan dikumpukan didepan rumah seorang warga. Para pelaku yang diduga merupakan anggota TNI Para Komando (PARAKO) dan Satuan Gabungan Intelijen (SGI) menginterogasi warga satu persatu untuk menanyakan keberadaan orang-orang GAM yang mereka cari. Ketika warga menjawab tidak tahu, pelaku langsung memukul dan menendang warga. Peristiwa tersebut mengakibatkan 4 warga sipil mati dengan cara disiksa dan ditembak, 12 warga sipil mati dengan cara disiksa, ditembak, dan dibakar hidup-hidup, 3 rumah warga dibakar, 1 orang perempuan terluka dan pingsan terkena serpihan senjata, 4 orang perempuan ditendang dan dipopor dengan senjata. Peristiwa ini juga membuat warga harus mengungsi selama 44 hari ke sebuah Mesjid karena takut anggota TNI akan kembali datang ke desa Jambo Keupok. 10 tahun sudah, warga Jambo Kepuok tidak memperoleh keadilan dari negara. Bahkan mereka hingga saat ini masih mengalami trauma. Banyak anak-anak korban yang tidak mampu melanjutkan pendidikan karena tidak memiliki biaya (berhenti pada SD, SLTP dan SLTA). Sementara, proses hukum terhadap para pelaku belum juga dilakukan. Untuk itu, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mendesak kepada komnas HAM agar segera melakukan penyelidikan terhadap peristiwa ini termasuk memeriksa para pelaku yang terlibat secara akuntabel dan transparan. Kami juga mendorong Pemerintah Aceh dan DPRA segera membahas dan membentuk Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) yang merupakan amanat dari MoU Helsinki tahun 2005. Jakarta, 17 Mei 2013 Badan Pekerja KontraS

Haris Azhar Koordinator
Artikel diatas adalah artikel mengenai tragedi Jambo Keupok, yang merupakan salah satu contoh pelanggaran HAM berat. HAM yang dilanggar dalam peristiwa diartikel tersebut adalah hak asasi pribadi, hak asasi hukum, dan hak asasi peradilan.

Hak Asasi Manusia

Page 7

X AK 1

BAB III
Penutupan
A. Kesimpulan HAM adalah hak-hak dasar yang dimiliki oleh manusia sesuai dengan kiprahnya. Setiap individu mempunyai keinginan agar HAM-nya terpenuhi, tapi satu hal yang perlu kita ingat bahwa jangan pernah melanggar atau menindas HAM orang lain. HAM setiap individu dibatasi oleh HAM orang lain. Dalam Islam, Islam sudah lebih dulu memperhatikan HAM. Ajaran Islam tentang Islam dapat dijumpai dalam sumber utama ajaran Islam itu yaitu AlQur’an dan Hadits yang merupakan sumber ajaran normatif, juga terdapat dalam praktik kehidupan umat Islam. Dalam kehidupan bernegara HAM diatur dan dilindungi oleh perundang-undangan RI, dimana setiap bentuk pelanggaran HAM baik yang dilakukan oleh seseorang, kelompok atau suatu instansi atau bahkan suatu Negara akan diadili dalam pelaksanaan peradilan HAM, pengadilan HAM menempuh proses pengadilan melalui hukum acara peradilan HAM sebagaimana terdapat dalam Undang-Undang pengadilan HAM. B. Saran Sebagai makhluk sosial kita harus mampu mempertahankan danmemperjuangkan HAM kita sendiri. Di samping itu kita juga harus bisa menghormati dan menjaga HAM orang lain jangan sampai kita melakukan pelanggaran HAM. Dan jangan sampai pula HAM kita dilanggar dan dinjakinjak oleh orang lain. Jadi dalam menjaga HAM kita harus mampu menyelaraskan dan mengimbangi antara HAM kita dengan HAM orang lain.

Hak Asasi Manusia

Page 8

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->