P. 1
BIMBINGAN KONSELING

BIMBINGAN KONSELING

|Views: 44|Likes:
Dipublikasikan oleh Naufal Faruq

More info:

Published by: Naufal Faruq on Sep 06, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/02/2013

pdf

text

original

DISUSUN OLEH 1. DEWI MUTIARAWATI S (4315116637) 2. INTAN PERMATA SARI (4315116628) 3. PRAMESTI (4315115993) 4. SITI NURAISAH (4315116631) 5.

WIDI ANDHIKA SANDY (4315115981)

PENDIDIKAN GEOGRAFI 2011 FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan karunianya kepada kami ,sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik,tanpa halangan suatu apapaun. Dalam makalah ini kami akan menjelaskan mengenai “BIMBINGAN KONSELING”. Dalam penyusunan makalah ini masih banyak sekali hambatan yang kami hadapi. Namun kami ini menyadari, lain bahwa kelancaran dalam dan penyusunan makalah tidak berkat bantuan,dorongan

bimbingan dosen, orang tua dan teman-teman . Oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada: 1. Ibu dosen selaku pembimbing matakuliah profesi pendidikan telah memberikan bantuan dalam menyelesaikan makalah ini. 2.Teman-teman yang telah memberikan dukungan dan membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini. 3.Orang tua,saudara yang telah memberikan dukungan kepada kami. Semoga makalah ini bermanfaat bagi semuanya,serta dapat yang

menambah pengetahuan bagi yang membacanya. Makalah ini masih jauh dari sempurna maka dari itu kami selalu mengharapakan kritik dan saran dari semuanya.Sekian dari kami ada kurang lebihnya kami mohon maaf.Terimakasih

Jakarta, Oktober 2012

Penyusun i

DAFTAR PUSTAKA
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………… ……………….i DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………………… …………….ii BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Masalah……………………………………………………………………….1 1.2 Rumusan

Masalah………………………………………………………………………… ……..2 1.3 Tujuan…………………………………………………………………………

………………………..2 BAB II PEMBAHASAN 2.1. Bagaimanakah Hakikat dan Latar Belakang Pentingnya BK di

Sekolah?..3 2.2. Apakah Pengertian

BK?.............................................................................4 2.3. Apakah Tujuan dan Fungsi

BK?..................................................................5

.......11 2........23 4............... Latar Belakang Masalah Bimbingan dan konseling merupakan kegiatan yang bersumber pada kehidupan manusia.. Kenyataan menunjukkan bahwa manusia di ...... Apakah Prinsip Pelaksanaan BK dan Azas BK di Sekolah?......1 Kesimpulan………………………………………………………………………………… ………...........I........4.......6..........5................18 BAB III PENUTUP 4........ Bagaimanakah Peran Guru Dalam Pelaksanan BK di Sekolah?.......................2 Saran………………………………………………………………………………………… …………23 DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………………………… ………….... Apakah Program BK di Sekolah?..............7 2... Bagaimanakah Aplikasi Layanan BK?...14 2...7.. Bagaimanakah Orientasi Layanan BK di Sekolah?..........24 ii BAB I PENDAHULUAN I....2......15 2...............................8..

Meskipun keberadaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah sudah lebih diakui sebagai profesi. sebagian pengawas. Kerja sama ini akan menjamin tersusunnya program bimbingan dan konseling yang komprehensif. Rumusan Masalah . tetapi tidak sedikit manusia yang tidak mampu mengatasi persoalan bila tidak dibantu orang lain. para siswa. Khususnya bagi yang terakhir inilah bimbingan dan konseling diperlukan. juga sering muncul tudingan miring terhadap guru bimbingan dan konseling di sekolah.2. orang tua siswa bahkan dari guru BK sendiri. Manusia tidak sama satu dengan yang lain. namun masih ada persepsi negatif tentang bimbingan dan konseling terutama keberadaannya di sekolah dari para guru. memenuhi sasaran.dalam kehidupannya menghadapi persoalan-persoalan yang silih berganti. kepala sekolah. Selain persepsi negatif tentang BK. Dalam makalah ini akan saya khususkan pembahasan tentang bimbingan dan konseling di sekolah oleh guru bimbingan konseling dan tenaga-tenaga lainnya disekolah. baik dalam sifat maupun kemampuannya. 1 I. Pada pelaksanaan bimbingan dan konseling di Sekolah guru memiliki perananan yang sangat penting karena guru merupakan sumber yang sangat menguasai informasi tentang keadaan siswa. Sekolah merupakan lembaga formal yang secara khusus dibentuk untuk menyelenggarakan pendidikan Bagi warga masyarakat. Ada manusia yang sanggup mengatasi persoalan tanpa bantuan pihak lain. kerja sama konselor dengan personel lain di sekolah merupakan suatu syarat yang tidak boleh ditinggalkan. serta realistik. Di dalam melakukan bimbingan dan konseling.

Bagaimanakah Orientasi Layanan BK di Sekolah? 7. Apakah Tujuan dan Fungsi BK? 4. Tujuan 1. Peran Guru Dalam Pelaksanan BK 2 . Bagaimanakah Peran Guru Dalam Pelaksanan BK di Sekolah? I. Sekolah? Bagaimanakah Hakikat dan Latar Belakang Pentingnya BK di 2. Untuk Mengetahui Program BK di Sekolah 8. Untuk Mengetahui Prinsip Pelaksanaan BK dan Azas BK 5. Untuk Mengetahui Pengertian BK 3. Bagaimanakah Aplikasi Layanan BK? 6. Untuk Mengetahui Aplikasi Layanan BK 6. Untuk Mengetahui Orientasi Layanan BK 7. Apakah Prinsip Pelaksanaan BK dan Azas BK di Sekolah? 5. Untuk Mengetahui Hakikat dan Latar Belakang Pentingnya BK di Sekolah 2. Untuk Mengetahui Tujuan dan Fungsi BK 4.3. Apakah Pengertian BK? 3. Apakah Program BK di Sekolah? 8.1.

dan demikian pula globalisasi membuat perubahan Manusia tidak dapat mengelak dari perubahan-perubahan itu. 1990). yakni: (a) terdapat persamaan dan perbedaan antara orang yang satu dengan lainnya. manusia Manusia sebagai selayaknya mencerminkan kualitas paling tinggi derajatnya serta berkembangnya secara optimal keempat dimensi kemanusiaannya tersebut. (c) hidup manusia mengikuti aturan-aturan tertentu. masyarakat dunia. Hakikat Latar Belakang Pentingnya BK di Sekolah Keberadaan manusia di masyarakat termasuk peserta didik baik secara perse-orangan maupun secara kelompok terlihat gejala yang mendasar. (b) setiap orang memerlukan orang lain. menunjukkan bahwa keadaan masyarakat Indonesia bahkan dunia kian Teknologi berkembang atau berubah. Informasi demikian pesat perkembangannya. Selayaknya seutuhnya makhluk yang manusia menunjukkan suatu keutuhan. dan dimensi keberagamaan (religiusitas) (Prayitno. (d) hidup itu tidak hanya di dunia fana tetapi juga menjangkau kehidupan di akhirat. globalisasi dan derasnya arus informasi akan memberikan dampak yang besar terhadap seluruh warga masyarakat termasuk peserta didik maupun yang optimistik. dimensi kesusilaan (moralitas). Gejala yang mendasar ini dapat dirumuskan sebagai dimensi kemanusiaan. Dalam menghadapi perubahan itu ada yang pesimis namun juga ada yang optimis.BAB II PEMBAHASAN 2. Dengan kata lain.I. baik yang menyikapinya secara pesimistik . yang mencakup: dimensi keindividualan (individualitas). Fenomena atau gejala di sisi lain. dimensi kesosialan (sosialitas).

2. sementara kegagalan kesulitan dalam dalam melaksanakan tugas tersebut akan menimbulkan rasa tidak bahagia. 1961:2). khususnya peserta didi sekolah menengah. mereka tengah melakukan proses-proses untuk mencapai tugas-tugas perkembangannya yang merupakan tugas yang harus dilakukan. yang jika berhasil akan menimbulkan rasa bahagia dan membawa ke arah keberhasilan dalam melaksa-nakan tugas-tugas berikutnya. baik anak-anak.Untuk diperlukan suatu profesional yang salah satunya dan selama ini sudah berjalan adalah layanan bimbingan dan konseling. 3 Tugas perkembangan adalah tugas-tugas yang muncul pada saat atau suatu peride tertentu dari kehidupan individu. Untuk dapat mewujudkan dirinya sebagai individu yang ”utuh”. Pengertian BK Secara kebahasaan istilah bimbingan dan konseling berasal dari bahasa Inggris yaitu “Guidance and Counseling”.2. warga masyarakat termasuk peserta didik mutlak perlu melakukan penyesuaian pribadi yang diri sedemikian itu rupa sehingga dapat terhindar dari diri sebagai bantuan layanan kemungkinan mengalami kegagalan dalam mewujudkan ”utuh”. agar orang yang dibimbing mendapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri.Sebagai peserta didik. dengan memanfaatkan kekuatan individu yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku.Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu. ditolak oleh masyarakat dan mengalami menghadapi tugas-tugas berikutnya (Havighurst. remaja. maupun dewasa. Pada prinsipnya bimbingan mengandung unsur pokok sbb: .

5. 3. dan terarah kepada tujuan.1. Interaksi antara klien dan konselor berlangsung dalam waktu yang relatif lama. Konseling melibatkan dua orang yang saling berinteraksi dan mengadakan komunikasi langsung. Model interaksi terbatas pada interaksi verbal antara klien dan konselor. 5. 3. Tujuan hubungan konseling adalah terjadinya perubahan tingkah laku klien. Merupakan proses yang dinamis 6. 6. Adanya penggunaan media dan pendekatan pribadi. 2. Namun pada dasarnya konseling mengandung hal-hal pokok sbb: 1. 4. Bisa diberikan kepada individu maupun kelompok. berencana. Bertujuan agar seserang bisa mengembangkan diri secara optimal. terus menerus. disengaja. Didasari atas penghargaaan harkat dan martabat manusia. Bahwa bimbingan dilakukan secara sistematis. Bimbingan hendaknya dilaksanakan sesuai dengan norma-norma yang berlaku. . 2. 4 Konseling adalah suatu proses memberi bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (yang disebut konselor)kepada individu yang sedang mengalami suatu masalah (disebut klien)yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien. Dapat diberikan kepada siapa saja. 4. Merupakan proses yang berkelanjutan.

dan norma agama). konseli diharapkan mampu . pendidikan.Tujuan umum Pada dasarnya tujuan Bimbingan Konseling secara umum adalahuntuk membantu individu memperkembangkan diri secara optimal sesuai dengan tahap perkembangan dan predisposisi yang dimilikinya (seperti kemempuan dan bakat-bakatnya). pekerjaan. Berdasarkan pemahaman ini. 2. serta dengan tuntutan positif lingkungannya.Dengan demikian maka dapat dirumuskan bahwa konseling adalah suatu proses memberi bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (konselor) kepada individu yang sedang mengalami suatu masalah (klien) yang bertujuan mengatasi masalah yang dihadapi klien. Fungsi Pemahaman.Tujuan khusus Tujuan khusus Bimbingan Konseling merupakan penjabaran tujuan umum yang dikaitkan sengan masalah individu yang bersangkutan sesuai dengan kompleksitas permasalahan yang dialami individu tersebut. berbagai latar belakang yang ada (keluarga. yaitu fungsi bimbingan dan konseling membantu konseli agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan. Tujuan dan Fungsi BK Tujuan Bimbingan Konseling meliputi: 1. status sosial ekonomi).3. 5 2. Fungsi Bimbingan dan Konseling adalah : 1.

Melalui fungsi ini. yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang bersifat kuratif. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling. informasi. dan karyawisata. Fungsi Penyembuhan. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah pelayanan orientasi. 3. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada konseli yang telah mengalami masalah. diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming). supaya tidak dialami oleh konseli. sosial. konselor memberikan bimbingan kepada konseli tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. tutorial. yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya.mengembangkan potensi dirinya secara optimal. Fungsi Pengembangan. maupun karir. baik menyangkut aspek pribadi. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. 2. Fungsi Preventif. 4. penyalahgunaan obatobatan. merokok. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para konseli dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan. dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. belajar. drop out. . yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. 5. dan bimbingan kelompok. home room. dan pergaulan bebas (free sex). Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu konseli mencapai tugas-tugas perkembangannya. diantaranya : bahayanya minuman keras. dan remedial teaching. yang memfasilitasi perkembangan konseli. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah pelayanan informasi.

kepala Sekolah/Madrasah dan staf. memberikan kemudahan kepada konseli dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Fungsi Adaptasi. rasional dan memiliki perasaan yang tepat sehingga dapat mengantarkan mereka kepada tindakan atau kehendak yang produktif dan normatif. yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli memilih kegiatan ekstrakurikuler. Fungsi Perbaikan. dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan. minat. . bakat. kemampuan. untuk Fungsi Pemeliharaan. 6 11. selaras dan seimbang seluruh aspek dalam diri konseli. jurusan atau program studi. Dalam melaksanakan fungsi ini. 7. 9. konselor.6. yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli sehingga dapat memperbaiki kekeliruan dalam berfikir. yaitu fungsi bimbingan dan konseling membantu konseli supaya dapat menjaga diri dan mempertahankan situasi kondusif yang telah tercipta dalam dirinya. yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif. yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan. Fungsi Penyaluran. Konselor melakukan intervensi (memberikan perlakuan) terhadap konseli supaya memiliki pola berfikir yang sehat. Fungsi Fasilitasi. konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan. keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. 8. dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat. 10. berperasaan dan bertindak (berkehendak). Fungsi Penyesuaian. serasi. dan kebutuhan konseli.

Prinsip ini berarti bahwa bimbingan diberikan kepada semua konseli atau konseli. Pelaksanaan fungsi ini diwujudkan melalui program-program yang menarik. baik anak-anak.4. 3. Bimbingan dan konseling sebagai proses individuasi . karena bimbingan dipandang sebagai satu cara yang menekan aspirasi. Dalam kenyataan masih ada konseli yang memiliki persepsi yang negatif terhadap bimbingan. maupun dewasa. Prinsip-prinsip ini berasal dari konsep-konsep filosofis tentang kemanusiaan yang menjadi dasar bagi pemberian pelayanan bantuan atau bimbingan. Bimbingan dan konseling diperuntukkan bagi semua konseli . baik di Sekolah/Madrasah maupun di luar Sekolah/Madrasah. Prinsip ini juga berarti bahwa yang menjadi fokus sasaran bantuan adalah konseli. Prinsip-prinsip itu adalah: 1. dan melalui bimbingan konseli dibantu untuk memaksimalkan perkembangan keunikannya tersebut.Fungsi ini memfasilitasi konseli agar terhindar dari kondisi-kondisi yang akan menyebabkan penurunan produktivitas diri. Bimbingan menekankan hal yang positif . baik pria maupun wanita. . dan lebih diutamakan teknik kelompok dari pada perseorangan (individual). Setiap konseli bersifat unik (berbeda satu sama lainnya). rekreatif dan fakultatif (pilihan) sesuai dengan minat konseling 2. Prinsip Pelaksanaan BK dan Azas BK Terdapat beberapa prinsip dasar yang dipandang sebagai fundasi atau landasan bagi pelayanan bimbingan. remaja. baik yang tidak bermasalah maupun yang bermasalah. Dalam hal ini pendekatan yang digunakan dalam bimbingan lebih bersifat preventif dan pengembangan dari pada penyembuhan (kuratif). 2. meskipun pelayanan bimbingannya menggunakan teknik kelompok.

Bimbingan bukan hanya tugas atau tanggung jawab konselor. Bimbingan dan konseling Berlangsung dalam Berbagai Setting (Adegan) Kehidupan.Bimbingan diarahkan untuk membantu konseli agar dapat melakukan pilihan dan mengambil keputusan. dan bimbingan memfasilitasi konseli untuk memper-timbangkan. 6. Kehidupan konseli diarahkan oleh tujuannya. bimbingan cara diri untuk sendiri. . menyesuaikan diri. Bimbingan mempunyai peranan untuk memberikan informasi dan nasihat kepada konseli. dan tetapi pada juga di lingkungan Bidang perusahaan/industri. Pengambilan Keputusan Merupakan Hal yang Esensial dalam Bimbingan dan konseling.7 4. Bimbingan dan konseling Merupakan Usaha Bersama. Pemberian pelayanan bimbingan tidak hanya berlangsung keluarga. 5. 7. Tujuan utama bimbingan adalah mengembangkan memecahkan masalahnya mengambil keputusan. tetapi juga tugas guru-guru dan kepala Sekolah/Madrasah sesuai dengan tugas dan peran masing-masing. pemerintah/swasta. di Sekolah/Madrasah. bimbingan yang positif merupakan terhadap membangun pandangan memberikan dorongan. sebenarnya merupakan proses bantuan yang menekankan kekuatan kesuksesan. konseli tetapi untuk kemampuan yang harus dan dikembangkan. yang itu semua sangat penting baginya dalam mengambil keputusan. dan peluang untuk berkembang. Mereka bekerja sebagai teamwork. dan menyempurnakan tujuan melalui pengambilan keputusan yang tepat. Kemampuan untuk membuat pilihan secara tepat bukan kemampuan kemampuan bawaan. Sangat dan berbeda dengan karena pandangan tersebut. masyarakat lembaga-lembaga umumnya.

yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain. sosial. dan pekerjaan. 2. 8 Keterlaksanaan dan keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling sangat ditentukan oleh diwujudkannya asas-asas berikut. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban mengembangkan keterbukaan konseli (konseli). Asas keterbukaan. 1. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan tersebut. 3. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakanya segenap data dan keterangan tentang konseli (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan. Agar konseli . Asas kesukarelaan. 4. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin.pelayanan bimbingan pun bersifat multi aspek. Asas Kerahasiaan. Keterbukaan ini amat terkait pada terselenggaranya asas kerahasiaan dan adanya kesukarelaan pada diri konseli yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan. pendidikan. yaitu agar asas bimbingan (konseli) dan konseling menjadi yang menghendaki konseli yang sasaran pelayanan/kegiatan bersifat terbuka dan tidak berpura-pura. baik di dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. yaitu meliputi aspek pribadi. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan konseli (konseli) mengikuti/menjalani pelayanan/kegiatan yang diperlu-kan baginya.

dapat terbuka. mampu mengambil keputusan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar isi pelayanan terhadap sasaran pelayanan (konseli) yang sama kehendaknya selalu bergerak maju. Asas Kedinamisan. guru pembimbing terlebih dahulu harus bersikap terbuka dan tidak berpura-pura. Asas kegiatan. mendorong konseli untuk aktif dalam setiap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling yang diperuntukan 9 6. segenap 7. Kekinian. Dalam hal ini guru pembimbing perlu baginya. Pelayanan yang berkenaan dengan “masa depan atau kondisi masa lampau pun” dilihat dampak dan/atau kaitannya dengan kondisi yang ada dan apa yang diperbuat sekarang. mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri. Asas kemandirian. yaitu (konseli) asas bimbingan dan konseling bimbingan yang dan menunjuk pada tujuan umum bimbingan dan konseling. 5. yakni: konseli sebagai sasaran pelayanan konseling diharapkan menjadi konseli-konseli yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya. Asas Guru pembimbing hendaknya mampu mengarahkan yang yang dan pelayanan bimbingan asas objek dan dan konseling konseling bimbingan diselenggarakannya bagi berkembangnya kemandirian konseli. 8. tidak . yaitu agar asas konseli bimbingan (konseli) dan yang konseling menjadi yang menghendaki sasaran pelayanan berpartisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan pelayanan/kegiatan bimbingan. yaitu agar bimbingan sasaran menghendaki pelayanan konseling ialah permasalahan konseli (konseli) dalam kondisinya sekarang.

10 12. 11. Asas Keharmonisan. Asas Keahlian. dan kebiasaan yang berlaku. Dalam hal ini. Aplikasi Layanan BK .5. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar berbagai pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling. 9. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar segenap pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada dan tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma yang ada.monoton. adat istiadat. harmonis. Asas Keterpaduan. dan terpadu. dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu. ilmu pengetahuan. yaitu asas bimbingan dan konseling menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu (konseli) menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan konseli mengalihtangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli. para pelaksana pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling hendaklah tenaga yang benar-benar ahli dalam bidang bimbingan dan konseling. 10. hukum dan peraturan. 2. yaitu asas bimbingan dan konseling yang agar pelayanan dan kegiatan bimbingan dan menghendaki konseling diselenggarakan atas dasar kaidah-kaidah profesional. baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain. yaitu nilai dan norma agama. Untuk ini kerja sama antara guru pembimbing dan pihak-pihak yang berperan dalam penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling perlu terus dikembangkan. saling menunjang. yang Asas Alih Tangan Kasus.

Tujuan layanan informasi adalah membantu peserta didik agar dapat mengambil keputusan secara tepat. Layanan informasi pun berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman. sekurang-kurangnya diberikan dua kali dalam satu tahun yaitu pada setiap awal semester. Sedangkan kegiatan pendukung merupakan kegiatan untuk menopang terhadap keberhasilan layanan yang diberikan. pendidikan lanjutan). terutama lingkungan sekolah dan obyek-obyek yang dipelajari. pergaulan. baik dalam jenis layanan maupun kegiatan pendukung. yang berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman. 11 . Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional saat ini terdapat tujuh jenis layanan bimbingan konseling dan lima kegiatan pendukung.Kegiatan layanan bimbingan konseling merupakan kegiatan dalam rangka memenuhi fungsi-fungsi bimbingan dan konseling. kedua jenis layanan ini belum dijadikan sebagai kebijakan formal dalam sistem pendidikan. untuk mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik di lingkungan yang baru itu. Namun sangat mungkin ke depannya akan semakin berkembang. • Layanan Informasi: merupakan layanan yang memungkinan peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi (seperti : informasi belajar.  Kegiatan Layanan Bimbingan dan Konseling • Layanan Orientasi: Layanan orientasi merupakan layanan yang memungkinan peserta didik memahami lingkungan baru. Tujuan layanan orientasi adalah agar peserta didik dapat beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru secara tepat dan memadai. Namun. Para ahli bimbingan di Indonesia saat ini sudah mulai meluncurkan dua jenis layanan baru yaitu layanan konsultasi dan layanan mediasi. karier.

• Layanan Konseling Perorangan: merupakan layanan yang memungkinan peserta didik mendapatkan layanan langsung tatap muka (secara perorangan) untuk mengentaskan permasalahan yang dihadapinya dan perkembangan dirinya. kelompok belajar. Layanan Konseling Perorangan berfungsi untuk pengentasan dan advokasi. dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. Layanan pembelajaran berfungsi untuk pengembangan. dengan tujuan agar peserta didik dapat memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu. program latihan. jurusan/program studi. • Layanan Bimbingan Kelompok: merupakan layanan yang memungkinan sejumlah peserta didik secara bersama-sama melalui dinamika kelompok memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang serta pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial. dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan segenap bakat.• Layanan Pembelajaran: merupakan layanan yang memungkinan peserta didik mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik dalam menguasai materi belajar atau penguasaan kompetensi yang cocok dengan kecepatan dan kemampuan dirinya serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya. • Layanan Konseling Kelompok: merupakan layanan yang memungkinan peserta didik (masing-masing anggota kelompok) . minat dan segenap potensi lainnya. Layanan Penempatan dan Penyaluran berfungsi untuk pengembangan. Tujuan layanan konseling perorangan adalah agar peserta didik dapat mengentaskan masalah yang dihadapinya. kegiatan ko/ekstra kurikuler. magang. • Layanan Penempatan dan Penyaluran: merupakan layanan yang memungkinan peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran di dalam kelas. untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok.

• • Bimbingan produktif. Layanan Konseling Kelompok berfungsi untuk pengentasan dan advokasi.informasi tentang cara belajar yang efektif dan informasi sosial budaya. atau untuk menentukan arah suatu tujuan atau rencana yang dikehendaki. • Layanan informasi: bersama dengan layanan orientasi memberikan pemahaman kepada individu-individu yang berkepentingan tentang berbagai hal yang diperlukan untuk menjalani suatu tugas atau kegiatan. Bimbingan karier: untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pendidikan. dan bertanggungjawab.memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi melalui dinamika kelompok. Informasi yang dapat diberikan di sekolah di anataranya: informasi pendidikan. 12  Bidang layanan Bidang layanan konselor pendidikan di sekolah adalah • Bimbingan pribadi-sosial: untuk mewujudkan pribadi yang taqwa. mandiri. misalnya memperkenalkan siswa baru pada sekolah yang baru dimasukinya. informasi jabatan. dengan tujuan agar peserta didik dan dapat memperoleh kesempatan pribadi untuk melalui pembahasan pengentasan permasalahan dinamika kelompok. . belajar: untuk mewujudkan pribadi pekerja yang  Jenis layanan Layanan yang diberikan kepada peserta didik di sekolah meliputi: • Layanan orientasi: memperkenalkan seseorang pada lingkungan yang baru dimasukinya.

• Perbaikan: membebaskan klien dari berbagai masalah yang dihadapinya. penyaluran untuk studi lanjut atau untuk bekerja.• Layanan bimbingan penempatan dalam dan penyaluran: yang di membantu untuk dalamnya: menempatkan perkembangan individu lingkungan sesuai potensi-potensinya. maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan. Orientasi Layanan BK . masalah klien. konselor. • Pencegahan: mengupayakan tersingkirnya berbagai hal yang secara potensial dapat menghambat atau mengganggu perkembangan kahidupan individu. pemilihan kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti. 2. • Layanan bimbingan belajar: membantu siswa untuk mengatasi masalah belajarnya dan untuk bisa belajar dengan lebih efektif. Termasuk penempatan ke dalam kelompok belajar.6. • Layanan konseling individual: konseling yang diberikan secara perorangan. • Layanan bimbingan dan konseling kelompok: konseling yang dilaksanakan pada sekelompok orang yang mempunyai permasalahan yang serupa. 13  Fungsi layanan • Pemahaman: dipahaminya diri klien. penyaluran ke jurusan/program studi. • Pemeliharaan dan Pengembangan: memelihara segala sesuatu yang baik pada diri individu atau kalau mungkin mengembangkannya agar lebih baik. dan lingkungan klien baik oleh klien itu sendiri.

Pelayanan bimbingan dan konseling meliputi kegiatan berkenaan dengan individu untuk memahami kebutuhan-kebutuhannya. Setiap klien harus diterima sebagai individu dan harus ditangani secara individu. bagaimana. Satu persatu siswa yang menjadi tanggung jawab guru pembimbing perlu mendapat perhatian. 14 c. dikenali secara perorangan dan didekati serta dilayani secara perorangan. prayitno (1994) mengemukakan sebagai berikut : a. Orientasi perkembangan perkembangan individu merupakan konsep inti serta menjadi tujuan dari segenap layanan bimbingan dan konseling.Yang dimaksud dengan orientasi disini ialah pusat perhatian atau titik berat pandangan. serta untuk membantu individu agar dapat menghargai kebutuhan. 2004 ada tiga orientasi yaitu : 1. motivasi dan potensinya itu kearah pengembangannya yang optimal. d. Guru pembimbinglah orang atau pendidik disekolah yang paling mengetahui siapa. semua kegiatan yang di selenggarakan dalam rangka pelayanan bimbingan dan konseling diarahkan bagi peningkatan perwujudan diri sendiri setiap individu yang menjadi sasaran layanan. mengapa siswa asuhnya secara perorangan guru pembimbinglah yang paling dekat dan paling peduli kepada siswa asuhnya. dan pemanfaatan yang sebesar-besarnya bagi diri dan lingkungannya. 2. motivasimotivasinya dan kemampuan-kemampuan potensialnya. Merupakan suatu . yang semuanya unik. Menurut Prayitno. kemampuan dan perasaan klien serta untuk menyesuaikan programprogram pelayanan dengan kebutuhan klien secepat mungkin. Orientasi perorangan Orientasi perorangan maksudnya adalah guru pembimbing dalam kegiatan bimbingan dan konseling selalu menitikberatkan pandangannya pada siswa secara individual. b. Sehubungan dengan orientasi dalam pimbingan dan konseling ada beberapa kaidah atau ketentuan yang perlu diketahui. Merupakan tanggung jawab konselor untuk memahami minat.

meransang dan hendaknya peduli terhadap perkembangan siswa yang optimal secara peroranganlah yang menjadi tujuan upaya guru pembimbing untuk semua siswa asuhnya. dan (5) volume/beban tugas konselor. (3) format kegiatan. Orientasi permaslahan Sehubungan dengan kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah maka guru pembimbing sebagai orang yang bertanggung jawab dalam perkembangan bermasalah.7. 3. siswa guru memperhatikan pembimbing permasalahan siswa asuhnya secara perorangan terutama yang sedang dialami siswa. 15 Program pelayanan Bimbingan dan Konseling pada masing-masing satuan sekolah/madrasah dikelola dengan memperhatikan keseimbangan dan kesinambungan program antarkelas dan antarjenjang kelas. Guru pembimbing teramat peduli terhadap permasahan seluruh siswa asuhnya secara perorangan. Jika siswa bertanggung jawab membantu pengentasannya. guru pembimbing tetap waspada melakukan berbagai upaya pencegahan agar siswa tersebut tidak mengalami masalah. (2) jenis layanan dan kegiatan pendukung. Program Bimbingan dan Konseling Program Bimbingan dan KonselingProgram pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi. dengan substansi program pelayanan mencakup: (1) empat bidang. meransang dan meningkatkan perkembangan siswa. 2.kewajiban bagi guru pembimbing di sekolah untuk mendorong. sasaran pelayanan (4) . Program BK di Sekolah A. Jika ia tidak bermasalah. dan mensinkronisasikan program pelayanan Bimbingan dan Konseling dengan .

5.kegiatan pembelajaran mata pelajaran dan kegiatan ekstra kurikuler. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) >Bimbingan dan Konseling. Program Tahunan. Dilihat dari jenisnya. Manajemen Bimbingan dan Konseling Secara keseluruhan manajemen Bimbingan dan Konseling mencakup tiga kegiatan utama. Program Semesteran. 4. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan. program Bimbingan dan Konseling terdiri 5 (lima) jenis program. Program Bulanan. serta mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan fasilitas sekolah/ madrasah. . yaitu: 1. 2. yaitu : 1. 3. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. Perencanaan Perencanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling mengacu pada program tahunan yang telah dijabarkan ke dalam program semesteran. Program Harian. B. Program Mingguan. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan.

waktu. tempat. serta alat bantu yang digunakan (d) pelaksana layanan/kegiatan pendukung dan pihak-pihak yang terlibat (e) waktu dan tempat. dan pihak-pihak yang terkait. Pelaksanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah dapat berbentuk: . Rencana kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling mingguan meliputi kegiatan di dalam kelas dan di luar kelas untuk masing-masing kelas peserta didik yang menjadi tanggung jawab konselor. jenis kegiatan. substansi. Satu kali kegiatan layanan atau kegiatan pendukung Bimbingan dan Konseling berbobot ekuivalen 2 (dua) jam pembelajaran. insidental dan keteladanan. 2.bulanan serta mingguan. Program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang direncanakan dalam bentuk SATLAN dan SATKUNG dilaksanakan sesuai dengan sasaran. konselor berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pengembangan diri yang bersifat rutin. 16 Terdiri dari : (a) sasaran layanan/kegiatan pendukung (b) substansi layanan/kegiatan pendukung (c) jenis layanan/kegiatan pendukung. Volume keseluruhan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam satu minggu minimal ekuivalen dengan beban tugas wajib konselor di sekolah/ madrasah. Perencanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling harian yang merupakan penjabaran dari program mingguan disusun dalam bentuk SATLAN dan SATKUNG. Pelaksanaan Kegiatan Bersama pendidik dan personil sekolah/madrasah lainnya.

konseling kelompok. konseling perorangan. serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas. Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal. serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar jam kelas. bimbingan kelompok. penguasaan konten.(1) kegiatan tatap muka secara klasikal (2) kegiatan non tatap muka.. dan alih tangan kasus. Setiap kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dicatat dalam laporan pelaksanaan program (LAPELPROG). Kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah dapat berbentuk kegiatan tatap muka maupun non tatap muka dengan peserta didik. dan (2) penilaian proses. penempatan dan penyaluran. 3. Satu kali kegiatan muka layanan/pendukung dalam kegiatan kelas. 17 Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan informasi. Penilaian Kegiatan Penilaian kegiatan bimbingan dan konseling terdiri dua jenis yaitu: (1) penilaian hasil. Penilaian hasil kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dilakukan melalui: . diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah.Sedangkan kegiatan non tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi. untuk menyelenggarakan layanan orientasi. pemanfaatan kepustakaan. kunjungan rumah. himpunan data. dan mediasi. kegiatan instrumentasi. Bimbingan dan Konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) pembelajaran 50% tatap Kegiatan pelayanan dan Bimbingan dan Konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum dari seluruh pelayanan Bimbingan Konseling. kegiatan konferensi kasus.

bakat.8. yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan kegiatan pendukung Bimbingan dan Konseling untuk mengetahui perolehan peserta didik yang dilayani. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan dan kegiatan pendukung Bimbingan dan Konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung Bimbingan dan Konseling terhadap peserta didik. Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG). Tugas guru bimbingan dan konseling/konselor yaitu membantu peserta didik dalam: 1. wewenang dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan peserta konseling/konselor terkait dengan pengembangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial dan industrial yang harmonis. Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN). dan kepribadian peserta didik di sekolah/madrasah.1. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami. Penilaian segera (LAISEG). 2. dinamis. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan atau kegiatan pendukung. Peran Guru Dalam Pelaksanan BK Guru konseling bimbingan terhadap dan konseling/konselor didik. minat. potensi. 18 3. menilai bakat dan minat. 2. Pengembangan kehidupan pribadi. Tugas guru memiliki bimbingan tugas. dan tanggungjawab. 2. . Pengembangan kehidupan sosial. berkeadilan dan bermartabat.

strategi belajar-mengajar. serta memilih dan mengambil keputusan karir. Perkembangan pendidikan Perkembangan pendidikan akan selalu terkait dengan perkembangan lingkungna secara umum. Sosial maupun pribadi. memori dan pola berpikir anak . 1. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar untuk mengikuti pendidikan sekolah/madrasah secara mandiri. guru dan masyarakat harusnya memahami bahwa tugas sebagai guru hanya kesuksesan anak itu bukan hanya mampu mendapatkan nilai yang tinggi tetapi juga mampu mengembangan nilai spritual (kecerdasan spritual) dan kecerdasan emosian yang terkadang kecerdasan emosian dan spiritual yang mampu membawa kesuksesan terhadap anak dalam kehidupan di masyarakat. Perkembangannya ini akan mempengaruhi kehidupan siswa baik dalam bidang akademik. Dengan demikian . 19 Dalam belajar haruslah diperhatikan faktor yang memperbaruhi sisiwa dalam memperoleh dan mengingat pengetahuan . Pengembangan karir.3.ingatan. Orang tua. Salah satu ciri perkembangan pendidikan adalah perubahan dalam berbagai komponen sistem pendidikan seperti kurikulum. 4. Oleh sebab itu guru haruslah memperhatikan hal tersebut dalam memlakukan pembelajaran dikelas dengan memperhatikan hal tersebut. Pengembangan kemampuan belajar. Dalam melakukan proses pembelajaran dikelas maupun membimbing anak-anak dan siswa guru harus memperhatikan segala aspek psikologi .perkembangan . alat bantu mengajar dan sebagainya. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi.

guru tudak hanya sebagai pengajar namun juga sebagai pendidik. yaitu pendekatan senantiasa berkembang secara dinamis. seorang guru harus berperan sebagai: a. Ketiga. Peranan guru Tugas dan tanggung jawab pendidik yang paling utama ialah mendidik siswa untuk mencapai kedewasaan. kesehatan mental dan sebagainya. Petugas sosial . dengan demikian siswa sebagai subjek didik memerlukan bantuan dalam penyesuaian diri melalui layanan bimbingan. kecakapan. Dilihat dari segi dirinya. pekerjaannya. 20 Proses pendidikan menuntut adanya pendekatan yang lebih luas dari sekedar pengajaran. Untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan baik guru perlu memahami segala aspek pribadi anak didik. hal yang terkait dengan motovasi. dilihat dari hakikat pendidikan sebagai suatu usaha sadar dalam mengembangkan kepribadian. Guru harus punya informasi yang cukup untuk dirinya sehubungan dengan peranannya. Guru hendaknya mengenal dan memahami tingkat perkembangna anak didik. Guru seyogyanya dapat menggunakan pendekatan pribadi dalam mendidik para siswanya melalui layanan bimbingan. 2. kesehatan mentalnya dan tingkat kecakapan mental yang harus dimilikinya.siswa diharapkan mampu melakukan penyesuaian diri untuk mencapai sukses yang berarti dalam keseluruhan proses belajarnya. Salah satu tugas guru yang berkaitan dengan hal tersebut yaitu guru perlu mengenai dan memahami dirinya sendiri. Pertama. kebutuhan dan motivasinya. Tiga hal pokok yang menjadi latar belakang perlunya bimbingan dilihat dari segi pendidikan.

Ahli psikologi pendidikan Guru sebagai petugas psikologi pendidikan yang melaksanakan tugasnya atas dasar prinsip-prinsip psikologi.Dalam kegiatan-kegiatan masyarakat. guru dapat dipandang sebagai: a. c. Seniman . 21 e. Dalam arti luas sekolah merupakan keluarga dan guru sebagai orang tua bagi siswasiswanya d. guru senantiasa merupakan petugas yang dapat dipercaya untuk berpartisipasi di dalamnya. b. b. Orang tua Sekolah merupakan lembaga pendidikan setelah keluarga. Pemberi keamanan Guru senantiasa mencarikan rasa aman bagi siswanya. menjadi tempat berlindung bagi siswa untuk memperoleh rasa aman dan puas di dalamnya. Ditinjau dari aspek psikologi. Pemberi keteladanan Guru senantiasa menjadi teladan bagi siswa dan menjadi ukuran bagi norma tingkah laku. Pelajar dan ilmuan Guru harus senantiasa belajar untuk mengikuti pengetahuan dan menjadi spesialis sesuai dengan bidang yang dikuasainya.

Petugas kesehatan mental Guru bertanggung jawab terhadap pembinaan kesehatan mental khususnya bagi siswanya. Catalytic agent Guru sebagai orang yang mempunyai pengaruh dalam menimbulkan pembaharuan e. Pembentuk kelompok Guru berperan sebagai pembentuk kelompok sebagai jalan atau alat dalam pendidikan. Guru Sebagai Direktur Belajar Proses belajar-mengajar mempunyai arti yang lebih luas daripada pengertian mengajar.Guru diharap mampu membuat hubungan antara manusia untuk tujuan tertentu dengan menggunakan teknik tertentu khususnya dalam kegiatan pendidikan. c. Dalam proses belajar-mengajar tersirat adanya suatu kesatuan aktivitas yang tak terpisahkan dan interaksi antara guru dan siswa. bahwa Program Bimbingan Konseling di Sekolah merupakan suatu program yang sangat penting dan dibutuhkan Bimbingan untuk memajukan Disekolah sekolah.1. d. J. dapat Dengan membantu adanya sekolah Program dalam Konseling . Kesimpulan Kesimpulan dari makalah kami adalah. 22 BAB III PENUTUP 3. Dalam hal ini akan terjadi proses perubahan tingkah laku.

Program BK disekolah sangat membantu pengembangan potensi siswa. jika siswa dapat mengetahui potensi nya maka siswa dapat lebih mengasah dan mengembangkan potensinya tersebut.menangani masalah-masalah yang dialami oleh siswa. dengan adanya peningkatan kualitas konselor maka akan memberikan dampak yang positif bagi perkembangan dunia pendidikan. 3. Menjadi seorang konselor merupakan suatu hal yang berat.com/2010/12/bimbingan-konseling-dan-peranguru.blogspot. Dengan adanya Program BK di Sekolah dapat membantu pihak sekolah menyalesaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh peserta didik. Maka seorang konselor harus mempunyai kemauan yang keras untuk memajukan sekolah dan memajukan pendidikan. 23 DAFTAR PUSTAKA http://baehaqi. dikarenakan seorang konselor harus mempunyai program-program dan tanggung jawab yang sangat besar.html .2 Saran Saran kami adalah perlunya peningkatan kualitas seorang konselor.

infodiknas.com/2012/04/peranan-guru-dalambimbingan-konseling-sekolah http://akhmadsudrajat.wordpress.files.wordpress.com/program-bimbingan-dan-konseling-di-sekolahdan-peranan-guru-dalam-pelaksanaannya/ http://ewintri.com/2008/03/14/fungsi-prinsip-danasas-bimbingan-dan-konseling/ http://www.com/tag/program-bimbingan-konseling-disekolah/ 24 .wordpress.http://febroeldefila.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->