Anda di halaman 1dari 35

Oleh : Elit (105103003407)

Pembimbing : Dr. Amrizal Umran, SpU

Hipospadia merupakan anomali perkembangan pada pria berupa muara uretra terletak pada sisi bawah penis atau pada perineum. Oleh karena penampakan hipospadia yang sangat berpengaruh terhadap bentuk dan fungsi penis sebagai saluran pengeluaran urin dan juga sebagai alat seksual dikemudian hari yang akan berpengaruh terhadap fertilitas. Hal itu menjadikan hipospadia sebagai salah satu kelainan kongenital penis yang sangat penting untuk diketahu

Nama : Usia : Jenis Kelamin : Alamat :

Tn. OW 20 tahun Laki-laki Jl. M. Kahfi I Gg Asyakirih RT 06/RW 01 Cipedak Jagakarsa Status Pernikahan : Belum menikah Pekerjaan : Pelajar Agama : Islam

Lubang kemaluan berada di batang penis bagian bawah sejak lahir

Pasien laki-laki usia 20 tahun datang dengan keluhan lubang kemaluan berada di batang penis bagian bawah. Pasien mengaku jika BAK keluar memancar ke bawah. Menurut pasien, pasien tidak merasa ada keluhan saat BAK dan penis pasien tidak bengkok jika sedang ereksi. Pasien mengaku tidak ada riwayat trauma terhadap penisnya. Pasien menyadari BAK tidak memancar lurus ke depan tetapi memancar ke bawah penis ketika masih kecil.

Menurut Ibu pasien, segera setelah lahir pasien terlihat ada keanehan BAK yaitu memancar ke bawah tidak seperti bayi yang lain. Ibu pasien mengira sakit pada anaknya akan hilang, tetapi tidak kunjung hilang hingga pasien dewasa. Pasien merupakan anak pertama dari dua bersaudara, adiknya laki laki tidak menderita kelainan seperti ini. Ibu pasien mengaku tidak pernah menggunakan KB hormonal, pasien merupakan anak pertama dengan riwayat kelahiran normal cukup bulan berat lahir 3100 gram. Ibu pasen kontrol ANC di dokter kandungan rutin, gizi cukup. Ibu pasien juga tidak banyak mengkonsumsi ayam, lingkungan tempat tinggal tidak ada pabrik. Ibu pasien adalah seorang ibu rumah tangga dan bapak pasien seorang pedagang.

Ibu pasien pernah membawa pasien ke dokter anak ketika usia 1,5 tahun dan dianjurkan untuk menunggu hingga usia dewasa jika ingin diperbaiki. Pada usia 13 tahun, pasien dibawa ke dokter untuk disunat. Menurut keluarga pasien, dokter pada saat itu menyarankan untuk disunat saja tetapi kelainannya diperbaiki setelah usia dewasa dan sunat tetap dilakukan.

Keluarga pasien pada saat itu ingin mengobati pasien, tetapi karena faktor biaya dan penjelasan dokter yang mengatakan tidak ada masalah jika tindakan tidak dilakukan maka keluarga pasien menunda pengobatan pasien. Pasien pernah konsultasi ke dr. bedah plastik di salah satu RS di jakarta dan dikatakan perlu dua kali tindakan. Keluaga pasien tidak puas dengan penjelasan dokter tersebut dan membawa pasien ke RS. Fatmawati.

Riwayat Penyakit Dahulu Hipertensi (-), DM (-), Alergi (-), Riwayat TB Paru (Pengobatan tuntas) RS Fatmawati 2009, Riwayat trauma (-), Riwayat operasi (-)

Riwayat Penyakit Keluarga Tidak ada anggota keluarga yang mempunyai keluhan seperti pasien

Status generalis dalam batas normal

Sudut costo vertebra Inspeksi: benjolan (-), memar (-), trauma (-) Palpasi : benjolan (-), nyeri (-) Perkusi : nyeri ketok (-) Supra simpisis Inspeksi : benjolan (-), jejas (-), skar operasi (-) Palpasi : benjolan (-), massa (-), nyeri (-) Perkusi : buli-buli penuh

Genitalia eksterna : Merah (-), bengkak (-), nyeri (-), sekret darah (+), tanda radang (-), OUE middle (distal penile), chordee (-) Scrotum : Pembesaran (-), tanda radang (-), Benjolan (-) Rectal toucher : tidak dilakukan

PEMERIKSAAN HEMATOLOGI Hemoglobin Hematokrit Leukosit Trombosit

HASIL

NILAI RUJUKAN

15,6 g/dl 45 % 8,6 304 ribu/ul

13,2 17,3 gr/dl 33 - 45% 5.0 - 10 ribu/ul 150 - 440 ribu/ul

KIMIA KLINIK SGOT


SGPT Glukosa Sewaktu Ureum darah Kretinin darah Masa perdarahan Masa pembekuan

26U/l
27 U/l 85 g/dl 24 mg/dl 1,0 mg/dl 1,5 8

0-34
0-40 80-145 20-40 mg/dl 20-40 mg/dl 1-6 5-15

Pulmo : pleural reaction kiri, corakan bronkovaskuler kasar, bekas TB paru dengan post pleuritis kiri Cor : aorta normal, tidak tampak pembesaran jantung dengan CTR a+b = c <50%. Kesan : jantung dalam batas normal

Pasien laki-laki usia 20 tahun datang dengan lubang kemaluan berada di batang bagian bawah. Pasien mengaku jika BAK keluar memancar ke bawah. Menurut pasien, pasien tidak merasa ada keluhan saat BAK dan penis pasien tidak bengkok jika sedang ereksi. Pasien mengaku tidak ada riwayat trauma terhadap penisnya. Riwayat kelahiran pasien normal, ANC ibu pasien teratur di dokter kandungan, lingkungan jauh dari pabrik, riwayat KB hormonal (-).

Diagnosis Kerja Hipospadia penile distal Penatalaksanaan Urethroplasti

LAPORAN OPERASI (27 Juli 2010): Pasien dalam posisi terlentang A dan antisepsi genital dan sekitarnya Pasang NGT no. 14 Insisi kiri dan kanan muara urethra lama ke ujung gland penis / muara urethra baru, terjadi dua permukaan, dalam dan luar. Permukaan dijahit untuk menutupi NGT. Permukaan luar dijahit untuk menutupi jahitan antara permukaan dalam. Operasi selesai. Diagnosa post op : Hipospadia penile distal

Prognosis Quo ad vitam Quo ad fungsionam Quo ad sanactionam

: bonam : bonam : bonam

Berdasarkan hasil anamnesis didapatkan adanya keluhan lubang kemaluan berada dibatang penis. BAK memancar ke bawah, tetapi tidak ada keluhan saat berkemih. Pada anamnesis ditanyakan riwayat kehamilan, ANC, hamil cukup bulan, lingkungan tempat tinggal pasien tidak ada pabrik, dan tidak ada keluarga pasien yang menderita sakit seperti pasien. Menurut keluarga pasien, pasien diketahui sakit seperti ini sejak lahir.

Pasien didiagnosis Hipospadia berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Berdasarkan asanmnesis didapatkan keluhan lubang kemaluan berada dibatang penis bagian bawah dan BAK memancar ke bawah. Pasien mengaku jika sedang ereksi, batang penis lurus, tidak bengkok. Berdasarkan pemeriksaan fisik ditemukan lubang kemaluan berada di batang penis bagian bawah, tidak terdapat chordee. Tindakan pembedahan pada pasien ini yaitu dilakukan urethroplasty, membuat ostium uretra eksterna diujung glans penis sehingga pancaran urin dan semen bisa lurus ke depan.

Anatomi Penis

A. Pembagian uretra pria, B. Uretra prostatika

Hipospadia merupakan defek penyatuan uretra yang mengandung penutup bagian dorsal (tidak adanya kulit bagian ventral), chordee (kurvatura ventral dari penis), dan ujung uretra di bagian proksimal. Definisi hipospadia adalah kelainan kongenital berupa muara uretra yang terletak disebelah ventral penis dan sebelah proksimal ujung penis (ventroproksimal).

Angka kejadian hipospadia adalah 3,2 dari 1000 kelahiran hidup atau 1:300. Di Amerika Serikat, hipospadia diperkirakan terjadi sekali dalam kehidupan dari 350 bayi lakilaki yang dilahirkan. Di Kolumbia 1 dari 225 kelahiran bayi laki-laki. Berdasarkan data dari Biro Pusat Statistik tahun 2000 menurut kelompok umur dan jenis kelamin usia 0-4 tahun yaitu 10.295.701 anak yang menderita hipospadia sekitar 29 ribu anak yang memerlukan penanganan repair hipospadia.

Terjadi agenesis dari mesoderm, maka genital turbecle tidak terbentuk, sehingga penis juga tidak terbentuk. Bagian anterior dari membrana kloaka, yaitu membrana urogenitalia akan ruptur dan membentuk sinus. Sementara itu sepasang lipatan yang disebut genital fold akan membentuk sisi dari sinus urogenitalia. Bila genital fold gagal bersatu diatas sinus urogenitalia maka akan timbul hipospadia.

Pada hipospadia, uretra terlalu pendek sehingga tidak mencapai ujung glands penis. Hipospadia dapat berhubungan dengan aliran urin yang abnormal dan infertilitas.

Hipospadia terjadi karena gangguan perkembangan uretra anterior yang tidak sempurna sehingga uretra terletak dimana saja sepanjang batang penis sampai perineum. Faktor penyebab hipospadia antara lain : Faktor genetik Faktor etnik dan geografis Faktor hormonal Faktor pencemaran limbah industri

Kelainan hipospadia diketahui segera setelah kelahiran dan diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan fisik. Kelainan ini diketahui dimana letak muara uretra tidak di ujung glans penis tetapi terletak di ventroproksimal penis. Kelainan ini terbatas di uretra anterior sedangkan leher vesika urinaria dan uretra posterior tidak terganggu sehingga tidak ada gangguan miksi.

Lubang penis tidak terdapat di ujung penis, tetapi berada dibawah atau dasar penis. Penis melengkung kebawah. Penis tampak seperti berkerudung karena adanya kelainan pada kulit depan penis. Jika berkemih, anak harus duduk

Anterior (60-70%)
Hipospadia tipe gland. Hipospadia tipe coronal.

Middle (10-15%)
Hipospadia tipe penil.

Posterior (20%)
Hipospadia tipe penoscrotal. Hipospadia tipe perineal.

Chordectomi, melepaskan chordee sehingga penis bisa lurus kedepan saat ereksi (koreksi chordee/ ortoplasti). Uretroplasty, membuat ostium uretra eksterna diujung glans penis sehingga pancaran urin dan semen bisa lurus kedepan. Kemudian membuat glans.

Dorland. Kamus Kedokteran. Ed-29. Jakarta. EGC, Cetakan I :2002.Hal1061. Purnomo, Basuki B. Dasar-dasar Urologi, Anatomi Sistem Urogenitalia : Uretra. Ed-2. Jakarta. Sagung Seto, Cetakan V : 2009. Hal 4-5. Purnomo, Basuki B. Dasar-dasar Urologi, Kelainan Skrotum dan isinya : Hipospadia. Ed-2. Jakarta. Sagung Seto, Cetakan V : 2009. Hal 152-153. De Jong; Sjamsuhidajat.R. Buku Ajar Ilmu Bedah, BAB 38 Saluran Kemih dan Alat Kelamin Lelaki: Hipospadia. Ed-2. Jakarta. EGC, Cetakan I : 2005. Hal 747. Schwartz; Shires; Spencer. Intisari Prinsip-prinsip Ilmu Bedah, Urologi. Ed-6. Jakarta. EGC, Cetakan I : 2000. Hal 590. www.bedahugm.net/hipospadia http://medicastore.com, uniceffcorporation. Sunday, July 6th 2008. Borer, Joseph G. B. Retik, Alan. (2007). Hiposppadia. Philadelphia : Campbell-Walsh Urology, 9th ed vol 1. McAninch , Jack W.(2008). Disorders of the penis and male urethra : hypospadia. New York : Smiths General Urology 17th ed.