Anda di halaman 1dari 16

FAKTA Ny.

.s, 50 tahun KU: mual muntah setiap setelah makan dan minum sejak 3 hari yang lalu Muntah lebih dari 3x sehari 1 kali muntah 250 cc (1 gelas) 2 bulan yang lalu: badan terasa letih dan lesu; nafsu makan ; bb sekitar 4 kg Demam yang tidak tinggi sejak 1 bulan yang lalu; nyeri perut (-) Pasien mengeluh pandangan mata sering terasa gelap ketika bangun tidur dan duduk; bulu di ketiak dan kemaluan berkurang, rambut tidak rontok BAB & BAK tidak ada kelainan Riwayat konsumsi obat reumatik sejak 1 tahun yang lalu: karena mengeluhkan nyeri lutut kanan Sejak 5 bulan yang lalu obat dihentikan karena timbul bengkak di wajah
PEMERIKSAAN FISIK Kesadaran: kompos mentis TD 90/60 mmHg, Nadi 70x/menit suhu 36,5, RR 24x/menit Tb 158 cm dan BB 40 kg Kulit: tampak kehitaman di perut dan pinggang, tampak kelabu di pipi dan gusi Wajah moon face (-) Mata : konjungtiva anemis -/-, sklera ikteris -/ Leher: tidak ada kelainan, buffalo hump (-) Dada: jantung dan paru dalam batas yang normal Abdomen: BUN (+), NTE (-), meterismus (-) Ekstrimitas: nyeri dilutut kanan (+), krepitasi (+), akral hangat

PEMERIKSAAN PENUNJANG Hb= 12g/dl, leukosit 5500/mm, Ht: 37% Trombosit: 175.000/mm, LED 45 mm (jam pertama) Hitung jenis: 0/4/1/32/60/3 urinanalisa dan feses lengkap: dalam batas normal GDS: 70 mg/dl, Na: 128 mg/dl, K: 5,8 mg/dl, klorida:90mg/dl Kadar kolesterol serum basal (pagi hari): 12,60 ug/dl RKG: irama sinus 74x/menit aksis normal Na:128 mg/dl Foto thoraks: cord an pulmo dalam batas normal CT scan adrenal: kalsifikasi (+)

RUMUSAN MASALAH Apa yang menyebabkan Ny.S, 50 tahun mengalami mual dan muntah setelah makan dan minum disertai dengan riwayat badan letih lesu, bb turun, mata sering terasa gelap dan bulu ketiak serta kemaluan ikut berkurang? Bagaimana hubungannya penyakit Ny.S alami dengan riwayat konsumsi obat hijau sejak 1 tahun yang lalu? HIPOTESIS Yang menyebabkan terjadinya mual dan muntah setelah makan minum dan sisertai riwayat gejala-gejala lainnya disebabkan karena insufisensi kelenjar suprarenal Hubungannya dengan konsumsi obat hijau adalah obat tersebut dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada kelenjar suprarenal

Dehidrasi?? Ny.S, 50 tahun @muntah: 250 cc/ 1 gelas Mual dan muntah sejak 3 hari yang lalu setelah makan Gangguan pada lambung Riwayat maag -

ANALISIS MASALAH

infeksi Demam tidak tinggi sejak 1 bulan yg lalu

Keracunan makanan

Konsumsi obat sebelumnya Konsumsi obat hijau steroid

Tidak ada data

Jangka panjang
Efek pada tubuh

Insufisiensi adrenal

BIOSENTESIS HORMON ADRENOKORTEKS

Cushings syndrome comprises the symptoms and signs associated with prolonged exposure to inappropriately elevated levels of free plasma glucocorticoids. EPIDEMIOLOGY The incidence of pituitary-dependent Cushings syndromeis estimated to be 5 to 10 cases per million population per year. CLINICAL MANIFESTATIONS Centripetal obesity, moon face, hirsutism, and plethora.
fat depots over the thoracocervical spine (buffalo hump), in the supraclavicular region, and over the cheeks and temporal regions, giving rise to the rounded, moon-like facies. depression and lethargy Gonadal dysfunction is common, with menstrual irregularity in females and loss of libido in both sexes. In childhood, the most common presentation is with poor linear growth and weight gain Hypercortisolism results in thinning of the skin and separation and exposure of the subcutaneous vascular tissue. Myopathy Hypertension Infections Glucose intolerance Hypokalemic alkalosis Ocular effects include raised intraocular pressure and exophthalmos

CUSHING SYNDROME

ETIOLOGY

DIAGNOSIS

Insufisiensi Adrenal
Chronic primary adrenal insufisiency ( Addison Disease ) Penyakit ini berhubungan dengan kerusakan secara lambat dari kelenjar adrenal,dengan defisiensi kortisol, aldosterone, dan adrenal androgen dan kelebihan dari ACTH dan CRH yang berhubungan dengan hilangnya feedback negatif.
Patofisiologi Insufisiensi adrenal kronis terjadi ketika kelenjar adrenal gagal untuk mengeluarkan hormon dalam jumlah yang adekwat, untuk memenuhi kebutuhan fisiologis, walaupun ACTH keluar dari kelenjar pituitari.

Insufisiensi Adrenal
Chronic Secondary Adrenal Insuficiency Adalah penurunan kadar kortisol yang berlebihan, berhubungan dengan kehilangan fungsi secara lambat dari hypothalamus dan pituitari. Kadar kortisol dan ACTH keduanya menurun, tetapi kadar aldosteron dan adrenal androgen biasanya normal karena keduanya diregulasi diluar jalur hipotalamus hipofise.
Patofisiologi Insufisiensi adrenal kronis sekunder terjadi ketika steroid eksogen menekan hypothalamus-pituitaryadrenal axis (HPA). Bila terjadi penurunan dari steroid eksogen ini akan mencetuskan suatu krisis adrenal.atau stess yang akan meningkatkan kebutuhan kortisol.

AKTIVITAS HPA AXIS

PENGARUH PENGGUNAAN STEROID

Terapi kortikosteroid jangka panjang: menyebabkan supresi sekresi CRH dan ACTH yang menetap apabila terapi putus

KERJA STEROID DIDALAM SEL TARGET

Diagnosis
Chronic primary adrenal insufisiency ( Addison Disease ) Periksa kadar kortisol baseline pada pagi hari dan ACTH, lalu dilakukan cosyntropin (ACTH) stimulation test. Kadar kortisol biasanya rendah dan kadar ACTH tinggi dan eksogen ACTH tidak meningkatkan kortisol karena kelenjar adrenal tidak berfungsi. Pemeriksaan lebih lanjut tergantung dari kemungkinan penyebab penyakityaitu autoimun, infeksi dan keganasan Chronic Secondary Adrenal Insuficiency Periksa kadar kortisol baseline pada pagi hari dan kadar ACTH, lalu dilakukan test stimulasi cosyntropin (ACTH). Kadar kortisol dan ACTH biasanya rendah, eksogen ACTH meningkatkan kortisol pada kasus yang ringan atau onset baru dari insufisiensi adrenal sekunder. Jika kelainan yang terjadi sudah sangat lama maka cosyntropin test akan negatif karena berhubungan dengan kejadian adrenal atropi.

TATALAKSANA

DAFTAR PUSTAKA
IGN Adhiarta, Nanny NM Soetedjo. KRISIS ADRENAL. Sub Bagian Endokrinologi dan Metabolisme, Bagian Ilmu Penyakit Dalam : RS Hasan Sadikin/FK UNPAD Bandung Shlomo Melmed, MD., Kenneth S. Polonsky, MD., P. Reed Larsen, MD, FACP, FRCP., P. Reed Larsen, MD, FACP, FRCP. WILLIAMS Textbook of Endocrinology. 12th Edition. Elsevier : Philadelphia. 2011 Sudoyo, ilmu penyakit dalam volume 3. Jakarta, EGC: 2008 Lauralee, sherwood. Fisiologi manusia dari sel ke sistem edisi 11. Jakarta, EGC: 2008 katzung