Anda di halaman 1dari 14

Elemen Primer Pada elemen primer, reaksi kimia yang menyebabkan electron mengalir dari elektroda negatif (katoda)

ke elektroda positif (anoda) tidak dapat dibalik arahnya. Dengan demikian elemen initidak dapat dimuati kembali jika muatannya habis. Elemen primer ialah elemen elektrokimiayang memerlukan pergantian bahan-bahan pereaksi setelah memberikan sejumlah energi listrik kepada rangkaian luar. 1. Elemen Volta (elemen Galvani) Luigi Galvani (1737- 1798) menemukan bahwa bila kaki katak yang baru mati dikaitkan padatembaga kemudian disentuh pisau besi, maka kaki katak itu akan bergerak. Volta menyimpulkanperistiwa ini sebagai gejala listrik yang timbul karena kedua logam yang dihubungkan olehlarutan yang ada dalam kaki katak.Bila sebatang logam dimasukkan ke dalam larutan elektrolit, batang logam menjadi negatif sedangkan larutan menjadi bermuatan positif atau potensial larutan menjadi lebih tinggi daripadapotensial logam. Perbedaan potensial logam dari larutan dinamakan potensial kontak. Ternyata,setiap logam mempunyai potensial kontak yang berbeda.Sebuah elemen sederhana dapat dibuat berdasarkan prinsip diatas, yanitu dengan mencelupkanbatang tembaga (Cu) dan batang seng (Zn) kedalam larutan asam sulfat (H 2 SO 4 ) encer. Batangtembaga menjadi kutub positif atau anoda dan batang seng menjadi katoda. Beda potensial antaraanoda dan katoda adalah 1 volt.Dalam laritan, molekul-molekul asam sulfat akan terurai menjadi ion-ion hydrogen yangbermuatan positif dan ion-ion sulfat yang bermuatan negative. Elemen Volta mempunyaikelemahan, yaitu hanya dapat bekerja dalam waktu yang pendek sehingga tidak cocok untuk kehidupan sehari-hari. 2. Elemen Daniell Elemen ini dibuat oleh John Daniell pada tahun 1835. untuk mencegah terjadinya polarisasi,elektroda dilindungi oleh suatu bahan kimia yang disebut depolarisator. Pada elemen Daniellyang digunakan adalah tembaga sulfat (CuSO 4 ) yang dipisahkan dengan elektrolit asam sulfatencer oleh bejana berpori. Jadi, ion-ion masih dapat pergi dari elektroda ke elektroda lain melaluidepolarisator.

3. Elemen Leclanche basah dan kering (baterai) Elemen basah ini ditemukan oleh Leclanche tahun 1886. Elemen ini terdiri dari bejana kaa berisikarbon sebagai elektroda positif, batang seng sebagai elektroda negatif, larutan ammoniumklorida sebagai elektrolit, dan depolarisator mangan dioksida bercampur dengan sebuk karbondalam bejana berpori.Ketika ion-ion seng masuk kedalam larutan ammonium klorida , batang seng akan mejadinegative terhadap larutan logam. Ammonium klorida memberikan ion NH 4+ menembus bejanaberpori menuju batang karbon dan memberikan muatan positifnya pada batang karbon.Pada perkembangannya, elemen Leclanche berubah menjadi elemen kering (baterai) yang lebihmudah dipakai. Sebenarnya elemen kering diperoleh hanyadengan mengganti elektrolit larutanammonium klorida menjadi campuran pasta ammonium klorida dengan serbuk kayu, tepung ataugetah. 4. Elemen Weston Elemen ini menggunakan air raksa sebagai anoda dan amalgama cadmium sebagai katoda.Sebagai depolarisator digunakan campuran merkurosulfat dan kadmiumsulfat berbentuk pasta.Sebagai elektrolit digunakan larutan jenuh cadmium sulfat. Hablur-hablur kadmiumsulfatditambahkan untuk menjaga supaya larutan tetap jenuh. Elemen Kering (Baterai)

Elemen kering atau baterai adalah sumber tegangan yang dapat lebih lama mengalirkan aruslistrik daripada elemen Volta. Elemen kering dibuat pertama kali pada tahun 1866, kimiawanPerancis oleh George Leclanche. Elemen kering ini terdiri atas Zn yang berbentuk bejana danlogam dalam Zn ini dilapisi karbon (batang arang). Karena batang arang memiliki potensial lebihtinggi daripada Zn, maka batang arang sebagai anoda, sedangkan Zn sebagai katoda. Di bagiandalam elemen kering ini terdapat campuran antara salmiak atau amonium klorida (NH4Cl)serbuk arang dan batu kawi atau mangan dioksida (MnO2). Campuran ini berbentuk pasta yangkering. Karena elemen ini menggunakan larutan elektrolit berbentuk pasta yang kering makadisebut elemen kering. Pada elemen kering, NH4Cl sebagai larutan elektrolit dan MnO2 sebagaidepolarisator. Kegunaan dispolarisator yaitu dapat meniadakan polarisasi. Sehingga arus listrik pada elemen kering dapat mengalir lebih lama sebab tidak ada gelembunggelembung gas.Arus listrik pada baterai mengalir searah dan terjadi bila kutub positif dihubungkan dengan kutub negatif. Oleh sebab itu aliran baterai dinamakan Direct Current (DC). Untuk menambahtegangan listrik baterai dapat disusun secara seri, yaitu disusun berurutan dengan kutub positif-negatif dengan berselang-seling. Misalnya 3 buah baterai mempunyai tegangan 1,5 volt yangdisusun seri akan mempunyai tegangan 4,5 volt. Susunan seperti ini sering kita jumpai pada alat-alat listrik sederhana seperti senter dan walkman. Adapun pasangan paralel adalah jika masingmasing kutub baterai yang sama saling dihubungkan, tegangan listrik yang didapat bertambah,tetapi arus yang mengalir akan menjadi lebih besar. Baterai isi ulangSaat ini, pemakaian baterai isi ulang semakin meluas, seiring semakin banyaknya alatkomunikasi dan alat elektronik lainnya yang bersifat portable (mudah dibawa dan dipindahpindahkan), misalnya komputer laptop, telepon genggam, Personal Digital Assistant (PDA),kamera digital, dan kamera genggam. Umumnya jenis baterai yang digunakan adalah nikel-kadmium (Ni-Cd), yang memakai bahan nikel hidroksida serta kadmium sebagai elektrodanya,dan kalium hidroksida sebagai elektrolit. Akan tetapi, baterai isi ulang juga ada yangmenggunakan bahan litium sebagai elektrodanya, sehingga mempunyai daya tahan yang lama. Cara Kerja Elemen Elemen dibagi dua, yaitu elemen primer, contohnya sel kering (baterai), elemen volta. Elemen sekunder,contohnya accu.Elemen primer adalah elemen yang terdiri dari satu sel atau yang tidak dapat difungsikan lagi jika sudahhabis terpakai sedangkan elemen sekunder adalah elemen yang terdiri dari beberapa sel atau dapatdipakai kembali walaupun energinya sudah habis, dengan cara diisi kembali energinya dengan cara dicas (charge). Contoh elemen primer adalah sel kering, elemen volta (baterai) Sel Kering Sudah kita ketahui bahwa arus listrik mengalir jika ada beda potensial antara dua titik dalam rangkaiantertutup. Untuk menimbulkan beda potensial antara dua titik dalam suatu rangkaian listrik selaludiperlukan sumber arus listrik seperti baterai.Dalam subbab ini kamu akan mempelajari beberapa macam sumber arus listrik, seperti elemen volta danelemen kering (Baterai). Elemen VoltaAllessandro Volta menemukan bahwa pasangan logam tertentu dapat membangkitkan gaya gerak listrik.Gaya gerak listrik inilah yang menyebabkan arus listrik mengalir dalam suatu rangkaian, untukmemahami cara kerja elemen volta perhatikanlah animasi berikut.Jika pelat tembaga dan pelat seng dihubungkan dengan kawat tembaga melalui sebuah lampu pijar kecil,maka lampu pijar akan menyala. Lampu pijar hanya berpijar sebentar kemudian meredup dan padam.Mengapa terjadi demikian?

Padamnya lampu pada peristiwa tersebut dinamakan polarisasi (pengkutuban) pada salah satu lempengelemen. Pada saat terjadi aliran arus, pada lempeng seng akan menghasilkan gas-gas hidrogen berupagelembung-gelembung dan pada lempeng tembaga dihasilkan endapan yang menempel dan menutupilempeng tembaga, yang menyebabkan terhambatnya arus sehingga lampu menjadi padam.Sel ini disebut dengan sel kering (dry cell) karena sel ini tidak mengandung cairan, paling umum ditemuidipasaran biasanya sel karbon-seng. Pada sel kering arus listrik timbul akibat tegangan seng (Zn) lebih

AKI KERING DAPAT DI-CHARGER

Saturday, 18 May 20133comments


Banyak orang yang mengira bahwa aki kering tidak bisa dicharger layakya aki basah sehingga mungkin banyak yang langsung membuangnya setelah aki soak, Ini berdasarkan pengalaman pribadi saya saat aki motor saya telah soak dan harus diganti. saya bertanya kepada beberapa teman saya dan yang mereka tahu bahwa aki kering itu tidak dapat dicharger membuat saya lesu karena harga aki motor saya untuk satria fu lumayan mahal 260rbuan dengan merk GS setelah saya cek. Ada juga teman saya yang mengingatkkan "kalo beli aki baru aki yang lamanya bawa soalnya bisa dijual lumayan mahal" saya sempat berpikir kenapa aki yang telah habis ga bisa dicharger ko bisa dijual dengan harga kisaran 50rb katanya?, buat apa? membingungkan. Sewaktu saya ketempat penjual aki mau membeli aki baru ternyata aki ada juga yang tidak Ori alias Kw kata si pnjual,dan saya melihat ditempat tersebut ada beberapa aki yang sedang dicharger salah satunya aki kering, kemudian saya bertanya kepada si penjual "apakah aki kering bisa dicharger?" "coba liat dulu akinya", setelah diperiksa menggunakan alat katanya akinya masih bagus nih bisa dicas, disuruh balik lagi setelah kurang lebih 2 jam. Dan pikir saya "jangan-jangan aki Kw dapet dari aki-aki yang bekas kemudian dicharger dan diperbaiki tampilanya, atau mungkin aki rekondisi makanya harga aki kering bekas cukup mahal.tapi itu haya menurut pemikiran saya ,bahaya juga kalo itu benar digunakan untuk yang tidak baik, oleh sebab itu anime masyarakat tentang aki kering tidak bisa dicas harus diluruskan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan hal tersebut demi mendapatkan keuntungan. Sedangkan keuntungan yang saya dapat biaya men-charger hanya RP.10.000 saja maximal aki terisi 70 persen dan kekuatanya ga bisa dipastikan. Sehingga selamatlah uang 250rb saya,hahaha semoga pengalaman saya ini bermanfaat bagi yang lain.

MAKALAH BATERAI

MAKALAH BATERAI
A. 1. 2. 3. B. Tujuan Pembelajaran Umum Siswa dapat mengetahui konstruksi baterai Siswa dapat mengidentifikasi tipe dan kapasitas baterai Siswa dapat melakukan pemeriksaan visual pada baterai Materi Baterai 1. Konstruksi Baterai 2. Reaksi Kimia 3. Rating Kpasitas Baterai 4. Stiker Spesifikasi Baterai 5. Memeriksa Baterai 6. Hydrometer

7.

Jump Starting Kendaraan

C. Uraian Meteri Baterai merupakan sumber energi listrik yang digunakan oleh sistem starter dan sistem kelistrikan yang lain. Baterai ada dua tipe yaitu baterai kering dan baterai basah. Baterai yang digunakan untuk motor, mobil maupun truk adalah baterai jenis basah. Pada kendaraan secara umum baterai berfungsi sebagai sumber energi listrik pada kendaraan, namun bila kita amati lebih detail maka fungsi baterai adalah: 1. Saat mesin mati sebagai sumber energi untuk menghidupkan asessoris, penerangan, dsb. 2. Saat starter untuk mengidupkan sistem starter 3. Saat mesin hidup sebagai stabiliser suplai listrik pada kendaraan, dimana pada saat hidup energi listrik bersumber dari alternator.

A.

Konstruksi Baterai

Di dalam baterai mobil terdapat elektrolit asam sulfat, elektroda positif dan negatif dalam bentuk plat. Plat-plat dibuat dari timah atau berasal dari timah. Karena itu baterai tipe ini sering disebut baterai timah. Ruangan dalamnya dibagi menjadi beberapa sel (biasanya 6 sel, untuk baterai mobil) dan di dalam masing-masing sel terdapat beberapa elemen yang terendam di dalam elektrolit. Baterai terdiri dari beberapa komponen antara lain : Kotak baterai, terminal baterai, elektrolit baterai, lubang elektrolit baterai, tutup baterai dan sel baterai. Dalam satu baterai terdiri dari beberapa sel baterai, tiap sel menghasilkan tegangan 2 - 2,2 V. Baterai 6 V terdiri dari 3 sel, dan baterai 12 V mempunyai 6 sel baterai yang dirangkai secara seri. Tiap sel baterai mempunyai lubang untuk mengisi elektrolit baterai, lubang tersebut ditutup dengan tutup baterai, pada tutup terdapat lubang ventilasi yang digunakan untuk mengalirkan uap dari elektrolit baterai. Tiap sel baterai terdapat plat positip, saparator dan plat negatip, plat positip berwarna coklat gelap (dark brown) dan plat negatip berwarna abu-abu metalik (metallic gray).

a. Kotak baterai Wadah yang menampung elektrolit dan elemen baterai disebut kotak baterai. Ruangan didalamnya dibagi menjadi ruangan sesuai dengan jumlah selnya. Pada kotak baterai terdapat garis tanda upper level dan lower level , sebagai indicator jumlah elektrolit. Dibuat dari ebonit atau plastik, wadah untuk accu 6 volt terbagi atas 3 sel, dan untuk accu 12 volt terbagi atas 6 sel. Pada kotak baterai terdapat garis tanda permukaan atas dan bawah (Upper dan Lower). Pelat-pelat posisinya ditinggikan dari dasar dan diberi penyekat, tujuannya agar tidak terjadi hubungan singkat apabila ada bahan aktif (timah dan lain-lain) terjatuh dari pelat. Tutup baterai dibuat dari bahan yang sama seperti bak/wadah. b. Elektrolit Baterai

Elektrolit baterai merupakan campuran antara air suling (H2O) dengan asam sulfat (SO4), komposisi campuran adalah 64 % H2O dan dan 36 % SO4. Dari campuran tersebut diperoleh elektrolit baterai dengan berat jenis 1,270. Berat jenis elektrolit pada baterai saat ini dalam keadaan terisi penuh ialah 1,260 atau 1,280 (pada temperatur 200C). Perbedaan ini disebabkan perbandingan antara air sulingan dengan asam sulfat pada masing-masing tipe berbeda. Elektrolit yang berat jenisnya 1,260 mengandung 65% air sulingan dan 35% asam sulfat, sedangkan elektrolit yang berat jenisnya 1,280 mengandung 63% air sulingan dan 37% asam sulfat. Pembetulan BJ = Harga pembacaan + 0,0007 x (Temp. elektrolit - 200C) c. Sumbat Ventilasi Sumbat ventilasi ialah tutup untuk lubang pengisian elektrolit. Sumbat ini juga berfungsi untuk memisahkan gas hidrogen (yang terbentuk saat pengisian) dan uap asam sulfat di dalam baterai dengan cara membiarkan gas hidrogen keluar lewat lubang ventilasi, sedangkan uap asam sulfat mengembun pada tepian ventilasi dan menetes kembali ke bawah. c. Pelat Positif dan Negatif Pelat positif dan negatif merupakan komponen utama suatu baterai. Kualitas pelat sangat menentukan kualitas baterai tersebut, pelat-pelat tersebut terdiri dari paduan timbal-antimon, yang diisi dengan suatu bahan aktif. Bahan aktif pada pelat positif adalah Timbal Peroksida yang berwarna cokelat, sedang pada pelat negatif adalah spons-timbal yang berwarna abu-abu.

Plat Positif 1. Lead grid 2. Lead peroxida (grid filling) Plat Negatif 1. Lead grid 2. Lead sulfat (grid filling) Hal hal tentang plat
-

Plat positif terbuat dari lead peroxida Plat negatif terbuat dari spongy lead Biasanya plat negatif satu lebih banyak dari plat positif, meskipun beberapa baterai memiliki jumlah kedua plat yang sama. Plat pembatas, terbat dari bahan isolasi dipasang antara plat positif dan negatif Kemasan baterai dibuat dari bahan plastik atau bahan lain yang tahan terhadap asam. Cairan didalam baterai disebut sebagai elektrolit. Cairan mengandung kira-kira 60% air dan 40% asam sulfat. d. Separator dan lapisan serat gelas (Fiber Glass)

Antara pelat positif dan negatif disisipkan lembaran separator yang terbuat dari serat cellulosa yang diperkuat dengan resin. Lembaran lapisan serat gelas dipakai untuk melindungi bahan aktif dari pelat positif, karena timbal peroksida mempunyai daya kohesi yang lebih rendah dan mudah rontok jika dibandingkan dengan bahan aktif dari pelat negatif. Selain itu lapisan serat gelas juga berfungsi melindungi separator. d. Penghubung sel Untuk menghubungkan tiap-tiap sel dari sel-sel baterai pada sel baterai (-) dan (+).Suatu baterai 12 volt mempunyai 6 sel, sedang baterai 6 volt mempunyai 3 sel. Sel merupakan unit dasar suatu baterai dan mempunyai voltase sebesar 2 volt. Penghubung sel ini terbuat dari paduan timbal-antimon. Ada dua cara menghubungkan sel-sel tersebut. Yang pertama melalui atas dinding penyekat (Over The Partition) dan yang kedua melalui dinding penyekat (Through The Partition). Terminal terdapat pada kedua sel ujung, satu bertanda positif (+) dan yang lain negatif (-). Melalui kedua terminal ini listrik dialirkan. e. Sel Baterai Untuk menambah daya baterai dalam satuan amphere

f. Sparator Untuk memisahkan tiap-tiap sel (-) maupun sel (+). Merekatkan Wadah dengan Tutup Ada tiga cara untuk menutup baterai, yang pertama menggunakan sealing compound (aspal), yang kedua menggunakan bahan perekat/lem, dan yang ketiga dengan bantuan panas (heat sealing). Biasanya untuk yang pertama digunakan dengan wadah/tutup ebonit, yang kedua untuk wadah polystyren, sedangkan yang ketiga untuk wadah polypropylene. B. Reaksi Kimia pada Baterai Baterai merupakan pembangkitan listrik secara kimia. Listrik dibangkitkan akibat reaksi kimia antara plat positip, elektrolit baterai dan plat negatip. Saat baterai dihubungkan dengan sumber listrik arus searah maka terjadi proses pengisian (charge). Proses tersebut secara kimia dapat dirumuskan sebagai berikut: Plat (+) + Elektrolit + Plat (-) Plat (+) + Elektrolit + Plat (-) Pb SO4 + 2 H2O + PbSO4 PbO2 + 2H2SO4 + Pb Saat sistem starter berfungsi maka energi listrik yang tersimpan di baterai akan mengalir ke beban, proses ini sering disebut proses pengosongan (discharge). Proses pengosongan secara kimia dapat dirumuskan sebagai berikut: Plat (+) + Elektrolit + Plat (-) Plat (+) + Elektrolit + Plat (-) Pb SO4 + 2H2SO4 + PbSO4 PbO2 + 2 H2O + Pb Dari reaksi kimia tersebut terdapat perbedaan elektrolit baterai saat kapasitas baterai penuh dan kosong, dimana saat baterai penuh elektroli terdiri dari 2H2SO4, sedangkan saat kosong elektrolit batarai adalah 2H2O.

C. Rating Kapasitas Baterai Energi yang tersimpan dalam baterai harus cukup kuat untuk starter, untuk itu baterai harus terisi penuh. Kapasitas baterai menunjukkan jumlah listrik yang disimpan baterai yang dapat dilepaskan sebagai sumber listrik. Kapasitas baterai dipengaruhi oleh ukuran plat, jumlah plat, jumlah sel dan jumlah elektrolit baterai. Terdapat 3 ukuran yang sering menunjukkan kapasitas baterai, yaitu: 1. Cranking Current Ampere (CCA) 2. Reserve Capacity 3. Ampere Hour Cranking Current Ampere (CCA) Kapasitas baterai tergantung pada bahan plat yang bersinggungan dengan larutan elektrolit, bukan hanya jumlah plat tetapi besar ukuran (luas permukaan singgung) pada plat yang akan menentukan kapasitasnya. The Internasional standard memberikan nilai untuk capasitas baterai dengan SAE Cranking Current atau Cold Cranking Current (CCA Cold Cranking Ampere). Nilai CCA dari suatu baterai adalah arus (dalam ampere) dari baterai yang diisi penuh sehingga dapat memberikan arus untuk 30 detik pada 18 derajat Celsius selama itu tetap menjaga tegangan setiap sel 1.2 volt atau lebih. Reserve Capacity Kapasitas layanan adalah banyaknya waktu dalam menit pada baterai yang diisi penuh dapat memberikan arus sebesar 25 ampere pada 27 derajat Celsius setelah sistim pengisian dilepas. Tegangan tidak boleh turun dibawah 1.75 volt per sel (10.5 volt total untuk baterai 12 volt). Kapasitas baterai adalah banyaknya arus pada baterai yang diisi penuh dapat menyediakan arus selama 20 jam pada 27 derajat Celsius, tanpa penurunan tegangan tiap sel dibawah 1.75 volt. Sebagai contoh: Sebuah Baterai yang secara terus menerus mengalirkan 3 ampere untuk 20 jam dinilai memiliki 60 AH. Rumus menentukan kapasitas baterai adalah: AH = A (amper) x H (Jam) JIS mendefinisikan kapasitas baterai sebagai jumlah listrik yang dilepaskan sampai tegangan pengeluaran akhir menjadi 10,5 V dalam 5 jam. Sebagai contoh baterai dalam keadaan terisi penuh dikeluarkan muatannya secara terus menerus 10 A selama 5 jam sampai mencapai tegangan pengeluaran akhir (10,5 V). Maka kapasitas baterai ialah 50 AH (10 x 5 jam) 1 Oc. D. Stiker Spesifikasi Baterai Baterai otomotif yang baru memiliki striker yang ditempelkan untuk memberikan informasi tentang spesifikasi baterai tersebut, salah satu model stiker baterai seperti tampak dibawah ini Pada stiker di gambar di atas menunjukkan nomer kode area yaitu N57. Baterai tersebut memiliki 11 plat per sel dengan nilai 380 Cold Cranking Ampere dan tegangan baterai yang dihasilkan adalah 12 volt. E. Memeriksa Baterai

Baterai harus diperiksa secara periodik dan diuji kemampuannya. Terdapat 3 kelompok pemeriksaan dan pengujian baterai yang sering dilakukan, yaitu: 1. Pemeriksaan Visual 2. Pemeriksaan elektrolit dan kebocoran 3. Pengujian Beban Pemeriksaan Visual Baterai Pemeriksaan visual meliputi : Kotak baterai : Kotak baterai sering mengalami kerusakan yang dapat didentifikasi secara visual, jenis kerusakan kotak baterai antara lain: kotak retak akibat benturan, mengembang akibat over charging, bocor akibat keretakan atau mengembang Sel-sel baterai : Sel baterai sering mengalami gannguan yaitu sell yang mengembang akibat over charging maupun mengkristal dan sel yang rontok karena getaran, kualitas yang kurang baik maupun usia baterai Terminal baterai dan konektor kabel: Terminal baterai dan konektor merupakan bagian baterai yang sering mengalami kerusakan, bentuk kerusakan paling banyak adalah korosi yang disebabkan oleh uap elektrolit baterai maupun panas akibat kenektor kendor atau kotor Jumlah elektrolit Jumlah elektrolik perlu diperiksa secara periodic. Bila pengisian berlebihan (over charging) maka elektrolit cepat berkurang karena penguapan berlebihan. Pemeriksaan jumlah elektrolit dapat dilakukan dengan cepat karena kotak dibuat dari plastic yang tembus pandang. Jumlah elektrolit harus berada diantara garis Upper Level dan Lower Level. Kabel Baterai Kabel baterai dialiri arus yang sangat besar, saat mesin distarter besar arus dapat mencapai 250 500 A, tergantung dari daya motor starter, dengan arus sebesar itu kabel akan panas. Panas pada kabel menyebabkan elasitas kabel menurun, isolator muda pecah dan terkupas, hal ini terjadi terutama pada isolator dekat dengan terminal baterai. Pemegang Baterai Pemengang baterai harus dapat mengikat baterai dengan kuat agar goncangan baterai dapat dihindari, sehingga usia baterai dapat lebih lama. Gangguan pada pemegang baterai antara lain kendor akibat mur pengikat karat untuk itu lindungi mur dengan mengoleskan vaselin/ grease. Pemeriksaan Elektrolit Jumlah elektrolit baterai harus selalu dikontrol, jumlah yang baik adalah diantara tanda batas Upper Level dengan Lower Level. Jumlah elektrolit yang kurang menyebabkan sel baterai cepat rusak, sedang jumlah elektrolit berlebihan menyebabkan tumpahnya elektrolit saat batarai panas akibat pengisian atau pengosongan berlebihan. Akibat proses penguapan saat pengisian memungkinkan jumlah elektrolit berkurang, untuk menambah jumlah elektrolit yang kurang cukup dengan menambah H2O atau terjual dengan nama Air Accu.

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Penyebab elektrolit cepat berkurang dapat disebabkan oleh overcharging, oleh karena bila berkurangnya elektrolit tidak wajar maka periksa dan setel arus pengisian. Keretakan baterai dapat pula menyebabkan elektrolit cepat berkurang, selain itu cairan elektrolit dapat mengenai bagian kendaraan, karena cairan bersifat korotif maka bagian kendaraan yang terkena elektrolit akan korosi. Pemeriksaan berat jenis elektrolit baterai menggunakan alat hydrometer. Pemeriksaan berat jenis elektrolit baterai merupakan salah satu metode untuk mengetahui kapasitas baterai. Baterai penuh pada suhu 20 C mempunyai Bj 1,27-1,28, dan baterai kosong mempunyai Bj 1,100 -1,130. Berat jenis elektrolit berubah sebesar 0,0007 setiap perubahan 1 C. Spesifikasi berat jenis normal ditentukan pada 20 C, oleh karena itu saat pengukuran temperature elektrolit harus diamati. Rumus untuk mengkoreksi hasil pengukuran adalah: S 20 C= St + 0,0007 x (t - 20) S 20 C : Berat jenis pada temperature 20 C St : Nilai pengukuran berat jenis t : Temperatur elektrolit saat pengukuran Contoh: Tentukan berat jenis baterai bila hasil pengukuran pada temperature 0C, menunjukkan berat jenis 1,260. S 20 C = St + 0,0007 x (t - 20) = 1,260 + 0,0007 x ( 0 20) = 1,260 0,014 = 1,246

Tindakan yang harus dilakukan terkait hasil pengukuran elektrolit adalah sebagai berikut: Tindakan yang dilakukan berdasarkan hasil pengukuran BJ elektrolit HASIL PENGUKURAN 1.280 Atau lebih 1.220 1.270 TINDAKAN Tambahkan air suling agar berat jenis berkurang Tidak Perlu Tindakan

1.210 atau kurang Perbedaan antar sel kurang dari 0.040 Perbedaan berat jenis antar sel 0.040 atau lebih

Lakukan pengisian penuh, ukur berat jenis. Bila masih dibawah 1.210 ganti baterai. Tidak perlu tindakan Lakukan pengisian penuh, ukur berat jenis. Bila berat jenis antar sel melebihi 0.030, setel berat jenis. Bila tidak bisa dilakukan, ganti baterai

F.

Hydrometer Hydrometer adalah alat untuk mendeteksi berat jenis pada cairan elektrolit pada baterai Cara mengoprasikan Hidro meter sebagai berikut: A. Mausukan ujung hydrometer kedalam lubang sel sampai menjentuh permukaan caira elektrolit B. Tekan karet pada ujung hydrometer sampai ke dalam C. Setelah kembali ke posisi semula maka kalian dapat melihat hasil yang di tentukan pada aurometer Cara menghitung hasil penggukururan berat jenis air elektrolit dapat dilihat pada tabel diatas sebagai berikut: A. Good/warna hijau = Kondisi air elektrolit sangat baik B. Fair /warna putih = Kondisi caira accu baik C. Recharge/warna merah =Kondisi air elektrolit perlu pengisian / stroom Kebocoran Arus Adanya kebocoran arus listrik menyebabkan baterai mengalami pengosongan, sehingga bila kendaraan lama tidak digunakan maka energi listrik yang tersimpan pada baterai dapat berkurang cukup banyak sehingga mesin sulit dihidupkan. Mobil sulit distart di pagi hari, adalah salah satu akibat yang ditimbulkan dari : 1. Clamp Pengikat kutub + dan aki yang kurang kencang, atau timbulnya kerak putih disekitar kepala aki. 2. Kondisi air accu (electrolit) yang kurang sesuai dengan yang dipersyaratkan di bagian luar aki. 3. Bagian body accu sudah mengembung atau bocor. Cara perawatan pada baterai agar dapat tahan lama 1. Lakukan pengecekan air aki secara rutin, tambah jika kurang 2. Pergunakan air aki berbotol biru. 3. Bersihkan terminal aki jika terdapat kerak berwarna putih. 4. Ganti aki jika sudah gembung, atau bocor. Alternatif : gunakan aki kering atau Free Maintenance Accu, tidak memerlukan penambahan air aki, hanya saja keurangannya, rentan terhadap panas mesin, dan apabila tegangan sudah drop, tidak bisa di charge ulang, harus diganti baru

G. Jump Starting Kendaraan Melakukan jump starting kendaraan yang memiliki komponen elektronik bila mungkin dihindari. Lebih aman melepaskan baterai flat dan memasangnya dengan baterai yang telah diisi untuk menghidupkan kendaraan. Bila anda sedang melakukan jump start kendaraan dengan komponen elektronik, perlu menggunakan pelindung gelombang. Ini tercapai melalui penggunaan salah satu dari serangkaian jumper lead. Yang memasukkan beban kosong atau jumper lead normal dengan bantuan penjagaan gelombang eksternal. Jumper lead dengan beban kosong mungkin metode yang paling aman, karena setiap kali anda melakukan jump start kendaraan secara otomatis dengan menggunakan proteksi, padahal dengan penjagaan gelombang eksternal anda perlu menghubungkan secara terpisah alat tersebut sebelum melakukan jump start. Bila menggunakan alat pelindung penjagaan gelombang eksternal, alat tersebut harus dihubungkan melewati baterai kendaraan sebelum penjagaan gelombang ini dihubungkan padanya. Setelah kendaraan itu dihidupkan (dan diberikan waktu singkat untuk membangkitkan tegangan sistem kendaraan), jumper lead dilepaskan terlebih dahulu dilepas sebelum penjagaan gelombang diputuskan. Ingat : Untuk mencegah kecelakaan atau kerusakan pada perlengkapan ada peraturan keselamatan yang harus diikuti bila menggunakan baterai boster (booster batteries). Peraturan tersebut adalah : 1. Pastikan kedua baterai pada tegangan yang sama 2. Pastikan sumbat pengisi dilepas dari kedua baterai 3. Selalu menutup lubang baterai dengan kain perca yang bersih 4. Pastikan kendaraan dalam netral atau berhenti 5. Pastikan rem tangan dalam keadaan bekerja 6. Jangan pakai cincin atau jam tangan 7. Selalu menghubungkan jump lead dengan cara yang betul 8. Selalu melepas jumpee lead dengan cara yang betul 9. Jangan biarkan jumper lead jatuh masuk kedalam kipas angin mesin 10. Indentifikasi kendaraan yang dipasang dengan S.R.S

Prosedur untuk melakukan Jump Start Langkah 1. Lepaskan kap pengisi dan tutup Lepaskan kap pengisi dari kedua baterai dan tutup lubang sel dengan kain perca bersih. (Ini akan mencegah gas kimia dari kontak dengan percikan api). Langkah 2. Hubungkan jumper lead Kenali beberapa terminal baterai (terminal positif lebih besar ukurannya dan biasanya diberi tanda (+). Terminal tersebut juga ditandai warna merah. Terminal negatif lebih kecil dan biasanya ditandai (-). Terminal ini juga ditandai warna biru, hijau atau hitam).

Sekarang hubungkan satu ujung jemper lead positif pada terminal positif dari baterai boster. Kemudian hubungkan ujung yang lain dari jumper lead positif pada terminal positif dari baterai mesin. Berikutnya hubungkan satu ujung jumper lead, negatif (timah hitam) pada terminal negatif dari baterai boster. Terakhir klemkan ujung yang lain dari jumper lead negatif pada posisi ground yang sesuai pada mesin kendaraan. Hubungan terakhir dipasang pada ground pada mesin daripada baterai itu sendiri. Hubungan ke ground mencegah percikan api dan kemungkinan ledakan gas-gas baterai. Bila memasang hubungan ground pada mesin jangan pompa bahan bakar, tempat pembakaran atau karburator !! Hubungan pada blok mesin lebih aman. Langkah 3. Menghidupkan mesin Sekarang kendaraan siap dihidupkan, namun pertama-tama periksalah untuk melihat bahwa jumper lead tak akan tersangkut dalam kipas pendingin atau bagian bergerak lain. Hidupkan kendaraan. Setelah kendaraan hidup, biarkan kendaraan hidup untuk sementara (5-10 menit), sebelum memutuskan jumper lead. Ini memberikan sistem kelistrikan kendaraan kesempatan untuk muncul pada tegangan stabil. Bila memutuskan jamper lead, anda terlebih dahulu lepaskan lead dari baterai. Dengan cara demikian kenaikan tegangan (sementara) yang dihasilkan ketika baterai diputuskan dapat diserap oleh beban kosong (kapasitor) yang adal dalam sirkuit. Langkah 4. Melepaskan jumper lead Lepaskan lead dalam urutan terbalik. Hubungan Ground Mesin Pasang kap pengisi baterai dan bersihkan elektrolit yang tertumpah dengan menggunakan air bersih. Catatan : Beberapa pabrik kendaraan menyatakan tidak melakukan jump start kendaraan mereka dalam hal merusak terhadap komponen elektrik/elektronik. Mengaculah pada bukan pegangan pabrik tentang prosedur yang benar untuk menghidupkan kendaraan dengan baterai flat. Kendaraan Yang Diground Positif Beberapa kendaraan pada awalnya terminal baterai positif yang digroundkan. Kendaraan ini masih dapat dilakukan jump start dengan negatif konvensional pada kendaraan dengan cara berikut ini : 1. Hubungkan jumper lead negatif dengan terminal negatif dari baterai yang diisi. 2. Hubungkan ujung jumper lead negatif yang lainnya dengan terminal negatif dari baterai flat. 3. Jumper lead positif dihubungkan pada terminal positif dari baterai yang diisi. 4. Ujung jumper lead positif yang lainnya dihubungkan pada ground yang baik pada mesin kendaraan yang lain.

Sekarang : Hidupkan mobil dengan baterai yang diisi dan jelaskan secara cepat. Coba hidupkan kendaraan. Ketika memulainya jaga mesin tetap berjalan dan putuskan jumper lead dalam urutan sambungan kebalikannya, yakni mulai pada langkah 4 kemudian 3, 2 dan akhirnya 1.