Anda di halaman 1dari 2

Tinjauan Pustaka Phylum protozoa adalah kingdom yang meliputi organisme yang sel sel penyusun tubuhnya telah

h memiliki satu atau lebih inti sel atau nukleus sesunggunya serta bagian sel lainya. Inti sel sesunggunya adalah inti sel yang telah dilingdungi oleh selaput inti atau karioteka. Tubuh protozoa tersusun atas satu sel hingga banyak sel yang organismenya masih sederhana (Jasin, 1992). Hewan paling sederhana di dunia ini adalah protozoa. Disebut paling sederhana karena hewan tersebut hanya terdiri dari satu sel dan biasanya berukuran mikroskopis antara 5-5.000 mikron, rata-rata antara 30-300 mikron (Sugiarji, 2005: 26). Protozoa adalah mikroorganisme menyerupai hewan yang merupakan salah satu filum dari kingdom protista. Seluruh kegiatan hidupnya dilakukan oleh sel itu sendiri dengan menggunakan organel-organel antara lain Membrane plasma, Sitoplasma,Mitikondria. Protozoa berasal dari kata protos berarti pertama dan zoa = zoo berarti hewan, jadi protozoa adalah binatang yang pertama kali ada (Soemiadji, 1986 hal: 32). Diantara jenisnya ada yang hidup bebas di alam dan ada pula yang hidup sebagai parasit pada hewan atau manusia. Jenis yang hidup bebas banyak terdapat di tempat yang becek, genangan air dan kolam, tidak terbatas di air tawar tetapi juga di air asin (Soemiadji, 1986hal:32). Protozoa berasal dari bahasa yunani, yaitu protos yang artinya pertama dan zoon yang artinya hewan. Protozoa merupakan hewan bersifat uniseluler, dimana setiap satu sel protozoa merupakan keseluruhan dari organisme itu sendiri. Protoplasma dari protozoa dapat mengadakan modifikasi-modifikasi atau penonjolan-penonjolan yang dapat bersifat sementara atau tetap (Hartati, 2009: 17). Protozoa merupakan sekelompok makhluk yang bersel tunggal, yang heterogen, meliputi kurang lebih 50.000 species yang telah diberi nama, dan 20.000 species yang telah berupa fosil. Ribuan species telah berhasil dideskripsikan sebagai makhluk yang hidup bebas dan sebagian lainnya hidup secara parasit pada hewan lain, terutama hewan tingkat tinggi. Jumlah hewan protozoa dalam suatu tempat sering sangat menakjubkan, misalnya dalam suatu kolam dapat mencapai jutaan hewan, bahkan milyaran (Maskoeri, 1984: 31). Protozoa yang jumlahnya besar itu mempunyai ciri-ciri yang berbeda, dan beberapa ahli membagi menjadi 3 kingdom dan puluhan phyla. Sehubungan dengan hal tersebut Whittaker (1969) mencoba mengklasifikasikan protozoa yang beraneka ragam itu satu kingdom lain. Seperti kita ketahui bahwa hewan pada masa lalu hanya terdapat satu kingdom yaitu kingdom Animalia, yang banyak diterima orang (Maskoeri, 1984: 31). Banyak jenis amoeba yang hidup mandiri, antara lain Amoeba proteus, namun ada yang hidup parasitis dan menyebabkan penyakit disentri pada manusia dan hewan (anjing dan kucing), yaitu Entamoeba histolityca (Brotowijoyo, 1986 hal: 64).

Ukuran Amoeba berkisar antara 200-300 mikron, bentuknya selalu berubah-ubah. Sitoplasma dibagi menjadi dua bagian, yaitu ektoplasma yang jernih, dan endoplasma yang lebih keruh. Inti sebuah, pipih, bulat. Selalu ada satu vakuola kontraktil dan banyak vakuola makanan (Brotowijoyo, 1986 hal: 64). Amoeba banyak terdapat di lumpur-lumpur , dibagian dasar kolam, sawah, sungai, danau, atau tempat-tempat lain yang berair dan banyak mengandung sisa-sisa organisme (Kastawi, 1986 hal: 4)