Anda di halaman 1dari 21

0

Samarinda,oktober
2001

Esensi peristiwa Isra Miraj 14 Abad lebih yang lalu karena


Muhammad mengemban risallah tauhid

0
Kata pengantar

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha


Esa, maka dalam memperingati ISRA MIRAJ kali ini yang bertepatan
jatuh 27 Rajab 1422 H, kita mengambil tema Menulusuri Riwayat
Muhammad SAW dari kecil hingga beliau di ISRA MIRAJKAN.

Sebagai pengikut, tentunya mengetahui sebab-sebab Tuhan


memilih Muhammad sebagai Nabi dan Rasul di Isra Mirajkan lebih
penting daripada rutinitas peringatan hari-hari besar itu sendiri.
Mengingat pada zaman modern ini umat islam sangat terpuruk dari
segi moral dan peadaban dunia dan terjadi kanibal antar umat islam itu
sendiri.

Esensi peristiwa Isra Miraj empat belas abad lebih yang lalu
karena Muhammad mengemban risalah yang berat dalam rangka
merubah berhala ke agama tauhid terang-terangan. Sedang yang kita
hadapi sekarang adalah betul-betul iblis yang berwujud, yang berbaju
muslim maupun non muslim.

Oleh karena itu dalam penyusunan bacaan ini semoga bermanfaat


dan bisa membawa kemaslahatan umat menjadi lebih baik.

Demikian pengantar ini kami sampaikan apabila ada kesalahan


mohon koreksi serta mohon maaf yang sebesar - besarnya.

Salam kasih sayang

Allahu Akhbar

Yang Dhoif

Penyusun
Pendahuluan

Untuk melengkapi kitab PEDOMAN PENERUS AHKLAK


RASULULLAH maka dalam memperingati Isra Miraj Rajab 1422 H (15-
10-2001), pembaca kami ajak mencermati sebelum Muhammad
mengalami Isra Miraj. Riwayat dan perjuangan sebelumnya menjadi
hal yang sangat penting, sebab hukum akal yang berlaku sampai akhir
zaman (sunatullah) mengatakan Tidak akan memperoleh buahnya
apabila kita tidak bertanam terlebih dahulu, Apalagi masalah
perjalanan yang ghaib perlu perjuangan yang luar biasa. Baik itu
masalah yang ghaib yang benar (baik) ataupun ghaib yang salah
(buruk). Perjalanan yang ghaib dapat diperoleh apabila kita melakukan
perjuangan dan pengorbanan yang nyata terlebih dahulu. Ghaib yang
benar( baik) diperoleh dengan pengorbanan yang luar biasa untuk
kepentingan orang lain. Ghaib yang salah (buruk) diperoleh dengan
pengorbanan yang ditujukan untuk kepentingan diri sendiri.

Dalam penyusunan tulisan ini, maka kami mengajak pembaca


untuk berfikir RASIONALIS ANALIS dan bukan DOGMATIS FANATIS
artinya pemahaman dengan menggunakakan akal pikiran yang cerdas
dan hati yang bersih, bukan dengan pemahaman fanatik tak bisa
diubah. Sehingga umat kita tidak terjebak membenarkan yang salah
atau memyembunyikan yang benar karena fanatik alirannya. Ingat
Nabi kita UMMI sehingga sangat dimungkinkan terjadi kesalahan
penulisan/penafsiran oleh pembantu dan penerus Nabi. Ingat sekali
lagi peran Iblis yang halus untuk memecah belah umat dan kami
ingatkan jangan seperti penulis orientalis barat karena kefanatikkan
agamanya serta kebenciannya terhadap Islam menyembunyikan
kebenaran Muhammad sebagai utusan Tuhan. Tetapi percayalah
bahwa di dunia ini masih ada Rahib Kristen yang iklas walaupun
tersembunyi yang membenarkan bahwa Muhammad sebagai Nabi
terakhir sesuai dengan kitab Taurat dan Injil yang asli (Injil Barnebas).
Demikian pula, kita sebagai umat Muhammad juga mengimani kitab-
kitab sebelum Al-Quran. Lihat surat Al-Anaam ayat 92 (terjemahnya)
sebagai berikut : Dan ini (Al-Quran) adalah kitab yang kami turunkan
yang diberkahi, yang membenarkan kitab-kitab sebelumnya, agar
engkau (Muhammad) memberi peringatan kepada penduduk Umnul
Quraa (Pusat Negara-Negara) yaitu (Kota Mekkah) dan orang-orang
di luar lingkungannya.

Oleh karena itu dalam memperingati IsraMiraj kali ini kita coba
menganalisis dan menelusuri sebelum Muhammad di IsraMirajkan.
Bagaimana Riwayat dan perjuangan serta pengorbanannya.
Daftar isi:

Kata Pengantar
Pendahuluan
Riwayat Masa Kelahiran Nabi Muhamad
1. Orang tua nabi:Abdullah dan Aminah
2. Kelahiran
3. Penyusuan nabi
4. Wafatnya Aminah dan Adul Munthalib
5. Muhamad diasuh oleh pamanya Abu Thalib
6. Muhamad dapat bimbingan Allah Swt
7. Muhamad mempersunting Siti Khatijah bin
Khuailiid
8. Kisah membangun Kabah
9. Sumpah Halful Fudhul
10. Masa kenabian Muhamad
11. Di gua hira
Hal hal yang perlu dicatat dan digaris bawahi
tentang diri Muhamad sehingga beliau jadi utusan
Tuhan
Kesimpulan
Penutup
Riwayat Masa Kelahiran Nabi Sampai Miraj

1. Orang Tua Nabi : Abdullah dan Aminah.

Abdullah adalah salah satu putra dari kesepuluh dari putra Abdul
Mutholib, yang mana kesepuluh putra sangat disegani oleh bangsa
Quraisy. Abdullah merupakan anak kesayangan Abdul Mutholib setelah
dewasa dinikahkan dengan seorang putri terkemuka yang bernama
Aminah. Namun sayang sekali perkawinannya tidak berumur panjang.
Belum setahun perkawinannya Abdullah wafat, tetapi sebelum wafat
beliau telah menyimpan benih suci di rahim Aminah.

2. Kelahiran.

Aminah melahirkan pada hari Senin 12 Rabiul Awal, tanggal 20


April 571 Masehi pada awal tahun Gajah.
Setelah bayi lahir ibunya segera mengirimkan pada kakeknya
Abdul Mutholib. Dengan wajah berseri-seri kakeknya membawa ke
Kabah untuk berdoa dan bersyukur kepada Allah Swt. Atas karunia-
Nya yang Maha besar. Bayi tersebut diberi nama : MUHAMMAD
walaupun nama tersebut merupakan sesuatu yang asing bagi bangsa
Arab. Dan nama Muhammad artinya Terpuji.

Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutholib bin Hasyim bin Abdi
Manaf bin Qusaiy bin Kilaab bin Murra bin Kaab bin Luaiy bin Ghaib bin
Firh bin Malik bin Nadher bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrika bin
Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Maad bin Adnan. Nasab Adnan berakhir
dengan Nasab Ismail bin Ibrahim As.
3. Penyusunan Nabi.

Pada mulanya Muhammad disusui oleh Suaibah budak wanita


Abu Lahab selama beberapa hari. Kemudian kakeknya memberikan
cucunya yang paling di sayangi kepada ibu susu yang di dusun, dengan
alasan di dusun udaranya jauh lebih bersih baik untuk pertumbuhan
bayi dibanding di kota. Disamping itu di dusun sangat baik sekali bagi
pertumbuhan akhlak si bayi dan bahasa di dusun masih lebih fasih
daripada di kota. Dan dusun yang terkenal itu adalah dusun Banu Saad,
karena wanitanya sangat terkenal dengan pekerjaan yang satu ini.
Disamping kefasihan bahasanya, pekerjaan menyusui bayi bagi bayi
orang Arab kaya dilakukan karena dusun ini sangat melarat sekali.

Pada waktu itu Abdul Mutholib menawarkan kepada ibu susu Siti
Halimah Sadiayah, namun Halimah sempat menolak karena mencari
bayi orang kaya. Tetapi malang nasibnya tidak mendapatkan bayi
orang Arab kaya, maka Siti Halimah terpaksa menerima bayi dari Abdul
Mutholib yang miskin dan yatim. Setelah bayi diterima Siti Halimah,
Allah memberikan rasa cinta dihati Siti Halimah, sehingga beliau amat
sayang sekali pada bayi yatim dan miskin itu. Dan Allah juga
memberikan rizki dan keberkatan yang diberikan kepada keluarga Siti
Halimah.

Muhammad di dusun Banu Saad selama 2 tahun, selama itu


keluarga Halimah hidupnya sangat bahagia sekali, karena makin lama
makin bertambah kaya. Sedang Muhammad makin lama makin
tumbuh baik dan sangat di kagumi teman sebayanya.

Waktu umur 2 tahun dibawa keluarga Halimah menemui bunda


Nabi di kota Mekkah. Dan keluarga Halimah minta kepada Bunda Nabi
untuk bisa mengasuh Muhammad sampai tumbuh agar besar. Dan
permintaan itu dikabulkan oleh Bunda Nabi.
Konon menurut berita di dusun Banu Saad ini Muhammad di
datangi oleh dua orang malaikat yang di tugaskan Allah untuk
membersihkan hati sehingga segala tabiat buruk hilang sebagai
persiapan untuk menerima tugas risalah di kemudian hari.

Selama di dusun Banu Saad, Muhammad menggembala kambing


Siti Halimah bersama saudara-saudara susunya. Sejak kecil beliau
terbiasa hidup sederhana dan terbiasa bercakap dalam bahasa Arab
yang fasih, karena bahasa Arab Banu Saad sangat terkenal akan
kefasihannya.

4. Wafatnya Aminah Dan Abdul Mutholib

Ketika berumur 6 tahun, Muhammad dibawa bundanya


berkunjung ke keluarga ayahnya di Madinah dan untuk berziarah ke
kubur ayahnya. Kunjungan ke kubur ayahnya sangat membekas sekali
di hati Muhammad yang masih kecil. Bagaimana tidak, seseorang pasti
ingin sekali bertemu dengan orang tuanya, namun beliau tidak
menemukan.

Ketika beliau sedang ditengah perjalanan pulang Mekkah, bunda


yang sangat dicintai sakit dan wafat di desa yang bernama ABWA.
Kepergian bundanya sangat berpengaruh besar sekali terhadap
kejiwaan Muhammad karena bundanya belum lama mengasuh beliau,
sehingga Muhammad sangat rindu sekali terhadap bundanya.

Kemudian beliau dibawa pulang oleh Ummu Aiman ke Mekkah


untuk diserahkan kepada kakeknya Abdul Mutholib. Dan kakeknya ini
sangat sayang sekali kepada Muhammad yang telah di tinggal oleh
kedua orang tuanya.

Muhammad diasuh oleh kakeknya hanya dua tahun saja. Karena


Abdul Mutholib wafat setelah Muhammad berumur 8 tahun dan hati
beliau sangat menderita mengingat curahan kasih sayang kakeknya
yang dalam.

5. Muhammad Diasuh Oleh Pamannya Abu Tholib.

Sewaktu Abdul Mutholib sakit, beliau mewasiatkan kepada Abu


Tholib untuk mengasuh Muhammad apabila beliau wafat kelak.
Pertimbangannya walaupun Abu Tholib sangat miskin karena tabiat
Abu Tholib lebih cocok bagi Muhammad ketimbang paman-paman
lainnya. Wasiat Abdul Mutholib tepat sekali, karena ternyata Abu
Tholib mengasuh Muhammad melebihi anaknya sendiri.

Dalam suatu Riwayat dikatakan : Beliau Abu Tholib hendak


berdagang ke syam. Waktu itu Muhammad berumur 9 tahun. Karena
keterkaitan hati Abu Tholib terhadap Muhammad sangat kuat sekali
maka Abu Tholib tidak tega meninggalkan Muhammad sendirian di
Mekkah. Maka Abu Tholib mengajak Muhammad bersama Kafilah
dagangnya ke syam.

Ketika kafilah dagang Quraisy sampai di kota Busra mereka


bertemu seorang Rahib Kristen yang bernama Buhaira yang senang
menjamu makan kafilah dagang yang melewati di gerejanya. Rahib
tersebut tak pernah melepaskan kesempatan untuk memberi makan
ala kadarnya. Namun ketika kafilah dagang Abu Tholib melewati
tempat tersebut, Rahib tersebut ingin membuktikan kebenaran apa
yang di lihatnya sehingga beliau menjamu semua anggota kafilah
dagang Quraisy tanpa kecuali. Dengan ini beliau dapat berkenalan
dengan calon Nabi yang masih anak-anak.

Setelah Rahib tersebut mengenal tanda-tanda kenabian seperti


yang disebutkan dalam kitab Injil, maka beliau berkata kepada Abu
Tholib: Bawalah pulang kemenakanmu itu (Muhammad) jangan
sampai anak kecil itu ditemui oleh orang Yahudi agar jangan dibunuh,
karena anak itu kelak akan menjadi Nabi akhir zaman.

Mendengar ucapan Rahib Kristen yang iklas itu, maka Abu Tholib
cepat-cepat membawa pulang untuk menjauhkan kemenakannya itu
dari hal-hal yang tidak di inginkan.

Menurut Abah Rusli, ketika umur 12 tahun Nurnya sudah mulai


nampak. Dapat dilihat dari rasa pemurahnya. Pada waktu
menggembala kambing, kambing miliknya dari jerih payah
menggembala kambing milik keluarga dan penduduk Mekkah sebagian
diminta orang. Permintaanya orang itu tidak banyak fikir dikabulkan.
Dan ternyata beliau merasakan bahwa memberi itu baik. Karena
kambing yang beliau rawat dan ia gembalakan tersebut berkembang
cepat tidak seperti kambing yang di gembalakan teman
sepermainannya. Dan pemikirannya tidak berhenti disitu saja, karena
sering memperhatikan nafas kambing tersebut beliau berfikir jangan-
jangan Tuhan itu seperti angin. Karena rasanya ada, tetapi orangnya
tidak ada.

Dalam memelihara dan menggembala kambing ternyata


memerlukan keuletan, kesabaran, ketenangan serta keterampilan
dalam tindakan. Hal ini memberikan pengaruh yang baik bagi kejiwaan
Muhammad. Pantas Nabi-Nabi pendahulu rata-rata sebagai
penggembala kambing dan domba.

6. Muhammad Dapat Bimbingan Allah Swt.

Sejak kecil Muhammad dipelihara Allah Swt, terbukti Muhammad


dipelihara orang-orang yang mempunyai perilaku Tabiat yang baik.
Sehingga beliau tidak pernah melakukan kebiasaan buruk Jahiliah. Oleh
karena itu beliau dapat menjaga dirinya dari perbuatan keji.
Ditengah kaumnya, beliau dikenal sebagai seorang yang sangat
jujur, Amanat, tidak pernah berdusta. Sampai beliau dijuluki Al Amin
(orang yang tidak meragukan lagi kejujurannya).

Beliau sangat disenangi kaumnya, karena beliau suka menolong


orang lemah, suka menyampaikan hajad seseorang, dan suka
menghormati tamu. Sejak kecil beliau terbiasa hidup sederhana lebih
senang untuk mencari rezeki dari hasil keringatnya sendiri.

Ketika umur 15 tahun bangsa Quraisy dikejutkan oleh serangan


Banu Qois. Dalam peperangan tersebut beliau membantu tentara
Quraisy dengan keberanian mengambil tombak dan anak panah yang
dilepaskan oleh musuh dan untuk diberikan kepada tentara Quraisy
untuk dilemparkan kembali kearah musuh. Disinilah Muhammad
belajar mengenal medan perang dan taktik peperangan. Dalam sejarah
peperangan tersebut disebut : Harbul Pijar.

7. Muhammad Mempersunting Siti Khodijah binti Khuwailiid.

Siti Khadijah adalah seorang janda bekas pemuda Quraisy yang


bernama Abu Hala. Siti Khadijah ditengah kaumnya dikenal seorang
wanita yang mulia budi pekertinya, serta luas pandangannya. Beliau
sebagai janda kaya yang suka berdagang ke negeri Syam dengan
mengirim barang bersama orang-orang kepercayaannya. Ketika beliau
mendengar kabar tentang kejujuran Muhammad, maka beliau
mencoba mengamati Muhammad dengan mempercayakan
dagangannya ke negeri Syam. Dalam misi dagangnya ke Syam,
Muhammad ditemani oleh orang kepercayaan Siti Khadijah yang
bernama Maisaroh.

Selama perjalanan ke Syam, Maisaroh sangat takjud sekali pada


ketinggian budi pekerti Muhammad dan kejujurannya dalam berkata
dan berdagang. Semua kelakuan Muhammad ini dilaporkan satu
persatu kepada Siti Khadijah. Karena kejujuran dan kemuliaan budi
pekerti Muhammad maka Siti Khadijah berhasrat untuk menikah
dengan Muhammad yang disampaikan kepada paman Muhammad
(Abu Tholib). Pada hal sebelumnya Siti Khadijah sudah berkali-kali
dipinang orang pemuka bangsa Quraisy yang kaya raya dan
mempunyai kedudukan tinggi tetapi beliau tetap menolaknya. Dalam
pernikahannya dengan Siti Khadijah, Muhammad berumur 25 tahun,
sedang Siti Khadijah berumur 40 tahun. Abu Tholib bertindak sebagai
wali Muhammad untuk meminang Siti Khadijah.

8. Kisah Membangun Kabah.

Tepat ketika berusia 25 tahun (Muhammad), bangsa Quraisy


sepakat membangun Kabah kembali yang hampir runtuh. Mulanya
mereka meruntuhkan bangunan aslinya dulu, kemudian mereka
membangun kembali dari batu yang disusun rapi yang diambil dari
gunung yang dekat Kabah secara bergotong-royong.

Setelah bangunan setinggi manusia kaum Quraisy berselisih


paham sesamanya. Karena masing-masing ingin mendapatkan
kehormatan untuk mengembalikan Hajar Aswad ketempatnya semula.
Maka setiap kepala suku tidak ada yang mau mengalah dengan yang
lain. Oleh karena itu hampir saja kota Mekkah terjadi peperangan antar
saudara bangsa Quraisy. Dalam keadaan yang sangat tegang itu, ada
seseorang yang menjadi penengah diantara mereka.

Dan orang tersebut mengusulkan bahwa orang pertama kali


masuk ke Masjidil Haram, maka dialah yang berhak mengembalikan
Hajar Aswad pada tempatnya. Dan usulan tersebut ternyata diterima
oleh semua pihak, sehingga semuanya rela dengan keputusan yang
akan diambil. Dengan Hikmah Allah menakdirkan Muhammad orang
pertama kali masuk Masjidil Haram.
Dalam kesempatan itu beliau menggunakan kebijaksanaan untuk
mempersatukan kaumnya yang saling bersaing untuk mendapatkan
kemuliaan.

Caranya: Muhammad menghamparkan sorbannya diatas tanah,


kemudian beliau memerintahkan setiap kepala suku memegang ujung
sorban untuk mengangkatnya sampai dekat tempat Hajarul Aswad
semula, dan dengan tangan beliau sendiri batu Hajar Aswad
ditempatkan pada tempat asal mula. Dengan kebijksanaan beliau maka
perselisihan bangsa Quraisy dapat diatasi dengan damai. Dan semua
kepala suku puas atas kebijaksanaan Muhammad, karena setiap kepala
suku merasa dapat kemuliaan.

9. Sumpah Halful Fudhul.

Halful Fudhul adalah sumpah yang di ikrarkan oleh sebagian orang


Quraisy yang berjanji untuk membela hak-hak orang yang teraniaya.
Sumpah Halful Fudhul ini juga dihadiri oleh Muhammad Saw.

Adapun asal kejadian sebagai berikut: Pada suatu hari ada orang
Badui dari dusun Zubaid datang ke kota Mekkah untuk menjual
barangnya. Barang tersebut dijual kepada pemuka Quraisy yang
bernama Ash bin Wail ayah Amra bin Ash. Sayang harga barang
tersebut tidak dibayar oleh Ash bin Wail walaupun dia tergolong orang
kaya. Dia berlaku demikian karena merasa dirinya sebagai pemuka
Quraisy yang tak mungkin ada yang berani menegurnya. Dan ternyata
betul, beberapa pemuka Quraisy lainnya diminta tolong, tidak
seorangpun yang berhasil menasehati Ash bin Wail.

Orang Badui tersebut tida putus asa mengadukan problemnya


yang dia hadapi kepada beberapa orang yang masih mempunyai hati
yang iklas dan berani. Sehingga berkumpul dirumah Abdullah bin
judan dan bersumpah untuk membela hak - hak orang yang dianiaya
dan dikenal dengan sumpah Halful Faudhu. Dimana mereka berjanji
tetap akan menuntut kepada Ash bin Wail sampai melunasi
pembayaran harga barang kepada si Badui yang datang dari
dusun.

Mereka bersumpah termasuk Muhamad dengan serentak dan


kerumah Ash bin Wail menuntut pembayaran utangnya kepada si
Badui. Keserentakan mereka itu membuat hati Ash bin Wail takut dan
terpaksa melunasi hutangnya kepada si Badui.

Peristiwa ini sangat membekas di hati Muhamad sehingga


sepanjang hayatnya selalu teringat dalam membela hak-hak
orang teraniaya.

10. Masa Kenabian Muhamad

Pada masa Muhammad genap berusia 40 tahun, dunia sedang


diliputi oleh kabut kesesatan dan umat manusia sedang dalam lembah
kebiadaban yang sulit diperbaiki. Disaat itulah Allah menurunkan tanda
diutusnya Nabi Muhammad. Demikianlah sunatullah berlaku jika dunia
sedang tenggelam dalam kebejatan, maka Allah menolongnya dengan
mengutus seseorang.

Penduduk kota Mekkah juga mengalami hal serupa, tenggelam


dalam kebejatan dan kemusrikan. Kaumnya sesat, hidup dalam
kebodohan dan kejahilan. Sehingga Muhammad merasa sedih dan
hidup dikota Mekkah terasa sangat sempit.

Oleh karena itulah beliau sering memencilkan diri di Gua Hira.


Selama di Gua Hira beliau berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan
Sang Pencipta alam semesta dengan harapan bisa mengobati hati yang
risau memikirkan kaumnya yang semakin parah.
Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa beliau setiap berjalan dekat
batu atau pohon pasti beliau mendengarkan suara dari batu ataupun
pohon yang memberi salam kepada Muhammad : Assalamualaikum
ya Rasulullah. Namun setiap kali menoleh kearah suara itu beliau
tidak mendapati seorangpun yang berada di dekatnya.

11. Di Gua Hira.

T epat ketika beliau sedang tenggelam dalam bermunajat kepada


Allah beliau di datangi oleh Malaikat Jibril yang membawa perintah
dari Allah.

Beliau mendapat wahyu pertama dari Allah dan di angkat sebagai


Nabi akhir zaman. Kisah turunnya wahyu pertama (Surat Al-Alaq 1-5)
itu terjadi di Gua Hira tepat 17 Ramadhan 16 Agustus 610 M, ketika
Nabi berusia 40 tahun.

Dalam kisah tarihk/sejarah dalam ilmu sariat peran Jibril memang


seperti itu, tetapi yang sudah belajar ilmu hakikat/makrifat kedudukan
Jibril sudah kami terangkan dalam Pedoman Penerus Akhlak
Rasulullah.
Hal-hal yang perlu dicatat dan digaris bawahi tentang
diri Muhammad sehingga beliau jadi utusan Tuhan :

Poin :

1. Berasal dari keluarga miskin.


2. Mulai dari kandungan sudah ditinggal ayah.
3. Lahir sudah jadi yatim, diberi nama Muhammad yang mana nama
ini asing sekali bagi bangsa Arab.
4. Masa penyusunan hidup di desa yang sangat miskin. Belajar
tanggungjawab menggembala kambing milik ibu susunya.
5. Umur 6 tahun sudah jadi yatim piatu, karena ditinggal ibunya
(kandung) di tengah perjalanan pulang dari Madinah ke
Mekkah.
6. Umur 8 tahun ditinggal pergi selamanya karena kakeknya yang
merawat dan selalu menyayanginya wafat.
7. Umur 9 tahun sudah diajak dagang oleh pamannya (Abu Tholib) ke
Syam. Bertemu Rahib Kristen Buhaira yang iklas.
8. Umur 12 tahun Nurnya mulai nampak dengan ditandai sifat
pemurah dalam soal memberi.
9. Di Mekkah terkenal kejujurannya dan disebut Al Amin karena
orangnya sangat jujur, amanat dan tak pernah berdusta.
10. Menginjak dewasa amat disenangi kaumnya karena beliau suka
menolong kepada kaum yang lemah, suka menyampaikan hajat
seseorang, suka menghormati tamu, suka mencari rezeki dari hasil
keringatnya sendiri.
11. Umur 15 tahun sudah belajar mengenal medan peperangan dan
taktik perang.
12. Dan umur 25 tahun Muhammad menikah dengan Khadijah.
Pernikahan berlanjut berkat sifat kejujuran dan budi pekerti yang
luhur.
13. Umur 35 tahun sewaktu membangun Kabah Muhammad
mengeluarkan kebijaksanaan yang bisa memuaskan setiap kepala
suku Quraisy yang hampir perang gara-gara batu Hajar Aswad
dengan damai.
14. Menjelang umur 40 tahun tanda-tanda kepemimpinannya sudah
ada. Dan tepat 17 Ramadhan-16 Agustus 610 Masehi menerima
wahyu pertama dan jadi utusan Tuhan.
KESIMPULAN

Poin : 1 7 : Merupakan ujian ketabahan hati dan batiniyah


Muhammad, sebagai modal kekuatan mental
yang luar biasa dalam menghadapi berbagai
cobaan.

Poin : 8 14 : a) Merupakan buah akhlak Muhammad :

1. Sidiq (sifat kejujuran) : Ini penting


sekali karena apabila tidak memiliki
sifat utama ini jangan harap bisa
melakukan sifat baik lainnya.
2. Tablih (penyampaian) : Tidak pernah
menyampaikan sesuatu yang tidak
benar, karena Muhammad tidak
pernah berdusta.
3. Amanat (penuh tanggungjawab) :
Artinya tidak pernah merugikan
kepada yang memberi tanggungjawab.
Ditunjukan dengan sifat keuletan,
kesabaran dan keterampilan.
4. Fatonah : Menunjukan sifat yang
lemah lembut dan bijak, sehingga suka
membantu orang yang lemah,
menghormati orang lain dan membela
orang yang teraniaya. Disinilah
nampak kecerdasan berfikir (Fatonah)
dan kemuliaan hati Nabi kita.

b) Merupakan kesempurnaan Habluminanas


yang dilakukan oleh Muhammad. Dan
Allah menjadikan seorang pemimpin
umat yang Rahmatahilalamin sangat
tepat dan sangat memenuhi syarat.

Poin : 1 14 yang telah kita simpulkan diatas adalah bagian dasar yang
sangat kokoh untuk berjuang mengemban amanah Allah selanjutnya
sehingga Muhammad menjalani Isra Miraj.

Sewaktu Nabi Muhammad menerima wahyu pertama dan


disampaikan kepada istrinya Siti Khadijah. Karena Nabi waktu itu
seperti orang ketakutan dan kedinginan sehingga minta diselimuti,
maka Siti Khadijah berusaha mengetahui peristiwa aneh yang terjadi
pada diri suaminya, beliau lari ketempat saudara sepupunya yang lebih
berpengalaman yaitu Pendeta Waraqoh bin Nauful dan mengisahkan
yang baru dialami pada diri Muhammad.

Waraqoh ini adalah seorang Kristen yang mengerti Kitab Taurat


dan Injil. Dan setelah Waraqoh ini mendengar cerita dari mulut
Muhammad sendiri dan memperhatikan sehingga selesai.

Maka Waraqoh berkata :

Demi Allah yang jiwaku ada ditangan-Nya. Sesungguhnya engkau


adalah Nabi umat ini. Engkau telah didatangi Malaikat Jibril yang
pernah datang kepada Musa dan kelak engkau akan didustakan,
disakiti, diusir bahkan kamu akan diperangi kaummu.

Ketika Nabi mendengar Waraqoh, beliau sangat terperanjat sekali,


karena pada saat itu beliau sangat dicintai oleh kaumnya. Maka beliau
bertanya lagi, apakah mungkin mereka akan mengusirku.

Jawab Waraqoh :
Demi Allah, setiap orang yang diangkat jadi Nabi seperti kamu,
pasti dia akan dimusuhi dan diperangi oleh kaumnya. Jika aku
pada waktu kamu dimusuhi masih hidup, pasti kamu aku akan bela
sekuatnya .

Setelah agama Tauhid yang dibawa Muhammad ini mulai menyebar,


maka tantangan kaum Musrikin Quraisy yang notebone tidak lain
masih keluarga dan kaumnya sendiri sangat menentang dengan keras
untuk mempertahankan agama berhala yang sudah lama dianut.

Oleh karena itu perkataan Waraqoh yang disampaikan kepada


Nabi Muhammad sudah menjadi kenyataan. Oleh karena itu poin 1 7
yang kita simpulkan diatas menjadi Nabi Muhammad seorang yang
sangat tabah dan sangat sabar menghadapi tantangan yang luar biasa,
karena mempunyai batiniyah yang sangat kuat.

Sedang poin 8 14 merupakan daya tarik yang luar biasa yang


ditampakkan secara lahiriyah oleh Muhammad sehingga walaupun
pada awalnya sangat banyak hambatan tetapi tetap optimis
berkembang dan tidak terbendung lagi.

Pada saat Nabi memikirkan kekejaman kaumnya dan beratnya


Risalah yang dipikulnya untuk menghadapi tantangan kaumnya, maka
Allah mengutus Malaikat Jibril untuk menjemput Nabi Muhammad di
Masjidil Haram untuk dibawa ke Masjidil Aksa di Palestina. Kemudian
beliau dinaikkan ke langit sampai Sidratul Muntaha. Dalam peristiwa
Isra Miraj Nabi menerima perintah Sholat lima waktu dalam sehari
semalam.

Peristiwa Isra Miraj terjadi 27 Rajab tahun ke 11 setelah


Muhammad diangkat menjadi Nabi dan Rasul.
penutup

Demikianlah buku Menelusuri Riwayat Muhamad SAW hingga di


Isra Mirajkan semoga kita bisa mencontoh suri tauladan beliau.
Untuk untuk melengkapi buku ini baca juga :

A. Pedoman Penerus Ahklak Rasulullah

B. Kunci Pedoman Penerus Ahklak Rasulullah

C.Perjalanan Hayat

D.Metafisika Islam Marifaturrasul

Untuk info: http://alaminpedia.blogspot.com

Email:alaminpedia@gmail.com