Anda di halaman 1dari 15

Kumpulan Abstrak Tesis Semester Genap 2009/2010 Teknologi Pembelajaran (TEP)

2 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2009/2010

Program Studi TEP S2 3

Pengembangan Paket Pembelajaran Mata Pelajaran Keterampilan Membuat Manisan Nangka untuk Warga Belajar Pendidikan Luar Sekolah Program Keaksaraan Fungsional Tingkat Mandiri Putut Wijayanto
Wijayanto, Putut. 2010. Pengembangan Paket Pembelajaran Mata Pelajaran Keterampilan Membuat Manisan Nangka untuk Warga Belajar Pendidikan Luar Sekolah Program Keaksaraan Fungsional Tingkat Mandiri. Tesis Program Studi Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd., (2) Prof. Dr. Punadji Setyosari, M.Ed.

Abstrak
Teknologi Pembelajaran memiliki tujuan utama untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah belajar. Pemecahan masalah belajar tersebut amat penting karena terkait dengan peningkatan kualitas pembelajaran. Upaya peningkatan kualitas pembelajaran tersebut dapat ditempuh dengan mengarahkan kegiatan pembelajaran pada tiga aspek penting yaitu keefektifan, efisiensi, dan daya tarik. Salah satu peran besar bidang Teknologi Pembelajaran adalah penyediaan sumber-sumber belajar melalui kegiatan pengembangan (development). Sementara itu kondisi di lapangan, khususnya pada Pendidikan Luar Sekolah (PLS) program Keaksaraan Fungsional (KF) Tingkat Mandiri belum tersedia bahan belajar yang benar-benar dirancang khusus (by design) untuk pembelajaran. Warga belajar program KF masih menggunakan media dan fasilitas pembelajaran yang sangat sederhana seperti papan tulis, sobekan koran, majalah, berbagai bungkus kemasan produk, mesin jahit, dan perabotan rumah tangga lainnya. Oleh karena itu, dirasakan perlu untuk mengembangkan paket pembelajaran yang terwujud dalam bentuk bahan ajar berupa media video yang terintegrasi dengan modul pembelajaran. Bahan pembelajaran yang dipilih dan dikembangkan dalam penelitian ini adalah untuk Mata Pelajaran Keterampilan dengan mengambil satu bahasan tentang Membuat Manisan Nangka. Hal tersebut sesuai dengan pelaksanaan Program KF yang mengutamakan pembelajaran life skills. Keterwakilan waktu dan tempat tertentu menjadi alasan dikembangkannya Paket Pembelajaran Mata Pelajaran Keterampilan Membuat Manisan Nangka ini. Dengan karakteristik nangka sebagai buah musiman dan tumbuh subur di daerah tertentu, maka perlu dikembangkan bahan ajar ini agar warga belajar bisa mempelajarinya kapanpun. Lantas pada saat musim panen mereka bisa menerapkannya dalam praktek yang bisa bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Paket pembelajaran ini dikembangkan berdasarkan kajian Teknologi Pembelajaran dengan memperhatikan komponen-komponen bahan belajar yang terkandung di dalamnya. Harapan yang ingin dicapai adalah dapat mengoptimalkan proses pembelajaran dan mengakomodasi kepentingan warga belajar. Pertimbangan lain adalah bahwa dengan menggunakan bahan belajar yang dikembangkan ini memungkinkan warga belajar untuk dapat belajar secara aktif dan mandiri. Prosedur pengembangan melalui tiga tahapan. Tahap pertama: merancang pembelajaran (model Dick & Carey 2001) yang terdiri atas langkah-langkah: mengidentifikasi tujuan pembelajaran umum, melakukan analisis pembelajaran, mengidentifikasi perilaku dan karakteristik pebelajar, menulis tujuan pembelajaran khusus, mengembangkan item-item tes acuan patokan, mengembangkan strategi pembelajaran, mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran, mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif, dan merevisi kegiatan pembelajaran. Tahap kedua: penyusunan dan penulisan modul bahan ajar, panduan warga belajar, panduan tutor, serta produksi media video pembelajaran. Tahap penyusunan modul bahan ajar, panduan tutor dan warga belajar memerhatikan hal-hal sebagai berikut. Modul bahan ajar memiliki komponen pembelajaran meliputi : 1) judul bab dan konsep-konsep kunci, 2) petunjuk, 3) epitome, 4) pendahuluan, 5) tujuan pembelajaran umum, 6) tujuan pembelajaran khusus, 7) uraian materi, 8) soal latihan, 9) rangkuman materi, 10) tes akhir bab. Panduan warga belajar meliputi petunjuk penggunaan bahan ajar, petunjuk penggunaan media dan bahan lain yang diperlukan, petunjuk pengerjaan soal latihan dan tugas. Panduan tutor berisi petunjuk-petunjuk penggunaan bahan ajar bagi tutor. Kegiatan produksi media video pembelajaran meliputi kegiatan praproduksi, produksi, dan pascaproduksi. Tahap ketiga: mendesain dan melakukan evaluasi formatif meliputi tanggapan ahli isi, ahli desain, dan ahli media pembelajaran, uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Pada tahap ini dilakukan analisis dan revisi terhadap modul bahan ajar, panduan warga belajar, panduan tutor, dan media video pembelajaran. Kata kunci: paket pembelajaran, pengembangan, keaksaraan fungsional

4 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2009/2010

The Development Instructional Package of Preparing Jackfruit Sweets Skill Subject Matter for the Learning Members of Adult Education of the Functional Letter of the Alphabet Matter Program of Autonomous Level Putut Wijayanto
Wijayanto, Putut. 2010. The Development Instructional Package of Preparing Jackfruit Sweets Skill Subject Matter for the Learning Members of Adult Education of the Functional Letter of the Alphabet Matter Program of Autonomous Level. Thesis of Instructional Technology Study Program, Postgraduate Program of State University of Malang. Counselors: (1) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd., (2) Prof. Dr. Punadji Setyosari, M.Ed.

Abstract
Instructional Technology has the main purpose to identify and solving the learning problems. The learning problem solving is very important due to related to the instructional quality improvement. The effort of instructional quality improvement can be taken by aiming the instructional activities at three important aspects namely effectiveness, efficiency, and attractiveness. One of big roles of the Instructional Technology is the learning resources supply via the development activity. In the meantime, condition in the field, particularly in the Adult Education ( PLS) of the Functional Letter of the Alphabet Matter (KF) Program of Autonomous Level have not been available the learning material really specifically designed for the instruction. The KF program learning members still use the very simple instructional mediums and facilities such as blackboard, torn pieces of newspaper, magazines, various product packaging wraps, sewing machine, and the other household furniture. Therefore, it is felt necessary to develop the instructional package materialized in the form of teaching materials of video medium integrated with the instructional modules. The instructional materials selected and developed in this research was for the Skill Subject Matter by taking one topic about Preparing Jackfruit Sweets. The case was suitable with the KF Program implementation featuring the life skill instruction. The certain time and place represented to be the reason for developed this Instructional Package of Preparing Jackfruit Sweets Skill Subject Matter. With the characteristic of jackfruit as a seasonal fruit and healthy grow in the certain regions, thus it is necessary to develop this teaching material in so that the learning members can learn it any time. Then, when the harvest time they can apply it in practice may be useful for the daily life. This instructional package was developed based on the Instructional Technology study by considering the learning material components contained in it. The expectation desired to achieve was can optimize the instructional process and accommodate the learning members interests. The other consideration was that by using this learning material developed allowing the learning members in order to be able to learn actively and autonomously. The development procedure was via three phases. First phase: designed the instruction (Dick & Carey model of 2001) consisted of steps: identified the general instructional purpose, made the instruction analysis, identified the behaviors and characteristics of learners, wrote the specific instructional purpose, developed the criterion reference test items, developed the instructional strategy, developed and selected the instructional material, designed and implemented the formative evaluation, and revised the instructional activities. Second phase: the compiling and writing of teaching material modules, learning members guide, tutor guide, and instructional video medium production. The compiling phase of teaching material modules, tutor and learning members guide considered points as follows. Teaching material modules had the instructional components involved: 1) chapter tittles and key concepts, 2) guide, 3) epitome, 4) introduction, 5) general instruction purpose, 6) specific instructional purpose, 7) materials description, 8) exercise problems, 9) materials summary, 10) end of chapter tests. The learning members guide involved uses guide of teaching materials, uses guide of medium and other materials needed, working on guide of exercises and tasks items. Tutor guide contained the uses guides of teaching materials for tutor. Instruction video medium production activity involved the preproduction, production and postproduction activities. Third phase: designed and conducted the formative evaluation involved the responses of content expert, design expert, and instruction medium expert, personal try out, small group try out, and field try out. In this phase was conducted analysis and revision to the teaching materials modules, learning members guide, tutor guide, and instruction video medium. Key words: instructional package, development, functional letter of alphabet matter

Program Studi TEP S2 5

Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Kelas XI IPA I SMA Negeri 2 Ambon Vabio Christofel Nanulaitta
Vabio Christofel Nanulaitta. 2009. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Kelas XI IPA I SMA Negeri 2 Ambon. Tesis, Program Studi Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana Univeristas Negeri Malang, Pembimbing (I) Prof. Dr. I. Nyoman Sudana Degeng, M.Pd, (II) Prof. Dr. Punadji Setyosari, M.Ed.

Abstrak
Pada era global sekarang ini teknologi berkembang sangat pesat. Demikian pula dengan perkembangan media teknologi yang digunakan dalam dunia pendidikan atau pembelajaran. Berbagai perangkat keras maupun perangkat lunak dalam dunia teknologi pun dimasukan sebagai alat bantu pembelajaran untuk semua mata pelajaran dengan tidak terkecuali mata pelajaran bahasa inggris. Artinya semua sumber untuk melakukan komunikasi yang dimaksudkan adalah perangkat keras, seperti komputer, televisi, projektor, LCD, dan perangkat lunak seperti Microsoft Power Point, Macromedia Flash, Microsoft Visual Basic, Microsoft Excel yang digunakan pada perangkat-perangkat keras itu, serta multimedia. Bahasa Inggris merupakan bahasa global, dimana bahasa inggris juga merupakan salah satu mata pelajaran bahasa asing yang diintegrasikan dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dan diajarkan pada setiap jenjang/ atau kelas pada level sekolah menengah atas (SMA). Mata pelajaran bahasa Inggris pada kelas XI IPA I merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib diajarkan oleh pembelajar (Guru). Kenyataan dilapangan menunjukan terjadinya kekakuan dalam strategi penyampaian pesan pembelajaran atau terjadinya pola pembelajaran bahasa Inggris yang monoton yang bergantung pada satu media saja yang diperagakan atau disampaikan oleh pembelajar. Fasilitas penunjang pembelajaran yang difasilitasi sekolah tersebut (SMA Negeri 2 Ambon) seperti media-media elektronik (LCD/Infokus, Laptop/ Komputer, dan lain-lain) hanya menjadi pajangan saja. Guru bahasa Inggris pun jarang menggunakan dan bahakan tidak pernah menggunakan fasilitas media elektronik yang disediakan oleh sekolah tersebut, dikarenakan mereka belum memiliki pedoman ataupun petunjuk praktikum dalam melaksanakan proses pembelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan alat bantu media-media elektronik tersebut. Berdasarkan berbagai masalah tersebut, pengembang mencoba menggunakan media pembelajaran berbasis multimedia sebagai alat bantu strategi penyampaian pesan pembelajaran yang baru dalam pembelajaran bahasa Inggris. Maksud penggunaan multimedia dalam pembelajaran bahasa Inggris adalah untuk memotivasi pembelajar agar lebih kreatif dan inovatif dalam meningkatkan strategi penyampaian pesan pembelajaran kepada pebelajar. Dengan demikian proses pembelajaran bahasa Inggris yang dulunya kaku dan monoton pada satu media menjadi menarik dan penuh ekspresi positif untuk dipelajari oleh pebelajar. Sedangkan dalam merancang media pembelajaran berbasis multimedia ini, pengembang menggunakan model pengembangan ADDIE Malachowski 2007. Integrasi berbagai media atau multimedia yang dimasukan dalam pembelajaran bahasa Inggris tentunya menggunakan prosedur yang ada pada model pengembangan ADDIE tersebut. Produk pengembangan yang dihasilkan adalah media pembelajaran berbasis multimedia pada mata pelajaran bahasa Inggris yang dikemas dalam wadah CD-ROM dengan menyertakan buku pedoman dan petunjuk praktikum bagi guru. Tujuan pengembangan adalah agar terjadinya peningkatan strategi penyampaian pesan pembelajaran yang efektif dan inovatif oleh guru mata pelajaran bahasa Inggris. Penelitian pengembangan ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Ambon. Siswa kelas XI IPA I yang dijadikan subjek coba dalam penelitian ini yakni 3 orang siswa dalam uji coba perorangan, 9 orang siswa dalam uji coba kelompok kecil. Subjek coba untuk uji coba lapangan terdiri dari 1 orang guru bahasa Inggris dan 36 orang siswa kelas XI IPA I. Penelitian pengembangan ini menggunakan angket/ kuisioner dengan skala 5 sebagai instrument dalam pengumpulan data. Hasil pengembangan ini ditemukan, dari uji validasi produk oleh Ahli isi bidang studi bahasa Inggris menyatakan media pembelajaran berbasis multimedia pada mata pelajaran bahasa Inggris mencapai kualifikasi sangat tinggi dimana rerata produk pengembangan adalah 90, 87 %. Hasil validasi Ahli media pembelajaran adalah produk pengembangan mencapai kualifikasi sangat tinggi dengan rerata nilai 93, 91 %. Hasil validasi Ahli disain pembelajaran adalah produk pengembangan mencapai kualifikasi cukup tinggi dengan rerata nilai 70 %. Hasil uji coba perorangan produk pengembangan mencapai rerata 88 % dinyatakan tinggi tingkat kualifikasinya. Hasil uji coba kelompok kecil produk pengembangan mencapai rerata 92 % dinyatakan sangat tinggi tingkat kualifikasinya. Selanjutnya yang terakhir dari hasil uji coba lapangan yang terdiri dari 36 orang siswa dan 1 guru bahasa Inggris. Hasil uji coba lapangan dari 36 siswa terhadap produk pengembangan mencapai rerata 88, 1 % dinyatakan tinggi tingkat kualifikasinya, dan hasil uji coba lapangan

6 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2009/2010

dari 1 orang guru bahasa Inggris terhadap produk pengembangan mencapai rerata 94 % dinyatakan sangat tinggi tingkat kualifikasinya. Dengan demikian media pembelajaran berbasis multimedia pada mata pelajaran bahasa Inggris kelas XI IPA I SMA Negeri 2 Ambon berada pada tingkat persentasi tinggi untuk peningkatan strategi penyampaian pesan pembelajaran. Beberapa kajian dan saran yang diajukan diperkirakan dapat meningkatkan persentase dan kualitas pemanfaatan produk adalah (1) Teknologi Multimedia, (2) Komponen Mata Pelajaran dan (3) Keunggulan dan Keterbatasan Produk, sedangkan saran adalah (1) Pemanfaatn Produk, (2) Desiminasi Produk, dan (3) Kelanjutan Pengembangan Produk. Kata kunci: pengembangan, media pembelajaran, multimedia, bahasa inggris kelas XI IPA, model ADDIE.

The Development Of Instructional Media Based on Multimedia to English Subject of Second Graders of Science Class SMA Negeri 2 Ambon Vabio Christofel Nanulaitta
Vabio Christofel Nanulaitta. 2009. The Development Of Instructional Media Based on Multimedia to English Subject of Second Graders of Science Class SMA Negeri 2 Ambon . Thesis, Instructional Technology Study Program, Post-graduate of State University of Malang. Advisors: (I) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd, (II) Prof. Dr. Punadji Setyosari, M.Ed.

Abstrak
In this global era, technologies have been developed rapidly. The rapid changes also occurred in media technologies which have been used in educational field. Many kinds of hardware or software in technology area are used as learning tools especially in learning English. It means that all kind of resources for communications which use hardware technologies are used as learning tools ,such as; computer, television, projector, LCD, and software such as; Microsoft Power Point, Macromedia Flash, Microsoft Visual Basic, Microsoft Excel, or Multimedia. English becomes global language, and it also becomes one of foreign language subjects which have been integrated in KTSP and had been taught in every classes of senior high school. The result showed that strategy of delivery system in teaching English by teacher become awkward and not flexible because depend only on one media. The supporting facilities which have been facilitated by the school (SMA Negeri 2 Ambon) such as electronic media (LCD/Infokus, Laptop/Computer, dll) have not been used. English teacher also rarely and even not use those electronics media which facilitated by the school since they do not have the teaching manual, and teaching practice when they teach English language using electronic media. Based on the problem above, the developer try to use multimedia as a new supporting tool for instructional strategy of delivery system in teaching English. The tendency of using multimedia in teaching English is to motivate teacher to become more creative and innovative, so that they can increase their strategy in delivery system to the learner. That is why, the English instructional process will be interesting While in designing this instructional media based on multimedia, the developer used ADDIE Malachowski 2007 model; integrating many kind of media or multimedia used in teaching English using the procedure of ADDIE model development. The development products which have been provided is instructional media based on multimedia for English language subject and it had been already packed inside of CD-ROM, this product also to give along with teaching manual and practice direction book for teacher. The purpose of the development is to make an increasing strategy of delivery system which effective and innovative for English teacher and attend to get positive expression of students in learning English. This development research is conducted in SMA Negeri 2 Ambon. The sample was taken from students of second graders of science class. 3 students as the samples for individual try out, 9 students for the samples subject for small group try out. Subject for try out in the field took 36 students and 1 English teacher. The questionnaire with scale of five is used as an instrument for data collecting. The result showed by the expert of content of English Subject give evidence to instructional media based on multimedia for English language subject reach highest qualification with average rate 90, 87 %. The result showed by the expert of instructional media give evidence to development product reach highest qualification with average rate 93, 91 %. The result showed by the expert of instructional design give evidence to development product reach sufficient qualification with average rate 70 %. The result showed by the individual students (3 students) for the product development gives evidence high qualification with average rate 88 %. The results showed by the small group for the development product give evidence highest

Program Studi TEP S2 7

qualification with average rate 92 %. Next is the last result showed by field try out of 36 students to the development product give evidence high qualification with average rate 88, 1 %, and by 1 English teacher show the result of development product is given highest qualification evidence with average rate 94 %. With such a manner instructional media based on multimedia for English language subject of second graders of science class SMA Negeri 2 Ambon to be well of high level percentage to increase instructional strategy of delivery system. Based on the results above, suggestions and lessons are forwarded as follows: (1) product utility, (2) product disseminating, and (3) further product development; (1) multimedia technology, (2) English subject component, and (3) Benefit and confined of Product. Keywords: development, instructional media, multimedia, english second graders of science class, ADDIE model.

Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Eklesiologi Program Studi S1 Filsafat Agama Kristen STFT Widya Sasana Model Dick & Carey Antonius Denny Firmanto
Firmanto, Antonius Denny. 2010. Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Eklesiologi Program Studi S1 Filsafat Agama Kristen STFT Widya Sasana Model Dick & Carey . Tesis, Jurusan Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd., (II) Dr. Sulton, M.Pd.

Abstrak
Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang adalah lembaga pendidikan tinggi bagi kajian filosofis-teologis. Lembaga pendidikan ini bertujuan mendalami dan mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan. Berkenaan dengan nilai penting dari tujuan tersebut, diperlukanlah adanya proses pembelajaran yang baik. Salah satu ciri dari proses pembelajaran yang baik adalah adanya bahan pembelajaran yang baik dan bermutu. Tesis ini memuat proses pengembangan bahan pembelajaran mata kuliah Eklesiologi. Tahapan pengembangan dalam tesis ini mengikuti Dick and Carey instructional system design . Pengembang memilih model ini karena Dick and Carey instructional system design menawarkan desain utuh pengembangan bahan pembel-ajaran. Rangkaian kegiatan yang dilakukan pengembang dalam mengembangkan mata kuliah eklesiologi adalah: 1). mengidentifikasi tujuan umum pembelajaran, 2). menganalisis pembelajaran, 3). mengidentifikasi kemampuan awal dan karakteristik pebelajar, 4). merumuskan tujuan khusus pembelajaran, 5). menyusun instrumen penilaian, 6). mengembangkan strategi pembelajaran, 7). mengembangkan dan memilih bahan ajar, 8). merancang dan melaksanakan evaluasi formatif, 9) merevisi pengajaran, dan 10). merancang dan melakukan penilaian sumatif. Selama proses pengembangan bahan pembelajaran, ahli isi mata kuliah Eklesiologi, ahli pengem-bangan pembelajaran, dan ahli media pembelajaran serta beberapa pebelajar membe-rikan tanggapan dan masukan perbaikan. Pengembangan bahan pembelajaran ini menghasilkan: 1). bahan pembelajaran, 2). panduan pembelajar, dan 3). panduan Pebelajar. Kajian produk menunjukkan bahwa: 1) ahli isi mata kuliah Eklesiologi men-yetujui substansi mata kuliah yang disajikan dalam bahan pembelajaran, 2). ahli desain pengembangan pembelajaran menyetujui proses pembelajaran yang ditawar-kan dalam bahan pembelajaran, 3). ahli desain media pembelajaran menerima apa yang ditampilkan melalui bahan pembelajaran, dan 4). Pebelajar memberikan opini positif atas bahan pembelajaran. Bahan pembelajaran yang dikembangkan oleh Antonius Denny Firmanto ini dapat digunakan oleh pembelajar dan pebelajar di STFT Widya Sasana Malang. Bahan pembelajaran ini juga dapat digunakan oleh mereka yang berminat dalam kajian eklesiologis. Kata kunci: pengembangan, bahan pembelajaran, Eklesiologi, model Dick dan Carey.

8 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2009/2010

The Systematic Design of Instruction on Ecclesiology at STFT Widya Sasana according to Dick & Careys Model Antonius Denny Firmanto
Firmanto, Antonius Denny. 2010. The Systematic Design of Instruction on Ecclesiology at STFT Widya Sasana according to Dick & Careys Model . Magisters thesis in Educational Technology, State University of Malang Graduate Program. Advisors: (I) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd., (II) Dr. Sulton, M.Pd.

Abstract
Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang is a higher institute for formating students on philosophical-theological studies. It is run to enhance universal human values. This aim needs conditions for well-being learning process. The pre-sence of a good prepared text book is one of prerequisite for a highquality learning process. Unfortunately, text books on ecclesiological studies are not adequate for a highlevel learning quality. They are not prepared as learning resources planned according to learning aims. This thesis contains analitical studies on developing learning materials and product analysis that come from learning materials development. Analitical studies is done in accordance to Dick and Carey instructional system design. This design brings forward an integral design for developing a learning process. It has values that answers ecclesiological learning process needs at Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang. Dick and Carey instructional system design is run by this phases: (1) identify instructional goal, (2) conduct instructional analysis, (3) identify entry behavior, (4) write performance objectives, (5) develop criterion referenced test items, (6) develop instructional strategy, (7) develop and select instructional materials, (8) design and conduct formative evaluation, (9) revise instruction, (10) design and conduct summative evaluation. While running learning materials development, experts on learning development, learning media, content analyst give their assessments, suggestion, and opinion in order that learning materials development performs its optimal shape. This process produced: (1) text book, (2) lectures guidance, and (3) students guidance. Product analysis show that (1) learning content analyst gives him agreement on subject content proposal. His suggestion gives a precise orientation for text deve-loping, (2) learning development analyst attaches values to the text book in order lecturer can guide a high-level learning process, (3) media analyst shows his appreciation, and (4) students gives their positive opinion. STFT Widya Sasana Malangs lecturer and students can apply the text book produced by Antonius Denny Firmanto. It also can be used by others that have an interest on this subject. Keywords: developing, learning sources, Ecclesiology, Dick & Careys model.

Pengembangan Paket Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas IV dengan Menggunakan Model Dick & Carey di SD Ummu Aiman Lawang Ayib Devi Sofia
Ayib Devi Sofia. 2010. Pengembangan Paket Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas IV dengan Menggunakan Model Dick & Carey di SD Ummu Aiman Lawang . Tesis. PSSJ Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sulton, M.Pd, (2) Dr. Waras Kamdi, M.Pd

Abstrak
Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan sumber belajar dalam PAI perlu dirancang dan dikembangkan suatu paket pembelajaran yang terdiri atas bahan ajar, panduan guru dan panduan siswa. Tujuan pengembangan paket pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah untuk menghasilkan paket pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang memfasilitasi pembelajaran pembentukan sikap atau aspek afektif dalam rangka meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Model yang digunakan dalam mengembangkan paket pembelajaran ini adalah model Dick & Carey (2001). Model

Program Studi TEP S2 9

ini terdiri dari 10 langkah, namun dalam pengembangan ini hanya dilakukan sampai 9 langkah karena keterbatasan waktu dan biaya. Langkah-langkah tersebut adalah: (1) Analisis kebutuhan untuk menentukan tujuan, (2) Analisis pembelajaran, (3) Identifikasi perilaku awal dan karakteristik pebelajar, (4) Merumuskan TPK, (5) Mengembangkan butir-butir tes, (6) Mengembangkan srategi pembelajaran, (7) Memilih dan mengembangkan materi, (8) melakukan evaluasi formatif, (9) Merevisi pembelajaran. Pemilihan penggunaan model Dick & Carey dalam pengembangan desain pembelajaran ini didasarkan pada beberapa alasan, yaitu: (1) Materi mata pelajaran Pendidikan Agama Islam merupakan materi yang penyajiannya memerlukan urutan-urutan tertentu secara sistematis. Misalnya, pada materi Surat-surat Al-Qur`an terdiri dari materi bacaan surat, arti surat, dan kajian surat dimana penyajiannya tidak boleh ditukar-tukar. Sifat-sifat materi seperti ini sangat sesuai untuk dikembangkan dengan model Dick & Carey, (2) Menurut beberapa penelitian bahwa pemanfaatan sumber belajar berupa paket pembelajaran model Dick & Carey secara efektif dapat meningkatkan hasil belajar (Sumlah; 1999, Umarela; 2005, Tegeh; 2006) Produk pengembangan berupa paket pembelajaran yang terdiri atas bahan ajar, panduan guru dan panduan siswa diujicobakan melalui evaluasi formatif yang meliputi beberpaa tahap yaitu: review ahli isi materi, review ahli desain dan media pembelajaran, uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Data hasil evaluasi formatif berupa saran, tanggapan dan penilaian dari subjek uji coba digunakan sebagai masukan untuk merevisi dan menyempurnakan paket pembelajaran yang dihasilkan. Hasil review dari uji 2 ahli isi materi maupun dari uji ahli desain dan media untuk komponen bahan ajar menunjukkan pada kategori sangat baik dengan presentase pada ahli isi materi adalah 90% dan 95%, sedangkan pada ahli desain dan media adalah 91,67%. Untuk panduan guru juga berada pada kualifikasi sangat baik dengan presentase 92,5% dan 95% dari 2 ahli isi materi, dan 90,38% dari ahli desain dan media. Panduan siswa juga berada pada kategori sangat baik dengan presentase 95% dan 92,5% dari 2 ahli isis materi, dan 92,31% dari ahli desain dan media. Dari hasil uji coba perorangan pengembang mendapat banyak masukan dan penilaian khususnya yang berkaitan dengan keterbacaan paket pembelajaran. Setelah direvisi dari uji perorangan, produk pengembangan diujicobakan pada kelompok kecil melalui angket. Hasil rerata presentase yang diperoleh untuk komponen bahan ajar sebesar 88,83% dan berada pada kategori sangat baik. untuk panduan siswa rerata presentase yang diperoleh sebesar 92% yang juga berada pada kategori sangat baik. Adapun saran dari siswa pada uji kelompok kecil terutama berkaitan dengan pemberian contoh-contoh pada isi materi dan penggunaan kata-kata yang lebih mudah dipahami oleh siswa. Data dari hasil uji coba lapangan tentang tanggapan siswa terhadap bahan ajar mendapat rerata presentase sebesar 89,2% yang berada pada kategori sangat baik. Sedangkan data tanggapan guru terhadap bahan ajar adalah sebesar 90% pada kategori sangat baik. Untuk panduan siswa memperoleh rerata presentase sebesar 89,42% dan panduan guru sebesar 92,5% berada pada kategori sangat baik. Untuk menguji efektifitas penggunaan paket pembelajaran digunakan uji t dari hasil pretest dan posttest yang diberikan kepada siswa. Hasil uji t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan mean hasil posttest (91,84) > pretest (72) dengan taraf signifikan 0,000 < 0,05. t hitung (20,030) > t table (2,064). Dengan demikian terbukti paket pembelajaran efektif dapat meningkatkan hasil belajar. Dari serangkaian uji coba dapat diketahui kelebihan dan keterbatasan paket pembelajaran yang telah dikembangkan yaitu: (1) bahan ajar ini dirancang dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa kelas IV SD Ummu Aiman Lawang, (2) panduan guru didesain dengan menggunakan strategi pembelajaran yang lebih menekankan pada pembentukan sikap, yaitu menggunakan strategi pembelajaran Kontekstual atau CTL (Contextual Teaching & Learning). Dimana pembelajaran kontekstual ini siswa diajak untuk beraktivitas dalam mengembangkan kemampuan sosialitasnya, sehingga siswa tidak hanya mencatat dan menonton saja akan tetapi melakukan sendiri kegiatan pembelajaran, (3) Desain paket pembelajaran disertai dengan gambar ilustrasi, lay out, warna, dan tampilan teks yang mengikuti prinsip desain pesan dengan tujuan untuk menarik perhatian dan membangkitkan motivasi belajar siswa, (4) Panduan guru dan panduan siswa yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan manfaat kepada pebelajar dan pembelajar, dikarenakan di dalamnya terdapat petunjuk dan informasi penting tentang proses pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Sedangkan keterbatasan paket pembelajaran ini, yaitu: (1) Produk pengembangan di desain dan dikembangkan berdasarkan hasil analisis kebutuhan dan karakteristik siswa SD Ummu Aiman Lawang, sehingga penggunaannya terbatas untuk siswa SD Ummu Aiman Lawang. (2) Model yang digunakan untuk mengembangkan paket pembelajaran ini adalah Dick & Carey (2001) yang bersifat sistematis dan linear, sehingga model ini kurang fleksibel dan kurang memahami kompleksitas yang terjadi dalam merancang pembelajaran (Akubulut, 2006). (3) Pengembangan paket pembelajaran ini dilakukan hanya sampai pada tahap evaluasi formatif. Saran berkaitan dengan keterbatasan yaitu: (1) apabila paket pembelajaran ini ingin digunakan pada lembaga atau sekolah lain maka perlu diadakan penyesuaian dan analisis kebutuhan dan karakteristik lebih

10 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2009/2010

lanjut, (2) Adapun strategi pembelajaran yang digunakan dalam uji coba lapangan adalah pembelajaran kontekstual yang membutuhkan waktu cukup lama, maka dari itu guru harus mencermati alokasi waktu yang disediakan selama proses pembelajaran dengan seksama, (3) untuk mengatasi keterbatasan yang dimiliki oleh model pengembangan Dick & Carey yaitu tentang desain pembelajaran sistematik yang dirasa terlalu kaku, sehingga perlu diupayakan sebagai proses non linear yang merupakan model fungsional dalam praktik dunia nyata. Pengembang berusaha untuk mencoba menerapkan proses non linear ini dalam bahan ajar yang di kembangkan,usaha ini diwujudkan dengan pemberian tes disela-sela materi dan akhir materi untuk melihat sejauh mana siswa dapat menguasai materi sebelum melangkah ke bab selanjutnya. Kata kunci: pengembangan, paket pembelajaran, pendidikan agama islam, model dick & carey

The Development of Islam Education Learning Package for Class IV using Dick & Carey Model at SD Ummu Aiman Lawang Ayib Devi Sofia
Ayib Devi, Sovia, 2010.

The Development of Islam Education Learning Package for Class IV using Dick & Carey Model at SD Ummu Aiman Lawang. Thesis. Study Program of Learning Technology. Postgraduate Program of State University of Malang. Supervisor. Sulton. Co-supervisor: Waras Kamdi.
Abstract

An alternative to solve the problem of learning sources in PAI is needed. It is a learning package consisting teaching material, teacher guide, and student guide. The objective of the development of learning package for Islam Education is to produce Islam Education learning package to facilitate the learning of attitude or affective aspects to improve process quality and learning of Islam Education. The model used to develop this learning package is Dick & Carey Model (2001). This model consists of 10 steps, but for this development, research only explains 9 steps due to limited space and cost. These steps are: (1) the analysis of demand to determine the objective, (2) the analysis of learning, (3) the identification of learner's early attitude and characteristic, (4) the formulation of TPK, (5) the development of test detail, (6) the development of learning strategy, (7) the selection and the development of material, (8) the conduct of formative evaluation, (9) the revision of learning. The application of Dick & Carey model in the development of learning design considers several reasons. Among them are (1) that Islam Education course materials are materials that its presentation needs systematic sequence. For instance, the materials of AL-Quran verses include reading materials of epistles, the meaning of epistles, and the review of epistles where the review cannot be exchanged. The nature of these materials seems consistent with the Dick & Carey model; and (2) that some researches insist that the use of learning source such as Dick & Carey learning model will be very effective to improve learning result (Sumlah, 1999; Umarela, 2005; Tegeh, 2006). The product of learning package development comprises to teaching material, teacher guide, and student guide. These can be trialed through formative evaluation covering several steps such as expert review on material content, expert review on learning design and media, individual trial test, small group trial, and field trial. Data of formative evaluation may be suggestion, comment, and judgment from the trial subject to be used as input to revise and to improve the learning package. The result of review from two material content expert tests or from design and media expert test on teaching material shows good category. The percentages of material content expert tests are 90 % and 95 %, while for design and media expert test is 91.67 %. The teacher guide also remains in the very good qualification by percentage of 92.5 % and 95 % from two material content expert tests, and 90.38 % from design and media expert test. Student guide is also located in the very good category by percentage of 95 % and 92.5 % from 2 material content expert tests, and 92.31 % from design and media expert test. The individual trial produces many inputs and judgments in relation with the learning package readability. After revision, the development product will be trialed to small group through questionnaire. The percentage average of teaching material is 88.83 %, thus remaining in the very good category. The percentage average of student guide is 92 %, also qualifying in the very good category. Student's suggestion from small group test has relation with the examples of material content and the use of words easily understood by student.

Program Studi TEP S2 11

Data of field trial on student's comment to teaching material has percentage average of 89.2 %, thus qualifying in the very good category. Data of teacher's comment to teaching material has 90 % of percentage average with qualification into very good category. Student guide has percentage average of 89.42 % and teacher guide has 92.5 %, therefore all of them qualify for very good category. Testing the effectiveness of learning package application is using t-test against the result of pretest and posttest given to student. Result of t-test indicates that the mean difference may obvious between the result of post-test (91.84) > pretest (72) with significance degree 0.000 < 0.05. Meanwhile, it shows that the rate of t-count (20.030) > t-table (2.064). It is proved that the effective learning package can improve learning result. Set of trials may useful to understand the strengths and the weakness of learning package. The strengths include that (1) teaching material can be developed based on the demand and characteristic of Class IV student at SD Ummu Aiman Lawang, (2) teacher guide may be designed to use learning strategy with emphasis on the attitude establishment, especially using contextual learning strategy or CTL (Contextual Teaching & Learning). The contextual learning persuades the student to actively develop their social capability, such that the student not only takes a note and watches the lesson, but also conducts self-learning, (3) learning package design with illustration, layout, color, and text appearance will follow the principle of message design to attract student attention and to develop their learning motivation, and (4) teacher guide and student guide will be expected to give benefit for the learner and teacher because these guide may contain important information about the implementation of learning for Islam Education. The weaknesses of this learning package are: that (1) the development product may designed and developed based on the analysis of demand and characteristic of the student at SD Ummu Aiman Lawang, in which the use may only be limited to the student of SD Ummu Aiman Lawang, (2) the model to develop learning package is Dick & Carey (2001) with its feature of systematic and linear such that this model will be less flexible and disregard the complexity of learning plan (Akubulut, 2006), and (3) the development of this learning package has been conducted in the formative evaluation stage. The suggestion in relation with these weaknesses may be that (1) if this learning package should be used in the agency or other school, the adjustment and the further analysis on the demand and characteristic should be made; (2) the learning strategy for field trial is contextual learning, but it needs longer time and therefore, the teacher must concern with timing allocation during learning process, (3) dealing with the weakness of Dick & Carey development model, especially the very rigid systematic learning design, the effort should pursue for the non-linear process to produce functional model to be used in real practice. The model developer always attempts to apply this non-linear process in their teaching material in order to facilitate a test during material teaching or at the final teaching of material to see how far the student can master the material before stepping to the next chapter. Keywords:

development, learning package, Islam education, Dick & Carey model

Pengembangan Model Orkestra Pembelajaran Bermedia Montessori untuk Pembelajaran Panca Indra dan Kecakapan Hidup Sehari-Hari Anak Usia TK Putu Dian Danayanti Degeng
Degeng, Putu Dian Danayanti. 2010. Pengembangan Model Orkestra Pembelajaran Bermedia Montessori untuk Pembelajaran Panca Indra dan Kecakapan Hidup Sehari-Hari Anak Usia TK . Tesis, Program Studi Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Punaji Setyosari, M.Ed., (II) Dr. Waras Kamdi, M.Pd

Abstrak
Pola pembelajaran di sekolah-sekolah saat ini masih menekankan pada keseragaman yang bersifat sentralistik dan monolitik. Pola pikir yang sentralistik adalah pola pikir seseorang yang berpusat pada satu pemahaman saja. Sedangkan pola pikir monolitik adalah pola pikir yang monoton. Pendidikan yang diharapkan dapat mengajarkan bagaimana cara menghargai keragaman justru memberangus keragaman. Apabila pola pembelajaran yang menekankan pada pola pikir keseragaman masih dipertahankan, maka tidak akan pernah ada tempat untuk pengembangan daya cipta karya dan karsa belajar. Dalam konteks pembelajaran di Taman Kanak-Kanak (TK), banyak sekali ditemukan praktek belajar-mengajar yang mematikan daya cipta karya dan karsa belajar anak. TK Griya Adinda adalah salah satu TK swasta di Malang yang didirikan pada tahun 1993. Sampai saat ini, TK Griya Adinda adalah satu-satunya TK di Malang yang menggunakan media Montessori dalam

12 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2009/2010

pembelajarannya. Meskipun demikian, sejak dibeli pada tahun 1992, penggunaan media Montessori di TK Griya Adinda masih belum maksimal. Hal ini disebabkan karena belum tersedianya buku panduan penggunaan yang sesuai dengan karakteristik pembelajaran TK Griya Adinda (TK Griya Adinda menggunakan desain pembelajaran Quantum). Adapun tujuan desain pembelajaran TK Griya Adinda adalah untuk merangsang cipta karya dan karsa belajar anak untuk menumbuhkan pribadi unggul. Pengembangan Model Orkestra Pembelajaran Bermedia Montessori untuk Pembelajaran Panca Indra dan Kecakapan Hidup Sehari-Hari Anak Usia TK dimaksudkan untuk mengatasi ketidaktersediaan orkestra pembelajaran bermedia Montessori yang dirancang dengan menggunakan pendekatan atau model rancangan yang bersifat fleksibel untuk merangsang cipta karya dan karsa belajar anak usia TK; secara khusus, sesuai dengan karakteristik pembelajaran di TK Griya Adinda. Pengembangan ini menggunakan model 2 Dimensi Orkestra Pembelajaran Degeng. Produk pengembangan yang dihasilkan berupa: 1) Model Orkestra Pembelajaran Bermedia Montessori Untuk Anak Usia TK, 2) Orkestra Pembelajaran Panca Indra Bermedia Montessori Untuk Anak Usia TK, 3) Orkestra Pembelajaran Kecakapan Hidup Sehari-Hari Bermedia Montessori Untuk Anak Usia TK, 4) Contoh Orkestra Pembelajaran Panca Indra Bermedia Montessori: Silinder Bertangkai, 5) Contoh Orkestra Pembelajaran Kecakapan Hidup Sehari-Hari Bermedia Montessori: Berjalan. Produk Orkestra Pembelajaran ini dinilai oleh 1 orang ahli isi pembelajaran, 1 orang ahli media pembelajaran, 1 orang ahli desain pembelajaran, kepala TK dan 1 orang guru TK. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah tanggapan langsung pada naskah dari ahli isi dan angket skala 5 yang diperoleh dari ahli media, ahli desain, kepala TK dan guru TK. Ahli isi pembelajaran menyatakan bahwa isi produk: Model Orkestra Pembelajaran adalah: sangat baik; Orkestra Pembelajaran Panca Indra dan Kecakapan Hidup Sehari-Hari adalah: sangat baik; contoh Orkestra Pembelajaran Panca Indra (Silinder Bertangkai) dan Kecakapan Hidup Sehari-Hari (Berjalan) adalah: sangat baik. Ahli media pembelajaran menyatakan bahwa media produk: Orkestra Pembelajaran Panca Indra dan Kecakapan Hidup Sehari-Hari adalah: sangat baik. Ahli desain pembelajaran menyatakan bahwa desain produk: Model Orkestra Pembelajaran adalah: baik, Orkestra Pembelajaran Panca Indra adalah: baik; Orkestra Pembelajaran Kecakapan Hidup Sehari-Hari adalah: sangat baik; Contoh Orkestra Pembelajaran Panca Indra (Silinder Bertangkai) dan Kecakapan Hidup Sehari-Hari (Berjalan) adalah: sangat baik. Kepala TK menyatakan bahwa produk: Orkestra Pembelajaran Panca Indra adalah: sangat baik; Orkestra Pembelajaran Kecakapan Hidup Sehari-Hari adalah: baik; Contoh Orkestra Pembelajaran Panca Indra (Silinder Bertangkai) adalah: baik; Contoh Orkestra Pembelajaran Kecakapan Hidup Sehari-Hari (Berjalan) adalah: sangat baik. Guru TK menyatakan bahwa produk: Orkestra Pembelajaran Panca Indra adalah: baik; Orkestra Pembelajaran Kecakapan Hidup Sehari-Hari adalah: cukup; contoh Orkestra Pembelajaran Panca Indra (Silinder Bertangkai) dan Kecakapan Hidup Sehari-Hari (Berjalan) adalah: cukup. Revisi produk telah dilakukan sesuai dengan saran-saran yang diberikan oleh ahli isi, ahli media, ahli desain, kepala TK dan guru TK. Beberapa saran pengembangan produk antara lain: pemanfaatan produk, diseminasi produk, dan pengembangan produk lebih lanjut. Kata kunci: model, orkestra pembelajaran, media Montessori, pembelajaran panca indra, pembelajaran kecakapan hidup sehari-hari, anak usia TK

The Development of Instructional Orchestra Model Based on Montessori Media for Sensorial and Practical Life for Kindergarten Putu Dian Danayanti Degeng
Degeng, Putu Dian Danayanti. 2010. The Development of Instructional Orchestra Model Based on Montessori Media for Sensorial and Practical Life for Kindergarten. Thesis. Instructional Technology, PostGraduate Program, Malang State University. Advisors: (I) Prof. Dr. Punaji Setyosari, M.Ed., (II) Dr. Waras Kamdi, M.Pd

Abstract
Learning model, these days, still focused on uniformity which is centralistic and monolithic. Centralistic means that the way of thinking is centered only on one understanding. While monolithic means monotonous thinking. Education, which supposed to teach how to appreciate variety, failed to achieve it. If the learning pattern which is focused on uniformity still exists, there will be no space for developing

Program Studi TEP S2 13

creativity and the will to learn. In the kindergarten learning context, still found some circumstances that wont allow creativity and the will to learn. Griya Adinda Kindergarten, which was built in 1993, is the only kindergarten in Malang which uses Montessori media in the teaching and learning processes. But, since it was bought in 1992, the usage of this media still not maximum since there is no manual book which is appropriate with learning characteristics in Griya Adinda Kindergarten (Griya Adinda Kindergarten is using Quantum as it Learning design). The learning goal of Griya Adinda Kindergarten is to stimulate creativity and the will to learn in order to grow great personality. The purpose of the development of Instructional Orchestra Model Based on Montessori Media for Sensorial and Practical Life Kindergarten is to meet the need of Instructional Orchestra based on Montessori media which design using flexible model to stimulate creativity dan the will to learn for kindergarten, especially, meet the need of Griya Adinda Kindergarten. The product is developed using 2 Dimensions Degeng Instructional Orchestra. The products are: 1) Instructional Orchestra Model Based on Montessori Media for Kindergarten, 2) Instructional Orchestra for Sensorial Based on Montessori Media for Kindergarten, 3) Instructional Orchestra for Practical Life Based on Montessori Media for Kindergarten, 4) The example of Instructional Orchestra for Sensorial Based on Montessori Media for Kindergarten: Cylinder Blocks, 5) The example of Instructional Orchestra for Practical Life Based on Montessori Media for Kindergarten: Walking. The products assessed by an instructional content expert, an instructional media expert, an instructional designer, kindergarten Headmaster, and a kindergarten teacher. Instruments used for data collecting were direct comment on the product script taken from instructional content expert and five-scale questionnaire taken from instructional media expert, instructional designer, kindergarten headmaster and kindergarten teacher. The result taken from instructional content expert showed that the products: Instructional Orchestra Model: very good; Instructional Orchestra for Sensorial and Practical Life: very good; the example of Instructional Orchestra for Sensorial (Cylinder Blocks) and Practical Life (Walking): very good. The result taken from instructional media expert showed that the products: Instructional Orchestra for Sensorial and Practical Life: very good. The result taken from instructional designer showed that the products: Instructional Orchestra Model: good; Instructional Orchestra for Sensorial: good; Instructional Orchestra for Practical Life: very good; the example of Instructional Orchestra for Sensorial (Cylinder Blocks) and Practical Life (Walking): very good. The result taken from kindergarten headmaster showed that the products: Instructional Orchestra for Sensorial: very good; Instructional Orchestra for Practical Life: good; the example of Instructional Orchestra for Sensorial (Cylinder Blocks): good; the example of Instructional Orchestra for Practical Life (Walking): very good. The result taken from kindergarten teacher showed that the products: Instructional Orchestra for Sensorial: good; Instructional Orchestra for Practical Life: enough; the example of Instructional Orchestra Sensorial (Cylinder Blocks): enough; the example of Instructional Orchestra for Practical Life (Walking): enough. Products revision was done as the advises given by the experts, kindergarten headmaster and kindergarten teacher. Recommendations are given related to: product utility, product dissemination and further product development. Keywords: model, instructional orchestra, Montessori media, sensorial, practical life, kindergarten

Pengembangan Paket Pembelajaran Mata Pelajaran Bahasa Inggris Bermedia Interaktif dengan Model ADDIE Ahmad Bahruddin
Bahruddin, Ahmad. 2010. Pengembangan Paket Pembelajaran Mata Pelajaran Bahasa Inggris Bermedia Interaktif dengan Model ADDIE . Tesis, Jurusan Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd., (2) Dr. Moeljadi Pranata, M.Pd.

Abstrak
Salah satu agenda nasional adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara menyeluruh agar mampu menghasilkan manusia-manusia yang berkemampuan dalam melaksanakan pembangunan nasional secara berkelanjutan. Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sedang dan terus

14 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2009/2010

dilaksanakan adalah melalui pendidikan. Pendidikan masih dipercaya sebagai wahana efektif dalam meningkatkan kualitas hidup manusia melalui penyelenggaraan pembelajaran yang berkualitas. Pembelajaran merupakan kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh pembelajar dan pebelajar yang mengikuti cara-cara tertentu dalam rangka memberikan informasi, memberikan pengetahuan, penanaman perilaku sebagai upaya untuk membantu pebelajar mencapai tujuannya. Dalam arti sempit, pembelajaran dapat juga didefinisikan sebagai suatu kegiatan yang dirancang untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan dan atau nilai yang baru. Pembelajaran adalah kegiatan pebelajar secara terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat pebelajar belajar secara aktif, dengan mengupayakan pemenuhan kebutuhan belajar yang diperlukan, salah satunya dengan menyediakan sumber belajar yang relevan. Masalah yang sering muncul dalam proses pembelajaran adalah ketersediaan bahan ajar yang cukup. Di sisi lain, bahan ajar yang ada dewasa ini belum sepenuhnya dikembangkan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik pebelajar. Sehingga, para pebelajar masih belum termotivasi dan terangkat minatnya untuk menggali pengetahuan lebih dalam melalui bahan ajar yang ada. Menyikapi salah satu permasalahan mendasar tersebut, maka pengembang mencoba untuk mengembangkan bahan ajar yang didasari oleh kebutuhan dan karakteristik pebelajar, khususnya pebelajar di SMA Negeri 4 Berau yang secara umum memiliki keunikan dan kemampuan akademik lebih menonjol jika dibandingkan dengan kebanyakan pebelajar lain di wilayah kabupaten Berau. Bahan ajar yang dikembangkan ini juga dilengkapi dengan latihan-latihan soal yang dikemas dalam bentuk interaktif berbasis Flash. Alasan utama mengapa bahan ajar ini dilengkapi dengan latihan interaktif adalah mepertimbangkan karakteristik dan ketersediaan sarana pendukung pembelajaran berbasis informasi dan teknologi yang sudah ada di lingkungan SMA Negeri 4 Berau. Berdasarkan hasil uji coba kelompok yang telah dilakukan, maka diperoleh rekapitulasi data sebagai berikut : (1) Jumlah keseluruhan (rata-rata persentase) siswa yang memilih opsi jawaban 1 sebesar 74,80 %; (2) Jumlah keseluruhan (rata-rata persentase) siswa yang memilih opsi jawaban 2 sebesar 21,60 %; (3) Jumlah keseluruhan (rata-rata persentase) siswa yang memilih opsi jawaban 3 sebesar 3,60 %; (4) Tidak ada siswa yang memilih opsi jawaban 4 (00,00%). Melihat hasil yang telah diperoleh, maka mayoritas siswa memilih opsi jawaban 1 (74,80 %), jika hasil tersebut dikonsultasikan dengan tabel konversi (Bab III halaman 78) maka nilai tersebut masuk kategori BAIK, sehingga produk bahan ajar ini BISA dan LAYAK dipergunakan sebagai salah satu sumber belajar Mata Pelajaran bahasa Inggris bagi kelas X Semester 1 (ganjil) SMA Negeri 4 Berau Kalimantan Timur. Agar bahan ajar ini bisa dimanfaatkan bukan hanya oleh pebelajar di SMA Negeri 4 Berau, namun bisa juga dimanfaatkan oleh pebelajar lain, maka diperlukan kajian dan analisis kebutuhan serta karakteristik pebelajar lain yang lebih mendalam. Di samping itu, diperlukan dukungan dari semua pihak, baik birokrasi maupun pihak dunia usaha agar bahan ajar ini nantinya bisa diproduksi secara masal dan didistrubusikan kepada seluruh pebelajar, khususnya kelas X di sekolah-sekolah lain di wilayah kabupaten Berau secara gratis. Bahan ajar ini diharapkan bisa dijadikan sebagai motivasi dan inspirasi bagi pengembang lain untuk mengembangkannya lebih baik, sesuai dengan tuntutan perkembangan jaman, di lain kesempatan. Kata kunci: pengembangan, bahan ajar, bermedia interaktif, model ADDIE

Developing Instructional Material Package of interactive mediated English Subject using ADDIE Model Ahmad Bahruddin
Bahruddin, Ahmad, 2010. Developing Instructional Material Package of interactive mediated English Subject using ADDIE model. Thesis, Instructional Technology Department, Postgraduate Program, State University of Malang. Advisor (1) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd, (2) Dr. Moeljadi Pranata, M.Pd.

Abstract
One of main national agenda is increasing the quality of human resource comprehensively to yield capable and powerful men to run national development. The effort of enhancing human resource quality is by increasing the education. As education is promptly believed as the effective way of enhancing the quality of mankind in Indonesia by holding or running qualified instructional activity. Instructional is an activity in which the communication activity is done by teachers and learners following specific way to give information, knowledge, implementing attitude to help learners achieve

Program Studi TEP S2 15

instructional objectives. In a narrow sense, instructional can also be defined as a planned activity to assist someone to learn a particular knowledge and ability or a new norm. Instructional is also an activity in which learners do a structured instructional program to make learners actively learn that emphasizes on learning resources fulfillment. Problems occur in the process of instructional activity is the fulfillment of instructional material which does not meet with the characteristics and necessity of learners. The learners are still unable to get appropriate instructional materials which are suitable with their characteristic and necessity. Most of instructional materials nowadays provided just for certain learning community only. In accordance with the above problem, the developer tries to develop a instructional material which is suitable for the characteristics and necessity of learners, especially those who are at the tenth grade of Public Senior High School 4 Berau. The learners at that institution have unique characteristics and high academic capability compared to other learners in Berau regency. The developed instructional material is also completed with Macromedia Flash based interactive exercises which enable learners can measure their own learning achievement after finishing a certain topic of discussion or competence standard. Besides, they are also able to modify the exercises based on their own interest then discuss with others. Based on the field test, the recapitulation of data is presented as follows : (1) The total number of learners choose the option 1 is 74,84%; (2) The total number of learners choose the option 2 is 21,60%; (3) The total number of learners choose the option 3 is 03,60%; (4) None of learners choose the option 4 (00.00%) Considering the result of that field test, the majority learners choose the option 1 (74,84%), if that result is consulted with the conversion table, as it is stated on Chapter III page number 78, it can be assumed that the instructional material is GOOD to be used as the core instructional material for the tenth grade students at Public Senior High School 4 Berau. To maximize the use of the instructional material for all students in Berau regency, it is important to do deep analytic investigation on the characteristics and necessity of another learners in order that they can use the instructional material as well. That is why, active participation from another institution is really needed to produce the instructional material and to distribute for all students in Berau regency without any payment. Then, hopefully, this instructional material can motivate another English teachers to more active in searching and providing variety of instructional materials for their learners for the next time. Key words: Instructional material package, interactive mediated English subject, ADDIE model