Anda di halaman 1dari 14

Programmable Logic Controller (PLC)

Daftar Isi

Daftar Isi.......................................................................................... 2 A. Sejarah Programmable Logic Controller (PLC).......................... 3 B. Prinsip Operasi Programmable Logic Controller (PLC)............. 5 C. Komponen Penyusun Programmable Logic Controller (PLC)... 6 D. Kelebihan Programmable Logic Controller (PLC)..................... 10 E. Kekurangan Programmable Logic Controller (PLC).................. 12 Penutup ........................................................................................... 14 Daftar Pustaka................................................................................. 15

2 Hakam Rahmatullah

Programmable Logic Controller (PLC)

PROGRMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC)

A.

Sejarah Programmable Logic Controller (PLC)

Saat kebutuhan suatu produksi berubah maka hal tersebut berkaitan erat dengan perubahan sistem yang mengontrolnya. Besar kecil produksi setiap saat akan berubah berdasarkan permintaan, oleh karena itu semakin seringnya pula pergantian sistem kontrolnya. Dan pada saat itu masih menggunakan relay. Karena relay merupakan alat mekanik, tentunya memiliki umur atau masa penggunaan terbatas, yang pada akhirnya membutuhkan jadwal perawatan yang ketat. Pelacakan kerusakan atau kesalahan menjadi cukup merumitkan jika banyak relay yang digunakan. Misalnya saja sebuah panel kontrol yang dilengkapi dengan monitor ratusan hingga ribuan relay yang terdapat pada sistem kontrol tersebut. Bagaimana kompleksnya melakukan pengkabelan pada relay-relay tersebut. Dan pada akhirnya pada tahun 1960-an, PLC pertama kali diperkenalkan oleh Bedford Associate (Bedford, MA). Alasan utama perancangan PLC adalah untuk menghilangkan beban ongkos perawatan dan penggantian sistem kontrol mesin berbasis relay. Usulan tersebut dinamakan MODICON (Modular Digital Conntroller) yang pada awalnya ditujukan untuk perusahaan-perusahaan mobil di Amerika. Sedangkan perusahaan lain mengajukan sistem berbasis komputer. Modicon 084 merupakan PLC pertama di dunia yang digunakan pada produk komersil.

Gambar 1 Modicon 084

3 Hakam Rahmatullah

Programmable Logic Controller (PLC)

Pada pertengahan tahun 1970-an, teknologi PLC yang dominan adalah sekuenser mesin kondisi dan CPU berbasis bit-slice. Prosesor AMD 2901 dan 2903 cukup popular digunakan dalam MODICON dan PLC A-B. Microprosesor konvensional kekurangan daya dalam menyelesaikan secara cepat logika PLC untuk semua PLC, kecuali PLC kecil. Setelah mikroposesor konvensional mengalami perbaikan dan pengembangan, PLC yang besar-besar mulai banyak menggunakannya. Hingga saat ini ada yang masih berbasis pada AMD 2903. Kemampuan komunikasi pada PLC mulai muncul pada awal-awal tahun 1973. Sistem yang pertama adalah Modbusnya MODICON. Dengan demikian PLC bisa melakukan komunikasi dengan PLC lain dan bisa ditempatkan lebih jauh dari lokasi mesin sesungguhnya yang dikontrol. Kemampuan komunikasi PLC ini dapat digunakan untuk mengirimkan dan menerima berbagai macam tegangan untuk membolehkan dunia analog ikut terlibat. Karena tidak ada standarisasi mengakibatkan komunikasi PLC menjadi mimpi buruk untuk protokol-protokol dan jaringan-jaringan yang tidak compatible. Tetapi bagaimanapun juga, saat itu merupakan tahun yang hebat untuk PLC. Pada tahun 1980-an dilakukan usaha untuk menstandarisasi komunikasi dengan protokol otomasi pabrik milik General Motor (General Motors Manufacturing Outomation Protocaol (MAP)). Hal ini juga merupakan waktu untuk memperkecil ukuran PLC dan pembuatan perangkat lunak pemrograman melalui pemrograman simbolik dengan komputer PC dari pada terminal pemrogram atau penggunaan pemrogram genggam (handheld programmer). Sekarang PLC terkecil seukuran dengan sebuah kontrol relay tunggal (seperti produk ZEN Programmable Relay dari Omron). Tahun 1990-an dilakukan reduksi protokol baru dan modernisasi lapisan fisik dari protokol-protokol populer yang bertahan pada tahun 1980-an. Standart terakhir (IEC 1131-3) berusaha untuk menggabungkan bahasa pemrograman PLC dibawah satu standart international.

4 Hakam Rahmatullah

Programmable Logic Controller (PLC)

B.

Prinsip Operasi Programmable Logic Controller (PLC)

Prinsip operasi dari PLC cukup sederhana. Sistem antarmuka Input/Output dihubungkan dengan field devices. Field devices tersebutlah yang nantinya akan terhubung dengan mesin atau komponen-komponen lain yang digunakan untuk mengendalikan suatu proses. Field devices dapat berupa komponen analog atau dapat juga berupa komponen discrete, seperti: limit switches, pressure transducers, push buttons, motor starters, solenoids, dan lain-lain. Antarmuka Input/Output menyediakan koneksi antara CPU dan komponen yang menyediakan informasi (input) dan komponen yang dikendalikan (output). Selama operasi, PLC melakukan tiga proses: 1. PLC membaca atau menerima data dari field devices melalui antarmuka input. 2. PLC mengeksekusi atau menjalankan program yang tersimpan di sistem memorinya berdasarkan data yang diterima dari field devices. 3. PLC menulis atau memperbarui keadaan dari output devices melalui antarmuka output. Tiga proses tersebut, membaca masukan, mengeksekusi program, dan memperbarui keadaan dari output devices dikenal sebagai scanning.

Gambar 2 Scanning process

5 Hakam Rahmatullah

Programmable Logic Controller (PLC)

Sistem input/output membentuk sistem antarmuka sehingga field devices dapat terhubung dengan controller. Tujuan utama dari antarmuka adalah untuk mengkondisikan sinyal yang berbeda-beda yang diterima atau dikirim ke field devices agar dapat berkomunikasi dengan baik dengan controller. Sinyal-sinyal yang diterima dari sensor-sensor (contoh: push buttons, limit switches, analog sensors, selector switches, dan tumbwheel switches) dihubungkan ke terminal yang terdapat pada antarmuka input. Sedangkan komponen-komponen yang ingin dikendalikan seperti motor starters, solenoid valves, pilot lights, dan position valves, dihubungkan ke terminal yang terdapat pada antarmuka output. Power supply menyediakan semua tegangan (voltages) yang dibutuhkan selama operasi berjalan.

C.

Komponen Penyusun Programmable Logic Controller (PLC)

Secara umum terdapat lima komponen utama yang menyusun suatu PLC. Semua komponen tersebut harus ada untuk dapat menjalankan suatu PLC secara normal. Komponen-komponen utama dari suatu PLC, sebagai berikut: 1. Unit CPU (Central Processing Unit) Merupakan bagian yang berfungsi sebagai otak bagi sistem. CPU berisi mikroprosesor yang menginterpretasikan sinyal-sinyal input dan melaksanakan tindakan-tindakan pengontrolan sesuai dengan program yang telah tersimpan , lalu mengkomunikasikan keputusan-keputusan yang diambilnya sebagai sinyal kontrol ke output interface. Scan dari program umumnya memakan waktu 70 ms , tetapi hal itu tergantung dari panjang pendeknya program serta tingkat kerumitannya. 2. Unit Memori Memori didalam PLC digunakan untuk menyimpan data dan program. Secara fisik, memori ini berupa chip dan untuk pengaman dipasang baterai back-up pada PLC. Unit memori ini sendiri dapat dibedakan atas 2 jenis, yaitu:
a.

Volatile Memory, adalah suatu memori yang apabila sumber tegangannya dilepas maka data yang tersimpan akan hilang . Karena itu memori jenis ini bukanlah media penyimpanan permanen. Untuk penyimpanan data dan program dalam jangka waktu yang lebih lama maka memori ini harus mendapat daya terus-menerus. Hal ini biasanya dilakukan dengan
6

Hakam Rahmatullah

Programmable Logic Controller (PLC)

menggunakan baterai. Ada beberapa jenis memori volatil yaitu RAM (Random Access Memory), SRAM (Static RAM), dan DRAM (Dynamics RAM).
b.

Non-Volatile Memory, merupakan kebalikan Volatile Memory yaitu suatu memori yang meski sumber tegangan dilepas data yang tersimpan tidak akan hilang.Salah satu jenis memori ini adalah ROM (Read Only Memory). Memori jenis ini hanya dapat dibaca saja dan tidak dapat di tambah ataupun dirubah. Isi dari ROM berasal dari pabrik pembuatnya yang berupa sistem operasi dan terdiri dari program-program pokok yang diperlukan oleh sistem PLC. Untuk mengubah isi dari Rom maka diperlukan memori jenis : EPROM (Erasable Programmable ROM) yang dapat dihapus dengan mengekspos chip pada cahaya ultra violet pekat.

3. Unit Power Supply Unit power supply atau unit catu daya diperlukan untuk mengkonversi tegangan masukan AC (220Volt ~ 50Hz) atau DC (24Volt) sumber menjadi tegangan rendah DC 5 Volt yang dibutuhkan oleh prosesor dan rangkaian-rangkaian dala input atau output interface. Kegagalan dalam pemenuhan tegangan oleh power suply dapat menyebabkan kegagalan operasi PLC. Untuk itu diperlukan adanya baterai cadangan dengan tujuan agar pada saat voltage sama dengan dropping, data yang ada pada memori tidak hilang. 4. Unit Programmer Komponen programmer merupakan alat yang digunakan untuk berkomunikasi dengan PLC. Programmer mempunyai beberapa fungsi yaitu :
a.

RUN, untuk mengendalikan suatu proses saat program dalam keadaan aktif.

b.

OFF, untuk mematikan PLC sehingga program dibuat tidak dapat dijalankan.

c.

MONITOR, untuk mengetahui keadaan suatu proses yang terjadi dalam PLC.

d.

PROGRAM, menyatakan suatu keadaan dimana programmer/ monitor digunakan untuk membuat suatu program.

5. Unit Input/Output
7 Hakam Rahmatullah

Programmable Logic Controller (PLC)

Unit input/output atau sering disingkat dengan Unit I/O pada PLC, menyediakan antarmuka yang menghubungkan sistem dengan dunia luar. Keadaan tersebut memungkinkan untuk dibuat sambungan-sambungan antara perangkat-perangkat input, seperti sensor, dengan perangkat output, seperti motor dan selenoida, melalui panel-panel yang tersedia. Demikian pula, melalui unit input/output, program-program dimasukkan dari panel program. Masing-masing point input/output memiliki sebuah alamat spesifik yang dapat digunakan oleh CPU untuk mengaksesnya.

Gambar 3 Input/Output

a. Input Pada PLC, perangkat input biasanya digunakan untuk perangkat-perangkat digital dan analog, seperti saklar mekanis, potensiometer, termistor, strain gauge, dan thermocoupler. Beberapa perangkat tambahan tadi bertindak sebagai sensor, yang nantinya akan menghasilkan output digital (discrete), yaitu kondisi ON(1)/OFF(2), dan dapat dihubungkan dengan mudah ke port-port input PLC. Sensor-sensor yang menghasilkan sinyal-sinyal analog harus terlebih dahulu diubah (diconvert) menjadi sinyal-sinyal digital sebelum dihubungkan ke port-port PLC. Contoh beberapa sensor yang umum digunakan yaitu:

Saklar-saklar mekanik Saklar-saklar jarak (proximity switch) Sensor-sensor suhu


8

Hakam Rahmatullah

Programmable Logic Controller (PLC)

Straingauge

Gambar 4 Processing

b. Output Port-port pada output sebuah PLC dapat berupa tipe relay atau tipe isolatoroptik dengan transistor atau tipe triac, bergantung pada perangkat yang dihubungkan kepadanya, yang akan dikendalikan. Umumnya, sinyal digital dari salah satu kanal output sebuah PLC digunakan untuk mengendalikan sebuah aktuator yang pada saatnya mengendalikan suatu proses. Istilah aktuator sendiri digunakan untuk perangkat yang dapat mengubah sinyal listrik menjadi gerakan-gerakan mekanis untuk mengendalikan proses. Berikut ini beberapa contohnya:

Kontaktor Motor Motor Stepper Katup-katup kontrol direksional

Gambar 5 Konfigurasi Komponen PLC

9 Hakam Rahmatullah

Programmable Logic Controller (PLC)

D.

Kelebihan Programmable Logic Controller (PLC)

Penggunaan PLC di dalam kehidupan sehari-hari dan di dalam industri sudah menjadi suatu kebutuhan, terutama untuk menggantikan sistem

pengkabelan (wiring) yang masih dipergunakan pada sistem sebelumnya. Para pengguna mulai mengalihkan perhatian kepada PLC karena

banyak kelebihan yang ditawarkan oleh sistem yang dapat diprogram kembali ini. Adapun kelebihan maupun keuntungan tersebut antara lain: 1. Fleksibel Dahulu, penggunaan perangkat sistem kendali membutuhkan banyak sistem pengolahan untuk masing-masing perangkat saja. Misalnya jika terdapat lima mesin maka dibutuhkan lima pengendali. Hal tersebut kini teratasi dengan menggunakan PLC. Cukup menggunakan sebuah PLC saja, banyak perangkat yang dapat dijalankan dengan programnya masing-masing. Sistem pengkabelan mulai dibenahi dan direduksi, semakin sedikit kabel yang digunakan dan ringkat/ sederhana. Tak perlu banyak ruang untuk menempatkannya. 2. Harganya Lebih Murah Jika kita melihat kembali kepada sisi fleksibilitasnya tentunya sudah menjadi jawaban, dimana harga yang dikeluarkan jauh lebih sedikit (murah) jika dibandingkan dengan menggunakan sistem sebelumnya. Ketika sistem lama masih banyak menggunakan pengkabelan yang memakan banyak

biaya, PLC menawarkan pengkabelan yang sederhana. Pengkabelan dapat dilakukan dengan jumlah yang banyak hanya dengan sebuah PLC, karena PLC mencakup relay, timer, counter, sequencer, dan beberapa fungsi yang dapat disesuaikan sesuai dengan kebutuhan. 3. Jumlah Kontak yang Banyak Banyaknya kontak yang dimiliki sebuah PLC memberikan banyak kemudahan kepada pengguna. Tidak hanya dari segi finansial, tetapi juga sisi instalasi. Akan jauh lebih sederhana dan mudah jika dibandingkan dengan relay. Misalnya saja pada PLC-5, sebuah PLC keluaran Allen Bradley dengan jumlah kontak minimal 16-32 kontak, sementara itu relay menyediakan kontak sejumlah 4-8 kontak.
10 Hakam Rahmatullah

Programmable Logic Controller (PLC)

4. Dapat Melakukan Pemrograman, Pemrograman Ulang dan Koreksi dengan Mudah PLC memiliki kelebihan dimana sistemnya dapat diprogram ulang secara cepat, proses produksi yang bercampurpun dapat diselesaikan dengan cepat. Bahkan ketika sistem sedang dijalankan. Bila salah satu sistem akan diubah atau dikoreksi, pengubahannya hanya dilakukan pada program yang terdapat di komputer, dengan waktu yang relatif singkat, setelah itu baru didownload ke PLC. Jika dengan relay, diperlukan pengubahan pada pengkabelannya, waktunya akan sangat lama dan beresiko tinggi sehingga harus mematikan sistem yang sedang berjalan. 5. Metode Pemrograman Mudah dan Bermacam-macam Banyak metode untuk membuat suatu program pada PLC. Seperti pada penjelasan pemrograman pada PLC, disebutkan bahwa terdapat banyak metode yang ditawarkan untuk membuat suatu program pada PLC, di antaranya Ladder Logic Diagram, Mneumonic dan Function Block Diagram. Setiap programer dapat memiih metode sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. 6. Menyederhanakan Komponen-Komponen Sistem Kendali Dalam PLC juga terdapat timer, counter, relay dan komponen lainnya, sehingga tak lagi membutuhkan komponen-komponen tersebut sebagai tambahan. Penggunaan relay membutuhkan counter, timer atau komponen lain untuk perangkat tambahan. 7. Keamanan Terjamin Jika dilihat dari sisi keamanan, PLC tergolong perangkat yang luar biasa aman, dari segi dokumentasi, perangkat dan hal-hal mengenai program. PLC mempunyai sistem penguncian (lock), sehingga mengurangi dan dapat menghindarkan dari adanya pecurian dalam bentuk apapun. 8. Adanya Record Data dan Interface yang Memudahkan Pengguna PLC dirancang untuk mampu menyimpan data-data yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan dan program. Dimudahkan dengan adanya interface yang dapat menampilkan proses, data maupun perbandingan ke dalam suatu perangkat komputer (PC) yang terhubung dengan PLC.
11 Hakam Rahmatullah

Programmable Logic Controller (PLC)

9. Sistem Terbaru dengan Wireless Sistem terbaru dari PLC yaitu dengan menawarkan sistem yang wireless dan dapat diakses oleh penggunanya dengan mudah dan jarak jauh. Tak harus masuk ke dalam kantor atau ruangan khusus. 10. Upgrade Sistem dan Komponen Lebih Cepat Pengguna dapat Menambahkan komponen-komponen kendali setiap saat dan tanpa memerlukan tenaga juga biaya yang besar seperti pada pengendali konvensional (relay). Dimudahkan juga dengan komponen yang tersedia dalam bentuk paket modul, pemasangan dapat dilakukan dengan cepat dan mudah.

E.

Kekurangan Programmable Logic Controller (PLC)

Sebagai hasil ciptaan manusia, tentunya PLC masih mempunyai kelemahan yang pada setiap generasinya dilakukan koreksi dan penyempurnaan. PLC pada perannya sebagai sistem kendali memiliki kelemahan yang cukup mendasar dan masih terus ditekan agar dapat diperoleh hasil yang mendekati kesempurnaan dan harapan yang ada, baik oleh vendor maupun oleh pengguna tentunya. Kelemahan yang terdapat pada PLC dapat dijelaskan sebagai berikut: 1.Teknologi Masih Baru Pengubahan sistem lama yang mempergunakan relay ke dalam konsep komputer PLC masih dianggap baru bagi sebagian orang. Tentunya hal ini menjadikan suatu tantangan besar bagi vendor PLC untuk meningkatkan pengenalan PLC ke dalam masyarakat umum maupun masyarakat teknologi (khususnya). Sementara ini, PLC banyak digunakan pada level industri saja, belum banyak merambah dunia yang lebih luas yaitu masyarakat. Meskipun tak terlalu mempengaruhi pasar industri, dengan mengenal sistem PLC orang akan dapat memiliki ketertarikan tersendiri untuk mengasah ilmu khususnya dalam bidang kendali dengan PLC dan membuat implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. 2. Aplikasi Program PLC Buruk untuk Aplikasi Statis (Tetap) Aplikasi-aplikasi PLC dapat mencakup beberapa fungsi sekaligus. Di lain sisi, beberapa aplikasi merupakan aplikasu dengan satu fungsi. Jarang sekali
12 Hakam Rahmatullah

Programmable Logic Controller (PLC)

dilakukan perubahan bahkan tidak sama sekali atau statis. Hal tersebut membuat penggunaan PLC pada aplikasi dengan satu fungsi dinilai tidak efektif bahkan dapat menghabiskan biaya yang besar alias boros. Oleh sebab itu, penggunaan PLC pada aplikasi kecil tidak direkomendasikan oleh para ahli sistem kendali. 3.Operasi dengan Ragkaian yang Statis (Tetap) Kinerja PLC menjadi tidak optimal dan efektif bahkan memboroskan biaya jika rangkaian pada sebuah operasi tidak dilakukan perubahan secara menyeluruh. Proses justru akan menjadi lambat dan membuat sistem terganggu, mempengaruhi pada hasil produksi dan keluaran. 5.PLC Rentan terhadap Perubahan Suhu dan Keadaan Lingkungan Menjadikan sebuah pertimbangan ketika suatu perangkat yang akan dipergunakan memiliki kelemahan yang cukup mengkhawatirkan. Dalam suatu kalang proses industri, lingkungan akan memiliki perubahan suhu dan keadaan yang tidak dapat diduga, seringkali pemanasan yang sangat luar biasa terjadi, vibrasi yang berhubungan langsung dengan alat-alat elektronik di dalam PLC dan keadaan lingkungan maupun lapangan yang tidak dapat dipungkiri dapat menyebabkan debu yang mengotori perangkat PLC. Apabila hal-hal tersebut terjadi secara terus menerus, kinerja pada sistem PLC akan terganggu dan tidak dapat berjalan secara maksimal. Hal-hal tersebut banyak terjadi khususnya pada PLC generasi lama. Untuk PLC generasi baru kekeurangan ini mulai dapat dikendalikan dan dikurangi secara perlahan oleh vendor.

13 Hakam Rahmatullah

Programmable Logic Controller (PLC)

Penutup

Saran Meskipun PLC memiliki kelebihan, tetapi tidak dapat dipungkiri juga karena buatan manusia tetap juga memiliki beberapa kelemahan. Hal tersebut secara langsung maupun tidak langsung tetap saja mempengaruhi output yang diinginkan oleh progammer. Oleh sebab itu, perlu untuk terus memerlukan perbaikan secara terus-menerus sehingga akan diperoleh hasil yang mememuaskan.

14 Hakam Rahmatullah

Programmable Logic Controller (PLC)

Daftar Pustaka

http://www.ndoware.com/Prinsip-Operasi-PLC.html http://www.ndoware.com/Komponen-Penyusun-PLC.html http://www.ndoware.com/Kelebihan-PLC-PLC.html http://www.ndoware.com/KelemahanPLC.html

15 Hakam Rahmatullah