Anda di halaman 1dari 7

Mengetahui evaluasi dari hasil prosesing film

Kegagalan dalam processing film bisa terjadi oleh beberapa alasan di antranya:

Time and temperature errors

Pengaturan waktu dalam processing film harus diperhatikan, seperti contoh dalam FIXING, yang menurut ketentuan harus dilakukan selama 4-15 menit. Jika kurang dari penetapan waktu tersebut maka hasil film akan mudah kabur dalam jangka waktu pendek. Sedangkan pabila melebihi batasan waktu, maka gambar pada film akan hilang. Sedangkan pengaturan temperature di gunakan dalam processing film dengan metode Time and Temperature.

Chemical contamination errors

Bahan-bahan kimia yang mencampuri dalam processing film dapat mengakibatkan hasil film yang buruk. Seperti bila ada senyawa AgBr, yang masih tertinggal pada film maka hasil film pada nantinya akan terlihat buram

Film handling errors

Pemegangang pada film diperbolehkan saat memastikan bahawa film tersebut sudah benar benar kering. Karena kalau tidak akan tercetak jari jari kita pada film, bisa juga timbul bercak bercak yang akan mengganggu dari hasil FILM itu sendiri.

Lighting errors

Tidak diperbolehkan untuk menggunakan warna lampu yang berwarna putih, dan jarak antara penerangan dengan working area tidak boleh terlalu dekat, minimum 4 kaki. Bila hal ini tidak diperhatikan maka hasil pada film akan terlihat seperti berkabut (fogged).

ARTEFACT RADIOGRAFI:

Struktur atau gambaran yang tidak normal ada/tampak dlm radiograf ; pada obyek yg difoto tidak ada, sebab:

Defect pada film atau film packet

Improper handling of the film packet

Accidental incidental to processing of the film

Radiographic technical error

  • 1. RADIOGRAF DENGAN GORESAN RADIOLUSEN

SEBAB :

  • film tergores kuku atau benda lainnya

  • film tertekuk / kerutan film

  • goresan penjepit film yg terkontaminasi developer yg pekat

  • pecikan larutan developer

    • 2. RADIOGRAF DENGAN CAP JARI

SEBAB : memegang film dengan jari yang basah atau berkeringan

  • 3. RADIOGRAF DENGAN GAMBAR JARING/POLA ALUR BAN

SEBAB : penempatan film terbalik

  • 4. NODA PUTIH PADA RADIOGRAF

SEBAB :

  • eartifak larutan fiksasi

  • emulsi tergores

  • benda/obyek radiopak tertanam dalam jaringan

  • benda/obyek radiopak pada cone

    • 5. RETIKULASI PADA RADIOGRAF

SEBAB: perbedaan suhu yang tajam antara larutan developing dan air pencuci

6.

RADIOGRAF TIDAK LENGKAP

SEBAB :

  • film kontak dengan hanger, sisi bak pencuci atau kontak dengan film lain selama proses pengembangan

  • penempatan film kurang tepat (kurang ke apikal; terlalu ke apikal)

  • sebagian film tidak masuk dalam larutan pengembang

  • kegagalan penempatan film sejajar dataran oklusal

  • angulasi vertikal terlalu kecil c pemanjangan

    • 7. RADIOGRAF TERLALU PUTIH

SEBAB:

  • Underexposure

  • waktu developing terlalu singkat

  • temperatur developer rendah

  • konsentrasi developer lemah

  • larutan developer terlalu dingin, kadaluarsa, kotor atau tercampur satu sama lain

  • kualitas film jelek

  • voltage dan mA kurang

Syarat radiografi yang baik

Citra radiografi merupakan hal penting dalam menunjang praktek Kedokteran radiografi sehari-hari. Setiap radiologist (dokter spesialist radiologi) pasti menginginkan gambar radiografi atau foto rontgen dengan kualitas yang semaksimal mungkin dalam rangka menegakkan diagnosis, membuat rencana perawatan, dan menilai keberhasilan perawatan yang telah dilakukan terhadap pasiennya.

Sebagai tenaga paramedis, seorang radiografer hendaknya dapat menyajikan gambar radiografi (foto rontgen) yang berkualitas, terutama saat pelayanan di rumah sakit rumah sakit, atau laboratorium klinik swasta yang sudah banyak tersebar di masyarakat.

Radiografer sebagai seorang mitra kerja seorang radiologist (dokter spesialist radiologi) harus dapat memberikan hasil kerja yang maksimal kepada mitranya tersebut. Untuk menjaga kualitas kerja, radiografer sebagai mitra kerja seorang radiologist (dokter spesialis radiologi) harus dapat memberikan gambar radiografi (foto rontgen) yang berkualitas, baik detail mutu maupun karakteristik gambar radiografi (meliputi detail dari pada citra radiografi tersebut). Apabila citra radiografi yang dihasilkan terlalu rendah, dapat menyebabkan tingkat diagnostik yang rendah pula, dan apabila kualitas diagnosa yang dihasilkan rendah, pasti akan menimbulkan kesulitan dalam menentukan tahap perawatan berikutnya terkait kasus yang dialami pasien.

Gambaran Foto rontgen yang dianggap baik

  • 1. Struktur anatomis dari regio gigi yang difoto harus jelas, yaitu perbedaan dari gambaran enamel, dentin, kamar pulpa dan jaringan periapikalnya harus betul-betul tajam dan terlihat jelas.

  • 2. Gambaran dari puncak-puncak tonjol gigi atau cusp gigi-gigi yang difoto (cusp bukal dan lingual / palatal) sedapat mungkin bersatu, dimana permukaan oklusal dari gigi tersebut tidak terlihat sama seekali.

  • 3. Daerah interdental dibawah titik kontak dua gigi yang bertetangga pada foto, tidak boleh tumpang tindih / overlapping satu dengan yang lain, sehingga tidak terlihat.

Syarat-syarat yang harus diperhatikan supaya dapat membaca atau menilai radiograf dengan benar antara lain:

  • Seluruh bagian dari objek yang akan dibaca harus kelihatan semua

  • Bagian normal di sekeliling objek juga harus kelihatan dengan maksimal

  • Mengetahui tanda-tanda normal anatominya

  • Diagnosis klinis juga membantu dalam interpretasi radiograf

Langkah-langkah yang harus diperhatikan:

  • Elemen atau organ yang diminta gambarnya jelas dan utuh

  • Pelajari tanda-tanda anatominya

  • Pelajari tanda-tanda normalitasnya

  • Pelajari hubungan elemen yang satu dengan yang lainnya, atau organ dengan daerah yang dekat

  • Amati batas-batas elemen atau organ tersebut

  • Apakah ada yang tidak wajar

  • Bandingkan dengan radiograf sisi lain

  • Buat diagnosis radiograf

Gambaran radiografi pada gigi, mandibula dan maxilla dalam keadaan normal:

Gambaran Radiografi Gigi Normal:

  • 1. Email, dentin, sementum dan tulang: bagian-bagian keras gigi yang bersifat radioopaque. Email bersifat lebih radioopaque daripada dentin dan tulang. Sementum di sekitar permukaan akar tidak dapat terlihat pada radiograf (radiolusen)

  • 2. Pulpa dan periodontal ligamen terlihat sebagai area yang radiolusen

  • 3. Lamina dura terlihat sebagai daerah yang radiolusen

  • 4. Benih gigi (dental germ)

Gambaran Radiografi Maxilla Normal:

  • 1. Sutura mediana berupa garis yang radiolusen diantara gigi incisivus sentralis

3.

Spina nasalis anterior terlihat seperti bentuk huruf V yang terletak di atas foramen incisivum

  • 4. Septum nasal terlihat sebagai bayangan berwarna abu-abu atau putih di atas incisivus sentralis

  • 5. Sinus maxillaris, secara radiografi sinus ini tidak terlihat hingga berumur 5 tahun ke atas. Tetapi setelah umur ini, sinus maxillaris akan terlihat sebagai gambaran radiolusen yang sangat dominan pada daerah rahang atas dan area molar

  • 6. Fossa lateralis akan terlihat sebagai bagian yang radiolusen pada daerah gigi incisivus lateralis rahang atas

  • 7. Processus zygomaticus, terlihat seperti bentuk huruf U (U-shaped) yang bersifat radiolusen. Bagian ini terlihat pada tulang zygomaticus sampai maxilla.

  • 8. Processus coronoideus terlihat sebagai bagian yang berbentuk suatu segitiga (triangular) pada bagian posterior gigi rahang atas dan sangat mudah diidentifikasi

  • 9. Hamulus pterygoideus terlihat pada daerah tuberositas rahang atas dan bersifat radiopaque

    • 10. Gigi-gigi molar RA terlihat mempunyai 3 akar

    • 11. Gigi-gigi premolar terlihat punya 1 akar

    • 12. Gigi incisivus RA

Gambaran Radiografi Normal Mandibulla

  • 1. Foramen mentale terlihat sebagai suatu daerah yang gelap, terletak di bawah dan di antara kedua premolar RB (letak kadang bervariasi: rata-rata ada diantara P1 dan P2 RB)

  • 2. Foramen mandibula terlihat gelap terletak pada ramus mandibul. Foramen ini terlihat dengan film extraoral dari rahang sebelah lateral

  • 3. Canalis mandibula: terlihat gelap, terletak di sepanjang akar M3 hingga P1 kiri dan kanan

  • 4. Kanal-kanal interdental atau nutrien canal terlihat sebagai garis-garis gelap yang tersusun secara vertikal, terletak di bawah I1 atau I2, bahkan kerap kali meluas hingga daerah premolar. Kanal-kanal ini juga terlihat sama pada RA

  • 5. Ruang pharynk terlihat sebagai daerah gelap yang luas dan meluas secara vertikal pada ramus mancibula. Daerah ini bisa kelihatan karena pada saat pengambilan gambar, pasien melakukan proses menelan

6.

Linea oblique externa terlihat sebagai garis putih pada bagian anterior dari ramus ascendens pada ramus mandibula

  • 7. Tuberculum geni terlihat sebagai cincin putih yang ditengahnya berwarna gelap, terletak di bawah dan diantara kedua I sentralis RB

  • 8. Crista mentalis terlihat meluas ke daerah symphisis ke daerah premolar

  • 9. Crista mylohyoidea terlihat sebagai garis putih yang memanjang mulai dari tepi bawah symphisis kemudian bergerak ke atas pada regio molar dan menuju ke arah ramus mandibula

    • 10. Tepi dari mandibula terlihat sebagai daerah yang sangat putih

    • 11. Gigi-gigi premolar RB, terlihat mempunyai 2 akar

    • 12. Gigi-gigi premolar RB terlihat mempunyai 1 akar

    • 13. I1 dan I2 RB lebar gigi-gigi ini adalah 2/3 lebar I1 dan I2 RA