Anda di halaman 1dari 14

JANTUNG

JEFFRIADY NABABAN 208210071 FAKULTAS KEDOKTERAN U.M.I MEDAN

Jantung adalah satu organ berdinding musculos tebal dengan empat ruangan di dalamnya. Jantung menempati Mediastinum Medius, rongga di dada kiri dan berada di dalam kantong pericardium Bentuk jantung seperti kerucut dengan puncak (Apex) ke depan lateral kiri dan Basis di Posterior. Beratnya (tanpa darah) adalah 300 gr; capasitas ruangannya adalah 300 cc

Jantung mempunyai tiga Facies (permukaan) yaitu Facies Stenocostalis (depan atas,lateral kiri dan kanan), Facies Diaphragmatica (Inferior) dan Basis (belakang). Selubung jantung adalah Pericardium yang terdapat sebagai kantong dan Epicardium sebagai lapisan luar jantung. Pericardium adalah jaringan Sero Fibrous agak tebal dimana permukaan dalam adalah Serous dengan Mucosa yang menghasilkan cairan pelicin sedikit.

Cavum Pericardii adalah sebuah bungkus dari jaringan Sero Fibrous yang berbentuk kantong; terdapat di Mediastinum Inferior bagian Medius, capasitas kantong Pericardium ini maximal sesuai dengan volume jantung sewaktu keadaan Diastole dan Relaksasi. Fungsi Cavum Pericardii ini adalah sebagai pelindung jantung dari process patologi disekitarnya dan juga sebagai ruang bergerak yang diperlukan oleh jantung. Pada bagian lateral kiri dan kanan, pericardium bagian luar di lapisi oleh Pleura Parietale. Lapisan luar pericardium ini terdiri dari jaringan fibrous dengan serabut-serabut menyebar ke semua arah. Lapisan dalam Pericardium dibentuk oleh lapisan sel-sel Epithel yang disebut Mesothelium, sel-sel ini senantiasa menghasilkan cairan sebagai pelicin untuk memperlancar gerakan jantung.

Lapisan luar jantung terkesean licin karena dilapisi oleh lapisan Fibrous tipis yang translucent, disebut Epicardium. Dibawah Epicardium ini terdapat jaringan lemak yang tidak rata, terbanyak pada garis Circulair 1/3 atas (Sulcus Coronarius) dan garis paramedian jantung (yang ditempati A. Coronaria Dextra dan A. Coronaria Sinistra serta cabang besarnya).
Fungsi Epicardium dengan permukaannya yang licin adalah untuk memperlancar gerakan jantung (Kontraksi dan Dilatasi). Jaringan Epicardium tipis dan Fibrous ini mempunyai sifat elastis yang perlu mengikuti irama gerakan jantung waktu mengembang dan mengempis. Jaringan lemak ini dibawah Pericardium berguna sebagai bantalan lembut bagi A. Coronaria yang ada di dalamnya dan juga sebagai cadangan makanan.

A.Coronaria adalah dua arteri yang khusus mendarahi otot-otot jantung. Ada dua A. Coronaris yaitu : A. Coronaria Dextra sebagai cabang dari Aorta dengan pangkal diatas klep kanan dari Aorta Ascendens dan A. Coronaria Sinistra merupakan pangkal Aorta Ascendens, yang berpangkal diatas klep kiri dari Aorta. A. Coronaria ini jalannya Sub Epicardial, dikelilingi jaringan lemak. A. Coronaria Dextra berjalan didalam Sulcus Coronarius bagian kanan, Sulcus mana memisah atrium kanan dengan Ventrikel kanan; arteri ini menuju Facies Diaphragmatica kanan dan kemudian berada didalam Sulcus Longitudinalis Posterior yang berakhir dekat Apex Cordis. A. Coronaria kanan ini terutama mendarahi dinding jangtung kanan, kemudian melalui cabang-cabang kecil mendarahi dinding atrium kanan, juga mendarahi sebagian Septum Ventriculorum dan bagian medial dinding ventrikel kiri.

A.Coronaria Sinister mendarahi ventrikel dan Atrium kiri (lebih besar dari yang kanan) yang berjalan pada Sulcus Coronarius bagian kiri, Sulcus ini memisah Atrium kiri dengan ventrikel kiri.
A. Coronaria Sinistra ini segera bercabang dua yaitu: Ramus Descendens Anterior yang mula-mula berjalan dibelakang pangkal A. Pulmonalis, kemudian menuju kedepan berada pada Sulcus Longitudinalis Anterior yang menuju Incisura Apicis Cordis dan berbelok kebawah pada Facies Diaphragmatica. Arteri ini mendarahi dinding ventrikel kiri depan, Septum Ventriculorum dan sebagian kecil untuk dinding ventrikel kanan. Ramus Circumflexus yang mula-mula ditutupi oleh Auriculum Sinister, kemudian menempati Sulcus Coronarius kiri menuju Facies Diaphragmatica yang berjalan sejajar dan berdekatan dengan Sulcus Longitudinalis Posterior. Arteri ini mendarahi dinding ventrikel kiri lateral bawah dan dinding Atrium Sinister.

Anastomose antara cabang-cabang A. Coronaria ini sedikit sekali, akibatnya bila terjadi penyumbatan pada salah satu arteri ini atau cabang-cabangnya maka terjadilah Degenerasi dan Nekrosis otot-otot di daerah alirannya (Myocard Infark). Fungsi A. Coronaria adalah membawa oksigen dan nutrisi untuk otot-otot jantung (daerah venous jantung dialirkan melalui beberapa buah V.Cordis menuju Sinus Coronarius). Didalam jantung terdapat empat ruangan yaitu: Serambi kanan = Atrium Dexter Serambi kiri = Atrium Sinister Bilik kanan = Ventriculus Dexter Bilik kiri = Ventriculus Sinister. Serambi kanan menerima darah venous yang miskin oksigen dari seluruh tubuh melalui V.Cava Superior dan V.Cava Inferior. Muara kedua vena ini boleh dikatakan tidak mempunyai klep. Kedua muara vena ini merupakan satu pelurusan pada dinding posterior medial serambi kanan.

Serambi kanan kedepan berhubungan dengan bilik kanan melalui klep Atrio-Ventricular Tricuspidalis (tiga buah klep). Atrium dexter ini mempunyai ruangan yang dibatasi empat dinding yaitu dinding posterior, dinding depan, dinding lateral, dinding medial, dinding superior dan dinding inferior. Pada dinding posterior kita dapati pelurusan kedua V. Cava, dilateral pelurusan V. Cava ini kita jumpai Crista Terminalis. Pada dinding medial bagian belakang terdapat Fossa Ovalis dan pada bagian depannya terdapat Annulus Limbus Ovalis. Pada dinding inferior terdapat muara V. Cava Inferior, kedepan muara V. Cava Inferior terdapat Valvula Sinus Coronarius (muara pembuluh venous terbesar untuk jantung). Pada dinding depan terdapat klep Tricuspid (tiga buah klep).Pada dinding atas terdapat muara V. Cava Superior dan Crista disebut M. Pectinati yang merupakan serabut-serabut M. Pectinatus.

M. Pectinatus ini adalah dinding dari Auriculum Cordis, yaitu ruangan dari atrium. Pada dinding lateral yang merupakan kesatuan dengan dinding atas terdapat juga Musculi Pectinati. Pada ruangan atrium kiri terdapat juga dinding posterior dengan 4 buah muara V. Pulmonalis; dinding superior dengan M. Pectinati, dinding medial merupakan Septum Atriorum, dinding inferior, dinding depan dengan klep Bicuspis (dua klep). Pada ruangan Ventrikel kanan yang dibatasi dinding posterior ada klep Tricuspid dan klep Arteri Pulmonalis dan dinding medial merupakan Septum Ventriculare terdiri dari Pars Membranacea dibelakang dan Pars Muscularis 2/3 didepan dinding Anterior, Superior, Lateral, dan Inferior merupakan satu lengkungan dan disini terdapat lapisan Endocardium Trabeculae Carneae, M.Papillaris dan Chorda Tendinea (penghubung M.Papillaris dengan daun kelep). Tebal dinding yang melengkung ini adalah 1/3 tebal dinding Ventrikel kiri (1 cm)

Ruangan Ventrikel kiri kebelakang dibatasi dinding Posterior dengan kelep Bicuspid (dilateral kiri) dan kelep Aorta (dimedial). Dinding medial merupakan Septum Ventriculare. Dinding selebihnya melengkung. Pada permukaan dalam ruangan Ventrikel kiri ini terdapat Endocardium Trabeculae Carneae, M.Papillaris, Chorda Tendinea (pitapita halus menghubungkan M.Papillaris dengan daundaun kelep Biscupid). Otot jantung disebut Myocardium, serabut-serabut otot atrium terpisah dari Ventrikel. Batas perpisahan antara kedua kumpulan serabut ototo disebut Sulcus Coronarius. Serabut-serabut otot atrium terdiri dari dua lapisan: - Lapisan luar berjalan Transversal (arah melintang). - lapisan dalam berjalan melengkung dari arah depan ke belakang. (Ada sedikit serabut-serabut Circulair mengelilingi muara Vena yang masuk kedalam Atrium).

Serabut-serabut otot Ventrikel terdiri dari tiga lapisan yaitu : Lapisan luar yang tipis dengan serabut-serabut arah Spiral, bersatu untuk kedua Ventrikel. Lapisan tengah tebal, lapisan ini untuk Ventrikel kanan, serabutserabut medius ini arahnya Silindris untuk tiap-tiap Ventrikel. Lapisan dalam, arah serabut-serabutya adalah Spiral, lapisan ini adalah merupakan lanjutan dari serabut-serabut luar. Fungsi serabut-serabut otot jantung adalah berkontraksi memperkecil jantung jantung dan menutup kelep-kelep agar tidak terjadi pengembalian darah (Regurgitation) dan mendorong darah kelauar jantung, keseluruh tubuh rata-rata sebanyak 72 x tiap menit. System Conductie didalam jantung dilakukan melaui system serabut Conductie yang terdapat pada dinding jantung. System Conductie ini terdiri dari : - Sinu - Atrial Node (SA Node), - Atrio Venticular Node (AV Node), - Atrio Ventricular Bundle (Hiss Bundel).

Titik tolak Conductie adalah Sinu Atrial Node yang terletak pada ujung atas Sulcus Terminalis (bayangan diluar dari Crista Terminalis pada atrium kanan).Titik tolak Conductie berikutnya adalah Atrio Ventricular Node yang terdapat pada Septum Atriale didepan Ostium Sinus Coronarius.Sebagai penerus conduksi adalah Atrio Venticular Bundle yang terdapat pada Septum Venticulare.Innervasi system Conductie ini secara teratur adalah oleh N.Vagus; Sino-Atrial Node disyarafi oleh serabut Vagus kanan. Atrio Ventricular Node disyarafi oleh serabut N.Vagus kiri,Bila Atrium berkontraksi akn diiukuti oleh Contraksi Ventrikel. Serabut-serabut otot dan Arteri Coronaria disyarafi oleh serabut-serabut Sympatis lewat N.Cardiacii dan serabut-serabut Afferent (nyeri) dilakukan juga melalui N.Cardiaci. Darah Arteriel otot-otot Atrium Ventrikel kanan dialirkan melalui A.Coronaria Dextra. Darah Venous dari dinding atrium kanan dan dinding depan Ventrikel kanan dialirkan melalui V.Cordis Magna langsung ke Sinus Coronarius.

Darah Venous dari dinding Ventikel kanan dan atrium kanan dialirkan melalui V.Cordis Magna langsung ke Sinus Coronarius.Darah Venous dari dinding Ventikel kanan dan atrium kanan dialirkan melalui V.Cordis Anterior ke atrium kanan; Ventrikel kiri bagian Apex, depan dan Septum akan menerima darah Arterial dari Ramus Descendens Anterior (cabang Arteri Coronarius). Ventrikel kiri bagian Diaphragmatica menerima darah Arterial dari Ramus Circum Flexus (cabang dari Arteri Coronarius kiri). Atrium kiri meneriam darah Arterial dari Ramus Circumflexus. Darah Venous dari masing-masing dinding Ventrikel kiri dan kanan ada pula secara Regional dialirkan melalui beberapa Venae Cordis Minimae yang secara sendiri-sendiri masuk langsung langsung ke Ventrikel kiri dan kanan melalui muara kecil yaitu Poramina Venarum Minimarum. Darah venous dinding ventrikel kiri posterior dialirkan melalui V.Posterior Ventriculi Sinister yang memasuki pangkal V.Cordis Magna. Darah venous dari Septum bagian bawah dialirkan melalui V.Cordis Media yang ada pada Sulcus Longitudinalis Posterior yang menuju Sinus Coronarius. Darah venous dari dinding atrium kiri dialirkan melalui V.Obliqua Atrium Sinister, lagsung ke sinus coronarius. Aliran limfe jantung terdiri dari dua yaitu jurusan Sulcus Longitudianlis Anterior dan jurusan Sulcus Longitudinalis Posterior mengalirkan limfe dari dinding Facies Costalis, aliran ini melalui belakang A.Pulmonalis dan dari sini menuju aliran Mediastinum. .

Aliran limfe Pericardium akan mengikuti V.Phrenico Cardiaca menuju aliran mammaria Interna yang bersangkutan kedalam mediastinum.Projeksi jantung pada dinding dada bagian depan adalah : batas kanan dibentuk atrium kanan pada garis para Sternal kanan mulai tulang rawan iga 3 kanan sampai pada tulang rawan iga 6 kanan. Batas bawah jantung dibentuk oleh ventrikel kanan ditambah Apex Cordis, mulai dari tulang rawan iga ke-5 kiri 1,5 cm kemedial garis Medclaviculair. Batas kiri dibentuk seluruhnya oleh atrium kanan dan atrium kiri melalui garis tulang rawan iga ke-2 kiri. Batas atas dibentuk oleh atrium kanan dan atrium kiri melalui garis tulang rawan iga 3 kanan ke tulang rawan iga ke-2 kiri.

Projeksi katub Arteri Pulmonalis (Anterior, Sinerter dan Dexter) adalah pada persendian Costa 3 kiri dengan Sternum. Projeksi katub Aorta Pulmonalis (Posterior, Sinester dan Dexter) ke bawah dari sendi iga 3 kiri denagn sternum. Projeksi katub Mitral (Anterior dan Posterior) adalah kemedial dari sendi iga 4 kiri denagn sternum. Projeksi katub Tricuspid (Anterior, Medial dan posterior) adalah pada median Sternum setinggi sendi iga 5 denagn sternum. Ictus Cordis yang normal terdapat pada sela iga 5 kiri kira-kira 9 cm dari median Sternum ataupun 1,5 cm kemedial garis Mid Claviculair