Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH CIRI-CIRI POKOK KEBIJAKAN PEMERINTAHAN ORDE BARU

Diajukan sebagai salah satu Tugas Mata Pelajaran Sejarah Oleh 1. A Misbahul Munir 2. Mahesa R 3. Shendy Adityo W 4. Ulfah Khoerul Umah Kelas XII IPA 1 (01) ( ) (24) (27)

SMA Negeri 2 Pati Tahun Ajaran 2013/2014

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Orde baru adalah suatu tatanan seluruh perikehidupan rakyat, bangsa, dan negara yang diletakkan kembali kepada pelaksanaan pancasila secara murni dan konsekuen. Orde baru merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk memisahkan antara kekuasaanmasa Soekarno (Orde Lama) dengan masa Soeharto. Pemerintahan Orde Baru lahir secara situasional setelah peristiwa Gerakan 30 September 1956/ PKI. Lahirnya Orde Baru ada beberapa versi antara lain: a. Berdasarkan versi pemerintahan Orde Baru di tandai oleh keluarnya Supersemar(Surat Perintah Sebelas Maret 1966). b. Lahirnya Orde Baru pada tanggal 10 Januari 1966 bersamaan dengan tercetusnya Tritura. (Tri/Tiga Tuntutan Rakyat) ialah tuntutan dari para mahasiswa yang mengadakan demonstrasi terhadap pemerintahan Presiden Soekarno. c. Orde baru lahir pada tanggal 23 Februari 1967 , sejak peristiwa penyerahan kekuasaan dari presiden Sukarno kepada Jenderal Suharto selaku pengembang Supersemar.

Orde baru lahir sebagai upaya untuk mengoreksi total penyimpangan yang dilakukan pada masa Orde Lama, penataan kembali seluruh aspek kehidupan rakyat, bangsa, dan negara Indonesia,melaksanakan Pancasila dan UUD1945 secara murni dan konsekuen dan menyusun kembali kekuatan bangsa untuk menumbuhkan stabilitas nasional guna mempercepat proses pembangunan bangsa.

B. Rumusan Masalah

a. Bagaimana upaya dalam menuju pemerintahan Orde Baru? b. Bagaimana kebijakan yang dibuat pemerintah pada masa Orde Baru dan apa saja ciri-ciri dari setiap kebijakan tersebut? c. Bagaimana dampak kebijakan politik dan ekonomi pada masa Orde Baru?

BAB II PEMBAHASAN

A. Upaya Menuju Pemerintahan Orde Baru

Setelah dikelurkan Supersemar maka mulailah dilakukan penataan pada kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.Penataan dilakukan didalam lingkungan lembaga tertinggi negara dan pemerintahan. Dikeluarkannya Supersemar berdampak semakin besarnya kepercayaan rakyat kepada pemerintah karena Suharto berhasil memulihkan keamanan dan membubarkan PKI. Munculnya konflik dualisme kepemimpinan nasional di Indonesia. Hal ini disebabkan karena saat itu Soekarno masih berkuasa sebagai presiden sementara Soeharto menjadi pelaksana pemerintahan. Konflik Dualisme inilah yang membawa Suharto mencapai puncak kekuasaannya karena akhirnya Sukarno mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasaan pemerintahan kepada Suharto.Pada tanggal 23 Februari 1967, MPRS menyelenggarakan sidang istimewa untuk mengukuhkan pengunduran diri Presiden Sukarno dan mengangkat Suharto sebagai pejabatPresiden RI. Dengan Tap MPRS No. XXXIII/1967 MPRS mencabut kekuasaan pemerintahan negara dan menarik kembali mandat MPRS dari Presiden Sukarno .Tanggal 12Maret 1967 Jendral

Suharto dilantik sebagai Pejabat Presiden Republik Indonesia. Peristiwa ini menandai berakhirnya kekuasaan Orde Lama dan dimulainya kekuasaan Orde Baru. Pada Sidang Umum bulan Maret 1968 MPRS mengangkat Jendral Suharto sebagai Presiden Republik Indonesia.

B. Kebijakan yang dibuat pemerintah pada masa Orde Baru dan ciri pokok setiap kebijakan

Sebagai langkah awal untuk menciptakan stabilitas nasional, Sidang Umum IV MPRS telah memutuskan untuk menugaskan Letjen. Soeharto selaku pengemban Surat Perintah 11 Maret 1966 atau Supersemar yang sudah ditingkatkan menjadi Ketetapan MPRS No.IX/MPRS untuk membentuk kabinet baru. Dibentuk Kabinet Ampera yang bertugas menciptakan stabilitas politik dan ekonomi. Selain itu pemerintah juga mengeluarkan kebijakan-kebijakan, diantaranya sebagai berikut:

1. Kebijakan Luar Negeri Pada Masa Orde Baru a. Indonesia kembali menjadi anggota PBB. Pada tanggal 28 September 1950 Indonesia kembali menjadi anggota PBB yang ke-60 b. Normalisasi hubungan Indonesia dengan Malaysia

c. Indonesia menjadi Anggota ASEAN (Association of South East Asian Nations). d. Keikutsertaan Indonesia dalam organisasi internasional, diantaranya: -Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEX) -Consultative Group on Indonesia (CGI). CGI merupakan organisasi dari kelanjutan/pentempurnaan CGI -Asia Pasific Economic Cooperation (APEX). -International Monetery Fund (IMF) -World Bank -Organisasi Konferensi Islam.

2. Kebijakan Ekonomi Masa Orde Baru Kebijakan perekonomian pada masa Orde Baru sebenarnya telah dirumuskan pada sidang MPRS tahun 1966. Pada sidang tersebut telah dikeluarkan Tap. MPRS No.XXIII/MPRS/1966 tentang pembaruan kebijakan landasan ekonomi, keuangan, dan pembangunan. Tujuan dikeluarkan keterapan tersebut adalah untuk mengatasi krisis dan kemerosotan ekonomi yang melanda negara Indonesia sejak tahun 1955. Berdasarkan ketetapan tersebut, Presiden Suharto mempersiapkan perekonomian Indonesia sebagai berikut: a. Mengeluarkan Peraturan 3 Oktober 1966, tentang pokok-pokok regulasi.

b. Mengeluarkan Peraturan 10 Pebruari 1967, tentang harga dan tarif c. Peraturan 28 Juli 1967 , tentang pajak usaha serta ekspor Indonesia d. UU No. 1 Tahun 1967 , tentang Penanaman Modal Asing. e. UU No. 13 Tahun 1967, tentang Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja( RAPBN). f. Presiden Suharto juga melakukan pendekatan dengan negaranegara maju untuk penundaan pembayaran utang Indonesia dan mendapatkan pinjaman dari luar negeri.

3. Ciri-Ciri Pokok Kebijakan Pemerintahan Orde Baru

a. Bidang Politik 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Lembaga kepresidenan terlalu dominana Rendahnya kesetaraan diantara lembaga tinggi negara. Rekruitmen politik yang tertutup Birokrasi sebagai instrumen kekuasaan. Kebijakan publik yang tidak transparan. Sentralisasi kekuasaan. Implementasi hak asasi yang masih rendah.

b. Bidang Ekonomi 1. Kebijakan mengutamakan pertumbuhan ekonomi.

2. 3. 4. 5.

Pinjaman luar negeri. Konglomerasi Dwi fungsi ABRI Politik Luar Negeri yang bebas aktif

C. Dampak Kebijakan Politik dan Ekonomi masa Orde Baru

a. Dampak Positif Kebijakan Politik Pemerintahan Orde Baru Pemerintah mampu membangun pondasi yang kuat bagi kekuasaan lembaga kepresidenan yang membuat semakin kuatnya peran Negara dalam masyarakat. Situasi keamanan pada masa ORBA relatif aman dan terjaga dengan baik karena pemerintah mampu mengatasi semua tindakan dan sikap yang dianggap bertentangan dengan Pancasila. Dilakukan peleburan partai dimaksudkan agar pemerintah dapat mengontrol parpol.

b. Dampak Negatif Kebijakan Politik Pemerintahan Orde Baru a. Terbentuk pemerintahan orde baru yang bersifat otoriter, dominatif, dan sentralis. b. Otoritarianisme merambah segenap aspek kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara termasuk kehidupan politik yang sangat merugikan rakyat.

c. Pemerintah Orde Baru gagal memberikan pelajaran berdemokrasi yang baik dan benar kepada rakyat Indonesia. Golkar menjadi alat politik untuk mencapai stabilitas yang diinginkan, sementara 2 partai lainnya hanya sebagai boneka agar tercipta citra sebagai Negara demokrasi. d. Sistem perwakilan bersifat semu bahkan hanya dijadikan topeng untuk melanggengkan sebuah kekuasaan secara sepihak. Dalam setiap pemilihan presiden melalui MPR Suharto selalu terpilih. e. Demokratisasi yang terbentuk didasarkan pada KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) sehingga banyak wakil rakyat yang duduk di MPR/DPR yang tidak mengenal rakyat dan daerah yang diwakilinya. f. Kebijakan politik teramat birokratis, tidak demokratis, dan cenderung KKN. g. Dwifungsi ABRI terlalu mengakar masuk ke sendi-sendi kehidupan bebangsa dan benegara bahkan pada bidang-bidang yang seharusnya masyarakat yang berperan besar terisi oleh personel TNI dan Polri. Dunia bisnis tidak luput dari intervensi TNI/Polri. h. Kondisi politik lebih payah dengan adanya upaya penegakan hukum yang sangat lemah. Dimana hukum hanya diciptakan untuk keuntungan pemerimtah yang berkuasa sehingga tidak mampu mengadili para konglomerat yang telah menghabisi uang rakyat.

c. Dampak Positif Kebijakan Ekonomi Orde Baru a. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi karena setiap program pembangunan pemerintah terencana dengan baik dan hasilnya pun dapat dilihat secara konkrit. b. Indonesia mengubah ststus dari Negara pengimpor beras terbesar menjadi bangsa yang memenuhi kebutuhan beras sendiri (swasembada beras). c. Penurinan angka kemiskinan yang diikuti dengan perbaikan kesejahteraan rakyat. d. Penurunan angka kematian bayi dan angka partisipasi pendidikan dasar yang semakin meningkat.

d. Dampak Negatif Kebijakan Ekonomi Orde Baru a. Kerusakan serta pencemaran lingkungan hidup dan summer daya alam. b. Perbedaan ekonomi antar daerah, antar golongan pekerjaan, antar kelompok dalam masyarakat tersa semakin tajam. c. Terciptalah kelompok yang terpinggirkan (marginalisasi sosial) d. Menimbulkan konglomerasi dan bisnis yang erat dengan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme).

e. Pembangunan yang dilakukan hasilnya hanya dapat dinikmati oleh sebagian kecil kalangan masyarakat, pembangunan cenderung terpusat dan tidak merata. f. Pembangunan hanya mengutamakan pertumbuhan ekonomi tanpa diimbangi kehidupan politik, ekonomi, dam sosial yang demokratis dan berkeadilan. g. Meskipun pertumbuhan ekonomi meningkat tapi secara fundamental pembangunan ekonomi sangat rapuh. h. Pembangunan tidak merata, tampak dengan adanya kemiskinan disejumlah wilayah yang justru menjadi penyumbang devisa terbesar seperti Riau, Kalimantan Timur, dan Irian. Faktor inilah yang selanjutnya ikut menjadi penyebab terpuruknya perekonomian nasional Indonesia menjelang akhir tahun 1997.

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan Ciri-Ciri Pokok Kebijakan Pemerintahan Orde Baru a. Bidang Politik a. Lembaga kepresidenan terlalu dominanan b. Rendahnya kesetaraan diantara lembaga tinggi negara. c. Rekruitmen politik yang tertutup d. Birokrasi sebagai instrumen kekuasaan. e. Kebijakan publik yang tidak transparan. f. Sentralisasi kekuasaan. g. Implementasi hak asasi yang masih rendah.

b. Bidang Ekonomi a. Kebijakan mengutamakan pertumbuhan ekonomi. b. Pinjaman luar negeri. c. Konglomerasi d. Dwi fungsi ABRI e. Politik Luar Negeri yang bebas aktif

B. Saran Lakukan otonomi daerah kepada seluruh propinsi,sehingga potensi-potensi yang ada pada dareah tersebut bisa dioptimalkan dengan seefisien mungkin. Harus terjadi transparansi dalam sistem keuangan sehingga masyarakat bisa mengerti.

DAFTAR PUSTAKA

http://rinahistory.blog.friendster.com/2008/11/indonesia-masa-orde-baru

http://id.wikipedia.org/wiki/Soeharto http://www.indonesiaindonesia.com/f/2390-indonesia-era-orde-baru http://adypato.wordpress.com/2010/06/16/kondisi-ekonomi-indonesia-pada-masaorde-baru